Cakradonya Dental Journal
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles
524 Documents
GAMBARAN KELUHAN SUBJEKTIF MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) TERKAIT DENTAL ERGONOMI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI KEDOKTERAN GIGI DI RSGM UNSYIAH
Fakhrurrazi Fakhrurrazi;
Rachmi Fanani Hakim;
Raidha Putri Ananda
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.589 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16934
Dokter gigi merupakan profesi yang sangat rentan mengalami Musculoskeletal Disorders (MSDs).Sehari-hari dokter gigi melakukan perawatan dengan posisi tertentu guna mendukung aktifitasnyayang memerlukan ketelitian pada area relatif kecil, sehingga sering ditemukan dokter gigi yangmelakukan pekerjaannya dengan posisi tubuh tertentu dalam waktu relatif lama. Kebiasaanmeposisikan postur tubuh tidak ergonomis ini sejak di masa pendidikannya. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui gambaran keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang dialami mahasiswapendidikan profesi Kedokteran Gigi di RSGM Unsyiah. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 46orang ditentukan dengan metode Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptifuntuk melihat distribusi frekuensi gambaran keluhan gangguan muskuloskeletal yang dialamiresponden. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Cornell MusculoskeletalDiscomfort Questionnaire (CMDQ). Hasil penelitian menunjukkan dari total 46 responden sebanyak35 responden memiliki keluhan dengan kategori ringan 76%, sedang 10,8%, berat 13,2%. DistribusiFrekuensi Keluhan MSDs Pada Bagian Tubuh yaitu sebanyak 31 orang memiliki keluhan di bagianpunggung bawah (67,4%), 28 orang memiliki keluhan di bagian leher (60,9%) dan 26 orang memilikikeluhan di bagian punggung atas (56,5%).
Perdarahan Gingiva Pada Masa Sebelum Menstruasi
Sunnati .;
Ridha Andayani
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (536.683 KB)
Gingivitis adalah salah satu penyakit yang paling lazim diderita oleh masyarakat. Gingivitis merupakan inflamasi yang hanya mengenai jaringan gingiva tanpa menyerang tulang alveolar dan ligamen periodontal (tanpa mengakibatkan kehilangan perlekatan). Perdarahan gingiva adalah salah satu tanda klinis dari gingivitis. Perdarahan gingiva terjadi satu atau dua hari sebelum terjadinya menstruasi, yang biasanya hilang setelah dimulainya menstruasi. Salah satu indeks untuk mengukur perdarahan gingiva adalah Papillary Bleeding Index (PBI). Penelitian ini bertujuan untuk melihat indeks perdarahan gingiva pada masa sebelum menstruasi, yaitu 1–2 hari sebelum menstruasi. Penelitian deskriptif ini dilakukan di Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Subjek penelitian berjumlah 65 orang yang berasal dari angkatan 2009–2011. Pada subjek diberikan kuesioner dan pemeriksaan klinis, yaitu pemeriksaan Indeks Perdarahan Papila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 64 subjek (98,5%) memiliki Indeks Perdarahan Papila 0, sebanyak satu subjek (1,5%) memiliki Indeks Perdarahan Papila 1 dan tidak terdapat subjek yang memiliki Indeks Perdarahan Papila 2 dan 3–4. Disimpulkan bahwa 98,5% pada penelitian ini
HUBUNGAN DIMENSI VERTIKAL TERHADAP KUALITAS HURUF BILABIAL PADA PASIEN PEMAKAI GIGI TIRUAN LENGKAP DI RSGM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Fathur Rohmah;
Ika Andryas
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.371 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20911
Edentulus penuh adalah kehilangan seluruh gigi pada rahang atas dan rahang bawah yang dapat di atasi dengan gigi tiruan. Pembuatan gigi tiruan disarankan agar dapat membantu memroses makanan serta mengembalikan fungsi bicara yang mengharuskan dokter gigi menggunakan kemampuan berbicara sebagai pengetahuan klinis tentang peranan faktor fonetik dalam pembuatan gigi tiruan. Dimensi vertikal merupakan salah satu faktor yang memengaruhi suara pada pasien pemakai gigi tiruan lengkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan dimensi vertikal pada pasien pemakai gigi tiruan lengkap terhadap kualitas huruf bilabial. Rancangan penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling pada pasien edentulous lengkap di klinik Prostodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sumatera Utara tahun 2017-2019 yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 30 orang. Data dianalisis dengan uji T berpasangan dan uji wilcoxon range test. Hasil menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan antara dimensi vertikal terhadap kualitas huruf [b] dan tidak terdapat hubungan signifikan antara dimensi vertikal terhadap kualitas huruf [m] pada pemakai gigi tiruan lengkap.
Kombinasi Bahan Cetak Alginat Dan Polyvinilsiloxane Untuk Mencetak Gigi Yang Goyang
Mirna Febriani;
Irsan Ibrahim;
Lisbeth Aswan
Cakradonya Dental Journal Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.896 KB)
Bahan cetak kombinasi dari irreversible hydrocolloid dengan polyvinylsiloxane dapat digunakan dalam metoda pencetakan gigi tiruan untuk mencegah peningkatan kegoyangan gigi. Bahan-bahan ini digunakan karena cepat mengeras dalam mulut, dan cetakan dapat dikeluarkan dalam dua arah yang berbeda sehingga tidak mengganggu gigi yang goyang. Metode pencetakan pada gigi yang goyang akibat kerusakan jaringan periodontal dapat digunakan bila beberapa gigi terletak dalam sumbu gigi yang berbeda. Pengeluaran bahan cetak dari dalam mulut dapat mencabut beberapa gigi karena sumbu panjangnya tidak sesuai dengan arah pencabutan. Kombinasi dari bahan cetak irreversible hydrocolloid dengan polyvinylsiloxane dapat menghasilkan protesa gigi tiruan yang akurat dan detil yang baik.
STUDI KEKASARAN PERMUKAAN ANTARA RESIN AKRILIK HEAT CURED DAN TERMOPLASTIK NILON YANG DIRENDAM DALAM KOPI ULEE KARENG (Coffea robusta)
Iin Sundari;
Liana Rahmayani;
Deliga Serpita
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.081 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v11i1.13631
Resin akrilik heat cured merupakan material yang paling sering digunakan dalam pembuatan basisgigi tiruan. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termoplastik nilon juga menjadipilihan bagi material basis gigi tiruan. Material basis gigi tiruan mempunyai kekurangan pada sifatfisiknya, diantaranya adalah kekasaran permukaan. Kekasaran permukaan dapat terjadi pada resinakrilik heat cured dan termoplastik nilon diantaranya disebabkan karena terpaparnya material denganlarutan yang mengandung asam, salah satunya adalah kopi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuiperbedaan kekasaran permukaan antara resin akrilik heat cured dan termoplastik nilon sebelum dansetelah direndam dalam larutan kopi Ulee Kareng (Coffea robusta). Jumlah spesimen pada penelitianini ada 8 spesimen, 4 resin akrilik heat cured Meliodent dan 4 termoplastik nilon BIO TONE denganukuran 20x20x2 mm. Spesimen direndam dalam larutan kopi selama 4 hari (mensimulasikanmengkonsumsi larutan kopi selama 1 tahun) dengan larutan kopi diganti setiap hari. Kekasaranpermukaan sebelum dan setelah perendaman diukur menggunakan alat surface roughness tester. Hasiluji t berpasangan pada kedua kelompok menunjukkan perbedaan bermakna kekasaran permukaansebelum dan setelah perendaman (p0.05), hasil uji t tidak berpasangan antara resin akrilik heat cureddan termoplastik nilon sebelum perendaman menunjukkan terdapat perbedaan bermakna (p0.05) dansetelah perendaman juga menunjukkan perbedaan bermakna (p0.05). Nilai kekasaran permukaanresin akrilik heat cured lebih tinggi dibandingkan termoplastik nilon setelah direndam dalam kopiUlee Kareng (Coffea robusta).Kata Kunci: Resin akrilik, termoplastik nilon, kopi
Studi Diameter Tubulus Dentin Setelah Pemaparan Fluoride 1500 Ppm (Gambaran Atomic Force Microscopy)
Abdillah Imron Nasution;
Mursal Mursal;
Iqbal Saputra
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (77.193 KB)
Fluoride sering terdapat di dalam pasta gigi dengan kadar 1500 ppm. Jika fluoride terpapar dengan dentin, fluoride dapat mengubah struktur dan ukuran kristal Hidroksiapatit yang merupakan pembentuk dentin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemaparan fluoride 1500 ppm terhadap diameter tubulus dentin. Penelitian ini menggunakan Atomic Force Microscopy dan ukuran diameter tubulus dentin dianalisis dengan software gwyddion v.2.30. Enam gigi premolar digunakan sebagai spesimen dan dipotong pada area mahkota dekat CEJ kemudian dihaluskan. Spesimen dikelompokkan ke dalam enam kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok yang dipaparkan larutan fluoride 1500 ppm dengan durasi 1 menit, 3 menit, 5 menit, 8 menit dan 10 menit. Pemaparan dengan fluoride dilakukan selama 7 hari. Sebanyak 5 tubulus dentin dari masing-masing spesimen dihitung ukuran diameternya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa diameter tubulus dentin pada kelompok kontrol memiliki ukuran rerata yang paling besar yaitu 4,41 μm. Sedangkan ukuran rerata diameter tubulus dentin pada kelompok perlakuan yaitu 2,63-3,53 μm. Hasil uji analisi statistik oneway ANOVA dan uji Tukey menunjukkan semua kelompok perlakuan memiliki perbedaan yang signifikan dengan kelompok kontrol (p0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemaparan larutan fluoride 1500 ppm dapat mengurangi diameter tubulus dentin secara signifikan walaupun belum mampu menutupi tubulus dentin yang terbuka dengan sempurna.
KEKASARAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOFILLER SETELAH PAPARAN PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia)
Viona Diansari;
Iin Sundari;
Sasmita Prima Dani
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.587 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27295
Resin komposit nanofiller adalah material restorasi yang memiliki ukuran filler dengan skala nanometer, sehingga dapat memperbaiki sifat fisik lebih estetik. Minuman asam seperti jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dapat diserap oleh resin komposit nanofiller dan mempengaruhi sifat fisik daripermukaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekasaran permukaan resin komposit nanofiller setelah paparan perasan jeruk nipis dengan konsentrasi 50%. Penelitian ini menggunakan 8 spesimen resin komposit nanofiller (Filtek Z350 XT, 3M ESPE, A3) berukuran 5 mm x 2 mm. Setiap spesimen awalnya direndam dalam akuades selama 24 jam (suhu 37 C) kemudian diukur kekasaran permukaannya menggunakan alat Atomic Force Microscopy (AFM) sebelum dilakukan perendaman. Spesimen kemudian direndam selama 14 hari dengan ketentuan lamanyaperendaman 5 menit pada air perasan jeruk nipis konsentrasi 50% dan pada akuades selama 23 jam 55 menit lalu dilakukan pengukuran kekasaran permukaan sesudah perendaman. Hasil analisis statistik menggunakan uji t berpasangan (p0,05) menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kekasaran permukaan sebelum dan sesudah perendaman dalam air perasan jeruk nipis. Dapat disimpulkan bahwaadanya peningkatan kekasaran permukaan resin komposit nanofiller sesudah direndam dalam air perasan jeruk nipis konsentrasi 50%.
Bentuk Residual Ridge dan Hubungannya Dengan Retensi Gigi Tiruan Penuh
Silvia Pridana;
Ismet Danial Nasution
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.392 KB)
Resorpsi tulang alveolar dipengaruhi berbagai faktor yang menyebabkan perubahan bentuk tulang alveolus. Pada pembuatan gigi tiruan penuh, dukungan tulang alveolus diperlukan karena mempengaruhi retensi dan stabilisasi. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui hubungan bentuk tulang alveolus dengan retensi gigi tiruan penuh. Klasifikasi bentuk tulang alveolus terus mengalami penyempurnaan. Faktor-faktor retensi pada gigi tiruan penuh adalah adhesi, kohesi, tekanan atmosfer, muskular, tegangan permukaan, gravitasi, daerah gerong, rotasi arah pasang, dan kesejajaran dinding. Bentuk tulang alveolus yang membulat, rata, dan lereng yang sejajar memberikan retensi yang baik karena kemampuannya menahan gaya vertikal dan lateral yang terjadi serta menambah luas permukaan antara gigi tiruan dan mukosa sehingga dapat menambah faktor fisika retensi gigi tiruan. Terdapat hubungan antara bentuk tulang alveolus dengan retensi gigi tiruan penuh.
Perawatan Kebiasaan Buruk Mengisap Ibu Jari (Thumb Sucking) Dengan Alat Orto Trainer
Dewi Elianora
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (550.796 KB)
Kebiasaan buruk (oral habit) mengisap ibu jari dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya maloklusi. Oral habit wajar terjadi pada usia kurang dari enam tahun, namun dapat berlanjut pada usia lebih dari enam tahun yang dapat menyebabkan kelainan pada struktur dentofasial. Tingkat keparahannya tergantung dengan frekuensi dan durasinya yang lama. Perawatan perlu dilakukan, mengingat akibat yang dapat ditimbulkannya. Laporan kasus seorang anak umur 9 tahun 6 bulan mempunyai kebiasaan mengisap ibu jari (thumb sucking) sejak kecil dan kebiasaan tersebut berlanjut sampai sekarang. Anak tersebut tidak mempunyai riwayat penyakit sistemik. Pemeriksaan intraoral gigi anterior rahang atas terlihat proklinasi. Penanganan awal yang dilakukan pada anak tersebut adalah dengan pemakaian alat orto trainer. Kesimpulan pemakaian alat orto trainer dalam masa tumbuh kembang diharapkan dengan hilangnya bad habit maka deep bite yang disebabkan oleh kebiasaan buruk akan kembali normal seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan rahang.
KETERKAITAN LESI ENDO-PERIO (Tinjauan Pustaka)
Nuzulul Ismi;
Agus Susanto
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.03 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v12i2.18439
Kasus lesi endo-perio merupakan kasus yang sering ditemui dalam praktek kedokteran gigi. Hubungan antara penyakit pulpa dan periodontal (lesi endo-perio) pertama kali dikemukakan oleh Simring dan Goldberg pada tahun 1964. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan tentang hubungan lesi endo-perio dan penatalaksanaannya. Lesi endoperio disebabkan oleh adanya inflamasi pada area pulpa dan jaringan periodontal secara bersamaan pada satu gigi. Keterkaitan pulpa dan jaringan periodonsium melalui jalur anatomi dan non-fisiologis. Jalur secara anatomis melalui foramen apikal, kanal lateral dan tubulus dentin, sedangkan jalur non-fisiologis seperti perforasi iatrogenik, trauma, fraktur gigi vertikal, perawatan periodontal yang tidak adekuat, dan lainnya. Perawatan lesi endo-perio bertujuan menghilangkan inflamasi pada area pulpa dan jaringan periodontal. Pemeriksaan secara komprehensif diperlukan, meliputi pemeriksaan klinis dan radiograf yang dapat membantu dalam menegakkan diagnosis melalui tanda dan gejala klinis serta mengklasifikasikan lesi endo-perio sehingga perawatan yang tepat dapat dilakukan. Pemeriksaan tanda dan gejala klinis dalam menentukan diagnosa lesi endo-perio penting dilakukan untuk menentukan perawatan yang tepat.