cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA" : 19 Documents clear
Buku Cerita Anak Berbasis Kearifan Lokal Bordir Tasikmalaya Untuk Siswa Sekolah Dasar Santo Santoso; Seni Apriliya; E Kosasih
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.027 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7202

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan belum tersedianya buku cerita anak bermuatan kearifan lokal Tasikmalaya yang menjelaskan tentang bordir Tasikmalaya untuk sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan ketersediaan buku cerita anak berbasis kearifan lokal di Kota Tasikmalaya; (2) Mendeskripsikan rancangan buku cerita anak berbasis kearifan lokal bordir Tasikmalaya; (3) Mendeskripsikan kelayakan buku cerita anak berbasis kearifan lokal bordir Tasikmalaya; (4) Mendeskripsikan produk akhir buku cerita anak berbasis kearifan lokal bordir Tasikmalaya. Penelitian ini menghasilkan produk berupa buku cerita anak berbasis kearifan lokal bordir Tasikmalaya dengan judul “Tiga Sekawan dan Bordir Tasikmalaya” sebagai bahan bacaan dan bahan ajar dalam pembelajaran di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan Educational Desain Research (EDR). Penelitian ini menghasilkan empat simpulan. Pertama, buku cerita anak berbasis kearifan lokal  bordir Tasikmalaya belum tersedia. Rata-rata buku yang tersedia baik itu di sekolah dasar dan perpustakaan hanya memuat pengetahuan atau kearifan lokal umum.  Kedua, buku cerita anak berbasis kearifan lokal bordir Tasikmalaya dirancang dan dibuat menggunakan aplikasi Ms. Word dan Adobe Photoshop. Ketiga, uji produk dilaksanakan melalui beberapa penilaian dari ahli. Buku cerita anak juga diuji respons kepada siswa sekolah dasar baik dari segi konteks dan konten. Keempat, buku cerita anak berbasis kearifan lokal ini diberi judul “Tiga Sekawan dan Bordir Tasikmalaya”. Buku cerita anak berbasis kearifan lokal merupakan salah satu sastra didaktis, yakni sastra dengan ilmu pengetahuan di dalamnya. Buku cerita anak  dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk kelas IV di sekolah dasar karena relevan dengan kurikulum 2013 dan memiliki kekhasan berupa muatan didaktis. Muatan didaktis yakni pengetahuan seputa bordir Tasikmalaya.Kata Kunci: buku cerita anak; kearifan local; bordir Tasikmalaya; sastra didaktis; bahan ajar.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PEMBELAJARAN IPS MATERI KEGIATAN JUAL BELI Hesty Nurhayati; Momoh Halimah; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.184 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7395

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemberian pengalaman belajar kepada siswa, kurang aktifnya siswa dalam pembelajaran dan hasil belajar yang masih rendah. Model pembelajaran kontekstual merupakan model pembelajaran yang memberika pengalaman belajar langsung. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan informasi mengenai: 1) hasil belajar siswa tanpa menggunakan model pembelajaran kontekstual pembelajaran IPS, 2) hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual pembelajaran IPS, 3) pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS. Instrumen penelitian ini adalah tes objektif dan lembar observasi. Hasil analisis data diperoleh 1) hasil belajar siswa tanpa menggunakan model pembelajaran kontekstual berada pada kategori sangat tinggi peningkatan kualitas berada pada kategori rendah , hasil belajar afektif dan psikomotor berupa penilaian produk dan performasi, 2) hasil belajar dengan model kontekstual berada pada kategori sangat tinggi sebanyak dan peningkatan hasil belajar dengan rata-rata 0,44 berada pada kategori sedang dan hasil belajar afektif berada pada kategori tinggi dan hasil belajar aspek psikomotor dengan rata-rata 98,5, 3) pengaruh model pembelajaran kontekstual dari hasil analisis nilai sig perbedaan rata-rata normal gain yaitu 0,013 lebih kecil dari α (0,013 0,05) hal ini juga didukung dengan normal gain yang berada pada kategori sedang dan hasil belajar aspek afektif berada pada kategori tinggi dengan rata-rata aspek psikomotor sebesar 98,5 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar siswa pembelajaran IPS materi kegiatan jual beli.  
PENGGUNAAN MEDIA POP-UP SEBAGAI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI EKSPOSITORIK (Pre-Eksperimen Pada Siswa Kelas Va SD Negeri I Manangga UPT Dinas Pendidikan Wilayah Barat) Anggi Saputra; Ahmad Mulyadiprana; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.184 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah peningkatan kemampuan menulis karangan narasi ekspositorik siswa di kelas Va SDN I Manangga UPT Dinas Pendidikan Wilayah Barat Kota Tasikmalaya Tahun Ajaran 2016/2017 setelah dan sebelum menggunakan media pop-up. Populasi dan sampel penelitian yang digunakan adalah siswa kelas Va SDN I Manangga yang berjumlah 29 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain metode penelitian Pre-eksperimental Design tipe One-group Pretest-Posttest Design. Dalam pengumpulan data, instrumen yang digunakan yaitu teknik tes subjektif berupa esai dan pengembangan bahan ajar (RPP). Analisis data yang digunakan berupa analisis data kuantitatif dengan menggunakan bantuan Microsoft Excel 2010 dan program SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan nilai asymp sig sebesar 0,000 0,05 sehingga diterimanya Ha (hipotesis alternatif) dan ditolaknya H0 (hipotesis nol). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam penggunaan media pop-up terhadap kemampuan menulis karangan narasi ekspositorik siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas Va SDN I Manangga UPT Dinas Pendidikan Wilayah Barat Kota Tasikmalaya
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar Rina Rismawati; Rustono WS; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.907 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi karena pada zaman sekarang ini masih ada sekolah yang menggunakan metode ceramah dimana pembelajaran hanya terpusat pada guru. Pada awal pembelajaran siswa tampak bersemangat namun setelah memasuki kegiatan inti siswa terlihat bosan dan mengantuk sehingga hasil belajar siswa pun tidak optimal.Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental), sedangkan desain penelitiannya menggunakan  Nonequivalent Control Group Design. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan variabel terikat yaitu hasil belajar IPS siwa kelas IV di Sekolah Dasar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Langensari dan SDN Giriwangi Taraju Kabupaten Tasikmalaya. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara tidak terstruktur, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji-t, yang sebelumnya telah diketahui normalitas dan homogenitasnya.Pada kelompok ekperiemn yaitu kelas IV SDN Langensari diperoleh rata-rata nilai pre tes sebesar 42,5 dan rata-rata nilai pos tes sebesar 78,40. Pada kelompok kontrol yaitu kelas IV SDN Giriwangi diperoleh rata-rata nilai pre tes sebesar 45,76 dan rata-rata nilai pos tes sebesar 60. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa nilai signifikansi 0,003 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik dari pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah.
Penggunaan Teori Van Hiele untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Jaring-Jaring Kubus dan Balok Titin Avyani; Epon Nur’aeni L; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.158 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7410

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan mengenai hasil belajar siswa pada materi jaring-jaring kubus dan balok di kelas V SD Negeri 4 Karangpawitan, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis yang tergolong masih rendah. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya proses pembelajaran matematika masih berpusat pada guru. Oleh karena itu, pembelajaran mengenai jaring-jaring kubus dan balok kurang bermakna bagi siswa karena terlalu abstrak. Dalam hal ini, diperlukan strategi baru untuk memperbaiki pembelajaran tersebut yaitu dengan menggunakan teori Van Hiele.Teori Van Hiele adalah teori yang khusus digunakan dalam bidang geometri yang memiliki 5 tahapan pembelajaran yaitu tahap informasi, tahap orientasi terarah, tahap eksplisitasi, tahap orientasi bebas, dan tahap integrasi. Rumusan materi yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana RPP, pelaksanaan pembelajaran, serta hasil belajar siswa pada materi jaring-jaring kubus dan balok dengan menggunakan teori Van Hiele di kelas V SD Negeri 4 Karangpawitan, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus, setiap siklus terdapat 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa melalui pengganaan teori Van Hiele , hasil belajar siswa pada materi jaring-jaring kubus dan balok meningkat. Hal ini terbukti dari peningkatan dalam hasil belajar pada siklus I mencapai 38,09%, pada siklus II mencapai 80,95%, dan pada siklus III mencapai 95,23%.     
Media Mock-Up Pada Pembelajaran Tematik Berbasis Outdoor Learning di Sekolah Dasar Inna Meilinda; Ghullam Hamdu; Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.483 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7319

Abstract

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pemahaman belajar secara utuh. Pengunaan media dapat menjadi faktor untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tematik sebagai penyampai materi pelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang difokuskan pada pengembangan media mock-up untuk pembelajaran tematik berbasis outdoor learning di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan karena terbatasnya media untuk pembelajaran tematik di sekolah dasar. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media pada pembelajaran tematik di SD, mendeskripsikan rancangan media mock-up, mendeskripsikan kelayakan dan uji coba berulang terhadap media mock-up dan mendeskripsikan produk akhir mock-up. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode penelitian Design-Based Research model Reeves. Penelitian ini melibatkan guru dan siswa kelas IV SD sebagai subjek penelitian. Dari hasil wawancara di lima sekolah yang telah menggunakan kurikulum tematik yaitu SDN Angkasa, SDN 1 Bojong, SDN 2 Cibeureum, SDN Sukamulya dan SDN Rancabendem diketahui bahwa selama pembelajaran tematik: metode ceramah masih dominan, pembelajaran dengan menggunakan media belum komprehensip dan ketersediaan media pembelajaran tematik di sekolah belum memadai. Rancangan pengembangan media adalah media tiga dimensi jenis mock-up dilakukan mengikuti tahapan ASSURE. Media dinyatakan layak melalui validasi ahli untuk selanjutnya diujicobakan di dua SD yaitu SDN Sukamulya dan SDN Rancabnedem. Dari kedua uji coba diperoleh saran positif dan negatif sebagai refleksi media. Produk akhir berupa media pembelajaran mock-up tema selalu berhemat energi dengan subtema manfaat energi untuk kelas IV Sekolah Dasar yang dilengkapi dengan buku panduan penggunaan.
PENGARUH METODEBERMAIN PERAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERIPERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN Rina Hendriani; Sumardi Sumardi; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.868 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7344

Abstract

Peneliti melakukan studi pendahuluan di SDN 1 Gunungpereng terkait permasalahan yang dihadapi pada pembelajaran IPS. Peneliti menemukan beberapa permasalahan seperti pembelajaran konvensional masih dominandigunakanoleh guru, kurangnyaminat belajar IPS pada siswa dan hasil belajar IPS masih kurang optimal. Tujuandaripenelitianiniadalahuntuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan metode bermain perandalampembelajarannya, hasilbelajarsiswa yang tidak menggunakan metode bermain peran dalam pembelajarannya dan untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran terhadap hasil belajar siswa pada materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan di kelas V SDN 1 Gunungpereng. Metode penelitian yang digunakanadalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitiannyaadalahQuasi Eksperimental Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 1 Gunungpereng yang berjumlah 50 orang dan sampel dalampenelitian ini adalah 25 orang siswa kelas V-A sebagai kelas eksperimen dan 25 orang siswa kelas V-C sebagai kelas kontrol. Kelas kontrol merupakan kelas yang tidak menggunakan metode bermain peran dalam pembelajarannya, sedangkan kelas eksperimen merupakan kelas yang menggunakan metode bermain peran dalam pembelajarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas kontrol memperoleh hasil pre test dengan rata-rata skor 8,80 dan rata-rata skor post test di kelas kontrol setelah dilakukan pembelajaran adalah 12,56. Adapun rata-rata pre test siswa di kelas eksperimen adalah 8,64 dan rata-rata skor post test di kelas eksperimen setelah dilakukan pembelajaran adalah 15,48. Sehingga dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan metode bermain peran lebih baik daripada pembelajaran yang tidak menggunakan metode bermain peran. Selain itu, pada uji perbedaan rata-rata skor post test pada kedua kelas, diperoleh nilai Sig. 0,05 adalah 0,001 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasiltersebutmenunjukkanbahwaterdapat pengaruh metode bermain peran terhadap hasil belajar siswa pada materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Unsur Pembangun Surat Undangan Resmi Tentang Kenaikan Kelas Karya Siswa Rian Sri Nugroho; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.855 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7225

Abstract

Anak kelas V SD Negeri 2 Pengadilan dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sering mendapatkan penugasan untuk membuat surat undangan. Hasil dari surat undangan karya siswa tersebut dijadikan sebagai dasar penilaian kemampuan menulis siswa. Ternyata, penilaian kemampuan siswa dalam menulis surat undangan belum menggunkan penilaian yang sesuai dengan penulisan surat. Hal tersebut diidentifikasi sebagai salah satu masalah yang akan dijadikan fokus penelitian. Dalam penelitian ini, anak ditugaskan untuk menulis surat undangan tentang kenaikan kelas. Kemudian surat undangan tersebut dianalisis ketepatan penulisan unsur pembangun surat undangan, yaitu kepala surat, tanggal surat, nomor surat, hal atau perihal surat, alamat surat, salam pembuka surat, isi surat, dan salam penutup surat. Sehingga dapat ditemukan bagaimana penulisan surat undangan resmi karya siswa Kelas V SD tersebut.Penelitian ini disusun dan dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penulisan surat undangan resmi tentang kenaikan kelas. Setelah ditemukan permasalahan, kemudian peneliti melakukan analisis terhadap 40 surat undangan tentang kenaikan kelas karya siswa kelas V SD Negeri 2 Pengadilan.Berdasarkan pembahasan hasil analisis terhadap surat undangan karya siswa, ternyata 40 surat undangan yang ditulis oleh siswa kelas V SD Negeri 2 Pengadilan pada umumnya sudah sesuai dengan penulisan surat undangan resmi yang benar.Kata Kunci: Surat undangan resmi
Pengaruh Model cooperative Learning Tipe Make A Match terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Perkembangan Teknologi Transportasi Reni Melawati; Sumardi Sumardi; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.79 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7142

Abstract

ABSTRAK Pada awalnya penelitian ini dilatar belakangi oleh penemuan suatu masalah dilapangan, yaitu lemahnya hasil belajar siswa pada pelajaran ilmu pengetahuan sosial, khususnya materi perkembangan teknologi transportasi. Hal ini karena pembelajaran yang dilaksanakan masih bersifat tradisional. Kurangnya pengembangan teknik pembelajaran yang inovatif, sehingga siswa merasa bosan jika dihadapkan dengan pelajaran ilmu pengetahuan sosial. Dalam hal ini, peneliti memilih teknik pembelajaran make a match untuk mengatasi hal tersebut, dengan didasari kajian pustaka dan rumusan masalah. Secara umum, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu untuk mengangkat bagaimana pengaruh teknik pembelajaran make a match terhadap hasil belajar siswa pada materi perkembangan teknologi transportasi. Sedangkan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan mengetahui bagaimana pengaruh teknik pembelajaran make a match terhadap hasil belajar siswa pada materi perkembangan teknologi transportasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa tes objektif pilihan ganda. Berdasarkan data yang diperoleh dan hasil analisis data, maka disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada materi perkembangan teknologi transportasi lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada materi perkembangan teknologi transportasi dengan menggunakan teknik pembelajaran konvensional. Kata Kunci :Teknik pembelajaran make a match; hasil belajar; pembelajaran IPS.
Penerapan Model Inkuiri Penemuan Terbimbing terhadap Pemahaman Siswa pada Materi Sifat-sifat Cahaya Arif Rahman; Akhmad Nugraha; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.608 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman siswa pada materi sifat-sifat cahaya dalam pembelajaran IPA yang menggunakan model inkuiri penemuan terbimbing di kelas eksperimen dengan model konvensional di kelas kontrol di kelas V SD Negeri Pahlawan Kota Tasikmalaya. Jenis metode yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Dari hasil analisis data, kelas eksperimen mengalami peningkatan pemahaman pada kategori sedang dari rata-rata 43,79 menjadi 68,10, sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan pemahaman pada kategori rendah dari rata-rata 43,97 menjadi 58,28. Berdasarkan uji perbedaan dua rata-rata N-Gain, diperoleh nilai signifikansi kurang dari 0,05 yang berarti pemahaman siswa pada materi sifat-sifat cahaya dalam pembelajaran IPA menggunakan model inkuiri penemuan terbimbing lebih baik dari pada menggunakan model konvensional.

Page 1 of 2 | Total Record : 19