PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA"
:
10 Documents
clear
IMPLEMENTASI PERMAINAN KARTU GAMBUDI PADA PEMBELAJARAN SUKU DAN KEBUDAYAAN INDONESIA
Ratna Cahaya Mekarsari;
Momoh Halimah;
Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.396 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5155
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah pada pembelajaran khususnya pembelajaran IPS di sekolah dasar. Materi pembelajaran IPS yang sifatnya berupa materi yang harus dihapal menjadi hal yang membosankan bagi siswa. Ditambah pemilihan metode pembelajaran yang biasa dipilih oleh guru adalah metode ceramah. Dimana dalam metode ini pembelajaran hanya dititik beratkan pada satu indera manusia, yaitu indera pendengaran siswa saja. Maka dari itu untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti memilih dan mengimplementasikan media permainan kartu GAMBUDI pada materi keanekaragaman suku dan budaya Indonesia sebagai solusi permasalahan yang diterapkan di SD Negeri Mancogeh Kota Tasikmalaya. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini secara umum adalah pengimplementasian media permainan kartu GAMBUDI pada pembelajaran keanekaragaman suku dan budaya Indonesia. Sedangkan tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendeskripsikan pengimplementasian media permainan kartu GAMBUDI pada pembelajaran keanekaragaman suku dan budaya Indonesia. Peneliti menggunakan desain penelitian Pre Eksperimental dengan bentuk desain penelitian yang diterapkan adalah one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas Va SD Negeri Mancogeh Kota Tasikmalaya dengan jumlah sebanyak 22 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Peneliti menggunakan test dan angket sebagai teknik dalam mengumpulkan data. Sedangkan untuk mengolah data, peneliti menggunakan program aplikasi Microsoft excel 2010 dan SPSS 16.0. Hasil dari penelitian dan pengolahan data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap hasil belajar siswa setelah mengimplementasikan media permainan kartu GAMBUDI pada pembelajaran keanekaragaman suku dan budaya Indonesia.
PENGARUH MEDIA FISHBONE DIAGRAM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA KOSAKATA HOMOPHONE DI KELAS V SEKOLAH DASAR
Dini Andiani
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.813 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5150
Penelitian ini mendeskripsikan tentang pengaruh penggunaan media fishbone diagram pada pembelajaran kosakata homophone di kelas V Sekolah Dasar. Latar belakang dari penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media fishbone diagram dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi homophone di kelas V SD Negeri Cintaraja 1. Pemahaman yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu mencakup tiga aspek, pertama siswa dapat mengelompokan 20 kosakata yang memiliki kesamaan bunyi, ke dua siswa dapat menuliskan simbol dari 20 kosakata yang memiliki kesamaan bunyi, ke tiga siswa dapat menuliskan arti kata dari kosakata yang memiliki kesamaan bunyi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas V SD Negeri Cintaraja 1 Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh media fishbone diagram terhadap pemahaman siswa pada kosakata homophone. Untuk dapat melihat pengaruhnya terlebih dahulu dilaksanakan pretes untuk melihat kemampuan awal siswa sebelum mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media fishbone diagram. Dan pada pertemuan terakhir dilaksanakan posttest untuk melihat kemampuan siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan media fishbone diagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre eksperimen (one grup pretest-posttest). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui instrumen utama tes dan instrumen pendukung yaitu lembar observasi. Dari data yang diperoleh menunjukan hasil penelitian bahwa penggunaan media fishbone diagram dapat memberikan pengaruh yaitu meningkatkan pemahaman siswa pada kosakata homophone.
PENERAPAN METODE POSTER COMMENT UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS IV
Ajeng Noerjannah;
Yusuf Suryana;
Sumardi Sumardi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.718 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5156
Penelitian ini berjudul “Penerapan Metode Poster Comment untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas IV”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan kemampuan berpikir siswa terhadap pembelajaran IPS. Dalam pembelajaran IPS sangat jarang terlihat kemampuan berpikir kreatif siswa muncul. Karena kadang kemampuan berpikir kreatif umunya digunakan dalam pembelajaran Kesenian, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam saja. Dengan menggunakan metode poster comment peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dapat mengalami peningkatan. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberitahu adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui tes uraian (essay) yang menjadi instrumen dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yaitu pre-experimental design (nondesign) menggunakan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design . Melalui prettest tes yang digunakan sebelum penulis melakukan perlakuan terhadap siswa. Dan memberikan perlakuan dalam pembelajaran dengan menggunakan poster comment, setelah itu melakukan posttest. Dari hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan penulis terhadap perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menggunakan poster comment terdapat perbedaan antara perolehan nilai pretest dan posttest. Normal gain pada data yang telah dihitung berada pada kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada penggunaan metode poster comment untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa di SD Negeri 1 Sindangrasa berpengaruh.
ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS KALIMAT TANYA MELALUI TEKNIK PERMAINAN TO BE DETECTIVE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
Nita Anggi Purnama;
Dian Indihadi;
Rosarina Giyartini
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (378.114 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5151
Penelitian ini difokuskan untuk mendeskripisikan keterampilan menulis kalimat tanya bahasa Inggris melalui teknik permainan to be detective. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun lokasi penelitian ini adalah Sekolah Dasar Negeri Sambongpermai dan subjek penelitiannya adalah siswa kelas V SDN Sambongpermai. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis, berupa hasil menyusun kalimat acak dan jawaban siswa sesuai dengan kalimat tanya bahasa Inggris. Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan hasil belajar siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis kalimat tanya melalui teknik permainan to be detective belum semua siswa paham. Ada beberapa kesalahan yang ditulis oleh siswa, dari tiga kali melakukan permainan to be detective dan 75 soal yang disediakan oleh peneliti, 40 soal siswa melakukan kesalahan penulisan. Kesalahan yang paling banyak dilakukan adalah penulisan penempatan kalimat yang terbalik atau tidak sesuai dengan susunan kalimat bahasa Inggris. Selain kesalahan penulisan yang dilakukan oleh siswa, ketepatan menulis kalimat tanya bahasa Inggris dibuktikan dengan menyusun kalimat acak sesuai dengan susunan bahasa Inggris dan menjawab pertanyaan sesuai dengan kalimat tanya. Siswa mampu menulis kalimat tanya dengan benar sebanyak 35 soal dari 75 soal. Dengan demikian, hasil belajar menulis kalimat tanya siswa kelas V melalui teknik permainan to be detective terdapat kecenderungan kesalahan dan ketepatan menulis siswa.
REKONSTRUSI CERITA RAKYAT DEWI RENGGANIS DI PANGANDARAN BERDASARKAN PENDEKATAN STRUKTURAL
Nani Susilawati;
Karlimah Karlimah;
Seni Apriliya Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.287 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5146
Penelitian ini dilatarbelakangi belum tersedianya buku cerita rakyat asli daerah Pangandaran yang memperhatikan karakteristik dan perkembangan siswa SD. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk (1) Mengetahui pandangan masyarakat tentang perlunya cerita rakyat Dewi Rengganis di Pangandaran yang didokumentasikan; (2) Mengetahui struktur cerita rakyat Dewi Rengganis di Pangandaran, dan; (3) Merekonstruksi cerita rakyat Dewi Rengganis di Pangandaran, sebagai bahan bacaan cerita siswa sekolah dasar. Penelitian ini menghasilkan buku cerita rakyat Dewi Rengganis di Pangandaran, sebagai bahan bacaan cerita siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan Educational Design Research (EDR). Penelitian ini menghasilkan tiga simpulan. Pertama, masyarakat masih memerlukan dokumen cerita rakyat Dewi Rengganis secara tertulis. Sedikit lebih banyak masyarakat di kecamatan Parigi yang mengetahuinya tentang cerita Dewi Rengganis. Kebanyakan masyarakat sudah mengetahui tempat petilasan Dewi Rengganis di Pangandaran. Sedangkan untuk ketersediaan informasi tentang Dewi Rengganis, baik di perpustakaan daerah maupun sekolah masih kurang. Kedua, terdapat tiga deskripsi cerita rakyat Dewi Rengganis di Pangandaran yang diperoleh dari dua narasumber dan satu catatan dengan versi yang berbeda. Masing-masing deskripsi dibuat struktur ceritanya yang terdiri atas alur, tokoh, latar, tema, dan sudut pandang. Ketiga, deskripsi cerita tersebut direkonstruksi, sehingga didapat sebuah cerita baru yang merupakan penggabungan dari versi cerita sehingga diperoleh jalan cerita yang sama dan saling melengkapi. Hasil dari rekonstruksi berupa buku cerita rakyat Dewi Rengganis di Pangandaran. Diharapkan dapat dijadikan bahan bacaan cerita untuk siswa SD khususnya di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA SUBTEMA AYO CINTAI LINGKUNGAN
Rudi Sofyan;
Rustono WS;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.88 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5157
Penggunaan media pembelajaran dapat dijadikan salah satu faktor untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi pembelajaran yang disampaikan. Studi pendahuluan di Sekolah Dasar menunjukan bahwa penggunaan media pembelajaran masih sangat jarang dilakukan khususnya dalam pembelajaran tematik. Media yang tersedia masih bersifat parsial dan diperuntukan untuk salah satu mata pelajaran tertentu. Fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Sekolah Dasar pada umunya sudah tersedia cukup lengkap, namun pemanfaatan fasilitas TIK tersebut sebagai media pembelajaran tematik masih belum optimal. Dari hasil identifikasi dan analisis masalah tersebut, peneliti bermaksud melakukan pengembangan media pembelajaran tematik berbasis multimedia interaktif khususnya pada subtema ayo cintai lingkungan pembelajaran tiga. Penelitian ini melibatkan guru dan siswa kelas IV Sekolah Dasar sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data diperoleh dari wawancara, validasi ahli, observasi, kusesioner tanggapan guru, serta kuesioner respon siswa. Pengembangan rancangan produk dilakukan dengan menggunakan software Adobe Captivate. Rancangan produk dinyatakan layak melalui validasi ahli, selanjutnya dilakukan revisi dan diujicobakan pada pembelajaran. Uji coba dilakukan sebanyak dua kali. Uji coba pertama dilakukan di SDN 1 Cijeungjing dan uji coba kedua dilakukan di SDN 3 Benteng. Secara umum, produk direspon positif oleh sebagian besar guru dan siswa, dan dinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Refleksi dari pengembangan media pembelajaran tematik ini adalah menghasilkan produk akhir berupa media pembelajaran tematik berbasis multimedia interaktif pada subtema ayo cintai lingkungan untuk kelas IV Sekolah Dasar. Produk dikemas ke dalam bentuk CD Interaktif dan dilengkapi dengan buku panduan penggunaan.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP ILMIAH PADA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL LATIHAN PENELITIAN DI SEKOLAH DASAR
Iis Suryani
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.644 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5152
Penilaian adalah bagain terpenting dalam proses pembelajaran. Dalam Kurikulum 2013, penilaian harus autentik. Penilaian autentik adalah penilaian yang menyeluruh harus mencakup tiga ranah yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan namun, guru masih mengalami kesulitan dalam proses penilaian sikap termasuk penilaian sikap ilmiah, dalam melakukan penilaian sikap ilmiah guru belum menggunakan instrumen, guru masih melakukan proses penilaian secara langsung tanpa menggunakan instrumen sehingga penilaian lebih subjektif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan penelitian dan pengembangan instrumen penilaian sikap ilmiah pada pembelajaran dengan model latihan penelitian di Sekolah Dasar melalui metode Design Based Research (DBR) yang terdiri dari empat tahap. Instrumen penilaian sikap ilmiah yang dikembangkan dijadikan solusi dan dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melakukan proses penilaian sikap ilmiah, sehingga sikap ilmiah yang dikembangkan menurut Harlen dan sikap ilmiah dalam Kurikulum 2013. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek sumber data penelitian adalah observer, siswa SDN Sukamulya, siswa SDN 2 Karangsambung, dan satu orang praktikan. Uji coba dilakukan dua kali dalam dua pembelajaran. Pada temuan penelitian, instrumen penilaian sikap ilmiah yang dikembangkan valid, reliabel, dan praktis digunakan. Kevalidan ditunjukkan dengan hasil validasi ahli, kemudian reliabel ditunjukkan dengan keidentikan skor yang diberikan oleh observer pada siswa. Dalam uji coba pertama terdapat 3 rubrik yang harus direvisi karena persentase kesamaa 75%. Pada uji coba kedua semua kriteria layak digunakan karena persentase kesamaan 75%.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN TANDA BACA TANYA DAN TANDA BACA TITIK PADA TEKS DIALOG SISWA
Sucipto Salam Salam;
Sumardi Sumardi;
Hodidjah Hodidjah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.006 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5147
Penelitian yang dilakukan merupakan analisis terhadap penggunaan tanda baca, khususnya bentuk kesalahan penggunaan tanda baca tanya dan tanda baca titik. Bentuk kesalahan penggunaan tanda baca tersebut di analisis dari teks dialog yang dibuat oleh siswa kelas VI SD Negeri Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan penggunaan tanda baca tanya dan tanda baca titik pada teks dialog siswa, beserta dengan penyebab terjadinya kesalahan penggunaan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selain sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana, juga merupakan suatu bentuk penggambaran kemampuan siswa kelas VI dalam penggunaan tanda baca tanya dan tanda baca titik pada teks dialog yang telah dibuatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Setelah semua tahap penelitian dilaksanakan, hasil dari penelitian ini yaitu: pertama, bentuk kesalahan penggunaan tanda baca tanya yang ditemukan dalam teks dialog siswa adalah (1) tidak dipakai di akhir kalimat tanya, (2) penggunaan tanda tanya di akhir kalimat tanya lebih dari satu, (3) dipakai di akhir kalimat pernyataan. Kedua, bentuk kesalahan tanda baca titik yaitu: (1) tidak dipakai di akhir kalimat pernyataan, (2) dipakai di akhir kalimat tanya, (3) dipakai di akhir kalimat seruan. Ketiga, yang menjadi penyebabnya adalah: (1) kurangnya pemahaman siswa mengenai penggunaan tanda baca yang baik dan benar khususnya dalam penggunaan tanda baca tanya dan tanda baca titik, (2) kurang dibiasakannya menulis dengan penggunaan tanda baca yang baik dan benar.
DESAIN DIDAKTIS KONSEP LUAS DAERAH PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG KELAS III SEKOLAH DASAR
Siti Noviati Zahroh;
Dindin Abdul Muiz Lidinillah;
Ade Rokhayati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (910.744 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5159
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya learning obstacle siswa yang muncul pada konsep luas daerah persegi dan persegi panjang. Kesulitan siswa terlihat saat mengerjakan soal studi pendahuluan yang diberikan. Untuk mengatasi learning obstacle tersebut, guru harus merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Rancangan pembelajaran kemudian disusun sebagai desain didaktis. Desain didaktis merupakan suatu rancangan bahan ajar yang dikembangkan untuk mengatasi learning obstacle siswa. Penelitian ini menggunakan metode Didactical Design Research (DDR), bertujuan mengembangkan desain didaktis konsep luas daerah persegi dan persegi panjang di Kelas III Sekolah Dasar. Penelitian ini melibatkan subjek penelitian sebanyak 50 siswa, yaitu 25 siswa Kelas III-A dan 25 siswa Kelas III-B SDN Sukarame Kota Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik triangulasi, yang menggabungkan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari lapangan kemudian dianalisis sebagai penunjang dalam pengembangan desain didaktis yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Hasil akhir penelitian berupa desain didaktis konsep luas daerah persegi dan persegi panjang yang digunakan sebagai alternatif bahan ajar untuk mengatasi learning obstacle pada pembelajaran matematika di Kelas III Sekolah Dasar.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA SUBTEMA MACAM-MACAM SUMBER ENERGI
Fitriani Nursyaripah;
Karlimah Karlimah;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (482.862 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5153
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) ini dilatarbelakangi oleh tuntutan kurikulum 2013 yang menghendaki pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan saintifik. Dalam pendekatan saintifik, siswa dituntut untuk lebih aktif beraktivitas dalam pembelajaran. Salah satu perangkat pembelajaran yang dapat digunakan untuk mewujudkan keaktifan siswa adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS yang dimaksud dalam penelitian ini berupa pedoman untuk memandu aktivitas belajar siswa yang memuat berbagai kegiatan siswa dalam pembelajaran. Ketersediaan LKS dalam pembelajaran masih kurang. Belum terdapat LKS yang terpisah secara khusus, kalaupun ada hanya berupa petunjuk praktikum. LKS yang digunakan masih kurang memenuhi syarat maupun komponen LKS. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa Berbasis Pendekatan Saintifik pada Subtema Macam-Macam Sumber Energi dengan menggunakan metode penelitian Design Based Research. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV. Rancangan produk divalidasi oleh tiga orang ahli. Setelah divalidasi dan direvisi, dilakukan ujicoba produk sebanyak dua kali. Uji coba pertama dilaksanakan di SDN 1 Angkasa dengan jumlah siswa 20 orang, sedangkan ujicoba kedua dilaksanakan di SDN 2 Cibeureum dengan jumlah siswa 30 orang. Hasil uji coba LKS menunjukkan bahwa produk mendapat respon positif dari siswa maupun guru. LKS juga mengalami perbaikan dari aspek didaktis, konstruktif dan teknis dari ujicoba pertama dan ujicoba kedua. Produk akhir yang dihasilkan berupa Lembar Kerja Siswa Berbasis Pendekatan Saintifik pada Subtema Macam-Macam Sumber Energi yang mencakup mata pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia.