cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 358 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN OBESITAS PADA WANITA DEWASA DI PUSKESMAS TARAWEANG KABUPATEN PANGKEP Nanang Rahmadani
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.396

Abstract

Latar belakang: Obesitas merupakan suatu kondisi yang terjadi akibatnya adanya ketidakseimbangan asupan zat Gizi dan aktivitas fisik yang mengakibatkan penimbunan lemak dalam tubuh. Tujuan: Mengetahui hubungan Faktor-Faktor Terhadap Perilaku Pencegahan Obesitas pada Wanita Dewasa di Wilayah Kerja Puskesmas Taraweang Kecamatan labakkang Kabupaten pangkep. Metode: Desain penelitian ini. Merupakan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Hasil: 91 responden yang diteliti menunjukkan bahwa sebanyak 30 (33%) wanita dewasa memiliki perilaku baik terhadap pencegahan Obesitas dan 61 (67%) wanita dewasa yang memiliki perilaku tidak baik untuk pencegahan Obesitas. Kesimpulan: Pola makan terdiri dari jenis makanan, jumlah makanan dan frekuensi makan. Adapun jenis dan jumlah makanan dituangkan dalam bentuk zat gizi yang adalah salah satu variabel untuk melihat pengaruh. Presentase asupan energi dibagi dalam dua kategori yaitu asupan energi cukup bila ≤80% AKG demikian didapat sebanyak 53 (58.2%) orang dan sebanyak 38 (41.8%) orang yang memiliki asupan energi lebih atau >80% AKG berdasarkan golongan umur. Hal ini menjadikan satu kesimpulan bahwa memperhatikan jenis, jumlah dan waktu makan adalah satu bentuk perilaku yang baik untuk pencegahan kejadian obesitas.
PENGARUH PELATIHAN MANAJEMEN SINKOP TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA SISWA SMAN 14 MAROS Mohammad Basri; Muhammad Akram Praditya
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.397

Abstract

Latar Belakang: Kejadian pingsan biasanya sering dialami oleh siswa SD, SMP, dan SMA yang sedang menjalankan upacara bendera setiap hari Senin ataupun saat sedang berolah raga. Pengetahuan yang baik bagi pendidik ataupun guru untuk menangani siswa yang mengalami pingsan saat di sekolah, penguasaan saat melakukan suatu tindakan dipengaruhi oleh beberapa hal salah satunya adalah pengetahuan. Kejadian sinkope di dunia diperkirakan sebanyak 12 juta kasus setiap tahunnya dan bisa menyebabkan terjadi henti napas dan henti jantung bahkan kematian. Tujuan: Mengetahui pengaruh pelatihan menejemen sinkope terhadap tingkat pengetahuan dan pertolongan pertama terjadinya sinkope pada siswa SMAN 14 Maros tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experiment dengan pendekatan one group pre-post test. Lokasi penelitian adalah SMA Negeri 14 Maros dan di bulan Januari 2023. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 10 dan 11 sebanyak 268 orang dan sampel adalah siswa SMAN 14 Maros kelas 10 dan 11 sebanyak 50 orang. Hasil: Dari hasil analisa uji wilcoxon di dapatkan hasil bahwa nilai P value = 0,000 sehingga P value < 0,05. Kesimpulan: Terdapat ada pengaruh pelatihan menejemen sinkope terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama terjadinya sinkope pada siswa SMA Negeri 14 Maros.
UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN UPO-UPO (PHYLLODIUM PULCHELLUM (L.) DESV.) TERHADAP BAKTERI PATOGEN Dewi Isnaeni; Andi Ulfah Magefirah Rasyid; Rahmawati
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.398

Abstract

Latar belakang: Tanaman Upo-upo (Phyllodium pulchellum (L.) Desv) adalah salah satu jenis tanaman yang dikategorikan dalam kelompok tanaman obat atau tanaman herbal. Tanaman Upo-upo tumbuh khususnya di dataran tinggi dan banyak digunakan sebagai tanaman obat tradisional. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun Upo-upo (Phyllodium pulchellum (L.) Desv) terhadap Bakteri gram positif Streptococcus pyogenes, Staphylococcus epidermidis, Bacillus cereus dan bakteri Gram Negatif Salmonella typhi, Vibrio cholerae, Escherichia coli. Metode: Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi terhadap bahan uji dan metode Disc diffusion menurut Kirby & Bauer untuk menentukan diameter hambatan dengan konsentrasi ekstrak 1% b/v, 3% b/v, 5 % b/v, 7% b/v. Hasil: Menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak Etanol Daun Upo-upo (Phyllodium pulchellum (L.) Desv) 1% b/v, 3% b/v, 5 % b/v, 7% b/v menunjukkan daya hambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk pada kelompok konsentrasi ekstrak tertinggi 7% dengan masa inkubasi 1x24 jam terhadap bakteri Gram positif adalah Staphylococcus epidermidis (23,35mm), Streptococcus pyogenes (20,36mm), Bacillus cereus (15,73mm) sedangkan diameter zona hambat pada bakteri Gram negatif adalah Salmonella typhi (25,24mm), Vibrio cholerae (13,93mm) dan Escherichia coli (11,92mm). Rata-rata diameter zona hambat pada kelompok konsentrasi 7% dengan masa inkubasi 2x24 jam terhadap bakteri Gram positif adalah Staphylococcus epidermidis (22,15mm), Streptococcus pyogenes (18,96mm), Bacillus cereus (14,92mm) sedangkan diameter zona hambat pada bakteri Gram negatif adalah Salmonella typhi (24,64mm), Vibrio cholerae (12,92mm) dan Escherichia coli (10,92mm). Kesimpulan: ekstrak Etanol Daun Upo-upo (Phyllodium pulchellum (L.) Desv) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus pyogenes, Staphylococcus epidermidis, Bacillus cereus, Salmonella typhi, Vibrio cholerae, Escherichi coli dan bersifat bakteriostatik.
GAMBARAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS LAYANG KOTA MAKASSAR Muh. Ayub Amin; Ramlawati; Fauziah Novianty
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.399

Abstract

Latar belakang: Masyarakat atau pasien melihat pelayanan kesehatan yang bermutu sebagai suatu pelayanan kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan yang dirasakannya dan diselenggarakan dengan cara yang sopan dan santun, tepat waktu, tanggap dan mampu menyembuhkan keluhannya serta mencegah berkembangnya atau meluasnya penyakit. Tujuan: Untuk menggambarkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Layang Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 90 responden yaitu pasien yang telah diberikan pelayanan di Puskesmas Layang dan ditarik dengan teknik purposive sampling. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa bukti fisik (62,2%), keandalan (61,1%), daya tanggap (66,7%) yang menunjukkan bahwa mutu pelayanan kesehatan sudah sesuai dengan harapan pasien. Kesimpulan: Mutu pelayanan kesehatan Puskesmas Layang sudah sesuai dengan semua variabel penelitian dalam kategori cukup disarankan kepada pihak Puskesmas Layang untuk mempertahankan mutu pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada masyarakat.
HUBUNGAN MANAJEMEN STRES DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMALANREA JAYA Andi Wahyuni; Esse Puji Pawenrusi; La Mansyur La Tiwu
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.400

Abstract

Latar belakang: Tekanan darah yang mengalir melalui pembuluh nadi (arteri), tempat mengalirnya darah dari jantung, dikenal sebagai tekanan darah. Menurut informasi yang dikumpulkan peneliti, Puskesmas Tamalanrea Jaya memiliki 1294 pasien hipertensi pada tahun 2021, dengan 609 laki-laki. dan 685 wanita. Kemudian pada bulan Januari dan Februari 2022 sebanyak 97 orang. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini apakah adalah untuk mengetahui hubungan antara manajemen stres dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami Hipertensi diwilayah kerja puskesmas Tamalanrea Jaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah sampel yaitu 62 pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen stres yang baik dengan tekanan darah normal berjumlah 30 responden (77,0%) untuk manajemen stres baik dengan tekanan darah tinggi berjumlah 9 responden (23,0%), sedangkan manajemen stres yang kurang baik dengan tekanan darah normal berjumlah 7 responden (30,0%) dan manajemen stres kurang baik dengan tekanan darah tinggi berjumlah 16 responden (70,0%). Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan p-value=0.001 (p<0,005). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh menunjukan ada hubungan yang sangat signifikan antara manajemen stres dengan tekanan darah pada pasien hipertensi diwilayah kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya. Untuk masyarakat diharapkan agar dapat selalu melakukan pemeriksaan rutin ke pelayanan kesehatan jika terdapat gejala penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN JAJAN DENGAN KEJADIAN TIFOID DI RUMAH SAKIT PELAMONIA TK. II MAKASSAR Nurfitri; Esse Puji Pawenrusi; Hasna
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.401

Abstract

Latar belakang: Kondisi hidup yang lebih baik dan pengenalan antibiotik mengakibatkan penurunan drastis morbiditas dan mortalitas demam tifoid di negara-negara industri. Namun, penyakit ini terus menjadi masalah kesehatan masyarakat di banyak wilayah berkembang di Afrika, Mediterania Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat. Pada perkiraan tahun 2019, terdapat 9 juta kasus demam tifoid setiap tahunnya, yang mengakibatkan sekitar 110.000 kematian per tahun. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kebiasaan jajan dengan kejadian tifoid di rumah sakit Pelamonia TK II Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RS. TK II Pelamonia Makassar. Penelitian ini dilakukan di RS. TK II Pelamonia Makassar. Populasi sebanyak 135 orang Di RS. TK II Pelamonia Makassar dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 45 responden. Analisis data menggunakan uji cji-square. Hasil: Pada penelitian ini diperoleh umur terbanyak adalah 21-30 tahun 26 responden (57.8%), dan kelompok umur terendah 41-50 tahun sebanyak 4 responden (8.9%), dengan jenis kelamin perempuan 24 responden (53.3%) dan jenis kelamin laki-laki 21 tahun (46.7%) dan tingkat pendidikan tertinggi S1 sebanyak 35 responden (77.8%). Dan untuk tingkat pengetahuan baik 18 responden (43.3%), cukup 17 responden (31.0%) dan kurang 10 responden (25.7%). Dan untuk pelaksanaan kebiasaan makan di luar rumah baik 35 responden (77.8%) dan buruk 10 responden (22.2%). Hubungan antara pengetahuan dengan kejadian tifoid di RS. TK II Pelamonia Makassar dengan nilai p 0.000. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisa dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan kebiasaan jajan dengan kejadian tifoid di rumah sakit Pelamonia TK II Makassar.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS LOMPOE KECAMATAN BACUKIKI KOTA PARE-PARE Fitriani Abdal; Arlia; Miftahul Jannah; Devianti Tandiallo
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.403

Abstract

Latar belakang: Terdapat beberapa faktor risiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi. Faktor risiko ini diklasifikasi menjadi faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah adalah riwayat keluarga denga hipertensi, umur jenis kelamin, dan etis. Faktor risiko yang dapat diubah adalah stress, obesitas, kebiasaan merokok, kebiasaan minum alkohol, aktivitas fisik, kebiasaan konsumsi lemak dan garam berlebihan. Tujuan: penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian hipertensi. Metode: jenis penelitian observational analitik dengan rancangan penelitian yang menggunkan pendekatan kasus kontrol yaitu rancangan studi epidemiologi yang mempelajari hubungan antara paparan (faktor penelitian) dan penyakit dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol. Analisis data yang di gunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat (uji regresi logistik). Hasil: menunjukkan bahwa aktivitas fisik nilai OR 3.788 (95%IC: 1.552-9.242) adalah faktor risiko kejadian hipertensi , riwayat merokok nilai OR 1.116 (95%IC: 0.445-2.799) adalah faktor risiko kejadian hipertensi, obesitas OR 3.893 (95%IC: 1.135-7.373) adalah faktor risiko kejadian hipertensi, konsumsi garam OR 2.494 (95%IC: 1.062-5.857) adalah faktor risiko kejadian hipertensi, konsumsi lemak OR 3.373 (95%IC: 1.403-8.110) adalah faktor risiko kejadian hipertensi, shalat OR 1.173 (95%IC: 0.387-3.553) adalah faktor risiko kejadian hipertensi, riwayat diabetes mellitus OR 3.921 (95%IC: 1.448-10.613) adalah faktor risiko kejadian hipertensi. Kesimpulan: Dengan melihat faktor risiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi di puskesmas lompoe kecamatan bacukiki kota parepare maka di harapkan menjadi bahan tambahan informasi dalam pengambilan dan pembuatan kebijakan terkait upaya pengendalian dan penanggulangan penyakit tidak menular (hipertensi).
PENGARUH KONFLIK PERAN GANDA (WORK FAMILY CONFLICT) DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT WANITA DI RUMAH SAKIT ISLAM FAISAL KOTA MAKASSAR Arlia; Devianti Tandiallo; Miftahul Jannah; Mulidia Puspitasari
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.404

Abstract

Latar belakang: Work Family Conflict merupakan salah satu konflik yang sering terjadi dikalangan perawat terutama perawat yang sudah menikah. Seorang perawat harus membagi waktu untuk urusan pekerjaan dan rumah tangga. Jika work family conflict tidak bisa dihindari, maka dapat menyebabkan perawat stress dan kinerja mereka menurun. Kinerja yang maksimal sangat dibutuhkan dalam pekerjaan sebagai seorang perawat. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh pengaruh konflik peran ganda (work family conflict) dan beban kerja terhadap kinerja perawat wanitadi Rumah Sakit Islam Faisal Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis observasional analitik dengan desain cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 47 responden dengan teknik total sampling dengan kriteria wanita perawat yang sudah menikah dan memiliki anak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan menggunakan path analysis sebagai teknik analisis data. Hasil: penelitian dengan uji analisis path menunjukkan konflik peran berpengaruh langsung terhadap stres. Beban kerja tidak berpengaruh langsung terhadap stres kerja. Konflik peran berpengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap kinerja perawat. Beban kerja tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja perawat, tapi berpengaruh tidak langsung ketika melalui stres kerja sebagai variabel intervening. Kesimpulan: bahwa konflik peran dan beban kerja berpengaruh terhadap kinerja perawat setelah melalui variabel stress kerja. Oleh karena itu, diharapkan perawat bisa mengelola konflik peran keluarga dan stress kerja agar dapat menghasilkan kinerja yang maksimal.
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM PROGRAM KOTA LAYAK ANAK BIDANG KESEHATAN DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN LUWU TIMUR Miftahul Jannah; Fitriani Abdal; Mulidia Puspitasari; Jumriana Ibriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.405

Abstract

Latar belakang: Program Kota Layak Anak pada Kabupaten Luwu Timur belum sepenuhnya berjalan berjalan secara maksimal karena masih banyak kendala karena belum ada tanggung jawab penuh dari Dinas Kesehatan. Tujuan: Untuk mendapatkan informasi secara mendalam, mengkaji dan menganalisis mengenai strategi promosi kesehatan dalam program Kota Layak Anak bidang kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur. Metode: Penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data di peroleh dari 5 informan biasa terdiri dari petugas Promosi Kesehatan, petugas kesehatan lingkungan, petugas Gizi dan KIA di Dinas Kesehatan, 1 informan kunci penggung Jawab KLA di Dinas Kesehatan,dan 4 informan pendukung dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, tokoh masyarakat dan Pihak Kecamatan dari kecamatan Malili. Hasil: Penelitian ini menunjukkan 1) Advokasi, belum dilakukan secara maksimal mengenai KLA bidang kesehatan dari pihak Dinas Kesehatan 2) Dukungan Sosial pada program kota layak anak bidang kesehatan di Luwu Timur belum ada kegiatan terkait dukungan sosial yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, 3) Gerakan masyarakat, hanya berupa kegiatan-kegiatan lanjutan seperti pemenuhan hak gizi untuk anak-anak serta, pencegahan stunting. 4) Kemitraan, sudah ada bermitra dengan organisasi dan dunia usaha yang dilakukan oleh Dinas kesehatan, kecuali dengan lintas sektor seperti Puskesmas dan Satpol PP dalam kawasan tanpa rokok, sementara dari Dinas Sosial mengatakan bahwa telah bermitra dengan semua OPD, PT vale dan Asosiasi Perusahaan sahabat Anak. Kesimpulan: Strategi promosi kesehatan dalam Program Kota Layak Anak bidang kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur belum berjalan secara optimal ,karena yang dilakukan selama ini hanya merupakan program pokok dari dinas kesehatan yang dilakukan oleh semua Puskesmas, tidak mengkhusus bahwa itu kegiatan layak anak.
PENERAPAN BILLING E-HOSPITAL SYSTEM DI RSUD LAMADDUKELLENG SENGKANG KABUPATEN WAJO TAHUN 2018 Mulidiah Puspitasari; Fitriani Abdal; Jumriana Ibriani; Arlia
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i1.406

Abstract

Latar belakang: Penerapan pelayanan e-hospital di RSUD Lamaddukelleng Sengkang bekerja sama dengan BRI (Bank Rakyat Indonesia) yang pelayanannya terintegrasi antara rumah sakit dan Bank BRI guna memudahkan pasien melakukan pembayaran tagihan rumah sakit secara online. Manfaat layanan tersebut adalah mendorong akuntabilitas dan transparansi pengeloalaan keuangan. Tujuan: untuk menggali informasi mendalam mengenai penerapan billing e-hospital system di RSUD Lamaddukelleng Sengkang melalui kerangka PIECES, aspek kinerja, informasi, ekonomi, keamanan, effektifitas, dan pelayanan. Metode: kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 9 informan biasa dan 1 informan kunci, dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2018. Hasil: penelitian menunjukkan pada aspek kinerja, pengguna merasakan loading system yang lambat, sering mati listrik serta error yang sering terjadi pada komputer. Aspek informasi, hambatan yang dirasakan oleh pengguna adalah keterlambatan pelaporan data pada bagian keuangan. Aspek ekonomi, penerapan billing system mampu mengendalikan biaya atau meningkatkan keuntungan rumah sakit. Aspek keamanan sudah memberikan manfaat bagi pengguna khususnya dalam hal pengawasan untuk mengatasi penggelapan, demi menjamin keakuratan, keamanan data dan informasi. Aspek efisiensi, dalam hal menilai penggunaan sumber daya secara maksimum, baik operator billing dan staf front liner BRI yang telah diberikan pelatihan. Aspek pelayanan, pengguna merasakan kemudahan penggunaan namun perlu dilakukan pengembangan inovasi selanjutnya. Kesimpulan: menunjukkan pada aspek ekonomi, keamanan, efisiensi dan pelayanan sudah baik dalam penerapannya, meski pada aspek kinerja sistem dan aspek informasi masih mengalami kendala (jaringan error) dan pelaporan data keuangan masih belum terealisasi dengan baik. Diperlukan software pendukung untuk menghubungkan billing e-hospital system dengan bagian keuangan agar dapat mengakomodir kebutuhan informasi bagian keuangan rumah sakit.