cover
Contact Name
Eddy Saputra
Contact Email
poetra2149@gmail.com
Phone
+6281399958557
Journal Mail Official
poetra2149@gmail.com
Editorial Address
Jl. Balai Rakyat No.37, RT.8/RW.10, Utan Kayu Utara, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13120
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal of Islamic Education Studies
ISSN : -     EISSN : 29620295     DOI : https://doi.org/10.58569/jies
Core Subject : Religion, Education,
Specifically discusses the issue of Islamic education. The journals scope includes research. Islamic education thinking, and fieldwork on Islamic education. The approach is interdisciplinary, encompassing, and combining perspectives from Islamic education philosophy. comparative studies of Islamic education, curriculum, teaching and learning process in Islamic education. evaluation, Islamic education, and special education relevant to Islamic education issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 74 Documents
Strategi Penguatan Nilai-Nilai PAI Dalam Pembelajaran Al Arabiyyah Baina Yadaika: DOI 10.58569/jies.v3i2.1171 Mujib, Ahmad
Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/jies.v3i2.1171

Abstract

Penguatan nilai-nilai akhlak menjadi hal yang penting dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dipergunakan oleh guru dalam menguatkan nilai-nilai PAI dalam pembelajaran Al Arabiyyah Baina Yadaika pada siswa pemula di Ma`had Utsman bin Affan Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis Miles&Huberman yang terdiri dari: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai PAI berupa gemar mengucapkan salam dan berjabatan tangan, berterima kasih, mendo`akan lawan bicara, serta bersikap amanah menjadi suatu pembiasaan dalam keseharian siswa. Strategi yang digunakan oleh guru untuk menguatkannilai-nilai tersebut adalah dengan menerapkan praktek, pengulangan, pembiasaan, penugasan dan penugasan. Faktor pendukungnya dari internal siswa berupa kesadaran, motivasi dan kemampuan dasar yang dimiliki oleh masing-masing siswa. adapun dari eksternalnya berupa keteladanan guru, penjelasan materi yang mendalam, hubungan emosional yang baik dan dukungan positif dari orang tua/wali.
Pembacaan Ayat Perang: Qs. Al-Taubah [9]:5 Prespektif Ushul Fiqh: DOI 10.58569/jies.v2i2.736 Moh Sholeh; Saifir Rohman
Journal of Islamic Education Studies Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/jies.v2i2.736

Abstract

ABSTRAK Secara universal Islam menekankan pentingnya moderasi, di mana toleransi merupakan salah satu elemen kuncinya. Namun, tidak sedikit sumber ajaran Islam tertentu yang jika dibaca sepintas seolah melegitimasi tindakan intoleransi, terutama yang berkaitan dengan interaksi umat Islam dan non-Muslim. Salah satu ayat yang rentan dijadikan alasan untuk bersikap anarkis dan intoleran terhadap non muslim adalah QS. At-Taubah [9]: 5. Sekilas ayat ini memerintahkan umat Islam untuk memerangi non-Muslim. Kajian ini mencoba mengkaji QS. Al-Taubah [9]: 5 melalui perspektif ushul fiqh. Usul fiqh dipilih karena menjanjikan pembacaan sumber Islam yang moderat dan proporsional. Dengan menggunakan metode kualitatif-analitik, penelitian ini secara khusus berupaya mengungkap makna uqtulū dan ruang lingkup kata “Al-Musyrikīn” dan alasan hukum ('illat) dalam QS. Al-Taubah [9]: 5 dengan perspektif ushul fiqh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap makna tatanan perang dan mendalami ruang lingkup frasa “Al-Musyrikin” serta mengkaji alasan-alasan hukum ('illat) tatanan perang sehingga menjadi wacana alternatif yang lebih relevan dengan nilai-nilai universal perdamaian dalam konteks masyarakat majemuk seperti Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara harfiah makna uqtulū dalam ayat tersebut hanya menunjukkan ibāhah (diperbolehkan), tidak wajib. Sedangkan ruang lingkup lafal “Al-Musyrikīn” hanya khusus untuk orang-orang musyrik yang mengingkari perjanjian damai saat itu. Serta pengkhianatan yang menjadi penyebab hukum dari tatanan perang. Implikasinya, QS. At-Taubah [9]: 5 tidak bisa diterapkan secara umum. Apalagi dijadikan pembenaran untuk melegitimasi tindakan arogan dan intoleran terhadap non muslim, khususnya dalam rangka membangun kerukunan antar umat beragama.  
Pengembangan Religious Culture Melalui Habitual Curiculum Dalam Menciptakan Siswa Siswi Yang Memiliki Karakter Islami: DOI 10.58569/jies.v2i2.748 Junaedi Abdillah, Addin mustofa Kamal
Journal of Islamic Education Studies Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/jies.v2i2.748

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh Krisis akhlak yang terjadi pada siswa siswi pasca terjadinya global virus corona yang terjadi pada tahun 2019-2022. Oleh karena itu banyak sekolah yang memerlukan pengembangan habitual curriculum yang harus disesuaikan dengan krisis tersebut. Tujuannya adalah agar siswa siswi dapat terlepas dari pembiasaan negative yang terjadi karena pengaruh HP Ketika mereka menjalani proses pembelajaran e-learning dari rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pengaruh Habitual Curriculum (HC) dalam pembinaan akhlak karimah peserta didik di SMPIT Assalaamah Cakung Jakarta. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran sekolah dalam mewujudkan peserta didik yang cerdas secara IQ, EQ, dan SQ. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, Pengaruh Habitual Curriculum dalam pembinaan akhlak karimah peserta didik telah berjalan dengan baik dan tidak ada kendala berarti. Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik terbiasa melaksanakan ibadah dan dapat membina akhlak peserta didik. Kegiatan dalam program Habitual Curriculum terdiri atas Murojaah al Qur’an, Muroqobah al Qur’an, Pembiasaan 2 bahasa, Ikrar dan Doa, Sholat Dhuha, Sholat zhuhur dan ashar berjamaah, yang dipandu oleh guru piket dan guru pendamping. Secara keseluruhan kegiatan ini berhasil membiasakan ibadah peserta didik, namun untuk pembinaan akhlak lebih didominasi oleh faktor perhatian dan pola asuh orangtua dan lingkungan peserta didik. Saran penulis adalah Tim kurikulum bersama kesiswaan selalu mengupgrade program program kesiswaan sesuai dengan kebutuhan siswa-siswi dalam segi pembiasaan sehari hari, agar karakter yang terbentuk sesuai dengan nilai-nilai keislaman serta dapat menjadi habit yang baik Ketika siswa-siswi berada disekolah maupun diluar sekolah. Penulis berharap culture religi yang dikembangkan di SMPIT Assalaamah akan menjadi budaya yang baik dan dapat di contoh oleh sekolah sekolah lainnya.
Analisis Faktor-Faktor Sosial Dalam Bullying: Perspektif Pendidikan Anti-Bullying Melalui Lensa Filsafat Ibnu Khaldun: DOI 10.58569/jies.v2i2.750 Firnando, Hero Gefthi
Journal of Islamic Education Studies Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/jies.v2i2.750

Abstract

This research aims to analyze social factors in bullying using an anti-bullying education approach through the philosophical lens of Ibn Khaldun. The research method employs literature analysis and a review of existing studies to identify and comprehend the dynamics of social factors related to the phenomenon of bullying. The research objective is to provide a robust conceptual foundation for the development of anti-bullying education strategies. The literature analysis highlights the roles of social solidarity, cultural change, and inequality as key factors in bullying incidents. Ibn Khaldun's contributions to this perspective offer a philosophical insight that enriches prevention and intervention approaches. The implications of these findings support the formulation of policies and educational practices in anti-bullying that are more effective in responding to evolving social dynamics.
Pengaruh Psikologi Agama Dan Kesehatan Mental Dalam Kesejahteran Keluarga: DOI 10.58569/jies.v2i2.751 Siti Nurislamiah
Journal of Islamic Education Studies Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/jies.v2i2.751

Abstract

Keluarga merupakan sekelompok orang yang terikat dengan hubungan darah, ikatan kelahiran, hubungan khusus, pernikahan, atau yang lainnya. Dimana keluarga terbentuk atas ikatan pernikahan antara laki-laki dan perempuan sehingga melahirkan anak-anaknya dan menjadi satuan kecil kelompok sosial yang bernama keluarga. Dalam sebuah keluarga penting sekali bagi pasangan suami istri untuk memahami konsep psikologi agama dan prinsip-prinsip kesehatan mental yang berfungsi untuk menanamkan agama serta mengembangkan mental yang sehat atau mencegah terjadinya mental yang sakit pada sebuah keluarga. Oleh karena itu, setiap keluarga diharuskan untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera. Meskipun pada kenyataannya untuk mencapai kesejahteraan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah melainkan banyak ujian dan cobaan yang harus dilewati. mental yang sehat serta keagamaan yang fasih sangat memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap sejahteranya sebuah keluarga. Upaya dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera adalah dengan (1) Menumbuhkan komitmen bersama, (2) Berikan apresiasi, (3) Memelihara kebersamaan, (4) Ciptakan komunikasi yang efektif, (5) Agama atau falsafah hidup, (6) Bermain dan humor, (7) Berbagi tanggung jawab, (8) Melayani untuk orang lain, (9) Sabar, tahan dengan cobaan atau masalah, (10) Miliki kepentingan dan kegemaran bersama. Maka dari itu, awal mula terbentuknya keluarga yang sejahtera dipengaruhi dengan terbentuknya kehidupan keluarga yang memiliki kepribadian yang tumbuh dengan mental yang sehat. Dengan mental yang sehat semua tujuan yang diinginkan dalam sebuah keluarga dapat terwujud dengan baik. Keluarga yang sehat dan sejahtera didalamnya terwujud keberfungsian keluarga yang efektif serta hubunganhubungan yang berkualitas menjadi suatu awal untuk membangun mental individu dan masyarakat. Hal ini menjadi salah satu faktor dalam mencegah munculnya gangguan mental.
Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan: DOI 10.58569/jies.v2i2.792 Rodhiyana, Mu'alimah; Nurul Izzatun Nabillah; Nurul Janah; Nur Bayyiti Hanifah
Journal of Islamic Education Studies Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/jies.v2i2.792

Abstract

Peran merupakan aspek dinamis kedudukan (status) apabila seseorang melakukan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka ia telah menjalankan suatu peran. Kepala sekolah sebagai penentu kebijakan di sekolah memfungsikan perannya secara maksimal dan mampu memimpin sekolah dengan bijak dan terarah serta mengarah kepada pencapaian tujuan yang maksimal demi meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di sekolah. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian pustaka (library research) dengan menelusuri bukubuku sebagai sumber datanya. Adapun hasil penelitian dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah harus menerapkan perannya dengan baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman dalam memimpin sebuah lembaga pendidikan yaitu kepala sekolah sebagai leader (pemimpin), kepala sekolah sebagai manajer, kepala sekolah sebagai educator, kepala sekolah sebagai administrator Pendidikan, peran sebagai supervisor, kepala sekolah sebagai innovator, kepala sekolah sebagai motivator. Pelaksanaan peran yang menyatu dalam pribadi kepala sekolah akan mampu mendorong visi menjadi aksi dalam paradigma baru manajemen pendidikan.
Kekuatan Iman Sebagai Pelindung Diri Memahami Larangan Bunuh Diri Dalam Perspektif Islam: DOI 10.58569/jies.v2i2.944 Sharfina Agista Ramadhani; A. Muammar Alawi
Journal of Islamic Education Studies Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/jies.v2i2.944

Abstract

Iman menjadi pegangan bagi umat muslim, namun kita harus tetap berusaha dan tidak hanya berpasrah diri terutama dalam menahan diri dari perbuatan yang tidak disukai Allah, salah satunya yaitu bunuh diri. Bunuh diri terjadi ketika seseorang mengalami suatu hal yang tidak bisa dia hadapi dan memutuskan untuk melakukan bunuh diri dan mengakhiri semuanya. Namun dalam Islam, bunuh diri terjadi karena menurunnya tingkat keimanan seseorang dan mendahului kehendak Allah. Al Qur'an secara tegas melarang tindakan bunuh diri dan dikekalkan di dalam neraka. Bunuh diri dapat terjadi karena beberapa faktor. Pertama, faktor tekanan yang berasal dari keluarga maupun lingkungan sosial. Kedua, modeling atau mulai maraknya kasus tersebut hingga ada keinginan untuk mencontoh. Ketiga, turunnya tingkat keimanan seseorang seiring berkembangnya zaman. Keempat, karena faktor penyakit fisik yang sudah parah ataupun terhitung lama hingga sang penderita merasa lelah terhadap hidupnya. Bunuh diri dapat dicegah dengan bantuan keluarga agar menciptakan lingkungan yang sehat, dan selalu mengingat dan beribadah kepada Allah agar diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan dunia.
Gerakan Seribu Rupiah Sebagai Metode Penyebaran Agama Islam: DOI 10.58569/jies.v2i2.976 Atik Dina Nasikhah
Journal of Islamic Education Studies Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/jies.v2i2.976

Abstract

Islam merupakan seperangkat ajaran yang didalamnya selalu berkaitan dengan pemecahan masalah tentang kemaslahatan umat manusia , berbagai persoalan muncul baik dari segi ekonomi maupun sosial, sehingga gerakan dakwah diperlukan adanya perubahan. Masjid dijadikan sebagai pusat peribadatan umat islam, yang memiliki peran strategis dalam memajukan peradaban umat islam, usaha perkembangan masyarakat yang berbasis islam memiliki bidang yang luas , meliputi pengembangan pendidikan, pengembangan ekonomi, dan sosial masyarakat, dengan adanya perkembangan dan perubahan dalam masyarakat luas, diperlukan juga perkembangan dalam metode dakwah, yaitu sebuah gerakan dakwah yang mampu menjadikan perubahan bagi masyarakat luas baik dalam segi pendidikan, ekonomi, maupun social. Jenis penelitian ini adalah penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dokumentasi, analisis data yang digunakan model Miles dan Huberman, meliputi data reduction, data display,dan verification.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Gerakan seribu rupiah adalah Gerakan yang mempunyai beberapa aspek yang dijalankan diantaranya : aspek Pendidikan, Keagamaan, Sosial dan Perekonomian aspek tersebut merupakan aspek penunjang keberhasilan dakwah, dengan adanya progam kegiatan GSR ini warga peduli terhadap sesama, yang mempunyai jiwa sosial tinggal dalam arti peduli terhadap orang lain, serta rajin dalam bersodaqoh
Sejarah Peradaban Islam Di Sukadana Kalimantan Barat: DOI 10.58569/jies.v2i2.977 khoirul Ulum, khoirul
Journal of Islamic Education Studies Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/jies.v2i2.977

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang, polemic, ekonomi, dan peninggalan kerajaan sukadana, serta memperkaya khazanah peradaban islam yang ada di Indonesia khususnya di Kalimantan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Hasil penelitian yaitu Sukadana berasaal dari bahasa sunskerta yang memiliki arti pemberian yang menyenangkan. Pada masa pemerintahan Panembahan Karang Tanjung. Kerajaan Sukadana bercorak ekonomi maritim dan pertambangan. Kerajaan ini terkenal dengan hasil tambang emas, perak dan intan. Islamisasi kerajaan Sukadana dilakukan oleh ulama-ulama dari kerajaan Demak. Selain dari Jawa, Islamisasi di kerajaan ini juga dilakukan oleh pedagang-pedagang Islam dari luar negeri..
Kajian Pemikiran Pendidikan Islam Abdurrahman An-Nahlawi Dalam Kerangka Pendidikan Modern: DOI 10.58569/jies.v2i2.978 Sukarman
Journal of Islamic Education Studies Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/jies.v2i2.978

Abstract

This study aims to explore the idea of education promoted by one of the great figures in Islamic education, namely Abdurrahman An-Nahlawi. This great figure of Islamic Education has inspired one of the education leaders in Indonesia, namely Ki Hajar Dewantara. These educational ideas include goals, educational concepts, basics, vision, mission, goals, methods, media, to the principles of Islamic education. This research is a conceptual literature review with a qualitative descriptive approach. The findings of this study are that Abdurrahman An-Nahlawi has laid the foundations of a very comprehensive education that is widely embraced by educational leaders and is still relevant today. The concept of At-tarbiyah is concrete proof of the fruit of his thoughts