cover
Contact Name
Karlina Ayu Efrita
Contact Email
karlinayue@gmail.com
Phone
+62896-6406-0808
Journal Mail Official
journal@mitrajurnal.co.id
Editorial Address
Gedung Wirausaha Ruang 104, Jalan Haji R. Rasuna Said Kavling C5, RT.3/RW.1, Karet, Kecamatan Setiabudi, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12920
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 29632102     EISSN : 29646367     DOI : https://doi.org/10.58797/teras
Core Subject : Humanities,
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat is a journal publised on the results of research and community service activities carried out by researchers. The form of activities in the form of Application of Science, Technology and Art in the Form of Transfer of Science , Technology And Arts. Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat is published twice a year. Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal yang diterbitkan atas hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh peneliti. Bentuk kegiatannya berupa Penerapan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni dalam Bentuk Transfer Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Seni. Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat terbit dua kali setahun. The Focus and Scope Fields of interest include, but are not limited to: Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development. Bidang minat termasuk, tetapi tidak terbatas pada: Layanan Masyarakat, Masyarakat, Ketahanan Pangan Lokal; Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain; Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial; Layanan Masyarakat Mahasiswa Daerah Perbatasan, Daerah Kurang Maju; Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 67 Documents
Sosialisasi Pengenalan dan Penggunaan Aplikasi CANVA dalam Membuat Media Pembelajaran yang Menarik Bagi Guru Sekolah Dasar Perdana, Indra; Theasy, Yoan; Veniaty, Syarah; Winata, Rahmat; Rizaldi, Muhammad; Fajar, Fajar; Kristanoval, Kristanoval
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 3 Nomor 2, Desember 2
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0302.05

Abstract

The socialization of the introduction and use of the Canva application aims to improve the ability of elementary school teachers to create interesting and interactive learning media. Interesting learning media can increase student motivation and the effectiveness of the teaching and learning process. This community service activity was carried out at Elementary School 1 Pahandut Palangka Raya involving 25 teachers as participants. Through the workshop method, participants were given an understanding of Canva's features and how to use them to design learning media. This activity has several stages, including: Presentation: Introduction to the Canva application, available features, and its benefits in education, Demonstration: Showing the steps for using Canva to create learning media, Practice: Teachers are invited to create their own learning media with guidance from the facilitator, and Discussion: Question and answer session to explore the use of Canva. The results of the activity showed an increase in teacher skills in using the application, as well as high enthusiasm for applying technology in the teaching and learning process. It is hoped that with the implementation of this application, the learning process can be more interesting and effective, and increase student motivation in learning. This activity also opens up opportunities for follow-up in the form of further mentoring and training. Abstrak Sosialisasi Pengenalan dan Penggunaan Aplikasi Canva bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam menciptakan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Media pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan motivasi siswa dan efektivitas proses belajar mengajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 1 Pahandut Palangka Raya dengan melibatkan 25 guru sebagai peserta. Melalui metode workshop, peserta diberikan pemahaman tentang fitur-fitur Canva dan cara memanfaatkannya untuk desain media pembelajaran. Kegiatan ini memiliki beberapa tahap antara lain: Presentasi: Pengenalan aplikasi Canva, fitur-fitur yang tersedia, dan manfaatnya dalam pendidikan, Demonstrasi: Menunjukkan langkah-langkah penggunaan Canva untuk membuat media pembelajaran, Praktik: Guru diajak untuk membuat media pembelajaran sendiri dengan bimbingan dari fasilitator, dan Diskusi: Sesi tanya jawab untuk mendalami penggunaan Canva. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi, serta antusiasme yang tinggi untuk menerapkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Diharapkan, dengan penerapan aplikasi ini, proses pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan efektif, serta meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Kegiatan ini juga membuka peluang untuk tindak lanjut dalam bentuk pendampingan dan pelatihan lebih lanjut.
Pelatihan Konsep Dasar Statistika dan Penyajian Data untuk Meningkatkan Literasi Statistika Siswa SMP di Kabupaten Sukabumi Ladayya, Faroh; Handayani , Dian; Rahayu, Widyanti; Meganingtyas, Devi Eka Wardani; Kemalasari, Erin Naudy; Rahmadani , Zahra Ayu
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 3 Nomor 2, Desember 2
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0302.06

Abstract

Statistika dan peluang merupakan salah satu materi yang dipelajari dalam pelajaran matematika pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Pentingnya pengetahuan tentang statistika menjadikannya sebagai salah satu materi pada kurikulum. Siswa diharapkan mampu mengolah, menginterpretasi, dan menyajikan data hasil pengamatan. Berdasarkan nilai assesmen nasional siswa nasional didapatkan hasil bahwa persentase siswa yang memenuhi kompetensi minimum pada literasi numerik hanya 32,29% , walaupun memenuhi target nasional namun angka tersebut masih sangat kecil. Diperlukan inovasi pada penyampaian materi matematika khususnya statistika pada jenjang SMP. Penggunaan alat peraga statistika dapat mempermudah siswa dalam memahami statistika terutama dalam penyajian data. Solusi dari permasalahan tersebut adalah menggunakan alat peraga “StatTools” guna meningkatkan kemampuan literasi statistika siswa SMP di Kabupaten Sukabumi. Pelatihan ini diselenggarakan dengan metode ceramah, demonstrasi, dan praktek. Guna mengukur keefektifan dari pelatihan, diberikan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapatkan hasil kuesioner setelah pelatihan yang nilainya lebih tinggi dari pada sebelum pelatihan. Peserta merasa mendapatkan pengetahuan baru, memahami materi dengan baik, dan termotivasi untuk pembelajaran lanjutan.
Penerapan Metode Kartometrik untuk Pemetaan Batas Wilayah Desa di Daerah Terpencil: Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Ampa Kolak Rahayu, Safri Yanti; Sari, Atika
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 4 Issue 1, June 2025
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0401.02

Abstract

An administrative village boundary map is one of the essential elements needed for village development planning. However, many villages, especially those located in remote areas such as Ampa Kolak Village, still lack well-documented administrative boundary maps. This community service activity aimed to map the boundaries of Ampa Kolak Village using a cartometric approach, utilizing high-resolution satellite imagery downloaded through open-source software. The stages of the activity included data collection, visual interpretation, manual digitization of village boundaries, field validation with the community, and the preparation of a digital boundary map. The results of the activity indicated that several village boundary segments were inaccurate and needed revision. However, in general, most of the boundaries traced from satellite imagery were consistent with actual field conditions. The participation of local residents and village officials during the validation process greatly contributed to achieving more accurate mapping results. The resulting map provides a general depiction of the village boundaries, which, while not legally binding, can serve as a preliminary reference in the official boundary delineation process. Abstrak Peta batas desa secara administratif merupakan salah satu elemen penting yang dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan batas desa. Namun demikian, banyak desa yang masih belum memiliki peta batas administratif yang terdokumentasi dengan baik, terutama desa yang berada di wilayah terpencil, seperti Desa Ampa Kolak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemetaan batas Desa Ampa Kolak secara kartometrik dengan memanfaatkan citra satelit resolusi tinggi yang diunduh melalui perangkat lunak open source. Tahapan kegiatan meliputi pengumpulan data, interpretasi visual, digitasi batas desa, validasi lapangan bersama masyarakat, serta penyusunan peta batas desa dalam format digital. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa ada beberapa batas desa yang belum sesuai dan perlu direvisi. Namun, secara umum sebagian besar batas yang ditelusuri dari citra sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Partisipasi masyarakat dan perangkat desa dalam validasi batas sangat membantu untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Peta yang dihasilkan merupakan gambaran batas desa secara umum, bukan batas desa secara formal yang memiliki kekuatan hukum meskipun masih bisa digunakan sebagai gambaran awal dalam proses penegasan batas secara resmi.
Penguatan Inklusivitas Melalui Pengabdian Linguistik Terapan:  Optimalisasi Keterampilan Lisan Bahasa Inggris Anak Panti Asuhan dengan Metode Simulasi Peran dalam Drama Interaktif Putri, Rahmadila Eka; Nasution, Mutia; Agustina, Mahraini
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 4 Issue 1, June 2025
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0401.03

Abstract

Enhancing inclusivity in English language instruction for children residing in orphanages necessitates pedagogical interventions that are not only linguistically responsive but also critically engaged with the participants’ socio-cultural realities. Structural constraints such as limited access to non-formal education, the absence of familial support systems, and the prevailing dominance of instructional paradigms within formal education have collectively contributed to the passive positioning of orphanage children, both within classroom practices and broader social structures that perpetuate marginalization. Their institutional status is often accompanied by social stigma, assumptions of dependency, a lack of affective reinforcement, and the absence of dialogic spaces essential for self-expression and active participation. This community service initiative employs interactive drama simulation as a core strategy, framed within the principles of experiential learning and critical applied linguistics. The pedagogical design seeks to cultivate a participatory, dialogic, and contextually grounded learning environment. Orphanage children are engaged not merely as learners, but as co-constructors of meaning, drawing upon their lived experiences through narrative, role-play, and performative expression. English, in this context, functions not solely as a communicative skill but as a medium of social emancipation and identity articulation. The program outcomes demonstrate significant improvements in communicative confidence, oral articulation, and critical language awareness. As such, this applied linguistic intervention illustrates the transformative potential of experience-based pedagogy in shifting power relations in education, enabling meaningful participation, and advancing a more dialogic, contextual, and socially empowering language learning framework. Abstrak Penguatan inklusivitas dalam pengajaran Bahasa Inggris bagi anak anak panti asuhan memerlukan intervensi pedagogis yang tidak hanya responsif secara linguistik, melainkan juga kritis terhadap realitas sosial peserta. Keterbatasan akses pendidikan non formal, ketiadaan dukungan keluarga inti, serta dominasi pendekatan instruksional dalam sistem pendidikan formal berkontribusi terhadap posisi pasif anak panti, tidak hanya dalam proses belajar, tetapi juga dalam struktur sosial yang kerap memarjinalkan mereka. Status sebagai anak panti sering kali disertai stigma ketergantungan sosial, minimnya dukungan afektif, dan kurangnya ruang dialogis yang menghambat ekspresi diri serta partisipasi aktif dalam pendidikan dan masyarakat. Pengabdian ini mengadopsi metode simulasi drama interaktif dalam kerangka experiential learning dan linguistik terapan kritis untuk menciptakan ruang belajar yang lebih partisipatif, dialogis, dan kontekstual. Anak anak panti tidak hanya dilibatkan sebagai peserta, tetapi juga sebagai aktor yang merekonstruksi pengalamannya melalui narasi, peran, dan ekspresi performatif. Penggunaan Bahasa Inggris dalam konteks ini tidak sekadar sebagai kompetensi komunikatif, melainkan sebagai sarana emansipasi sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keberanian berbicara, kemampuan artikulasi, serta kesadaran reflektif terhadap bahasa sebagai alat untuk menyuarakan identitas dan aspirasi. Dengan demikian, pengabdian linguistik terapan ini memperlihatkan bagaimana intervensi pedagogis berbasis pengalaman dapat menggeser relasi kuasa dalam pendidikan, membuka ruang partisipasi bermakna bagi anak panti, serta menjadi strategi transformatif bagi pengembangan pedagogi bahasa yang lebih dialogis, kontekstual, dan berorientasi pada pemberdayaan sosial.
Pemberdayaan Karang Taruna dalam Sirkular Ekonomi Pengelolaan Sampah dan Pertanian Organik Skala Rumah Tangga Pasasa, Linus; Singarimbun, Alamta; Parnadi, Wahyudi
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 4 Issue 1, June 2025
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0401.04

Abstract

This community service program aims to empower local community partnerships by equipping residents with knowledge and problem-solving skills that are comprehensive, meaningful, thorough, and sustainable. It does so through the application of the circular economy concept, which seeks to extend the life cycle of products, raw materials, and available resources so that they can be used for as long as possible. This concept emphasizes the importance of conserving resources by reducing waste and recycling materials after their use, thereby creating a sustainable loop. It is an innovative approach that not only has the potential to reduce negative environmental impacts but also opens new economic opportunities through the development of sustainable businesses. The target partner of this program is the economically unproductive youth community group Karang Taruna PAKUPAYUNG, located in Pasirlayung Urban Village, Cibeunying Kidul District, Bandung City. The objective of this community engagement initiative is to empower Karang Taruna PAKUPAYUNG by utilizing plastic recycling within the framework of a circular economy in household-scale waste management and organic farming. The ultimate goal is to achieve zero waste and support food security in the Pasirlayung community. The results of the analysis indicate a significant increase in knowledge among the Karang Taruna PAKUPAYUNG members regarding "Zero Waste Management" and household-scale organic farming. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk pemberdayaan kemitraan masyarakat dengan cara membekali masyarakat pengetahuan dan keterampilan yang problem solving, komprehensif, bermakna, tuntas dan berkelanjutan, melalui penerapan konsep sirkular ekonomi yang berupaya memperpanjang siklus hidup dari suatu produk, bahan baku, dan sumber daya yang ada agar dapat dipakai selama mungkin. Konsep ini menekankan pentingnya menjaga sumber daya dengan cara mengurangi limbah, mendaur ulang kembali setelah masa pakai mereka berakhir, menciptakan lingkaran yang berkelanjutan. Ini adalah pendekatan inovatif yang tidak hanya berpotensi mengurangi dampak lingkungan negatif, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Mitra sasaran masyarakat dari kegiatan ini adalah masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi yaitu Karang Taruna PAKUPAYUNG, Kel. Pasirlayung, Kec.Cibeunying Kidul Kota Bandung. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan karang taruna PAKUPAYUNG dalam memanfaatkan daur ulang plastik dalam konteks sirkular ekonomi pengelolaan sampah dan pertanian organik skala rumah tangga untuk mewujudkan zero waste dan mendukung ketahanan pangan di kelurahan Pasirlayung kota Bandung. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang “Zero Waste managemen” Karang Taruna PAKUPAYUNG dan pertanian organik skala rumah tangga.
Peningkatan Kemampuan Menulis Pesan di Media Sosial dengan Kesantunan Berbahasa Indonesia Masyarakat Kampung Sawah Bekasi Krisanjaya, Krisanjaya; Rahmawati, Aulia; Wahyu, Asisda; Widia, Ida
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 4 Issue 1, June 2025
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0401.05

Abstract

Social media is a collection of digital applications that enable users to interact online by sharing information in the form of photos, videos, news, and short stories. This convenience has made the dissemination of information rapid and widespread. However, alongside these advantages come challenges, particularly the use of impolite language that can disrupt communication, both in process and content. In such a context, it is essential to foster awareness of polite language use in social media, especially within communities that embrace diversity. Kampung Sawah, a Betawi community located in Jatimurni Subdistrict, offers a unique example of harmony, where three houses of worship mosque, church, and chapel stand side by side. Residents of different faiths Islam, Christianity, and Catholicism have long maintained familial ties dating back to before Indonesia's independence. This harmony is sustained through shared customs, culture, and language. Therefore, training in polite message writing for social media targeted at residents, teachers, students, and parents of SD (elementary school) in Kampung Sawah is of great significance. The training focused on writing messages that promote tolerance and unity, as well as identifying polite and impolite language forms. The results show an improvement in the ability to write respectfully using strategies such as direct speech, positive and negative politeness, and off-record strategies. With this understanding, community members are better equipped to avoid profanity, curses, and expressions that degrade others, while fostering wisdom and setting a positive example in their digital communication practices. Abstrak Media sosial merupakan kumpulan aplikasi digital yang memungkinkan penggunanya berinteraksi secara daring dengan berbagi informasi dalam bentuk foto, video, berita, hingga cerita singkat. Kemudahan ini membuat penyebaran informasi menjadi sangat cepat dan luas. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan berupa penggunaan bahasa yang tidak santun, yang dapat mengganggu jalannya komunikasi, baik dari segi proses maupun isi pesan. Di tengah situasi ini, penting untuk mengembangkan kesadaran berbahasa santun dalam bermedia sosial, terutama di komunitas dengan latar belakang keberagaman. Kampung Sawah, sebuah komunitas masyarakat Betawi di Kelurahan Jatimurni, menjadi contoh unik kerukunan, di mana tiga rumah ibadah berdiri berdekatan, dan masyarakat Islam, Kristen, serta Katolik hidup berdampingan dalam ikatan kekeluargaan yang telah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka. Harmoni ini dijaga melalui kesamaan adat, budaya, dan bahasa. Oleh karena itu, pelatihan menulis pesan santun di media sosial bagi warga, guru, murid, dan orang tua murid SD di Kampung Sawah menjadi sangat penting. Pelatihan ini menekankan pada penulisan pesan yang mendukung kerukunan dan toleransi, serta mengenalkan bentuk-bentuk bahasa yang santun dan tidak santun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan menulis secara santun dengan pendekatan strategi pembicaraan langsung, kesantunan positif dan negatif, serta strategi pembicaraan semu. Dengan pemahaman ini, masyarakat mampu menghindari penggunaan makian, umpatan, dan ungkapan yang merendahkan, serta menumbuhkan sikap bijak dan memberi contoh positif dalam komunikasi digital sehari-hari.
Empowering Science Teachers through STEM-Based Teaching Module Development Training Permana, Handjoko; Bakri, Fauzi; Muliyati, Dewi; Mutoharoh, Mutoharoh; Primasari, Nandia; Sabrina, Putri Marsha
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 4 Issue 1, June 2025
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0401.06

Abstract

This article discusses a capacity-building initiative designed to empower science educators through a systematic training program that emphasises the development of STEM-oriented teaching modules. The program emphasised the integration of Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) into lesson plans to enhance students' problem-solving, creativity, collaboration, and critical thinking abilities. The module's primary components included problem conceptualisation, inquiry planning, experiment execution or engineering design, data analysis, and reflection. Educators were instructed to establish learning objectives aligned with STEM principles, develop authentic assessment instruments, and employ interdisciplinary approaches in their instruction. The training outcomes indicated that educators were more proficient in designing pertinent and engaging learning experiences. This initiative illustrates the significance of equipping educators with the necessary resources to effectively instruct STEM courses in alignment with the requirements of 21st-century learners.