cover
Contact Name
Jeperson Hutahaean
Contact Email
jepersonhutahean@gmail.com
Phone
+6281266157563
Journal Mail Official
jepersonhutahean@gmail.com
Editorial Address
https://ejurnal.bangunharapanbangsa.com/index.php/sasana/about/editorialTeam
Location
Kab. batu bara,
Sumatera utara
INDONESIA
Sasana: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 29625866     DOI : https://doi.org/10.56854/sasana.v1i2
Core Subject : Religion, Education,
Sasana: Jurnal Pendidikan Agama Islam merupakan jurnal ilmiah di bidang Pendidikan Agama Islam yang diterbitkan oleh Bangun Harapan Bangsa. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan, kajian serta pemikiran kritis tentang Pendidikan Islam. Penyebarluasan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam praktik secara nyata oleh stakeholder terkait dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan untuk tujuan pendidikan. Dengan E-ISSN: 2962-5866 dan SK 0005.29625866/K.4/SK.ISSN/2022.09
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Pendekatan dan Strategi Pembelajaran PAI Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 Zulaiha B. Abas, Siti; Yahiji, Kasim; Manoppo, Yanty K.; AK. Mantau, Burhanuddin
Sasana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1: Agustus 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/sasana.v4i1.541

Abstract

Penelitian ini mengkaji pendekatan dan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Penelitian  yang  dilakukan merupakan  penelitian kepustakaan  (library  research).  Penelitian  ini  termasuk  dalam  jenis penelitian deskriptif analitik.Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital serta Society 5.0 yang menekankan pada pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan manusia, menghadirkan tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran PAI. Pendekatan yang inovatif dan strategi pembelajaran yang berbasis teknologi sangat diperlukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Artikel ini membahas berbagai strategi pembelajaran PAI yang relevan, seperti penggunaan media digital, platform pembelajaran daring, dan integrasi teknologi untuk meningkatkan interaksi, pemahaman, dan kedalaman materi agama dalam menghadapi tantangan globalisasi. Dengan mengimplementasikan pendekatan yang adaptif dan fleksibel, diharapkan pembelajaran PAI dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga kompeten di dunia digital. Pendidikan perlu    mengadaptasi    model pembelajaran yang relevan agar siap memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Integrasi Pendidikan Karakter dan Bahasa Arab dalam PAI: Studi Pustaka Perspektif Tarbiyah Islamiyah Choiruddin, Choiruddin
Sasana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1: Agustus 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/sasana.v4i1.542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam integrasi antara pendidikan karakter dan pembelajaran Bahasa Arab dalam ruang lingkup Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan menggunakan pendekatan library research, kajian ini menelaah literatur-literatur klasik dan kontemporer dalam perspektif Tarbiyah Islamiyah untuk menemukan titik temu antara penguasaan bahasa Arab dan pembentukan akhlak mulia. Ditemukan bahwa Bahasa Arab tidak hanya sebagai alat komunikasi, melainkan juga sarana utama internalisasi nilai-nilai Islam melalui teks-teks Al-Qur’an dan hadis. Pembelajaran Bahasa Arab yang dikembangkan secara terpadu dengan pendidikan karakter mampu menumbuhkan kesadaran spiritual, kedisiplinan, dan etika komunikasi islami pada peserta didik. Hasil kajian ini merekomendasikan perumusan kurikulum PAI yang integratif dan nilai-nilai karakter berbasis kebahasaan dalam konteks keislaman yang holistik.  
Revitalisasi Nilai-Nilai Aswaja Dalam Pendidikan Agama Islam:Telaah Konseptual di Tengah Krisis Identitas Keislaman Kanzul Fikri, Akhmad
Sasana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1: Agustus 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/sasana.v4i1.543

Abstract

Fenomena krisis identitas keislaman yang terjadi di kalangan generasi muda Muslim saat ini merupakan tantangan serius bagi dunia pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI). Arus globalisasi, penetrasi media digital, dan paparan ideologi transnasional telah mengaburkan pemahaman keislaman yang moderat dan berakar pada tradisi. Dalam konteks ini, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) seperti tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), Tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil) menjadi sangat relevan untuk diintegrasikan kembali dalam pembelajaran PAI. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual bagaimana nilai-nilai Aswaja dapat direvitalisasi sebagai fondasi penguatan karakter keislaman yang inklusif dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research), dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer yang membahas konsep Aswaja serta implikasinya dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai Aswaja dalam kurikulum, metode pembelajaran, dan kompetensi guru merupakan strategi efektif dalam membangun identitas keagamaan yang moderat dan berakar pada kearifan lokal. Revitalisasi ini diharapkan mampu menanggulangi radikalisme serta memperkuat Islam yang rahmatan lil ‘alamin di kalangan peserta didik
Moderasi Beragama dalam Perspektif Tafsir dan Relevansinya bagi Pendidikan Agama Islam Masa Kini Arifin, Miftakul
Sasana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1: Agustus 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/sasana.v4i1.544

Abstract

Fenomena meningkatnya sikap keagamaan yang ekstrem, baik dalam bentuk radikalisme maupun sikap eksklusif beragama, menimbulkan kekhawatiran terhadap masa depan kehidupan sosial yang damai dan harmonis. Dalam konteks ini, moderasi beragama menjadi konsep yang sangat relevan untuk diangkat sebagai solusi, terlebih dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep moderasi beragama dalam perspektif tafsir Al-Qur’an serta mengeksplorasi relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam masa kini. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap sejumlah kitab tafsir klasik dan kontemporer, seperti tafsir Al-Tabari, Al-Qurtubi, Ibnu Katsir, dan Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep ummatan wasathan dalam QS. Al-Baqarah: 143 serta ayat-ayat lain mengandung prinsip keseimbangan, keadilan, dan toleransi yang dapat dijadikan basis dalam pendidikan Islam. Pendidikan Islam perlu mengintegrasikan nilai-nilai moderasi ke dalam kurikulum, metode pembelajaran, serta peran guru sebagai agen penanaman nilai. Dengan demikian, moderasi tidak hanya menjadi wacana normatif, tetapi menjadi realitas praksis yang membentuk karakter muslim yang inklusif dan kontributif.
Konstruksi Kurikulum PAI Berbasis Nilai-Nilai Maqashid Syariah Anam, M. Khoirul
Sasana: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1: Agustus 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/sasana.v4i1.545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konstruksi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berlandaskan pada nilai-nilai maqashid syariah sebagai pendekatan normatif dalam pengembangan pendidikan Islam yang kontekstual dan transformatif. Kurikulum PAI saat ini cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif dan formalistik, sehingga belum sepenuhnya menyentuh dimensi holistik yang mencakup kebutuhan spiritual, sosial, dan moral peserta didik. Dengan menggunakan metode library research, kajian ini menelaah konsep maqashid syariah yang mencakup perlindungan terhadap agama (hifzh al-din), jiwa (hifzh al-nafs), akal (hifzh al-‘aql), keturunan (hifzh al-nasl), dan harta (hifzh al-mal) serta implikasinya dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai maqashid dapat menjadi kerangka nilai yang kuat dalam menyusun kurikulum PAI yang humanistik, integratif, dan responsif terhadap tantangan zaman. Penelitian ini merekomendasikan adanya rekonstruksi kurikulum yang tidak hanya berbasis konten keagamaan, tetapi juga menjadikan tujuan-tujuan syariah sebagai orientasi utama dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Page 4 of 4 | Total Record : 35