cover
Contact Name
Putu Indah Lestari
Contact Email
lppm@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
sinaptek@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara, Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK)
ISSN : -     EISSN : 28100867     DOI : -
Prosiding SINAPTEK adalah forum ilmiah bagi dosen untuk memublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam mengimplementasikan pengetahuan, inovasi, dan aplikasi teknologi tetap guna yang berdampak nyata. Wadah berbagi pengetahuan, best practices, serta inspirasi bagi para akademia, peneliti, dan pengabdi sebagai wadah untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek yang bermanfaat dan berdampak bagi ilmu pengetahuan serta bagi masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 203 Documents
EDUKASI PRILAKU PENERAPAN HIGIENE SANITASI DALAM MENGOLAH MAKANAN PADA ANAK-ANAK DAN REMAJA Purwaningtyas Kusumaningsih; Diah Widiawati Retnoningtias
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 4 (2021): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.71 KB)

Abstract

ABSTRAKMengolah makanan tidak hanya berkaitan dengan cara mengolah bahan mentah, bumbudan penggunaan peralatan masak. Menghasilkan makanan dengan rasa enak danpenampilan yang menarik, namun juga kebersihan dalam mengolahnya. Hal ini berkaitandengan bahan makanan mengandung nutrisi yang baik bukan hanya untuk manusia tetapimakhluk hidup lainnya seperti bakteri, virus dan jamur. Keberadaan agen penyakit inidisebabkan kontaminasi yang berasal dari bahan mentah, peralatan masak, bumbu danpengolahnya. Maka dari itu perlu diberikan edukasi tentang pengolahan makanan secarahigienis dengan memperhatikan sanitasi. Pendidikan ini baik ditanamkan sejak dini supayatertanam menjadi suatu prilaku yang positif. Tujuan dari pengabdian ini untuk memberikanedukasi kepada anak-anak dan remaja tentang higiene sanitasi dalam mengolah makanan.Sehingga akan menjadi ingatan sebuah prilaku mengolah makanan yang benar denganmemperhatikan kebersihan. Sejauh mana edukasi yang diberikan dapat memberikandampak, maka dianalisis menggunakan kenaikan presentase hasil jawaban pre dan post-testserta secara uji N-Gain dan dideskripsikan berdasarkan hasil tersebut. Dalam pengabdian inianak-anak dan remaja mampu memahami pengetahuan yang diberikan. Kenaikan ini dilihatdari peningkatan 20,79% dan hasil nilai <g> yang sedang dan tinggi. Mitra diajak langsungmempraktekkannya dalam mengolah abon ikan. Beberapa peralatan kebersihan diberikansupaya dapat diteruskan saat mereka ikut membantu memasak makanan di dapur.Kata kunci: kebersihan makanan, kebiasaan bersih, makanan sehat
PENINGKATAN NILAI GUNA KARUNG GONI MENJADI PRODUK KREATIF Ni Made Nila Hermayani; Ni Made Sintya Kumaladewi; Ni Kadek Dwik Leonyta; Putu Dyah Krismawintari
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.404 KB)

Abstract

ABSTRAKIndustri kreatif merupakan siklus kreasi, produksi, dan distribusi barang/jasa menggunakan modal kreatifitas dan intelektual sebagai input utamanya. Industri kreatif dapat meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Objek penelitian ini adalah produsen Tote bag dan paouch. Dasar pertimbangan pemilihan material tas adalah mudah didapat, mudah terurai oleh bumi dan berasal dari barang bekas. Salah satu barang bekas yang dapat dimanfaatkan sebagai tas belanja adalah karung goni. Tas karung goni yang didesain menarik tentu akan meningkatkan nilai produk tersebut, baik itu nilai fungsi, estetika dan ekonomi. Salah satu cara meningkatkan penampilan tas karung goni adalah dengan penambahan Seperti dipadukan dengan kain perca, lukisan, retsleting, accessories dan juga logo dari bisnis kami. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberi pelatihan kreasi ornamen pada tas karung goni, melalui kombinasi warna dan bentuk, untuk Ibu-ibu Rumah Tangga dan mahasiswa. Pada umumnya Tote bag dan Pouch dibuat dengan menggunakan bahan baku dari kulit sehingga produk Tote bag dan Pouch cenderung tidak ramah lingkungan. Banyak alternatif bahan alam yang lebih ramah lingkungan untuk menggantikan produk kulit ini, salah satunya adalah karung goni.Kata kunci: Karung Goni, Tote bag dan Pouch, Industri kreatif
PENDAMPINGAN KELOMPOK SADAR WISATA DESA CATUR KINTAMANI MENUJU DESA WISATA YANG KEKINIAN Monica Wulandari; Putu Chris Susanto; I Made Andityawan; Jessica Barbara Sinlae; Rheza Paleva Wiryadikara; Anak Agung Kompiang Adiada
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1759.51 KB)

Abstract

ABSTRAKDesa Catur yang berlokasi di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli memiliki potensi sebagai desa wisata, dengan mengutamakan kopi sebagai salah satu daya tarik unggulan beserta keindahan alam, perpaduan budaya bali dan etnis Tionghoa, perkebunan jeruk di sela-sela bunga gumitir dan tanaman herbal. Berdasarkan hal tersebut, luaran dari program kreatifitas mahasiswa untuk pengabdian masyarakat adalah mewujudkan Desa Catur Kintamani sebagai desa wisata kekinian berbasis masyarakat. Tim menyusun strategi pelaksanaan yang berupa inventori dan dokumentasi untuk mendalami lebih pasti kendala-kendala yang menghalangi, sesi konsultasi, penyuluhan dan pemberian pelatihan. Melalui metode pelaksanaan yang dijalankan, tim telah berhasil mencapai beberapa hal penting yaitu terlibat sebagai penggagas dalam terbentuk Pokdarwis Desa Wisata Catur, membuat promosi Desa Wisata Catur melalui sosial media yaitu Facebook dan Instagram, menginventori Desa Wisata Catur Kintamani dengan konsep 4A (atraksi, akses, fasilitas, dan kelembagan), mendesain logo dari Desa Wisata Catur Kintamani yang terpasang dalam 2 jenis x-banner dan t-banner di Desa Wisata Catur Kintamani, terbentuknya visi, branding, positioning, dan tagline dari Desa Wisata Catur Kintamani, mencetak brosur itinerary dan buku cerita legenda dari Pura Pebini yang terdapat pada Desa Wisata Catur Kintamani, memberikan pendampingan serta pelatihan, serta mendesain bersama spot swafoto untuk wisatawan.Kata kunci: desa wisata, atraksi, destinasi, pariwisata, pemasaran, media sosialABSTRACTCatur Village is located in Kintamani subdistrict, Bangli Regency, Bali. The village has great potential to become a community-based tourism destination with its Arabica coffee as its main draw, coupled with its natural beauty, assimilation between Balinese and Chinese culture, orange and marigold plantations as well as herbal medicinal plants. Based on these potential, the expected outcome from this student community development program is to realize Catur’s potential as community-based tourism village. The team deviced an implementation strategy to inventorize and document the potentials and obstacles faced by the village, providing consultation, assistance, and training. Through the various implementation methods, the team has been able to accomplish several important steps including the forming of Catur Tourism Committee, creating social media promotion for the tourism village through Facebook and Instagram, creating an inventory of Catur’s potential based on the 4A concept of tourism (attraction, accessibility, amenities, ancillary), designing a logo and printed promotional materials, assisting in the formulation of the vision, positioning, branding, posititioning, and tagline of the tourism village, as well as creating supported materials such as brochures, a booket of local folklore, as well as giving training and designing a selfie spot for tourists.Keywords: tourism, village, attraction, destination, marketing, social media
PENERAPAN SIKLUS MANAJEMEN PENGETAHUAN SEBAGAI UPAYA PENDAMPINGAN USAHA CANDA KOPI TABANAN BALI Caroline Eka Mertanti; Gusti Ayu Adi Wahyu Paramitha; Ayu Savitri Merianti Dyastama Putri; I Gede Deddy Rahmat; Putu Chris Susanto
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.622 KB)

Abstract

ABSTRAKCanda Kopi adalah sebuah UMKM kedai kopi yang berdiri sejak tahun 2020 di Jalan Hassanudin, Tabanan Bali. Canda Kopi menjual beraneka ragam jenis kopi dan non kopi serta makanan dan kudapan. Usaha ini masih mengalami kendala di bidang manajemen pengetahuan yaitu belum adanya kumpulan buku resep menu untuk membantu pegawai dalam memproduksi dan melayani pesanan makanan dan minuman, serta belum adanya standar prosedur pelayanan (SOP) bagi karyawan sehingga muncul kesulitan dalam melatih pegawai baru terkait prosedur pelayanan tamu. Tim penulis memberikan solusi berupa penerapan siklus manajemen pengetahuan (Socialization, Externalization, Combination, Internalization) penyusunan buku kumpulan resep menu dan booklet SOP pelayanan tamu. Setelah mengumpulkan data dari pengamatan dan wawancara, tim mendokumentasi dan menyusun buku resep dan SOP pelayanan, dan kemudian menginternalisasikan hasil penyusunan tersebut kepada mitra, di samping juga membantu UMKM ini dalam hal pemasaran digital.Kata kunci: pendampingan usaha, knowledge management, pemasaran digital, SOP, UMKM
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PERAGA EDUKATIF (APE) DI GUGUS PAUD DHARMAWANGSA DENPASAR TIMUR Ni Made Ayu Suryaningsih; I Made Elia Cahaya; Christiani Endah Poerwati; Elizabeth Prima; Putu Indah Lestari; Ni Luh Rimpiati
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.31 KB)

Abstract

ABSTRAKUpaya optimalisasi proses pembelajaran anak usia dini, dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran. Alat Peraga/Permainan Edukatif (APE) bagi anak usia dini memegang peranan penting sebagai media stimulasi, pembelajaran dan permainan, sedangkan bagi guru merupakan sarana yang dapat membantu dalam penyampaian pembelajaran. namun terkait dengan pengadaan dan penggunaan APE dalam proses pembelajaran di PAUD, sering kali mengalami permasalahan. Permasalahan tersebut terkait dengan keterbatasan pengadaan atau penggunaan APE. Keterbatasan penggunaan dikarenakan ketidakmampuan guru dalam memanfaatkan secara optimal APE yang sudah ada, sedangkan keterbatasan pengadaannya disebabkan oleh keengganan untuk membuat sendiri. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan mengadakan suatu pelatihan pembuatan dan penggunaan APE dalam proses pembelajaran. Maka Program Studi PG-PAUD yang landasan ilmunya dalam bidang pendidikan, mengabdikan potensi dan kapasitasnya di tengah masyarakat, secara khusus pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dengan sasaran utama pendidik dan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat memberi pelatihan pengetahuan dan keterampilan membuat APE sesuai dengan kharakteristik anak usia dini, materi dan tujuan pembelajaran.Kata kunci: Alat Peraga Edukatif (APE), Pembelajaran, Anak Usia DiniABSTRACTEfforts to optimize the process of early childhood learning can be done by utilizing various learning media. Educational Teaching Aids (ETA) for early childhood plays an important role as a medium for stimulation, learning and games, while for teachers is a tool that can help in the delivery of learning. but related to the procurement and use of ETA in the learning process in PAUD, it often experiences problems. These problems are related to the limited procurement or use of ETA. The limited use is due to the teacher's inability to make optimal use of the existing ETA, while the limitations of its procurement are caused by the reluctance to make it themselves. The effort that can be done to overcome this problem is by holding a training on the making and use of ETA in the learning process. So the PG-PAUD Study Program, whose foundation is in the field of education, devotes its potential and capacity in the community, specifically to Early Childhood Education institutions with the main goal of educators and early childhood through the Community Service program providing training in knowledge and skills to make ETA in accordance with the characteristics of early childhood, material and learning objectives.Keywords: Educational Teaching Aids (ETA), Learning, Early Childhood
PKM DOKTER GIGI CILIK DENGAN TAMAN SIRIH DAN SAMBUNG NYAWA I Gusti Ayu Ari Agung; Ria Koesoemawati; Dewa Made Wedagama
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.993 KB)

Abstract

ABSTRAKWHO atau Badan Kesehatan Dunia telah mencanangkan program hidup sehat melalui back to nature atau kembali ke alam, semenjak tahun 1997. Lembaga itu menganjurkan penggunaan bahan makanan berserat dari tumbuh-tumbuhan. Pemerintah Republik Indonesia mulai serius mengembangkan Tumbuhan Obat Keluarga (TOGA) sesuai anjuran WHO, semenjak tahun 1998. Terkait dengan anjuran itu, diharapkan penyebab timbulnya penyakit dapat diminimalkan, sementara bagi orang yang sakit dapat cepat disembuhkan. SDN 1 Ketewel ternyata sangat membutuhkan kebun TOGA, buku dan poster untuk kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan penerapan ipteks meliputi penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dokter gigi cilik dalam penanggulangan kesehatan gigi mulut. Selanjutnya secara rutin dilaksanakan monitor dan evaluasi pelaksanaan program. Target khusus yang sudah dicapai adalah keberadaan dokter gigi cilik, kelestarian kebun TOGA sirih dan sambung nyawa. Siswa tanggap penanggulangan kesehatan gigi mulut, perpustakaan kesehatan, poster, publikasi ilmiah di journal nasional dan internasional, pemakalah dalam temu ilmiah, buku panduan, dan buku ajar.Kata kunci : Dokter gigi cilik, Gizi, TOGAABSTRACTWHO or the World Health Organization has launched a healthy life program through back to nature, since 1997. The institute advocates the use of fibrous food ingredients from plants. The Government of the Republic of Indonesia began to seriously develop the Family Medicine Plants (the name in Indonesia is TOGA) according to WHO recommendations, since 1998. Related to this recommendation, it is expected that the causes of the disease can be minimized, while those who are sick can be quickly cured. SDN 1 Ketewel apparently really needs TOGA garden, books and posters for oral and dental health. The application of science and technology activities includes counseling, training and mentoring of young dentists in managing dental and oral. Furthermore, routine monitoring and evaluation of program implementation is routinely carried out. The specific target that has been achieved is the existence of a small dentist, the preservation of the betel and longevity spinach TOGA garden. Students respond to prevention of dental and oral health, health libraries, scientific publications in national and international journals, speakers at scientific meetings, guidebooks, and textbooks.Keywords: Little dentist, nutrition, TOGA
PENGABDIAN KEMITRAAN MASYARAKAT PEMANDU LOKAL BUKIT LAHANGAN DI BANJAR SEGA, DESA BUNUTAN, KECAMATAN ABANG, KABUPATEN KARANGASEM I.N. Rata Artana; N.K. Wiradnyani
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.564 KB)

Abstract

ABSTRAKBukit Lahangan adalah salah satu nama dari gugusan atau barisan perbukitan yang terdapat di desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Permasalahan yang dihadapi adalah SDM pemandu lokalnya belum memiliki soft skill maupun hard skill antara lain permasalahan dalam berbahasa asing, hospitality, etika dan estetika, penanganan K3 peserta, kesehatan dan gizi seimbang pemandu dan peserta trekking, padahal betapa indahnya barisan perbukitan yang ada di 4 banjar yakni Bangle, Sega, Gulinten dan Cangwang (BSGC) tetapi Tujuan pengabdian kemitraan masyarakat bagi para pemandu lokal ”Suluh Bukit Wisata” di desa Bunutan, khususnya di Banjar Bangle, Sega, Bunutan dan Cangwang adalah dalam rangka memberikan soft skill dan hard skill serta motivasi kepada generasi mudanya yang tertarik menjadi pegiat pariwisata berbasis keindahan alam dan kreativitas budaya (local genius) untuk meningkatkan kontribusi masyarakat daerah setempat, khususnya banjar Sega, dan meningkatkan kwalitas maupun kuantitas SDM pemandu lokal. Metode yang dipergunakan adalah learning by doing, ceramah, simulasi dan demonstrasi. Pendampingan yang dilakukan adalah dengan cara memberikan kursus bahasa Inggris dasar, cara-cara memandu wisatawan menuju bukit Lahangan. Proses pemanduan sangat ditentukan dengan sumbangan 15 buah baju kaos warna oranye dan topi tiga warna berlogo Undhira dan nama kelompok pemandu. Pencapaian hard trekking di lancarkan/dipermudah dengan pemberian satu buah papan nama Lahangan diletakkan di daerah Cekek 2,5 Km sebelum Lahangan Hill, Satu unit papa nama pos pemandu ”Suluh Bukit Wisata” , 5 potong kayu papan, 5 batang kayu jati, 2 lembar atap, 5 unit bambu, satu unit tongkat pengaman pemandu dan peserta, 1engkel pasir dan 5 sak semen untuk penanaman papan nama, satu unit lampu senter, 5 unit obat-obatan dan 5 unit P3K. Serta memberikan asupa gisi seimbang sebelum dan sesudah setiap kegiatan melakukan soft tracking maupun hard trekking. Luaran selain kualitas peningkatan kemampuan pemandu, adalah publikasi pada proceeding skala Nasional.Keywords: bukit lahangan, trekking, soft skill, hard skill, BSGC.ABSTRACTBukit Lahangan is one of the names of clusters or rows of hills located in the village of Bunutan, District Abang, Karangasem Regency. The problem faced is the local guide SDM does not have soft skills or hard skills, among others, problems in foreign language, hospitality, ethics and aesthetics, handling K3 participants, health and nutrition balanced guide and trekking participants , but how beautiful the ranks of the hills in 4 Banjar namely Bangle, Sega, Gulinten and Cangwang (BSGC) But the goal of Community partnership devotion to local guides "Suluh Bukit Wisata" in Bunutan village, especially in Banjar Bangle, Sega, Bunutan and Cangwang are in order to provide soft skills and hard skills and motivation to the young generation who are interested to become tourism activists based on natural beauty and cultural creativity (local genius) to increase the contribution Local community, especially Sega's Banjar, and improved the quality and quantity of local human resources. The methods used are learning by doing, lectures, simulations and demonstrations. Mentoring is done by giving basic English courses, ways to guide tourists to the Bukit Lahangan. The driving process is very determined by the donation of 15 pieces of orange T-shirts and a three-color hat with Undhira logo and the name of the Guide group. Achievement of hard trekking on launch/simplified with the gift of one piece of the name of Lahangan is placed in the area Cekek 2.5 Km before Lahangan Hill, one unit Papa name guide "Suluh Bukit Wisata", 5 pieces wood Board, 5 teak sticks, 2 pieces of roof, 5 Bamboo units, a unit of guiding safety sticks and entrants, 1engkel sand and 5 bags of cement to plant a nameplate, one unit of flashlight, 5 drugs and 5 units of P3K. And give a balanced nutrition before and after each activity doing soft tracking or hard trekking. An external addition to the quality enhancement of the guide, is a publication on proceeding national scale.Keywords: Bukit Lahangan, trekking, soft skill, hard skill, BSGC.
PELATIHAN dan PENDAMPINGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI TK NEGERI KINTAMANI Putu Indah Lestari; Elizabeth Prima; Indah Pramita
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 3 (2020): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.35 KB)

Abstract

ABSTRAKTK Negeri Kintamani terletak di Jalan Raya Kintamani, Desa Kintamani Kecamatan KintamaniKabupaten Bangli, Bali. Sekolah ini merupakan sekolah inti yang membawahi 11 sekolah imbasdalam satu gugus. Tahun ajaran 2018/ 2019 sekolah ini menerima 2 Anak Berkebutuhan Khusus(ABK) yakni anak tuna rungu. Tahun ajaran 2019/2020 ada 3 orang ABK yakni 2 anak tuna rungudan 1 orang anak didiagnosa hiperaktif. Guna menjawab permasalahan yang dialami mitra yaitukurangnya pengetahuan mitra dalam mengangani anak berkebutuhan khusus, maka diberikan solusikegiatan workshop ABK. Metode yang digunakan merupakan metode ceramah, tanya jawab, diskusidengan pendekatan partisipatif melibatkan guru-guru. Kegiatan didahului dengan melakukan pretest untuk mengatuhi pengetahuan guru-guru tentang ABK dengan hasil rata-rata skor sebesar 45.Kemudian pelaksanaan workshop disertai dengan tanya jawab dan praktek tentang penangananterapi bagi ABK khuhusnya untuk anak autis dan hiperkatif. Hasil post test kemampuan guru-gurutentang ABK meningkat sebesar 58% dengan rata-rata mendapatkan skor. 71 Sebanyak 86%responden menyatakan materi yang disampaikan narasumber bermanfaat bagi guru. Di sampinghasil angket, peserta juga diamati dari hal keterlibatan dan partisipasi dalam workshop. Ini sangatmembantu Tim Pelaksana sehingga semua berjalan baik dan lancar.Kata kunci: PKM, ABK, TK Negeri Kintamani
WORSHOP ASI EKSKLUSIF DAN MPASI BAGI IBU DI DESA CATUR, KINTAMANI, BANGLI Indah Pramita; Ni Made Diaris; Resti Kusumarini Samben; Ni Putu Eny Sulistyadewi
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 3 (2020): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.205 KB)

Abstract

ABSTRAKPosyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan yangbersumberdaya dari masyarakat. Posyandu Banjar Mungsengan Desa Catur Kecamatan Kintamanitermasuk dalam tingkat madya yang memiliki 6 kader dengan tingkat pendidikan yang masihrendah, yaitu SMP dan SMA. Di Posyandu ini tercatat terdapat 37 balita yang aktif mengikuti kegiatansetiap bulannya. Posyandu ini melaksanakan kegiatan 1 kali dalam sebulan di Bale BanjarMungsengan Desa Catur Kecamatan Kintamani. Kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan tinggibadan, berat badan, lingkar kepala, status gizi serta pemberian vitamin, imunisasi dan pemberianmakanan tambahan (PMT). Berdasarkan wawancara dengan Ketua Posyandu, diketahui pernahterdapat kasus bayi yang mengalami sembelit. Bayi tersebut diketahui sembelit akibat terlalu dinimengkonsumsi makanan tambahan. Selain itu juga banyak orang tua bayi yang tidak memberikanASI Eksklusif kepada bayinya, dikarenakan sibuk bekerja dan kurang memahami manfaat dari ASIEksklusif. Berdasarkan wawancara dan observasi didapatkan 2 aspek permasalahan yaitu:kurangnya pemahaman ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif dan kurangnya pemahaman ibutentang pemberian MPASI. Adapun solusi untuk permasalahan tersebut yaitu dengan memberikanworkshop ASI Eksklusif dan MPASI bagi ibu. Hasil dari program kemitraan masyarakat ini adalahterjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif dan MPASI.Kata kunci: ASI EKsklusif, MPASI, Ibu, Catur.
PENDAMPINGAN MENGENAI HOAX DAN DIGITAL SAFETY KEPADA KARANG TARUNA DI DESA CATUR, KINTAMANI - BANGLI Ni Luh Putu Ari Santi Dewi; Ni Luh Putu Govi Gayatri; Maria Antonia Jehanu; Ni Kadek Ayu Asri Azhari; I Putu Darmawijaya; Yeyen Komalasari; Ni Luh Putu Suarmi Sri Patni
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 4 (2021): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.372 KB)

Abstract

ABSTRAKPenggunaan internet di Indonesia saat ini hampir melapisi seluruh masyarakat, segala kegiatanakan berhubungan dengan media digital. Arus informasi semakin cepat dan bebas di sebarluaskanke masyarakat tanpa pertanggung jawaban bahwa informasi tersebut benar adanya. Kehidupanmasyarakat saat ini sudah terbagi dua menjadi dunia maya dan dunia nyata, bahkan sebagianmasyarakat lebih aktif di dunia maya atau sosial media mereka sehingga tanpa kita ketahuikehidupan kita sudah menjadi konsumsi publik yang bisa diakses dimana saja dan oleh siapa saja.Maka dari itu tujuan dari kegiatan pendampingan dan pelatihan ini untuk membantu para generasimuda yang saat ini generasi muda sebagai tombak utama digitalisasi agar lebih memahami danmengerti pemilahan informasi yang benar dan sesuai fakta serta bisa memilah dan melindungikehidupan mereka agar terhindar dari kejahatan internet yang semakin mengarah ke kriminalitas.Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik survey kepada paraSTT yang ada di desa Catur, Kintamani, Bangli. Dengan dilakukannya survey kami memperolehhasil bahwa sebagian besar anggota STT (Karang Taruna) mengetahui mengenai hoax dan digitalsafety akan tetapi tidak bisa menangani hal tersebut dengan cara yang tepat.Kata Kunci: literasi digital, hoax, digital safety, internet, karang taruna, Catur, Kintamani, Bangli

Page 3 of 21 | Total Record : 203