cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
PENGARUH DURASI PEMAPARAN LARUTAN FLUORIDE DENGAN KONSENTRASI 0,15% TERHADAP PERUBAHAN KEKASARAN PERMUKAAN DENTIN Abdillah Imron Nasution; Ridha Andayani; Putri Disa Maulida
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.444 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v9i2.9744

Abstract

Fluoride sering digunakan sebagai bahan aktif maupun bahan desensitisasi di dalam pasta gigi. Konsentrasi standar fluoride yang boleh terkandung dalam pasta gigi di Indonesia tidak boleh lebih dari 0,15% (1500 ppm). Terpaparnya fluoride dengan dentin dapat mendukung remineralisasi dengan stabilisasi hidroksiapatit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh durasi pemaparan fluoride dengan konsentrasi 0,15% terhadap perubahan kekasaran permukaan dentin. Atomic Force Microscopy digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan dentin dan pengukuran selanjutnya menggunakan software Gwyddion v.2.30. Dua belas gigi premolar digunakan sebagai spesimen dan dipotong pada area mahkota dekat dengan cementoenamel junction kemudian permukaan dentin dihaluskan menggunakan SiC paper 600-grit. Spesimen dikelompokkan ke dalam 4 kelompok yaitu : Kontrol, Etsa, Fluoride 3 menit dan Fluoride 15 menit. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kekasaran permukaan dentin dari yang tertinggi hingga terendah diawali pada kelompok : etsa (1.85±0.37 µm), k ontrol (1.76±0.32 µm), fluoride 3 menit (1.74±0.19 µm) dan f luoride 15 menit (1.62±0.37 µm). Hasil uji analisis statistik one-way ANOVA dan uji Post Hoc LSD menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada tiap-tiap kelompok (p0,05). Dapat disimpulkan bahwa durasi pemaparan larutan fluoride 0,15% belum mampu mengurangi kekasaran permukaan dentin secara signifikan.Kata kunci: Fluoride, kekasaran permukaan
HUBUNGAN PERSEPSI DENGAN TINGKAT KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTI BERSADASARKAN DENTAL AESTHETIC INDEX Didin Kustantiningtyastuti; Fadil Oenzil; Muthia Lathiva
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.347 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27304

Abstract

Penilaian tingkat kebutuhan perawatan ortodonti secara subjektif didasarkan oleh persepsi. Indeks perawatan ortodonti dibuat untuk meminimalkan subjektivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi dan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti serta hubungan persepsi dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan Dental Aesthetic Index pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Penelitian cross sectional dengan subjek penelitian adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas umur 18-21 tahun berjumlah 28 orang yang dipilih berdasarkan teknik Purposive Sampling. Kebutuhan perawatan ortodonti dinilai dengan pemeriksaan model studi menggunakan Dental Aesthetic Index dan persepsi kebutuhan dinilai menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas (Pearson Product Moment). Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa yangmemiliki persepsi baik 20 orang (71,4%) dan persepsi tidak baik 8 orang (28,6%). Hasil untuk tingkat kebutuhan perawatan ortodonti didapatkan 16 orang (57,1%) tidak/sedikit membutuhkan perawatan, 7 orang (25%) perawatan elektif, 3 orang (10,7%) sangat membutuhkan perawatan dan 2 orang (7,1%) wajib mendapatkan perawatan. Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p0,05) antara persepsi dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan Dental Aesthetic Index dengan koefisien korelasi sebesar 0,446. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan DentalAesthetic Index.
GAMBARAN EARLY CHILDHOOD CARIES (ECC) DI POSYANDU TERINTEGRASI PAUD (PENDIDIKAN ANAK USIA DINI) KECAMATAN SIJUNJUNG KABUPATEN SIJUNJUNG SUMATERA BARAT (Preliminary Study Pengembangan Surveilans ECC di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat pada bulan Juli 2013) Arymbi Pujiastuty
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.194 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10612

Abstract

Early Childhood Caries (ECC) atau karies pada anak usia dini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar dan menjadi penyakit infeksi yang kronis pada anak yang sulit dikontrol. Belum ada data yang dapat mewakili gambaran beban penyakit ECC khususnya di Sumatera Barat lebih khusus lagi di Kabupaten Sijunjung yang dapat digunakan untuk perencanaan program dalam memecahkan masalah ECC. Studi Deskriptif cross sectional ini bertujuan untuk mendapat gambaran prevalensi, pengalaman dan tingkat keparahan Early Childhood Caries (ECC) pada anak usia 3 - 6 tahun yang akan digunakan sebagai preliminary study pengembangan surveilans ECC di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat. Metode yang dipakai yaitu pemeriksaan klinis dengan menggunakan indeks DMFT/dmft untuk mengukur pengalaman ECC. Indeks PUFA/pufa digunakan untuk menilai adanya kondisi oral dan infeksi akibat ECC tidak terawat. Kesimpulannya adalah prevalensi ECC dan infeksi odontogenik yang didapat menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi kesehatan gigi dan mulut anak usia pra sekolah masih belum menjadi perhatian serius dan sebagian besar kasus karies pada anak usia dini (ECC) didapati belum dilakukan perawatan.
Immuno-biokompatibilitas Pada Material Implan: Review Article Basri A. Gani
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.543 KB)

Abstract

Imuno-biokompatibilitas merupakan pengetahuan yang secara khusus mempelajari respons imun terhadap biomaterial, prosthesa, alat kedokteran memiliki hubungan yang erat dengan kemampuan material implan beradaptasi dengan perubahan fisiologi tubuh seperti interaksi komponen darah, akumulasi partikel, dan respons terhadap organ. Tulisan ini menjelaskan beberapa variabel yang berhubungan dengan biokompatibilitas seperti komponen biokompatibilitas, biokompatibilitas pada dental material, imunokompatibilitas, serta pertimbangan uji biokompatibilitas yang direferensikan oleh badan standar internasional seperti FDA, NAMSA dan standar ISO 10993. Aspek yang menjadi penilaian penting dari biokompatibilitas adalah kesesuaian antara perubahan sistem imun dengan adaptasi material implan yang tidak merugikan host seperti kerusakan sel dan jaringan sebagai akibat dari toksisitas, imunogenesitas, genetoksisitas, dan mutagenitas.
DISTRIBUSI FREKUENSI HALITOSIS PADA PASIEN SINUSITIS DI RSUD MEURAXA BANDA ACEH Sunnati Sunnati; Zulfan M. Alibasyah; Fikri Rozan
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.592 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20918

Abstract

Halitosis atau bau mulut merupakan suatu kondisi yang bisa berdampak terhadap sosial seseorang dan sekitar 25% penduduk dunia mengalami halitosis. Penyebab halitosis 87% berasal dari rongga mulut dan 13 % dari ekstra oral. Sinusitis merupakan salah satu penyebab halitosis karena pada sinusitis terjadi aliran lendir melalui nasofaring serta merupakan media bagi bakteri untuk menghasilkan Volatile Sulphur Compound (VSC). Keadaan penyakit hidung obstruktif seperti sinusitis dapat menyebabkan bernafas melalui mulut sehingga menimbulkan serostomia yang dapat meningkatkan jumlah plak pada gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi halitosis pada pasien sinusitis di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional, yang dilakukan terhadap 25 pasien sinusitis yang berobat di poli THT RSUD Meuraxa Banda Aceh. Pemeriksaan halitosis dilakukan dengan Breath Checker. Metode pengambilan subjek dilakukan dengan cara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan 96% pasien sinusitis mengalami halitosis. Pada pasien sinusitis akut, skor halitosis yang dominan adalah 1 dan 2 sedangkan pada sinusitis kronik skor halitosis yang dominan adalah 3. Hasil penelitian ini juga menunjukkan 68% pasien sinusitis memiliki tingkat kebersihan rongga mulut yang sedang dan 32% memiliki tingkat kebersihan rongga mulut yang buruk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 96% pasien sinusitis mengalami halitosis dan pada sinusitis kronik memiliki skor halitosis yang dominan lebih tinggi dibandingkan sinusitis akut.
Gambaran Kebutuhan Perawatan Gigi Dan Mulut Pada Pasien Di Posyandu Lansia Puskesmas Herwanda .; Liana Rahmayani; Sari Nurmalia
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.464 KB)

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia dengan berbagai masalah kesehatan, salah satunya masalah kesehatan gigi dan mulut. Kebutuhan perawatan gigi dan mulut dapat dilihat melalui perceived need yaitu kebutuhan perawatan menurut persepsi individu dan evaluated need yaitu kebutuhan perawatan yang ditentukan melalui pemeriksaan klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan perawatan gigi dan mulut pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan di Posyandu Lansia Puskesmas Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Subjek penelitian sebanyak 32 orang yang diambil secara total sampling kemudian subjek diwawancarai terkait penilaian perceived need dan dilakukan pemeriksaan klinis untuk melihat evaluated need yaitu pemeriksaan kedalaman dan luas kavitas, derajat kegoyangan gigi, resesi gingiva, poket gingiva, kehilangan gigi, dan sisa akar. Dari hasil penelitian diperoleh perceived need berupa pencabutan 25%, tambal 12,5%, gigi palsu 18,8%, keluhan lain 3,1%, dan tidak membutuhkan perawatan 40%. Kebutuhan perawatan berdasarkan evaluated need berupa gigi tiruan 100%, ekstraksi 75%, restorasi 62,5% dan perawatan periodontal 59,4%.
IDENTIFIKASI GELATIN DALAM OBAT KUMUR YANG BEREDAR DI INDONESIA MENGGUNAKAN ATTENUATED TOTAL REFLECTION-FOURIER TRANSFORM INFRARED Dewi Nurul Mustaqimah; Nelvi Isra; Siti Nur Riani; Anna Priangani Roswiem
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.558 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16157

Abstract

Pemeliharaan kesehatan rongga mulut dapat dilakukan dengan cara menyikat gigi dan berkumurdengan obat kumur. Obat kumur mengandung beberapa komponen, salah satunya adalah pengemulsi,yang berfungsi untuk menyatukan bagian air dan bagian minyak agar homogen. Pengemulsi yangsering dipakai umumnya berupa gelatin. Gelatin yang digunakan berasal dari sapi, ikan, atau babi. Halini berkaitan dengan kehalalan suatu produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikeberadaan kandungan gelatin yang berasal dari babi di dalam obat kumur yang beredar di Indonesia.Dua puluh satu sampel obat kumur diidentifikasi dengan alat attenuated total reflection-fouriertransform infrared (ATR-FTIR). Spektrum dari setiap sampel dibandingkan dengan standar gelatinsapi dan babi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kandungan gelatin di dalam 15 dari 21sampel obat kumur, tetapi sumbernya tidak diketahui. Disimpulkan bahwa kandungan gelatin terdapatdi dalam sebagian besar obat kumur yang beredar di Indonesia.Kata kunci : Obat kumur, gelatin, ATR-FTIR.
Pengaruh Minuman Kopi Luwak Terhadap Perubahan Warna Resin Komposit Nanohibrid Viona Diansari; Diana Setya Ningsih; Teuku Alfian Arbie
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.362 KB)

Abstract

Resin komposit memiliki sifat yang dapat menyerap air sehingga dapat menyebabkan perubahan warna. Pemaparan minuman kopi yang lama dan berlanjut dapat mempengaruhi stabilitas warna pada resin makrofiller, mikrofiller, hibrid, nanofiller, minifiller, dan nanohibrid. Resin komposit jenis terbaru dan sering digunakan saat ini, yaitu resin komposit nanohibrid, resin komposit jenis ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan resin komposit jenis lain; seperti kekuatan dan ketahanan terhadap perubahan warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan warna pada resin komposit nanohibrid antara sebelum dan setelah perendaman dalam minuman kopi luwak selama 5 hari. Penelitian ini menggunakan 10 spesimen resin komposit nanohibrid yang direndam dalam 5 ml minuman kopi luwak dan setiap harinya diganti. Perubahan warna setelah perendaman diukur menggunakan shade guide. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Wilcoxon. Berdasarkan hasil uji nonparametrik Wilcoxon menunjukkan terjadi perubahan warna resin komposit nanohibrid yang signifikan (p0,05) antara sebelum dan sesudah perendaman dalam minuman kopi luwak. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh minuman kopi luwak terhadap perubahan warna resin komposit nanohibrid.
PERAWATAN BEDAH PERIODONTAL REGENERATIF PADA KETERLIBATAN FURKASI LESI ENDODONTIK-PERIODONTIK (Laporan Kasus) Budhi Cahya Prasetyo; Indra Mustika; Nuzulul Ismi
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.611 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20909

Abstract

Kasus penyakit pulpa sering melibatkan kerusakan pada jaringan pendukung gigi atau jaringan periodontal, khususnya di daerah furkasi. Penyebab kondisi ini karena adanya saluran lateral yang menghubungkan jaringan pulpa dengan jaringan periodontal. Laporan kasus ini membahas keterlibatan area furkasi setelah perawatan endodontik. Pasien pria usia 45 tahun datang ke RSGM bagian Periodonsia dengan rujukan dari bagian Konservasi untuk dilakukan penata-laksanaan keterlibatan furkasi dengan riwayat pasien telah dikukan perawatan endodontik sebelumnya. Pada pemeriksaan klinis probing menggunakan probe nabers didapatkan keterlibatan furkasi kelas II klasifikasi Glickman disertai dengan resesi kelas I Miller. Pemeriksaan penunjang radiografis periapikal dan CBCT menunjukkan terdapat radiolusensi pada area furkasi. Pada kasus ini dilakukan terapi bedah flap dengan penempatan bonegraft dan membran platelet rich fibrin (PRF) pada area furkasi. Terapi bedah periodontal regeneratif dengan bonegraft dan PRF pada kasus telah banyak di laporkan dalam beberapa literatur periodontal sebagai salah satu terapi penata-laksanaan keterlibatan furkasi gigi molar. Evaluasi dilakukan pada minggu ke-2, bulan ke-1, dan bulan ke-3 pasca tindakan bedah. Evaluasi pada bulan ke-3 secara radiografis menenunjukkan adanya pengisian substansi tulang di daerah furkasi. Disimpulkan bahwa penata-laksanaan kasus keterlibatan furkasi dengan terapi bedah regeneratif kombinasi bonegraft dan membran PRF dapat menunjukkan hasil yang memuaskan baik pada difek vertikal maupun horizontal.
Penilaian Komunikasi Interpersonal Dokter Gigi Muda Dengan Pasien Prostodonsia Di Rumah Sakit Gigi Mulut (RSGM) Universitas Syiah Kuala Liana Rahmayani; Cut Fera Novita; Rahmaini -
Cakradonya Dental Journal Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.708 KB)

Abstract

Komunikasi interpersonal berperan penting dengan perawatan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan dokter gigi terhadap pasien secara individual. Komunikasi interpersonal dokter gigi muda dengan pasien prostodonsia di RSGM tidak terlepas dari perilaku, empati maupun tampilan dokter gigi muda saat memberikan perawatan kepada pasien. Beberapa penelitian sebelumnya membuktikan bahwa komunikasi interpersonal dapat meningkatkan kepuasan dan mengurangi kecemasan pasien saat melakukan perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai komunikasi interpersonal anatar dokter gigi muda dengan pasien prostodonsia di RSGM Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Metode penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi interpersonal dokter gigi muda denganpasien prostodonsia yang menilai cukup baik sebanyak 2 orang (3,3%), subjek yang menilai baiksebanyak 28 orang (46,7%) dan yang menilai sangat baik sebanyak 30 orang (50%). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dokter gigi muda dengan pasien prostodonsia di RSGM Universitas Syiah Kuala sangat baik.