Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT)
Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) ini adalah forum yang digunakan sebagai salah satu bentuk diseminasi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat, dimana pada forum ini para pelaksana PkM dapat berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif, baik di bidang keteknikan ataupun sosial sains. Selain itu, seminar ini merupakan forum ilmiah untuk memfasilitasi upaya membangun kultur akademik dosen dan peneliti dalam menyebarluaskan hasil penelitian melalui kegiatan PkM dan untuk memberikan kesempatan kepada para stakeholder dari berbagai level kalangan dan industri serta pemerintah untuk merintis kerjasama yang saling menguntungkan
Articles
63 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2022)"
:
63 Documents
clear
PENDAMPINGAN VOLUNTEER YAYASAN RUMAH KANKER AMBU DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN POSITIF ANTARA VOLUNTEER, ORANG TUA PASIEN DAN PASIEN MELALUI KOMUNIKASI EFEKTIF
Muhammad Al Assad Rohimakumullah;
Intan Primasari;
Muhammad Satria Duva Dama;
Muhammad Thoriq Alkadrie;
Anindya Fatona
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.201 KB)
|
DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18694
Pasien dan keluarganya yang menderita kanker banyak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan pengobatannya. Yayasan Rumah Kanker Ambu merupakan rumah singgah untuk pasien dan keluarga kanker yang menjalani pengobatan terapi kanker di berbagai rumah sakit rujukan utama Jawa Barat. Sumber daya manusia Yayasan Rumah Kanker Ambu lebih banyak seorang relawan yang terus berganti dibandingkan para perawat yang professional menangani pasien dan keluarga pasien. Kesehariannya para relawan Yayasan Rumah Kanker Ambu perlu menjadi tempat para orang tua berkonsultasi, berbagi informasi, hingga memotivasi para orang tua keluarga pasien. Relawan Yayasan Rumah Kanker Ambu dihadapkan pada orang tua yang banyak kebingungan akan ketidaktahuannya mereka mengenai administrasi, sedih, hingga depresi dalam kesehariannya. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan teknik pembinaan atau Coaching yang berawal dari pemberian materi hingga pendampingan para relawan untuk mempraktikan komunikasi efektif kepada pasien dan keluarga. Relawan di ajak aktif dalam diskusi mengenai kasus kasus yang diberikan untuk dicoba pecahkan melalui strategi komunikasi terapeutik dan perawatan paliatif. Setelah itu partisipan langsung mempraktikan strategi komunikasi terapeutik dan paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup kepada pasien dan keluarga pasien dengan tetap di damping oleh narasumber dan tim dari Telkom University.Kata Kunci: Hubungan Positif, Relawan, Komunikasi Efektif, dan Komunikasi kesehatan
Pembentukan POKDARWIS “SEKAR TIRTO KAHURIPAN” dan Penyusunan SOP Perencanaan dan Pengembangan Usaha di Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik
Nanis Susanti;
Ulfi Pristiana
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.934 KB)
|
DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18635
Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean merupakan kawasan desa wisata di Kabupaten Gresik Jawa Timur. Desa ini memiliki potensi usaha tanaman hias dan telah mengelola lahan untuk usaha kuliner (makanan dan minuman) dengan model pujasera (food court). Lingkungan tertata rapi dilengkapi berbagai tanaman hijau dan tanaman bunga, masyarakat menyebutnya sebagai Cafe 1001 Bunga. Pengunjung berasal dari masyarakat setempat, dari luar desa dan bahkan aktifitas dari mulut ke mulut juga menarik pengunjung dari dari luar kota. Secara informal masyarakat telah membentuk kelompok-kelompok usaha dan saat ini menginginkan desa mereka dapat berkembang menjadi kawasan wisata potensial. Masyarakat berharap segera dapat membentuk POKDARWIS, kelompok sadar wisata, yang sementara ini sudah berlangsung secara informal. Kelompok formal diharapkan dapat membawa konsep-konsep usaha profesional yang mampu memuaskan pengunjung wisata. Disamping itu ada kesadaran akan kebutuhan mengelola usaha secara baik dengan aturan yang jelas dan tertulis. Dengan aturan tertulis dan formal diharapkan kegiatan operasional Desa Wisata berjalan dalam tahapan jelas mulai perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan perbaikan. Program kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendukung solusi kebutuhan masyarakat berupa (1) pemetaan usaha (2) pendampingan pembentukan POKDARWIS (3) penyusunan SOP perencanaan dan pengembangan usaha. Kegiatan awal dilakukan dengan pemetaan usaha untuk menyediakan data base bagi perencanaan dan pengembangan usaha bagi kepentingan bersama anggota kelompok masyarakat. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa SK Pembentukan POKDARWIS yang diterbitkan Kepala Desa, Struktur Organisasi Kepengurusan Pokdarwis, SOP Perencanaan dan Pengembangan Usaha.Kata Kunci: Pemetaan Usaha, POKDARWIS, SOP, Struktur Organisasi
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT RW 6 DESA CITEUREUP MELALUI PRODUKSI MASAL, PEMASARAN, DAN PENGURUSAN IJIN EDAR PRODUK SABUN
Ismudiati Puri Handayani;
Memoria Rosi;
Hertiana Bethaningtyas
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (646.954 KB)
|
DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18634
Pendampingan masyarakat pada proses pemulihan ekonomi pasca pandemi perlu dilakukan terus menerus hingga masyarakat dapat secara mandiri mengelola kegiatan usahanya. Dengan pendapatan rata-rata masyarakat RW 6 Desa Citeureup sekitar 1-3 juta dan pengeluaran berkisar antara 1- 5 juta, perlu diberikan alternatif kegiatan usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Pada kegiatan pengabdian masyarakat skema Community Service Engagement (CSE) tahun 2022 ini kami melanjutkan kegiatan sebelumnya dengan cara memformulasikan kembali resep sabun cuci piring yang dapat diproduksi massal dan dipasarkan oleh ibu-ibu rumah tangga kader PKK RW 6 Desa Citeureup. Hasil formulasi telah dapat diproduksi dan dipasarkan sebanyak 147 L pada bulan Oktober dan November dengan cara bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Citeureup. Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pengurusan ijin edar Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) produk sabun cuci agar dapat dipasarkan lebih luas lagi serta meningkatkan partisipasi kader PKK RW lain di Desa Citeureup dan diversifikasi produk PKRT lainnya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mendukung program SDGs “Memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia”. Kegiatan ini juga bagian dari upaya pemberdayaan perempuan khususnya ibu rumah tangga kader PKK dan implementasi keahlian di Teknik Fisika khususnya bidang Material.Kata Kunci: Peningkatan ekonomi, pemberdayaan perempuan, sabun cuci piring, PKRT, diversivikasi produk
WORKSHOP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PESANTREN DI PONDOK PESANTREN MODERN AS SURUUR KABUPATEN BANDUNG
Ruri Octari Dinata;
Hilda Salman Said;
Tri Utami Lestari
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (665.571 KB)
|
DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18657
Pesantren dapat dikatakan sebagai bentuk penyelenggaraan pendidikan pribumi tertua khas Indonesia. Hingga saat ini pesantren tetap menunjukkan eksistensi dari waktu ke waktu. Berbagai dinamika tantangan dilalui oleh penyelenggara pesantren, termasuk pengelolaan keuangan. Keunikan penyelenggaraan pendidikan dan upaya pemenuhan kemandirian ekonomi merupakan tantangan tersendiri bagi penyelenggara pesantren. Berbagai jenis dana seperti wakaf, infak / sedekah, berbagai bantuan, iuran orang tua santri, dan lainnya menjadi sumber penyelenggaraan pendidikan di pesantren. Sebagai lembaga pendidkan berlatar belakang agama Islam, prinsip akuntabilitas dalam menyelenggarakan aktifitas pendidikan di pesantren menjadi perwujudan sikap amanah yang harus dijunjung tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini membantu Pesantren untuk mencapai prinsip akuntabilitas melalui pelatihan penyusunan laporan keuangan. Pesantren diharapkan mampu secara mandiri menyajikan informasi keuangan baik secara manual maupun dengan teknologi hingga dapat menghasilkan laporan keuangan secara real time. Berkaitan dengan hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan secara bertahap. Setiap tahapan merupakan rangkaian utuh untuk menuju penyelenggaraan keuangan Pesantren yang mandiri dan memenuhi prinsip akuntabilitas melalui digitalisasi. Kegiatan pertama telah berjalan pada tanggal 25 Maret 2022, berupa Sosialisasi Sistem Informasi Akuntansi Pesantren. Pada kegiatan tersebut, penyelenggara pesantren diperkenalkan akan aturan-aturan yang mendasari pelaporan keuangan pesantren dan bagaimana sebuah sistem informasi berperan dalam proses pelaporan keuangan. Saat ini, rakngkaian pengabdian masyarakat memasuki tahap kedua yang telah berlangsung pada tanggal 4 November 2022. Pelatihan sekaligus pendampingan ini dianggap penting sebagai tindak lanjut dari kegiatan pertama adalah untuk melatih secara langsung penyelenggara pesantren untuk terlibat langsung menyusun mulai dari langkah pertama dari sebuah sistem informasi akuntansi hingga laporan keuangan disusun. Hasil kegiatan ini memperoleh respon dari peserta secara total 87,88% menyatakan setuju dan sangat setuju bahwa pelatihan ini sesuai dengan kebutuhan, bermanfaat, dapat dimengerti, diselenggarakan pada waktu yang tepat dan dengan pelayanan dari tim panitia yang baik sehingga dapat dilanjutkan untuk masa yang akan datang.Kata Kunci: sistem informasi akuntansi, akuntabilitas, pelaporan keuangan pesantren
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PERANGKAT DAERAH DI PUSKESMAS RAWAT INAP SAGULING KABUPATEN BANDUNG BARAT Tahun 2021
Santy Sriharyati;
Milla Marlina;
irwan Hermawan;
Ali Assegaf
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.689 KB)
|
DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18686
Pemerintah wajib bertanggung jawab dalam memberikan fasilitas dan pelayanan yang baik supaya masyarakatnya menjadi sejahtera dan tercukupi segala haknya. Fasilitas publik yang disediakan oleh pemerintah tentunya erat kaitannya dengan pelayanan publik yang akan membantu permasalahan masyarakat Indonesia. Banyak hal yang perlu diperbatikan agar pelayanan publik pada beberapa fasilitas yang dibangun pemerintah terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah akan terus mengevaluasi kinerja dari beberapa fasilitas publik agar dapat menjadikan bahan evaluasi kinerja saat ini dengan sebelumnya agar terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Pengumpulan data secara umum terbagi menjadi dua metode yaitu pengumpulan data primer (wawancara, observasi lapangan dan penyebaran kuesioner) dan data sekunder. Berdasarkan data yang telah diperoleh dalam proses Survei Indeks Kepuasan Masyarakat yang melibatkan 30 responden ini diolah dengan memanfaatkan teknologi pengolahan data yang disesuaikan dengan panduan dari Peraturan Menteri 14 Tahun 2017 yang mengatur tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik supaya bisa mendapatkan hasil yang lebih akurat dibandingkan dengan penghitungan manual. Mayoritas responden yang terlibat dalam wawancara berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga. Mengenai kualitas pelayanan yang diterima oleh responden, dapat ditarik kesimpulan bahwa pelayanan di Puskesmas Saguling sudah terbilang baik dan memenuhi harapan masyarakat. Hanya saja masih terdapat beberapa poin yang masih perlu ditinjau dan dibenahi kembali demi perbaikan pelayanan kedepannya.Kata Kunci: Kepuasan, Pelayanan, Perangkat Daerah, Puskesmas, Bandung Barat, Seminar Nasiona Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat The 4th Community Service & Engagemnent Seminar (COSECANT)2022
Digital Parenting: Tuntutan Para Orangtua Pasca Pandemik di wilayah Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler
Dindin Dimyati;
Rudy Erwi Kartiwa;
Haris Herdiansyah
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (315.154 KB)
|
DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18682
Masa pandemik COVID-19 selama dua tahun (2020-2022) dan endemik satu tahun terkhir telah membuat banyak perubahan dalam banyak sisi kehidupan manusia Indonesia, termasuk dunia pendidikan, mulai dari tingkat dasar sampai tingkat pendidikan tinggi. Pendidikan dasar dan usia dini mengalami imbas yang cukup ‘menyedihkan’ karena ketidaksiapan para orang tua untuk menjadi pendamping kegiatan belajar mereka di mode pembelajaran daring. Penggunaan gawai untuk belajar pun memberikan dampak tambahan yaitu ‘kecanduan’ para peserta didik tersebut gawai dan konten-konten yang ada di dalamnya. Tujuan kegiatan abdimas digital parenting ini adalah untuk memberikan kesadaran dan pemahaman akan sisi buruk dan sisi baik media digital kepada masyarakat sasar di kelurahan Jamika, kecamatan Bojongloa Kaler. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nurnaima yang menyelenggarakan Kelompok Bermain (KOBER). Hasil dari kegiatan ini adalah munculnya tingkat kesadaran dan pemahaman yang lebih baik dari masyarakat sasar akan dampak dan manfaat media digital tersebut dalam dunia pendidikan dan sosial. Masyarakat sasar selanjutnya berharap akan adanya keberlanjutan kegiatan ini dengan cakupan (scope) yang lebih luas.Kata Kunci: Digital Parenting, Pandemik Covid-19, Paud, Kober, Pendidikan Usia Dini
LOKAKARYA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN ORGANISASI MELALUI PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL UNTUK SEKOLAH PASCAL MONTESSORI BANDUNG
Pradipta Dirgantara;
Abdul Fadli Kalaloi;
Indria Angga Dianita
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.514 KB)
|
DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18614
Komunikasi menjadi salah satu tolok ukur kualitas kompetensi guru dan staf di lingkungan sekolah. Komunikasi interpersonal menjadi kemampuan dasar dalam berinteraksi dalam berkomunitas, berkelompok, dan berorganisasi. Selain itu komunikasi interpersonal bisa membangun kedekatan personal untuk memahami orang lain dan menjadi fondasi dasar yang kuat dalam membangun profesionalisme organisasi. Hal ini juga tidak lepas dari adanya transformasi digital, media sosial, dan aplikasi pesan daring. Namun begitu, kesadaran seperti empati dan kemampuan mendengar aktif seringkali tergerus. Sejauh ini sekolah Pascal Montessori Bandung belum banyak mengikuti lokakarya yang menitikberatkan pada komunikasi interpersonal dan organisasi melalui media digital. Lokakarya ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi Sekolah Pascal Montessori Bandung. Berdasarkan hal ini, Universitas Telkom mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan masyarakat sasar Sekolah Pascal Montessori Bandung.Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam lokakarya ini dilakukan melalui dua sesi seperti yang tertera pada Gambar 1. Sesi pertama menerangkan teori melalui presentasi dan sesi kedua simulasi komunikasi interpersonal dan organisasi melalui media digital. Media digital yang digunakan adalah ponsel dan laptop. Lokakarya ini dihadiri 16 orang staf yang terdiri dari guru, staf, dan juga pengelola yayasan. Kegiatan dilakukan dengan memberikan materi presentasi, demonstrasi, dan praktik selama satu hari pada 18 November 2022. Lokakarya ini berimplikasi positif dengan feedback 87.5% menyatakan lokakarya ini menambah pengetahuan dan kemampuan komunikasi interpersonal dan organisasi mereka.Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Komunikasi Organisasi, Montessori, Media Digital, Bandung
BENTUK REALISASI VILLAGE OVERVIEW DALAM KEGIATAN YANG BERTAJUK “FESTIVAL CISANDE FOOD WISE” DESA WISATA CISANDE
Paramitha Amelia Putri;
Shafira Angelita Setiya Putri;
Rah Utami Nugrahani
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (642.355 KB)
|
DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18644
Mahasiswa/i Fakultas Komunikasi dan Bisnis Telkom University melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui rangkaian beberapa kegiatan di Desa Cisande, Kota Sukabumi. Adapun rangkaian kegiatan yang diselenggarakan antara lain “Festival Cisande Food Wise”, workshop digital marketing, dan pembuatan video village overview. Ide mengenai Festival Cisande Food Wise diawali dengan adanya pengelolaan Food Waste yang berkaitan dengan salah satu cara dalam menyikapi sisa makanan yang kita santap. Kegiatan selanjutnya adalah workshop mengenai digital marketing untuk memperluas target market produk UMKM Abon Lele Raden ciri khas Desa Cisande. Kemudian rangkaian kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembuatan video village overview yang bertujuan untuk memberikan tools yang dapat membantu meningkatakan awareness mengenai Desa Cisande beserta keunggulannya.Kata Kunci: Festival Cisande, Video Village Overview
PELATIHAN MEMBANGUN JIWA ENTREPRENEUR UMKM MELALUI PENGEMBANGAN INOVASI DI MEDIA DIGITAL
Ade Irma Susanty;
Dimas Satrio Wijaksono;
Indra Novianto Adibayu Pamungkas
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (555.692 KB)
|
DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18539
Tujuan dari adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan terkait kewirausahaan melalui Pelatihan Membangun Jiwa Entrepreneur Umkm Melalui Pengembangan Inovasi Di Media Digital. Pelatihan ini diberikan pada masyarakat sasar melalui program pengabdian masyarakat kerjasama antara Telkom University dengan Rumah Kreatif Bandung. Peserta yang hadir adalah Pelaku usaha mikro dimana berkontribusi dalam perekonomian masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan dalam program ini adalah seminar sekaligus workshop. Peserta mengikuti dua pelatihan yaitu perencanaan untuk mencari modal dan presentasi. Peserta dipersiapkan bukan hanya siap secara proposal saja namun bisa mengomunikasikannya kepada pemilik modal. Hasil dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat sasar mampu bersaing dan meyakinkan para pemilik modal untuk menginvestasikan dananya pada mereka. Hasil yang diperoleh dari peserta adalah strategi dalam hal menyusun pengajuan modal dan bagaimana menyampaikannya dalam berkomunikasi.Kata kunci : Kewirausahaan , komunikasi , modal, UMKM
KEGIATAN PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN DIGITAL MARKETING PADA SMK TELKOM MEDAN 1
Rah Utami Nugrahani;
Heppy Millanyani;
Refi Rifaldi W.G.
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.156 KB)
|
DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18649
Kegiatan Penerimaan Peserta Didik Barua tau bisa disingkat menjadi PPDB menghadapi tantangan tersendiri bagi SMK Telkom Medan 1, hal ini karena selama 2 tahun sejak awal tahun 2020 dihadapkan pada kondisi pembatasan mobilitas yang dikenal dengan nama PSBB atau PPKM. Aktifitas PPDB yang senantiasa dilakukan secara onsite atau tatap muka berubah 360 derajat menjadi dilakukan secara online. Perubahan bentuk kegiatan secara menyeluruh ini menjadi kendala besar bagi seluruh tim PPDB SMK Telkom Medan 1. Berbagai upaya digital marketing dilakukan namun dirasa belum dapat mencapai target secara maksimal. Berangkat dari masalah tersebut maka tim Dosen Faluktas Komunikasi dan Bismis dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom menawarkan sinergi daam bentuk pemberian pelatihan serta pendampingan Digital Marketing yang bertujuan untuk sharing knowledge mengenai pendekatan yang bisa dilakukan untuk mendorong upaya Digital Marketing lebih maksimal dalam mencapai targetnya.Kata Kunci: digital marketing, PPDB