cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,307 Documents
Implementasi Android Untuk Identifikasi Pola Rugae Palatina Pada Individu Menggunakan Metode Discrete Wavelet Transform (dwt) Dan Learning Vector Quantization (lvq) Devi Naafiyandika Sutopo; Bambang Hidayat; Dudi Aripin
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rugae palatina merupakan salah satu bagian dari tubuh manusia yang terletak di dalam rongga mulut. Pada setiap individu memiliki karakteristik pola Rugae palatina yang berbeda-beda, perbedaan pola tersebut dapat dijadikan sarana identifikasi individu, misal untuk identifikasi korban kebakaran yang kondisi fisiknya sudah tidak memungkinkan lagi atau hancur. Rugae palatina memiliki sifat konsisten, stabil sepanjang hidup dan tidak akan berubah baik pola ataupun karakteristiknya serta akan lebih terjaga karena berada di dalam rongga mulut. Sample pola Rugae palatina atau cetakan rugae tersebut diperoleh melalui kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran dan mahasiswa Universitas Telkom. Metode identifikasi pola yang digunakan adalah Metode Wavelet Transform (DWT) dan Learning Vector Quantization (LVQ). Hasil yang diperoleh dalam tugas akhir ini yaitu sebuah sistem yang diimplementasikan kedalam aplikasi berbasis android yang dapat digunakan dalam mengidentifiksi pola rugae palatina pada individu. Latar belakang implementasi ke dalam aplikasi android yaitu untuk menunjang fleksibilitas dalam perangkat atau sistem. Sistem tersebut mempunyai performasi dengan tingkat akurasi sebesar 85.9682% dan waktu komputasi 3.5720 detik dengan menggunakan 37 sampel citra latih dan 15 citra uji. Dengan adanya sistem ini dapat menjadi pembanding dalam identifikasi rugae palatina dengan menggunakan metode yang berbeda dan dapat bermanfaat untuk dunia odontologi forensik dalam melakukan identifikasi pola rugae palatina. Kata kunci: Discrete Wavelet Transform, Rugae Palatina, Learning Vector Quantization
Perancangan Dan Realisasi Antena Microstrip Bowtie Untuk Electronic Support Measure (esm) Pada Frekuensi 2 – 4 Ghz Mhd Furqan Akbar; Achmad Ali Muayyadi; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ESM (Electronics Support Measure) merupakan perangkat elektronika yang digunakan untuk menerima sinyal elektromagnetik, melakukan pengawasan dan memonitori spektrum elektromagnetik dari radar lain. ESM harus dapat mencakup frekuensi kerja radar-radar sekitarnya, salah satunya pada frekuensi S-band. Pada tugas akhir ini dibuat antena microstrip bowtie untuk aplikasi Electronic Support Measure dengan frekuensi S-band 2 - 4 GHz. Antena mikrostrip memiliki kelebihan diantaranya biaya yang rendah, ringan, mudah difabrikasi serta mudah untuk diproduksi secara massal. Akan tetapi, antena mikrostrip memiliki bandwidth sempit sehingga untuk memperlebar bandwidth, antena dirancang menggunakan pencatuan couplanar waveguide. Perancangan antena microstrip bowtie mendapatkan hasil pada frekuensi tengah yaitu 3 GHz menghasilkan nilai VSWR yakni 1,222 untuk pengukuran, untuk Return loss yakni -19,986 dB untuk pengukuran dan untuk polarisasi yakni 6,720 dB yang berarti polarisasi elips dan untuk nilai Gain yakni 5,4 dB pada pengukuran. Dengan spesifikasi tersebut antena microstrip bowtie mampu bekerja dengan baik untuk Electronic Support Measure. Kata Kunci : Antena mikrostrip, Electronic Support Measure, Microstrip Bowtie, Couplanar Waveguide Abstract ESM is electronic device that use to receive electromagnetic signal and to monitor other radar electromagnetic signal. So, it should proposed cover radar frequency signal, one of them is S-band. In this final project has made microstrip bowtie antenna for Electronic Support Measure application with frequency of S-band 2-4 GHz. Microstrip antenna has adventages such as light weight, low cost, simplicity of fabrication and ease of mass production. The main drawback of the microstrip antennas is their narrow bandwidth so antenna designed use couplanar waveguide techniques as an alternative for woder bandwidth. Design antenna microstrip bowtie get result, at the middle frequency that is 3 GHz yield value of VSWR that is 1,222 for measurement, for Return loss is -19,986 for measurement and, for polarization is 6, 720 dB which means elliptical polarization and for Gain value is 5.4 dB on measurement. With these specification , the microstrip bowtie antenna is work well for the performance of Electronic Support Measure. Keywords : Microstrip Antenna, Electronic Support Measure, Microstrip Bowtie, Couplanar Waveguide
Rancang Bangun Kendali Pada Robot Pemanjat Dinding (design Control Of Wall Climbing Robot) Fauzan Dwi Septiansyah; Mohamad Ramdhani; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robot pemanjat dinding ini bekerja layaknya seperti cicak yang dapat berjalan dan menempel di dinding. Untuk melakukan hal tersebut pada robot jelas tidak mudah, karena kaki robot tidak bisa langsung menempel pada permukaan yang vertikal. Maka pada kaki robot harus mempunyai alat yang dapat menyerap udara pada permukaan dinding dan menggunakan suction cup sebagai alas kaki robot. Robot ini akan dikontrol menggunakan arduino. Pengendalian otomatis dengan hanya menggunakan push button sebagai komponen yang mengaktifkan gerak langkah robot naik dan turun, dapat dikatakan efisien dari segi waktu yang sesuai dengan delay pada program.Dengan pengendali tersebut, robot dapat melangkah secara vertical dan dapat menempel pada permukaan.Kata Kunci :Robot, Pemanjat, Dinding, Kaca, Cicak, Arduino, Suction Cup
Implementasi Staggered Grid Pada Persamaan Air Dangkal Untuk Simulasi Gelombang Tsunami Akibat Longsor Bawah Laut Arkan Priya Anggana Hadna; Didit Adytia; Dede Tarwidi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gelombang tsunami tidak hanya ditimbulkan oleh adanya gempa bumi atau letusan gunung berapi bawah laut tetapi juga dapat diakibatkan oleh adanya longsor bawah laut. Makalah ini memfokuskan pada simulasi numerik gelombang tsunami yang dipicu oleh longsor bawah laut. Persamaan gerak untuk gelombang air direpresentasikan oleh persamaan air dangkal. Sedangkan untuk longsor bawah laut dimodelkan dengan cara menurunkan persamaan gerak benda padat yang meluncur pada bidang miring. Solusi dari persamaan air dangkal dicari secara numerik dengan mengimplementasikan metode volume hingga skema staggered grid. Solusi dari persamaan air dangkal yang diselesaikan dengan metode staggered grid kemudian divalidasi dengan hasil eksperimen kasus run-up yang telah dilakukan oleh (Synolakis, 1986). Hasil simulasi numerik gelombang tsunami yang diakibatkan oleh kemunculan longsor bawah laut menunjukkan kecocokan yang cukup tinggi dengan hasil simulasi yang telah dilakukan oleh (Lynet & Liu, 2002) dengan menggunakan metode boundary integral equation model (BIEM). Kata kunci : longsor bawah laut, persamaan air dangkal, simulasi numerik, staggered grid, tsunami Abstract Tsunami wave is not only caused by an earthquake or underwater volcanic eruption but can also be caused by an underwater landslide. This paper focuses on the numerical simulation of tsunami waves triggered by an underwater landslide. The equation of motion for water waves is represented by shallow water equations. Meanwhile, underwater landslide is modeled by deriving the equation of motion of a solid object that slide down on the sloping bottom. Solution of shallow water equations is numerically determined by implementing finite volume method with staggered grid scheme. The solution of shallow water equation which is solved by the staggered grid method is validated with experimental results for run-up case that have been performed by (Synolakis, 1986). Numerical results of tsunami simulation show a good agreement with the simulation results presented by (Lynet & Liu, 2002) which used the boundary integral equation model (BIEM) method. Keywords: numerical simulation, shallow water equation, staggered grid, tsunami, underwater landslide
Perancangan Infrastruktur Lan Pada Yayasan Kesehatan (yakes) Telkom Bandung Dengan Model Cisco Three Layer Hierarchical Menggunakan Metodologi Network Development Life Cycle (ndlc) Isnaini Hayati; M. Teguh kurniawan; Adityas Widjajarto
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yayasan Kesehatan Telkom (Yakes Telkom) merupakan sebuah organisasi pengelola layanan kesehatan di bawah perusahaan Telekomunikasi Indonesia. Yakes Telkom menggunakan infrastruktur LAN untuk mendukung tujuan organisasi. Kondisi infrastruktur LAN pada tahun 2017 ini belum ada standardisasi terhadap infrastruktur LAN baik dari sisi penggunaan dan tata letak perangkat. Jaringan saat ini terdiri dari satu router yang terhubung ke switch layer 2 dan langsung terhubung ke komputer (single link). Kondisi tersebut dapat menimbulkan permasalahan jika terjadi gangguan pada switch, maka mengakibatkan seluruh komputer tidak dapat terhubung karena tidak ada redundant link. Yakes Telkom juga belum menerapkan manajemen bandwidth sesuai kebutuhan pengguna jaringan. Yakes Telkom Bandung membutuhkan perancangan infrastruktur LAN menggunakan Cisco Three Layer Hierarchical Model. Network Development Life Cycle (NDLC) digunakan sebagai metode dalam perancangan infrastruktur jaringan karena sifatnya yang berulang dan berkelanjutan untuk pengembangan infrastruktur jaringan suatu organisasi. Tahapan NDLC yang digunakan yaitu Analysis, Design dan Simulation Prototyping. Penelitian ini menghasilkan rancangan infrastruktur LAN Yakes Telkom Bandung dengan menerapkan redundant link. Pengukuran QoS (Qouality of Service) dengan parameter throughput menghasilkan nilai untuk aplikasi kategori high 335 kbps, medium 211 kbps dan low 76 kbps. Waktu delay yaitu 0.03 s masuk dalam kategori baik sesuai standar ITU-T G1010 (The International Telecommunication Union-Telecommunication) dan packet loss 0.56% sesuai standar TIPHON (Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Network).Kata kunci: LAN, Cisco Three Layer Hierarchical Model, NDLC, QoS, redundant link, manajemen bandwidth, Yakes Telkom
Perancangan Dan Implementasi Mesin Kopi Otomatis Berbasis Mikrokontroler Bimo Adi Prasetyo; Erwin Susanto; Agung Surya Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dewasa ini, masyarakat menginginkan efisiensi yang semakin tinggi, tidak hanya dalam pekerjaan, namu juga dalam kehidupan sehari-hari. Tuntutan itu timbul karena budaya masyarakat modern yang serba instan dan menjunjung tinggi waktu. Salah satu dari kebutuhan sehari-hari masyarakat adalah mengkonsumsi kopi, dimana konsumsi kopi di pasar dalam negeri tumbuh sekitar 5% - 6% per tahun. Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) mencatat bahwa konsumsi kopi orang indonesia terus naik, tercatat dari tahun 2010 hingga sekarang telah meningkat sebesar 36% dengan penikmat rata-rata berusia lebih dari 25 tahun dan jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi adalah kopi tubruk dan white coffee. Tahun 2017 Kementerian Pertanian mencatat produksi kopi Indonesia sebesar 637.539 ton, data tersebut menunjukan bahwa mengkonsumsi kopi sudah menjadi gaya hidup bagi masyarakat Indonesia. Dalam penelitian ini, Mesin kopi otomatis dirancang menggunakan mikrokontroler. Mikrokontroler diharapkan dapat menciptakan sistem otomatisasi yang baik dan mudah untuk digunakan, sehingga bisa menghasilkan sebuah produk yang unggul dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Sistem conveyor akan digunakan pada storage gelas dan pada proses utama pembuatan kopi. Tabung digunakan sebagai tempat penyimpanan kopi, susu, dan gula. Sensor jarak digunakan untuk mengetahui keberadaan gelas pada tempat penyimpanan gelas. dan pada mesin ini akan menggunakan logika finite state machine yang diharapkan dapat mempermudah dan juga menghasilkan hasil proses yang baik Hasil dari penelitian ini adalah pengguna dapat memenuhi kebutuhan kopi dengan mudah, nyaman, dan sesuai keinginan. Kata Kunci : Mesin kopi otomatis, conveyor, finite state machine Abstract ABSTRACT Nowadays, society wants higher efficiency, not only in work, but also in everyday life. The demand arises because the culture of modern society is instantaneous and upholding time. One of the daily needs of the community is coffee consumption, where consumption of coffee in the domestic market grows about 5% - 6% per year. The Association of Indonesian Coffee Exporters (AEKI) noted that Indonesian coffee consumption continues to rise, recorded from 2010 to now has increased by 36% with average audience aged over 25 years. In 2016 the Ministry of Agriculture recorded the Indonesian coffee production of 639,305 tons, the data shows that consuming coffee has become a lifestyle for the people of Indonesia. In this research, automatic coffee machine is designed using microcontroller. Microcontroller is expected to produce a good automation system and easy to use, so it can produce a superior product and can meet the needs of the community. Conveyor system will be a storage place in the process of making coffee. Tubes as storage of coffee, milk, and sugar. Sensor information to know the market at the point of sale glass. and on this machine will use state machine until that can be used and also produce a good process. The results of this study is the user can fill the needs of coffee with ease, comfortable, and as desired. Keywords : Automatic coffee machine, conveyor, Finite State Machine
Analisis Dan Implementasi User Interface Aplikasi Media Pembelajaran Interaktif Sistem Tata Surya Untuk Paud Dengan Teknologi Augmented Reality (ar) Menggunakan Metode User Centered Design Muhammad Fajrin; Veronikha Effendy; Dawan Jatmiko
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan langkah awal yang penting untuk meningkatkan pimbinaan yang ditujukan untuk anak dengan rentang usia 5 sampai 6 tahun. Dalam kurikulum PAUD telah disebutkan bahawa terdapat kompetensi alam semesta yang dimana pada proses pembelajaran materi tersebut diajarkan mengenai bentukbentuk benda langit. Dengan semakin berkembangnya teknologi, maka aplikasi menjadi salah satu solusi sebagai media pembelajaran interaktif. Dengan pemanfaatan teknologi augmented reality pada aplikasi pembelajaran interaktif dapat memberikan dampak yang baik kepada anak, karena dengan AR anak-anak dapat merasakan bentuk nyata dari benda-benda langit dan dapat membantu anak untuk mudah mengingat dan membayangkan bentuk objek yang sedang dipelajari. Dalam penelitian ini menggunakan metode user centered design untuk merancang model user interface dan quality in use intergrated measurement untuk mengetahui tingkat usabillity aplikasi. Penelitian ini akan menghasilkan sebuah user interface aplikasi yang sesuai dengan karakteristik anak sebagai media pembelajaran intereaktif sistem tata surya dengan teknologi augmented reality. Kata kunci : pendidikan anak usia dini, user interface sistem tata surya, augmented reality, user centered design, media pembelajaran interaktif, QUIM
Identifikasi Kualitas Kesegaran Susu Sapi Melalui Pengolahan Citra Digital Menggunakan Metode Gray Level Co-occurrence Matrix Dan Local Binary Pattern Dengan Klasifikasi K-nearst Neighbor Hamdan Gustiawidi; Bambang Hidayat; Sjafril Darana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Susu sapi merupakan zat pelengkap yang kaya akan nutrisi, diantaranya protein, lemak, vitamin, mineral dan karbohidrat. Tekstur yang cair dan berwana putih menjadi ciri khas. Sering dijumpai berbagai macam tempat mulai dari penjual pinggiran maupun di super market susu sapi dijual, akan tetapi banyak penjual yang mencampur dengan menambahkan air, pewarna dan pemanis buatan demi mendapat keuntungan yang lebih, sehingga kandungan gizi dan kualitas kesegarannya tidak sempurna lagi. Pada permasalahan yang ada sukar bila bukan ahlinya untuk membedakan kemurnian susu sapi, biasanya konsumen hanya dapat mengenali melalui indra penglihatan dan penciuman. Dalam Tugas Akhir, dirancang suatu sistem untuk mempermudah konsumen mengetahui kemurnian susu sapi dengan campuran air menggunakan software Matrix Laboratory (MATLAB) melalui pengolahan citra digital. metode ekstraksi ciri yang digunakan adalah Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) dan Local Binary Pattern (LBP) serta metode klasifikasi adalah K-Nearest Neighbor (K-NN). Dari hasil pengujian sistem menggunakan metode GLCM didapatkan akurasi sebesari 100% dan waktu komputasi 0,7777 detik. Sedangkan menggunakan metode LBP didapatkan akurasi sebesar 97,5% dan waktu komputasi 0,7722 detik. Kata kunci : Susu sapi, Gray Level Co-Occurrence Matrix, Local Binary Pattern, K-Nearest Neighbor Abstract Cow’s Milk is a complementary substance in food, which has a lot nutrition such as proteins, fats, vitamins, minerals and carbohydrates. The characteristic is liquid and white colored. It can found anywhere, from small traders untill the supermarkets. But some of the sellers mix and add water, dyes, and artificial sweeteners to get more profit, so it reduce the milk’s nutrition and the freshness. The problem is it diffcult to know the freshness level of milk if not by the expert, the only way the consumer to know the freshness level by sight and smell. In this Final Assignment, a sistem created to help consumer know the cow milk freshness level by using Matrix Laboratory Software (MATLAB) using image processing method. The feature extraction by using Gral Level Occurrence Matrix (GLCM) method and Local Binary Pattern (LBP) method and classified by K-Nearest Neighbor (K-NN). From the results of system testing using GLCM method obtained 100% accuracy and computation time 0.7777 second, While using the LBP method obtained accuracy of 97.5% and computing time 0.7722 second. Keywords: Cow’s Milk, Gray Level Co-Occurrence Matrix, Local Binary Pattern, K-Nearest Neighbor
Implementasi Dan Analisis Performansi Jaringan Virtual Private Lan Service-te Tunnel Dengan Openimscore As Multimedia Service Server Nabila Nabila; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya user menggunakan jaringan publik atau jaringan yang telah dibuat oleh Internet Service Provider (ISP) untuk saling berkomunikasi. Permasalahan yang terdapat pada jaringan ISP yakni, tidak adanya jaminan keamanan dan QOS yang terjaga. Untuk mengatasi hal tersebut terdapat teknologi tunneling tetapi, pada teknologi ini terdapat kekurangan mengenai kompleksitas jaringan backbone yang digunakan serta didukung dengan alat yang memiliki harga tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut munculah teknologi untuk menutupi kekurangan teknologi tunneling yaitu, Virtual Private LAN Services (VPLS). VPLS adalah jaringan dimana beberapa ethernet LANs dari pelanggan yang berbeda lokasi untuk saling berkoneksi melalui jaringan penyedia layanan (service provider), dengan cara demikian mengemulasi segmen Ethernet LAN tunggal untuk pelanggan tersebut. Untuk mendukung kehandalan jaringannya ditambahkan pula fitur Traffic Engineering Tunnel pada jaringan VPLS yang menawarkan fungsi berdasarkan LSP yang menghasilkan forwarding paket menjadi lebih efisien serta untuk menyediakan availability services turut pula diintegrasikan server OpenIMSCore guna memperkaya ketersediaan layanan multimedia untuk melengkapi teknologi NGN. Pada tugas akhir ini, penulis mengimplementasikan VPLS-TE Tunneling pada Router Mikrotik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada jaringan VPLS dengan adanya penambahan fitur TE Tunnel didapatkan perbaikan hasil delay sebesar 72.1% untuk layanan VoIP dan layanan Video Call 63.65%. Untuk parameter Throughput didapatkan perbaikan sebesar 1.83% untuk layanan VoIP dan 10.4% untuk layanan Video Call. Kata kunci : VPLS, VPLS-TE, LAN, OpenIMSCore, QoS
Karakterisasi Kadar Air Batubara Berdasarkan Pengukuran Nilai Kapasitansi Paras Novinda Lidyaza; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kadar air merupakan parameter penting dalam analisa batubara karena tingginya nilai kadar air disebabkan penambangan batubara yang dilakukan di rawa-rawa memberikan pengaruh negatif terhadap proses pembakarannya. Penelitian ini merancang alat ukur kapasitansi untuk mengetahui karakteristik dari 13 sampel batubara dengan nilai kadar air berbeda. Pengukuran kapasitansi dilakukan dengan cara menghubungkan alat ukur kapasitif dengan penguat inverting. Hasil tegangan keluaran akan di konversi ke nilai kapasitansi menggunakan persamaan regresi linear. Tegangan masukan yang digunakan untuk setiap pengambilan data adalah 4 Vp-p dengan frekuensi 500 Hz. Dari hasil pengujian, nilai kapasitansi tertinggi adalah sebesar F dengan kadar air 5,36% dan nilai kapasitansi terendah adalah sebesar F dengan kadar air 7,96%. Hal ini membuktikan bahwa nilai kapasitansi tidak linear terhadap kadar air pada batubara. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil nilai tegangan keluaran pada sensor kapasitif. Faktor tersebut meliputi nilai kadar kalori, kadar karbon, dan kadar abu yang cenderung tinggi pada batubara sehingga nilai kapasitansi terhadap kadar air batubara tidak linear. Kata kunci: Sensor kapasitif, Penguat inverting. Abstract Water content is an important parameter in coal analysis because the high value of water content due to coal mining carried out in swamps has a negative effect on the combustion process. This study designed a capacitance measuring instrument to determine the characteristics of 13 coal samples with different water content values. Capacitance measurement is done by connecting a capacitive measuring device with an inverting amplifier. The output voltage will be converted to the capacitance value using a linear regression equation. The input voltage used for each data retrieval is 4 Vp-p with a frequency of 500 Hz. From the test results, the highest capacitance value is F with a water content of 5.36% and the lowest capacitance value is F with water content 7.96%. This proves that the capacitance value is not linear to the water content in coal. Many factors influence the output voltage value on capacitive sensors. These factors include the value of calorie content, carbon content, and ash content that tends to be high in coal so that the capacitance value of coal water content is not linear. Keynote: Capacitive Censor, Inverting operational amplifier.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue