cover
Contact Name
Achmad Riyanto
Contact Email
ariyanto@ub.ac.id
Phone
+62341-562454
Journal Mail Official
jtresda@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.167, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27982386     EISSN : 27983420     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jtresda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air is a scientific journal published regularly twice per year by Water Resources Engineering Department, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Articles 612 Documents
Prediksi Laju Infiltrasi Berdasarkan Porositas Tanah dan Komposisi Tanah Sonora, Windy Ellprimus; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.24

Abstract

Penentuan laju infiltrasi di lapangan membutuhkan banyak waktu, biaya dan tenaga, sehingga diperlukan estimasi model empiris laju infiltrasi agar dalam penentuannya menjadi lebih mudah dan efisien. Namun penetapan parameter model empris laju infiltrasi masih sulit ditemukan karena ada banyak faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi dan salah satu yang paling berpengaruh adalah sifat fisik tanah diantaranya porositas tanah dan tekstur tanah. Studi ini bertujuan untuk memprediksi model laju infiltrasi berdasarkan porositas tanah dan komposisi tanah di DAS Lesti yang penelitiannya masih terbatas. Dalam studi ini, pengukuran laju infiltrasi dilaksanakan pada 12 titik lokasi studi menggunakan Double Ring Infiltrometer dan analisa sampel tanah dilakukan di Laboratorium. Model prediksi laju infiltrasi dilakukan menggunakan analisa regresi linier berganda pada tiga alternatif variabel yang diajukan. Prediksi laju infiltrasi menghasilkan model persamaan regresi IRp=1.893+0.032(Porosity) -0.049(Silt) yang berasal dari alternatif variabel terbaik yaitu berdasarkan porositas tanah dan komposisi lanau dengan perbandingan antara nilai laju infiltrasi prediksi dan pengukuran di lapangan sebesar R2= 0,989, NSE= 0,724, RMSE= 0,495, dan bland altman plot (bias)= 0,209 yang menunjukkan bahwa akurasi model prediksi laju infiltrasi berdasarkan porositas tanah dan komposisi tanah lanau dapat dikatakan cukup sesuai.
Validasi Data Curah Hujan Satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) dengan Pos Stasiun Hujan pada Sub DAS Keduang Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah Rushafi Oktaverina, Devy Adlina; Suhartanto, Ery; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.22

Abstract

Di Indonesia, sistem penyebaran pos stasiun hujan masih kurang memadai. Pencatatan data hujan sangatlah penting untuk suatu perencanaan bangunan air sehingga diperlukan data yang lengkap dan akurat melihat tingginya resiko yang dapat mempengaruhi suatu analisis hidrologi. Di era industri ini, banyak ilmuan menciptakan teknologi modern, salah satunya satelit meteorologi untuk mencatat curah hujan yang terjadi di bumi yaitu TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission). TRMM merupakan satelit teknologi pemantau yang dapat menjadi alternatif data curah hujan daerah tropis. Namun, data TRMM harus di validasi terlebih dahulu untuk mengetahui apakah data TRMM dengan stasiun curah hujan di lapangan sudah sesuai. Sub DAS Keduang digunakan sebagai lokasi studi ini berdasarkan ketersediaan data dan kendala yang dimiliki Sub DAS Keduang. Sub DAS Keduang terdapat pada wilayah yang minim stasiun hujan, oleh sebab itu dilakukan analisis validasi data curah hujan dengan menggunakan metode Root Mean Squared Error (RMSE), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE), Koefisien Korelasi (R), dan Kesalahan Relatif (KR). Analisis ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu analisis validasi data tidak terkoreksi dan analisis validasi data terkoreksi dengan melalui suatu proses yang dinamakan kalibrasi. Hasil analisis data terkoreksi memiliki nilai lebih baik dibandingkan data tidak terkoreksi. Analisis validasi data terkoreksi dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi.
Studi Pengaruh Kemiringan Lereng Terhadap Laju Infiltrasi Qur'ani, Nila Putri Gading; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.20

Abstract

Sub DAS Lesti merupakan salah satu sub das di Kabupaten Malang yang mengalami proses Infiltrasi. Dalam prosesnya, infiltrasi dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor kemiringan lereng. Hal ini dikarenakan lahan dengan kemiringan lereng yang berbeda akan menghasilkan nilai laju infiltrasi yang berbeda pula. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebarapa besar pengaruh kemiringan lereng terhadap laju infiltrasi Di Sub DAS Lesti. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan alat Double Ring Infiltrometer untuk menghasilkan data berupa nilai laju infiltrasi dan waktu uji. Data dihitung menggunakan  metode Horton untuk mendapatkan nilai laju infiltrasi kumulatif yang digunakan untuk pembuatan peta persebaran laju infiltrasi sesuai ketentuan US. Soil Conservation. Dari peta tersebut, di dapatkan klasifikasi laju infiltrasi yang akan dibandingkan dengan ketentuan dari Dulbahri. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berdasarkan ketentuan US. Soil Conservation, pada kemiringan 0-8% menghasilkan nilai 1.208,474 (Sangat cepat) lebih besar dibanding dengan kemiringan 8%-23% yang memiliki nilai 213,789 (Cepat). Selain itu, Dulbahri menetapkan bahwa kemiringan 0-8% memiliki tingkat infiltrasi tinggi, sedangkan di kemiringan 8%-23% memiliki tingkat infiltrasi sedang. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa kemiringan lereng Di Sub DAS Lesti sangat berpengaruh pada nilai laju infiltrasi yang di dapatkan.
Studi Jaringan Drainase Perkotaan Kabupaten Nganjuk Provinsi jawa Timur Saputra, Candra Tri; Andawayanti, Ussy; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.27

Abstract

Jaringan Drainase Perkotaan Kertosono mengalami genangan terutama pada musim hujan. Selain disebabkan karena curah hujan yang tinggi juga diakibatkan penyempitan saluran karena perubahan tata guna lahan dan pengalihan fungsi dari saluran irigasi menjadi saluran drainase, sehingga diperlukan adanya studi evaluasi untuk meningkatkan kinerja jaringan drainase. Jaringan Drainase Kertosono memiliki 8 saluran primer, 4 saluran sekunder, 132 saluran tersier. Pada studi dilakukan perhitungan debit banjir rancangan dengan metode Rasional. Intensitas hujan yang digunakan menggunakan rumus Mononobe dengan kala ulang 5 tahun. Perhitungan curah hujan rancangan dilakukan dengan metode Log Pearson III. Setelah dilakukan analisis debit banjir rancangan dilakukan perbandingan dengan kapasitas saluran eksisting. Hasil evaluasi menunjukan saluran yang tidak dapat menampung debit banjir rancangan dan memerlukan penanganan genangan. Dimana pada Jaringan Drainase Perkotaan Kertosono ada 9 saluran,yang tidak mampu mengalirkan debit banjir rancangan,dengan kala ulang 5 tahun. Penanganan genangan pada jaringan drainase Perkotaan Kertosono, mengunakan sistem penanganan kombinasi. Penanganan genangan yang digunakan, yaitu rehabilitasi saluran dan pembuatan sumur tampungan.
Analisis Perubahan Penjadwalan Pada Keterlambatan Proyek Dengan Menggunakan Software MS Project (Studi Kasus Proyek Main Dam Bendungan Karian, Lebak, Banten) Yusron, Vidia Fitri Amalia; Marsudi, Suwanto; Cahya, Evi Nur
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.21

Abstract

Proyek Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, merupakan proyek bendungan yang salah satunya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air baku DKI Jakarta. Berdasarkan perencanaan Addendum 6, proyek ini diharapkan selesai pada Maret 2021. Namun pada kenyataannya proyek ini mengalami keterlambatan yang disebabkan kurangnya kapasitas produksi dari material batu (quarry). Studi ini dilakukan untuk membuat optimasi penentuan waktu dan biaya dalam manajemen konstruksi dengan menggunakan program Microsoft Project untuk menganalisa waktu serta hubungan antar jenis pekerjaan sehingga mampu menentukan waktu dan biaya yang paling efektif dan efisien berdasarkan optimasi jadwal proyek. Dari analisis yang telah dilakukan dipilih alternatif 2 dengan percepatan 28 hari dan efisiensi durasi 4,5% dengan efisiensi biaya sebesar 0,80% dan penurunan anggaran sebesar Rp 5.754.684.438,-, sehingga merupakan alternatif terbaik untuk mengejar keterlambatan proyek dari segi biaya dan waktu. Dengan dilakukan percepatan dari pihak owner proyek, maka waktu pelaksanaan akan lebih cepat dari rencana, sehingga kinerja dari Balai menjadi lebih baik. Dari sisi penyedia jasa, overhead berkurang dan keuntungan penyedia menjadi lebih besar.  
Studi Perencanaan Ulang Bendung di Daerah Irigasi Rawaan Kabupaten Lumajang Jawa Timur Purwanto, Harjuna Arif; Suprijanto, Heri; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.30

Abstract

Bendung Rawaan merupakan bangunan utama yang berperan memenuhi kebutuhan air lahan irigasi  seluas 354,10 ha di Daerah Irigasi Rawaan. Rusaknya sebagian besar dari Bendung Rawaan menyebabkan lahan irigasi seringkali tidak terairi sepenuhnya, terutama saat musim kemarau. Untuk mengoptimalkan fungsi bangunannya, maka diperlukan perencanaan ulang berdasarkan analisis hidrologi, hidrolika, stabilitas, dan desain penulangan. Dimensi bangunan utama Bendung Rawaan ditentukan berdasarkan analisis hidrologi debit banjir kala ulang 100 tahun (Q100) HSS Gama I sebesar 318,51 m3/detik. Direncanakan dimensi mercu Bendung Rawaan memiliki tinggi 1,60 m dan lebar 25,60 m. Peredam energi menggunakan tipe bucket untuk mencegah terjadinya kerusakan peredam energi akibat gaya hantam dari sedimen sungai berupa batuan bolder. Berdasarkan desain hidrolis, pemilihan tipe bucket juga mengurangi kemungkinan terjadinya gerusan lokal di hilir bangunan. Keamanan struktur bangunan dinyatakan aman berdasarkan analisis rembesan dan stabilitas dalam keadaan normal dan gempa. Bendung Rawaan didesain menggunakan beton K-175 yang dilapisi selimut beton bertulang K-300.
Kajian Hidrolika Bendung Gerak Karangnongko Kabupaten Bojonegoro Nisa, Anggie Aqidahtun; Marsudi, Suwanto; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.32

Abstract

Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko bertujuan untuk mengendalikan banjir dan pengelolaan sumber daya air Sungai Bengawan Solo. Sebagai proyek nasional yang mempunyai fungsi startegis dan bernilai ekonomi tinggi maka diperlukan uji laboratorium untuk menganalisa desain berdasarkan aspek hidrolik dengan uji model fisik. Selain itu juga perlu mempelajari perilaku hidrolika secara analitis sehingga diperoleh rumusan yang mendekati hasil uji model. Penelitian ini memiliki tujuan (1) mengetahui kapasitas saluran pengelak dan perilaku hidrolika yang terjadi, (2) mencari bukaan barrage yang sesuai untuk mengendalikan tinggi muka air hulu rencana, (3) mengetahui perilaku hidrolik Bendung Gerak Karangnongko sehingga didapatkan rekomendasi penyempurnaan desain, dan (4) mengetahui gerusan di bagian hilir dan menentukan rekomendasi bangunan pengaman yang tepat. Berdasarkan hasil kajian diperoleh bahwa saluran pengelak mampu mengalirkan debit Q20th dengan aman, pengoperasian 9 pintu dibuka rata  menunjukkan kondisi hidrolik terbaik , dan gerusan yang terjadi cukup dalam 5,16 m sehingga perlu menambahkan panjang blok beton yang semula 50 m menjadi 200 m.
Penentuan Skala Prioritas Kondisi Fisik Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi Selokambang & Daerah Irigasi Sumber Gogosan di Kabupaten Lumajang dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Metode Analytic Network Process (ANP) Nugroho, Bimantio Fariz; Wahyuni, Sri; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.29

Abstract

Daerah Irigasi Selokambang dan Daerah Irigasi Sumber Gogosan yang berlokasi di Kabupaten Lumajang termasuk ke dalam Daerah Irigasi yang menjadi program rehabilitasi oleh Pemerintah, kondisi fisik yang ada pada kedua Daerah Irigasi ini terjadi banyak kerusakan pada saluran dan bangunannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui urutan skala prioritas fisik irigasi agar rehabilitasi yang dilakukan efektif dan efisien. Urutan skala prioritas didapatkan dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Analytic Network Process (ANP). Hasil dari penelitian ini didapatkan  urutan skala prioritas yang sama dari kedua metode yaitu berdasarkan kriteria didapatkan urutan pertama adalah Bangunan Utama, dilanjutkan oleh Saluran Pembawa, dan Bangunan pada Saluran Pembawa. Berdasarkan alternatif didapatkan urutan pertama adalah Daerah Irigasi Sumber Gogosan, dan selanjutnya adalah Daerah Irigasi Selokambang. Bangunan terpilih yang menjadi prioritas adalah Bangunan Utama pada Daerah Irigasi Sumber Gogosan dengan perkiraan biaya rehabilitasi sebesar Rp 135.100.000,00.
Rasionalisasi Jaringan Pos Hujan dan Pos Duga Air Dengan Metode Stepwise dan Standar WMO (World Metrological Organization) di DAS Opak Astuti, Ika Wiji; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.31

Abstract

Dalam pembangunan bangunan keairan, membutuhkan data dasar hidrologi yang akurat yang berasal dari jaringan pos hidrologi yang akurat. Rasionalisasi jaringan pos hujan dan pos duga air dengan metode Stepwise dan standar WMO dilaksanakan di DAS Opak dengan menggunakan data hujan tahunan selama 10 tahun sebagai variabel bebas, dan data debit tahunan selama 10 tahun sebagai variabel terikat. Dengan menggunakan standar WMO, dapat diketahui kebutuhan dari jumlah stasiun di DAS Opak berdasarkan karakteristik jenis daerah. Sedangkan dengan metode stepwise dapat mengetahui rekomendasi pos hujan dengan melihat koefisien korelasi pos hujan dengan pos duga airnya. Berdasarkan hasil dari analisa rasionalisasi tersebut, didapatkan hasil kombinasi model regresi terbaik dari pos hujan yang memiliki koefisien korelasi baik dengan pos duga air. Terdapat 10 pos hujan dengan koefisien korelasi sebesar 1,00, yaitu pos hujan Tanjung Tirto (X12), Santan (X6), Prumpung (X9),Terong (X13), Karang Ploso (X11), Bronggang (X3), Plataran (X10), Kedungkeris (X5), Pundong (X8) dan Gedangan Karangmojo (X4).
Penentuan Skala Prioritas Rehabilitasi Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi Duk dan Daerah Irigasi Rejali di Kabupaten Lumajang dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Metode Analytic Network Process (ANP) Aufa, Muhammad Shidqy; Wahyuni, Sri; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.33

Abstract

Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan irigasi khususnya pada penilaian kondisi fisik jaringan irigasi sangat penting dalam menunjang ketahanan pangan nasional. Hal itu sesuai dengan tuntutan UU No. 11/1974 tentang Pengairan yang ditindaklanjuti bersamaan dengan Peraturan Pemerintah No.23/1982 tentang Irigasi, dan Permen PUPR NO.12/2015 terkait Pedoman Operasi dan Pemeliharaan irigasi. Daerah Irigasi Duk dan Daerah Irigasi Rejali yang terletak di Kabupaten Lumajang termasuk ke dalam daftar D.I. yang akan direhabilitasi oleh pemerintah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui skala prioritas dalam melakukan rehabilitasi aset irigasi dan estimasi biaya rehabilitasi. Dalam mendapatkan urutan skala prioritas rehabilitasi, digunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan metode Analytic Network Process (ANP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas rehabilitasi berdasarkan perhitungan kedua metode yaitu pada Bangunan Utama D.I. Rejali, sedangkan prioritas selanjutnya berdasarkan data dan survey lapangan yaitu pada Saluran Pembawa D.I. Duk. Adapun estimasi biaya rehabilitasi pada Bangunan Utama D.I. Rejali sebesar Rp 193.300.000,00 dan estimasi biaya rehabilitasi pada Saluran Pembawa D.I. Duk sebesar Rp 394.300.000,00.

Page 11 of 62 | Total Record : 612