Jurnal Keperawatan Bunda Delima
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles
92 Documents
PENERAPAN POSISI SEMI FOWLER TERHADAP KETIDAKEFEKTIFAN POLA NAFAS PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILLURE
Rahmawati Dian Nurani;
Merry Arianti
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 4 No 2 (2022): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.41 KB)
|
DOI: 10.59030/jkbd.v4i2.51
Congestive Heart Failure (CHF) merupakan suatu kondisi jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan efektifitas Penerapan Posisi Semi Fowler Terhadap Ketidakefektifan Pola Nafas Pada Pasien Congestive Heart Faillure (CHF) berdasarkan literature review dengan kata kunci, Congestive Heart Faillure (CHF), Ketidakefektifan Pola Nafas, Posisi Semi Fowler. Hasil dari 5 jurnal didapatkan bahwa pemberian Posisi Semi Fowler terhadap Ketidakefektifan Pola Nafas Pada Pasien Congestive Heart Faillure (CHF). Junal 1 menggunakan analisis uji t-test, jurnal 2 menggunakan analisis t-dependent, jurnal 3 menggunakan analisis uji wilcoxon, jurnal 4 menggunakan iji analisis ANOVA , jurnal 5 menggunakan analisis uji Mc Nemar. Posisi semi Fowler 45 derajat menggunakan gaya gravitasi untuk membantu pernafasan, sehingga oksigen yang masuk kedalam paru-paru akan lebih optimal sehingga pasien dapat bernafas lebih lega dan akan mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan ketika ingin tidur.
PENGARUH TERAPI BERMAIN MEWARNAI TERHADAP KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH AKIBAT HOSPITALISASI
Edita Revine Siahaan;
Juniah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 4 No 2 (2022): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.926 KB)
|
DOI: 10.59030/jkbd.v4i2.52
Kecemasan merupakan keadaan atau perasaan mengenai ketegangan mental yang paling sering di alami oleh anak karena adanya rasa tidak nyaman. Penyebab Kecemasan yaitu lingkungan yang tidak familiar seperti prosedur perawatan terutama penggunaan jarum. Kecemasan menyebabkan anak yaitu merasa khawatir, mengalami gangguan pola tidur, takut dan gelisah. Untuk menggambarkan pengaruh terapi bermain mewarnai terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah. Desain penelitian yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah desain studi literature review, dengan kriteria literature terapi bermain mewarnai, anak usia prasekolah. Hasil dari 5 jurnal menunjukkan bahwa pengaruh terapi bermain mewarnai efektif dalam mengatasi masalah kecemasan pada anak usia prasekolah. Berdasarkan dari 5 jurnal yang direview dapat disimpulkan bahwa terapi bermain mewarnai dapat diaplikasikan untuk mengatasi masalah kecemasan pada anak usia prasekolah.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH UNTUK MENURUNKAN NILAI TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI
Ida Yatun Khomsah;
Ferry
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 4 No 2 (2022): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (516.77 KB)
|
DOI: 10.59030/jkbd.v4i2.53
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal, peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih untuk menurunkan nilai tekanan darah pada pasien hipertensi berdasarkan literature review. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah studi literature review, dengan kriteria literatur ekstrak bawang putih,tekanan darah, hipertensi. Hasil dari kelima jurnal menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih terbukti berpengaruh dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan hasil p-value <0,05. Jurnal 1 menggunakan analisis bivariat t-test dependen, jurnal 2 & 3 menggunakan analisis uji paired t-test, jurnal 4 menngunakan one way anova, dan jurnal 5 menggunakan univariat test. Kandungan ekstrak bawang putih yang dikonsumsi oleh responden mampu mengurangi ketegangan otot dan emosional sehingga dapat mengurangi resiko hipertensi atau berdampak positif terhadap tekanan darah dan memiliki efek hiperpolarisasi pada pembuluh darah yang terbukti mempengaruhi beban kerja jantung yang bersifat menenangkan sehingga berdampak positif pada tekanan darah, dengan demikian terapi seduhan bawang putih cukup efektif dalam menurunkan dan mengontrol tekanan darah. Kata Kunci : Ekstrak Bawang Putih, Hipertensi, Tekanan Darah.
EFEKTIVITAS TERAPI PSIKORELIGIUS PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN
Agus Waluyo;
Nola Dwi Nabella
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 4 No 2 (2022): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.889 KB)
|
DOI: 10.59030/jkbd.v4i2.55
Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan perasaan kesal atau marah yang tidak konstruktif. Terapi psikoreligius adalah terapi yang menggunakan pendekatan/perilaku keagamaan yang dianut oleh pasien untuk menyentuh sisi spiritual manusia. Metode penulisan karya tulis ilmiah ini dengan desain literature review. Literature riview ini dengan menggumpulkan hasil penelusuran jurnal secara online menggunakan goggle scholar diperoleh 5 artikel yang sesuai kriteria inklusi yang dibuat penulis. Kesimpulan hasil literature review bahwa terapi psikoreligius menurunkan tingkat resiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia dan menuntun perilaku sadar pasien bahwa peilaku marah/kekerasan adalah perilaku tidak baik menurut agama.
PENGARUH PEMBERIAN MASSAGE ABDOMEN TERHADAP KONSTIPASI PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK
ferry;
Ida Yatun Khomsah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 4 No 2 (2022): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (518.875 KB)
|
DOI: 10.59030/jkbd.v4i2.57
Stroke non hemoragik adalah gangguan peredaran darah ke otak yang dapat menimbulkan kerusakan pusat gerakan motorik di lobus frontalis sehingga akan mengalami gangguan mobilisasi yang dapat menyebabkan konstipasi. Konstipasi merupakan pelambatan pengeluaran isi fekal dari rektum dengan menghasilkan feses yang keras, kering, dan volume yang lebih kecil dari normal, dengan adanya penerapan terapi Massage Abdomen dapat mengurangi konstipasi. Dalam terapi ini dapat merangsang pristaltik usus serta memperkuat otot-otot abdomen yang akan membantu sistem pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massage abdomen dalam mengatasi konstipasi pada pasien stroke non hemoragik berdasarkan literature review. Desain penelitian yang digunakan adalah studi literature review, dengan kriteria literature Konstipasi, Massage Abdomen, Stroke Non Hemoragik.Hasil dari 5 jurnal menunjukkan bahwa Pengaruh Pemberian Massage Abdomen terhadap Konstipasi pada Pasien Stroke Non Hemoragik efekif menurunkan tingkat konsipasi dengan hasil p-value <0,05.Jurnal 1 menggunakan analisis teknik Uji t-independent, jurnal 2 menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney, jurnal 3 menggunakan teknik Independent t-test, jurnal 4 menggunakan uji T, jurnal 5 menggunakan uji ANOVA.Massage Abdomen merupakan teknik relaksasi yang dapat mempercepat reabsorbsi fases di kolon dan dapat meningkatkan frekuensi buang aing besar, sehingga dalam terapi komplementer ini memiliki fungsi yang dapat mengurangi masalah konstipasi pada pasien stroke non hemoragik.
EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DENGAN TYPHOID
Yanti Wulandari;
Arif Nuriman
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 4 No 2 (2022): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.967 KB)
|
DOI: 10.59030/jkbd.v4i2.58
Demam typhoid merupakan penyakit yang menyerang usus halus, demam typhoid masih menjadi penyakit endemik di Indonesia, salah satu masalah keperawatan yang dapat muncul berdasarkan tanda dan gejala diatas adalah hipertermia. Demam (hipertermi) adalah keadaan dimana suhu tubuh lebih tinggi dari biasanya dan dapat membahayakan apabila tidak ditangani sendiri salah satunya penanganan dengan cara kompres air hangat untuk menurunkan suhu tubuh. Tujuan penelitian ini adalah mengindentifikasi keefektifan kompres hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan typhoid. Jenis penelitian ini adalah studi literature review dengan cara mengumpulkan hasil penelusuran jurnal secara online. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pre and post test design. Hasil literatur riview yang dilakukan pada 5 artikel didapatkan hasil yaitu bahwa nilai rata-rata suhu tubuh sebelum dilakukan penerapan kompres hangat berkisar antara 37,8°C - 39°C. Rata-rata suhu tubuh sesudah dilakukan penerapan kompres hangat berkisar antara 36°C - 37,27 °C. Penerapan kompres hangat efektif untuk menurunkan suhu tubuh pada anak dengan typhoid dengan nilai p-value < 0,05. Penerapan kompres hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan typhoid sangat efektif, dapat diterapkan jiga anak mengalami demam, perlu dilakukan penelitian lanjutan membandingkan kompores hangat dan water tepid sponge di area axilla dan frontal serta membandingka keefektifan kompres hangat dan kompres dingin pada anak dengan typhoid.
PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Rahmawati Dian Nurani;
Fitriyanti
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 5 No 1 (2023): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (425.377 KB)
|
DOI: 10.59030/jkbd.v5i1.60
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis yang disebabkan oleh banyak faktor yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat dari gangguan fungsi insulin. Diabetes merupakan penyakit kronis yang kompleks dan memerlukan perawatan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multi-faktor diluar kendali glikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas progressive muscle relaxation dalam mengatasi kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan literature review. Desain penelitian yang digunakan adalah studi literature review, dengan kriteria literature Diabetes Melitus tipe 2, Kadar Gula Darah, Progressive Muscle Relaxation. Hasil dari kelima jurnal menunjukkan bahwa penerapan progressive muscle relaxation (PMR) pada pasien diabetes melitus tipe 2 efektif dalam menurunkan kadar gula darah dengan hasil p-value <0,05. Jurnal 1 menggunakan uji T (dependent dan independent sample t-test), jurnal 2 menggunakan uji T, jurnal 3 menggunakan uji paired t-test, jurnal 4 menggunakan uji T, dan jurnal 5 menggunakan uji paired t-test. PMR dapat menurunkan gula darah pada pasien diabetes melitus dengan memunculkan kondisi rileks. Perubahan implus saraf pada jalur aferen ke otak dimana aktivitas menjadi inhibis, yang menyebabkan perasaan tenang baik fisik maupun mental seperti berkurangnya denyut jantung, menurunkan kecepatan metabolisme tubuh yang dapat mencegah peningkatan gula darah.
EFEKTIFITAS METODE 5S (SWADDLING, SIDE/STOMACH POSITION, SUSHING, SWINGING, SUCKING) TERHADAP RESPON NYERI PADA BAYI SAAT IMUNISASI
Juniah;
Edita Revine Siahaan
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 5 No 1 (2023): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (656.842 KB)
|
DOI: 10.59030/jkbd.v5i1.61
Imunisasi adalah proses untuk membuat imun seseorang kebal terhadap suatu penyakit, sehingga apabila terkena penyakit tersebut tidak terkena sakit atau hanya mengalami sakit ringan saja, efek saat suntik imunisasi adalah memiliki respon nyeri. Nyeri adalah kondisi dimana seseorang merasakan perasaan yang tidak nyaman yang disebabkan oleh kerusakan jaringan yang telah rusak atau yang berpotensi untuk rusak. Penatalaksanaan nyeri non farmakologis dengan metode 5S terhadap respon nyeri saat imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode 5S (Swaddling, Side/Stomach Position, Sushing, Swinging, Sucking) terhadap respon nyeri pada Bayi saat imunisasi berdasarkan literature review. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah studi literature review. Dari kelima jurnal menunjukkan bahwa penerapan metode 5S efektif dalam mengatasi nyeri, serta terbukti berpengaruh terhadap respon nyeri pada bayi saat imunisasi. Berdasarkan dari 5 jurnal yang direview dapat disimpulkan bahwa metode 5S dapat diaplikasikan untuk mengatasi nyeri pada bayi saat imunisasi.
PENGARUH MASSAGE BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA BAYI (LITERATURE REVIEW)
Edita Revine Siahaan;
Juniah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 5 No 1 (2023): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.156 KB)
|
DOI: 10.59030/jkbd.v5i1.62
ABSTRAK Pijat bayi merupakan bentuk pengungkapan rasa kasih sayang dari orang tua untuk anaknya lewat sentuhan kulit bayi, efek dari pijat bayi adalah kualitas tidur bayi yang membaik. Kualitas tidur merupakan suatu mutu atau keadaan fisiologis tertentu yang didapatkan ketika seseorang tidur. Penatalaksanaan pijat bayi akan memicu hormon endorfin dan oksitosin yang diproduksi tubuh untuk menghilangkan nyeri dan membuat tubuh menjadi lebih rileks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi berdasarkan literature review. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah studi literature review, dengan kriteria literature pengaruh, pijat bayi, kualitas tidur bayi. Dari Dari ketujuh jurnal menunjukkan bahwa pijat bayi terbukti berpengaruh terhadap kualitas tidur pada bayi dengan hasil p-value <0,005. Ketujuh Jurnal tersebut menggunakan uji wilcoxon signed ranks test. Bayi yang mengalami masalah kualitas tidur akan menjadi rewel dan sering terbangun pada malam hari sehingga dilakukan pijat bayi karena sentuhan lembut pada kulit bayi yang membuat bayi menjadi nyaman dan lebih rileks sehingga kualitas tidurnya pun semakin membaik.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II
Ferry;
Wijonarko
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 5 No 1 (2023): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (511.936 KB)
|
DOI: 10.59030/jkbd.v5i1.63
Diabetes merupakan pemyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat menghasilkan insulin secara cukup. Insulin adalah hormon yang mengatur glukosa darah. Diabetes merupakan suatu keadaan ketika tubuh tidak menggunakan insulin yang telah dihasilkan. Efek dari diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Relaksasi otot progresif dapat dilakukan oleh semua orang dalam berbagai kondisi. Relaksasi diketahui dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus karena dapat menekan pengeluaran hormon hormon yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah, yaitu epinefrin, kortisol, glukagon, adre nocorticotropic hormone (ACTH), kortikosteroid, dan tiroid. Penurunan hormon kortisol akan menghambat proses glukoneogenesis dan meningkatkan pemakaian glukosa. Desain penelitian yang digunakan adalah studi literature riview, dengan kriteria literature riview Relaksasi Otot Progresif, Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah, Diabetes Melitus. Hasil dari 5 jurnal menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus dengan hasil p-value rata-rata <0,05. Terapi yang dapat dilakukan pada pasien DM tipe 2 yaitu terapi relaksasi otot progresif yang merupakan salah satu bentuk mind-body therapy (terapi pikiran dan otot-otot tubuh) dalam terapi komplementer. Relaksasi otot progresif ini mengarahkan perhatian pasien untuk membedakan perasaan yang dialami saat kelompok otot dilemaskan.