cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip E-sahped Fraktal Triplrband Untuk Sistem Komunikasi Seluler Arif Rahman Harahap; Tengku Ahmad Riza; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Saat ini dikembangkan sebuah sistem teknologi baru yang dikenal dengan small cell solution. Sistem teknologi ini dibuat untuk mengoptimalkan jaringan seluler baik 2G,3G maupun 4G pada daerah yang padat trafik. Salah satu komponen penting dalam sistem komunikasi seluler adalah antena. Untuk mendukung sistem teknologi small cell ini dibutuhkan sebuah antena yang efektif dan efisien terutama dari segi ukuran agar tidak memakan banyak ruang dalam pengaplikasiannya. Permasalahan yang terjadi adalah bagaimana membuat antena yang efisien, berdimensi kecil, dan memenuhi spesifikasi untuk komunikasi seluler. Untuk saat ini banyak antena yang telah direalisasikan yang memenuhi spesifikasi antena BTS, seperti antena sectoral. Namun ukurannya terlalu besar jika diaplikasikan dalam sistem teknologi small cell. Maka dari itu, pada Tugas Akhir ini dirancang dan direalisasikan sebuah antena microstrip E-shaped Fractal Tripleband yang bekerja pada frekuensi GSM, UMTS dan LTE dalam satu antena yang mendukung teknologi komunikasi seluler yang bertujuan untuk efisiensi penggunaan antena. Antena mikrostrip dipilih karena struktur yang ringan dan dimensi yang kecil namun tidak mengurangi kualitas dari antena yang dirancang. Digunakan teknik end parasitic untuk meningkatkan gain dari antena. KATA KUNCI : E-shaped fractal, end parasitic, sectoral, small cell
Analisa Pengaruh Nilai Received Total Wideband Power Yang Tinggi Pada Node-b Terhadap Call Setup Success Rate Setelah Instalasi Rf Filter Sitha Vrindhavani Devi Putri; Arfianto Fahmi; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada komunikasi seluler dengan multiple operator yang beroperasi pada area geografis yang berdekatan yang menjadikan oknum tidak bertanggung jawab merancang repeater ilegal yang dibuat diluar standar operator agar mendapatkan keuntungan pribadi tetapi merugikan operator karena dapat menyebabkan efek inteferensi yang tinggi, salah satu indikatornya adalah ditemukan permasalahan RTWP yang mana menjadi salah satu kontributor utama penurunan QoS pada jaringan komunikasi seluler yaitu CSSR. RTWP merupakan total daya terima yang terdapat pada jaringan W-CDMA (Node-B), mencakup noise yang diterima yang dihasilkan dari penerima. Menurut standar ITU-T nilai RTWP yang ideal berada antara -115 hingga -90, dan CSSR adalah salah satu indikator kinerja utama KPI yang digunakan oleh operator untuk menilai kinerja jaringan mereka. Menurut standar ITU-T nilai CSSR yang ideal harus mencapai >95%. Pada tugas akhir ini yang dilakukan pada Node-B di Pelabuhan Benoa adalah melakukan inslatasi RF Filter, identifikasi internal maupun eksternal pada Node-B yang terdapat permasalahan RTWP, dan perbaikan CSSR yang dicapai setelah implementasi RF Filter pada Node-B dengan drive test menggunakan TEMS dan G-Net Track serta collect data measurement U2000. Dari penelitian yang sudah dilakukan dapat diperoleh hasil nilai RF filter dapat meredam noise sebesar 35,31 dBm. Sehingga nilai RTWP yang sebelumnya sangat tinggi yaitu -71,00 dBm setelah melakukan instalasi RF filter nilai RTWP membaik menjadi -111,00 dBm. Dan pada uji lapangan drive test RSCP memiliki perbaikan menjadi -66,00 dBm dan Ec/No juga mengalami perbaikan menjadi -5,00 dB. Abstract In a cellular communication with multiple operators operating in adjacent geographic areas that cause irresponsible people to design illegal repeaters that are made outside the operator's standards in order to gain personal benefits but are detrimental to the operator as they may cause high interference effects, one of the indicators is the discovery of RTWP problems which became one of the main contributors to the decline in QoS on the mobile communication network, CSSR. RTWP is the total power received on the WCDMA network (Node-B), including the received noise generated from the receiver. According to the ITUT standards, the ideal RTWP values are between -115 to -90, and CSSR is one of the key performance indicators of KPIs used by operators to assess their network performance. According to the ITU-T standards, the ideal CSSR value should reach> 95%. In this final project, things done on Node-B in the Benoa Port were the installation of RF Filter, both internal and external identification on Node-B with RTWP problems, and a CSSR improvement which was achieved after the implementation of RF Filter on Node-B with drive test using the TEMS and G-Net Track and collect data measurement U2000. From the research that has been done, it was found that the value of RF filter can reduce the noise of 35.31 dBm, so the previous RTWP value which was very high, -71,00 dBm, after the installation of RF filter was improved to -111.00 dBm. And on the drive test field test, the RSCP has improved to -66.00 dBm and Ec / No also improved to -5.00 dB. Keywords: RTWP, CSSR, RF Filter
Deteksi Penyakit Tulang Osteopenia dan Osteoporosis Menggunakan Metode Threshold Otsu Detection of Osteopenia and Osteoporosis Bone Disease Using Otsu Threshold Method Markus Sihombing; Unang Sunarya; Ratri Atmadja
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteopenia dan osteoporosis merupakan dua penyakit tulang yang sering terjadi pada manusia. Kedua penyakit ini sering terjadi tanpa adanya gejala pada penderita penyakit tersebut. Tugas akhir ini mengacu pada referensi tugas akhir yang ada sebelumnya, hanya saja dalam tugas akhir ini, tidak hanya dapat mendeteksi penyakit osteoporosis, tetapi juga dapat mendeteksi penyakit osteopenia.Sistem dirancang dengan menggunakan algoritma threshold metode Otsu dan memanfaatkan citra X-Ray tulang femur. Dalam analisisnya, metode Otsu dapat menentukan nilai ambang dari suatu citra secara otomatis. Sistem ini memakai dua buah nilai threshold (SETUP) sehingga dapat membedakan 3 jenis tulang, yaitu tulang normal, tulang osteopenia, dan tulang osteoporosis. Hasil dari sistem ini adalah sistem dapat mengklasifikasikan tulang menjadi 3 tulang yaitu tulang normal, tulang osteopenia, dan tulang osteoporosis secara nonrealtime dengan tingkat akurasi sistem sebesar 80%. Kata kunci : Osteopenia, Osteoporosis, Metode Otsu, Threshold, Matlab
Analisis Pengaruh Pola Penyebaran Node Pada Jaringan Sensor Nirkabel Ari Satrio; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Sensor Network (WSN) merupakan infrastruktur jaringan nirkabel yang menggunakan node sensor untuk memonitor fisik atau kondisi lingkungan sekitar dimana salah satu karakteristik WSN yaitu daya power yang terbatas. Salah satu usaha untuk menghemat konsumsi energi adalah dengan menghindari collision (tabrakan data). Salah satu metode untuk menghindari collision yaitu dengan metode control pada node. Control pada node adalah metode penempatan dan pengaturan jarak antar node dengan memperhatikan posisi node tetangganya. Dengan memperhatikan penempatan pada node maka akan menghindari kemungkinan terjadinya collision dimana salah satu penyebab konsumsi energi yang besar adalah adanya collision. Pada penelitian kali ini penulis akan membandingkan persebaran random, persebaran grid dan persebaran regular hexagonal. Dari hasil yang dilakukan pada jaringan dengan traffic padat untuk packet delivery ratio regular hexagonal menghasilkan 36.10% dan 15.82% lebih baik dari random dan gri d. Untuk throughput, regular hexagonal menghasilkan 37.74% dan 18.37% lebih baik dari random dan grid. Untu k energy consumption, regular hexagonal mengkonsumsi energi 6.42% dan 11.05% lebih kecil dari random dan grid. Pada kondisi traffic normal, untuk packet delivery ratio grid menghasilkan 12.92% dan 26.51% lebih besar dari regular hexagonal dan random. Untuk throughput, grid menghasilkan 12.16% dan 28.21% lebih baik dari regular hexagonal dan random. Kata kunci : WSN, Persebaran Random, Persebaran Grid, Persebaran Regular Hexagonal.
Pengembangan Strategi Purchasing Komoditi Raw Material Non Metal Untuk Menentukan Tipe Kerjasama Dengan Menggunakan Metode Supply Positioning Model Pada Program Mkii Di Pt Dirgantara Indonesia (persero) Ilham Maulana Hakim; Dida Diah Damayanti; Meldi Rendra
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Dirgantara Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pesawat terbang. Salah satu divisi yang berperan penting terkait dengan pengadaan material. Pengadaan material merupakan aktivitas yang memiliki kontribusi besar karena tanpa ada aktivitas ini maka aktivitas produksi tidak bisa berjalan. Tugas divisi pengadaan adalah menyediakan inputan yang dibutuhkan oleh bagian produksi atau bagian lainnya, tetapi bagian pengadaan dalam hal ini memiliki masalah dalam menyediakan input tersebut dengan tepat waktu dan dengan jumlah yang tepat. Hal tersebut dikarenakan bagian pengadaan tidak memiliki strategi yang berorientasi pada karakteristik masing - masing material. Supply positioning model (SPM) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memetakan tingkat kepentingan relative suatu item. Dengan menggunakan metode SPM, penulis mengklasifikasikan material non-metal yang digunakan untuk produksi ekor pesawat. Hasil penelitian ini adalah, 2 material terklasifikasikan ke dalam kuadran laverage, 6 material terklasifikasi ke dalam kuadran strategic dan 2 material lainnya terklasifikan ke dalam kuadran bottleneck. Maka dengan adanya klasifikasi material tersebut, tipe kerjasama yang tepat untuk kuadran laverage adalah call-of contract, kemudian untuk bottleneck dan strategic adalah partnership. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menghitung jumlah material yang akan dipesan, sehingga jika dilakukan kerjasama dapat diketahui besar kuantitinya.
Analisis Perencanaan Lte-advanced Dengan Metoda Carrier Aggregation Inter-band Non-contiguous Dan Intra-band Non-contiguous Di Kota Bandar Lampung Dharma Winata Saputra; Uke Kurniawan Usman; Linda Meylani
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi Long Term Evolution (LTE) di Indonesia khususnya di Kota Bandar Lampung memiliki keterbatasan pada alokasi frekuensi contiguous yang dimiliki oleh operator seluler. Release 10 3GPP melahirkan LTE-Advanced yang mendukung fitur carrier aggregation yaitu penggunaan dua atau lebih component carrier secara bersamaan baik pada band frekuensi yang sama maupun berbeda. Dengan adanya fitur carrier aggregation ini, operator seluler dapat menggelar teknologi LTE dengan memanfaatkan frekuensi non- contiguous yang dimiliki. Pada penelitian tugas akhir ini perancangan LTE-Advanced menggunakan metode carrier aggregation inter-band non-contiguous dan intra-band non-contiguous dengan memanfaatkan frekuensi GSM pada salah satu operator seluler yaitu Indosat. Perancangan LTE-Advanced ini menggunakan bandwidth 20 MHz dengan membandingkan skenario carrier aggregation inter-band non-contiguous pada frekuensi 900 Mhz dan 1800 Mhz serta intra-band non-contiguous pada frekuensi 1800. Perancangan LTE Advanced ini menggunakan capacity planning dan coverage planning di Kota Bandar Lampung. Parameter yang dianalisis pada penelitian ini antara lain: jumlah site, signal level, CINR level, persentase user connected dan throughput berdasarkan simulasi pada Software Atoll 3.2.1. Untuk perancangan dengan teknik intra-band non-contiguous diperoleh jumlah site sebesar 29, signal level ≥ -80 dBm sebesar 82.15%, CINR level ≥ 5 dB 71.98%, rata-rata persentase user connected 93.33%, dan rata-rata throughput 1364.22 Mbps. Sedangkan pada perancangan dengan teknik inter-band non-contiguous diperoleh jumlah site sebesar 21, signal level ≥ -80 dBm sebesar 86.13%, CINR level ≥ 5 dB 76.358%, rata-rata persentase user connected 87.3%, dan rata-rata throughput 1273.97 Mbps. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil bahwa jaringan dengan teknik carrier aggregation inter-band non-contiguous lebih baik untuk diterapkan di Kota Bandar Lampung. Kata kunci : LTE-advanced, intra-band non-contiguous, inter-band non-contiguous, ATOLL
Perancangan Kontrol Kadar Keasaman Menggunakan Hybrid Fuzzy Pid Pada Sistem Hidroponik Untuk Pertumbuhan Tomat Randhy Novianto Prabowo; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem hidroponik merupakan sistem pertanian yang menggunakan air sebagai media pengganti tanah sebagai tempat tumbuh akar. Pada penelitian ini, telah dibuat sistem yang mampu mengontrol pH pada sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Tehnique) dengan menggunakan arduino logika Fuzzy PID. Sistem dirancang agar mampu menjaga kestabilan pH. Buah tomat dipilih karena merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan masih memerlukan penanganan serius, terutama dalam hal peningkatan hasilnya dan kualitas buahnya. Sebagai pembanding dibuat juga sistem hidroponik NFT tanpa kontrol pH untuk mengetahui perbandingan antara keduanya. Pada sistem hidroponik dengan kontrol pH, kestabilan di pH 6 dengan tinggi batang rata-rata tanaman 69.99 cm, panjang akar rata – rata 49.15 cm , jumlah buah 173 dengan rata rata tiap tanaman 10.81 buah pertanaman. Untuk sistem hidroponik tanpa kontrol pH memiliki pH di 7.84, tinggi batang rata - rata tanaman 75.76, panjang akar rata – rata 46.24 cm, jumlah buah 288 dengan rata rata tiap tanaman 22.15 buah pertanaman.
Rancangan Usulan Alokasi Penyimpanan Dan Proses Replenishment Menggunakan Metode Fsn Analysis Dan Kanban Card Pada Bin Dan Pigeonhole Di Rak Apotek Rumah Sakit Xyz Maya Putri Arumsari; Dida Diah Damayanti; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit xyz memiliki sebuah tujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan. Rumah sakit xyz memiliki dua tempat untuk menyimpan obat yaitu gudang obat dan apotek. Kondisi gudang obat mengalami overstock tetapi kondisi apotek masih mengalami kekurangan obat dalam pemenuhan permintaan pasien. Metode yang digunakan untuk penelitin ini adalah FSN Analysis dan Kanban Card. FSN Analysis digunakan untuk mengetahui aliran dari suatu produk dilihat berdasarkan consumption rate dan average stay. Kanban card digunakan untuk membantu dalam memberikan informasi sebagai media dalam proses replenishment. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa penyimpanan obat di rak apotek dibuat sesuai dengan kategori dari masing masing obat sehingga tidak ada obat yang akan tercampur dalam satu pigeonhole/bin di rak apotek dan dapat menurunkan lost sales dan meningkatkan penjualan. Kata kunci : Alokasi Penyimpanan, Replenishment, FSN Analysis, Kanban Card
Usulan Rancangan Perbaikan Proses Produksi Door Fs Root A320 Untuk Meminimasi Waste Waiting Pada Workstation Cmm Inspection Pt.dirgantara Indonesia Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Asyifa Fadhila Rizki; Marina Yustiana Lubis; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Dirgantara Indonesia (Indonesian Aerospace Inc) adalah industri pesawat terbang yang pertama di Indonesia. PT Dirgantara Indonesia memiliki salah satu divisi yang berfokus pada delivery pesawat Airbus bekerja sama dengan Airbus Company yaitu Program Spirit dibawah Division of Program Management & Planning. Jenis produk yang diteliti dalam penelitian ini berfokus pada produk Door FS Root A320. Dalam proses produksi Door FS Root A320, ditemukan waste waiting yang mempengaruhi pencapaian target produksi. Berdasarkan data yang telah diolah, didapatkan 23% waste waiting.. Oleh karena itu, perlu dirancang suatu perbaikan terhadap proses produksi Door FS Root A320 dalam upaya meminimasi waste waiting. Dalam upaya meminimasi waste waiting, digunakan metode pendekatan Lean Manfacturing. Tahap pertama dimulai dengan pengumpulan data baik data primer maupun sekunder yang kemudian diolah sehingga menghasilkan gambaran aliran proses produksi dilengkapi dengan waktu proses produksinya yang digambarkan dengan Value Steam Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) current state. Tahap berikutnya, mengidentifikasi jenis waste waiting dengan fishbone diagram yang kemudian diidentifikasi kembali dengan 5why agar ditemukan akar penyebab waste waiting. Tahap penyelesaian masalah diselesaikan berdasarkan penggunaan tools lean manufacturing. Didapatkan rancangan usulan perbaikan berupa pelatihan mengenai maintenance untuk operator maintenance, dan penjadwalan preventive maintenance. Kata Kunci : Lean Manufacturing, Waste Waiting, Value Stream mapping, Process Activity Mapping
Pengembangan Marketplace Jual Beli Buku Bekas Pada Startup Gebbuk Berbasis Mobile Megananda Septianto; Soni Fajar Surya Gumilang; Faishal Mufied Al Anshary
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan akses terhadap buku yang murah dan berkualitas menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan tingkat literasi nasional, startup Gebbuk merupakan ecommerce dalam bentuk marketplace yang dapat digunakan masyarakat untuk berjual-beli buku bekas, Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi mobile yang terintegrasi secara langsung dengan aplikasi web gebbuk.com. Aplikasi mobile gebbuk dikembangkan secara hybrid dengan memanfaatkan framework ionic sehingga aplikasi mobile gebbuk bisa mencakup beberapa platform OS utamanya Android dan iOS, dalam pengembangan aplikasi dilakukan pendekatan dengan model konseptual model 3P serta Model design science and behavior science juga dengan metode pengembangan iterative incremental. Hasil dari pengembangan aplikasi diharapkan menjadi aplikasi yang mempermudah pengguna dalam mencari, membeli, maupun menjual buku bekas pada marketplace gebbuk.com. Kata kunci : Marketplace. Aplikasi mobile, Iterative Incremental, Ionic Framework

Page 71 of 831 | Total Record : 8304


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue