cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
Distribusi Frekuensi Perubahan Warna Email Gigi Pada Perokok Poetry Oktanauli; Nisrina Qatrunnada Heriaw
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.571 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v9i2.9749

Abstract

Merokok terbukti dapat merusak kesehatan, namun beberapa orang masih memiliki kebiasaan merokok. Rokok mengandung tiga macam bahan kimia yang berbahaya yaitu tar, nikotin dan karbonmonoksida. Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui perubahan warna email gigi pada perokok, serta agar para perokok menghentikan kebiasaan merokok. Hasil penelitian menunjukkan 30 subjek mengalami perubahan pada warna email gigi. Temperatur asap rokok yang tinggi dapat menyebabkan gangguan lokal di dalam rongga mulut. Pada jaringan gigi, rokok dapat menyebabkan diskolorasi pada permukaan email, terutama pada servikal gigi. Stain pada gigi disebabkan karena hasil pembakaran tembakau berupa tar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Uji coba yang dilakukan yaitu observasional. Jumlah subjek penelitian adalah 30 orang yang diambil dengan cara quota sampling pada mahasiswa FKG UPDM(B). Pengumpulan data dengan cara mengulaskan oco pada permukaan labial dan palatal gigi anterior kanan atas (gigi 11 dan gigi 12), kemudian dibandingkan dengan warna email gigi anterior kiri atas (gigi 21 dan gigi 22). Disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara merokok dengan perubahan warna email gigi.Kata Kunci: nikotin, rokok, perubahan warna email.
HUBUNGAN ANTARA VITAMIN D DAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI RSGM BAITURRAHMAH Sri Pandu Utami; Desti Rosman; Yolanda Novera
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.193 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.29950

Abstract

Vitamin D memainkan peran kunci dalam pengembangan kraniofasial dan pemeliharaan kesehatan mulut yang baik. Kekurangan gizi dan kekurangan vitamin D selama periode pembentukan gigi primer dan gigi permanen dapat menyebabkan enamel hipoplasia dan karies gigi. Tujuan penelitian: untuk melihat adakah hubungan antara serum 25 (OH) D dan karies gigi pada anak usia sekolah (usia 6 hingga 11 tahun) di RSGM Baiturrahmah. Metode penelitian ini merupakan studi cross sectional. Subjek penelitian diperoleh dari metode non probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Waktu penelitian dilaksanakan pada September-Desember 2019. Data diambil dengan cara menyebarkan angket penelitian kepada subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan jumlah laki- laki dan perempuang yang di teliti jumlahnya 30 orang, didapatkan hasil bahwa jumlah gigi yang pada rongga mulutnya rata- rata 20-21, dengan jumlah karies 1-5 gigi, dengan rata rata mengkomsumsi vitamin d optimum adalah 35 %, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa bahwa penggunaan vitamin d dan dengan menjaga oeal hygiene dapat mengurangi faktor pemicu karies.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG FLUORIDA PADA MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH PADA TAHUN 2015 Cut Fera Novita; . Herwanda; M. Fadhlul Auzan
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.874 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10617

Abstract

Fluorida adalah salah satu tindakan pencegahan kerusakan gigi. Sumber fluorida tersedia pada alam bebas seperti pada air, udara, makanan dan minuman, umumnya fluorida diketahui terkandung dalam pasta gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang fluorida pada masyarakat kota Banda Aceh pada tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan pengambilan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Penelitian ini melibatkan 400 orang di 90 desa dari 9 kecamatan kota Banda Aceh. Kecamatan yang termasuk dalam penelitian ini yaitu Kecamatan Baiturrahman, Kuta Alam, Meuraxa, Syiah Kuala, Lueng Bata, Kutaraja, Banda Raya, Jaya Baru, dan Ulee Kareng. Data yang diambil pada penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang langsung diambil dari sampel penelitian melalui pengisian kuisioner secara langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran tingkat pengetahuan tentang fluorida pada masyarakat kota Banda Aceh pada tahun 2015 adalah 8,75% baik, 91,30% cukup, dan 41,25% kurang.
Gambaran Penggunaan Persetujuan Tindakan Medis (Informed Consent) Oleh Dokter Gigi Muda Di RSGM Unsyiah Herwanda Herwanda; Liana Rahmayani; Sarah Fadhilla
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.989 KB)

Abstract

Informed consent merupakan persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas dasar penjelasan mengenai tindakan medis yang akan dilakukan terhadap dirinya serta resiko yang berkaitan dengannya. Pentingnya mendapatkan informed consent dalam kedokteran gigi semakin diakui untuk membuat rasa aman dalam tindakan medis pada pasien dan sebagai pembelaan diri terhadap kemungkinan adanya tuntutan atau gugatan dari pasien atau keluarganya apabila timbul akibat yang tidak dikehendaki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran penggunaan persetujuan tindakan medis (informed consent) oleh dokter gigi muda di RSGM Unsyiah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Metode pengambilan subjek dilakukan dengan teknik total sampling yang melibatkan 259 subjek yang merupakan dokter gigi muda di RSGM Unsyiah. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat ukur untuk mengetahui gambaran penggunaan informed consern oleh dokter gigi muda di RSGM Unsyiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian yang menggunakan informed consent dengan kriteria baik adalah sebanyak 246 orang (95,0%), kriteria sedang sebanyak 12 orang (4,6%), dan kriteria buruk sebanyak 1 orang (0,4%).
PERANAN KITOSAN DALAM TERAPI PERIODONTAL R. Tri Rizky Ananda; Irma Ervina
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.994 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27298

Abstract

Penyakit periodontal disebabkan oleh plak dan bakteri yang mempengaruhi jaringan pendukung gigi. Terapi periodontal secara mekanik bertujuan untuk menghilangkan biofilm dan kalkulus subgingiva untuk mencegah rekolonisasi bakteri dan pembentukan biofilm. Dalam beberapa kasus di mana terapi mekanis memiliki keterbatasan, maka terapi penunjang seperti terapi antibiotik diberikan. Kitosan adalah sejenis selulosa polisakarida alami, banyak ditemukan pada serangga, cangkang krustasea dan dinding sel jamur, juga dikenal sebagai kitin terlarut yang tidak beracun, biokompatibel dan biodegradable. Kitosan memiliki beberapa karakteristik seperti efek antibakteri terhadap bakteri patogen periodontal, antiinflamasi, sistem penghantar obat, meningkatkan aktivitas modulasi regeneratif, hemostatik dan aktivitas penyembuhan. Makalah ini menjelaskan manfaat kitosan sebagai biomaterial alami yang aman dan dapat digunakan dalam berbagai bidang di bidang kedokteran gigi. Kitosan juga memiliki sifat biologis yang baik, sehingga kitosan cukup menjanjikan bila digunakan dalam pengelolaan terapi periodontal non bedah.
Gambaran Kasus Mukokel Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Lokasi, dan Rekurensi Setelah Perawatan (Kajian Di Instalasi Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2005-2011) Chairunas .; Sunnati .; Siti Alya Humaira
Cakradonya Dental Journal Vol 4, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.41 KB)

Abstract

Mukokel merupakan salah satu lesi patologis yang sering dijumpai dalam praktik kedokteran gigi sehari-hari. Mukokel adalah lesi yang umum pada mukosa rongga mulut yang dihasilkan dari suatu perubahan pada kelenjar saliva minor sehingga menyebabkan penumpukan mukus pada jaringan sekitar. Mukokel dapat terjadi pada mukosa mulut yang terdapat kelenjar saliva minor di dalamnya dan biasanya disebabkan oleh trauma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kasus mukokel di Instalasi Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2005-2011 berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi serta rekurensi setelah perawatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif dengan menggunakan data sekunder yang didapat dari kartu rekam medis pasien. Dari 50 kasus yang dianalisis, pasien mukokel perempuan sebanyak 27 kasus (54%) dan laki-laki sebesar 23 kasus (46%). Sejumlah 15 kasus (30%) terjadi pada usia 0-10 tahun, 17 kasus (34%) pada usia 11-20 tahun, 14 kasus (28%) pada usia 21-30 tahun, 3 kasus (6%) pada usia 31-40 tahun, dan satu kasus (2%) pada usia 41-50 tahun. Berdasarkan lokasi mukokel, mukosa labial rahang atas terjadi sebanyak 4 kasus (14,3%), 20 kasus (71,4%) pada mukosa labial rahang bawah, 3 kasus (10,7%) pada mukosa bukal, dan satu kasus (3,6%) pada ventral lidah. Rekurensi setelah perawatan jarang terjadi, hanya 2 kasus (4%) yang dilaporkan. Simpulan penelitian ini adalah jenis kelamin sedikit lebih dominan terjadi pada perempuan. Kelompok usia tertinggi yang mengalami mukokel adalah usia 11-20 tahun, dan mukosa bibir bawah merupakan lokasi yang paling umum terjadi.
Overdenture Dengan Koping Dome-shaped Untuk Menambah Dukungan Gigi Tiruan dan Mencegah Resorpsi Linggir Alveolar: Laporan Kasus Nidya Prettysia Sembiring; Syafrinani .
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.67 KB)

Abstract

Prinsip perawatan prostodonsia adalah menggantikan apa yang telah hilang serta melestarikan gigi dan struktur rongga mulut yang masih ada. Mempertahankan gigi yang tersisa akan mencegah resorpsi linggir alveolar. Resorpsi menyebabkan luas jaringan pendukung gigi tiruan berkurang. Overdenture merupakan alternatif perawatan yang dapat menambah dukungan terhadap gigi tiruan. Tujuan penulisan laporan kasus ini untuk menjelaskan pengelolaan pasien dengan kondisi hanya beberapa gigi tersisa di anterior rahang bawah, menggunakan overdenture dengan koping domeshaped. Pasien laki-laki usia 56 tahun, datang ke RSGMP FKG USU ingin dibuatkan gigi tiruan pada rahang atas dan rahang bawah karena kesulitan saat mengunyah. Pada pemeriksaan intraoral terlihat gigi yang tersisa kaninus kiri dan kanan rahang bawah, dengan kondisi kaninus kiri mobiliti derajat 1 dan kaninus kanan mobiliti derajat 3. Pilihan perawatan terhadap kasus ini adalah overdenture dengan koping dome-shaped pada gigi kaninus kiri rahang bawah serta pembuatan kerangka logam sebagai penguat basis gigi tiruan rahang bawah. Gigi kaninus kanan diekstraksi karena mengalami mobiliti parah dan tidak dapat dipertahankan. Penggunaan overdenture dengan koping dome-shaped pada gigi yang tersisa di rahang bawah dapat menambah dukungan gigi tiruan dan mencegah resorpsi linggir alveolar.
GINGIVEKTOMI PEMBESARAN GINGIVA PASIEN ORTODONTIK (Laporan Kasus) Siti Sopiatin; Ira Komara; Ina Hendiani; Indra Mustika Setia Pribadi
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.619 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20914

Abstract

Pembesaran gingiva merupakan keadaan yang sering dijumpai pada pasien yang sedang menggunakan piranti ortodonti cekat. Pada pasien tertentu, penggunaan piranti ortodonti cekat dapat memicu terjadinya pembesaran gingiva yang dapat menyulitkan pemeliharaan kebersihan mulut sehingga menimbulkan terjadinya inflamasi gingiva serta mengganggu fungsi estetik. Pasien wanita usia 18 tahun datang ke Klinik Periodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran dengan keluhan utama gingiva membesar pada seluruh regio rahang bawah sejak ± 1 tahun yang lalu, tidak ada riwayat mengecil, dan tidak terasa sakit. Pada saat pemeriksaan intra oral, gusi rahang atas juga terlihat menutupi sebagian permukaan gigi meskipun tidak tampak membengkak, tetapi menyebabkan gigi terlihat lebih pendek. Pasien menggunakan piranti ortodonti cekat sejak ± 3 tahun yang lalu. Gingivektomi efektif dalam mengatasi pembesaran gingiva pada pasien yang sedang menggunakan piranti ortodonti cekat. Terapi tersebut bertujuan untuk menghilangkan poket gingiva, mencegah inflamasi dan penyakit periodontal tahap lanjut, serta mengembalikan fungsi estetik.
Efek Antibakteri Sea Cucumber (Stichopus Variegatus) Sebagai Bahan Medikamen Saluran Akar Terhadap Bakteri Enterococcus Faecalis (In Vitro) Gita Tarigan; Trimurni Abidin; Harry Agusnar
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.166 KB)

Abstract

Tujuan perawatan endodonti adalah untuk mengeliminasi mikroorganisme dan beberapa produk dari saluran akar sehingga gigi dapat dipertahankan selama mungkin di dalam mulut. Banyak bakteri yang terdapat pada saluran akar salah satunya adalah bakteri anaerob yaitu Enterococcus faecalis, bakteri ini umumnya bakteri yang paling banyak ditemukan dalam saluran akar. Umumnya bakteri ini didapat karena adanya kegagalan dalam perawatan saluran akar. Bahan medikamen yang umumya digunakan di klinik adalah kalsium hidroksida. Sea cucumber adalah salah satu bahan alam yang sudah banyak digunakan dibidang kesehatan. Oleh karena itu, sea cucumber diteliti sebagai salah satu bahan medikamen saluran akar dalam membunuh bakteri Enterococcus faecalis. Efek sea cucumber pada bakteri Enterococcus faecalis dapat dilihat pada konsentrasi (0,1%, 0,2%, 0,25%, 0,3%, 0,4%, 0,5%) dan waktu (4, 6, 8, dan 24 jam) lalu dilakukan pengukuran viabilitas dengan menggunakan 3-(4,5-dimethythiazol-2-yl)-2,5-diphenyl tetrazoliun bromide (MTT) assay dan dibaca dengan microplate reader panjang gelombang 650 nm. Hasil penelitian didapat sea cucumber memiliki efek terhadap Enterococcus faecalis pada waktu 4, 6 konsentrasi yang terbaik adalah 0,3% , sedangkan pada waktu 8 jam konsentrasi yang terbaik dalam membunuh bakteri Enterococcus faecalis adalah 0,5%. Konsentrasi yang paling kecil yaitu 0,2% didapat pada waktu 24 jam. Secara statistik Sea Cucumber memiliki efek terhadap Enterococcus faecalis dengan hasil yang signifikan (p0,05). Sebagai kesimpulan, sea cucumber efektif terhadap Enterococcus faecalis.
DAYA HAMBAT EKTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans Susi susi; Gusti Revilla; Fitri Anggini; Putri Ovieza Maizar
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.672 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16153

Abstract

Candida albicans merupakan jamur flora normal bersifat opportunistik didalam rongga mulut yang dapat menyebabkan terjadinya denture stomatitispada daerah rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan potensi hambat ekstrak daun jarak pagar terhadap pertumbuhan Candida albicans (ATCC 10231) pada permukaan akrilik. Desain penelitian eksperimental laboratorium dengan  Post test only with control group. Sampel  20 buah pelat resin akrilik heat cured yang dikontaminasikan dengan suspensi Candida albicans (0.5X108 cfu/ mL) dan diinkubasi secara aerob, selama 24 jam. Sampel  dibagi menjadi 4 kelompok dan direndam selama 8 jam dalam ekstrak daun jarak pagar konsentrasi 10% (G1), 15% (G2), 20% (G3) dan akuades (G4).  Ekstrak daun jarak pagar dibuat secara maserasi dengan etanol 96%. Koloni  masing-masing sampel dihitung dengan  Tally counter. Data dianalisis dengan  One Way Anova (p0,05).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah koloni Candida albicans terkecil ditemukan pada kelompok konsentrasi 20% dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil analisa One Way Anova menunjukkan adanya perbedaan jumlah koloni Candida albicans antar kelompok (p0.05). Hasil Uji Least Significance Different terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok konsentrasi 15%, dan 20% (p0.05). Kesimpulan ekstrak daun jarak pagar dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans pada pemukaan akrilikKata kunci: Candida albicans, ekstrak daun jarak pagar, maserasi