cover
Contact Name
Frangky Silitonga
Contact Email
frangkyka@gmail.com
Phone
+6285362229992
Journal Mail Official
jurnaljmrib@gmail.com
Editorial Address
ITEBA - Institut Teknologi Batam The Vitka City Complex Jl. Gajah Mada, Tiban, Batam, Kepulauan Riau, INDONESIA 29425 Phone : +62 778 3540889
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis
ISSN : 29619351     EISSN : 29618975     DOI : -
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Manajemen Rekayasa ITEBA. jurnal ilmiah ini open access dan peer-review yang diterbitkan dua kali setahun (Agustus dan Februari). bertujuan untuk mencapai teori dan aplikasi mutakhir. Jurnal ini merupakan media penyebaran informasi hasil penelitian bagi dosen, peneliti¸ mahasiswa dan praktisi. FOCUS AND SCOPE Leadership and Organizational Management/ Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Strategic Planning and Management/ Perencanaan dan Manajemen Strategis Financial Resource Management/ Manajemen Sumber Daya Keuangan Project Management/ Manajemen Proyek Quality Management System/ Sistem Manajemen Mutu Operations and Supply Chain Management/ Operasi dan Manajemen Rantai Pasok Management of Technology, Research, and Development/ Manajemen Teknologi, Penelitian, dan Pengembangan Systems Engineering/ Rekayasa Sistem Legal Issues in Engineering Management/ Masalah Hukum dalam Manajemen Teknik Professional Codes of Conduct and Ethics/ Kode Etik dan Etika Profesional
Articles 78 Documents
Analisa pengiriman breakbulk dan kargo di pt. Putra batam jasa mandiri utama menggunakan metode FMEA Lubis, Abdul Habib
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/557sf164

Abstract

Pengiriman kargo dan breakbulk mengandung tingkat risiko yang tinggi karena melibatkan muatan besar serta proses penanganan yang rumit. Praktik ini bertujuan untuk memutar proses pengiriman breakbulk dan kargo di PT. Putra Batam Jasa Mandiri Utama, serta mengidentifikasi kemungkinan kegagalan dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode yang diterapkan meliputi observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumentasi terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan. Temuan dari analisis menunjukkan bahwa risiko paling signifikan muncul pada fase penjadwalan dan pemilihan armada, persiapan muatan, serta dokumentasi pengiriman. Kegagalan pada fase-fase ini dapat berakibat pada keterlambatan, kerusakan barang, dan masalah operasional. Penerapan FMEA memungkinkan untuk memprioritaskan risiko dan memberikan saran perbaikan berupa peningkatan kepatuhan terhadap SOP, sistem digitalisasi, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia, untuk meningkatkan efektivitas dan keselamatan dalam pengiriman.
Penerapan metode failure mode and effect analysis dan fault tree analysis berbasis ergonomi untuk menganalisis kecelakaan kerja di pt. Seloko batam shipyard Siti Maisarah
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/8bn1mq95

Abstract

Kecelakaan kerja pada aktivitas hot work di area ruang terbatas (confined space) merupakan permasalahan serius dalam industri galangan kapal. PT. Seloko Batam Shipyard mencatat 21 kasus kecelakaan kerja selama periode Juli 2024 – Juni 2025 di area Cargo on Tank (C.O.T). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur tingkat risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) berbasis ergonomi; (2) mengidentifikasi penyebab akar risiko prioritas menggunakan Fault Tree Analysis (FTA); dan (3) memberikan rekomendasi pengendalian risiko yang terstruktur. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 17 responden, observasi lapangan, dan dokumentasi kecelakaan. Hasil FMEA menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi pada risiko terjatuh dari ketinggian (RPN = 186,5), kebakaran (RPN = 179,4), dan kelelahan ergonomis (RPN = 178,7), ketiganya dikategorikan kritis berdasarkan rata-rata RPN sebesar 178,38. Analisis FTA menghasilkan 12 basic event dan 10 minimal cut set dari risiko tertinggi. Rekomendasi disusun menggunakan kerangka 5W+1H yang selaras dengan hierarki kontrol ISO 45001, meliputi inspeksi harian scaffolding, pengukuran gas sebelum hot work, pelatihan ergonomi berkala, dan penguatan sistem izin kerja.
A Defect analysis on R8 cover product using six sigma method at PT Amtek Engineering Silalahi, Rumiris
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/0fk42596

Abstract

Studi ini mengkaji persoalan kecacatan pada produk R8 Cover yang diproduksi PT Amtek Engineering dengan menerapkan kerangka Six Sigma tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Karakteristik CTQ ditetapkan lebih dahulu, kemudian dilakukan perhitungan DPMO dan level sigma serta pembacaan diagram Pareto dan fishbone untuk menelusuri sumber cacat yang paling dominan. Perhitungan menghasilkan nilai DPMO 10.900 yang setara dengan level sigma 3,8, dengan missing & damage identification menyumbang proporsi reject terbesar yaitu 33%. Penyebab kecacatan ditelusuri ke lima kategori — operator, mesin, metode kerja, bahan baku, dan lingkungan produksi — sehingga studi ini mengusulkan penguatan pengawasan SOP, penambahan pelatihan operator, penjadwalan preventive maintenance, dan pemeriksaan kualitas material masuk secara berkala sebagai langkah perbaikan.  
An improving the purchase order request process using macro automation in the procurement system to increase time efficiency and data accuracy Pakpahan, Prilly
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/c811h129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses Request Purchase Order (RPO) pada sistem pengadaan di PT TEC Indonesia melaluipenerapan automasi macro berbasis Microsoft Excel VBA. Permasalahanyang dihadapi adalah proses pembuatan RPO yang masih dilakukansecara manual sehingga memerlukan waktu yang lama, rentan terhadapkesalahan input data, dan menurunkan produktivitas buyer.  Metodepenelitian yang digunakan adalah pendekatan pengembangan sistemdengan tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data melaluiobservasi, wawancara, dan dokumentasi, perancangan serta implementasiautomasi macro, kemudian dilakukan pengujian dan evaluasi hasil.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan automasi macro mampumeningkatkan kinerja proses pengadaan secara signifikan. Waktu pembuatan RPO berkurang dari 20 menit menjadi 7 menit per dokumen, jumlah kesalahan input data menurun dari 4 kasus menjadi 1 kasus per minggu, serta produktivitas buyer meningkat dari 12 dokumen menjadi34 dokumen per hari. Dengan demikian, automasi macro terbukti efektifdalam meningkatkan efisiensi waktu, akurasi data, dan produktivitasproses Request Purchase Order di PT TEC Indonesia.
Implementasi s-curve, cpm & wbs dalam management project konstruksi vessel h599 (study kasus pada pt. Xyz) Hot Roha, Gomgom
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/599s6d55

Abstract

Shipbuilding projects are highly complex and require effective planning, scheduling, and control to ensure timely project completion. This study aims to analyze the implementation of the S-Curve method for monitoring progress and identifying delays in the construction project of the FLEX FIGHTER MAX 40M Vessel (H599), implement the Critical Path Method (CPM) using Microsoft Project to determine critical activities that affect project completion time, and develop a Work Breakdown Structure (WBS) to systematically organize project tasks. The research employs a case study approach with a descriptive quantitative method through the analysis of project progress data, WBS development, S-Curve generation, and project scheduling using Microsoft Project. The results indicate that the S-Curve method is effective in monitoring project progress and identifying deviations between planned and actual progress, making it a valuable tool for project evaluation and control. The implementation of CPM successfully identified critical-path activities that directly influence the overall project duration. Furthermore, the application of WBS effectively decomposed the project scope into structured work elements, facilitating project control, responsibility allocation, and the estimation of duration and resource requirements. The integration of the S-Curve, CPM, and WBS methods has proven to enhance the effectiveness of project planning, time control, and progress monitoring in shipbuilding projects, thereby supporting more measurable and efficient project completion.
Pengaruh Accuracy of Recommendation dan Personalization Relevance terhadap Purchase Decision Konsumen Generasi Z pada Platform Shopee: Peran Mediasi Trust di Kota Batam khairunnisa, nabila; zahra, andritriani; lestari, dewi
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/rf4awv67

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) technology on e-commerce platforms has improved recommendation and personalization systems to influence consumer behavior. This study aims to analyze the effects of Accuracy of Recommendation and Personalization Relevance on Purchase Decision, with Trust serving as a mediating variable among Generation Z Shopee users in Batam City. A quantitative approach was employed using a convenience sampling technique. Data were collected from 170 respondents through questionnaires and analyzed using the Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with SmartPLS 4 software. The results indicate that Accuracy of Recommendation has a positive and significant effect on Trust (β = 0.523; p < 0.001), as does Personalization Relevance (β = 0.410; p < 0.001). Trust also has a positive and significant effect on Purchase Decision (β = 0.919; p < 0.001). Furthermore, Trust significantly mediates the effect of Accuracy of Recommendation (β = 0.480; p < 0.001) and Personalization Relevance (β = 0.376; p < 0.001) on Purchase Decision. These findings highlight the important role of trust in strengthening the impact of accurate recommendations and relevant personalization on Generation Z consumers’ purchasing decisions on the Shopee platform.  
Pengaruh Digital Marketing Terhadap Purchase Decision Melalui Brand Image Pada Mcdonald’s Di Era Boikot Konsumen Karlina, Karlina; Isnaini, Wahyu; Desmitha, Putri; Wardani, Atha; Sugian, Ardra; Lestari, Dewi
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/2zx5rt60

Abstract

This study aims to examine the effect of Digital Marketing on Purchase Decision through Brand Image as a mediating variable among McDonald's consumers during the consumer boycott era. This research employed a quantitative approach with a causal research design. Data were collected from 169 respondents using purposive sampling and analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results indicate that Digital Marketing has a positive and significant effect on Brand Image, while Brand Image significantly affects Purchase Decision. However, Digital Marketing does not have a significant direct effect on Purchase Decision. Furthermore, Brand Image serves as a full mediating variable in the relationship between Digital Marketing and Purchase Decision. These findings suggest that during the boycott era, consumers' purchase decisions are influenced not only by digital marketing activities but also by the brand image formed in consumers' perceptions. This study is expected to provide insights for companies in developing digital marketing strategies and managing brand image during crisis situations. The implications of the study are discussed further in the discussion section.
Penerapan Rapid Upper Limb Assessment (Rula) Dalam Penilaian Risiko Ergonomi Di Indonesia: A Systematic Literature Review Devianty Safitri; Rina Agustina; Shafa Keysa Rinjani Hananta
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/m3mj0d35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis penerapan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dalam penelitian ergonomi di Indonesia serta mengidentifikasi sektor industri, instrumen pendukung, desain penelitian, hasil penilaian risiko, intervensi ergonomi, dan kesenjangan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus dan menghasilkan 17 artikel, dengan 7 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan RULA mencakup sektor konstruksi, manufaktur skala kecil dan menengah, kerajinan tradisional, pengolahan pangan, dan layanan penerbangan. RULA paling sering dikombinasikan dengan Nordic Body Map (NBM), sedangkan penelitian didominasi oleh desain cross-sectional dan studi observasional. Skor RULA yang dilaporkan umumnya menunjukkan tingkat risiko ergonomi sedang hingga tinggi. Penelitian yang mengevaluasi intervensi ergonomi menunjukkan adanya penurunan skor RULA setelah dilakukan perbaikan, meskipun bukti mengenai efektivitas intervensi dalam jangka panjang masih terbatas. Secara keseluruhan, RULA banyak digunakan untuk mengidentifikasi risiko ergonomi pada berbagai sektor pekerjaan di Indonesia. Penelitian selanjutnya perlu memperkuat evaluasi intervensi jangka Panjang, serta mengembangkan dan memvalidasi penilaian RULA berbasis teknologi.