cover
Contact Name
Agus Salim Salabi
Contact Email
salimsalabi@iainlhokseumawe.ac.id
Phone
+6285277295929
Journal Mail Official
lppm@iainlhokseumawe.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, IAIN Lhokseumawe Jl. Medan-B.Aceh, Km. 275, No.1 Alue Awe, Kota Lhokseumawe, Aceh. 24352
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Saree : Research in Gender Studies
ISSN : -     EISSN : 27464466     DOI : https://doi.org/10.47766/saree
Saree dalam bahasa Aceh artinya rata, sejajar, dan setingkat. Kata Sare secara filosofis menggambarkan keseimbangan antara laki-laki dan perempuan. Keseimbangan mengacu kepada kolaborasi peran antara laki-laki dan perempuan yang menekankan pada konsep keharmonisan dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan, tanpa perbedaan kedudukan, kekayaan, keturunan, suku, ras dan golongan. Ruang lingkup kajian fokus kepada gender dan anak berbasis keIslaman. Jurnal Saree berada di bawah Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (LP2M) IAIN Lhokseumawe dan terbit dua kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember
Articles 64 Documents
Pemenuhan Nafkah Keluarga dengan Suami Gangguan Mental Perspektif Iṡtisna’iyat At-Taklif Devi, Elvira Rahma; Nashirudin, Muh
Saree: Research in Gender Studies Vol. 6 No. 1 (2024): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v6i1.2546

Abstract

This study explores the fulfillment of family needs in two households in the village of Mendak, where the husbands suffer from mental disorders and the wives have to earn a living. The study also discusses the concept of Iṡtisna’iyat At-Taklif, which exempts individuals with mental disorders from legal obligations. This field research involved interviews with these wives, neighbours, and village officials, as well as related literature studies. The results show that the wives of men with mental disorders must work to meet their family's needs, with assistance from family, neighbours, and the village government. In terms of legal capability, the husbands in this study have fluctuating legal competence depending on their conditions. These cases fall under the "awaridh ahliyyah samawi" category (obstacles arising from outside the individual), with variations in the type of their mental disorders. AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi cara pemenuhan nafkah bagi dua keluarga di desa Mendak, di mana suami mengalami gangguan mental dan istri harus mencari nafkah. Studi ini juga membahas konsep Iṡtisna’iyat At-Taklif, yang mengecualikan orang dengan gangguan mental dari beban hukum. Penelitian lapangan ini melibatkan wawancara dengan istri-istri tersebut, tetangga, dan pejabat desa, serta studi literatur terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa istri dari pria dengan gangguan mental harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dengan bantuan dari keluarga, tetangga, dan pemerintah desa. Dalam hal kapabilitas hukum, suami dalam studi ini memiliki kecakapan hukum yang berfluktuasi tergantung pada kondisi mereka. Kasus ini termasuk dalam kategori "awaridh ahliyyah samawi" (hambatan yang timbul dari luar diri individu), dengan variasi dalam jenis gangguan mental mereka.
Discourse in Gender Studies: How Language Shapes Gender Narratives? Azmy, Khairul; Rahman, Fadhlur; Muntasir, Muntasir
Saree: Research in Gender Studies Vol. 6 No. 1 (2024): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v6i1.2553

Abstract

This study explores the significance of discourse in the field of gender studies, with a specific emphasis on the ways in which language shapes and impacts perceptions of gender. The study highlights the influence of power dynamics within language, illustrating how communication strengthens conventional gender norms and prejudices. However, the substantial amount of research in this field posed difficulties in attaining a thorough understanding. Although numerous studies specifically position their work within the framework of discourse analysis, the various methodologies employed hinder a cohesive function of discourse analysis as a means of examining language and gender. This paper offers a detailed analysis of relevant theoretical frameworks, findings and discussions to gain a comprehensive understanding of how language and gender narratives interact. The study then expanded on current knowledge of gender, identity, and discourse by actively analysing and engaging with long-standing and continuing debates. The findings emphasize the possibility of using discourse to confront and change deeply embedded gender biases, promoting an equal depiction of genders through the use of language.   Abstrak Artikel ini mengkaji pentingnya memahami wacana dalam studi gender. Penelitian ini memberi perhatian khusus pada cara bahasa dapat membentuk dan mempengaruhi persepsi gender. Studi ini menunjukkan pengaruh dinamika kekuasaan dalam bahasa, yang menunjukkan bagaimana wacana dapat menunjukkan dan memperkuat norma dan prasangka gender yang ada. Banyak penelitian menggunakan analisis wacana sebagai dasar kajian dinamika bahasa dan gender. Namun, berbagai pendekatan yang digunakan membuatnya tidak efektif. Penelitian ini menganalisis relevan kerangka teori untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana bahasa dan persepsi gender berinteraksi satu sama lain. Dengan secara aktif menganalisis dan berpartisipasi dalam perdebatan yang telah berlangsung lama dan berkelanjutan, penelitian ini meneliti dan meningkatkan pengetahuan saat ini tentang gender, identitas, dan wacana. Temuan artikel ini menekankan bahwa pendekatan wacana dapat digunakan untuk menghadapi dan mengubah bias gender yang kuat, sehingga dapat mendorong penggambaran gender yang lebih setara dan adil melalui penggunaan bahasa.  
Peran Perempuan Desa dalam Mitigasi Kebakaran Hutan Hamzah, Amir; Zulkarnain, Zulkarnain
Saree: Research in Gender Studies Vol. 6 No. 1 (2024): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v6i1.2593

Abstract

Despite the fact that women do not experience any direct harm, forest fires have significant and detrimental effects on them whenever necessary. The impact on women is disproportionate, and these fires cause significant disruption to various aspects of life, including social, economic, and health. Consequently, the objective of this investigation is to assess the extent to which women are involved in the management of forest and land fires. This study employed a multifaceted approach to data collection in order to enhance comprehension of the impact and dynamics of The Power of Mama (PoM) program. Secondary social data collection was one of the primary methods employed. This involved the examination of existing records and statistics to provide a comprehensive understanding of the social, demographic, and economic characteristics of the village and its residents. This offered a fundamental comprehension of the community's circumstances prior to the commencement of the PoM program. These findings demonstrate that, as demonstrated by initiatives such as The Power of Mama, women's contributions are substantial in the mitigation of fires. It is essential that governments and organizations collaborate to safeguard and empower women in order to effectively prevent and mitigate forest fires.   Abstrak Meskipun perempuan tidak terpengaruh secara langsung, kebakaran hutan memiliki dampak yang luas dan berbahaya terutama pada mereka. Kebakaran ini menyebabkan banyak gangguan terhadap berbagai aspek kehidupan, seperti sosial, ekonomi, dan kesehatan, dan dampaknya terhadap perempuan sangat tidak proporsional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterlibatan perempuan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dampak dan dinamika program The Power of Mama (PoM), studi ini menggunakan pendekatan multi-segi dalam pengumpulan data. Salah satu metode utama yang digunakan adalah pengumpulan data sosial sekunder; ini melibatkan menganalisis catatan dan statistik yang ada untuk memberikan latar belakang karakteristik sosial, demografis, dan ekonomi desa dan penduduknya. Sebelum program PoM dimulai, ini memberikan pemahaman dasar tentang kondisi masyarakat. Hasil ini menunjukkan bahwa, seperti yang ditunjukkan oleh program seperti The Power of Mama, keterlibatan perempuan sangat besar dalam mengurangi kebakaran. Sangat penting bagi pemerintah dan organisasi untuk bekerja sama dalam melindungi dan memberdayakan perempuan untuk memitigasi dan mencegah kebakaran hutan secara efektif.
Studi Gender: Analisis Kepemimpinan Wanita Dalam Organisasi Kemahasiswaan Fitriana, Dedek Dhea; Suhaila, Suhaila; Humairah , Intan; Safitri , Revi; Reihannah, Reihannah
Saree: Research in Gender Studies Vol. 6 No. 1 (2024): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v6i1.3166

Abstract

The aim of the research is to explore women's leadership in student organizations, focusing on their leadership styles and types, their role in student organizations, and the impact of women's leadership on these organizations. This is a qualitative study conducted using a descriptive survey technique. The research was conducted at the State Islamic Institute (IAIN) in Lhokseumawe. The findings indicate that women's leadership is critical for promoting gender diversity and equality in the workplace, and it is highly relevant to current social issues. The effectiveness of women's leadership, which is associated with multitasking ability, creativity, innovation, and organizational experience, paints a positive picture of women's contributions to organizations. Women's leadership styles in the Department Student Association are collaborative, transformative, and transactional, which differs from men's leadership styles in developing organizations. The study's findings are expected to provide support and advice to female leaders in order to continue to advance student organizations and implement relevant policies. This demonstrates that the research does not end with the findings, but also includes practical recommendations that can be implemented to help women develop as leaders.   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan wanita dalam organisasi kemahasiswaan, peran, gaya dan jenis kepemimpinan mereka, serta bagaimana kepemimpinan wanita berdampak pada organisasi kemahasiswaan. Studi ini berjenis kualitatif dan dilakukan melalui survei deskriptif. Studi ini dilakukan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe. Penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan wanita sangat penting untuk mewujudkan keragaman gender dan kesetaraan di tempat kerja dan sangat relevan dengan masalah sosial saat ini. Mereka yang memiliki pengalaman berorganisasi, multitasking, kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan yang efektif memiliki pandangan positif tentang peran wanita dalam organisasi. Berbeda dengan gaya kepemimpinan laki-laki dalam pengembangan organisasi, gaya kepemimpinan wanita di organisasi bersifat kolaboratif, transformatif, dan transaksional. Penelitian diharapkan akan memberikan bantuan dan rekomendasi kepada pemimpin wanita untuk terus mengembangkan organisasi kemahasiswaan dan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan. Ini menunjukkan bahwa penelitian tidak hanya mencapai kesimpulan tetapi juga memberikan saran praktis yang dapat digunakan untuk mendukung perkembangan kepemimpinan wanita.
Literary Magic in The BFG: Crafting a Timeless Tale of Children Literature Nuzulia, Rahma
Saree: Research in Gender Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v6i2.3299

Abstract

ABSTRACT ENGLISHThe purpose of this study is to investigate the literary strategies that Roald Dahl utilized in his novel "The BFG" in order to create a piece of children's literature. The study focuses on the novel's innovative use of language, character development, and thematic elements in order to gain an understanding of how these elements contribute to the novel's enduring appeal. The existing data for analysis is derived directly from a tangible interaction with the text, which ensures that the analysis is accurate to the material that was initially being analyzed. When it comes to expanding the scope of analysis, scholarly articles, critical books, and findings from previous research, are also very significant. Furthermore, the research investigates the influence that "The Big Friendly Giant" has had on children's literature, focusing on the educational contributions it has made and the impact it has had on subsequent works. The purpose of this study is to produce a comprehensive understanding of Roald Dahl's narrative strategies and the significance of those strategies within the context of children's literature. This will be accomplished through a qualitative analysis of primary and secondary sources. ABSTRACT INDONESIANTujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki strategi sastra yang digunakan Roald Dahl dalam novelnya “The BFG” untuk menciptakan sebuah karya sastra anak. Penelitian ini berfokus pada penggunaan bahasa, pengembangan karakter, dan elemen tematik yang inovatif dalam novel tersebut untuk mendapatkan pemahaman tentang bagaimana elemen-elemen tersebut berkontribusi pada daya tarik novel yang bertahan lama. Data yang ada untuk analisis diperoleh langsung dari interaksi nyata dengan teks, yang memastikan bahwa analisis tersebut akurat terhadap materi yang pada awalnya dianalisis. Dalam hal memperluas cakupan analisis, artikel-artikel ilmiah, buku-buku kritis, dan temuan-temuan dari penelitian sebelumnya, juga sangat signifikan. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki pengaruh “The Big Friendly Giant” terhadap literatur anak-anak, dengan fokus pada kontribusi pendidikan yang diberikan dan dampaknya terhadap karya-karya berikutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai strategi naratif Roald Dahl dan pentingnya strategi tersebut dalam konteks literatur anak-anak. Hal ini akan dicapai melalui analisis kualitatif dari sumber-sumber primer dan sekunder.
Moral Values in Interstellar Movie: A Father-Daughter Relationship Rahmah, Salwa Sabita
Saree: Research in Gender Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v6i2.3331

Abstract

ABSTRACT ENGLISH:This study investigates the moral values embedded in Christopher Nolan's film Interstellar, with the goal of identifying and analysing the ethical lessons conveyed by its narrative. The research employs a qualitative methodology, with an in-depth examination of key scenes that depict moral values. The study identifies eight key moral values in the film: honesty, bravery, protection, discipline, love and affection, kindness and friendliness, loyalty, and the complex father-daughter relationship. Each value is critically evaluated within the context of the storyline, emphasizing its impact on the characters' decisions and the film's overall message. To uncover and interpret the moral values embedded in specific scenes of Interstellar, the researcher used Linda and Eyre's (1993) theoretical framework from "Teaching Your Children Values". The findings show that Interstellar goes beyond its role as a source of entertainment to serve as a powerful medium for imparting moral lessons. By addressing universal themes such as human connection, responsibility, and ethical quandaries, the film establishes itself as a valuable moral education resource, providing insights that will resonate deeply with a wide range of audiences. ABSTRACT INDONESIAN:Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis pelajaran moral yang disampaikan oleh tokoh-tokoh dalam film Interstellar oleh Christopher Nolan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, melakukan pemeriksaan mendalam terhadap bagian penting dari nilai moral. Menurut penelitian ini, ada delapan prinsip moral utama yang terkandung dalam film: kejujuran, keberanian, perlindungan, disiplin, cinta dan kasih sayang, kebaikan dan keramahan, kesetiaan, dan hubungan ayah-anak yang kompleks. Nilai-nilai diperiksa secara menyeluruh sesuai dengan alur cerita, dengan penekanan pada pengaruh mereka terhadap keputusan yang dibuat oleh karakter dan pesan film secara keseluruhan. Peneliti menggunakan kerangka teori Linda dan Eyre (1993) dari "Teaching Your Children Values" untuk mengungkap dan menginterpretasikan nilai moral yang terkandung dalam adegan tertentu dalam film Interstellar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Interstellar tidak hanya sebagai berperan sebagai media hiburan, namun menjadi medium yang efektif untuk memberikan nilai-nilai moral. Film ini berperan sebagai sumber pendidikan moral yang berharga dengan mengangkat tema-tema seperti pelajaran etika, hubungan antar manusia, dan tanggung jawab. Selain itu, film ini juga memberikan wawasan yang akan beresonansi secara mendalam bagi penonton.
Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Belajar Al-Qur'an: Perspektif Ibu Rumah Tangga di Lhokseumawe Rahmat, Aulia
Saree: Research in Gender Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v6i2.3441

Abstract

ABSTRACT ENGLISH:This study aims to identify housewives' intrinsic and extrinsic motivations for reading the Qur'an. This is a qualitative study conducted in Gampong Uteun Bayi, Banda Sakti District, Lhokseumawe. Data for this study were gathered through observation and in-depth interviews with 20 housewives who were actively engaged in learning to read the Qur'an. The data analysis techniques used in this study included data collection, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that intrinsic motivation factors in housewives learning to read the Qur'an include the desire to be able to read the Qur'an properly and correctly, to teach children and grandchildren, to reap the benefits of reading the Qur'an, to prepare for the afterlife, and to invest in the right place. The extrinsic motivation discovered includes an expert teacher, a flexible schedule, being invited by friends, gathering for positive activities, and brotherhood in the majlis. In this study, spiritual and social factors dominate both the intrinsic and extrinsic motivation of housewives to learn the Qur'an. Following up on the findings of this study, discussions about the motivation of housewives to learn the Qur'an in Lhokseumawe City should be held in order to have a positive impact on Qur'anic learning. ABSTRACT INDONESIAN:Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dorongan intrinsik dan eksternal ibu rumah tangga untuk belajar membaca Al-Qur'an. Penelitian kualitatif ini dilakukan di Gampong Uteun Bayi, yang terletak di Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Data untuk studi ini dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menyeluruh dengan dua puluh ibu rumah tangga yang aktif terlibat dalam kegiatan belajar membaca Al-Qur'an. Dalam penelitian ini, metode analisis data terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik ibu rumah tangga untuk belajar membaca Al-Qur'an adalah keinginan untuk membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, mengajarkannya kepada anak cucu, memperoleh pahala dari membaca Al-Qur'an, mempersiapkan diri untuk akhirat, dan memberikan infaq pada tempat yang tepat. Faktor eksternal yang ditemukan termasuk guru yang hebat, jadwal yang fleksibel, berteman dengan orang lain, berkumpul untuk hal-hal positif, dan persaudaraan dalam komunitas. Faktor spiritual dan sosial mendominasi motivasi ibu rumah tangga dalam belajar Al-Qur'an dalam studi ini.  
Bias Gender dalam Narasi Media Online tentang Kekerasan Seksual di Mandailing Natal: Analisis Wacana Kritis Sara Mills Setiadi, Fadlan Masykura
Saree: Research in Gender Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v6i2.4895

Abstract

ABSTRACT ENGLISH:Sexual violence is a global issue with multidimensional impacts, including psychological, social, and legal consequences. This study aims to analyze gender bias in local media coverage of sexual violence cases in Mandailing Natal using Sara Mills' critical discourse analysis approach. Data were sourced from three lokal online media outlets: Mandailing Online, Malintang Pos, and MohgaNews. The findings reveal that the media often position women as passive objects, focusing on perpetrators and sensationalizing narratives. This study provides new insights into how media reinforce gender stigma through framing. By integrating framing theory and critical discourse analysis, it contributes to the literature on media and gender justice, recommending more empathetic and victim-centered journalistic practices. ABSTRACT INDONESIAN:Kekerasan seksual merupakan isu global dengan dampak multidimensional, termasuk psikologis, sosial, dan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bias gender dalam pemberitaan media lokal terkait kasus kekerasan seksual di Mandailing Natal dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Sara Mills. Data diambil dari tiga media online lokal: Mandailing Online, Malintang Pos, dan MohgaNews. Hasil menunjukkan bahwa media cenderung memosisikan perempuan sebagai objek pasif, dengan penekanan pada pelaku dan sensasi narasi. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana media dapat memperkuat stigma gender melalui pembingkaian berita. Dengan mengintegrasikan teori framing dan analisis wacana kritis, penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang media dan keadilan gender serta merekomendasikan praktik jurnalistik yang lebih empatik dan berbasis korban.
Analyzing Speech Acts in Gritte Agatha's Podcast: 'Jadi Korban Bullying Satu Sekolah, Karena Peran Cinderella' Nurjannah, Nurjannah; Saerudin, Sahur
Saree: Research in Gender Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v6i2.5244

Abstract

ABSTRACT ENGLISH:Podcasts are an interesting type of YouTube content to discuss because there are numerous variations of speech acts in conversations between speakers and their speech partners. The goal of this study is to describe speech acts using locution, illocution, and perlocution from the Gritte Agatha Podcast "Jadi Korban Bullying Satu Sekolah, karena Peran Cinderella". This study's data consists of oral statements or utterances made during a conversation between Gritte Agatha, the host, and Ricky, the speaker. This study takes a qualitative descriptive approach. The data collection technique is the listening method, followed by the note-taking technique, which involves recording relevant speech data in accordance with the research's target and purpose. The data analysis technique used qualitative descriptive techniques and pragmatic analysis to describe and categorize speech acts in the Gritte Agatha Podcast. The results revealed that this podcast contained three types of speech acts: locutionary, illocutionary, and perlocutionary speech acts. Locution speech acts include news sentences, question sentences, and command sentences. The only speech acts found in illocutionary speech are assertive, directive, and expressive. In this study, only one type of perlocutionary speech act was identified: forcing the interlocutor to do something.   ABSTRACT INDONESIAN:Podcast merupakan salah satu jenis konten YouTube yang menarik untuk dibahas karena terdapat banyak variasi tindak tutur dalam percakapan antara penutur dan mitra tuturnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindak tutur yang menggunakan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dari Podcast Gritte Agatha “Jadi Korban Bullying Satu Sekolah, karena Peran Cinderella”. Data penelitian ini berupa pernyataan atau ujaran lisan yang dibuat selama percakapan antara Gritte Agatha sebagai pembawa acara dan Ricky sebagai narasumber. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan analisis pragmatik untuk mendeskripsikan dan mengategorikan tindak tutur dalam Podcast Gritte Agatha. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menyimak dan mencatat data tuturan yang relevan sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa podcast ini mengandung tiga jenis tindak tutur, yaitu tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tindak tutur lokusi meliputi kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah. Tindak tutur yang ditemukan dalam tuturan ilokusi hanya tindak tutur asertif, direktif, dan ekspresif. Dalam penelitian ini, hanya satu jenis tindak tutur perlokusi yang diidentifikasi: memaksa lawan tutur untuk melakukan sesuatu.
Deconstructing Gender and Class Discourse in Satirical Cinematic Language through de Beauvoirian Lens Rahman, Fadhlur; Yuzar, Ella; Kholid, Mohammad; Nurlaila, Nurlaila
Saree: Research in Gender Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v7i1.4887

Abstract

This paper aims to explore the utilization of Simone de Beauvoir’s feminist-philosophical theory in a contemporary media context, specifically in Ruben Östlund's film Triangle of Sadness, to gain a comprehensive understanding of the mechanism of gender and class identity construction. The critical discourse analysis was then employed to analyse the data, allowing for the identification of language and symbolic patterns that reflect patriarchal and capitalist social norms. De Beauvoir’s theories of gender and class act as the theoretical foundation for this paper, comprehend the constitution of identity as socially constructed, and provide a critical analytical tool for unravelling how established norms organize hierarchies and divisions of power within society. The results show that Triangle of Sadness is a satirical narrative that effectively deconstructs gender and class social structures. Through de Beauvoirian’s analytical lens, the film demonstrates how extreme situation that challenge dominant norms could shake social constructions of identity. Scenes ranging from an argument over who pays for dinner to power dynamics on a cruise ship, vividly demonstrate how gender and class shape identity and social interactions. This study affirms that de Beauvoirian’s theoretical framework remains relevant and pertinent for re-interpreting contemporary media discourse, particularly in comprehending the tension and conflict between social structures.   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang mekanisme pembentukan identitas gender dan kelas melalui teori feminisme-filosofis Simone de Beauvoir dalam konteks media kontemporer, khususnya melalui film Triangle of Sadness yang disutradarai oleh Ruben Östlund. Data dikumpulkan melalui analisis teks naskah film, artikel dan ulasan kritis. Studi ini kemudian menggunakan analisis wacana kritis untuk menganalisis penggunaan bahasa dan pola simbolik yang mencerminkan standar sosial, kapitalis dan patriarki. Pemikiran de Beauvoir menjadi landasan teoretis untuk memahami konstruksi identitas dan sosial, dan menjadi alat analisis kritis untuk mengungkap bagaimana norma-norma yang mapan mengatur hierarki dan pembagian kekuasaan di komunitas atau masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Triangle of Sadness memupuk narasi satir secara efektif dan mendekonstruksi struktur sosial dan kelas. Film ini menunjukkan juga bagaimana situasi ekstrem yang menantang norma-norma dominan dapat mengubah pemahaman sosial tentang identitas kelas dan jender. Adegan-adegan yang ditunjukkan dalam film, seperti perdebatan panjang antara pasangan (tentang siapa yang harus membayar makan malam), hingga pergolakan dominasi struktur sosial dan dinamika kekuasaan di dalam kapal pesiar memberikan interpretasi baru dalam konstruksi sosial yang sebenarnya. Sehingga, kerangka teori feminisme-filosofis de Beauvoir masih sangat relevan dan tepat untuk menafsirkan kembali wacana, terutama dalam konteks pemahaman konflik dan ketegangan antara struktur sosial.