cover
Contact Name
Tri Susilawati
Contact Email
tri.susilawati@uts.ac.id
Phone
+6282339078059
Journal Mail Official
hexagon.jurnal@uts.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Olat Maras Batu Alang, Pernek, Kec. Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Hexagon
ISSN : 27213714     EISSN : 27213188     DOI : https://doi.org/10.36761/hexagon
Core Subject : Engineering,
Hexagon Jurnal Teknik dan Sains, Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa hadir sebagai salah satu wadah yang menyajikan pemikiran hasil penelitian dalam bidang keilmuan teknik dan sains. Dimana, Jurnal yang di Kelola oleh Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral ini memiliki ruang lingkup keilmuan dari teknik dan sains. Selain keilmuan Teknik, Jurnal Hexagon juga menyajikan hasil penelitian dalam ruang lingkup untuk bidang sains. Untuk waktu publikasi, Hexagon Jurnal Teknik dan Sains terbit 2 (dua) kali dalam setahun pada Semester Ganjil di bulan Januari dan pada Semester Genap di bulan Juli. Dan memiliki ISSN Cetak : 2721-3714 dan ISSN Online : 2721-3188
Articles 152 Documents
Evaluation Evaluation Of Road Pavement Conditions Using the Method Pavement Condition Index (PCI) : (Case Study of Deep Boak Roads) Elvina Damayanti; Eti Kurniati; Dinda Fardila
Hexagon Vol 4 No 2 (2023): HEXAGON - Edisi 8
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v4i2.3232

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang sangat penting untuk memperlancar pertumbuhan ekonomi onomi, baik antar kota dengan kota lain, antar kota dengan desa, dan antar desa dengan desa yang lainnya. Kabupaten Sumbawa memiliki panjang jalan 1.580,60 km, pada tahun 2020, masyarakat dapat menikmati jalan beraspal sepanjang 570,35 kilometer dari panjang jalan Kabupaten Sumbawa. Meskipun secara data jalan di Kabupaten sumbawa menunjukkan angka yang baik namun disisi lain masih terdapat beberapa wilayah yang secara kondisi fisik jalan masih rusak, salah satunya Jalan Boak Dalam. Jalan Boak Dalam memiliki panjang 3,668 m yang kondisi jalannya memiliki kerusakan dibeberapa titik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai kerusakan jalan berdasarkan analisis pavement condition index (PCI) dan memberikan solusi untuk mengatasi kerusakan pada Jalan Boak Dalam. Untuk hasil dari analisis PCI pada Jalan Boak Dalam memiliki nilai 88,055 dengan ratting sempurna (excellent), tetapi ada beberapa segmen yang memiliki ratting poor dan very poor yaitu segmen 10, segmen 14, segmen 69 dan segmen 70, sehingga diperlukan perhatian dan penanganan untuk perbaikan. Pada ruas jalan yang diteliti segmen 70 memiliki ratting paling rendah dengan nilai PCI 12 dan dalam kategori Very Poor. Untuk solusinya dapat dilakukan perbaikan dengan metode rekonstruksi dan penambalan (patching)
ANALISIS MODEL PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UMUM TRAVEL DENGAN RUTE SUMBAWA-MATARAM Erlina Damayanti; Eti Kurniati
Hexagon Vol 4 No 2 (2023): HEXAGON - Edisi 8
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v4i2.3257

Abstract

The population in Sumbawa increases every year which encourages various activities to use modes of transportation. Activities carried out such as mobility to areas that have attractions from various sectors such as Mataram, which is the capital city of West Nusa Tenggara Province. One of the modes of transportation that is widely used on the Sumbawa-Mataram route is travel which is a mode of transportation with relatively expensive rates. The description of the characteristics of travel passengers shows that 59% of travel users are women and 41% are men, with a vulnerable age of 20-29 years, then the last education is S1/S2/S3, with an income of IDR 1,000,000 – IDR. 2,000,000, most of whom own motorbikes, travel for business/work purposes, and use travel because of convenience. From the survey results using the State Preference method, the travel selection model is obtained in the form of a formulation in the form of multiple linear regression which reflects the utility value of travel selection, namely Y = 7.251 + (-0.078) X1 + 0.127X2 + 0.908X3. Then the utility and probability values are obtained for each model so that it is concluded that the travel selection model costs Rp. 140,000, a departure schedule of 5 times a day and a service consisting of 6 items is the model for choosing the best public transportation mode for the Sumbawa-Mataram route with a utility of 2.41 resulting in a probability of 92%, which is the best travel choice for the Sumbawa-Mataram route
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT SISAL DAN FILLER SERBUK KAYU JATI TERHADAP KEKUATAN TEKAN DAN TARIK PAPAN KOMPOSIT Dwi Nurul Fitriah Assyurah; Rita Desiasni; Fauzi Widyawati
Hexagon Vol 5 No 1 (2024): HEXAGON - Edisi 9
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v5i1.3147

Abstract

Semakin meningkatnya permintaan akan bahan material ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif terhadap kualitas udara global, kesehatan dan iklim global. Beberapa peneliti mulai fokus pada komposit berbasis biokomposit. Komposit dari serat alam dan partikel alam merupakan salah satu alternatif untuk komposit polimer karena keunggulannya dibandingkan dengan serat sintetis. Pada penelitian ini fraksi volume yang digunakan antara serat sisal dan serbuk kayu jati yaitu 5% serat : 15% partikel, 10% serat : 10% partikel, dan 15% serat : 5% partikel dengan volume resin tetap yaitu 80% menggunakan standar ASTM untuk uji bending dan uji tarik. Dari pengujian yang dilakukan, akan didapatkan beberapa data hasil pengujiam, nilai uji bending yaitu MOE teringgi pada variasi 15% serat : 5% partikel dengan nilai 6334,67 MPa dan nilai MOR sebesar 98,21 MPa diikuti dengan hasil terrendah pada variasi 5% serat : 15% partikel dengan nilai MOE sebesar 3987,13 MPa dan nilai MOR sebesar 68,19 MPa. Pada uji tarik didapatkan hasil tertinggi pada variasi 15% serat : 5% partikel dengan nilai nilai tegangan sebesar 71,36 MPa, regangan sebesar 1,61%, dan modulus elastisitas memperoleh nilai sebesar 44,31 GPa, pada variasi 10% serat : 10% partikel diperoleh hasil uji tarik terendah nilai tegangan 50,26 MPa, regangan sebesar 1,34%, dan modulus elastisitas sebesar 37,56 GPa. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa semakin meningkatnya fraksi volume serat membuat kekuakatan mekanik komposit semakin tinggi, penambahan serbuk kayu sebagai campuran filler komposit berfungsi untuk mengisi kekosongan pada pada selah-selah serat dan matriks saat proses pembuatan komposit.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA LIMBAH PROYEK KONSTRUSI DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT Faizatuz Zulfa
Hexagon Vol 5 No 1 (2024): HEXAGON - Edisi 9
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v5i1.3174

Abstract

Pembangunan proyek konstruksi saat ini cukup pesat seiring dengan peningkatan kebutuhan layanan dan peningkatan kegiatan manusia. Pembangunan yang telah direncanakan sering kali mengalami keterlambatan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu dalam pengerjaan. Banyaknya pembangunan proyek konstruksi di Kabupaten Sumbawa Barat saat ini dapat menyebabkan terjadinya limbah konstruksi. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya waste di Kabupaten sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan penyebaran kuesioner yang disebarkan kepada 35 responden yang merupakan pihak-pihak yang ada pada struktur organisasi proyek, data yang didapatkan diolah menggunakan uji t menggunakan aplikasi IBM Statistical Parkage for the Social Sciences (SPSS) Statistic 25. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang dapat menimbulkan terjadinya waste pada proyek konstruksi di Kabupaten Sumbawa Barat yaitu kerusakan/kehilangan alat dan material oleh pihak lain dengan nilai T 46.808, kondisi lokasi yang tidak bagus dengan nilai T 42.392, dan material tidak disimpan dengan baik dengan nilai T 41.273.
STANDARDISASI PARAMETER NON SPESIFIK PRODUK SIMPLISIA BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DARI TOKO JAMU X DI MALANG Yunita Yunita
Hexagon Vol 5 No 1 (2024): HEXAGON - Edisi 9
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v5i1.3177

Abstract

Produk simplisia buah mengkudu banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki khasiat sebagai antioksidan, antitrombolitik, analgesik, antiinflamasi dan aktivitas xanthine oxidase inhibitor. Standardisasi produk simplisia perlu dilakukan untuk menjamin mutu dan keamanan dari produk simplisia buah mengkudu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui standardisasi parameter non spesifik produk simplisia buah mengkudu dari toko jamu X di Malang sesuai dengan syarat Farmakope Herbal Indonesia tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Akademi Putra Indonesia Malang. Tahapan penelitian meliputi pengujian susut pengeringan, kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, dan cemaran mikroba. Hasil penelitian yang diperoleh rata-rata pengujian susut pengeringan yaitu 9,55 (syarat ? 10%) dan kadar air yaitu 7,10% (syarat ? 10%). Kadar abu total sebesar 6,60% (syarat ? 7,0%) dan kadar abu tidak larut asam sebesar 1,71% (syarat ? 2,0%). Cemaran mikroba diperoleh hasil 1,0 × 106(syarat ? 106). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu produk simplisia buah mengkudu dari toko jamu X di Malang telah memenuhi standar mutu bahan baku yang tercantum dalam Farmakope Herbal Indonesia Tahun 2017.
Analisis Pengaruh Temperatur dan Rasio Terhadap Persen Ekstraksi Pada Proses Pelindian Nikel Kadar Rendah Pomalaa Sulawesi Tenggara: Ekstraksi Bijih Nikel Laterit anggun syafitri; Emsal Yanuar; Syamsul Bahtiar
Hexagon Vol 5 No 1 (2024): HEXAGON - Edisi 9
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v5i1.3213

Abstract

Saat ini nikel telah banyak digunakan di berbagai perindustrian karena nikel memiliki banyak manfaat salah satunya adalah pada indutri logam, baterai, dan lainnya,Seiring dengan banyaknya aplikasi dan manfaat dari nikel maka perlu untuk dilakukan pemisahan nikel dari sumbernya. Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis pengaruh temperatur dan rasio terhadap perolehan bijih nikel laterit di Pomalaa, Sulawesi Tenggara pada proses pelindian logam nikel menggunakan asam sulfat. Berdasarkan hasil analisa XRF, sampel batuan memiliki kadar nikel yang tinggi yakni sekitar 5,67%. Hasil ini similar dengan hasil pengujian nikel total dalam batuan menggunakan aqua regia sebagai pelarut yakni didapatkan sekitar 6,5429%. Pada kondisi reaksi pelindian batuan nikel rasio padat cair 1:20, suhu 90oC didapat persentase ekstraksi nikel tertinggi yakni sekitar 66,76%. Sedangkan persentase ekstraksi nikel yang rendah didapatkan pada suhu kamar rasio padat cair 1:10 yakni sekitar 8,65%. Berdasarkan hasil tersebut, temperatur dan rasio padat cair pada proses pelindian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persentase ekstraksi nikel.
Pelindian Bijih Emas Menggunakan Natrium Tisulfat 1 M dan Hidrogen Peroksida 30% : Pelindian Bijih Emas Menggunakan Natrium Tisulfat 1 M dan Hidrogen Peroksida 30% syamsul bahtiar
Hexagon Vol 5 No 1 (2024): HEXAGON - Edisi 9
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v5i1.3220

Abstract

One of the minerals that has high economic value, so that this mineral is often exploited on a large scale, especially in West Sumbawa Regency, is the metallic gold mineral (Au). In general, the gold leaching processuses cyanidation and amalgamation methods, but these two methods have a high degree of toxicity to theenvironment. One alternative method of leaching gold ore is using sodium thiosulfate. The use of sodiumthiosulphate is considered very ef ective, due to high gold recovery, low risk to the environment, faster dissolution of gold compared to cyanide and the reagent used is also quite economical. Leaching was carriedout using 200 mesh size of gold ore taken at Pekirum Village with sodium thiosulphate as a reagent andhydrogen peroxide as an oxidizing agent. In this study, the leaching process was carried out using aconcentration of 1 M sodium thiosulphate, 30% H?O? concentration, 6 hours of leaching time and a temperatureof 60°C. The characterization results using AAS showed that the percentage of gold recovery using sodiumthiosulfate and H?O?
ANALISIS PERBEDAAN KEEFEKTIFAN KINERJA LALU LINTAS PADA RUAS JALAN LINGKAR TEMBOLAK fivin wulandari; Eti Kurniati
Hexagon Vol 5 No 1 (2024): HEXAGON - Edisi 9
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v5i1.3224

Abstract

Mataram is a city that has a fairly rapid population growth and development rate, rapid development and growth has made the volume of vehicle use also increase both from the use of goods or services. The activities of residents living in urban areas create areas of attraction and generation areas that increase traffic demand. The ring road is usually used as a solution to reduce congestion because there is a sufficiently increased need for traffic. This can occur in the city of Mataram, resulting in congestion, but there are several roads that are very effectively used to reach the area of ??interest we are going to. To find out which road is more effective to get to the attraction area, we can use the origin-destination matrix with the origin-destination matrix method. Based on the condition of the ring road, we can conduct research related to a comparison of which 2 roads are more effective to use to get to the attraction area. The results of the calculation are for the capacitance value to get a value of 70425 pcu/hour from all the arms at the Tugu Metro Mataram roundabout. And the DS value of 0.24 indicates that the road is not saturated and the road that is effectively used is 2 arms, namely arm A and arm B based on the factors of attraction and generation
Pengaruh Jenis Asam & Konsentrasi Asam Terhadap Persentase Ekstraksi Nikel Dari Bijih Nikel Laterit Pomalaa Sulawesi Tenggara sayid muh aidil alkaf sayid zen; Emsal Yanuar
Hexagon Vol 5 No 1 (2024): HEXAGON - Edisi 9
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v5i1.3237

Abstract

Nikel Laterit terbentuk daari hasil pelapukan batuan secara kimiawi pada periode waktu yang cukup lama di permukaan subtropis. Biasanya, nikel laterit ini memiliki kadar yang relatif rendah namun jumlahnya melimpah. Umumnya pengolahan laterit dilakukan dengan metode hidrometalurgi dengan jalur pelindian. Pelindian dilakukan dengan 3 pelarut berbeda yaitu H2SO4, CH3COOH, dan H3PO4. Untuk mengetahui perolehan nikel hasil pelindian dilakukan karakterisasi menggunakan Atomic Absorpsion Spektrophotometry (AAS), XRF untuk mengetahui kadar awal nikel laterit dan XRD untuk mengetahui komposisi mineral yang terkandung pada mineral laterit. Hasil XRF diperoleh kandungan nikel sebesar 5,67% dan menunjukkan mineral laterit berkadar rendah termasuk kedalam jenis saprolit. Hasil XRD menunjukkan fasa yang terdapat pada kalsinasi di suhu 450?C yaitu fasa Hematite, Magadiite, dan Quartz sedangkan pada Uncalcinate membentuk fasa Hematite, Awaruite, serta Geotithe. Untuk pengujian menggunakan Atomic Absorbsion Spektrophotometry diperoleh hasil persentase ekstraksi nikel terhadap pengaruh jenis asam dan konsentrasi asam dengan prevalensi sebesar 48, 21% (4 M) pada Asam Sulfat, 41,51% (4 M) pada Asam Fosfat, dan 10,27% (4 M) pada Asam Asetat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis asam dan konsentrasi asam sangat berpengaruh signifikan terhadap pelindian nikel laterit kadar rendah yang diperoleh dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Untuk jenis asam, Apabila jenis asam yang digunakan adalah asam pekat maka semakin tinggi persentase ekstraksi nikel yang didapatkan sedangkan untuk konsentrasi asam, apabila semakin tinggi konsentrasi pelarut yang digunakan maka hasil dari persentase ekstraksi nikelnya akan semakin tinggi.
Pengaruh Komposisi Serat Sisal Terhadap Konduktivitas Termal Dan Penyerapan Suara Papan Komposit fatmawati hendrik fatma; Fauzi Widyawati
Hexagon Vol 5 No 1 (2024): HEXAGON - Edisi 9
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v5i1.3250

Abstract

Thermal conductivity and sound absorption are two key characteristics in the development of innovativecomposite materials. Thermal conductivity reflects a material's ability to conduct heat from one place toanother, while sound absorption indicates a material's ability to absorb sound waves. Composite boardsare increasingly popular in various applications, especially in the furniture industry, as they creatematerials with superior properties compared to single materials used in their production. Previousresearch has identified the potential of natural fibers as reinforcement in composite boards due to theireco-friendly and biodegradable nature. However, research combining thermal conductivity and soundabsorption in composite boards with natural fibers is still limited. This study aims to explore the influenceof various compositions of sisal fibers on the thermal conductivity and sound absorption of compositeboards. Sisal fibers were chosen as the reinforcement due to their eco-friendly nature, low density, specific strength, and high modulus. The results show a significant increase in thermal conductivity ofcomposite boards at 10% to 30% volume fraction of sisal fibers. The uniform distribution of sisal fiberswithin the composite matrix and good fiber orientation enhance the heat transfer efficiency in thecomposite. Sound absorption testing reveals that composite boards with 30% volume fraction of sisalfibers have the highest sound absorption coefficient, 0.494 at 200 Hz, while those with 10% volumefraction have the lowest coefficient, 0.059 at 800 Hz. This study unveils the potential of sisal fibercomposite boards as an eco-friendly alternative material with good thermal conductivity and effectivesound absorption. The findings are expected to contribute to the development of high-performancecomposite materials for various applications, including construction and furniture. Further research isneeded to optimize the performance of this material and explore its potential in broader industrial andenvironmental contexts.

Page 8 of 16 | Total Record : 152