cover
Contact Name
Rahman Tanjung
Contact Email
jurnal@rakeyansantang.ac.id
Phone
+6285718662925
Journal Mail Official
jurnal@rakeyansantang.ac.id
Editorial Address
Palumbonsari, Kec. Karawang Tim., Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41314, Kab. Karawang, Provinsi Jawa Barat
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Tahsinia
ISSN : 26852047     EISSN : 27975452     DOI : https://doi.org/10.57171/jt
Core Subject : Education,
Jurnal Tahsinia [ISSN (e): 2797-5452 | ISSN (p): 2685-2047] adalah media untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan topik ilmu pendidikan yang diterbitkan oleh STIT Rakeyan Santang Karawang. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu April dan Oktober. Jurnal Tahsinia menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang ilmu pendidikan yang mencakup : 1) Administrasi/Manajemen Pendidikan, 2) Pendidikan Agama Islam, 3) Pendidikan Ekonomi, 4) Pendidikan Fisika, 5) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 6) Bimbingan dan Konseling, 7) Pendidikan luar Sekolah, 8) Pendidikan luar Biasa, 9) Teknologi Pendidikan, 10) Pendidikan Geografi, 11) Pendidikan Bahasa, dan lainnya.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2024): April" : 12 Documents clear
UPAYA MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DENGAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF DULEY UNTUK ANAK TUNANETRA Ari Ramdani, Rosi; Oriza Sativa Basri, Ratu; El Tsania Nuran, Shauma; Nuraulia, Keisha; Futri Rahmadhani, Alifah; Puteri Isnaeni, Asti; Nasha Azzahra, Aquilla
Tahsinia Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i1.52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, tidak terkecuali siswa yang berkebutuhan khusus, juga memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya meningkatkan mutu pembelajaran dengan alat permainan edukatif duley untuk anak tunanetra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan potensi tunanetra harus dilakukan secara optimal, baik metode pengembangan secara umum maupun metode pengembangan potensi secara efektif, agar semakin berkembang keilmuan terkait metode pengembangan potensi yang efektif. Sebagai salah satu metode pengembangan potensi, perlu bagi bagi Sekolah untuk mempraktikkan metode pengembangan potensi yang efektif secara konseptual dalam hidup masing-masing peserta didik. Sehingga pengembangan potensi yang efektif bisa memberikan pengaruh untuk meningkatkan hidup masing-masing. Pemilihan media harus tepat sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Media berbasis taktual, karena tidak berfungsinya visual (penglihatan) anak, maka media berbasis visual yang diperuntukkan bagi anak-anak pada umumnya, maka untuk anak tunanetra harus dimodifikasi sedemikian rupa menjadi media berbasis taktual (peradaban). Buku, alat bantu kerja, bagan, grafik, peta gambar dapat dimodifikasi ke dalam wujud media taktual. Media berbasis audio, yang termasuk media ini seperti video, film, program, slide-tape, televisi. Media kategori ini umumnya disajikan dengan didominasi oleh informasi yang bersifat visual, unsur audionya sering tidak bisa mewakili.
PERAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGATASI SISWA YANG KECANDUAN GAME ONLINE DI MADRASAH TSANAWIYAH YAPIDA TAMBI KABUPATEN INDRAMAYU Najmul Hidayat, Ayi; Mujaddid Syaikhul Islam, Ahmad; Sopandi, Sopandi; Ulfah, Ulfah
Tahsinia Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i1.56

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, penetrasi internet dan teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan masyarakat, termasuk cara anak-anak dan remaja menghabiskan waktu luang mereka. Bermain game online, yang sekarang mudah diakses melalui berbagai perangkat seperti komputer, tablet, dan smartphone, telah menjadi kegiatan populer yang tidak hanya menghibur tapi juga seringkali menuntut waktu dan perhatian yang signifikan. Fenomena global ini tentunya juga berdampak pada siswa tingkatan Madrasah Tsanawiyah, dimana peningkatan aksesibilitas terhadap game online menggiring sebagian dari mereka ke dalam pola bermain yang kompulsif, atau yang lebih dikenal dengan kecanduan game online. Guru Pembimbing memiliki peran yang sangat penting untuk mengatasi siswa-siswanya kecanduan bermain game online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran, cara dan strategi yang dilakukan guru pembimbing dalam mengatasi siswa-siswanya kecanduan bermain game online. Sehingga, harapannya penelitian ini dapat menjadi tulisan yang bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai pedoman bagi para guru pembimbing dalam melaksanakan perannya untuk mencegah siswa-siswanya kecanduan bermain game online. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara dimana yang menjadi narasumber disini adalah guru pembimbing di MTs Yapida Tambi. Berdasarkan hasil penelitian yaitu guru pembimbing sangat penting untuk pertumbuhan siswa. Untuk itu guru pembimbing harus melakukan beberapa hal agar siswa tidak kecanduan game online diantaranya: dengan cara pendekatan, pengawasan dan menambahkan kegiatan siswa diluar jam belajar.
METODE PENDIDIKAN AKHLAK MURSYID THORIQOH DI PONDOK PESANTREN: Studi Komparasi di Pondok Pesantren TQN Al-Mubarok Cinangka-Serang dan Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Cidahu-Pandeglang Ardiansyah, Wahyu
Tahsinia Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i1.197

Abstract

Akhlak yang mulia adalah hal yang sangat penting bagi seseorang. Perubahan akhlak dapat dipengaruhi oleh pendidikan yang diterima, agar perubahan akhlak menjadi baik tentunya dalam pendidikannya juga harus menggunakan metode yang tepat. Kemudian dalam proses pendidikan akhlak juga harus diperhatikan siapa pendidiknya, ketika metode yang digunakan sudah tepat namun pendidiknya tidak memiliki kompetensi dalam hal itu, maka akan mempengaruhi hasilnya. Oleh karena itu, Metode Pendidikan Akhlak Mursyid Thoriqoh sejatinya adalah sebuah usaha yang dilakukan oleh seorang mursyid dalam mendidik para muridnya tentang akhlak, dengan berpedoman kepada kehidupan Rosulullah SAW sebagai mursyid pertama dalam dunia thoriqoh. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode pendidikan akhlak yang digunakan oleh mursyid thoriqoh di Pondok Pesantren TQN Al-Mubarok ialah metode keteladanan, metode ceramah, metode ibrah dan nasihat dan metode targhib dan tarhib. Sedangkan mursyid di Pondok Pesantren Roudlotul Ulum menggunakan metode aplikasi dan pengamalan, metode keteladanan, metode bandongan, metode ibrah dan nasihat dan metode mudzakaroh. Kemudian terdapat beberapa persamaan dan perbedaan dari sisi faktor pendukung dan hambatannya, namun sejauh pelaksanaan yang telah dilakukan oleh mursyid dari dua thoriqoh dan dua pesantren yang berbeda itu, telah banyak kontribusi yang telah diberikan bagi kehidupan dan perubahan akhlak murid-muridnya di pondok pesantren khususnya dan umumnya di masyarakat.
UPAYA GURU PEMBIMBING DALAM MEMBANTU PERENCANAAN KARIR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Najmul Hidayat, Ayi; Ma’arief, M. Syamsul; Jamaludin, Jamaludin; Ulfah, Ulfah
Tahsinia Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i1.199

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah masih banyak lulusan SMA yang masih mengalami kesulitan dalam mewujudkan karir masa depannya. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa tindakan yang tepat, maka peserta didik lulusan SMA akan semakin banyak lagi yang menjadi pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara empiris bagaimana upaya guru pembimbing dalam membantu perencanaan karir siswa SMA Darul Hadits Lembang. Serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan dalam upaya guru pembimbing dalam membantu perencanaan karir siswa SMA Darul Hadits Lembang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan menggambarkan secara sistematis dan akurat, fakta dan karakteristik tertentu. Berdasarkan data hasil penelitian, bahwa setelah mendapatkan bimbingan dari guru pembimbing siswa dapat merencanakan karir setelah lulus sekolah, adapun siswa yang masih kebingungan guru pembimbing sebagai fasilitator tetap mengarahkan agar siswa tersebut dapat merencanakan karir dengan baik tidak hanya itu guru pembimbing memantau dengan baik siswanya dalam merencanakan karir. Faktor pendukung dalam kegiatan bimbingan karir ini terutama dukungan dari orangtua, guru dan semangat siswa untuk melanjutkan karirnya. Faktor penghambat yang sering terjadi mengenai perekonomian karena mayoritas siswa di SMA Darul Hadits Lembang ini standar perekonomian menengah kebawah tetapi antusias siswa untuk maju sangatlah bagus dengan begitu guru pembimbing memberikan arahan sampai siswa dapat mencapai karir yang sesuai. Berdasarkan temuan dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa guru pembimbing memiliki peran yang signifikan dalam upaya membantu perencanaan karir siswa SMA Darul Hadits Lembang.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Wahyu Ningsih, Indah; Ulfah, Ulfah; Mayasari, Annisa; Arifudin, Opan
Tahsinia Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i1.203

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa seorang guru harus dapat mengelola proses pembelajaran dengan optimal dan menciptakan suasana mengajar yang menyenangkan didalam kelas sehingga siswa dapat terlibat dan aktif dalam mengikuti pembelajaran dengan aktif tidak pasif sehingga tercapai prestasi belajar yang tinggi dari peserta didik. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat proses pembelajaran harus dapat menghasilkan peningkatan prestasi belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pembelajaran pendidikan agama islam dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik di Sekolah Dasar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini bahwa perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang ada sudah memenuhi indikator yang penulis gunakan, hal ini dikarenakan perencanaan pembelajaran berupa RPP, Silabus dan perangkat perencanaan pembelajaran yang lainnya sudah tersedia. Pelaksanaan Pembelajaran guru Pendidikan Agama Islam mengajar sesuai dengan teori rusman yang peneliti gunakan, ada tiga tahapan kegiatan yaitu: a) melaksanakan tahap kegiatan pendahuluan, b) melaksanakan tahap kegiatan inti, dan c) melaksanakan tahap kegiatan penutup. Evaluasi hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam, bahwa guru menggunakan penilaian dengan berbagai cara, hal ini diperoleh dari teori rusman maupun dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan.
DAMPAK MANAJEMEN PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL PENILAIAN PESERTA DIDIK Ramdhan Wahyudinata, Yusuf
Tahsinia Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i1.233

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa pada tahap implementasi pembelajaran wajib memenuhi rangkaian proses pendahuluan, kegiatan inti, juga kegiatan penutup. Evaluasi dari pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan para pendidik terhadap perolehan hasil belajar dalam mengukur pencapaian kompetensi peserta didik juga diterapkan sebagai langkah awal menyusun laporan peningkatan perolehan belajar peserta didik, juga meningkatkan kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak manajemen pembelajaran terhadap hasil penilaian peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kegiatan pelaksanaan pembelajaran berisikan kegiatan-kegiatan yang utama dilakukan di dalam kelas antara pendidik dan peserta didik dengan melalui tiga kegiatan. Dalam kegiatan evaluasi manajemen pelaksanaan pembelajaran di kelas berakhir, pendidik melakukan beberapa hal seperti melakukan evaluasi pada diri sendiri apakah kegiatan pembelajaran dikelas yang telah dilakukannya berjalan optimal atau belum, apakah metode dan media pembelajarannya tepat atau belum, dan apakah materi yang disampaikan bisa diterima peserta didik dengan baik atau belum. Tujuannya untuk peningkatan dalam kegiatan selanjutnya. Dalam manajemen evaluasi pembelajaran, perencanaannya dilaksanakan dengan bersama-sama melalui rapat dan bimbingan teknis dengan mengikutsertakan unsur pimpinan madrasah seperti kepala madrasah, pendidik, dan tenaga kependidikan.
MANAJEMEN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SDN LANGGENGSARI Ahsan, Moh
Tahsinia Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i1.241

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa pengelolaan dari penunjang pembelajaran yakni media peraga dalam mendukung mutu pembelajaran, secara khusus pada pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar. Media pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru pada saat ini tidak hanya media pembelajaran yang berupa papan tulis, gambar, poster, model-model, dan lain-lain tetapi sekarang dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk mendapatkan media pembelajaran yang lebih lengkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen peningkatan mutu pembelajaran di Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini bahwa Guru harus kreatif dalam penggunaan media pembelajaran, selalu mengkomunikasikan kepada anak-anak didiknya, menemukan sesuatu ide-ide dalam bentuk yang baru, dan mempunyai tanggung jawab yang sangat besar, sehingga dalam pelaksanaannya banyak kendala yang dihadapi dalam rangka meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Biasanya salah satu faktor atau alasan tidak dimanfaatkannya media pembelajaran atau media itu terabaikan pada umumnya disebabkan oleh waktu persiapan mengajar terbatas, sulit mencari media yang tepat, biaya tidak tersedia, antusiasme peserta didik dan lain-lain.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI SISTEM 1 BANDING 6 DI MTsS MILBoS Muflikhun, Muflikhun; Khobir, Khoirul
Tahsinia Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i1.249

Abstract

Penelitian ini dilakukan di MTsS MILBoS (Maghfirah Islamic Boarding  School). Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi pendidikan karakter di Madrasah tersebut. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini, analisis dan pemeriksaan data dilakukan dengan membandingkan data dari beberapa sumber untuk kemudian ditarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dua kesimpulan, pertama implementasi pendidikan karakter melalui sistem 1 banding 6 (1 murabbi/guru membimbing 6 siswa) dengan menerapkan kegiatan yang terukur dan terjadwal dari bangun sampai tidur kembali, untuk menjadikan peserta didik berhasil memiliki adab yang islami dan terbiasa dengan sunnah-sunnah nabi, agar nantinya kebiasaan tersebut dapat dipraktekkan hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga peserta didik benar-benar menjadi qurrata a’yun (penyejuk hati). Penanaman pendidikan karakter 1 banding 6 yang intensif tersebut menjadikan setiap siswa mendapatkan perhatian yang sangat baik dari para gurunya serta menjadikan keunikan bagi MTsS MILBoS. Kedua, dari segi implementasi kegiatannya yang diadakan dikenal dengan 7 syiar MTsS MILBoS yang meliputi: 1) Bangga dengan Islam, 2) Beraqidah yang benar, 3) Taat dalam ibadah, 4) Mulia akhlaknya, 5) Semangat dalam belajar, 6) Disiplin hidupnya, serta 7) Hidup bermanfaat.
KONSEP TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS TASAWUF MENURUT SYEKH NAWAWI AL-BANTANI Indah Ayu, Mutiara
Tahsinia Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i1.383

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa kecenderungan pemikiran Syaikh Nawawi yang tradisionalis, sufistik dan asketik, tampaknya banyak memengaruhi penulisan kitab-kitabnya. Syekh Nawawi Al-Bantani mengarang kitab sekitar 115 buah, sedangkan menurut sumber lain sekitar 99 buah, yang terdiri dari Ilmu Tafsir, Hadits, Teologi, Tarikh,Akhlak, Tasawuf, dan lain-lain. Salah satu karya monumentalnya adalah kitab Marah Labid Tafsir Li Kasyf Ma’ani Qur’an Majid. Syaikh Nawawi juga dikenal sebagai sufi dengan aliran tarekat Qadiriyah. Oleh karena itu tidak mengherankan jika karya-karyanya banyak bernuansa tasawuf. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep tujuan pendidikan islam berbasis tasawuf menurut Syekh Nawawi Al-Bantani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan pendidikan dalam Islam menurut Nawawi merupakan refleksi dari fungsi manusia sebagai ubudiyah dan khalifah. Maksud manusia untuk ubudiyah ialah semua aktivitas manusia harus dibingkai dengan nilai mardatillah dan kebahagiaan akhirat. Sedangkan fungsi manusia sebagai khalifah adalah bagaimana mengatur kehidupan dan mengolah alam semesta ini untuk kemakmuran bagi manusia sekarang dan generasi mendatang, sekaligus juga ubudiyah. Nawawi mengatakan pendekatan diri kepada Allah itu merupakan tujuan pendidikan. Orang dapat mendekatkan diri kepada Allah hanya setelah memperoleh ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu sendiri tidak akan dapat diperoleh manusia kecuali melalui pengajaran.
UPAYA MENINGKATKAN GEMAR MAKAN BUAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOKING CLASS MEMBUAT SATE BUAH DI POS PAUD MEKARSARI Tri Susanti, Gigih
Tahsinia Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i1.474

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa kurangnya konsumsi buah pada anak antara lain disebabkan tidak dimulainya pola pembentukan makan sehat sejak usia dini akibat kesulitan ibu dalam memperkenalkan buah kepada anak. Kegiatan Cooking Class membuat sate buah sebagai upaya gemar makan buah pada peserta didik sejak dini. Karena dengan makan buah banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan dan membantu tumbuh kembang anak secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Upaya Meningkatkan Gemar Makan Buah Melalui Model Pembelajaran Cooking Class Membuat Sate Buah Di Pos PAUD Mekarsari. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini bahwa data yang dihasilkan ada 80% peserta yang senang makan buah dan 20% kurang suka makan buah. Ada beberapa peserta didik yang suka makan buah tertentu saja. Gemar makan buah sejak usia dini sangat menunjang tumbuh kembang anak dan Kesehatan hingga dewasa nantinya. Melalui kegiatan membuat Sate buah diharap dapat menambah kreativitas peserta didik dengan berbagai warna, rasa, bentuk buah-buahan. Dengan model pembelajaran cooking class membantu perkembangan fisik motorik, kognitif, bahasa, seni, dan pembiasaan yang baik makan buah.

Page 1 of 2 | Total Record : 12