cover
Contact Name
Nurjanah
Contact Email
rajab.vebrian@unmuhbabel.ac.id
Phone
+6282186502872
Journal Mail Official
edutainment@unmuhbabel.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan K.H. Ahmad Dahlan KM 4 RT 03 No. 51 Desa Mangkol, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Location
Kab. bangka tengah,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
ISSN : 2303372X     EISSN : 26565854     DOI : -
Core Subject : Education,
Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan menerima artikel ilmiah hasil penelitian tentang ilmu pendidikan dan kependidikan Berbahasa Indonesia atau Inggris. Kontributor meliputi dosen, guru, dan praktisi pendidikan.
Articles 118 Documents
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI VIRUS Desi Rahmayanti Harahap
Edutainment Vol 8 No 2 (2020): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.598 KB) | DOI: 10.35438/e.v8i2.242

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan sampel penelitian 30 siswa dengan tekhnik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kusioner kecerdasan emosional siswa dan tes hasil belajar pada materi virus. Tekhnik analisa data dengan uji korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 16 siswa dengan persentase 53,5%, dan laki-laki sebanyak 14 siswa dengan persentase 46,5%, dan berdasarkan 5 aspek penelitian, aspek mengenali emosi diri sebesar 63,4% (sedang), mengelola emosi diri sebesar 60% (sedang), motivasi diri sebesar 85,4% (tinggi), mengenali emosi orang lain sebesar 79,4% (tinggi), membina hubungan sebesar 79,8% (tinggi). Tingkat keberhasilan hasil belajar siswa dengan kriteria sangat baik 1 siswa dengan persentase 3%, baik sebanyak 13 siswa dengan persentase 44%, cukup baik sebanyak 12 siswa dengan persentase 40%, kurang baik sebanyak 4 siswa dengan persentase 13%, kriteria sangat kurang tidak ada. Hasil analisis data nilai koefisien korelasi sig (2-tailed) 0,01 < 0,05 (α= 5%) dan nilai thitung > ttabel (0,571 > 0,361), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa dengan kontribusi 32,6%.
OPINI GURU TENTANG PEMANFAATAN GOOGLE CLASSROOM DI ERA NEW NORMAL PANDEMI COVID-19 EFLINA
Edutainment Vol 8 No 2 (2020): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.976 KB) | DOI: 10.35438/e.v8i2.243

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran opini guru tentang pemanfaatan google classroom sebagai media pembelajaran di era new normal pandemi covid-19. Guru berperan sangat penting untuk tercapainya pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. Metode pembelajaran yang disampaikan sebaiknya disajikan secara menarik dan mudah dipahami oleh siswa.Karenanya pemilihan media pembelajaran yang tepat pada situasi darurat, perlu menjadi bahan pertimbangan para guru selaku pemeran utama dalam dunia pendidikan. Penelitian dilakukan dengan metode survey terhadap 31 orang guru yang mengajar di SMAN 1 Bakam dan SMAN 1 Pemali melalui sebaran angket tertutup dan terbuka dalam bentuk google form. Hasil angket disajikan dalam bentuk tabel dan grafik, serta dianalisis secara deskriptif. Terdapat rata-rata 88,7 % guru memberi respon positif dan menyatakan setuju pada keunggulan fitur-fitur google classroom. Hal ini didukung pula dari hasil angket terbuka yang menyatakan bahwa keunggulan google classroom tersebut, memfasilitasi semua kebutuhan guru, mulai dari mengontrol kehadiran siswa, membuat kelas, menyampaikan materi dan penugasan, melakukan evaluasi dan penilaian, serta memberi umpan balik terhadap pekerjaan siswa. Semua data hasil pekerjan siswa, tersimpan dan terorganisir dengan baik pada google dan berlangsung lama. Kata kunci: opini guru; google classroom; pandemi covid-19 ABSTARCT This study aims to provide an overview of the teacher's opinion about the use of google classroom as a learning medium in the new normal era of the Covid-19 pandemic. Teachers play a very important role in achieving quality and character education. The learning method that is delivered should be presented in an attractive manner and easily understood by students. Therefore, choosing the right learning media in an emergency situation needs to be taken into consideration by teachers as the main players in the world of education. The research was conducted by surveying 31 teachers who taught at SMAN 1 Bakam and SMAN 1 Pemali through closed and open questionnaires in the form of google form. The results of the questionnaire were presented in tables and graphs, and were analyzed descriptively. There was an average of 88.7% of teachers giving positive responses and agreeing on the advantages of the Google classroom features. This is also supported by the results of an open questionnaire which states that the advantages of the google classroom are facilitating all teacher needs, starting from controlling student attendance, creating classes, delivering materials and assignments, conducting evaluations and assessments, and providing feedback on student work. All data on student work is stored and well organized on Google and lasts a long time. Key words: teachers opinion; google classroom; the covid-19 pandemic
PENGARUH MEDIA SOSIAL “WHATSAPP” SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA M. Daud Batubara; Zohri Hamdani
Edutainment Vol 8 No 2 (2020): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.354 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial “Whatsapp” sebagai media pembelajaran terhadap hasil pembelajaran siswa. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu Whatsapp sebagai media pembelajaran sebagai variabel bebas (X1) sedangkan prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y1), populasi sebanyak 40 siswa dan sampel ini menggunakan cluster kelas yaitu delapan belas siswa kelas B pada Siswa Pendidikan Agama Islam. Semester II Negeri Islam (STAIN) Mandailing Natal 2019/2020 Tahun. Untuk mengumpulkan data menggunakan kuesioner dengan membagikan formulir google di grup Whatsapp. Analisis data menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan nilai F sebesar 0,106 dan signifikan 0,749> 0,05. Artinya variabel independen berpengaruh baik terhadap variabel dependen. Abstract This study aims to know the effect of social media “Whatsapp” as learning media on students’ learning achievement. There are two variables in this study namely Whatsapp as learning media as independent variable (X1) while students’ learning achievement as dependent variable (Y1), Forty students as population and this sample uses cluster class namely eighteen students class B at Students of Islamic Education, the second semester, State of Islamic (STAIN) Mandailing Natal 2019/2020 Years. To collect data uses questioner by sharing google form in Whatsapp group. This data analysis uses SPSS 16. The result of this study shown that the F value is 0.106 and significant 0.749 > 0,05. This means that independent variable have good effect toward dependent variable.
PENGARUH KEDISIPLINAN SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DI KELAS X Aminatussaadah; Mahdiyyah Daeng Hanafi; Shella Maryani
Edutainment Vol 8 No 2 (2020): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.349 KB) | DOI: 10.35438/e.v8i2.323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap kedisiplinan pada diri siswa. Proses pembelajaran IPA khususnya fisika yang masih sangat dominan pada pemberian konsep dan hafalan rumus serta munculnya suatu kenakalan pada remaja yang berakibat terhadap rendahnya hasil belajar dan karakter siswa. Peneliti melakukan pengambilan sampel dengan teknik total sampling pada populasi kelas X Mipa 1, X Mipa 2 dan X Mipa 3, dengan siswa masing masing sebanyak 30 siswa.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan angket , dapat di ketahui bahwa karakter disiplin yang ada pada siswa dapat di kategorikan “sangat baik”. Meskipun terbilang memuaskan namun peneliti tetap mengaharapkan agar guru dan warga sekolah tetap dapat mempertahankan kualitas kedisiplinan yang ada pada siswa SMAN 3 Kota Sungai Penuh.
MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS PERILAKU SISWA SD Adi Saputra
Edutainment Vol 8 No 2 (2020): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.067 KB) | DOI: 10.35438/e.v8i2.367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan berbasis perilaku siswa di SD IT Al Bina Kota Pangkalpinang. Metode penelitian ini menggunakan studi lapangan merupakan penelitian kualitatif dimana peneliti mengamati dan partisipasi secara langsung dalam sekala sosial kecil dan mengamati budaya setempat.Artikel ini membahas Hasil penelitian tentang manajemen kurikulum pendidikan agama islam di sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) perencanaan kurikulum pendidikan agama islam menggunakan acuan kurikulum 2013. Desain kurikulum pendidikan agama islam menekankan pada pengalaman pemebelajaran. (2) kurikulum pendidikan agama islam dikelompokan dalam beberapa bidang yaitu akidah, akhlak, Qur’an dan hadis, fiqih, sejarah islam dab bahasa Arab. (3) pelaksanaan kurikulum PAI melibatkan peran kepala sekolah, guru, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berkarakter, pembiasaan dan keteladanan, serta kegiatan ekstrakurikuler. (4) Evaluasi pembelajaran yang digunakan adalah penilaian proses dengan mengamati aktivitas siswa dan penilaian tugas (portofolio) serta memantau keberhasialan pembelajaran siswa di kelas.
E-LEARNINGKELASMULTIMEDIA.MY.ID: ALTERNATIF PENGGANTI TATAP MUKADI MASA COVID-19 PADA JURUSAN MULTIMEDIA AGUS HERDIAN
Edutainment Vol 8 No 2 (2020): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.942 KB) | DOI: 10.35438/e.v8i2.373

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan teknologi berupae-learning dalam pembelajaran daring pada jurusan Multimedia di SMK Negeri 1 Parittiga Bangka Barat di masa adaptasi kebiasaan baru Covid-19. Kemudahaan pengaksesan bahan ajar oleh siswa menggunakan ponsel android, memungkinkan setiap siswa untuk belajar mandiri dengan berpusat pada materi yang disediakan guru pada media daringkelasmultimedia.my.id. Populasi penelitian meliputi siswa jurusan Multimedia SMKN 1 Parittiga, menggunakan teknik simple random sampling dengan mempertimbangkan homogenitas populasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui google form. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Peserta didik merasa lebih nyaman untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap mukakarena dianggap lebih mudah untuk menerima materi pembelajaran. Hasil penelitian menggambarkan sebanyak 91,7 % peserta didik mengakses web e-learningkelasmultimedia.my.id, 94,4 % menyatakan web ini berguna sebagai alternatif pengganti pelajaran tatap muka, 92 % menyatakan mengikuti pelajaran dari kelasmultimedia.my.id, 5 % peserta didik menilai penggunaan media daring initerkendala pada koneksi jaringan dan 46 %responden menyatakan terkendala keterbatasan kuota internet.
METODE COOPERATIVE SCRIPT DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIDATO PERSUASIF SISWA Ena Komari
Edutainment Vol 9 No 1 (2021): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.64 KB) | DOI: 10.35438/e.v9i1.380

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap kemampuan berpidato persuasif siswa kelas IX yaitu menggunakan model pembelajaran Cooperative Script. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpidato persuasif siswa kelas IX melalui model pembelajaran Cooperative Script. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IX E SMPN 5 Sungailiat sebagai subjek penerima tindakan, sedangkan untuk subjek pelaku tindakan yaitu Guru Bahasa Indonesia kelas IX, teman sejawat selaku subjek yang melakukan observasi proses pembelajaran. Metode pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus, yakni tiap-tiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model Cooperative Script memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap aktivitas dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IX, yakni dapat meningkatkan kemampuan berpidato persuasif siswa kelas IX tahun ajaran 2020/2021. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kemampuan berpidato siswa yang mengalami peningkatan, yakni pada siklus I sebesar 33,33% dan siklus II 83,33%.
PERAN PEMBELAJARAN BERBASIS GOOGLE FORMS MELALUI IN HOUSE TRAINING (IHT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENILAIAN GURU Budiman
Edutainment Vol 9 No 1 (2021): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.535 KB) | DOI: 10.35438/e.v9i1.403

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pandemi COVID-19 yang menuntut adanya kemampuan penilaian online. Berdasarkan hasil observasi di SMPN 2 pemali, banyak guru belum menguasai aplikasi penilaian secara online, sehingga kemampuan penilaian guru masih rendah. Oleh karena itu, perlunya melihat peran pembelajaran berbasis google forms melalui IHT untuk meningkatkan kemampuan penilaian guru dalam menyusun soal penilaian secara online. Metode yang diterapkan dalam pelatihan ini yaitu metode Participatory Rural Apraisal (PRA). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni, observasi, angket, dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian yaitu seluruh guru di SMPN 2 Pemali sebanyak 16 orang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kemampuan penilaian guru dengan menggunakan indikator tautan google forms, yakni 4 orang peserta rata-rata 3,75 (25%) dengan kategori amat baik; 4 orang peserta dengan rata-rata 3,5 (25%) kategori baik; 4 orang peserta dengan rata-rata 3,25 (25%) dengan kategori cukup baik; dan penilaian 2,50 sebanyak 4 orang peserta (25%) termasuk kategori cukup. Berdasarkan hasil analisis dokumentasi dalam membuat soal, penilaian respon pengguna melalui aplikasi google forms lebih mudah sebesar 75%, praktis sebesar 50%, efisien dan hemat sebesar 75%. Berdasarkan rata-rata keberhasilan pada kemampuan penilaian tersebut dapat disimpulkan pembelajaran berbasis google forms melalui IHT memberikan peran yang baik.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MASA PANDEMI COVID-19 MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM Ules Sumule
Edutainment Vol 9 No 1 (2021): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.865 KB) | DOI: 10.35438/e.v9i1.405

Abstract

Penelitian ini termasuk deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui problematika pembelajaran matematika masa pandemi COVID-19. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sangatta Utara, menggunakan kuota sampling dan Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google classroom. Dari hasil penelitian diketahui bahwa permasalahan guru berupa penggunaan IT yang terbatas, lemahnya akses pengawasan terhadap peserta didik, pemberian tugas yang belum seimbang antara proyek, portofolio, dan presentasi video, sementara dari segi siswa yaitu minimnya sumber belajar, pola belajar yang beragam, kurangnya pendampingan orang tua, keterbatasan fasilitas pendukung, akses jaringan internet, kurangnya motivasi, dan kesadaran belajar mandiri, sedangkan dari orang tua berupa keterbatasan waktu dalam menemani anaknya, pengawasan yang lemah, kurangnya dukungan fasilitas berupa HP, dan paket data. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kompetensi dalam penggunaan IT, pemberian tugas yang sederhana, pengawasan, dan komunikasi yang intensif antara orang tua, guru, dan siswa.
PERGESERAN PARADIGMA PEMBELAJARAN TEKSTUAL VERBALISTIK MENUJU KONTEKSTUAL DIALOGIS Arif Wibowo; Khairil Umami
Edutainment Vol 9 No 1 (2021): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.168 KB) | DOI: 10.35438/e.v9i1.407

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghasilkan simbol dan pemaknaannya dalam model interaksi guru terhadap siswa seiring adanya pergeseran pendekatan dalam pembelajaran, yakni dari model pembelajaran tekstual verbalistik menuju pada sebuah model pembelajaran yang kontekstual dialogis. Peneliti mengurai persoalan tersebut dengan menggunakan pendekatan sosiologi dari pemikiran G. H. Mead tentang interaksionisme simbolik sebagai pisau analisa. Objek sekaligus fokus penelitian ini yaitu interaksi guru terhadap siswa di SMK PGRI 2 Ponorogo. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan metode deskriptif, data diperoleh melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasilnya yaitu simbol yang digunakan guru dalam pembelajaran kontekstual dibagi menjadi dua, yakni simbol verbal dan nonverbal. Kata, frase, kalimat, atau semua simbol dalam tatanan bahasa merupakan contoh simbol verbal. Sedangkan ekspresi wajah, gerak tubuh, sentuhan, animasi merupakan simbol-simbol dalam bentuk nonverbal. Konsep mind (pikiran) terhadap sebuah simbol siswa tidak serta merta memberikan pemaknaan, hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan yang masuk sebelumnya. Implus, persepsi, manipulasi, dan konsumsi merupakan tahapan yang meski dilalui. Konsep self (diri), baik guru maupun siswa memiliki konsep “I” dan “Me”, sehingga terkadang menjadi subjek dan dalam kondisi tertentu juga objek. Adapun konsep society (masyarakat), particular others (rekan kerja, teman sejawat) ataupun generalized others (semua warga sekolah) berfungsi sebagai kontrol sosial.

Page 6 of 12 | Total Record : 118