cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Analisis Distribusi Medan Magnet Koil Tunggal Dan Koil Jamak Secara Eksperimen Firmawan Matutu Palebangan; Dudi Darmawan; Nurwulan Nurwulan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMetode Non-Destrucktive Testing merupakan metode pengujian atau identifikasi dari suatu material tanpa merusak material uji. Metode ini memanfaat medan magnet dari sejumlah koilpemancar yang kemudian akan diarahkan menuju koil penerima melewati material uji. Karenahomogenitas dari medan magnet yang terbentuk sangat berpengaruh terhadap akurasi data yangdidapatkan, sehingga perlu adanya analisis bentuk koil pemancar untuk melihat distribusi medanmaget yang terbentuk. Pada penelitian tugas akhir kali ini dilakukan analisis bentuk koil denganmerancang sistem koil tunggal dan koil jamak berbentuk persegi. Koil tersebut diberikan inputberupa tegangan 1V, 2V dan 3V. Medan magnet yang terbentuk kemudian diukur sebanyak 100titik yang berjarak 1cm dari ujung koil setiap tegangan pengukuran. Hasil yang diperolehdidapatkan distribusi medan magnet yang lebih homogen pada sistem koil jamak. Pada tegangan1 V menunjukkan nilai homogenitas 0,8375 untuk koil tunggal dan 0,8778 untuk koil jamak.Untuk tegangan 1,5 V menunjukkan nilai homognitas 0,7769 untuk sistem koil tunggal dan nilai0,9093 untuk sistem koil jamak. Dan untuk tegangan 2 V nilai homogenitas pada sistem koiltunggal adalah 0,7370 dan koil jamak 0,7852. Besar nilai medan magnet pada koil tunggal lebihbesar dibandingkan koil jamak. Pada tegangan 1 V menunjukkan nilai medan magnet tertinggi2,7 G untuk koil tunggal dan 1 G untuk koil jamak. Untuk tegangan 1,5 V menunjukkan nilaimedan magnet tertinggi 4,3 G untuk sistem koil jamak dan nilai 1,9 G untuk sistem koil tunggal.Dan untuk tegangan 2 V nilai medan magnet tertinggi pada sistem koil jamak adalah 5,9 G dankoil tunggal 2,3 G Kata kunci : Non-Destructive Testing, homogenitas, koil tunggal, koil jamak, dan distribusimedan magnet. AbstractThe Non-Destrucktive Testing Method is a testing method or an identification of a materialwithout damaging the test material. This method utilizes the magnetic field from a number ofcoils (transmitters) which will then be directed towards the receiver through the test material.Because the homogeneity of the formed magnetic field is very influential on the accuracy of thedata obtained, it is necessary to analyze the shape of the transmitter coil to see the distributionof the formed magnet field. In this final assignment research coil shape analysis is done bydesigning a square shaped multicoil and singlecoil system which will then be seen thedistribution of the magnetic field that formed when flowing. The coil is given an input in the formof 1V, 2V and 3V voltages. The magnetic field formed is then measured as many as 100 points1cm away from the end of the coil at each measurement voltage. The results obtained are morehomogeneous magnetic field distribution in the plural coil system. At 1 V the voltage shows ahomogeneity value of 0.8375 for a single coil and 0.8778 for a plural coil. For a voltage of 1.5V it shows a homogeneity value of 0.7769 for a single coil system and a value of 0.9093 formultiple coil systems. And for 2 V voltage homogeneity value in a single coil system is 0.7370and plural coil is 0.7852. The value of the magnetic field on a single coil is greater than theplural coil. At 1 V the voltage indicates the highest magnetic field value of 2.7 G for a single coiland 1 G for a plural coil. For a voltage of 1.5 V, the highest magnetic field value is 4.3 G formultiple coil systems and 1.9 G for single coil systems. And for the 2 V voltage the highestmagnetic field value in the plural coil system is 5.9 G and a single coil of 2.3 GKey words: Non-Destructive Testing, homogeneity, singlecoil, multicoil, and magnetic fielddistribution.
Optimasi Pemasangan Baterai Untuk Rumah Tinggal Ber-fotovoltaik (level Pelanggan Listrik 4400 Va Di Indonesia) Siti Halimah; Muhamad Reza; Cahyantari Ekaputri
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di garis khatulistiwa menyebabkan energi surya menjadi salah satu energi terbarukan yang potensial untuk dikembangkan .Energi surya adalah energi yang berasal dari matahari. Sel surya mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik secara langsung. Pola pemakaian beban rumah tangga akan meningkat saat malam hari sedangakn energi listrik yang diperoleh pada siang hari. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah baterai untuk dapat menyimpan energi yang dihasilkan agar dapat memenuhi kebutuhan listrik pada malam hari Tugas akhir ini membahas mengenai optimasi pemasangan baterai untuk rumah rumah tinggal berfotovoltaik agar dapat memenuhi kebutuhan listrik dengan mengacu pada pola pemakaian beban. Untuk rumah tinggal berdaya 4400VA menghabiskan 44.298 Wh setiap harinya dengan masukkan panel 100 WP yang menghasilkan daya 278,82 watt. Maka dibutuhkan panel sebanyak 159 buah panel dengan proses scaling menghasilkan daya sebesar 44.372,38 watt. Diperoleh dari hasil diatas agar tujuan dapat tercapai maka membutuhkan baterai dengan kapasitas 𝟑𝟕KWh Kata Kunci : Panel surya, beban listrik baterai
Perancangan Sistem Monitoring Ketahanan Pangan Dan Mitigasi Risiko Distribusi Beras Menggunakan Metode Fmea Dan Ahp Pada Bulog Subdivre Bandung Ridho Abdhillah Permana; Ari Yanuar Ridwan; Femi Yulianti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PP no.13 Tahun 2016 menyatakan pemerintah Indonesia memberikan penugasan kepada Bulog untuk bertanggung jawab dalam ketersediaan pangan nasional. Dalam menjalankan tugasnya, Bulog Menetapkan tiga pilar ketahanan pangan, yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas. Pada aktivitas distribusi Perum Bulog Subdivre Bandung ditemui berbagai risiko yang dapat menggaanggu alur rantai pasok penyaluran beras. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi risiko distribusi beras dan memitigasi risiko prioritas pada distribusi Perum Bulog Subdivre Bandung. Model Supply Chain Operation Reference (SCOR) digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas distribusi. Kejadian risiko yang mungkin muncul dilakukan identifikasi dengan menggunakan metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk memitigasi risiko yang diprioritaskan. Kejadian risiko yang didapat diterjemahkan ke dalam bentuk Sistem Monitoring. Hasil dari penelitian ini adalah 19 sumber risiko yang didapatkan dari 12 kejadian risiko distribusi beras pada Perum Bulog Subdivre Bandung. Sumber risiko terpilih untuk setiap atribut ketahanan pangan diberikan alternatif mitigasi dan nilai prioritas. Sumber risiko terpilih pada atribut availability diberikan empat alternatif mitigasi, sumber risiko terpilih pada atribut accessibility diberikan empat alternatif mitigasi, dan sumber risiko terpilih pada atribut stability diberikan tiga alternatif mitigasi. Selain itu, hasil pada penelitian ini adalah rancangan sistem monitoring yang dapat menunjukkan performa perusahaan terhadap ketahanan pangan untuk memudahkan stakeholder mengambil keputusan. Kata kunci: Ketahanan Pangan, Risiko, SCOR, FMEA, AHP, Sistem Monitoring Abstract security, namely availability, accessability, and stability. In distribution activity Bulog Subdivre Bandung found various risks that can interfere with the supply chain flow of rice distribution. The research objective is to identify the risk of rice distribution and mitigate priority risk on distribution of Bulog Subdivre Bandung. The Model Supply Chain Operation Reference (SCOR) is used to identify distribution activities. Possible risks that may arise are identified using the Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) method and the methods of Analytical Hierarchy Process (AHP) are used to mitigate risks Prioritized. The risk event obtained is translated into the form of Monitoring system.Government Regulation No.13 of 2016 stated that the Indonesian Government provides an assignment to Bulog to be responsible for national food availability. In carrying out its duties, Bulog established three pillars of food . The results of this research are 19 risk agents obtained from 12 risk events of rice distribution in Perum Bulog Subdivre Bandung. The selected risk agents for each attribute of food security is given an alternative mitigation and priority value. The selected risk agents on the availability attribute is given four alternatives mitigation, the ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 7137selected risk agents on the accessibility attribute is given four alternatives mitigation, and the selected risk agents on the stability attribute is given three alternatives Mitigation. In addition, the results of this research are the design of monitoring systems that can demonstrate the company's performance on food security to make it easier for stakeholders to take decisions. Keywords: Food Security, Risk, SCOR,FMEA, AHP, Monitoring System
Analisis Performansi Unsupervised Learning Untuk Video Instruksi Bernarasi Menggunakan Klasterisasi Teks Ricky Hilmi Sudrajad; Suryo Adhi Wibowo; Iwan Iwut Tritoasmoro
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyebaran konten digital yang begitu mudah membuat pemberian identitas sangatlah penting. Setiap orang dapat merubah dan memodifikasinya secara mudah. Watermarking adalah salah satu cara pemberian identitas tanpa merusak konten yang disisipi. Konten digital yang telah di Watermark membutuhkan resolusi yang tinggi untuk menghasilkan citra yang lebih jelas dan detail. Pada penelitian ini memberikan alternatif dengan teknik super resolusi. Tujuan utama super resolusi adalah untuk menghasilkan gambar resolusi tinggi dari gambar resolusi rendah menggunakan kepadatan pixel yang tinggi. Metode yang digunakan pada tugas akhir ini antara lain metode SWT (Stationary Wavelet Transform) karena host tetap utuh setelah dilakukan penyisipan. Memiliki nilai kualitas PSNR yang baik, dan memiliki persepsi transparansi yang baik. dan metode Centroid dilakukan untuk melihat nilai tengah dari citra yang diteliti. Serta dengan menggunakan metode penyisipan QIM (Quantization Index Modulation). Adapun metode pada super resolusi menggunakan bicubic. Interpolasi ini menghasilkan pembesaran citra lebih halus pada bagian tepi-tepinya. Bicubic menggunakan 4×4 piksel tetangga untuk mengambil informasi. Hasil penelitian ini menggunakan MATLAB, dan diuji dengan sample image 32 × 32. Sebagai watermark, serta host dengan ukuran 2048×2048. Dan diberi serangan Gaussian Noise, Translation, dan Rotate. Dari penelitian ini dilihat hasil terbaik menggunakan bicubic dengan nilai BER=0,1201 pada tanpa serangan, BER=0,1064 pada serangan Gaussian Noise, BER=0,541 pada serangan translasi, BER=0,4814 pada serangan rotate . Dan juga parameter lainnya PSNR, serta SSIM. Kata kunci : Watermarking, Stationary Wavelet Transform (SWT), Centroid, BER, SSIM, PSNR, BICUBIC Abstract Dissemination of digital content is so easy that it provides an important identity. Everyone can change and modify it easily. Watermarking is one way of providing identity without damaging the inserted content. Digital content that has been watermarked requires high resolution to produce clearer and more detailed images. This research provides an alternative to the super resolution technique. The main purpose of super resolution is to produce high resolution images from low resolution images using high pixel density. The method used in this thesis is the SWT (Stationary Wavelet Transform) method because the host remains intact after insertion. Have a good PSNR quality value, and have a good perception of transparency. and the Centroid method is performed to see the mean value of the image under study. And by using the QIM (Quantization Index Modulation) insertion method. The super resolution method uses bicubic. This interpolation results in finer image enlargement at the edges. Bicubic uses 4 × 4 neighboring pixels to retrieve information. The results of this study used MATLAB, and were tested with a 32 × 32 sample image. As a watermark, and a host with a size of 2048 × 2048. And given a Gaussian Noise, Translation, and Rotate attack. From this study the best results are seen using a bicubic with a value of BER = 0.1201 on no attacks, BER = 0.1064 on Gaussian Noise attacks, BER = 0.541 on translational attacks, BER = 0.4814 on rotate attacks. And also other parameters PSNR, as well as SSIM. Keywords: Watermarking, Stationary Wavelet Transform (SWT), Centroid, BER, SSIM, PSNR, BICUBIC
Pengembangan Model Penentuan Harga Secara Dinamis Pada Toko Busana Secara Online Friza Fahmi Hutama; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan yang amat pesat pada zaman modern ini. Keadaan tersebut membuat berbagai bidang yang meliputi bidang Informasi, Bisnis, dan Industri. Ecommerce bergerak cepat dan mengubah hampir semua fungsi bisnis area dan setiap kegiatannya, mulai dari transaksi jual beli sampai dengan pemasaran. E-commerce bergerak cepat dan mengubah hampir semua fungsi bisnis area dan setiap kegiatannya, mulai dari transaksi jual beli sampai dengan pemasaran. Menentukan harga produk pada toko online merupakan salah satu hal penting dalam berbisnis. Pada E-Commerce harga secara dinamis akan lebih baik jika digunakan dalam penentuan harga barang, karena dapat ditentukan dengan menggunakan teknologi komputasi. Kata Kunci : E-Commerce, Pricing Models, Dynamic Pricing
Penerapan Metode Tropos Pada Sistem Informasi Penugasan Di Bidang Program Tvri Stasiun Jawa Barat Fadli Ahmad Maulana; Sri Widowati; Jati Hiliamsyah Husen
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIdentifikasi kebutuhan sistem merupakan fase penting dalam siklus hidup pengembangan sistem. Kegagalandalam mengidentifikasi kebutuhan dapat menyebabkan sistem atau software yang dihasilkan tidak dapatdimanfaatkan oleh pengguna. Saat ini di TVRI Stasiun Jawa Barat pada bagian divisi program memilikibeberapa masalah diantaranya saat melakukan penugasan karena masih melakukan dengan manual sertaperekapan bukti tugas sering terjadi kehilangan dan tidak terdata, sehingga menyebabkan pembayaran honorterlambat. Oleh karena itu, dibutuhkannya pengembangan sistem informasi untuk mendapatkan sistem informasiyang berkualitas. Salah satu metode untuk melakukan rekayasa kebutuhan sistem adalah Goal OrientedRequirement Engineering (GORE) didalam metode GORE terdapat beberapa metode lainnya salah satunyametode Tropos. Metode tropos dipilih karena memliki kelebihan dalam suatu fase pengembangan sistem,terutama pada fase requirements yang meliputi tahapan early requirement dan late requirement. Pada penelitianini, metode Tropos digunakan untuk memodelkan kebutuhan sistem informasi penugasan. Pemodelan hanyadibatasi pada dua fase early requirement dan late requirement. Hasil akhir penelitian berupa pemodelan troposberupa goals, softgoal dan actor beserta hasil evaluasi menggunakan tehnik prototyping dan kuisioner denganmetode perhitungan skala likert. Hasil dari validasi menunjukan hasil akurasi sebanyak 79,1%, hasil tersebutdapat diterapkan dalam studi kasus yang diambil yaitu sistem informasi penugasan di bagian program TVRIJawa Barat.Kata Kunci :requirements, tropos, goal oriented requirement engineeringAbstractIdentifying system requirements is an important phase in the system development life cycle. Failure to identifyneeds can cause the system or software produced to not be utilized by the user. At present in the West Java TVRIStation in the division division the program has a number of problems including when assigning assignmentsbecause they are still carrying out manuals and the recording of proof of assignments often occurs loss and notrecorded, causing payment of late fees. Therefore, the need for information system development to obtain aquality information system. One method for engineering system requirements is the Goal Oriented RequirementEngineering (GORE) in the GORE method, there are several other methods, one of which is the Tropos method.The tropos method is chosen because it has advantages in a phase of system development, especially in the phaseof requirements that include the stages of the early requirements and late requirements. In this study, the Troposmethod was used to model the information system needs of the assignment. Modeling is only limited to twoearly phases of requirements and late requirements. The final results of the research in the form of troposmodeling in the form of goals, soft-skills and actors along with the evaluation results using prototypingtechniques and questionnaires with the Likert scale calculation method. The results of the validation show thatthe results of 79.1% accuracy can be applied in the case studies taken, namely the assignment informationsystem in the West Java TVRI program.Kata Kunci: requirements, tropos, goal oriented requirement engineering
Performansi Perunahan Bit Rate Terhadap Cakupan Pada Visible Light Communication Cindy Dwitanti Pradini; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas Akhir melakukan studi atas teknologi masa depan dibidang telekomuni- kasi yang menjadi solusi bagi para pengguna jaringan. Sistem komunikasi optik menjadi sistem komunikasi yang saat ini memiliki perkembangan pesat. Saat ini banyak yang sedang melakukan riset pada teknologi ini untuk digunakan di masa depan, salah satu nya adalah teknologi Visible Light Communication (VLC). Pada tugas akhir ini dilakukan percobaan atau analisis pada sistem VLC menggunakan modulasi On Off Keying Non Return to Zero. Simulasi ini melakukan perbandingan beberapa nilai Bit Rate yang berbeda yaitu Bit Rate 622Mbit/s, Bit Rate 2x 622Mbit/s, Bit Rate 2,5 Gbit/s dan Bit Rate 10 Gbit/s. Disimulasikan dalam ruangan tertutup berukuran 5mx5mx3m dengan 1 lampu LED di titik koordinat (1,25;1,25;3)m. Kontribusi dari Tugas Akhir ini dapat mengetahui pengaruh nilai perbandingan BIT RATE pada receiver terhadap cakupan komunikasi dengan nilai luas cakupan terbesar adalah 24,24 m2 pada Bit Rate 622 Mbit/s dan nilai terkecil yaitu 13,12 m2 pada Bit Rate 10 Gbit/s. Simulasi ini dilakukan pada ruangan dengan besar luas ruangan 25 m2 . Kata kunci : VLC, Bit Rate, OOK-NRZ, BER Abstract This final project conducts a study of future technologies in telecommunica- tions that can be solution for network users. Optical communition system become communication systems that currently have rapid development. At present many are conducting research on this technology for future use, one of which is visi- ble light communication (VLC) technology. In this Final Project an experiment or analysis carried out on a visible light communication (VLC) system using On Off Keying modulation Null Return to Zero and make a comparasion of several different Bit Rate values, such as Bit Rate 622Mbit/s, Bit Rate 2x 622Mbit/s, Bit Rate 2,5 Gbit/s and Bit Rate 10 Gbit/s simulated in a 5mx5mx3m enclosed space with 1 LED light at the coordination point (1,25;1,25;3)m. The contribution of this Final Project can determine the effect of the comparison value of Bit Rate on the receiver to the communication coverage with the largest area coverage value is 24,24 m2 on Bit Rate 622 Mbit/s and the smallest value is 13,12 m2 on Bit Rate 10 Gbit/s. Keywords: VLC, Bit Rate, OOK-NRZ, BER
Analisis Perancangan Ibc (indoor Building Coverage) Menggunakan Media Transmisi Rof (radio Over Fiber) Pada Jaringan Lte Untuk Layanan Data Wani Wahdania; Uke Kurniawan Usman; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan berkembangnya teknologi sistem komunikasi seluler dan bertambahnya gedung-gedung bertingkat di kota kota besar seperti gedung perkantoran, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan atau mall yang tiap harinya memiliki jumlah pengunjung yang banyak sehingga provider harus memastikan bahwa kualitas jaringan yang disediakan itu sudah baik. Berdasarkan hasil drivetest dan walktest yang didapatkan sebelumnya, kualitas jaringan LTE yang diterima user didalam gedung pusat perbelanjaan Pasar Baru tidak dapat diterima dengan baik karena power dari eNodeB mengalami redaman yang cukup besar dari dinding-dinding bangunan yang dilewati.Pada tugas akhir ini, dilakukan perencanaan IBC (Indoor Building Coverage) agar memperbaiki kualitas jaringan LTE yang berada di Gedung Pasar Baru Bandung. Dalam Perencanaan ini, hal yang dilakukan adalah melakukan walktest untuk mengetahui kondisi jaringan yang ada di Gedung Pasar Baru, melakukan perbandingan antara perhitungan berdasarkan capacity planning dan coverage planning yang tujuannya untuk mendapatkan jumlah BTS yang akan digunakan, dan melakukan simulasi perencanaan menggunakan software optisystem dan RPS (Radio Propagation Simulator) serta menggunakan teknologi ROF (Radio Over Fiber).Dari hasil perencanaan ini setelah melakukan perbandingan antara capacity planning dan coverage planning dibutuhkan 23 PAP perlu dipasang di gedung Pasar Baru Bandung. Kemudian dari hasil simulasi untuk lantai basement sampai lantai 7 telah menghasilkan RSL yang sesuai dengan standar KPI operator XL yaitu diatas 90% dimana presentase terendah yaitu 94,18% dan presentase tertinggi yaitu 100%. Begitupun dengan nilai SIR dimana prensentase terendah yaitu 90,96% dan presentase tertinggi yaitu 99,2%. Dan untuk hasil simulasi dari optisystem dengan nilai BER yang mendekati 0, dan hasil PLB senilai -17,5 dBm. Kata Kunci : walktest, LTE, optisystem, Capacity Planning, CoveragePlanning. Abstract Along with the development of cellular communication system technology and the increase of multi-storey buildings in big cities such as office buildings, hospitals, and shopping centers or malls which every day have a large number of visitors so the provider must ensure that the quality of the network provided is good. Based on the results of the drivetest and walktest obtained previously, the quality of the LTE network received by users in the Pasar Baru shopping center cannot be well received because the power from the eNodeB has considerable attenuation from the walls of the building being passed. In this final project, IBC (Indoor Building Coverage) is planned to improve the quality of the LTE networks in Pasar Baru building Bandung. In this plan, what is done is to conduct a walktest to find out the network conditions in Pasar Baru building, to make comparisons between capacity planning and coverage planning calculations that aim to obtain the number of PAP to be used, and carry out simulation planning using optic and RPS (Radio Propagation Simulator) and using ROF (Radio Over Fiber) technology. From the results of this plan, after making a comparisons between capacity planning and coverage planning, 23 PAP needed to installed in Pasar Baru building. Then the simulation result for the basement floor until 7th floor it has produced RSL which is in accordance with XL operator KPI standards which is above 90% where the lowest percentage is 94,18% and the highest percentage is 100%. Likewise with the value of SIR where the lowest percentage is 90,96% and the highest percentage is 99,2%. And for the results of the simulation of the optics get BER results almost zero, and the PLB results worth -17,5 dBm. Keywords: walktest, LTE, optisystem, Capacity Planning, Reach Planning
Prototipe Alat Ukur Kekuatan Beban Motor Wesel Portable Hazmi Aji Kusumo Nasution; Ahmad Sugiana; Mohamad Ramdhani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kereta api merupakan salah satu pilihan moda transportasi yang memiliki keunggulan dalam hal efisiensi biaya perjalanan. Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penambahan relasi perjalanan kereta api. Seiring dengan meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api, maka faktor keselamatan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Motor wesel merupakan salah satu perangkat pendukung perjalanan kereta api, perawatan secara berkala harus dilakukan agar dapat dipastikan motor wesel dalam keadaan layak digunakan. Salah satu parameter motor wesel dalam kondisi layak digunakan adalah kemampuaannya dalam menggerakkan beban berupa lidah wesel harus dapat berjalanan dengan baik. Oleh sebab itu, diperlukan instrumen yang tepat untuk dapat mengukur kekuatan motor wesel dalam menggerakkan beban. Alat ukur yang portable dapat memiliki nilai lebih karena dapat memudahkan petugas dalam melakukan perawatan. Perancangan sistem alat ukur digital dapat dijadikan pilihan agar dapat menunjang kepraktisan dan bersifat portable. Dengan sistem digital, komponen yang digunakan dapat lebih ringkas karena saat ini sudah terdapat sensor pengukur berat (loadcell) dan mikrokontroler sebagai komponen untuk pengolahan data serta LCD sebagai keluaran untuk menampilkan hasil pengukuran. Sebagai alat ukur, maka diperlukan metode yang efektif sehingga nilai keluaran hasil pengukuran dapat dipastikan kebenarannya. Penggunaan metode regresi linier dapat dilakukan agar mendapat hasil pengukuran dengan nilai toleransi kesalahan yang rendah. Oleh sebab itu diperlukan percobaan dalam pengambilan sampel data hasil pengukuran. Kata kunci : motor wesel, alat ukur, portable, regresi linier
Rancangan Perbaikan Kualitas Produk Thai Tea Dari Roffee’s Melty Puddingdengan Menggunakan Metode QFD Ozki Septariadi; Agus Achmad Suhendra; Budi Praptono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di eraglobalisasi seperti sekarang, zaman semakin berkembang dan modern. Pada umumnya masyarakat memilih untuk menjadi businessman dan membuka pasarnya sendiri atau usaha sendiri yang disebut dengan Usaha Kecil Menengah (UKM). Roffee’s Melty Pudding merupakan satu diantara banyak UKM di Bandung yang memiliki potensi dalam menggerakkan kegiatan perekonomian masyarakat. Roffee’s Melty Pudding menjual 11 varian rasa puding yang terdiri dari choco caramel, vanilla blue, manggo, green tea, taro, cheddar cheese, bubble gum, lychee, cotton candy, creme brulee, dan thai tea. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi atribut pudding Thai Tea ROFFEE’S yang dapat ditingkatkan dan dikembangkan sesuai urutan prioritas untuk mencapai kepuasan konsumen ROFFEE’S. Langkah pertama yang dilakukan adalah memperoleh true customer needs. Data tersebut kemudian diidentifikasi menjadi karakteristik teknis. Selanjutnya, setiap karakteristik teknis dinilai keterkaitannya dalam House of Quality (HoQ) yang menjadi tahap Quality Function Deployment (QFD). Metode QFD dapat membantu memprioritaskan kebutuhan user yang dapat dikembangkan sesuai kemampuan ROFFEE’S. Tahap selanjutnya adalah pengembangan konsep dengan membuat konsep-konsep alternatif baru yang nantinya akan dipilih oleh tim pengembang/ produksi ROFFEE’S. Tahap terakhir adalah part deployment atau QFD Iterasi dua. Tahap ini untuk menentukan prioritas critical part. Prioritas critical part dihasilkan berdasarkan prioritas karakteristik teknis yang telah didapatkan pada karakteristik teknis yang diperoleh dari QFD Iterasi satu. Kaca Kunci: House of Quality, Part Deployment , Quality Function Deployment, Karakteristik teknis, ROFFEE’S Abstract Eraglobalized as it is now, the era is growing and modern. In general, people choose to become businessmen and open their own markets or their own businesses, called Small and Medium Enterprises (UKM). Roffee’s Melty Pudding is one of the many SMEs in Bandung that has the potential to drive people's economic activities. Roffee’s Melty Pudding sells 11 variants of pudding consisting of choco caramel, vanilla blue, mangosteen, green tea, taro, cheddar cheese, bubble gum, lychee, cotton candy, creme brulee, and thai tea. This study aims to identify the attributes of the Pudding Thai Tea ROFFEE that can be improved and developed in order of priority to achieve customer satisfaction ROFFEE 'S. The first step is to obtain true customer needs. The data is then identified as technical characteristics. Furthermore, each technical characteristic is assessed as being related to the House of Quality (HoQ), which becomes the Quality Function Deployment (QFD) stage. The QFD method can help prioritize user needs that can be developed according to ROFFEE's ability. The next stage is the development of concepts by creating new alternative concepts which will later be selected by the development team / production of ROFFEE 'S. The last step is part deployment or QFD Iteration two. This stage is to determine the priority of the critical part. The critical part priority is generated based on the priority of technical characteristics that have been obtained on the technical characteristics obtained from QFD Iteration one. Keywords: House of Quality, Part Deployment, Quality Function Deployment, Technical characteristics, ROFFEE 'S

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue