cover
Contact Name
Agus Salim Salabi
Contact Email
salimsalabi@iainlhokseumawe.ac.id
Phone
+6285277295929
Journal Mail Official
lppm@iainlhokseumawe.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, IAIN Lhokseumawe Jl. Medan-B.Aceh, Km. 275, No.1 Alue Awe, Kota Lhokseumawe, Aceh. 24352
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Saree : Research in Gender Studies
ISSN : -     EISSN : 27464466     DOI : https://doi.org/10.47766/saree
Saree dalam bahasa Aceh artinya rata, sejajar, dan setingkat. Kata Sare secara filosofis menggambarkan keseimbangan antara laki-laki dan perempuan. Keseimbangan mengacu kepada kolaborasi peran antara laki-laki dan perempuan yang menekankan pada konsep keharmonisan dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan, tanpa perbedaan kedudukan, kekayaan, keturunan, suku, ras dan golongan. Ruang lingkup kajian fokus kepada gender dan anak berbasis keIslaman. Jurnal Saree berada di bawah Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (LP2M) IAIN Lhokseumawe dan terbit dua kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember
Articles 64 Documents
Interpreting Women's Emancipation in the Context of Islamic Multiperspectivism: An Analytical Approach Widiyanti, Dewi; Firdaus, Muammar
Saree: Research in Gender Studies Vol. 5 No. 1 (2023): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v5i1.1003

Abstract

This study aims to investigate, analyze, and establish a model for the study of women's emancipation from an Islamic perspective. The research methodology employs a qualitative interpretive paradigm, utilizing literature-based techniques. Data for the research was sourced from 50 different materials, including books, research findings, and digital news. The data search incorporated keywords such as women's emancipation, gender, and Islamic views. The results indicate that emancipation studies are conducted through a multi-perspective approach encompassing historical perspectives, Islamic law perspectives, and Al-Qur'an perspectives. From these three perspectives, it is evident that Islam has elevated the status of women, leading to equality between women and men. This study implies a shift in societal paradigms, recognizing that women deserve opportunities to contribute in all aspects of society. Such functionalization is implemented with consideration for religious norms, social conditions, and individual competencies. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki, menganalisis, dan membangun model studi emansipasi wanita dari perspektif Islam. Metodologi penelitian ini menggunakan paradigma interpretatif kualitatif, dengan menggunakan teknik-teknik berbasis literatur. Data untuk penelitian ini bersumber dari 50 bahan yang berbeda, termasuk buku, temuan penelitian, dan berita digital. Pencarian data menggunakan kata kunci seperti emansipasi wanita, gender, dan pandangan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa studi emansipasi dilakukan melalui pendekatan multi-perspektif yang mencakup perspektif sejarah, perspektif hukum Islam, dan perspektif Al-Qur'an. Dari ketiga perspektif tersebut, terbukti bahwa Islam telah mengangkat derajat perempuan, yang mengarah pada kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Penelitian ini mengimplikasikan adanya pergeseran paradigma masyarakat yang mengakui bahwa perempuan berhak mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam segala aspek kehidupan. Fungsionalisasi tersebut diimplementasikan dengan mempertimbangkan norma-norma agama, kondisi sosial, dan kompetensi individu.
Mengklaim Ruang Publik: Analisis Awal Mengenai Non-gerakan Perempuan Aceh di Warung Kopi di Aceh Hasbi, Baiquni
Saree: Research in Gender Studies Vol. 5 No. 2 (2023): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v5i2.1036

Abstract

This article discusses the significant role of Acehnese women in reshaping and claiming public spaces, with a specific focus on their participation in coffee shops as a case study. Employing a qualitative approach, the research analyzes the impact of disasters, the narratives of Acehnese recovery, and the influence of cultural values, as well as political and economic factors, on the women's movement in Aceh. Data collection involved literature review and document analysis. This initial analysis applies the concept of social non-gerakan to reveal how Acehnese women, without being driven by consistent ideologies or leadership, have influenced the transformation of public spaces in post-disaster Aceh. Despite facing criticism and regulations, the courage of Acehnese women in asserting their presence in public spaces has led to significant social changes in Aceh. This study highlights the importance of understanding the role of women in the transformation of public spaces and its implications for gender inclusivity in Acehnese society. Abstrak Artikel ini membahas peran penting perempuan Aceh dalam mengubah dan mengklaim ruang publik, dengan fokus pada partisipasi mereka di warung kopi sebagai studi kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis dampak bencana, narasi perbaikan Aceh, dan pengaruh nilai-nilai budaya serta faktor-faktor politik dan ekonomi terhadap gerakan perempuan Aceh. Data dikumpulkan melalui penelitian literatur, dan analisis dokumen. Analisis awal ini mengaplikasikan konsep sosial non-gerakan untuk mengungkapkan bagaimana perempuan Aceh, tanpa didorong oleh ideologi atau kepemimpinan yang konsisten, telah mempengaruhi transformasi ruang publik di Aceh pasca-bencana. Meskipun menghadapi kritik dan regulasi, keberanian perempuan Aceh dalam mempertahankan kehadiran mereka di ruang publik telah memunculkan perubahan sosial yang signifikan di Aceh. Penelitian ini menggambarkan pentingnya memahami peran perempuan dalam transformasi ruang publik serta implikasinya terhadap inklusivitas gender dalam masyarakat Aceh
Implementasi Pembelajaran Responsif Gender di Madrasah Ibtidaiyah Sholeh, Makherus
Saree: Research in Gender Studies Vol. 5 No. 1 (2023): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v5i1.1138

Abstract

This study aims to understand the implementation of gender-responsive school programs in Madrasah Ibtidaiyah. The research method used was descriptive qualitative with research subjects including teachers and students. Data collection techniques consisted of observation, interviews and documentation, with data validity strengthened through triangulation of techniques. Data analysis adopted an interactive model. The results showed that the implementation of the gender-responsive school program in Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Ashriyah Banjarmasin was carried out through three stages: habituation, intervention, and special activities. The implementation of the program in learning includes five aspects: classroom concepts that are in accordance with gender needs, gender-oriented lesson plans, learning resources that are accessible to men and women, learning media that are impartial to gender, and learning methods that provide equal opportunities for men and women. Gender-responsive school infrastructure includes lactation rooms for nursing mothers, equal distribution of bathrooms between men and women, and school health units that pay attention to the health needs of men and women. Supporting activities for gender-responsive school programs include routine activities such as women's studies and incidental activities such as gender-responsive school poster competitions, Dimas Diajeng, and student band competitions. Supporting factors from within the school include gender-responsive school management and gender-oriented learning, while factors from outside the school are support from the community and student guardians. This research provides an in-depth understanding of the implementation of gender-responsive school programs and the factors that support them, with the potential to improve gender equality in the educational environment. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memahami implementasi program sekolah responsif gender di Madrasah Ibtidaiyah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi guru dan siswa. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi teknik. Analisis data mengadopsi model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program sekolah responsif gender di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Ashriyah Banjarmasin dilakukan melalui tiga tahap: pembiasaan, intervensi, dan kegiatan khusus. Implementasi program tersebut dalam pembelajaran mencakup lima aspek: konsep ruang kelas yang sesuai dengan kebutuhan gender, RPP berwawasan gender, sumber belajar yang dapat diakses oleh laki-laki dan perempuan, media pembelajaran yang tidak memihak gender, dan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan yang sama bagi laki-laki dan perempuan. Sarana prasarana sekolah yang responsif gender mencakup ruang laktasi untuk ibu menyusui, pembagian kamar mandi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan, dan unit kesehatan sekolah yang memperhatikan kebutuhan kesehatan laki-laki dan perempuan. Kegiatan penunjang program sekolah responsif gender meliputi kegiatan rutin seperti kajian keputrian dan kegiatan insidental seperti lomba poster sekolah responsif gender, Dimas Diajeng, dan lomba band peserta didik. Faktor pendukung dari dalam sekolah meliputi manajemen sekolah yang responsif gender dan pembelajaran berwawasan gender, sementara faktor dari luar sekolah adalah dukungan dari masyarakat dan wali murid. Penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang implementasi program sekolah responsif gender dan faktor-faktor yang mendukungnya, dengan potensi untuk meningkatkan kesetaraan gender di lingkungan pendidikan.
Peran Wanita Karir Terhadap Pola Pengasuhan Anak Heni, Rizka; Aini, Zamratul; Fitri, Muqaramah
Saree: Research in Gender Studies Vol. 5 No. 1 (2023): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v5i1.1785

Abstract

As globalization affects national development, it correlates with an increased demand for women's active role in the economic sector. These dual roles, as professionals and as mothers or wives, create dilemmas in the family context. This study aims to conduct an in-depth analysis of the role of career women in parenting patterns. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation and interviews and analyzed using triangulation methods. This research comparatively explores the social situation between family and society. The results showed that career women can guarantee a better future for their children through better access to education. However, there are shortcomings in aspects of children's character development, particularly in communication skills and openness to information. Career women also tend to rely on childcare services. In contrast, women who are housewives are not always able to be closely involved with their children. Especially for women who are not mentally ready for marriage, they tend to be less productive.   Abstrak Globalisasi mempengaruhi pembangunan nasional yang berkorelasi dengan peningkatan tuntutan peran aktif perempuan dalam aspek ekonomi. Peran ganda ini, sebagai profesional dan sebagai ibu atau istri, menciptakan dilema dalam konteks keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam tentang peran wanita karir dalam pola pengasuhan anak. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dan dianalisis menggunakan metode triangulasi. Penelitian ini secara komparatif mengeksplorasi situasi sosial antara keluarga dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita karir dapat memberikan jaminan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak mereka melalui akses pendidikan yang lebih baik. Namun, terdapat kekurangan dalam aspek perkembangan karakter anak, khususnya dalam keterampilan berkomunikasi dan keterbukaan terhadap informasi. Wanita karir juga cenderung mengandalkan layanan penitipan anak. Sebaliknya, wanita yang berstatus sebagai ibu rumah tangga tidak selalu dapat terlibat erat dengan anak-anak mereka. Terutama bagi perempuan yang mentalnya belum siap untuk menikah, mereka cenderung menjadi kurang produktif.  
Pentingnya Pengembangan Karir Bagi Perempuan Di Masa Kini Siregar , Muhammad Fuad Zaini
Saree: Research in Gender Studies Vol. 5 No. 1 (2023): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v5i1.1807

Abstract

This article examines the importance of careers for women. Changes in society's view of women in the world of work have brought about significant changes in women's participation in various sectors. Women's careers are seen as opportunities to increase women's economic empowerment, skills development, and social contribution. The research method used in this article is qualitative by taking a phenomenological approach. The stages of phenomenological analysis are participant selection, data collection, data transcription and exploration, excess identification, excess alignment and grouping, explanation and interpretation, and report preparation. The results of the study show that the importance of women's careers in the social and economic context is analyzed by considering the positive impact on the family, society, and gender equality. Career development is also linked to improving women's academics, helping change gender perceptions in society, and inspiring the younger generation. The importance of viewing women's careers as an aspect that is in line with religious values and the balance of roles in the family. Thus, women's career development is expected to make a significant contribution to economic empowerment, individual development, and social change, without neglecting their important role in the family and society.   Abstrak Penelitian ini mengulas tentang pentingnya karir bagi perempuan. Perubahan pandangan masyarakat terhadap perempuan di dunia kerja telah membawa perubahan yang signifikan terhadap partisipasi perempuan di berbagai sektor. Karier perempuan dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan, pengembangan keterampilan, dan kontribusi sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Tahapan analisis fenomenologi adalah pemilihan partisipan, pengumpulan data, transkripsi dan eksplorasi data, identifikasi kelebihan, penyelarasan dan pengelompokan kelebihan, penjelasan dan interpretasi, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentingnya karir perempuan dalam konteks sosial dan ekonomi dianalisis dengan mempertimbangkan dampak positif terhadap keluarga, masyarakat, dan kesetaraan gender. Pengembangan karir juga dikaitkan dengan peningkatan kemampuan akademis perempuan, membantu mengubah persepsi gender di masyarakat, dan menginspirasi generasi muda. Pentingnya memandang karir perempuan sebagai aspek yang sejalan dengan nilai-nilai agama dan keseimbangan peran dalam keluarga. Dengan demikian, pengembangan karir perempuan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi, pengembangan individu, dan perubahan sosial, tanpa mengabaikan peran pentingnya dalam keluarga dan masyarakat.
Unmasking Gendered Language Patterns in Social Media Discourse Yuzar, Ella; Rahman, Fadhlur; Sari, Dwhy Dinda; Zanzibar, Zanzibar
Saree: Research in Gender Studies Vol. 5 No. 2 (2023): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v5i2.1822

Abstract

This study investigates the complex realm of gendered discourse within the social media landscape, with an emphasis on revealing and analyzing language patterns. This research employs content analysis as a research methodology, utilizing Twitter's Application Programming Interface to extract tweets that include the hashtags #womenempowerment, #feminist, #menempowerment, and #malechauvinist for the purpose of this study. The decision to focus on these specific hashtags was deliberate, as they represent the spectrum of gender-related discourse, including emancipation, feminism, men's emancipation, and male chauvinism. The prevalence of these hashtags in online discussions demonstrates the various ways Twitter users interact with and express their views on these critical gender issues. This paper explored the intricacies of language usage, uncovering valuable insights that could be pertinent to discussions surrounding gender representation and equality. The findings provide researchers, practitioners, and society with valuable insights into effectively navigating the constantly changing landscape of gendered discourse on social media.   Abstrak: Dengan penekanan pada analisis pola bahasa, penelitian ini menyelidiki ranah wacana gender yang rumit dalam interaksi online di media sosial. Sebagai metodologi penelitian, penelitian ini menggunakan analisis konten. Untuk melakukan ini, Twitter's Application Programming Interface digunakan untuk mengekstrak tweet dengan tagar #womenempowerment, #feminist, #menempowerment, dan #malechauvinist. Fokus pada tagar-tagar ini digunakan dengan tujuan khusus karena mereka mewakili berbagai topik terkait gender, seperti emansipasi, feminisme, emansipasi laki-laki, dan chauvinisme laki-laki. Tagar-tagar ini muncul dalam diskusi dan interkasi online, menunjukkan berbagai cara pengguna Twitter berinteraksi dan menyatakan pendapat mereka tentang isu-isu gender yang penting. Lebih jauh, penelitian ini menemukan berbagai aspek penggunaan bahasa dan memberikan perspektif penting yang sangat relevan dengan pembicaraan tentang representasi gender dan kesetaraan. Hasil ini membantu para peneliti, praktisi, dan masyarakat mengatasi wacana gender di media sosial yang terus berubah.
Pendidikan Life Skill Berbasis Gender Ramadona, Nurhappy
Saree: Research in Gender Studies Vol. 5 No. 2 (2023): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v5i2.2059

Abstract

This research reviews how the application of skill life education gender-specific madrasah extracurricular activities at MAS Al-Ishlahiyah Binjai. This study aims to determine the type, direction, objectives and management as well as evaluation of the implementation of gender-specific madrasah extracurricular activities at the madrasah. This research data is qualitative type with descriptive survey technique. The research instruments are direct observation by the author and interview guidelines. The data source of this research is the results of interviews with madrasah alumni who are fairly active in extracurricular activities in madrasah and the author's experience when taking levels in madrasah. The result of this research is that the implementation and improvement of women's extracurricular activities must be carried out in every educational institution without gender bias. The implementation process is carried out by the head of the madrasa and vice madrasa as well as teachers with a deft attitude in determining various extracurricular activities without discriminating between male and female students. The impact and implications of this research are for students to be able to make a means of developing talents and interests and increasing the potential of students in the madrasah environment. Meanwhile, teachers can pay attention to things that support and influence intelligence in children.   Abstrak Penelitian ini menyelidiki tentang bagaimana pengaplikasian pendidikan life skill berbasis gender terutama pada kegiatan ekstrakurikuler madrasah yang berspektif gender di MAS Al-Ishlahiyah Binjai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, arah, sasaran dan pengelolaan serta evaluasi  pelaksanaan ekstrakurikuler madrasah berspektif gender di madrasah tersebut. Data penelitian ini berjenis kualitatif dengan teknik survey deksriptif. Adapun instrumen penelitiannya adalah observasi langsung oleh penulis dan pedoman wawancara. Sumber data penelitian ini adalah hasil wawancara kepada alumni madrasah yang terbilang aktif dalam ekstrakurikuler madrasah dan pengalaman penulis ketika menempuh jenjang di madrasah. Hasil dari penelitian ini adalah implementation and improvement serta inovasi pada visi dan misi ekstrakurikuler khusus perempuan harus dijalankan di setiap instansi pendidikan tanpa adanya bias gender. Proses pelaksanaannya dilakukan oleh kepala madrasah dan wakil madrsah serta guru dengan sikap cekatan dalam menentukan berbagai kegiatan ekstrakurikuler tanpa membeda-bedakan antara siswa laki-laki dan siswi perempuan. Adapun dampak dan implikasi dari penelitian ini adalah bagi peserta didik dapat menjadikan sarana dalam mengembangkan bakat dan minat serta menambah potensi peserta didik di lingkungan madrasah. Sedangkan bagi guru dapat memperhatikan suatu hal yang mendukung dan mempengaruhi kecerdasan pada anak.
Peningkatan Life Skill Peserta Didik Melalui Jurusan Tata Rias dan Kecantikan Saidatunnisa, Saidatunnisa
Saree: Research in Gender Studies Vol. 5 No. 2 (2023): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v5i2.2086

Abstract

This study found that schools have not been able to effectively instill life skills in all students, especially in answering the challenges of job competition. The purpose of this study was to identify the role of vocational high schools in improving students' life skills in Cosmetology and Beauty majors. The method used is a qualitative approach with descriptive research method. Data were collected through observation, interviews with teachers, department heads, and students, as well as processing information that is useful for research. The results showed that vocational schools play a role as a place to develop abilities, especially in the field of Cosmetology and Beauty. However, evaluation of the Cosmetology and Beauty study program is carried out periodically to ensure the suitability of the education program with the beauty industry. The implication of this research is the need for planning to improve life skills in the Cosmetology and Beauty department by integrating life skills values into the curriculum and teaching methods. This is expected to produce students and graduates who are competitive and successful in their career path.   Abstrak Penelitian ini menemukan bahwa sekolah belum mampu secara efektif menanamkan life skill pada seluruh peserta didik, terutama dalam menjawab tantangan persaingan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi peran sekolah menengah kejuruan dalam meningkatkan life skill siswa pada jurusan Tata Rias dan Kecantikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, ketua jurusan, dan siswa, serta pengolahan informasi yang berguna bagi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah kejuruan berperan sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan khususnya pada bidang Tata Rias dan Kecantikan. Namun, evaluasi terhadap program studi Tata Rias dan Kecantikan dilakukan secara berkala untuk memastikan kesesuaian program pendidikan dengan industri kecantikan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya perencanaan peningkatan life skill pada jurusan Tata Rias dan Kecantikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai life skill kedalam kurikulum dan metode pengajaran. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan peserta didik dan lulusan yang berdaya saing dan sukses dalam jenjang karir.
Kasus Jilbab Masya Amini : Dinamika Gerakan Feminisme di Negara Islam Lingga, Musdiansyah
Saree: Research in Gender Studies Vol. 6 No. 1 (2024): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v6i1.2386

Abstract

The objective of this research is to examine how the Masya Amini Hijab case exemplifies the obstacles and complexities encountered by women fighting for their rights within an Islamic society. The analysis of several perspectives that arose from this situation, such as religious, political, and cultural views, was conducted using qualitative research methodologies. The research findings indicate that the Masya Amini Jilbab case sparked extensive debates concerning religious interpretation, societal norms, and women's rights. There is a clash between factions advocating for the individual's right to clothing freedom and factions prioritizing the preservation of traditional and religious values. Feminist groups in Islamic nations have intricate obstacles in reconciling religious beliefs with the ideas of gender equality. The findings of this study can offer additional understanding of the dynamics of the feminist movement in Islamic nations and emphasize the importance of cross-cultural discussion and comprehension in advancing gender equality. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kasus Masya Amini Hijab menunjukkan tantangan dan kesulitan yang dihadapi perempuan yang memperjuangkan hak-haknya di dalam tatanan masyarakat Islam. Analisis dari beberapa perspektif yang muncul dari situasi ini, seperti pandangan agama, politik, dan budaya, dilakukan dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus Jilbab Masya Amini memicu banyak perdebatan tentang interpretasi agama, norma masyarakat, dan hak-hak perempuan. Ada perselisihan antara kelompok yang mendukung kebebasan berpakaian individu dan kelompok yang mempertahankan nilai-nilai budaya dan agama. Di negara-negara Islam, kelompok feminis menghadapi tantangan yang sulit untuk mendamaikan kepercayaan agama mereka dengan gagasan kesetaraan gender. Penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman kita tentang gerakan feminis di negara-negara Islam dan menekankan betapa pentingnya memahami dan berbicara tentang hal-hal lintas budaya untuk memperjuangkan kesetaraan gender.
Examining Gender Roles and Professional Realities: Stereotypes Against Women in Islamic Societies Nadirra, Trie; Nadilla, Trie
Saree: Research in Gender Studies Vol. 5 No. 2 (2023): Saree: Research in Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak - PSGA (Center for Gender and Child Studies) Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/saree.v5i2.2448

Abstract

Women have long been a topic of discussion throughout history. There are numerous questions and issues surrounding women's existence, particularly their rights and roles as members of society. Discussions frequently revolve around women's professional careers. In this paper, we will examine women's roles in the workplace, as well as their positions in various religions prior to the emergence of Islam. This study aims to determine Islamic perspectives on the career woman stereotype. This study utilized a literature review, citing primary sources such as the Qur'an, Hadis, fiqh books, scientific journals, and relevant social works. Women are allowed to work in Islam as long as they follow sharia. Women are categorized as God's servants and may contribute to society in a variety of ways. In practice, many women decide to work to help their husbands with family responsibilities. The Qur'an teaches that all believers, men and women, are equal before Allah. As a result, they should have equal standing in regards to God, and they have both been declared equal in their ability to receive His grace. As a result, women face no barriers to employment as long as the work is done in a respectful and polite environment, and they can practice their religion without negatively impacting themselves or the environment.   Abstrak Sepanjang sejarah perdaban Islam, perempuan telah menjadi subjek perdebatan. Keberadaan wanita menimbulkan banyak pertanyaan dan masalah, terutama hak dan peran mereka sebagai anggota masyarakat. Dunia kerja perempuan sering menjadi subjek diskusi. Kami akan membahas peran perempuan sebelum kedatangan Islam di tempat kerja dan dalam berbagai agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan Islam tentang stereotip yang dimiliki wanita karir. Sumber-sumber penting seperti Al-Qur'an, Hadis, kitab-kitab fikih, jurnal ilmiah, dan karya-karya sosial yang relevan dikutip dalam penelitian ini. Tinjauan literatur juga digunakan. Dalam Islam, perempuan yang mengikuti syariah dapat bekerja. Perempuan adalah hamba Allah dan dapat membantu masyarakat dengan berbagai cara. Pada kenyataannya, banyak perempuan yang memilih untuk bekerja untuk membantu suami mereka menyelesaikan tugas keluarga. Al-Qur'an menyatakan bahwa semua orang beriman adalah setara di hadapan Allah, jadi mereka berdua harus memiliki kedudukan yang sama di hadapan-Nya dan memiliki kemampuan untuk menerima anugerah-Nya. Akibatnya, perempuan tidak menghadapi kesulitan untuk bekerja selama pekerjaan itu dilakukan dalam lingkungan yang sopan dan terhormat, dan mereka dapat mempraktikkan agama mereka tanpa berdampak negatif terhadap diri mereka sendiri atau lingkungan