cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 358 Documents
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARA-BARAYA KOTA MAKASSAR Halmina Ilyas; Andi Ayumar; Risman Kadir
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.407

Abstract

Latar belakang: Lansia umumnya mengalami berbagai penyakit degeneratif akibat terjadinya penurunan fungsi biologis, psikologis, sosial, dan ekonomi. Di tahun 2020 jumlah populasi penduduk yang berusia 60 tahun ke atas yang ada di dunia telah melebihi jumlah anak di bawah 5 tahun, atau bisa di katakan meningkat dari 1 miliar penduduk menjadi 1,4 miliar dan di Indonesia sendiri hampir tiga dari sepuluh (29,52%) rumah tangga di Indonesia dihuni oleh lansia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan kualitas hidup lansia di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini lansia yang berumur lebih dari 60 tahun di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya yang berjumlah 3406 pada tahun 2022 dengan jumlah sampel 180 yang diambil menggunakan teknik pulrposivel sampling. Hasil: uji chi square diperoleh nilai ρ = 0,000 (ρ<α = 0,05). Hal ini berarti ada hubungan antara peran keluarga kualitsa hidup lansia dalam Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar. Kesimpulan: terdapat hubungan antara peran keluarga kualitsa hidup lansia dalam Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar. Disarankan kepada keluarga agar tetap mempertahankan dukungan yang baik kepada lansia dan kepada lansia agar tetap mempertahankan kualitas hidup dengan cara berolahraga secara teratur.
IMPLEMENTASI PEMASANGAN BIDAI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN FRAKTUR DI RS. TK II PELAMONIA MAKASSAR Titin Pobi; Abdul Herman Syah Thalib
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i1.408

Abstract

Latar belakang: Fraktur merupakan suatu cedera yang dapat menyebabkan kecacatan, karena adanya trauma pada saat kecelakaan. Fraktur atau patah tulang yang sering ditemukan di Indonesia yaitu bagian ekstremitas bawah yang disebabkan oleh kecelakaan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan implementasi pemasangan bidai terhadap intensitas nyeri pada pasien fraktur ekstremitas bawah di Instalasi Gawat Darurat RS. Tk II Pelamonia Makassar. Metode: metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif studi kasus yang dilakukan pada dua pasien fraktur ekstremitas bawah yang sudah sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien diberikan tindakan pemasangan bidai untuk menurunkan nyeri dengan menggunakan teknik Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemasangan bidai. Hasil: sebelum dilakukan pemasangan bidai kedua pasien mengalami nyeri berat dengan skala nyeri (8-9) sedangkan sesudah dilakukan pemasangan bidai nyeri berkurang dengan skala nyeri 5 (nyeri ringan). Sehingga tindakan pemasangan bidai dapat berpengaruh pada intensitas nyeri pasien. Penelitian ini memberikan informasi umum yang berkaitan dengan peningkatan rasa nyaman pasien fraktur dengan diberi tindakan pembidaian sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan. Kesimpulan: penerapan implementasi pemasangan bidai dapat menurunkan intensitas nyeri pada pasien fraktur ekstremitas bawah.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PERAWAT DI RUANGAN INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD K.H. HAYYUNG KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Muh. Sahlan Zamaa; Chitra Dewi; Endang Kurniati; Renaldi M; Muhammad Syahrir
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.410

Abstract

Latar belakang: Beban kerja perawat adalah seluruh kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh seorang perawat selama bertugas di suatu unit pelayanan keperawatan. Banyaknya tugas yang tidak sebanding dengan kemampuan baik fisik, keahlian, dan waktu yang tersedia berdampak pada kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seseorang sehingga menimbulkan stres kerja. Beban kerja di IGD perlu diketahui agar dapat menentukan kebutuhan kuantitas dan kualitas tenaga perawat yang di perlukan pada ruangan IGD sehingga tidak terjadi beban kerja yang tidak sesuai yang akhirnya menyebabkan stres kerja. Tujuan: penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara beban kerja dengan stres kerja perawat di ruangan Instalasi Gawat Darurat RSUD K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar. Metode: Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar sebanyak 22 perawat. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 22 perawat. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan jawaban dari lembar kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini menggunakan uji fishers exact test menunjukkan nilai p-value 0,009 terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja perawat di ruangan Instalasi Gawat Darurat RSUD K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar. Kesimpulan: Simpulan dari penelitian ini adanya hubungan antara beban kerja dengan stres kerja perawat di ruangan Intalasi Gawat Darurat RSUD K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar. Hendaknya rumah sakit melakukan evaluasi bagi perawat maupun petugas rumah sakit lainnya untuk lebih dipertimbangkan mengenai beban kerja agar dapat meminimalisir stres kerja.
GAMBARAN PENGOLAHAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KECAMATAN BAMBANG KABUPATEN MAMASA PROVINSI SULAWESI BARAT Sri Syatriani; Halmina Ilyas; Indri
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.411

Abstract

Latar belakang: Diabetes merupakan kondisi kronis yang terjadi pada saat pancreas tidak menghasilkan insulin yang cukup. Prevelensi diabetes di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 2,1% pada tahun 2013, dan kembali meningkat 8,5% pada tahun 2018. Untuk mencegah komplikasi, perlu dilakukan pengobatan pentakit ini. Tujuan: untuk mengetahui gambaran pengelolaan penyakit diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dimana populasi penelitian sebanyak 67 orang penderita diabetes melitus tipe 2 yang diambil dengan teknik total sampling. Dalam penelitian ini menggunakan kuisioner kebiasaan pola makan, kebiasaan olahraga, keteraturan kontrol gula darah dan kuisioner kebiasaan minum obat sebagai instrument pengumpulan data penelitian. Hasil: Pada hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat 65 responden (92.9%) yang pola makannya teratur, responden tidak rutin berolahraga sebanyak 60 orang (85.7%), responden tidak rutin memeriksakan gula darahnya sebanyak 39 orang (55.7%), dan responden yang patuh dalam minum obat sebanyak 58 orang (82.9%). Kesimpulan: lebih banyak responden yang pola makannya teratur, lebih banyak yang tidak rutin berolahraga, lebih banyak yang tidak rutin memeriksakan gula darahnya, dan kebanyakan responden patuh dalam meminum obat. Disarankan responden agar tetap menerapkan pengelolaan diabetes melitus yang tepat untuk menghindari terjadinya hiperglikemik dan bagi puskesmas Kecamatan Bambang agar terus memberikan edukasi kepada pasien diabetes melitus mengenai pengelolaan diabetes melitus yang baik dan benar.
HUBUNGAN DUKUNGAN PETUGAS KESEHATAN DAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBATPENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKKABATA Andi Ayumar; Wahiduddin; Nurul Alfiah; Andi Yulia Kasma
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.413

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Polewali Mandar terdapat kasus TB Paru di tahun 2021 sebanyak 34% kasus TB Paru. Angka kejadian TB paru di Puskesmas Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar mengalami peningkatan setiap tahunnya yaitu pada tahun 2019 sebanyak 58 orang, pada tahun 2020 sebanyak 65 orang, dan pada tahun 2021 didapatkan sebanyak 83 orang. Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan petugas kesehatan dan keluarga dengan kepatuhan minum obat penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pekkabata. Metode: Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 83 penderita TB paru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 83 orang dengan menggunakan tehnik Total Sampling. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan petugas kesehatan (p value=0,006) dan Dukungan keluarga (p value=0,023) dengan kepatuhan minum obat penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pekkabata. Kesimpulan: Terdapat hubungan dukungan petugas kesehatan, dan Dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat penderita TB paru. Disarankan agar responden penelitian dalam hal ini penderita tuberkulosis paru agar lebih mandiri dalam menjalani pengobatan tuberkulosis paru, aktif dalam kegiatan-kegiatan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan dan menaati semua prosedur penyembuhan tuberkulosis paru yang mana untuk kesehatan dirinya sendiri dan kesehatan keluarga disekitarnya.
IMPLEMENTASI TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DAN BATUK EFEKTIF DENGAN MASALAH KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU Thalib, Abdul Herman Syah; Yantimala; Annisa Nurul Ramadani
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.414

Abstract

Pendahuluan: Tingginya prevalensi Tuberculosis paru mengakibatkan buruknya kesehatan pada jutaan orang di seluruh dunia. Untuk menurunkan angka kejadian dan kematian TB paru, maka diperlukan penatalaksanaan yang tepat. Salah satu teknik non farmakologis yang dapat memperbaiki penyumbatan jalan napas yaitu dengan menerapkan teknik relaksasi dan batuk efektif. Tujuan: Mengetahui gambaran implementasi tehnik relaksasi nafas dalam dan batuk efektif dengan masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien tuberculosis paru. Metode: studi kasus dengan subyek yang memenuhi kriteria inklusi maupun ekslusi. Hasil: Menunjukkan bahwa responden pada Tn”D”setelah implementasi tehnik relaksasi nafas dalam dan batuk efektif, dapat mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada pasien dengan tuberculosis paru”. Kesimpulan: tehnik relaksasi nafas dalam dan batuk efektif dapat mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien dengan tuberkulosis paru.
IMPLEMENTASI TERAPI OKSIGENASI MENGGUNAKAN NON REBREATHING MASK ( NRM) TERHADAP KADAR SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN DENGAN CEDERA KEPALA DI RS.TK.II PELAMONIA MAKASSAR Thalib, Abdul Herman Syah; Nurbaiti; Sitti Hafifa
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.415

Abstract

Latar Belakang: Cedera kepala menyebabkan kerusakan otak yang menjadi penyebab terjadinya kecacatan dan menghasilkan masalah fisik, intelektual sosial, psikososial dan ekonomi yang sangat besar. WHO pada tahun 2016 melaporkan bahwa ada 96 juta orang pertahun di dunia mengalami kasus cedera kepala akibat dari kecelakaan lalu lintas yang banyak terjadi di Negara berkembang. Kejadian cedera kepala di dunia di perkirakan sudah mencapai 500.000 kasus. Prevalensi cedera kepala kecelakaan lalu lintas di Asia Tenggara sebanyak 7500 kasus pada tahun 2017. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018 prevalensi kasus cedera kepala di Indonesia sebanyak 11.064 kasus dengan prevalensi tertinggi di temukan di Sulawesi selatan (12,8%). Dampak pada cedera kepala menyebabkan ketidakstabilan oksigen di jaringan tubuh dan otak. Olehnya itu diperlukan terapi oksigen untuk memperbaiki hipoksia pada jaringan. Salah satu terapi oksigen yang adekuat dengan menggunakan Non-Rebreathing Mask (NRM) sebagai alat pemenuhan kebutuhan oksigen didalam tubuh pasien cedera kepala sedang. Tujuan: Mengetahui gambaran terapi oksigen terhadap perubahan kadar saturasi oksigen pada pasien dengan cedera kepala. Metode: Studi kasus ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Hasil: hasil analisa data ditemukan bahwa sebelum dilakukan pemberian terapi oksigen menggunakan NRM jumlah saturasinya yaitu 82% dan setelah pemberian terapi oksigen menggunakan NRM hasil saturasi oksigen meningkat menjadi 93%. Kesimpulan: penerapan implementasi terapi oksigenasi menggunakan non rebreathing mask terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien cedera kepala sedang dapat meningkatkan kadar saturasi oksigen.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN DENGAN KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS DI DESA MASSUNGKE KECAMATAN PASIMASUNGGU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Jufri; Muh. Sahlan Zamaa; Sulaiman; Muhammad Hatta; Serliyani
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.416

Abstract

Latar belakang: Gout Artritis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang disebabkan oleh metabolisme abnormal purin yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia), jika asam urat ini terus menumpuk makin lama maka akan berdampak jika kadar gout artritis dalam tubuh berlebih dapat menimbulkan batu ginjal atau pirai dipersendian. Tujuan: penelitian untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Pola Makan dengan Kadar Asam Urat Pada Penderita Gout Artritis di Desa Massungke Kecamatan Pasimasunggu Kabupaten Kepulauan Selayar. Metode: Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat usia 35-50 yang menderita gout artritis di Desa Massungke sebanyak 53 responden. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden. Hasil: penelitian ini menggunakan uji fisher exact test menunjukkan nilai p (value) 0,002 (<0,05) yang berati bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kadar asam urat. Kemudian untuk hubungan pola makan dengan kadar asam urat diperoleh nilai p (value) adalah 0,0010 (p<0,05) yang berati bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kadar asam urat di Desa Massungke Kecamatan Pasimasunggu Kabupaten Kepulauan Selayar. Simpulan: dari penelitian ini yaitu ada hubungan pengetahuan dan pola makan dengan kadar asam urat pada penderita gaout artirits, diharapkan agar masyarakat Desa Massungke lebih meningkatkan pengetahuan tentang pola makan yang mempengaruhi kadar asam urat. Petugas kesehatan sebaiknya rutin dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang gout artritis terutama terkait pola makan.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP NELAYAN DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN DI KABUPATEN KEPULAUAN ARU Muhammad Hatta; Ilham Syam; Nadila Bole Boly
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.420

Abstract

Latar belakang: Penyakit akibat kerja adalah sebagai akibat dari pajanan faktor dari risiko yang muncul dari aktivitas kerja. Menurut Perpes RI No. 7 tahun 2019 tentang penyakit akibat kerja, penyakit akibat kerja adalah penyakit yang di sebabkan oleh pekerjaan dan/atau lingkungan kerja. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap nelayan pada penyakit Low Back Pain (LBP) Di Desa Ujir Kabupaten Kepulauan Aru Kecamatan Pulau-Pulau Aru. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 135, dan jumlah sampel sebanyak 100. pengambilan sampel menggunakan non probability sampling. Hasil: penelitian ini menunjukan bahwah dari 100 responden memiliki pemeriksaan reba dengan hasil pengetahuan baik sebanyak 87 orang (87,0%) dibanding yang pengetahuan kurang sebanyak 13 orang (13,0%). Sedangkan dari 100 responden, Sikap pemeriksaan REBA dengan hasil Negatif sebanyak 100 responden (100,0%), Kesimpulan: di harapkan bagi instansi kesehatan dapat memberikan pendampingan kepada para nelayan dan keluarga dengan membantu mengatasi masalah yang di hadapi salah satunya yaitu masalah penyakit LBP yang bisa terjadi akibat tidak terkontrolnya cara dalam bekerja sebagai nelayan.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PERAWATAN PASIEN DENGAN MASALAH GANGGUAN PERSEPSI HALUSINASI PENDENGARAN Anastasia A. Basir; Mudrika
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.421

Abstract

Latar belakang: Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa dimana pasien mengalami perubahan persepsi sensorik yaitu halusinasi pendengaran. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu tindakan keperawatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan keluarga. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien gangguan persepsi halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Khusus Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pre-eksperimental dengan desain one-group pre-test and post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 orang yang diambil berdasarkan metode purposive sampling. Hasil: Pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien masalah gangguan persepsi halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Khusus Provinsi Sulawesi Selatan sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest) dan setelah diberikan (posttest) mengalami peningkatan. Diperoleh nilai p = 0,002. Kesimpulan: terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien masalah gangguan persepsi sensorik halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Saran dari peneliti diharapkan untuk terus menggalakkan pendidikan kesehatan jiwa di masyarakat.