cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Perancangan Biaya Dan Waktu Penyelesaian Proyek Berdasarkan Kondisi Proyek Ducting Fo-sr Cluster Cynthia Summarecon Bandung Tahap 2 Dengan Menggunakan Metode Earn Value Management Dan Critical Path Method Muhammad Galih Niskala; Imam Haryono; Ika Arum Puspita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ducting fo-sr cluster Cynthia Summarecon Bandung tahap 2 yang dimulai pada tanggal 9 November 2018 – 9 Januari 2019 (10 Minggu). Sebelumnya proyek ducting fo-sr cluster Cynthia Summarecon Bandung tahap 1 mengalami keterlambatan dan hanya mencapai 51.18% dari total volume pekerjaan sehingga proyek diperpanjang. Pada minggu ke 4 proyek ducting fo-sr cluster Cynthia Summarecon Bandung tahap 2 yang direncanakan selesai 10 minggu memiliki nilai SPI sebesar 0.60 yang mengindikasikan proyek terlambat menjadi 14 minggu dan nilai CPI sebesar 0.99 yang mengindikasikan proyek overbudget maka perlu dilakukan pengalokasian biaya kembali untuk pekerjaan yang tersisa. Hasil perhitungan menggunakan CPM, penjadwalan ulang sisa proyek ducting fo-sr cluster Cynthia Summarecon Bandung ditemukan 7 kegiatan kritis. Proyek dipercepat menggunakan fast tracking method sehingga proyek dapat diselesaikan selama 10 minggu Kata kunci: Earn value Management, Penjadwalan ulang, Critical path method, Fast tracking, Disbursement Schedule
Fabrikasi Inter Layer Counter Electrode Karbon Untuk Dye-sensitized Solar Cell Diky Meidianto; Mamat Rokhmat; Shobih Shobih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) tipe monolitik yang hanya memiliki satu substrat banyakdikembangkan karena harga fabrikasi yang murah dan proses fabrikasi yang sederhana.Namun, efisiensi yang rendah merupakan salah satu kelemahannya. Salah satu penyebabnyaadalah counter electrode yang digunakan sebagai lapisan untuk meningkatkankonduktivitas substrat kaca FTO, tidak menempel kuat pada substrat kaca FTO, sehinggadiperlukan lapisan inter layer yang dapat meningkatkan konduktivitas lapisan counterelectrode serta meningkatkan adhesivitas antara counter electrode dengan substrat kacaFTO. Pada penelitian ini, bahan counter electrode yang diguankan adalah karbon dan bahaninter layer yang digunakan adalah karbon dan TiO colloid yang berfungsi sebagai binder.Pendeposisian setiap lapisan DSSC tipe monolitik dilakukan dengan teknik screen printing. Lapisan pertama karbon 1 (Inter Layer) memiliki komposisi 0,13 gr grafit, 0,2 ml TiO2colloid, 0,2 ml Triton 10% dan 0,25 ml terpineol dan karbon 2 (Counter Electrode) memilikikomposisi 0,5 gr carbon nanopowder, 2 gr bubuk grafit, 0,3 gr ethyl-cellulose, 0,25 gr TiOP25,dan 4,25 gr terpineol. Kedua lapisan karbon tersebut komposisinya dikali 10 untukmemperbanyak pasta yang dihasilkan. Massa grafit pada karbon 1 (Inter Layer)divariasikan menjadi 5 variasi yaitu 0,9 gr (A), 1,1 gr (B), 1,3 gr (C), 1,5 gr (D), dan 1,7 gr(E). Setelah inter layer karbon difabrikasi, dilakukan karakterisasi morfologi, pengukuranresistansi sheet, uji adhesivitas dan uji transmitansi serta karakterisasi I-V pada DSSC tipemonolitik yang telah difabrikasi. Hasilnya, pada morfologi inter layer karbon yangdikarakterisasi menggunakan SEM, diperoleh bahwa lapisan inter layer sampel B memilikipenyebaran grafit yang merata dan hanya sedikit terlihat adanya aglomerasi pada karbon.Selain itu, pada uji resistansi sheet menggunakan four point probe diperoleh hasil bahwa sampel B memiliki Rs yang stabil dengan rata rata 12,097±0,054 Ω/sq. Pada uji adhesivitas,terlihat bahwa lapisan karbon 1 yang melekat kuat pada substrat kaca FTO secara visual, dan pada uji transmitansi menggunakan UV-VIS, sampel B memiliki rasio transmitansiterkecil antara sesudah dan sebelum uji adhesivitas sebesar 1,963. Hasil karakterisasi I-VDSSC tipe monolitik, diperoleh efisiensi terbesar berasal dari sampel B yang memiliki massa1,1 gr grafit pada TiO colloid sebesar 1,258 %. Sehingga penambahan inter layer karbonantara counter electrode karbon dan substrat kaca FTO dapat meningkatkan efisiensi dariDSSC tipe monolitik 2Kata kunci: DSSC tipe monolitik, karbon, grafitAbstract Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) monolithic type which has only one substrate developed a lotbecause of the low price of fabrication and a simple fabrication process. However, lowefficiency is one of its weaknesses. One reason is the counter electrode which is used as a layerto increase the conductivity of the FTO glass substrate, not firmly attached to the FTO glasssubstrate, so that an inter layer is needed that can increase the conductivity of the counterelectrode layer and increase the adhesivity between the counter electrode and the FTO glasssubstrate. In this study, the material of counter electrode was used carbon and the inter layermaterial was used carbon and TiO2 colloid which functioned as binders. Deposition of eachmonolithic type DSSC layer is done by screen printing techniques. The first layer of carbon 1 (Inter Layer) has a composition of 0,13 gr graphite, 0,2 ml TiO2 colloid, 0,2 ml Triton 10% and0,25 ml terpineol and carbon 2 (Counter Electrode) has a composition of 0,5 gr carbonnanopowder, 2 gr graphite powder, 0,3 gr ethyl-cellulose, 0,25 gr TiO2-P25, and 4,25 grterpineol. The two carbon layers are multiplied by 10 to multiply the resulting paste. Graphitemass at carbon 1 (Inter Layer) varied into 5 variations, namely 0,9 gr (A), 1,1 gr (B), 1,3 gr (C),1,5 gr (D), and 1,7 gr (E). After fabricated inter layer carbon, soma characterizations weredone, like morphological characterization, sheet resistance measurement, adhesivity test andtransmittance test and I-V characterization on monolithic type DSSC were fabricated. As aresult, in the inter layer carbon morphology characterized using SEM, it was found that theinter layer of sample B had a uniform spread of graphite and only a small amount of carbonagglomeration was seen. In addition, the sheet resistance test using four point probes shows thatsample B has a stable Rs with an average of 12,097±0,054 Ω/ sq. In the adhesion test, it can be seen that the carbon 1 layer is firmly attached to the FTO glass substrate visually, and in thetransmittance test using UV-VIS, sample B has the smallest transmittance ratio between afterand before the adhesive test of 1,963. The results of the monolithic type I-V DSSCcharacterization, obtained the greatest efficiency derived from sample B which has a mass of 1.1gr graphite on the colloid TiO2 of 1,258%. So that the addition of the inter layer carbon betweenthe carbon electrode counter and the FTO glass substrate can improve the efficiency of themonolithic type DSSC Keywords: monolithic type DSSC, carbon, graphite 
Perancangan Sistem Tracking Berbasis Sensor Fusion (encoder Dan Accelerometer) Untuk Monitoring Posisi Agv Addinul Rafif Nufrinal; Angga Rusdinar; Ig. Prasetya Dwi Wibawa
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan robot di dunia industri dilatar belakangi oleh daya saing antar perusahaan yang semakin ketat. Robot telah diimplementasikan di semua lini produksi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas suatu produk terhadap permintaan pasar. Automated Guided Vehicle (AGV) merupakan salah satu dari banyak robot yang digunakan di dunia industri. AGV biasanya memiliki navigasi otomatis dan berfungsi untuk memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Kekurangan AGV saat ini adalah memiliki sistem tracking yang masih kurang akurat dalam pergerakan saat proses industri. Pada tugas akhir ini penulis akan merancang sistem tracking untuk monitoring posisi dari pergerakan AGV. Penelitian ini menggunakan algoritma differential steering untuk mendapatkan posisi koordinat x dan y yang akan ditampilkan di display. Kecepatan dan percepatan roda AGV dihitung menggunakan sensor encoder dan accelerometer yang diambil datanya, kemudian akan diproses di user menjadi titik-titik koordinat. Sebagai hasil dari penelitian tugas akhir ini pembacaan sensor encoder memiliki rentang error 0.1493202 m pada jalur lurus dan memiliki rentang error 1.8091 m pada jalur plan. Sensor accelerometer memiliki rentang error 0.0370698 m pada jalur lurus dan memiliki rentang error 1.8586 m pada jalur plan. Kata kunci : Automated Guided Vehicle, Sistem tracking, monitoring posisi, Differential Steering
Rancangan Beban Kerja Operator Spreader Dengan Menggunakan Metode Work Sampling Pada Divisi Produksi Pt. Lgi Fitaloka Diah Agustin; Budhi Yogaswara; Litasari W. Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Sumber daya manusia menjadi faktor penting sekaligus penentu dalam sebuah organisasi perusahaan untuk berkembangnya sebuah perusahaan tersebut. Salah satu hal yang perlu diperhatikan perusahaan adalah efisiensi dan efektivitas sumber daya yang ada untuk mengoptimalkan penggunaannya sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan kapasitas tiap pekerja agar menghasilkan produktivitas maksimal. Upaya perusahaan dalam menghasilkan produktivitas maksimal tentu harus memperhatikan beban kerja yang diterima oleh setiap pegawai. Beban kerja yang sesuai dan merata sangat diperlukan, hal ini disebabkan apabila tidak ada kesesuaian beban kerja maka akan berdampak terhadap produktivitas yang dihasilkan tiap pegawai tidak dapat maksimal. Analisis beban kerja yang dilakukan dapat digunakan untuk menentukan upaya perusahaan terhadap pegawai sesuai dengan beban kerja yang dimiliki, serta dapat menentukan kelonggaran atau allowance yang akan diberikan kepada setiap pekerjaan. Hasil analisis beban kerja dengan menggunakan metode work sampling diketahui bahwa urutan beban kerja dari tinggi ke rendah yaitu : pekerjaan manual spreader dengan nilai beban kerja sebesar 117.94 % ( kategori beban kerja tinggi) – pekerjaan auto spreader dengan nilai beban kerja sebesar 104.56 ( kategori beban kerja rendah). Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja terhadap masing – masing pekerjaan, didapatkan bahwa untuk pekerjaan manual spreader memiliki nilai kelonggaran sebesar 25.5 % , sedangkan untuk pekerjaan auto spreader memiliki nilai kelonggaran sebesar 23.00 %. Kata kunci : work sampling,beban kerja, kelonggaran Abstract - Human resources is an important factors and also determinant factors in a company organization for the development of a company. One of the things that needs to be considered by the company is the efficiency and effectiveness of existing resources to optimize its use in accordance with the needs of the company and the capacity of each worker to produce maximum productivity. The efforts of the company to produce maximum productivity is to pay attention to the workload of each employee. Appropriate and evenly distributed workloads are needed, because if there is no suitability of the workload it will have an impact on the productivity that produced by each employee cannot be maximized. The analysis of workload can be used to determine the company's efforts towards employees according to the workload they have, and also determine allowances that will be given to each job. The results of workload analysis using work sampling method are known that the sequence of workloads from high to low are: manual spreader work with a workload value of 117.94% (high workload category) - auto spreader work with a workload value of 104.56 (workload category low). Based on the results of the workload measurement on each job, it was found that for manual work spreader has a allowance value of 25.5%, while for auto spreader jobs has a allowance value is 23.00%. Keywords: work sampling, workload, allowance
Analisis Pengukuran Kualitas Website Menggunakan Metode Webqual 4.0 (studi Kasus: Website Kadatuan Koffie) Fakhri Fadhila Fathoni; Sri Widowati; Jati Hiliamsyah Husen
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak sriwidowati@telkomuniversity.ac.id, Kualitas dari website electornic commerce (e-commerce) merupakan sesuatu yang harus diperhatikanbagi sebuah perusahaan yang ingin memasarkan produknya menggunakan website tersebut. Kualitassebuah website yang baik menurut penggunanya menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalampemasaran produk kepada pengguna. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur kualitaswebsite melalui perspektif pengguna adalah WebQual 4.0. WebQual 4.0 memiliki tiga faktor dalammendeskripsikan kualitas sebuah website menurut persepsi pengguna yaitu usability quality, informationquality, serta service interaction quality. Ketiga faktor tersebut akan diukur berdasarkan masukan daripengguna, dan selanjutnya akan diolah dengan sebuah metode analisis data yaitu metode ImportancePerformance Analysis (IPA). Metode IPA membandingkan 2 buah persepsi pengukuran kualitas yaituantara kualitas aktual dan kualitas harapan dari persepsi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengukuran kualitas website e-commerce Kadatuan Koffie dengan WebQual 4.0, dimana sebelumnya dirancang sebuah tool pemodelan analisis data. Hasilpengukuran kualitas Website Kadatuan Koffie dengan berdasarkan masukan dari 100 pengguna diperolehhasil rata-rata nilai selisih dari ketiga faktor sebesar -0.16. Dengan itu website kadatuan koffie dianggapmasih belum memenuhi harapan pengguna. Setelah mendapatkan hasil pengukuran, dilakukan evaluasiterhadap hasil pengukuran kualitas dengan persepsi dari pemilik website untuk memastikan metodepengukuran dapat dengan tepat mengukur kualitas website. Diperoleh nilai positif dalam hasil evaluasiyang menandakan, hasil pengukuruan beserta metode pengukuran kualitas dapat diterima dan dipercayaoleh pemilik website.Kata Kunci: Kualitas Website, WebQual, Importance Performance Analysis, Kadatuan Koffie.Abstract Quality of an electronic commerce (e-commerce) website is something that must be considered by acompany that wants to introduce its product to the masses. Good website quality according to the users isone of the main determinant for products marketing. One method that can be used for measuring websitequality through a user perspective is WebQual 4.0. WebQual 4.0 has three factors to describe a websitequality according to user perceptions, which is: usability, information, and service interaction quality. These three factors can be measured based on input from its user, and will be processed trough data analysismethod, which is Importance Performance Analysis (IPA) method, The IPA method compares 2 perceptionsof quality measurement, between actual quality and expectations quality from its user's perception. This study aims to measure the quality of Kadatuan Koffie e-commerce website with WebQual 4.0,which previously designed by data analysis modeling tool. Kadatuan Koffie website quality measurementsresults based on input from 100 users obtained the average value of the difference from the three factors is-0.16. therefore, the kadatuan koffie website is considered still not meet best expectations of its users. Afterobtaining the measurement results, an evaluation is necessary with website owner perception to ensure thatthe measurement method can precisely measure the quality of the website. Positive values from theevaluation results indicate that the measurement results and quality measurement methods can be acceptedand trusted by the website owner.Keywords: Website Quality, WebQual, Importance Performance Analysis, Kadatuan Koffie.
Gabungan Metode Support Vector Machine (SVM) dan Equal Weight Portofolio (EWP) Untuk Pengambilan Keputusan Jual Beli Saham Novelya Nababan; Deni Saepudin; Aniq Atiqi Rohmawati
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memprediksi pergerakan harga saham yaitu Support Vector Machine (SVM) dengan menggunakan kernel linear. Pada penelitian ini menggunakan tiga pendekatan sebagai inputan model, pendekatan pertama untuk inputan data diperoleh dari perhitungan inputan SVM dengan dua puluh dua atribut menggunakan data trading (open, high, low, dan close prices) yang dimana algoritma SVM akan mendapatkan prediksi dan menjadi nilai bobot, nilai bobot yang didapatkan digunakan untuk menghitung return portofolio, dan EWP memberi bobot yang sama kepada semua perusahaan, sedangkan mean variance (MV) akan mendapatkan bobot yang akan di masukkan ke dalam prediksi SVM pada semua perusahaan. Pada penelitian ini menggunakan data historis setiap perusahaan dari 2005 sampai 2018. Data ini digunakan untuk mempelajari pola yang pada akhirnya dapat memprediksi pergerakan harga saham dari setiap perusahaan. Kinerja Algoritma SVM + EWP menunjukkan hasil yang optimal dibandingkan dengan EWP tanpa SVM masih belum menunjukkan hasil yang optimal. Nilai maksimal yang diperoleh return portofolio SVM + EWP adalah 14.71%, return portofolio EWP tanpa SVM adalah 0.27%, dan return portofolio SVM + MV adalah 0.12%, dengan nilai rata-rata return portofolio masing-masing algoritma adalah 10.30%, 0.94%, 1.76%. Kata kunci:SVM, Equal Weight Portofolio, Mean Variance
Pengendalian Jadwal Proyek Dengan Metode Project Schedule Compression Dan Alternative Analysis Method Pada Proyek Fiber To The Home (FTTH) Shutdown Sto Sumedang Muhammad Kadef; Ika Arum; Putu Yasa
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT.XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa layanan telekomunikasi dan jaringan di wilayah Indonesia. Proyek PT.XYZ adalah FTTH yang berlokasi di STO Sumedang yang ditargetan untuk mulai pada tanggal 6 Mei - 28 Juli 2019 dan memiliki total waktu pekerjaan 43 hari. Diketahui progres yang sudah diselesaikan berbeda dengan target rencana proyek. Terjadinya perbedaan progress disebabkan kurang baiknya fase monitoring dan controlling selama proyek berlangsung, hal ini tercantum pada Kurvas planning dan Kurva-s actual. Dikarenakan perbedaan actual dan planning proyek STO Sumedang teridenifikasi keterlambatan maka dilakukan performasi proyek dengan menggunakan pendekatan Earn Value Management (EVM). Melalui pendekatan Earn Value, proyek dilakukan earned value analysis, variance analysis, performance index analysis. Hasil perhitungan EVM maka akan diketahui performasi progres setiap pekerjaan. Kemudian dilakukan CPM atau critical path method untuk mencari jalur kritis dari setiap jaringan pekerjaan yang akan dilakukan percepatan proyek dengan menambah jam kerja menggunakan metode alternative analysis . Metode alternative analysis digunakan sebagai acuan pengambilan keputusan yang tepat dan efektif. Berdasarkan analisis dengan metode What-if dengan jam kerja 8 jam perhari percepatan 10% akan menambah jam kerja sebanyak 53 menit perhari atau 1 jam perhari, percepatan sebanyak 20% menambah jam kerja sebanyak 2 jam perhari, percepatan 30% menambah jam kerja sebanyak 3.43 jam percepatan, percepatan 40% menambah jam kerja sebanyak 5.3 jam percepatan, dan percepatan 50% menambah jam kerja sebanyak 8 jam kerja perhari. Kata kunci: FTTH, EVM, CPM, Alternative Analysis , Kurva-s Abstract PT. XYZ is a company engaged in telecommunications and network services in the territory of Indonesia. Project PT.XYZ is FTTH located in the targeted STO Sumedang to start on 6 May - 28 July 2019 and have a total work time of 43 days. The progress that has been completed is different from the target of the project plan. The difference in progress is due to the poor monitoring and controlling phase during the project, which is stated in the planning curve and the actual curve. Due to the actual differences and planning of the STO project Sumedang was identified, the project performance was carried out using the Earn Value Management (EVM) approach. Through the Earn Value approach, the project is carried out earned value analysis, variance analysis, performance index analysis. The results of EVM calculations will know the progress of each job. Then a CPM or critical path method is performed to find the critical path of each network of work that will accelerate the project by adding hours of work using the alternative analysis method. The alternative analysis method is used as a reference for making appropriate and effective decisions. Based on the analysis by the alternative analysis method with 8 hours of work per day acceleration of 10% will increase work hours by 53 minutes per day or 1 hour per day, an acceleration of 20% increases working hours by 2 hours per day, an acceleration of 30% increases working hours by 3.43 hours acceleration, 40% acceleration increases working hours by 5.3 hours acceleration, and a 50% acceleration increases working hours by 8 working hours per day. Keyword: FTTH, EVM, CPM, What-If, Kurva-s
Sistem Deteksi Intrusi Menggunakan Algoritma Genetik Pada Serangan Dos Di Protokol Tcp Dan Udp Muhammad Akmal Fauzi; Ahmad Tri Hanuranto; Casi Setianingsih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini perkembangan di dunia teknologi jaringan sangat pesat serta penggunaan internet yang semakin bertambah, dengan bertambahnya pengguna internet maka jumlah kebutuhan network pun juga ikut bertambah. Risiko dari bertambahnya jumlah kebutuhan network membuat lalu lintas jaringan semakin kompleks dan risiko penyerangan terhadap data yang dilindungi dari sebuah server. Karena banyaknya ancaman yang terjadi di jaringan komputer, maka diperlukan sebuah sistem yang dapat mengamankan jaringan komputer tersebut. Intrusion Detection System atau yang biasa disebut dengan IDS adalah sistem yang memonitor lalu lintas jaringan untuk aktivitas yang mencurigakan dan memberikan peringatan ketika aktivitas tersebut ditemukan. Untuk memecahkan masalah tersebut, pada Tugas Akhir ini dilakukan analisis dari proses IDS menggunakan KDD99 sebagai dataset dengan menggunakan algoritma genetik sebagai fitur seleksi dan algoritma KNN sebagai klasifikasi dan evaluasi. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, fitur seleksi menggunakan algoritma genetik mendapatkan 18 fitur terbaik yang akan digunakan dari 41 fitur, dengan rata-rata akurasi 84,17 % , dan klasifikasi menggunakan algoritma KNN dengan akurasi data training 99,98%, data testing dengan rata-rata 97,52% dan ratarata perhitungan manual diparameter k=1 78,57%, k=3 76,40%, k=5 76,86%, k=7 76,71%, k=9 77,57%. Kata Kunci : Intrusion Detection System, IDS, Genetic Akgorithm, GA, Security Network, Network Computer. KNN, Dataset, KDD99. Abstract At present the development in the world of network technology is very rapid and internet usage is increasing, with the increase in internet users, the number of network needs also increases. The risk of increasing the number of network needs makes network traffic more complex and the risk of attacking protected data from a server. Because of the many threats that occur on computer networks, it requires a system that can secure the computer network. Intrusion Detection System or commonly called IDS is a system that monitors network traffic for suspicious activities and gives a warning when the activity is found. To solve this problem, in this Final Project do analyze the IDS process using KDD99 as a dataset using genetic algorithms as a selection feature and KNN algorithm as classification and evaluation. Based on the tests performed, the selection feature uses a genetic algorithm to get the 18 best features to be used from 41 features, with an average accuracy of 84,17%, and classification using the KNN algorithm with accuracy of training data 99,98% , data testing with average 97,52% and the average manual calculation parameter k=1 78,57%, k=3 76,40%, k=5 76,86%, k=7 76,71%, k=9 77,57%. Keywords : : Intrusion Detection System, IDS, Genetic Akgorithm, GA, Security Network, Network Computer. K-NN, Dataset, KDD99..
Optimasi Suhu Kalsinasi Terhadap Sintesis Nanostruktur Zno Sebagai Fotokatalis Dengan Memanfaatkan Buah Nanas Sebagai Pengkelat Anisa Nur Rezky; Abrar Abrar; Indra Wahyudin Fathonah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ZnO telah disintesis dengan metode sol-gel menggunakan pengkelat dari ekstrak buah nanas sebagai solusi agardapat mengurangi penggunaan zat kimia. Buah nanas yang digunakan yaitu nanas madu dan nanas batu yangmemiliki kandungan kadar gula total berbeda. Pada nanostruktur ZnO yang menggunakan pengkelat nanas madu disintesis pada suhu kalsinasi 500, 600, 700, 800, dan 900˚C. Nanostruktur ZnO yang menggunakan pengkelatnanas batu berhasil disintesis pada suhu kalsinasi 700 dan 800˚C. Dalam eksperimen ini dipelajari efek suhukalsinasi terhadap hasil nanostruktur ZnO serta pengaruhnya saat diaplikasikan sebagai fotokatalis untukmendegradasi methylene blue. Hasil karakterisasi morfologi dengan SEM sampel menggunakan pengkelatnanas madu di suhu kalsinasi 800˚C diketahui bahwa ukuran partikel berada pada rentang 0,540 – 3,614 μmdengan rata-rata 1,858 μm, hasil yang masih besar diperkirakan terjadi karena adanya aglomerasi. Karakterisasiterhadap sifat kristal dengan menggunakan XRD di dapatkan ukuran kristal pada sampel menggunakanpengkelat nanas madu di suhu kalsinasi 800˚C dengan rata-rata 35,10 nm sementara pengkelat nanas madu disuhu kalsinasi 700˚C, ukuran kristalit yaitu dengan rata-rata 30.90 nm. Kedua sampel yang dikarakterisasi sifatkristalnya dengan menggunakan XRD memiliki struktur kristal wurtzite berbentuk heksagonal yang berukuran a= 3,25 x 10−10 m dan c = 5,21 x 10−10 m.Kata kunci : ZnO, green synthesis, metode sol-gel, degradasi metilen biru, suhu kalsinasi Abstract ZnO has been synthesized by the sol-gel method with chelate from pineapple (Ananas comosus (L.)) extract, asa solution to reduce the chemical substances. Pineapple extract is used as a chelate because it has high totalsugar content. ZnO nanostructure that has been synthesized with cayenne pineapple chelate was synthesized atcalcination temperatures of 500, 600, 700, 800 and 900 ˚C, whereas ZnO nanostructure that has beensynthesized with queen pineapple chelate was synthesized at calcination temperatures of 700 and 800 ˚C. Themorphology of ZnO nanostructure has been checked by Scanning Electron Microscopy (SEM). ZnOnanostructure that has been synthesized with cayenne pineapple chelate at calcination temperature of 800 ˚Cshowed particle size average of 1,858 μm, these result was still too large and occurred due to agglomeration.The crystallite structure of calcined powders were analyzed using XRD. The average size of zno nanostructurecrystallite was synthesized with cayenne pineapple chelate at 800 ˚C calcination temperature, which was 35,10nm while at calcination temperature 700 ˚C the average size of crystallite was 30.90 nm. The diffraction peaks can be indexed as hexagonal wurtzite structure of ZnO (a = 3,25 x 10−10 m, c = 5,21 x 10−10 m) and diffractiondata were in good agreement with the JCPDS card for ZnO (JCPDS 36-1451). The photocatalytic activity ofZnO catalysts obtained by modified sol-gel method at different calcination was valuated for the photodegradation of methylene blue under UV light. The most effective degradation occurred in Zno nanostructurewhich was synthesized with cayenne pineapple as chelate at 700 ˚C calcination temperature during UVirradiation for 240 minutes, the degradation rate was 55,87% at a concentration of 10 ppm MB solution. Keywords: ZnO, green synthesis, sol-gel method, degradation of methylene blue, calcination temperature
Implementasi Algoritma K-means Untuk Clustering Penyakit Hiv/aids Di Indonesia Andi Andrea Lesmana; Yudha Purwanto; Ashri Dinimaharawati
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kasus HIV / AIDS di Indonesia telah menjadi kasus yang tidak pernah lolos dari kota. Perhatian terhadap angka kematian terus meningkat membuat orang khawatir tentang penyebaran HIV / AIDS. HIV / AIDS hanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual dari orang yang terinfeksi, transfusi darah yang terkontaminasi dengan HIV / AIDS, dan dari perempuan yang terinfeksi HIV kepada anaknya selama kehamilan, persalinan, dan menyusui. Di Indonesia , jumlah kasus HIV / AIDS membuat instansi terkait harus bertindak cepat dan akurat. Konseling dan tes HIV / AIDS dapat dilakukan di Indonesia berdasarkan provinsi dengan pasien tertinggi. Selain itu, ini akan diintegrasikan oleh jumlah kluster orang dengan HIV / AIDS menggunakan algoritma K-Means yang akan membantu pihak terkait untuk mengambil tindakan terhadap HIV / AIDS Pada penelitian ini , membuat aplikasi berbasis web . Aplikasi dibuat dengan menggunakan PHP sebagai bahasa pemograman , MySql sebagai ruang penyimpanan data dan CodeIgneter3 sebagai framework dari aplikasi ini. Diharapkan bisa mempermudah dalam pembuatan aplikasi tersebut. Aplikasi ini akan mengolah data dengan menggunakan algoritma K-Means. Selanjutnya, aplikasi berbasis web ini akan diintegrasikan dengan mengelompokkan jumlah orang dengan HIV / AIDS menggunakan algoritma K-Means yang akan membantu pihak terkait untuk mengambil tindakan terhadap HIV / AIDS di Indonesia. Keyword : clustering, HIV/AIDS, K-MEANS , data mining

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue