cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
TOPOGRAFI DENTIN SETELAH PENYIKATAN DENGAN SODIUM LAURYL SULFATE PADA BERBAGAI DURASI WAKTU DITINJAU DENGAN ATOMIC FORCE MICROSCOPY Abdillah Imron Nasution; Basri A. Gani; Firda Asbarini
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10613

Abstract

Menyikat gigi menggunakan pasta gigi berfluoride adalah kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat di negara berkembang. Pasta gigi yang dijual di pasaran biasanya mengandung deterjen dengan kadar yang rendah. Sodium lauryl sulfate (SLS) adalah salah satu deterjen dalam pasta gigi dengan kadar rata-rata 0,5-2% dari berat keseluruhan pasta gigi. SLS dapat merusak struktur dentin dengan berpenetrasi ke dalam kristal hidroksiapatit (HA) yang merupakan penyusun dentin. Penelitian ini bertujuan menganalisis topografi dentin setelah penyikatan dengan sodium lauryl sulfate 1% pada berbagai durasi waktu ditinjau dengan Atomic Force Microscopy (AFM). Enam gigi premolar digunakan sebagai spesimen dan dipotong pada area mahkota dekat CEJ kemudian dihaluskan. Spesimen dikelompokkan ke dalam enam kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok yang disikat dengan SLS 1% dengan durasi 3 menit, 5 menit, 8 menit dan 10 menit. Perlakuan diulang selama 7 hari. Hasil pengamatan AFM memperlihatkan perbedaan antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyikatan menggunakan SLS dapat menurunkan kekasaran permukaan, memperkecil diameter tubulus dentin, menurunkan tinggi dentin intertubuler dan memperlebar jarak dentin intertubuler. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa SLS dapat menyebabkan abrasi pada struktur hidroksiapatit dan merusak kolagen pada dentin.
GAMBARAN EARLY CHILDHOOD CARIES (ECC) DI POSYANDU TERINTEGRASI PAUD (PENDIDIKAN ANAK USIA DINI) KECAMATAN SIJUNJUNG KABUPATEN SIJUNJUNG SUMATERA BARAT (Preliminary Study Pengembangan Surveilans ECC di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat pada bulan Juli 2013) Arymbi Pujiastuty
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10612

Abstract

Early Childhood Caries (ECC) atau karies pada anak usia dini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar dan menjadi penyakit infeksi yang kronis pada anak yang sulit dikontrol. Belum ada data yang dapat mewakili gambaran beban penyakit ECC khususnya di Sumatera Barat lebih khusus lagi di Kabupaten Sijunjung yang dapat digunakan untuk perencanaan program dalam memecahkan masalah ECC. Studi Deskriptif cross sectional ini bertujuan untuk mendapat gambaran prevalensi, pengalaman dan tingkat keparahan Early Childhood Caries (ECC) pada anak usia 3 - 6 tahun yang akan digunakan sebagai preliminary study pengembangan surveilans ECC di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat. Metode yang dipakai yaitu pemeriksaan klinis dengan menggunakan indeks DMFT/dmft untuk mengukur pengalaman ECC. Indeks PUFA/pufa digunakan untuk menilai adanya kondisi oral dan infeksi akibat ECC tidak terawat. Kesimpulannya adalah prevalensi ECC dan infeksi odontogenik yang didapat menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi kesehatan gigi dan mulut anak usia pra sekolah masih belum menjadi perhatian serius dan sebagian besar kasus karies pada anak usia dini (ECC) didapati belum dilakukan perawatan.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU MENGENAI GIGI SULUNG ANAKNYA SERTA KEMAUAN MELAKUKAN PERAWATAN Munifah Abdat
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10611

Abstract

Angka kejadian karies gigi pada anak terus meningkat. Timbulnya karies anak dipengaruhi oleh pengetahuan ibu dalam merawat kesehatan gigi. Peran gigi sulung adalah sebagai penunjuk jalan bagi pertumbuhan gigi permanen penggantinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu tentang kesehatan gigi dan mulut anaknya serta kemauan melakukan perawatan. Subyek penelitiannya adalah ibu dari murid SD kelas satu Banda Aceh yang terdapat karies gigi pada anaknya, menggunakan Total Sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 64% subyek berpendidikan sarjana dan paska sarjana, namun pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dan mulut anaknya dengan kategori kurang sebesar 35,5% dan sikap ibu serta kemauan untuk melakukan perawatan didapatkan dengan kategori kurang sebesar 58,1%. Ketika anak mengeluhkan sakit gigi hanya 64% ibu yang merawatkan anaknya ke dokter gigi, 6% ibu justru membiarkan, 6% ibu meningkatkan konsumsi susu dan 24% ibu membawa ke dokter umum untuk diberikan antibiotik. Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu mengenai kondisi gigi sulung anaknya belum baik, kemauan untuk melakukan perawatan gigi anaknya juga belum ada dibuktikan frekuensi ke dokter gigi hanya ketika anaknya mengeluh sakit gigi.
HUBUNGAN PENILAIAN PERSEPSI ESTETIKA ORAL DENGAN KEADAAN MALOKLUSI MENGGUNAKAN ORAL SUBJECTIVE INDEX SCALE (OASIS) DAN DENTAL AESTHETIC INDEX (DAI) (STUDI PADA REMAJA USIA 16-17 TAHUN DI SMAN KOTA BANDA ACEH) Rafinus Arifin; . Herwanda; Cut Rindi Tefani
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10610

Abstract

Estetika pada wajah dapat menentukan persepsi pada diri sendiri dan dapat mempengaruhi kualitas hidup. Pada remaja ketertarikan fisik merupakan faktor penting yang mempengaruhi hubungan sosial. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan penilaian persepsi estetika dan prevelensi tingkat maloklusi pada usia 16-17 tahun di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Banda Aceh. Metode crosssectional yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan 100 siswa-siswi di banda Aceh. Data yang dikumpulkan berupa umur, jenis kelamin, status maloklusi berdasarkan Dental Aesthetic Index (DAI), dan persepsi estetika oral berdasarkan Oral Aesthetic Subjective Index Scale (OASIS). Chi-Square tes digunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara DAI dan OASIS. Uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi estetika dan keadaan maloklusi p=0,037 (p0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara penilaian persepsi estetika OASIS dan keadaan maloklusi DAI. Hal ini menunjukkan hubungan signifikan antara kondisi maloklusi dan tingkat kepedulian remaja terhadap keadaan estetikanya. Faktor usia pada penderita maloklusi tidak mempengaruhi kondisi persepsi estetika yang dimilikinya. Sebaliknya faktor jenis kelamin terhadap persepsi estetika menunjukkan remaja wanita cenderung lebih peduli terhadap keadaan gigi-giginya.
PENGARUH PERASAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) SEBAGAI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Enterococcus faecalis SECARA IN VITRO Cut Soraya; Santi Chismirina; Rizki Novita
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10609

Abstract

Enterococcus faecalis (E. faecalis) adalah salah satu bakteri Gram positif fakultatif anaerob yang termasuk flora normal dalam rongga mulut, namun bakteri ini dapat menjadi patogen dan memiliki peran utama sebagai penyebab lesi periradikuler persisten setelah perawatan saluran akar. Perawatan saluran akar, salah satu tahapannya adalah dengan irigasi. Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan salah satu tanaman umbi lapis yang mengandung senyawa-senyawa antimikroba. Penelitian dengan desain eksperimental laboratories ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perasan bawang putih terhadap pertumbuhan E. faecalis. Enterococcus. faecalis yang telah dikultur pada media CHROM agar VRE dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37C dalam suasana anaerob, dilakukan uji konfirmasi dengan pewarnaan Gram dan penentuan kekeruhan bakteri dengan spektrofotometer. Uji pengaruh perasan bawang putih terhadap pertumbuhan E. faecalis dilakukan dengan metode difusi agar pada media MHA. Data hasil pengukuran dianalisis dengan oneway ANOVA dengan =0,05 dan dilanjutkan dengan uji Least Significance Difference (LSD). Disimpulkan bahwa perasan bawang putih memiliki pengaruh terhadap E. faecalis pada konsentrasi 25% dan 50% dengan kemampuan daya hambat lemah, sedangkan pada konsentrasi 75% dan 100% dengan kemampuan daya hambat yang sedang.
Gambaran Kasus Mukokel Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Lokasi, dan Rekurensi Setelah Perawatan (Kajian Di Instalasi Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2005-2011) Chairunas .; Sunnati .; Siti Alya Humaira
Cakradonya Dental Journal Vol 4, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mukokel merupakan salah satu lesi patologis yang sering dijumpai dalam praktik kedokteran gigi sehari-hari. Mukokel adalah lesi yang umum pada mukosa rongga mulut yang dihasilkan dari suatu perubahan pada kelenjar saliva minor sehingga menyebabkan penumpukan mukus pada jaringan sekitar. Mukokel dapat terjadi pada mukosa mulut yang terdapat kelenjar saliva minor di dalamnya dan biasanya disebabkan oleh trauma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kasus mukokel di Instalasi Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2005-2011 berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi serta rekurensi setelah perawatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif dengan menggunakan data sekunder yang didapat dari kartu rekam medis pasien. Dari 50 kasus yang dianalisis, pasien mukokel perempuan sebanyak 27 kasus (54%) dan laki-laki sebesar 23 kasus (46%). Sejumlah 15 kasus (30%) terjadi pada usia 0-10 tahun, 17 kasus (34%) pada usia 11-20 tahun, 14 kasus (28%) pada usia 21-30 tahun, 3 kasus (6%) pada usia 31-40 tahun, dan satu kasus (2%) pada usia 41-50 tahun. Berdasarkan lokasi mukokel, mukosa labial rahang atas terjadi sebanyak 4 kasus (14,3%), 20 kasus (71,4%) pada mukosa labial rahang bawah, 3 kasus (10,7%) pada mukosa bukal, dan satu kasus (3,6%) pada ventral lidah. Rekurensi setelah perawatan jarang terjadi, hanya 2 kasus (4%) yang dilaporkan. Simpulan penelitian ini adalah jenis kelamin sedikit lebih dominan terjadi pada perempuan. Kelompok usia tertinggi yang mengalami mukokel adalah usia 11-20 tahun, dan mukosa bibir bawah merupakan lokasi yang paling umum terjadi.
Konsentrasi Hambat dan Bunuh Minimum Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Terhadap Aggregatibacter Actinomycetemcomitans Secara In Vitro Afrina .; Santi Chismirina; Risa Yulanda Magistra
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periodontitis agresif merupakan kelainan jaringan yang progresif pada orang dewasa muda sehat yang didominasi oleh bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Perawatan periodontitis agresif dengan penggunaan antibiotik berkepanjangan dapat menyebabkan bakteri A. actinomycetemcomitans menjadi resisten, oleh sebab itu alternatif perawatan dapat dilakukan dengan pemberian tanaman yang mengandung antibakteri, salah satunya daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan obat tradisional yang sering digunakan untuk berbagai macam penyakit dan diketahui memiliki kandungan aktif yang bersifat antibakteri. Zat aktif yang terkandung tersebut alkaloid, polifenol, saponin, flavonoid, kuinon dan steroid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pertumbuhan A. actinomycetemcomitans secara in vitro. Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan sampel A. actinomycetemcomitans isolat klinis yang telah diidentifikasi sebelumnya dan daun jeruk nipis yang diekstraksi menggunakan metode maserasi. Ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) diuji efek antibakterinya terhadap pertumbuhan A. actinomycetemcomitans dengan metode Standard Plate Count (SPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan koloni pada konsentrasi 0,25% berjumlah 386 x 103 CFU/ml dan paling sedikit ditemukan pada konsentrasi 20% berjumlah 1,5 x 103 CFU/ml. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ditemukan pada konsentrasi 0,25% dan tidak ditemukan adanya Kosentrasi Bunuh Minimum (KBM).
Studi Pelepasan Monomer Sisa Dari Resin Akrilik Heat Cured Setelah Perendaman Dalam Akuades Viona Diansari; Sri Fitriyani; Fazliyanda Maria Haridhi
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resin akrilik heat cured merupakan campuran monomer metil metakrilat dan polimer polimetil metakrilat yang dipolimerisasi dengan cara pemanasan. Proses polimerisasi tidak sempurna dan menghasilkan monomer sisa. Kandungan monomer sisa yang tinggi dapat menyebabkan iritasi atau alergi terhadap jaringan rongga mulut. Pengurangan jumlah monomer sisa dapat dilakukan dengan perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades terhadap pelepasan monomer sisa. Penelitian ini menggunakan resin akrilik QC-20 berbentuk disk (ukuran d = 50 mm, t = 3 mm) sebanyak 10 spesimen direndam dalam akuades dengan durasi 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 hari pada suhu 37C. Perendaman setiap 24 jam dilakukan pergantian akuades (tiap perlakuan menggunakanspesimen yang sama). Pengukuran jumlah monomer sisa dilakukan setiap 24 jam menggunakan alat Spektrofotometer UV-VIS. Perhitungan jumlah monomer sisa dalam bentuk konsentrasi menggunakan persamaan garis lurus y = 9.2543x - 0.0027. Persamaan garis lurus didapat dari kurva absorban dan konsentrasi larutan standar metil metakrilat 0.1%, 0.075%, 0.050%, 0.025%, dan 0.010%. Analisis statistik data hasil penelitian dilakukan dengan uji Friedman dan uji lanjut Wilcoxon (p0.05). Hasil uji Friedman menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p=0.000) antara durasi perendaman terhadap jumlah monomer sisa. Hasil uji lanjut Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada perendaman resin akrilik selama 24 jam (hari ke-1) dibandingkan dengan hari berikutnya (perendaman hari ke-1 melepaskan monomer sisa dengan jumlah tertinggi). Perendaman antara hari ke-6, 7, dan 8 terdapat perbedaan yang tidak bermakna (uji Wilcoxon p0.05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh durasi perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades terhadap pelepasan jumlah monomer sisa.
Bentuk Residual Ridge dan Hubungannya Dengan Retensi Gigi Tiruan Penuh Silvia Pridana; Ismet Danial Nasution
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resorpsi tulang alveolar dipengaruhi berbagai faktor yang menyebabkan perubahan bentuk tulang alveolus. Pada pembuatan gigi tiruan penuh, dukungan tulang alveolus diperlukan karena mempengaruhi retensi dan stabilisasi. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui hubungan bentuk tulang alveolus dengan retensi gigi tiruan penuh. Klasifikasi bentuk tulang alveolus terus mengalami penyempurnaan. Faktor-faktor retensi pada gigi tiruan penuh adalah adhesi, kohesi, tekanan atmosfer, muskular, tegangan permukaan, gravitasi, daerah gerong, rotasi arah pasang, dan kesejajaran dinding. Bentuk tulang alveolus yang membulat, rata, dan lereng yang sejajar memberikan retensi yang baik karena kemampuannya menahan gaya vertikal dan lateral yang terjadi serta menambah luas permukaan antara gigi tiruan dan mukosa sehingga dapat menambah faktor fisika retensi gigi tiruan. Terdapat hubungan antara bentuk tulang alveolus dengan retensi gigi tiruan penuh.
Hubungan Antara Durasi Hemodialisis Dengan Periodontitis Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Sri Rezeki; Sunnati .; Dara Mauliza
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan masalah kesehatan dunia, dengan jumlah penderita yang bertambah setiap tahun. Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi ginjal secara perlahan yang berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerulus. Pasien gagal ginjal kronik biasanya diberikan terapi hemodialisis untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta mengeluarkan produk sisa metabolisme. Pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis sering terjadi periodontitis akibat kondisi kebersihan mulut yang buruk, dan menjadi semakin parah seiring bertambahnya durasi hemodialisis yang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi hemodialisis dengan periodontitis. Penelitian analitik cross sectional ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Subjek penelitian sebanyak 99 orang dengan usia 2059 tahun. Dilakukan pemeriksaan kedalaman poket periodontal dan pemeriksaan OHI-S terhadap subjek penelitian. Berdasarkan hasil uji chi-square terdapat hubungan yang bermakna antara durasi hemodialisis dengan periodontitis (p0,05). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara durasi hemodialisis dengan periodontitis.