Articles
116 Documents
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENUMBUNHKAN SIKAP SELF AWARANESS SISWA SMA
IDA NURAIDA, YONI SUNARYO
Edutainment Vol 5 No 2 (2017): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (562.818 KB)
|
DOI: 10.35438/e.v5i2.71
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta di lapangan bahwa pembelajaran matematika di sekolah hanya diberikan secara konvensional, siswa tidak dilibatkan dalam menemukan konsep-konsep yang pada akhirnya siswa hanya mengikuti prosedur dan proses penghapalan rumus, maka terjadilah pembelajaran yang berpusat pada guru. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah self awareness siswa yang mendapatkan pembelajaran student facilitator and explaining lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan pembelajaran secara konvensional. Desain penelitian ini adalah kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pretes dan postes. Kelompok eksperimen mendapat pembelajaran student facilitator and explaining dan kelompok kontrol mendapat pembelajaran konvensional. Pada penelitian ini untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen skala self awareness siswa, lembar observasi dan wawancara. Seluruh siswa kelas XI IPA pada salah satu SMA yang ada di belahan utara kabupaten Tasikmalaya yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk menganalisis profil skala self awareness siswa kedua kelompok secara keseluruhan yang terdapat tiga aspek. Analisis kualitatif dilakukan juga untuk menganalisis hasil observasi siswa dan hasil wawancara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil skala self awareness pada pembelajaran student facilitator and explaining lebih baik daripada kelompok siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA SISWA KELAS IV SD NEGERI 22 SUNGAILIAT DENGAN MENGOPTIMALKAN MEDIA FOTO PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
UMI SUMIATI
Edutainment Vol 5 No 2 (2017): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (412.248 KB)
|
DOI: 10.35438/e.v5i2.72
Penelitian ini dilandasi permasalahan kemampuan bercerita siswa kelas IV SD Negeri 22 Sungailiat masih rendah. Peserta didik merasa kurang menarik terhadap materi yang disajikan guru. Bentuk penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan media foto pada pembelajaran. Subjek dalam penelitian yang digunakan adalah siswa kelas IV SD Negeri 22 Sungailiat dengan jumlah populasi sebanyak 11 siswa. Pengumpulan data, digunakan yaitu metode test, pengamatan dan dokumentasi. Metode test digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam bercerita setelah siswa mendapatkan pengajaran siklus I siklus II dan siklus III. Metode pengamatan digunakan untuk mengetahui kondisi sekolah, kondisi siswa saat mendapatkan pengajaran baik pada siklus I, siklus II maupun siklus III. Metode dokumentasi digunakan untuk mengetahui nama-nama subjek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwanilai rata-rata kemampuan bercerita pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV sebelum pelaksanaan perbaikan adalah 57, pada siklus I sebesar 63, pada siklus II sebesar 77 dan pada siklus III sebesar 85 sehingga terdapat kenaikan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II dan siklus III. Persentase kemampuan bercerita pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa sebelum pelaksanaan perbaikan hanya 9% dengan jumlah 1 siswa mampu bercerita dari jumlah 11 siswa keseluruhan, pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 27% dengan jumlah 3 siswa mampu bercerita dari jumlah 11 siswa keseluruhan, kemudian setelah pelaksanaan siklus II meningkat kembali sebesar 64% dengan jumlah 7 siswa yang mampu bercerita dan kembali meningkat setelah pelaksanaan tindakan siklus III terjadi peningkatan yang signifikan sebesar 91% dengan jumlah 10 siswa yang mampu bercerita dari 11 siswa keseluruhan. Dengan demikian terdapat peningkatan kemampuan bercerita siswa dari kondisi awal ke siklus I ke siklus II dan ke siklus III. Maka dapat dibuat suatu kesimpulan dengan menggunakan media foto dapat meningkatkan bercerita siswa kelas IV SD Negeri 22 Sungailiat mata pelajaran Bahasa Indonesia semester II tahun pelajaran 2013/2014.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZAZITION SISWA KELAS XI KEPERAWATAN SEMESTER 1 SMK AKU CINTA INDONESIA
WAHYU NOFIANSYAH
Edutainment Vol 5 No 2 (2017): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.931 KB)
|
DOI: 10.35438/e.v5i2.73
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas XI Keperawatan semester I SMK Aku Cinta Indonesia (ACI) Metro tahun pelajaran 2017/2018 menggunakan model cooperative learning tipe Team Assisted Individualization (TAI). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research ) dengan setting penelitiannya dilakukan di kelas XI Keperawatan yang berjumlah 17 siswa pada semester I tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian dilakukan sebanyak tiga siklus sesuai dengan siklus yang direncanakan. Data dikumpulkan dengan teknik tes diagnostik, observasi, catatan lapangan, serta wawancara dengan guru dan siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menggunakan pembelajaran model cooperative learning tipe TAI yang terdiri dari tes penempatan, penyampaian materi secara singkat, belajar secara individu, diskusi kelompok dan pemberian kuis. Hal ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar matematika dari siklus pertama, siklus kedua sampai siklus ketiga. Terbukti dari hasil tes diagnostik pada tiap siklus yang mengalami peningkatan yaitu rata-rata pada siklus pertama 67,9 menjadi 72,4 pada siklus kedua dan 84,88 pada siklus ketiga. Adanya peningkatan itu dapat dilihat juga dari ketuntasan belajar individu maupun klasikal. Ketuntasan belajar siklus pertama dicapai 41,7%, siklus kedua dicapai 72% dan siklus ketiga dicapai 96%.
TINJAUAN HISTORIS DAN FILOSOFIS PROBLEM PENDIDIKAN NASIONAL
MARYONO
Edutainment Vol 5 No 2 (2017): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.768 KB)
|
DOI: 10.35438/e.v5i2.75
Problema pendidikan nasional hingga saat ini terus mengkhawatirkan, pemerintah terlihat tertatih menyiapkan skema solusi, bahkan persoalan yang muncul tidak berbanding lurus dengan skema solusi yang dipersiapkan. Problem pendidikan bukan hanya pada dataran eksistensial namun juga pada persoalan substansial pendidikan. Pada level ontologis persoalan figure kependidikan seakan tiada henti untuk menorehkan permasalahan. Pemilihan pejabat kependidikan yang sering dipolitisir oleh para gubernur maupun bupati berdampak sistemik pada kualitas pendidikan. Pejabat pendidikan sering dipilih bukan karena kompetensi namun karena kedekatan politik, sebagai akibatnya banyak regulasi pendidikan yang overlapping karena dihasilkan oleh orang yang kurang kompeten, pembagian urusan pendidikan yang tidak proporsional dengan dana yang dianggarkan, keputusan yang tidak berbasis data sehingga memposisikan pendidikan menuju absurditas dan keremang-remangan masa depan. Pada level epistemologis kualitas pendidikan kita juga tidak pernah menembus peringkat yang bergengsi pendidikan dunia, kalah jauh dengan Singapura Negara mini yang luasnya hanya 700 km persegi karena dua universitasnya bisa menembus 200 perguruan bergengsi dunia. IPM kita juga tidak pernah beranjak dari angka ratusan (113 dari 188 negara) hal ini belum ditambah dengan output pendidikan yang kurang siap pakai di dunia kerja. Pada level aksiologis, orientasi pendidikan untuk mencari kebenaran sangat jauh panggang dari api. Hasrat pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan standard bahakan pelaksanaan UNAS beberapa waktu lalau sering direspon dengan tidak bermartabat oleh masyarakat. Orkestra ketidakjujuran dinyanyikan serempak, kompak dan sistemik bahkan didirigeni oleh guru dan pejabat pendidikan hanya untuk harga diri dan reputasi sekolah yang palsu, hingga akhirnya UNAS di putuskan bukan satu-satunya penentu kelulusan lagi. Paper ini tidak hendak memberikan vonis dan status hitam baik pada pemerintah maupun pada masyarakat namun berusaha menemukan entitas gelap yang menggerakkan dinamika negative pendidikan nasional.
KESEGARAN JASMANI PESERTA DIDIK PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
DZIHAN KHILMI AYU FIRDAUSI, MUHAMMAD E. M. SIMBOLON
Edutainment Vol 5 No 2 (2017): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (485.674 KB)
|
DOI: 10.35438/e.v5i2.76
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kesegaran jasmani peserta didik di Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan metode penelitian lapangan dengan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya (63%) mahasiswa yang merupakan peserta didik lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat berada pada ‘kategori sedang’. Kondisi kesegaran jasmani tersebut dirasakan cukup untuk peserta didik dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari, yaitu belajar di sekolah dan masih dapat menikmati waktu luangnya. Mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya merupakan tujuan pendidikan nasional, namun dengan kondisi ini disarankan kepada para pemangku kepentingan dalam pendidikanuntuk dapat meningkatkan kondisi ini lebih baik lagi.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KEATIF – PRODUKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
YUDI YUNIKA PUTRA
Edutainment Vol 5 No 2 (2017): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.076 KB)
|
DOI: 10.35438/e.v5i2.77
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran kreatif-produktif terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika kelas X SMAN 6 Bandar Lampung dan apakah rata-rata hasil belajar matematika siswa yang menggunakan strategi pembelajaran kreatif-produktif lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar matematika siswa yang tidak menggunakan strategi pembelajaran kreatif-produktif. Metode penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.1 dan siswa kelas X.3 SMAN 6 Bandar Lampung dengan berturut-turut sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian berupa tes yang dianalisis berdasarkan nilai perbutir soal. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan mengunakan rumus statistik t-tes didapat t= 3,71 dan dari tabel distribusi t pada taraf signitifikan 0,05 diketahui ttab = t(1 – ½ α) = 2,00 dan t(1 – α) = 1,67 berarti t> t, maka dengan ini dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran kreatif-produktif berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa.
THE CONTRIBUTION OF VOCABULARY MASTERY AND STUDENTS’ SELF CONFIDENCE TOWARD SPEAKING SKILL
Iful Rahmawati Mega
Edutainment Vol 6 No 2 (2018): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (467.051 KB)
|
DOI: 10.35438/e.v6i2.85
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara penguasaan kosakata dan kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan berbicara mahasiswa semester 1 Program Study PGSD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, baik secara parsial dan secara serempak. Penelitian ini menggunakan tes untuk mengumpulkan data penguasaan kosakata dan data kemampuan berbicara, serta menggunakan angket untuk mengumpulkan data kepercayaan diri siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 1, dan diambil 50 mahasiswa secara random sebagai sampel penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan hitungan korelasi tunggal dan regresi ganda. Dengan hasil akhir membuktikan bahwa terdapat hubungan positif antara penguasaan kosakata dan kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan berbicara siswa baik secara parsial dan secara serempak. Adanya hubungan positif ini menyatakan bahwa penguasaan kosakata dan kepercayaan diri siswa cenderung naik atau turun bersamaan dengan kemampuan berbicara siswa.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Lari Jarak Pendek 60 Meter Melalui Permainan Hitam-Hijau pada Siswa Kelas V SD Negeri 17 Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin
Susiyamni, Asriansyah
Edutainment Vol 6 No 2 (2018): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.052 KB)
|
DOI: 10.35438/e.v6i2.86
Permasalahan dalam penelitian ini adalah nilai siswa kelas V SD Negeri 17 Makarti Jaya masih banyak yang belum tuntas sesuai dengan KKM, dalam proses pembelajaran lari jarak pendek kurang menarik bagi siswa, sedangkan karakteristik siswa SD suka bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar lari jarak pendek 60 meter melalui pendekatan permainan hijau-hitam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 17 Makarti Jaya berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan ada peningkatan hasil belajar lari jarak pendek 60m pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 17 Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin. Penelitian pada siklus I dengan nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 70, didapatkan sebanyak 13 (43,3%) siswa yang dinyatakan tuntas dan 17 (56,7%) siswa yang dinyatakan belum tuntas dalam pembelajaran. Penelitian pada siklus II dengan nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 70, didapatkan sebanyak 26 (86,7%) siswa yang dinyatakan tuntas dan 4 (13,3%) siswa yang dinyatakan belum tuntas dalam pembelajaran.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING
Erintan Hasugian
Edutainment Vol 6 No 2 (2018): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.682 KB)
|
DOI: 10.35438/e.v6i2.88
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Matematika peserta didik kelas VI A SD Negeri 3 Pangkalpinang melalui model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan subyek penelitian yaitu peserta didik kelas VIA SD Negeri 3 Pangkalpinang yang berjumlah 42 orang, terdiri dari siswa laki - laki sebanyak 22 orang, dan perempuan 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi menggunakan instrumen penelitian, tes tertulis, lembar pengamatan, baik pada guru maupun aktivitas siswa kelas VI A. Berdasarkan data hasil presentasi mata pelajaran Matematika menunjukkan hasil belajar yang meningkat. Pada siklus I siswa yang memperoleh nilai tuntas sebanyak 20 siswa atau 47 % meningkat menjadi 93 % pada siklus II, sehingga dapat dikatakan bahwa melalui model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pada peserta didik kelas VI A SD Negeri 3 Pangkalpinang cukup signifikan.
INTERACTIVE MULTIMEDIA TO SUPPORT ENGLISH WRITING TASKS ACTIVITY AT HIGH SCHOOL
Agci Hikmawati
Edutainment Vol 6 No 2 (2018): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (655.643 KB)
|
DOI: 10.35438/e.v6i2.89
This research is intended to develop writing tasks based on interactive multimedia using Adobe Flash CS3. The objectives of this research are to establish writing tasks based on suitable interactive multimedia for the tenth - grade students and to find out whether the design of interactive multimedia for the tenth - grade students is useful or not in teaching - learning process.This research type is research and development. The data were collected through questionnaires pre - test and post - test. The research procedure has the steps are as follows, the needs analysis phase concerns the collection of the data on the student's needs. The design phase deals with designing the interactive learning media. The development phase affects the development of the first draft of the interactive learning media, asking experts to judge and validate it. Validation involved two kinds of test, namely alpha and beta testing. Alpha testing involved material and content experts, and beta testing involved 19 students. The implementation phase deals with trying - out the interactive learning media in the class. The evaluation phase is where the interactive learning media evaluated through the feedback. Based on the data analysis, the research finding shows that the writing tasks based on interactive multimedia for the tenth-grade students are feasible. Feasibility of the interactive multimedia was very good. Percentage of assessment by the content expert reached 80.56%, the media expert 87% and the English teacher reached 85%, and based on the students' opinion reached 81%. The calculation of T - paired test showed that there was a difference in learning achievement between the pre-test and the post-test score 66.95 to 78.00 or 14.17%. It means that there is an increasing score and this interactive multimedia is effective.