cover
Contact Name
Karlina Ayu Efrita
Contact Email
karlinayue@gmail.com
Phone
+62896-6406-0808
Journal Mail Official
journal@mitrajurnal.co.id
Editorial Address
Gedung Wirausaha Ruang 104, Jalan Haji R. Rasuna Said Kavling C5, RT.3/RW.1, Karet, Kecamatan Setiabudi, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12920
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 29632102     EISSN : 29646367     DOI : https://doi.org/10.58797/teras
Core Subject : Humanities,
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat is a journal publised on the results of research and community service activities carried out by researchers. The form of activities in the form of Application of Science, Technology and Art in the Form of Transfer of Science , Technology And Arts. Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat is published twice a year. Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal yang diterbitkan atas hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh peneliti. Bentuk kegiatannya berupa Penerapan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni dalam Bentuk Transfer Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Seni. Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat terbit dua kali setahun. The Focus and Scope Fields of interest include, but are not limited to: Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development. Bidang minat termasuk, tetapi tidak terbatas pada: Layanan Masyarakat, Masyarakat, Ketahanan Pangan Lokal; Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain; Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial; Layanan Masyarakat Mahasiswa Daerah Perbatasan, Daerah Kurang Maju; Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 82 Documents
Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Evaluasi Pembelajaran Interaktif berbasis HOTS dengan Quizwhizzer di MTs Al-Ajhariyyah Cibitung Bekasi Rifda Haniefa; Siti Masyitoh; Mohamad Samsudin; Hendrawanto Ch
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 4 Issue 2, December 2
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0402.04

Abstract

This community service program aimed to improve the professional competence of teachers at MTs Al-Ajhariyyah Cibitung, Bekasi, in developing interactive learning assessments based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) using the QuizWhizzer platform. The program applied Service Learning and Participatory Action Research approaches, including needs analysis, training, mentoring, and evaluation. Teachers gained conceptual knowledge of HOTS and practical skills in designing and implementing interactive quizzes with QuizWhizzer. The results showed improved teacher competence in developing assessment instruments that support students’ critical, analytical, and creative thinking. A four-item satisfaction questionnaire indicated that 71.4% of participants strongly agreed and 28.6% agreed that the training improved their understanding of HOTS-based assessment. In addition, 66.7% strongly agreed and 33.3% agreed that the use of QuizWhizzer was effective for interactive assessment, while 52.4% strongly agreed and 47.6% agreed that the facilitator’s explanations were clear. Moreover, 52.4% strongly agreed and 47.6% agreed that the training enhanced their teaching and assessment skills. This program contributes to improving learning quality in the digital era and supports the achievement of SDG 4 on quality education.    Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru MTs Al-Ajhariyyah Cibitung, Bekasi, dalam mengembangkan evaluasi pembelajaran interaktif berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui pemanfaatan platform QuizWhizzer. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Service Learning dan Participatory Action Research yang meliputi analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Guru dibekali pemahaman konseptual HOTS serta keterampilan teknis dalam merancang dan mengimplementasikan kuis interaktif berbasis QuizWhizzer. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun instrumen evaluasi yang mendorong kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif siswa. Hasil angket kepuasan yang terdiri atas empat butir pertanyaan menunjukkan bahwa 71,4% peserta setuju dan 28,6% setuju bahwa pelatihan membantu memahami penilaian berbasis HOTS. Sebanyak 66,7% peserta menyatakan sangat setuju dan 33,3% setuju bahwa materi HOTS dan penggunaan QuizWhizzer efektif dalam meningkatkan kemampuan evaluasi pembelajaran interaktif, sementara 52,4% menyatakan sangat setuju dan 47,6% setuju bahwa penjelasan narasumber sangat mudah dipahami dan 52,4% menilai pelatihan sangat setuju dan 47,6% setuju bahwa pelatihan meningkatkan kompetensi mengajar dan mengevaluasi pembelajaran. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di era digital serta mendukung pencapaian SDGs poin ke-4, yaitu pendidikan berkualitas. 
Pembuatan Peta Garis Desa Trisnomulyo Kecamatan Batanghari Nuban Lampung Timur Dwi Nanda Putra Hartoto; Muhammad Gunawan
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 4 Issue 2, December 2
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0402.03

Abstract

Maps with high accuracy and essential information are highly valuable for supporting village development. Advances in technology that accelerate data acquisition make it possible to produce maps that meet the needs of both communities and government stakeholders. In this community service activity, a line map of Trisnomulyo Village was produced using a cartometric method supported by GIS and Geodetic GNSS technology. The output of this program is a village line map at a 1:5000 scale, depicting information such as village boundaries, hamlet boundaries, road networks, and land cover. The usability test results show that the majority of respondents understood all the information presented on the map.    Abstrak Peta yang memiliki ketelitian yang baik dan memiliki informasi penting akan sangat berguna dalam mendukung pembangunan desa. Keberlangsungan teknologi dalam mempercepat memperoleh data memungkinkan menghasilkan peta sesuai dengan kebutuhan pengguna baik masyarakat ataupun pemerintah. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pembuatan peta garis di Desa Trisnomulyo dengan metode kartometrik yang memanfaatkan teknologi GIS dan GNSS-Geodetik. Hasil dari pengabdian adalah peta garis desa dengan skala 1:5000 yang menggambarkan informasi batas desa, batas dusun, jaringan jalan, dan tutupan lahan. Hasil uji kebergunaan menunjukkan mayoritas responden telah memahami seluruh informasi yang tergambar di dalam peta. 
Deep Learning Training: Improving Teacher Competence in Implementing “the 2024 Merdeka Curriculum” Fauzi Bakri; Wulandari Fitriani; Handjoko Permana; Anisya Dirgahayu Anjani; Vina Dwi Cahyani
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 4 Issue 2, December 2
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0402.06

Abstract

The transition to a competency-based curriculum requires a paradigm shift for teachers, from mere implementers of material to innovative curriculum developers. However, teacher training is often theoretical and fails to address substantive classroom practice. This study aims to document and analyze the effectiveness of Deep Learning strategy-based training in improving the competency of high school teachers in DKI Jakarta to authentically implement the 2024 Independent Curriculum. Using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) instructional design framework, this activity involved 224 teachers in the online phase and 33 selected teachers per class in the offline phase. Data were collected through needs surveys, observations of the results of the Learning Objective Flow (ATP) development, and pre- and post-tests related to pedagogical strategies. The results showed an increase in participants' knowledge outcomes from an average pretest of 68.5 to an average posttest of 83.7 with an N-gain of 0.78. The Deep Learning approach significantly improves teachers' pedagogical literacy, as evidenced by their ability to deconstruct Learning Outcomes (LO) into contextual instructional designs based on deep conceptual understanding. The transformation in mindset is evident in the shift from conventional teaching methods to reflective and inclusive learning strategies. This study concludes that training that emphasizes independent knowledge construction and collaboration is the main key in bridging the gap between macro curriculum policies and micropedagogical practices in the classroom. 
Pelatihan Pembuatan Perangkat Pembelajaran Fisika Berbasis Laboratorium untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Wulandari Fitriani; Fauzi Bakri; Vina Bekti Utami; Racma Asyifa Irchami; Amanda Putri Sandy; Toto Sudarto Ahmad
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 5 Issue 1, June 2026
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0501.02

Abstract

This community service program aimed to enhance physics teachers' competencies in designing laboratory-based learning materials to support the development of students' science process skills. The program involved 34 physics teachers who are members of the Jakarta Physics Teachers Association (MGMP Fisika DKI Jakarta) and was conducted from February to August 2025 through five stages: socialization, training, technology implementation, mentoring and evaluation, and sustainability planning. The training focused on developing learning materials that integrate laboratory experiments, scientific approaches, and the use of digital technologies to support physics instruction. The program was evaluated using a participant feedback questionnaire that assessed the relevance of the training content, the quality of the delivery, and the perceived benefits of the program. The evaluation results showed that the training was considered relevant, beneficial, and inspiring for teachers in developing more contextual laboratory-based learning materials. The sustainability of the program is supported through the establishment of a community of practice for physics teachers, enabling participants to independently develop and share innovative learning materials.   Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan guru fisika dalam merancang perangkat pembelajaran berbasis laboratorium untuk mendukung pengembangan keterampilan proses sains siswa. Kegiatan ini diikuti oleh 34 guru fisika yang tergabung dalam MGMP Fisika DKI Jakarta dan dilaksanakan pada Februari hingga Agustus 2025 melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan program. Pelatihan difokuskan pada penyusunan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan eksperimen laboratorium, pendekatan ilmiah, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai pendukung pembelajaran. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui angket umpan balik yang mengukur kesesuaian materi, kualitas penyampaian, serta manfaat pelatihan bagi peserta. Hasil evaluasi mengindikasikan bahwa pelatihan dinilai relevan, bermanfaat, dan memberikan inspirasi bagi guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis laboratorium yang lebih kontekstual. Keberlanjutan program diupayakan melalui pembentukan komunitas praktisi guru fisika yang diharapkan mampu mengembangkan dan berbagi perangkat pembelajaran inovatif secara mandiri.
Optimalisasi Proses Produksi Telur Asin melalui Salted Duck Egg Washer Machine pada UMKM Tiga Putri Bojonegoro Hary Suswanto; sujito; Soenar Soekopitojo; Suprayitno; Rahmat Zidan; Abdullah Iskandar Syah
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 5 Issue 1, June 2026
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0501.01

Abstract

Tiga Putri MSME in Siwalan Village, Bojonegoro Regency, is a salted duck egg producer with significant potential but constrained by a manual egg-cleaning process that is inefficient and inconsistent in quality. This community service program addresses these challenges through the implementation of appropriate technology in the form of a Salted Duck Egg Washer Machine, coupled with strengthening the partner's managerial capacity. The method employed is Participatory Action Research (PAR), involving active participation of the partner throughout all stages from problem identification to evaluation. The program was conducted in five stages: preparation, machine installation, training, implementation and testing, and monitoring and evaluation. The results showed a 47% increase in cleaning efficiency (from 15 minutes to 8 minutes per batch), 60% water savings, and a production capacity increase from 400-500 eggs/day to 800-1,000 eggs/day. In addition, training in bookkeeping, business legality, and digital marketing has supported the professionalization of the MSME. The PAR approach enabled the partner to become an active agent of change, making this program impactful not only technically but also in fostering sustainable business transformation.   Abstrak UMKM Tiga Putri di Desa Siwalan, Kabupaten Bojonegoro, merupakan produsen telur asin yang memiliki potensi besar namun terkendala proses pembersihan telur yang masih manual, tidak efisien, dan kurang konsisten dari segi kualitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengatasi permasalahan tersebut melalui penerapan teknologi tepat guna berupa Salted Duck Egg Washer Machine serta penguatan kapasitas manajerial mitra. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan mitra secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahap: persiapan, instalasi alat, pelatihan, implementasi dan pengujian, serta monitoring dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan efisiensi waktu pembersihan sebesar 47% (dari 15 menit menjadi 8 menit per batch), penghematan air hingga 60%, serta peningkatan kapasitas produksi dari 400-500 butir/hari menjadi 800-1.000 butir/hari. Selain itu, pelatihan pembukuan, legalitas, dan pemasaran digital turut memperkuat profesionalitas UMKM. Pendekatan PAR menjadikan mitra sebagai subjek aktif dalam proses transformasi, sehingga pengabdian ini berdampak secara teknis dan berkelanjutan.
Bantuan Teknis Pembuatan Peta Garis Dusun Gunung Besi Sebagai Dasar Perencanaan Pembangunan Desa Anggun Tridawati; Armijon; Fajriyanto; Atika Sari; Erlan Sumanjaya
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 5 Issue 1, June 2026
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0501.05

Abstract

Maps play a crucial role in supporting village governance and spatial-based development planning. This community service activity aimed to develop a line map of Gunung Besi Hamlet, Sukanegara Village, Tanjung Bintang Subdistrict, South Lampung Regency, using Global Navigation Satellite System (GNSS) technology. The data used consisted of primary data from GNSS-based boundary measurements and secondary data, including administrative maps and satellite imagery. The resulting map was produced at a scale of 1:2,500 and includes information on administrative boundaries, road networks, rivers, built-up areas, forests, plantations, stockpiles, water bodies, and open land. The land cover is dominated by forest (27.02 ha) and plantations (25.47 ha), reflecting the ecological and agrarian characteristics of the area. Built-up land (15.57 ha) indicates settlement and infrastructure development, while stockpiles (9.84 ha) suggest industrial activity. This map is expected to serve as a fundamental reference for village development planning, including the preparation of RPJMDes and RKPDes, and to support sustainable resource management and spatial planning at the village level.   Abstrak Peta merupakan instrumen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa dan perencanaan pembangunan berbasis spasial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyusun peta garis Dusun Gunung Besi, Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan dengan memanfaatkan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS). Data yang digunakan meliputi data primer hasil pengukuran titik batas menggunakan receiver GNSS serta data sekunder berupa peta administrasi dan citra satelit. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa peta garis Dusun Gunung Besi berhasil disusun pada skala 1:2.500 dengan informasi batas administrasi, jaringan jalan, sungai, lahan terbangun, kawasan hutan, kebun, stockpile, badan air, dan lahan terbuka. Tutupan lahan didominasi oleh kawasan hutan seluas 27,02 hektar dan kebun 25,47 hektar, yang menunjukkan karakter dusun dengan fungsi ekologis dan agraris. Sementara itu, lahan terbangun seluas 15,57 hektar mencerminkan perkembangan permukiman dan infrastruktur, sedangkan stockpile 9,84 hektar mengindikasikan aktivitas industri. Lahan terbuka hanya 1,76 hektar dan badan air 0,70 hektar. Keberadaan peta ini diharapkan menjadi dasar penyusunan RPJMDes, RKPDes, serta mendukung pengelolaan sumber daya dan tata ruang desa secara berkelanjutan.
Pelatihan Penyusunan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Pendekatan Deep Learning bagi Guru MTs NU Kabupaten Kendal Destia Wahyu Hidayati; Lenny Kurniati; Ratih Kusumawati; Arie Wahyuni; Aurellia Shifa Ayu Praditha
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 5 Issue 1, June 2026
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0501.03

Abstract

This community service activity is motivated by the demands of the Merdeka Curriculum, which emphasizes the importance of meaningful learning to provide a deep learning experience. However, actual conditions in the field indicate that most teachers still use conventional learning tools that focus more on delivering materials rather than developing critical, creative, and communicative thinking skills. Therefore, this community service aims to improve the capacity and professionalism of teachers in designing and developing mathematics learning modules based on the deep learning approach. The main partners in this activity are mathematics teachers who are members of the Mathematics Subject Teacher Forum (MGMP) of MTs NU across Kendal Regency. The implementation method is designed in two main stages: a one-day offline face-to-face training containing concept presentations and collaborative practices, followed by online asynchronous mentoring for four weeks. The results show that the participants not only successfully understood the concepts theoretically, but were also able to produce concrete outputs in the form of drafts of deep learning-based mathematics learning modules ready to be applied in the classroom. The follow-up mentoring method proved to provide space for teachers to perfect their work without interfering with their main teaching obligations. Overall, the results of this community service are highly significant because they do not merely produce teaching materials, but fundamentally encourage a shift towards more innovative teaching practices to improve the quality of mathematics learning in madrasahs.   Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya pembelajaran bermakna untuk memberikan pengalaman belajar yang mendalam (deep learning). Namun, permasalahan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih menggunakan perangkat pembelajaran konvensional yang lebih menekankan penyampaian materi ketimbang pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas guru dalam merancang serta menyusun modul pembelajaran matematika berbasis pendekatan deep learning. Mitra utama dalam kegiatan ini adalah guru-guru yang tergabung dalam MGMP Matematika MTs NU se-Kabupaten Kendal. Metode pelaksanaan pengabdian dirancang dalam dua tahapan utama, yakni pelatihan tatap muka (luring) selama satu hari yang berisi paparan konsep dan praktik kolaboratif, yang kemudian dilanjutkan dengan pendampingan asinkron secara daring selama empat minggu. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta tidak hanya berhasil memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menghasilkan luaran konkret berupa draf modul pembelajaran matematika berbasis deep learning yang siap diterapkan di kelas. Metode pendampingan lanjutan terbukti memberi ruang bagi guru untuk menyempurnakan karyanya tanpa mengganggu kewajiban mengajar. Secara keseluruhan, hasil pengabdian ini sangat penting karena tidak sebatas menghasilkan produk bahan ajar, tetapi juga secara fundamental mampu mendorong perubahan praktik mengajar yang lebih inovatif demi peningkatan kualitas pembelajaran matematika di madrasah.
Pelatihan Bahasa Inggris Berbasis Kontekstual untuk Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Calon Pelaku Wisata di Pantai Mananga Aba Sumba Barat Daya Kartini; Siti Masyitoh; Restisary Nduka; Muhammad Ilham; Muh Nur Udpa
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 5 Issue 1, June 2026
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0501.06

Abstract

This community service program aimed to improve the English communication competence of prospective tourism actors at Mananga Aba Beach, Southwest Sumba Regency, particularly in speaking skills. The program was initiated in response to the participants’ low English communication abilities, which were indicated by limited vocabulary, lack of speaking fluency, difficulties in pronunciation, and low self-confidence in communicating with foreign tourists. The training employed a contextual teaching and learning approach combined with Task-Based Language Teaching (TBLT) and role-play as the main instructional strategies. The program was conducted over nine meetings consisting of eight instructional sessions and one closing session, involving 25 participants. The training materials were designed progressively and contextually based on tourism-related situations, covering topics such as greetings and introductions, numbers and prices, time, directions and locations, asking for help, tourism attractions, and safety and security. The results demonstrated significant improvement in participants’ speaking abilities, indicated by increased vocabulary mastery, better speaking fluency, improved pronunciation, and greater confidence in communicating without relying on written texts. The contextual, supportive, and non-judgmental learning approach proved effective in creating meaningful learning experiences and encouraging active participation. This program contributed positively to preparing local communities as prospective tourism actors who are better equipped to interact with foreign tourists and support sustainable tourism development at Mananga Aba Beach.   Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi bahasa Inggris calon pelaku wisata di Pantai Mananga Aba, Kabupaten Sumba Barat Daya, khususnya pada keterampilan berbicara (speaking). Program dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan komunikasi bahasa Inggris masyarakat calon pelaku wisata, yang ditunjukkan melalui keterbatasan kosakata, kurangnya kelancaran berbicara, kesulitan pengucapan (pronunciation), serta rendahnya rasa percaya diri dalam berkomunikasi dengan wisatawan asing. Pelatihan dilaksanakan menggunakan pendekatan contextual teaching and learning dengan metode Task-Based Language Teaching (TBLT) dan role-play sebagai strategi utama pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan selama sembilan kali pertemuan yang terdiri atas delapan sesi pembelajaran dan satu sesi penutupan, dengan melibatkan 25 peserta. Materi pelatihan dirancang secara bertahap dan aplikatif sesuai konteks kepariwisataan, meliputi greetings and introductions, numbers and prices, time, directions and locations, asking for help, tourism attractions, serta safety and security. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbicara peserta yang ditandai dengan bertambahnya kosakata, meningkatnya kelancaran berbicara, perbaikan pengucapan, serta meningkatnya rasa percaya diri dalam berkomunikasi tanpa bergantung pada teks tertulis. Pendekatan pembelajaran yang kontekstual, suportif, dan non-judgmental terbukti efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan mendorong partisipasi aktif peserta. Program ini memberikan kontribusi positif dalam mempersiapkan masyarakat lokal sebagai calon pelaku wisata yang lebih siap menghadapi wisatawan asing serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pantai Mananga Aba.
Analisis Umpan Balik Pelaku Usaha terhadap Efektivitas Komunikasi Pelayanan Perdagangan Luar Negeri Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kota Surakarta Nathania Agriscia Angie; Laila Listiana Ulya; Warsiti
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 5 Issue 1, June 2026
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0501.04

Abstract

This community service program aimed to evaluate the effectiveness of communication in the dissemination of foreign trade policies conducted by the Surakarta City Department of Trade and to formulate recommendations for improving communication strategies based on business actors’ feedback. The program involved 29 export-oriented business representatives from various industrial sectors. The evaluation employed a qualitative approach using content analysis of written feedback forms collected at the end of the dissemination program. A total of 16 out of 29 participants (55.2%) provided written feedback, which was classified into five main categories: service quality and responsiveness (4 responses), media and information systems (3 responses), frequency of dissemination activities (3 responses), clarity of information (1 response), and overall appreciation of the program (5 responses). The findings indicate that the communication strategy has provided valuable benefits for business actors; however, improvements are still required in terms of service responsiveness, the provision of more interactive digital communication media, regular dissemination activities, and the delivery of information in a clearer and more concise manner. The primary output of this community service program is a set of communication strategy recommendations that can be utilized by the Surakarta City Department of Trade to enhance the quality of future foreign trade policy dissemination. The results are expected to support the development of more effective, adaptive, and stakeholder-oriented public communication in foreign trade services.   Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengevaluasi efektivitas komunikasi pelayanan dalam sosialisasi kebijakan perdagangan luar negeri yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Kota Surakarta serta menyusun rekomendasi perbaikan strategi komunikasi berdasarkan umpan balik pelaku usaha. Kegiatan melibatkan 29 pelaku usaha dari berbagai sektor yang berorientasi ekspor. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis isi (content analysis) terhadap formulir umpan balik yang dikumpulkan setelah kegiatan sosialisasi. Sebanyak 16 dari 29 peserta (55,2%) memberikan umpan balik tertulis yang kemudian diklasifikasikan ke dalam lima kategori utama, yaitu pelayanan dan responsivitas (4 respon), media dan sistem informasi (3 respon), frekuensi sosialisasi (3 respon), kejelasan informasi (1 respon), dan apresiasi terhadap kegiatan (5 respon). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa komunikasi pelayanan telah memberikan manfaat bagi pelaku usaha, namun masih memerlukan penguatan pada aspek responsivitas layanan, penyediaan media komunikasi digital yang lebih interaktif, penyelenggaraan sosialisasi secara berkala, serta penyampaian informasi yang lebih ringkas dan mudah dipahami. Luaran kegiatan berupa rekomendasi strategi komunikasi pelayanan yang dapat dimanfaatkan oleh Dinas Perdagangan Kota Surakarta sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas sosialisasi kebijakan perdagangan luar negeri. Hasil pengabdian ini diharapkan mendukung terciptanya komunikasi pelayanan yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pelaku usaha.
Integrasi Citra Satelit SPOT-7 dan GNSS-RTK dalam Penentuan Batas Administratif RT 5 Dusun Cisarua Dwi Nanda Putra Hartoto; Muhammad Gunawan; Rahma Anisa; Romi Fadly
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 5 Issue 1, June 2026
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0501.08

Abstract

The lack of clarity regarding administrative boundaries at the Neighborhood Unit (RT) level is a common problem in rural areas of Indonesia that has the potential to cause territorial disputes and hinder development planning based on spatial data. This community service activity aims to determine and document the administrative boundaries of RT 5, Cisarua Hamlet, Natar Village, Natar Subdistrict, South Lampung Regency, in a measurable manner using the integration of SPOT-7 satellite imagery and RTK geodetic GNSS observations. The methods applied include the creation of a working map based on SPOT-7 imagery, differential static GNSS surveys to determine GNSS-RTK control points tied to a CORS station, participatory boundary delineation with village leaders and officials, and the presentation of maps in accordance with BIG Head Regulation No. 3 of 2016 and BIG Regulation No. 15 of 2019. The results of the GNSS network processing showed control point position accuracy with a standard deviation of 1.1–2.7 mm. The administrative boundary of RT 5, Cisarua Hamlet, was defined by 19 cartometric points agreed upon by all parties without dispute. The output of the activity is a 1:1,000-scale RT 05 Cisarua Hamlet Boundary Map containing all mandatory cartographic elements along with a table of cartometric point coordinates. The integration of SPOT-7 and GNSS-RTK proved effective in producing a map of boundaries that is geometrically accurate and socially acceptable to the community, thus serving as a model for the application of geospatial technology in mapping community-scale administrative boundaries in rural areas of Indonesia.   Abstrak Ketidakjelasan batas administratif di tingkat Rukun Tetangga (RT) merupakan permasalahan umum di wilayah pedesaan Indonesia yang berpotensi menimbulkan sengketa wilayah dan menghambat perencanaan pembangunan berbasis data spasial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menentukan dan mendokumentasikan batas administratif RT 5 Dusun Cisarua, Desa Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan secara terukur menggunakan integrasi citra satelit SPOT-7 dan pengamatan GNSS geodetik RTK. Metode yang diterapkan mencakup pembuatan peta kerja berbasis citra SPOT-7, survei GNSS statik diferensial untuk penentuan titik kontrol GNSS-RTK yang diikatkan pada stasiun CORS, delineasi batas secara partisipatif bersama tokoh dan perangkat dusun, serta penyajian peta mengacu pada Peraturan Kepala BIG Nomor 3 Tahun 2016 dan Peraturan BIG Nomor 15 Tahun 2019. Hasil pengolahan jaringan GNSS menunjukkan akurasi posisi titik kontrol dengan standar deviasi 1,1–2,7 mm. Batas administratif RT 5 Dusun Cisarua ditetapkan oleh 19 titik kartometrik yang telah disepakati seluruh pihak tanpa perselisihan. Luaran kegiatan berupa Peta Citra Batas RT 05 Dusun Cisarua pada skala 1:1.000 yang memuat seluruh elemen kartografis wajib beserta tabel koordinat titik kartometrik. Integrasi SPOT-7 dan GNSS-RTK terbukti efektif dalam menghasilkan peta batas yang akurat secara geometri sekaligus dapat diterima secara sosial oleh masyarakat, sehingga dapat menjadi model penerapan teknologi geospasial untuk pemetaan batas administratif skala komunitas di wilayah pedesaan Indonesia.