cover
Contact Name
Ari Zulsafar
Contact Email
journals@telkomuniversity.ac.id
Phone
+6282120368642
Journal Mail Official
abdimasppm@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu no 1, Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT)
Published by Universitas Telkom
ISSN : -     EISSN : 29862892     DOI : https://doi.org/10.25124/cosecant.v2i2.18571
Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) ini adalah forum yang digunakan sebagai salah satu bentuk diseminasi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat, dimana pada forum ini para pelaksana PkM dapat berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif, baik di bidang keteknikan ataupun sosial sains. Selain itu, seminar ini merupakan forum ilmiah untuk memfasilitasi upaya membangun kultur akademik dosen dan peneliti dalam menyebarluaskan hasil penelitian melalui kegiatan PkM dan untuk memberikan kesempatan kepada para stakeholder dari berbagai level kalangan dan industri serta pemerintah untuk merintis kerjasama yang saling menguntungkan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 147 Documents
PELATIHAN STRATEGI DIGITAL MARKETING SEBAGAI BAGIAN DARI ERP UNTUK OPTIMALISASI BISNIS PERUSAHAAN LEBIH EFISIEN DAN EFEKTIF ANGGOTA KADIN KOTA BANDUNG R Wahjoe Witjaksono; Warih Puspitasari; Muhardi Saputra
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.891 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18561

Abstract

Enterprise Resource Planning atau ERP merupakan sistem yang terintegrasi yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis perusahaan. ERP bisa membantu untuk membuat bisnis lebih efektif dan efisien sehingga banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan meskipun system ini sangatlah kompleks. Salah satu modul ERP yang terhubung langsung dengan pelanggan adalah Sales, Distribution dan Marketing. Modul ini merupakan salah satu yang menjadi prioritas ketika melakukan implementasi ERP. Salah satu cara untuk memperkenalkan ERP modul Sales, Distribution dan Marketing tim Pengabdian Masyarakat Sistem Informasi Universitas Telkom menyelenggarakan pelatihan strategi digital marketing bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung di bidang Teknologi Informasi untuk mewujudkan UMKM Go Digital. Bentuk kerjasama tersebut berupa pemahaman proses bisnis berbasis ERP untuk optimalisasi bisnis perusahaan lebih efisien dan efektif. Pelatihan akan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Untuk kegiatan pengabdian masyarakat sesi ini adalah Pelatihan strategi digital marketing. Dengan diadakan pelatihan ini maka diharapkan UMKM Mitra Binaan BPPKU Kadin kota Bandung bisa menerapkan Digital Marketing dalam kegiatan usaha mereka sehingga berdampak kepada meningkatnya omzet penjualan dan pelanggan yang pada akhirnya bisa memberikan nilai keuntungan secara terus-menerus bagi UMKM.Kata Kunci: Enterprise Resource Planning, ERP, Kadin, Digital Marketing, UMKM Go Digital
AKUNTANSI DIGITAL BERBASIS APLIKASI “SI APIK” PADA UMKM DESA WISATA ALAM ENDAH Dudi Pratomo; Sri Rahayu; Dini Wahjoe Hapsari; Deannes Isynuwardhana; Krishna Kusumahadi
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.871 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17494

Abstract

Setiap pelaku usaha diwajibkan untuk membuat laporan keuangan yang merupakan laporan pertanggung jawaban aktivitas bisnisnya. Termasuk pelaku usaha yang baru didirikan atau mereka sudah ada tapi umurnya masih pendek. Mereka diwajibkan menyusun laporan keuangan tanpa terjebak kerumitan standar akuntansi yang berlaku. Para pelaku usaha ini dapat menyusun laporan keuangan dengan sederhana selama tidak menyimpang dari standar yang berlaku. Para pelaku usaha saat ini banyak yang melakukan pencatatan transaksi keuangan sampai laporan keuangan dilakukan dengan manual. Hal ini membutuhkan waktu yang lama dan ketilitian yang tinggi. Hal ini disebabkan belum pahamnya para pelaku usaha bagaimana membuat laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi. Pada program pengabdian ini akan diberikan pelatihan bagi para pelaku usaha yaitu Unit Usaha Mikro dan Menengah (UMKM) pada Desa Wisata Alam Endah Ciwidey menggunakan aplikasi SiAPik yang dapat diperoleh di google store dan mudah untuk dijalankan. Luaran dari pengabdian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi para pelaku usaha untuk membuat laporan keuangan sederhana menggunakan aplikasi.
TEKNIK PENYUTRADRAAN DALAM PEMBUATAN FILM PENDEK DIRECTING TECHNIQUES IN THE MAKING OF SHORT FILM Twin Agus Pramonojati; Oki Achmad Ismail; Rizca Haqqu; Naira Azzani Putri Galuh Permata
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.327 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18660

Abstract

Berkembangnya industri perfilman di Indonesia memancing munculnya para sineas dan sutradara muda untuk unjuk gigi dalam membuat sebuah karya. Baik itu video, film pendek, bahkan film layer lebar. Para sineas dan sutradara pun berasal dari berbagai kalangan usia. Mereka semua berlomba-lomba demi menyenangkan dan memuaskan para masyarakat Indonesia. Kehadiran beberapa jenis film baru di Indonesia juga menarik perhatian masyarakat, salah satunya film pendek. Seringkali kita temui bahwa film pendek juga dapat bersaing secara kualitas dengan film yang telah dimuat di layar lebar. Mayoritas sutradara dari film-film pendek ini berasal dari kalangan generasi muda dari masih di duduk di bangku sekolah menengah atas hingga mahasiswa yang sedang melanjutkan studi di universitas. Hal ini membuktikan bahwa industri perfilman banyak membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat umum, terutama bagi generasi muda yang ingin belajar. Perlu kita ketahui bahwa industri perfilman memang banyak sekali diminati oleh berbagai kalangan. Namun, memang diperlukan skill-skill dasar dalam membuat karyanya, salah satunya teknik penyutradaraan. Walaupun nantinya para generasi muda tidak ingin terjun ke dalam dunia perfilman, tetapi skill ini akan terpakai dalam dunia kerja yang saat ini tak bisa lepas dari kata konten. Nantinya skil-skill dasar yang akan dipelajar pasti sangat dibutuhkan di dunia digital agar masyarakat terutama generasi muda dapat bersaing di era 4.0 saat ini. Pengabdian masyarakat dengan materi Pelatihan Teknik penyutradaraan ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Kota Bandung. Pemilihan tempat dilaksanakannya program pengabdian masyarakat didasarkan atas keterkaitan materi dengan kelas multimedia, dimana murid dan guru membutuhkan pengayaan ilmu sehingga hasil pelatihan dapat diaplikasikan pada praktik pembelajaran kedepannya.Kata kunci : pengabdian masyarakat, penyutradaraan, Film.
KEWIRAUSAHAWANAN SOSIAL INOVASI PRODUK AIR BERKALORI TIM ABDIMAS USU DENGAN MITRA CV.CANTHING KREASINDO DI KELURAHAN SUKA MAJU KECAMATAN MEDAN JOHOR SUMATERA UTARA Dara Aisyah; M. Sontang Sihotang
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.912 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17528

Abstract

Model Kewirausahaan Sosial merupakan konsep kewirausahaan (entrepreneurship) yang mengutamakan kegiatan sosial dengan memberdayakan masyarakat yang berada di lingkungan sekitar kita. Keterlibatan Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM) menjadi bagian dari Social- entrepreneurship, untuk mendukung program pembangunan sosial ekonomi masyarakat. Guna mendukung program tersebut, Universitas Sumatera Utara melalui program pengabdian masyarakat (Abdimas) bersama mitra CV. Canthing Kreasindo melakukan program kewirausahaan sosial pengadaan air berkalori hasil inovasi pemanfaatan limbah pesisir menjadi produk kalsium organik yang diaplikasikan menjadi air berkalori. Pendekatan rekayasa sosial (social engineering) dilakukan untuk aplikasi kinerja program dalam meningkatkan taraf sosial ekonomi mitra serta warga di lingkungan Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, Sumatera Utara. Sebenarnya mitra belum pernah terlibat dalam kegiatan inovasi, namun setelah program Abdimas dilakukan, mitra dapat melaksanakan kegiatan kewirausahaan sosial inovasi produk kalsium organik, kepada warga Kelurahan di lingkungan mitra. Tujuan pengabdian masyarakat dilakukan untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi agar mitra UMKM dapat menjadi bagian dari social entrepreneuship berbasis inovasi produk limbah pesisir. Metode pengabdian dilakukan secara knowledge sharing melalui literasi, FGD (Focus Group Discussion), pelatihan, briefing dan pendampingan, guna mewujudkan kinerja program kepada mitra di lingkungan Kelurahan Suka Maju. Pelaksanaan Abdimas kepada mitra sebelumnya juga sudah melalui observasi, serta wawancara. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan keseriusan mitra dalam membantu program pemerintah daerah guna antisipasi penyebaran Covid’19. Tim Abdimas membantu pendampingan sepenuhnya kepada mitra khususnya pengadaan air berkalori, untuk warga, serta mendampingi mitra sebagai event organizer kegiatan sosialisasi inovasi produk kepada warga Kelurahan Suka Maju. Mitra sudah memiliki konsep ide maupun kreatifitas dalam mengembangkan usaha inovasi baik dari segi promosi maupun packaging produk, hal ini terlihat dari inovasi produk yang dikembangkan. Pada dasarnya komunitas UMKM inovasi binaan tim Abdimas USU mendukung keberadaan kewirausahaan sosial berbasis kalsium organik, guna mendukung Program Pemda (Pemerintah Daerah) dalam mengantisipasi penularan Pandemi Covid’19 di Kotamadya Medan, yang telah ditetapkan sebagai kawasan zona merah. Keberhasilan dan keberlangsungan program kewirausahaan sosial harus di dukung keterlibatan pemerintah, pengusaha, masyarakat melalui pendampingan secara berkelanjutan dengan dukungan kebijakan yang berpihak kepada UMKM.
PENINGKATAN KOMPETENSI MENGAJAR DOSEN MELALUI APLIKASI THINGLINK DI FAKULTAS BAHASA DAN BUDAYA UNIVERSITAS DHARMA PERSADA Fetty Poerwita Sary; Nidya Dudija; Adhi Prasetio
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.446 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18559

Abstract

Pandemi covid-19 yang dimulai sejak awal tahun 2020, telah mendorong sistem Pendidikan untuk melakukan penyesuaian dalam proses belajar mengajar. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 4 tahun 2020 menghimbau agar institusi Pendidikan harus melakukan physical distancing (menjaga jarak) diantara masyarakat, menjauhi aktivitas dalam segala bentuk kerumunan, perkumpulan, dan menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak orang. Aturan ini dikeluarkan agar penyebaran covid-19 dapat dikendalikan. Oleh karena itu interaksi pun dibatasi dengan cara tidak melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka melainkan diganti dengan cara meliburkan murid dari level Pendidikan dasar, menengah sampai tinggi. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diganti dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring), Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Belajar Dari Rumah (BDR). Dikarenakan kondisi tersebut, mau tidak mau dosen harus mengembangkan kemampuan dalam bidang teknologi pembelajaran. Mereka ditantang untuk mampu membuat dan merancang pembelajaran yang menarik dan diminati oleh siswanya. Mengajar dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran online yang ditawarkan terkadang cukup membingungkan karena tidak semua dosen memiliki kemampuan yang mumpuni untuk mempelajari dan menggunakan berbagai media tersebut, bahkan masih awam bagi sebagian orang. Padahal, media pembelajaran atau learning media/ platform ini amat sangat menarik apabila digunakan untuk membantu para dosen dalam menyampaikan materi ajarnya. Oleh karena itu, kegiatan engabdian masyarakat (abdimas) ini berupa pemberian pelatihan aplikasi Thinglink. Pemilihan media thinglink ini sesuai dengan kebutuhan para dosen di Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas Dharma Persada (Unsada) yang banyak mengajar materi bahasa dan budaya. Melalui aplikasi Thinglink ini, dosen dapat membuat materi sekaligus dengan penjelasan secara interaktif melalui video, gambar, suara, atau lainnya. Selain itu, dosen bisa menyematkan link google form atau wordwall.net sebagai bahan evaluasi ajar untuk mahasiswa. Abdimas ini dilaksanakan secara online dan diikuti oleh 20 dosen. Dari kegiatan abdimas ini, 16,6% peserta setuju dan 83,4% peserta sangat setuju bahwa instruktur sangat menguasai materi, materi sangat menarik, penjelasan mudah dipahami, instruktur ramah dan bersemangat dalam menjelaskan. Para peserta juga menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat, harus dilakukan secara rutin, dan berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan lagi di kemudian hari untuk tema berbeda yang dapat meningkatkan kompetensi mengajar pada dosen di Unsada. Adapun implikasi dari pelatihan ini adalah dosen menggunakan aplikasi Thinglink dalam pembelajaran. .Kata Kunci: Thinglink, Kompetensi Mengajar 
Pentingnya Pemahaman Videografi dan Sinematografi dalam Pembuatan Konten Audio Visual untuk Menunjang Era 4.0 Rizca Haqqu; Dimas Satrio Wijaksono; Dhafin Hafizh Rafiandi
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.046 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18662

Abstract

Berkembangnya teknologi di era 4.0 khususnya perkembangan multimedia sekarang semakin pesat. Multimedia merupakan hal yang berperan penting dalam penyediaan layanan informasi secara instan dan mudah sekaligus menghasilkan konten hiburan yang menarik dan informatif. Besarnya peran media tidak dapat terlepas dari kehidupan bermasyarakat. Salah satu produk multimedia yang paling diminati ialah perkembangan video dan film. Aspek perkembangan video memiliki beragam infromasi konten yang berhubungan dengan industri. Dari umur anak-anak hingga orang tua, mereka berlomba lomba menyalurkan kreativitas, bakat, dan minatnya dalam memproduksi sebuah konten audio visual. Akan tetapi masih banyaknya masyarakat awam yang belum memahami betul kaidah-kaidah sinematografi dan videografi dalam pembuatan konten audio visual, terkadang membuat hasil konten yang dibuat cenderung asal-asalan atau tidak profesional. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan transfer ilmu kepada generasi anak muda. SMA Cendikia Muda Bandung dipilih sebagai tempat dilaksanakan pengabdian masyarakat dikarenakan keterkaitan antara ektrakulikuler unggulan sekolah dengan materi pengabdian masyarakat tentang bagaimana cara membuat sebuah konten yang menarik seseuai kaidah yang benar. Dengan pelatihan ini, diharapkan peserta mampu meningkatkan kualitas konten video mereka sehingga dapat digunakan sebagai bekal ilmu yang dapat dipraktikan langsung dan berguna untuk masyarakat serta dapat menciptakan peluang usaha pada ranah industri audio visual.Kata Kunci : Pengabdian Masyarakat, Videografi, Sinematografi, Audio Visual
REVITALISASI PENAMPUNGAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH RAMAH LINGKUNGAN ( STUDI PADA DESA CITEUREUP RW 8 KEC.BOJONGSOANG) Agus Kusnayat; Tri Widarmanti; Dino Caesaron; Kemas Muslim Lhaksmana; Murman Dwi Praseti; Denny Darlis; Dida Diah Damayanti
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.344 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17518

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah yang selalu dihadapi oleh masyarakat, melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan masyarakat sasar warga RW 8 Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Tim PkM yang merupakan gabungan dari 4 fakultas di Universitas Telkom, melakukan kegiatan Tahap 1 revitalisasi penampungan dan pengolahan sampah ramah lingkungan, melalui perbaikan infrastruktur sipil (perbaikan landasan mesin), sanitasi (pengaturan pembuangan air) dan kelistrikan (untuk mendukung fungsional mesin), respon masyarakat sasar terhadap kegiatan ini sangat baik 97% menyatakan kegiatan ini bermanfaat. Pengabdian kepada masyarakat tahap 1 ini merupakan awal dari optimalisasi TPS3R menuju penampungan dan pengolahan sampah yang berdaya ekonomi dengan pemanfaatan sampah organik untuk budidaya maggot, ikan lele dan tanaman hidroponik, pemanfaatan sampah anorganik melalui pemilahan sampah yang bisa dijual kembali.
PERBAIKAN BAK PENAMPUNGAN DAN SISTEM PENDISTRIBUSIAN AIR DI KOMPLEK VILA BANDUNG INDAH (VBI) KAB.BANDUNG Agus Kusnayat; Tri Widarmanti; Deni Sukma Eka Atmaja; Rino Andias Anugraha
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.923 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i1.18425

Abstract

PELATIHAN ROBOT AUTOMASI BAGI KARYAWAN GALAMEDIA UNTUK MENDUKUNG MEDIA CETAK DAN ELEKTRONIK MENGHADAPI INDUSTRI 4.0 Budi Prasetya; Dharu Arseno; Kris Sujatmoko
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.136 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i1.18448

Abstract

SOSIALISASI DESA DIGITAL DAN PENGEMBANGAN BUMDES MELALUI ARSITEKTUR INFRASTRUKTUR DAN SISTEM INFORMASI YANG TERINTEGRASI DENGAN PEMERINTAH DAERAH DI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MALANG Koenta Adji Koerniawan; Dedik Nur Triyanto
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.905 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18548

Abstract

Jaringan informasi dan komunikasi data di Kabupaten Malang tidak terintegrasi dengan baik. Di tingkat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membangun sistem sendiri, tanpa koordinasi. Di desa, dengan memanfaatkan dana desa (DD), Pemerintahan Desa berinvestasi membangun teknologi informasi sendiri. Mereka berharap dapat memberikan pelayanan kepada penduduk desa secara cepat, tepat dan akurat. Namun, faktanya hingga saat ini layanan KTP, KK, akte kelahiran, akte kematian, perlu waktu lama untuk pelayanannya. Data penduduk miskin, data ekonomi, pertanian, monitoring usaha BumDes, dsb., tidak dapat diakses dengan mudah dan akurat. Desa digital tidak terwujud, Bumdes tidak berkembang. Sistem tidak dibangun berdasarkan azaz kepentingan dan manfaat bersama. Tidak ada perencanaan infastruktur sistem informasi yang memadai, dan terintegrasi. Tujuan kegiatan abdimas melakukan sosialisasi kepada kelompok masyarakat yaitu pengurus dan anggota asosiasi Kepala Desa, Camat, Paguyuban Bumdes, beserta pejabat Kepala Dinas terkait seperti Kominfo, DPMD, Dispendukcapil, DPMPTSP. Dengan dukungan dari divisi IT Network Solution PT. Telkom Indonesia Tbk., aspek teknis yang disosialisasikan dalam membangun kembali arsitektur infrastruktur sistem informasi guna mengintegrasikan sistem informasi adalah menggunakan pendekatan DBMS (Data Base Management System). Sosialisasi desa digital diikuti 378 Kepala Daerah, 12 Kelurahan, 200 Bumdes, 33 Camat, dan Kepala Dinas terkait di Kabupaten Malang. Hasil pelaksanaan sosialisasi, Kepala Daerah menyetujui pelaksanaan pilot project di 6 desa dan membentuk tim kecil untuk memantau kegiatan integrasi sistem desa digital yang difasilitasi PT.Telkom Tbk.. Implikasi kegiatan abdimas adalah dapat memberikan solusi berupa kebijakan daerah guna terwujudnya desa digital yang terintegrasi.Kata Kunci: Desa Digital, Integrasi Sistem dan Data, DBMS, Sistem Informasi, Bumdes

Page 7 of 15 | Total Record : 147