cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Analisis Deteksi Malicious Activity Menggunakan Metode Analisis Malware Dinamis Berbasis Anomali Damar Auriga Daniswara; Avon Budiyono; Ahmad Almaarif
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang semakin meningkat memberikan peluang terjadinya cyber-crime dengan memanfaatkan penggunaan internet. Salah satu kejahatan cyber yang dapat merugikan individu ataupun perusahaan adalah serangan dari malware. Malware merupakan software yang sengaja dirancang untuk pencurian data, manipulasi data serta mendapatkan akses penuh terhadap host yang sudah terinfeksi. Menurut situs av-test.org serangan malware semakin meningkat hingga 902.82 juta malware pada tahun 2019 dan menyebabkan kerugian hingga 11.7 juta dollar Amerika. Berdasarkan masalah tersebut, maka diperlukan analisis deteksi malware yang bertujuan untuk melihat malicious activity yang dilakukan oleh malware ketika malware dieksekusi pada komputer. Analisis dilakukan menggunakan metode analisis malware dinamis berbasis anomali yaitu dengan menjalankan sampel malware pada suatu environment yang sudah dirancang pada Virtual Machine. Anomali merupakan sebuah pola yang tidak sesuai dengan pola normal suatu program. Penelitian ini dilakukan dengan menguji 10 sampel malware yang diunduh secara random dan dianalisis menggunakan tiga tools yang berbeda untuk mendeteksi sampel malware. Anomali dari malware dilihat dari aktivitas yang mencurigakan, registry yang di akses dan API yang dipanggil oleh sampel malware. Hasil pengujian menggunakan tools akan dicocokkan dengan malicious activity data set yang berupa kumpulan API yang dipanggil oleh sampel malware, sehingga diperoleh hasil 40% dari total 10 sampel yang diuji terbukti merupakan malware. Kata kunci : malware, analisis malware, cyber-crime, analisis malware dinamis, anomaliAbstract With the advance in technology and broader use of internet, comes a greater threat in cyber-crime. One of such that can potentially harm individuals or companies is malware attack. Malware is a software that is thoroughly designed for data theft, data manipulation and full access control of the infected hosts. According to av-test.org, malware attacks have increased to 902.82 million malwares in 2019 and caused losses of up to 11.7 million US dollars. One of the ways to tackle these problems is to design a malware detection analysis which aims to detect malicious activity carried out by malware during the time it is executed. The analysis was carried out using anomaly-based dynamic malware analysis method, namely by running malware samples in an environment that was designed in Virtual Machine. Anomaly is a pattern that is not in accordance with the normal pattern of a program. This study was conducted by testing 10 randomly downloaded malware samples which were then analyzed using three different malware-detection tools. Anomalies from malware are tracked from suspicious activity, registry accessed and API calls by malware samples. The test results are then matched with malicious activity data sets in the form of a collection of APIs called by malware samples, which shows that 40% of the 10 samples tested proven to be malware. Keywords: malware, malware analysis, cyber-crime, dynamic malware analysis, anomaly
Antena Susun Mikrostrip Catuan Seri Untuk Wifi 802.11ac 5,3 Ghz Rizwan Herliady; Heroe Wijanto; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini dirancang dan direalisasikan antenna mikrostrip susun dengan menggunakan konfigurasi series yang digunakan untuk aplikasi Wifi generasi 802.11 AC dengan catuan mikrostrip feed line. Perancangan dan simulasi antena mikrostrip dilakukan di software perancang antena. Realisasi antena akan menggunakan bahan ROGER 4003C sebagai substrat dan tembaga sebagai ground plane serta patch. Antena hasil realisasi pada penelitian ini bekerja pada frekuensi 5,3 Ghz dengan polarisasi linier. Dengan nilai return loss sebesar --38,128 dB, VSWR 1,0555, gain 6,980 dBi, dan bandwidth 272 MHz. Antena hasil realisasi memiliki dimensi 11,7 cm x 5,4 cm x 0,0813 cm. Kata Kunci : Antena Mikrostrip, Susunan Catuan Seri,802.11 ac Abstract In this research will be designed and realized stacking microstrip antenna using a series of configurations used for Wifi generation 802.11 AC applications with a microstrip feed line. The design and simulation of microstrip antennas is done in the antenna designer. The realization of the antenna will use ROGER 4003C as a substrate and copper as a ground plane and patch.The antenna results of the evaluation in this study work at a frequency of 5.3 Ghz with linear polarization. With a return loss value of --38.128 dB, VSWR 1.0555, gain 6,980 dBi, and bandwidth of 272 MHz. The results of the realization of the antenna have dimensions of 11.7 cm x 5.4 cm x 0.0813 cm Keywords: Microstrip Antenna,Series-Fed Arrays,802.11 ac
Perancangan Dan Realisasi Rectenna Array Bow-tie Dipole Frekuensi 2,4 Ghz Dengan Voltage Multiplier Untuk Energy Harvesting Hendro Fransniko Situmeang; Levy Olivia Nur; Zulfi Zulfi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan energi hingga saat ini kebanyakan mengharapkan hanya dari fossil. Padahal sumber fossil seiring berjalannya waktu akan habis terpakai. Salah satu solusi menanggulangi hal tersebut adalah dengan energy harversting pada frekuensi radio. Tugas akhir ini membahas tentang perancangan dan pembuatan rectenna (rectifying antenna) untuk energy harvesting. Input dari rectenna adalah gelombang elektromagnetik dengan keluaran berupa DC. Antena yang dirancang dengan patch bowtie dengan array 1x2 dan groundplane yang dimodifikasi dengan u-slot dan rectifier menggunakan topologi 7 stage voltage multiplier dengan dioda scottky bat 46. Pada tugas akhir ini, nilai return loss setelah pengukuran adalah -18,445. Nilai VSWR pada frekuensi 2,4 GHz adalah 1,29 dan gain pada frekuensi kerja sebesar 2.798 dBi. Rectifier dengan input –2 dB dapat menghasilkan keluaran rata-rata 86,77 mV dan semakin rendah frekuensi maka semakin besar keluaran rectifier. Pengukuran rectenna dengan input rata-rata -26 dBm dapat menghasilkan keluaran 8,09 mV. Kata Kunci : Rectenna, Energy Harvesting, Dioda Schottky, Mikrostrip Abstract Energy needs up to now mostly expect only from fossils. Though fossil sources over time will be used up. One solution to overcome this problem is energy harversting on radio frequency. This final project discusses the design and manufacture of rectenna (rectifying antenna) for energy harvesting. Input from rectenna is an electromagnetic wave with an output in the form of DC. Antenna designed with patch bowtie with a 1x2 array and groundplane modified with u-slot and rectifier using a 7 stage voltage multiplier topology with bat 46 scottky diode. In this final project, the return loss value after the measurement is 18,445. The VSWR value at the 2.4 GHz frequency is 1,29 and gain at work frequency of 2.798 dBi. An input -2 dB rectifier can produce an average output of 86.77 mV and the lower the frequency the greater the output of the rectifier. Measurement of rectenna with an average input of -26 dBm can produce output of 8,09 mV. Keywords: Rectenna, Energy Harvesting, Schottky Diodes, Microstrip
Analisis Gelombang Sinyal Otak Orang Yang Aktif Bermain Game Dan Dalam Kondisi Normal Menggunakan Eeg 4 Kanal Andi Muhammad Wahyu Safaat; Inung Wijayanto; Sofia Sa’idah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bermain game merupakan salah satu cara untuk mengisi waktu luang saat tidak melakukan sesuatu, tidak hanya itu bermain game juga dapat menjadi salah satu solusi untuk menghilangkan stres. Bermain game dalam jangka waktu tertentu tentunya akan mempengaruhi kondisi gelombang otak seseorang. Gelombang otak manusia pastilah mengalami perubahan ketika dalam kondisi normal dan ketika melakukan aktifitas, dalam hal ini bermain game. Pada penelitian tugas akhir ini telah dilakukan analisis pada gelombang alfa dan beta otak manusia dalam kondisi normal dan saat bermain game, yang memberikan perbandingan dari kedua kondisi tersebut dan memperlihatkan hasil analisis yang diinginkan. Gelombang otak responden diambil dengan menggunakan alat Electroenchepalograph (EEG) 4 kanal dengan memanfaatkan metode Principal Component Analysis (PCA) saat dalam kondisi normal dan dalam kondisi bermain game. Metode PCA yang digunakan memiliki prosedur statistic transformasi orthogonal untuk merubah beberapa hasil pengamatan yang saling berkorelasi menjadi sekumpulan nilai linear yang saling tidak berkorelasi. Pada identifikasi sinyal menggunakan metode klarifikasi K-Nearest Neighbor (K-NN) adalah metode klasifikasi terhadap objek berdasarkan data latih yang memiliki jarak paling dekat dengan objek tersebut. Keluaran dari penelitian ini didapatkan hasil perbedaan sinyal alfa dan beta otak seseorang saat dalam kondisi normal dan keadaan bermain game dan menentukan kanal dan ciri mana yang paling efektif untuk digunakan yaitu TP9 dengan tingkat akurasi sebesar 94,44% pada kedua jenis sinyal. Hasil perbandingan bentuk sinyal menunjukan bahwa pada kedua kondisi yang ada, sinyal alfa lebih cenderung muncul pada sinyal otak dan pada kompleksitasnya, kondisi bermain game yang paling kompleks dibandingkan dengan kondisi normal. Hasil tersebut didapatkan dari perbandingan besaran nilai amplitudo, magnitudo, dan berdasarkan Eigen Value (EigVal). Kata kunci: Bermain game, EEG, Alfa, Beta, PCA, K-NN, EigVal Abstract Playing games is one way to fill your spare time when not doing something, not only that playing games can also be a solution to relieve stress. Playing games in a certain period of time will certainly affect the condition of one's brain waves. Human brain waves must undergo changes when under normal conditions and when doing activities, in this case playing games. In this final project, an analysis of the alpha and beta waves of the human brain has been carried out when under normal conditions and when playing the game, which provides a comparison of the two conditions and shows the desired analysis results. Respondents' brainwaves were taken using 4-channel Electroencephalograph (EEG) by utilizing the Principal Component Analysis (PCA) method when under normal conditions and playing the game. The PCA method used has an orthogonal transformation statistical procedure to convert several correlated observations into a collection of uncorrelated linear values. The signal identification method uses the K-Nearest Neighbor (K-NN) classification. K-NN is a method of classification of objects based on training data that has the closest distance to the object. The output of this final task was obtained by differences in the alpha and beta signals of a person's brain while in normal conditions and playing conditions and determining the channel and which are the most effective features to use, namely TP9 with average in 94,44% in both types of signals. The results of the signal form comparison show that in both conditions, alpha signals are more likely to appear in brain signals and in their complexity, the most complex playing conditions compared to normal conditions. These results are obtained from a comparison of the magnitude, magnitude, and Eigen Value (EigVal) values. Keywords: Playing game, EEG, Alpha, Beta, PCA, K-NN, Eigen Value
Implementasi Kontrol Posisi Antena Wi-fi Dengan Metode Pid I Made Hery Dharmagita; Sony Sumaryo; Agung Surya Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar pada zaman modern ini. Penggunaan internet seakan – akan menjadi kebutuhan pokok disemua kalangan mulai dari anak – anak, remaja, sampai kalangan yang tua. Internet (interconecction networking) adalah seluruh jaringan komunikasi yang menggunakan media elektronik yang saling terhubung satu sama lain menggunakan jalur transmisi. Komunikasi antar perangkat ini membutuhkan transmitter (pemancar sinyal) dan receiver (penangkap sinyal). Pemancar ini bisa berupa perangkat yang dapat mentransmisikan data yang kemudian diterima oleh receiver ynag biasanya berupa antena. Receiver merupakan salah satu hal penting dalam bidang transmisi karena pada saat receiver mengalami gangguan maka data yang diterima tidak akan maksimal. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya hal tersebut. Salah satu faktor yang mungkin dapat berpengaruhi yaitu posisi dari antena yang berfungsi sebagai recivier. Maka dibutuhkan alat yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kedua faktor tersebut. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan , dapat disimpulkan bahwa nilai keluaran sensor memiliki akurasi sebesar 98,905%. Saat penambahan kontroler PID respon sistem saat mencapai set point menjadi lebih cepat, waktu yang dibutuhkan hingga mencapai keaadaan stabil juga lebih cepat, dan dapat mengurangi osilasi pada respon sistem. Pada penambahan gangguan, rata – rata waktu yang dibutuhkan sistem untuk mencapai keadaan stabil adalah 7,25 detik. Kata Kunci : kontrol, antena, PID.
Perancangan Program Komunikasi Pemasaran Iking Kriuks Menggunakan Metode Benchmarking Dan Analytical Hierarchy Process Denta Elvianda Rizki Ramadhan; Husni Amani; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Iking Kriuks merupakan UKM (Usaha kecil dan Menengah) yang bergerak di bidang kuliner yang sedang berkembang di daerah Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat. Iking Kriuks menjual produk makanan berjenis cemilan seperti keripik basreng dan keripik lumpia. Iking Kriuks telah memasarkan produknya melalui social media, selain juga menjual produknya melalui kerja sama dengan beberapa gerai atau outlet di daerah Cimahi dan Bandung. Meskipun Iking Kriuks sudah melakukan penjualan hingga daerah Bandung, namun masih banyak yang belum mengetahui produk dari Iking Kriuks. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi program komunikasi pemasaran bagi Iking Kriuks untuk meningkatkan penjualan dan membentuk kesadaran merek atau brand awareness Iking Kriuks. Perancangan program komunikasi pemasaran tersebut menggunakan metode Benchmarking dan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memilih benchmark partner-nya beserta dengan bauran komunikasi pemasarannya. Rekomendasi rancangan program komunikasi pemasaran yang dapat diusulkan kepada Iking Kriuks diantaranya adalah: memperbaiki kualitas konten Instagram; pembuatan konten Instagram Story; memperbanyak frekuensi posting di Instagram; pembuatan website Iking Kriuks; menerapkan sistem promosi diskon; free shipping; endorsement; frekuensi promosi yang sering; menambah dan memperluas jaringan reseller atau distributor; serta mengevaluasi dan menerapkan e-commerce sebagai media penjualan Kata Kunci :Iking Kriuks, komunikasi pemasaran, benchmarking, Analytical Hierarchy Process, benchmark partner Abstract Iking Kriuks is an SME, (Small and Medium Enterprises) that is engaged in the culinary field in the Cihanjuang area, West Bandung Regency. Iking Kriuks sells food products snacks such as basreng chips and spring rolls chips. Iking Kriuks has marketed its products through social media, and sell its products through cooperation with several outlets in Cimahi and Bandung. Although Iking Kriuks has made sales in Bandung area, there are still many people who do not know about Iking Kriuks products. This study aimed to formulate a marketing communication program recommended for Iking Kriuks to increase sales and establish brand awareness Iking Kriuks. The design of the marketing communication program used the Benchmarking method and Analytical Hierarchy Process (AHP) to choose its benchmark partner along with its marketing communication mix. Recommendations on the design of the marketing communication program that can be proposed to Iking Kriuks include: improving the quality of Instagram content; creating Instagram Story content; increasing the frequency of posts on Instagram; making Iking Kriuks website; implements in a discount promotion system; free shipping; endorsement; frequent promotion frequency; expand a network of resellers or distributors; and implement e-commerce as a sales medium Keywords: Iking Kriuks, marketing communication, benchmarking, Analytical Hierarchy Process, benchmark partners
Analisis Performansi Segment Routing Pada Software Defined Network Menggunakan Kontroler Onos Safida Reynita Sari; Rendy Munadi; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jaringan SDN merupakan sebuah arsitektur yang baru pada sebuah jaringan yang memisahkan fungsi control plane dan data plane. Sehingga dalam pengelolaannya bisa menjadi lebih efisien dan sederhana dibandingkan pada jaringan konvensional. Salah satu parameter untuk menyediakan efisiensi pada jaringan SDN adalah dalam pemilihan jalur yang digunakan. Salah satunya menggunakan metode segment routing, dengan adanya segment routing nantinya dapat mengurangi aturan – aturan yang terdapat pada forwarding table, sehingga proses pengiriman data menjadi lebih efisien. Pada penelitian kali ini akan disimulasikan penggunaan segment routing dan membandingkannya dengan performansi jaringan tanpa menggunakan aturan segment routing pada SDN dengan menggunakan ONOS sebagai kontrolernya. Topologi yang digunakan adalah leaf spine. . Parameter yang akan diukur adalah resource utilization dan QoS. Pada Penelitian ini penggunaan memori pada segment routing sebesar 84% dan 50% untuk tanpa segment routing . Untuk penggunaan CPU 32% untuk segment routing dan 54% untuk tanpa segment routing Untuk packet loss pada layanan VoIP dan video ketika terjadi pengiriman secara bersamaan pada jaringan dengan menggunakan segment routing sebanyak 1,2% sedangkan tanpa menggunakan segment routing sebanyak 1,3%. Pada pengujian delay, throughput dan jitter pada layanan VoIP dan video menggunakan segment routing lebih besar nilainya dibandingkan dengan tanpa segment routing Kata Kunci : SDN, ONOS, Segment routing, Resource utilization dan QoS Abstract SDN network is a new architecture on a network that separates the control plane function and data plane. So that in its management can be more efficient and simpler than conventional networks. One of the parameters to provide efficiency on an SDN network is in the selection of the path used. One of them uses the segment routing method, with the segment routing later can reduce the rules contained in the forwarding table, so that the process of sending data becomes more efficient. In this research we will simulate the use of segment routing and compare them with network performance without using the segment routing rules on SDN using ONOS as the controller. The topology used is leaf spine. The parameters to be measured are resource utilization and QoS. In this research memory usage in the segment routing is 84% and 50% for without segment routing . For CPU usage 32% for segment routing and 54% for without segment routing . For packet loss on VoIP and video services when using segment routing as much as 1,2% while without using segment routing as much as 1,3%. In testing the delay, throughput and jitter on VoIP and video services using the segment routing the value is greater than without segment routing Keywords: SDN, ONOS, Segment routing, Resource utilization and QoS
Penentuan Dialek Jawa Menggunakan Metode Deep Neural Network Mustofa Restu Adi; Andrew Briand Osmond; Anggunmeka Luhur Prasasti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan banyak ragam suku bahasa dan budaya. Dari berbagai macam suku tersebut Indonesia mempunyai banyak bahasa daerahnya masing-masing sebagai ciri khas dan pembeda bahasa dari masing-masing daerah. Dalam hal ini untuk mempermudah tiap orang memahami intisari dari masing-masing bahasa dari berbagai macam suku dan daerah di Indonesia maka pengenalan ucapan sangatlah penting.Pengenalan ucapan memiliki banyak metode sebagai pembelajaran, salah satunya menggunakan Deep Learning. Deep learning merupakan sebuah model jaringan syaraf tiruan yang akhir-akhir ini mulai ramai dikembangkan. Deep Learning telah menunjukkan hasil yang baik dalam meningkatkan akurasi pengenalan suara atau kasus-kasus lainnya yang serupa. Deep Learning sendiri mempunyai berbagai macam pendekatan, tetapi pada penelitian ini penulis hanya menigmplementasikan salah satu pendekatan dari Deep Learning yaitu Deep Neural Network pada Speech Recognition. Algoritma DNN (Deep Neural Networks) adalah salah satu algoritma berbasis jaringan saraf yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Aplikasi yang dibuat ini hampir sama seperti aplikasi google voice dan translate pada umumnya, namun dalam fitur yang dibuat dalam google voice dan translate pengenalan ucapannyahanya bisa dalam bahasa umum tiap-tiap negara tidak bisa dalam bahasa daerah masing-masing tiap suku. Maka, dalam aplikasi yang akan dibuat nanti aplikasi bisa menentukan pengenalan bahasa tiap suku dan daerah tapi dalam aplikasi nanti hanya fokus dalam pengerjaan dialek berbahasa Jawa. Dalam aplikasi ini input yang berupa suara bahasa berdialek Jawaakan diolah menjadi output berupa teks berdialek Jawa. Tidak hanya mengenali satu dialek Jawa saja akan tetapi juga dapat menentukan dialek Jawa dari daerah mana yang di hasilkan. Kata Kunci :Deep Learning, Speech Recognition,Deep Neural Network, dialek
Analisis Efektivitas Mesin Bubut Pada PT. Smart Teknik Utama Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Dan Reliability Availability Maintainability (RAM) Muhammad Ilham Z; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Smart Teknik Utama merupakan perusahaan yang begerak di bidang industri yang memproduksi produk Rodhing Point sebagai permintaan tahunan dari PT Len Indonesia. Mesin bubut adalah mesin yang digunakan untuk mengulir part dari rodhing sehingga mesin bubut harus memliki performansi yang bagus dan bekerja secara optimal. Maka kebijakan maintenance pada mesin bubut harus tepat. Metode yang digunakan yaitu Overall Equipment Effectiveness (OEE) Analysis untuk mengetahui kinerja dan tingkat efektivitas mesin. Serta faktor six big losses untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan nilai OEE rendah. Metode selanjutnya yaitu Reliability Availability Maintainability (RAM) Analysis pada sistem kritis mesin dan mengetahui nilai performance indicator di sistem kritis mesin. Berdasarkan OEE didapatkan nilai OEE sebesar 65,02%. Nilai OEE yang telah didapatkan belum mencapai kriteria standar yang telah ditetapkan oleh JIPM sebesar 85%. Berdasarkan six big losses, diketahui bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan efektivitas mesin bubut adalah faktor idling and minor stoppages sebanyak 25,75% dimana angka itu 69% dari kerusakan total sehingga mengakibatkan performa mesin menurun. Pada mesin bubut juga terdapat 3 sub sistem kritis yaitu headstock, leadscrew, dan toolpost. Masing-masing sub sistem memiliki R(t) = 200 jam yaitu, headstock 39%, leadscrew 99%, dan toolpost 95%, sedangkan untuk mencapai kondisi maintainability lebih dari 85% dibutuhkan M(t) = 5 jam. Nilai inherent availability system 99,81% dan operational availability system 94.08%. Kata Kunci : Reliability- Maintenance-Availability, Overall-Equipment-Effectiveness, Six-Big-Losses. Abstract PT. Smart Teknik Utama is a company engaged in the industry that manufactures Rodhing Point products where the company produces rodhing points as an annual request from PT Len Indonesia. Lathes are machines that are used to scroll parts of rodhing so that the lathe must have good performance and work optimally. So the maintenance policy on the lathe must be right. The method used is Overall Equipment Effectiveness (OEE) Analysis to determine the performance and level of engine effectiveness. And the six big losses factor to find out what factors cause low OEE values. The next method is Reliability Availability Maintainability (RAM) Analysis on the critical system of the engine and knowing the value of the performance indicator in the critical system of the engine. Based on the OEE overall equipment effectiveness method, the OEE value was 65.02%. The OEE value that has been obtained has not reached the standard criteria set by JIPM at 85%. Based on the six big losses, it is known that the factors that most influence the decrease in the effectiveness of the lathe are the idling and minor stoppages factors of 25.75% where the figure is 69% of the total damage resulting in decreased engine performance. In the lathe there are also 3 critical sub systems, namely headstock, leadscrew, and toolpost. Each sub-system has R (t) = 200 hours, namely 39% headstock, 99% leadscrew, and 95% toolpost, whereas to achieve maintainability conditions of more than 85% it takes M (t) = 5 hours. 99.81% inherent availability system value and 94.08% operational availability system. Keywords–Reliability-Maintenance-Availability, Overall-Equipment-Effectiveness, Six-Big-Losses
Performansi Multipower Pada Fraksi Led Di Sistem Visible Light Communication (vlc) Di Dalam Ruangan Tertutup Berlian Nurfadhilah; Desti Madya Saputri; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi jaringan nirkabel semakin berkembang sangat pesat. Teknologi jaringan nirkabel optik atau Optical Wireless Communication (OWC) sangat diminati untuk menunjang kebutuhan sebuah teknologi informasi dan komunikasi.. Visible Light Communication (VLC) adalah teknologi baru di bidang komunikasi nirkabel optik, VLC merupakan media komunikasi melalui cahaya tampak dar Light Emitting Diode (LED) dapat di implementasikan untuk komunikasi sistem Indoor maupun komunikasi sistem Outdoor. Dalam Sistem Indoor VLC, Teknik penempatan dan daya masukan dari LED sangat bepengaruh terhadap sebuah Interference fraction cahaya LED. Semakin besar nilai Coverage fraction maka terdapat sebuah daerah cakupan LED yang tidak memiliki sinyal informasi. Pada Tugas Akhir ini penulis akan melakukan mensimulasikan performansi multipower dengan pada fraksi LED pada sistem berbasis VLC didalam ruangan tertutup, dengan menggunakan teknik modulasi OOK-NRZ dalam dimensi ruangan komunikasi 𝟓 𝒎 × 𝟓 𝒎 × 𝟑 𝒎. Hasil ini di dapatkan dengan menggunakan daya lampu sebesar 2.5 W dan 3 W LED sebagai transmitter yang memiliki ketinggian sebesar 𝟑 𝒎, berada di koordinat (2.1,2.1,3) meter dengan posisi user awal sebesar 2.15 m dengan kondisi directed LOS. Hasil menunjukan bahwa sistem VLC dengan fraksi lebih baik dibandingkan dengan sistem VLC tanpa fraksi. Hal ini di buktikan dengan hasil daya terima sistem VLC didalam ruangan, untuk penggunaan daya kirim sebesar 2.5 W dan 3 W mencapai minimum BER threshold sebesar 𝑩𝑬𝑹 ≤ 𝟏𝟎−𝟑 saat daya terima sebesesar -15 dBm dan -14.5 dBm. Dengan cakupan link komunikasi terbaik pada sistem VLC dengan fraksi penggunaan daya kirim 3 W sebesear 𝟐𝟓 𝒎𝟐 . Kata Kunci : Visible Light Communication, OOK-NRZ, Daya, Fotodioda, LED,OWC

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue