cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 542 Documents
Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) Umi Fania Julianti; Sofia Afritasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1489

Abstract

Kekurangan Energi kronis (KEK) merupakan masalah yang sering dialami pada remaja putri disebabkan kekurangan gizi makro yang menahun sehingga dapat menimbulkan adanya gangguan kesehatan dan memiliki resiko jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas remaja putri ke depannya. Pentingnya pengetahuan yang baik tentang KEK agar dapat mencegah terjadinya kondisi tersebut terjadi pada usia remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kejadian KEK pada remaja putri di SMPN 1 Tekarang Tahun 2026. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional sedangkan pendekatan waktu menggunakan cross sectional. Waktu penelitian ini dilakukan pada Januari sampai dengan Juni 2026 dengan pengumpulan data pada tanggal 12 Juni 2026. Sampel dalam penelitian ini adalah siswi di SMPN 1 Tekarang berjumlah 117 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi square dengan program SPSS. Hasil analisa bivariat dengan nilai ρ value =.0,000 (ρ value < 0,05). Hal ini menunjukkan Ha diterima maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan remaja putri dengan kejadian KEK di SMPN 1 Tekarang Tahun 2026.
Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Haid Remaja Putri Di Panti Asuhan X Raudhatul Jannah; Agnes Fridolin; Elisa Oktaviani Dewi Anggraeni; Tri Yana Ayani; Tiara
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1491

Abstract

Latar Belakang: Nyeri haid terjadi akibat peningkatan produksi prostaglandin yang menyebabkan kontraksi uterus berlebihan sehingga menimbulkan rasa nyeri pada perut bagian bawah. Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin, sedangkan asam jawa mengandung flavonoid dan antosianin yang berperan sebagai antioksidan dan membantu mengurangi rasa nyeri. Panti Asuhan X Banjarbaru merupakan salah satu lembaga sosial yang menaungi remaja putri yang telah mengalami menstruasi dan masih ditemukan remaja putri yang mengalami nyeri haid sehingga mengganggu aktivitas. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian kunyit asam terhadap penurunan tingkat nyeri haid pada remaja putri di Panti Asuhan X Banjarbaru. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental Design menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah 20 remaja putri. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Paired T-Test. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa nilai signifikansi p=0,000 (0< 0,05), yang artinya pemberian kunyit asam secara statistik efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri.  Kesimpulan: Pemberian kunyit asam terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nyeri haid pada remaja putri di Panti Asuhan X Banjarbaru. Kunyit asam dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis yang aman, mudah diperoleh, dan ekonomis untuk membantu mengurangi dismenore pada remaja putri.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audio-Visual Terhadap Pengetahuan BSE Remaja Putri SMKN 2 Kediri Deffania Putri Ramadhani; Eny Sendra; Dwi Estuning Rahayu; Indah Rahmaningtyas
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1498

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang paling sering terjadi pada wanita dan dapat dideteksi sejak dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (Breast Self-Examination/BSE). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap pengetahuan BSE pada remaja putri di SMKN 2 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Sebanyak 50 responden dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Pengetahuan responden meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media audiovisual. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan BSE pada remaja putri dan berpotensi menjadi media edukasi yang efektif untuk mendukung deteksi dini kanker payudara.
Konstruksi Motivasi Fungsional dan Estetika dalam Pengambilan Keputusan Perawatan Ortodontik: Studi Sosiokultural pada Masyarakat Sumatera Barat Fuccy Utamy Syafitri; Amin Akbar; Muhammad Noufal
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1499

Abstract

Perawatan ortodonti kini tidak hanya menjadi kebutuhan medis, tetapi juga bagian dari konstruksi estetika diri yang dipengaruhi oleh faktor psikososial dan gender. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan urgensi gender dalam melakukan pengambilan keputusan untuk melakukan perawatan ortodonti. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang bertujuan mengeksplorasi dan mengungkap esensi pengalaman partisipan terkait fenomena yang dialami secara langsung dalam konteks kehidupan mereka. Sebanyak 20 orang turut berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian ini yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat cara pandang dan motif seseorang melakukan perawatan ortodonti, dimana perempuan menjalani perawatan ortodonti, yang sebagian besar bukan karena masalah fungsional pada gigi, tetapi karena alasan estetika yang dan berujung pada kepercayaan diri. Sebaliknya, laki-laki lebih banyak terdorong melakukan pemasangan behel karena kebutuhan fungsional dan profesional, seperti tuntutan pekerjaan atau adanya malfungsi oral. Peningkatan kepercayaan diri setelah pemasangan behel secara signifikan dirasakan oleh perempuan, bahkan turut berdampak pada aspek relasional dan sosial. Perbedaan ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap kebutuhan ortodonti tidak hanya bersifat klinis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan psikologis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam memahami perilaku kesehatan gigi berbasis gender.
Analisis Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Rika Amelia; Titi Agni Hutahaen; Sebilah Sabil Noer; Ria Indah Ria Indah Kusuma Pitaloka
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1501

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan penurunan fungsi ginjal progresif selama ≥3 bulan yang ditandai kerusakan struktur atau fungsi ginjal maupun penurunan laju filtrasi glomerulus (eGFR) <60 mL/menit/1,73 m². Hipertensi berperan sebagai komorbid sekaligus komplikasi GGK. Penanganan hipertensi pada pasien GGK memerlukan berbagai obat antihipertensi dan obat lain sehingga penggunaan obat secara bersamaan (polifarmasi) meningkatkan risiko interaksi obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi obat antihipertensi berdasarkan pola peresepan pada pasien GGK di instalasi rawat inap RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo. Data diperoleh secara retrospektif dari rekam medis pasien periode Oktober–Desember 2025 yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan 63 pasien mengalami interaksi obat, sedangkan 7 pasien tidak. Interaksi yang ditemukan terdiri atas 85 kejadian farmakodinamik dan 23 kejadian farmakokinetik. Berdasarkan tingkat keparahan, terdapat 4 interaksi minor, 100 interaksi moderat, dan 4 interaksi mayor. Disimpulkan bahwa interaksi obat antihipertensi pada pasien GGK rawat inap didominasi interaksi moderate dengan mekanisme farmakodinamik. Kombinasi furosemid dan omeprazol merupakan interaksi yang paling sering ditemukan, sehingga diperlukan pemantauan terapi yang optimal untuk mencegah dampak klinis yang merugikan.
Hubungan Rasionalitas Antihipertensi Kombinasi Candesartan-Amlodipine Dengan Outcome Klinis di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Tika Roro Anti; Titi Agni Hutahaen; Sebilah Sabil Noer; Atika Nirmala
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1502

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg. Salah satu terapi farmakologis yang direkomendasikan adalah kombinasi candesartan dan amlodipine karena efektif menurunkan tekanan darah melalui mekanisme kerja yang saling melengkapi. Penggunaan antihipertensi harus memenuhi prinsip penggunaan obat rasional berdasarkan kriteria 5T, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat waktu pemberian untuk mencapai outcome klinis yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan kombinasi candesartan dan amlodipine serta hubungannya dengan outcome klinis tekanan darah. Metode: Penelitian retrospektif ini menggunakan data rekam medis 75 pasien hipertensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher exact test. Hasil: Rasionalitas penggunaan kombinasi candesartan dan amlodipine di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo menunjukkan ketepatan pasien, indikasi, dan obat sebesar 100,00%, ketepatan dosis 98,67%, serta ketepatan interval waktu 97,33%. Outcome klinis menunjukkan 78,67% pasien mencapai target tekanan darah, sedangkan 21,33% tidak mencapainya. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai Fisher’s Exact Test sebesar 0,043 (p<0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara rasionalitas penggunaan obat dan outcome klinis pasien. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas penggunaan antihipertensi kombinasi candesartan dan amlodipine dengan outcome klinis pasien hipertensi.
Hubungan Night Eating Syndrome (NES) dengan Stabilitas Kadar Gula Darah pada Lansia Diabetes Mellitus Rida Suriani; Reli Permata Sari; Candra Syah Putra
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1521

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kondisi ini adalah Night Eating Syndrome (NES), yaitu pola makan berlebihan pada malam hari yang dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik. Lansia menjadi kelompok yang rentan mengalami diabetes mellitus akibat penurunan fungsi metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Night Eating Syndrome (NES) dengan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Sitiung 1 tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan populasi seluruh pasien lanjut usia Diabetes Mellitus yang berjumlah 71 orang, dengan sampel 60 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami Night Eating Syndrome (71,7%) dan kadar gula darah stabil (70%). Terdapat hubungan yang signifikan antara NES dan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes Mellitus dengan nilai p 0,000 (p<0,05). Diharapkan kepada pihak Puskesmas Sitiung I dapat lebih meningkatkan upaya pencegahan diabetes mellitus melalui identifikasi perilaku Night Eating Sindrom (NES) sebagai salah satu faktor yang menentukan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes mellitus.
Pengaruh Masker Aloe Vera Terhadap Acne Vulgaris Pada Remaja Putri Di SMP Muhammadiyah 1 Babat Lamongan Hesti Shofiyyah Oktafiani; Sulistiyowati Sulistiyowati; Lilin Turlina; Ponco Indah Arista Sari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1526

Abstract

Acne vulgaris merupakan masalah kulit yang sering terjadi pada remaja putri akibat bakteri cutibacterium acnes ditandai dengan komedo, papula, pustula, nodul. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah masker aloe vera yang memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masker aloe vera terhadap acne vulgaris pada remaja putri. Menggunakan desain penelitian pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-postest design. Seluruh remaja putri yang mengalami acne vulgaris sebanyak 25 dengan sampel 24 yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen adalah masker aloe vera dan variabel dependen adalah acne vulgaris. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi yang dianalisis dengan uji wilcoxon sebelum dan sesudah pemberian masker aloe vera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian masker aloe vera 14 remaja putri (58,3%) mengalami acne vulgaris tingkat ringan, sedangkan setelah perlakuan jumlah remaja putri yang berada pada kategori ringan meningkat menjadi 22 orang (91,7%). Dari hasil uji statistik Wilcoxon didapatkan hasil p=0,003, sehingga p <0,05 yang berarti H₀ ditolak H₁ diterima membuktikan ada pengaruh pemberian masker aloe vera terhadap acne vulgaris. Masker aloe vera bisa menjadi salah satu pilihan alternatif terapi non-farmakologis yang aman, alami, dan mudah didapat untuk merawat kulit yang mengalami acne vulgaris pada remaja putri.
Hubungan Risiko Ergonomi Dengan Kelelahan Kerja Pada Petugas Administrasi Di (RSD) Idaman Kota Banjarbaru Tahun 2026 Muhammad Risky Mulyawan; Rusdi Rusdi; Asni Hasaini
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1528

Abstract

Petugas administrasi rumah sakit memiliki aktivitas kerja yang didominasi oleh posisi duduk statis dan penggunaan komputer dalam waktu lama sehingga berisiko mengalami gangguan ergonomi dan kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan risiko ergonomi dengan kelelahan kerja pada petugas administrasi di (RSD) Idaman Kota Banjarbaru Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 87 petugas administrasi, dengan sampel sebanyak 72 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner risiko ergonomi dan kelelahan kerja, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki risiko ergonomi kategori baik sebanyak 63 responden (87,5%), sedangkan kelelahan kerja kategori tinggi dialami oleh 54 responden (75,0%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi (r) = 0,471 yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang antara risiko ergonomi dan kelelahan kerja. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara risiko ergonomi dengan kelelahan kerja pada petugas administrasi di (RSD) Idaman Kota Banjarbaru. Penerapan prinsip ergonomi perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk mengurangi risiko kelelahan kerja.
Pengaruh Bleaching dan Enkapsulasi Terhadap Karakteristik Fisik Krim Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus L.) Siti Munawaroh; Akhmad Al-Bari; Abdul Basith
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1539

Abstract

Krim merupakan sediaan topikal yang dapat mengantarkan zat aktif ke lapisan kulit dan memberikan kenyamanan saat digunakan. Daun tapak dara (Catharanthus roseus L.) mengandung berbagai senyawa antara lain flavonoid, alkaloid, tanin, dan fenolik yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perlakuan bleaching dan enkapsulasi terhadap karakteristik fisik krim ekstrak daun tapak dara. Ekstrak diperoleh menggunakan metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE), kemudian dilakukan proses bleaching menggunakan arang aktif dan enkapsulasi berbasis karboksimetil kitosan sebelum diformulasikan menjadi krim. Karakterisasi enkapsulat menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) menunjukkan ukuran partikel rata-rata sebesar 1556,4 nm. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas, kemudian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan krim. Perlakuan bleaching dan enkapsulasi memberikan pengaruh signifikan terhadap daya sebar, daya lekat, dan viskositas (p<0,05). Formulasi F3 menunjukkan karakteristik fisik terbaik dibandingkan formulasi lainnya. Dengan demikian, perlakuan bleaching dan enkapsulasi memengaruhi mutu fisik krim ekstrak daun tapak dara, meskipun ukuran partikel hasil enkapsulasi masih berada di atas rentang nanopartikel.