cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 542 Documents
Analisisi Hubungan Penerapan PHBS Terhadap Status Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bangetayu Maria Ulfa; Riyadhotul Jannah; Eko Prasetyo
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1405

Abstract

Diare merupakan pemicu utama mortalitas balita. Peran pengasuh sangat penting dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk meminimalisasi risiko penularan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penerapan PHBS terhadap status kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain case control. Sampel terdiri dari 38 kelompok kasus dan 38 kelompok kontrol yang dipilih melalui teknik purposive random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan penerapan PHBS kurang sebanyak 36 orang (47,4%) lebih kecil dibandingkan dengan PHBS baik sebanyak 40 orang (52,6%). Balita yang mengalami diare berjumlah 38 anak (50%), mayoritas berusia 1–3 tahun (44,7%). Hasil analisis bivariat diperoleh nilai p-value 0,000 (< 0,05). Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan PHBS dengan status kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu.
Rancangan Program Kesehatan Kerja Berdasarkan Analisis Ergonomi pada Pekerja Pengelasan Di PT. XYZ Feiyi Ruth Helena Simbolon; Hamy Afidah Talin; Maura Cahya Cantika Putri; Nico Linggi Pongmasangka
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1410

Abstract

Pekerjaan pengelasan merupakan salah satu aktivitas kerja dengan risiko ergonomi tinggi akibat postur kerja tidak ergonomis, gerakan berulang, dan durasi kerja yang panjang sehingga berpotensi menyebabkan Musculoskeletal disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat risiko ergonomi, mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal pekerja, serta merancang program kesehatan kerja berbasis ergonomi pada pekerja pengelasan di PT. XYZ. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak tujuh pekerja pengelasan. Penilaian risiko postur kerja dilakukan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA), sedangkan keluhan muskuloskeletal diukur menggunakan kuesioner GOTRAK berdasarkan SNI 9011:2021. Hasil penilaian menunjukkan bahwa aktivitas pengelasan duduk membungkuk memperoleh skor RULA 7 dan REBA 10, sedangkan aktivitas pengelasan posisi jongkok/menunduk memperoleh skor RULA 6 dan REBA 9, yang keduanya termasuk kategori risiko tinggi. Survei GOTRAK menunjukkan keluhan dominan pada punggung atas, punggung bawah, leher, bahu, dan lutut. Analisis HIRADC mengidentifikasi enam bahaya ergonomi dengan postur membungkuk ekstrem sebagai risiko tertinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang program kesehatan kerja yang meliputi rekayasa workstation, pelatihan ergonomi, pengaturan rotasi kerja dan microbreak, surveilans kesehatan berkala, program penguatan fisik, serta monitoring dan evaluasi program. Program yang dirancang diharapkan mampu mengurangi risiko MSDs dan meningkatkan kesehatan serta produktivitas pekerja pengelasan.
Analisis Pajanan Kebisingan dan Pengendalian Risiko PAK pada Engine Run-Up di Run Up Bay PT X Dicky Ramadan; Arazs Al Wassiy; Yessy Nursya’bani Muzdhalifah; Nico Linggi Pongmasangka
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1411

Abstract

Aktivitas engine run-up pada industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) menghasilkan kebisingan berintensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pajanan kebisingan pada aktivitas engine run-up di Run Up Bay PT X, mengidentifikasi dampak kesehatan, serta mengevaluasi pengendalian risiko berdasarkan hierarchy of control. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari hasil pengukuran kebisingan menggunakan sound level meter, observasi lapangan, dan informasi dari tim Health, Safety, and Environment (HSE). Hasil penelitian menunjukkan intensitas kebisingan mencapai 102 dBA, melebihi Nilai Ambang Batas 85 dBA untuk 8 jam kerja sesuai Permenaker No. 5 Tahun 2018. Setiap sesi engine run-up berlangsung 30 menit, sedangkan batas pajanan aman pada intensitas tersebut hanya sekitar 9,45 menit per hari kerja. Pajanan ini berpotensi menyebabkan Noise Induced Hearing Loss, tinnitus, gangguan komunikasi, stres kerja, dan gangguan tidur. PT X telah menerapkan pengendalian administratif, penggunaan alat pelindung pendengaran, dan program kesehatan kerja, namun pengendalian rekayasa teknik masih perlu ditingkatkan. Diperlukan penguatan pengendalian rekayasa, pengawasan kepatuhan APD, dan pemantauan audiometri berkala untuk menekan risiko kesehatan pekerja.
Evaluasi Implementasi Program Kesehatan Kerja pada Area Workshop dan Perkantoran di PT X Reza Maria Nainggolan; Muhammad Jenar Susanto; Nico Linggi Pongmasangka
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1413

Abstract

Program kesehatan kerja merupakan kewajiban perusahaan untuk melindungi dan meningkatkan derajat kesehatan pekerja sesuai dengan ketentuan PP No. 28 Tahun 2024 dan Permenaker No. 5 Tahun 2018. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi program kesehatan kerja pada perusahaan layanan pemeliharaan ketenagalistrikan di Jakarta Timur. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan pekerja, serta telaah data sekunder hasil pengukuran lingkungan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di Workshop 1 sebesar 77,6 dBA dan Workshop 2 sebesar 74,9 dBA, masih berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA. Namun, nilai Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) di Workshop 1 sebesar 28,7°C, Workshop 2 sebesar 29,2°C, dan Workshop 3 sebesar 29,2°C melebihi NAB untuk pekerjaan sedang. Penilaian ergonomi pada staf produksi menunjukkan tingkat risiko rendah dengan skor 2 berdasarkan SNI 9011:2021, tetapi observasi lapangan menemukan postur kerja janggal pada pekerja las serta penggunaan APD yang belum memadai di area coating. Program kesehatan kerja telah diterapkan melalui berbagai kegiatan promotif dan preventif, namun pelaksanaannya belum optimal sehingga diperlukan penguatan pengendalian bahaya spesifik, penerapan ergonomi kerja, dan kepatuhan penggunaan APD.
Gambaran Intensitas Kebisingan Sebagai Faktor Risiko Gangguan Pendengaran Pekerja PT X Farmasi Di Jakarta Darunnafisah; Angela Sihotang; Nico Pongmasangka
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1416

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu faktor fisik di lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pendengaran pada pekerja. Industri farmasi memiliki potensi pajanan kebisingan karena penggunaan mesin produksi dan utilitas yang beroperasi secara mekanis. Penelitian ini bertujuan menggambarkan intensitas kebisingan pada area kerja PT X Farmasi, mengidentifikasi area yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB), serta menyusun rancangan program kesehatan kerja berdasarkan hasil pengukuran kebisingan. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Data diperoleh melalui pengukuran kebisingan pada 11 titik area kerja menggunakan metode SNI 7231:2009 dan Sound Level Meter Svantek SV 971, serta didukung observasi, wawancara HSE, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 11 titik pengukuran memiliki intensitas kebisingan melebihi NAB 85 dBA, yaitu Ruang Tablet 2 32P113, Ruang Primary Packaging, Ruang Kompresor, Ruang Grinding, dan Ruang Genset. Tingkat kebisingan tertinggi terdapat pada Ruang Genset (98,1 dBA), diikuti Ruang Grinding (90,4 dBA) dan Ruang Kompresor (87,5 dBA). Penilaian risiko menunjukkan Ruang Genset memiliki risiko awal sangat tinggi, sedangkan area lainnya berada pada kategori tinggi hingga rendah. Penelitian menyimpulkan bahwa beberapa area kerja PT X Farmasi memiliki potensi pajanan kebisingan tinggi sehingga perlu menjadi prioritas dalam program kesehatan kerja.
Optimalisasi Pengetahuan Keluarga Tentang Hand Hygiene Di Ruang Rawat Inap Dewi Kusumaningsih; Beatrick Rosali Nasta; Rudi Winarno
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1420

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat yang berisiko terjadinya penularan infeksi. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah penerapan hand hygiene untuk mengurangi jumlah mikroorganisme dan mencegah transmisi silang. Berdasarkan hasil pre-survey terhadap 10 keluarga pasien, sebanyak 70% memiliki pengetahuan kurang dan 30% memiliki pengetahuan baik mengenai hand hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan keluarga pasien dalam melakukan hand hygiene. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel berjumlah 20 responden, dengan analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,0001 (p < 0,05), yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi. Kesimpulannya, edukasi hand hygiene berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan keluarga pasien sehingga dapat mendukung upaya pencegahan infeksi di rumah sakit.
Analisis Bentuk Pemborosan Pada Manajemen Logistik Medis Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Surabaya Diva Faradiba; Afif Kurniawan; Yura Witsqa Firmansyah; Firnanda Erindia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1430

Abstract

Manajemen logistik medis berperan penting dalam menjamin ketersediaan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai di rumah sakit. Pengelolaan logistik yang belum optimal dapat menimbulkan pemborosan (waste) sehingga menurunkan efisiensi operasional dan mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk pemborosan pada manajemen logistik medis di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Surabaya menggunakan pendekatan Lean Hospital berdasarkan konsep Seven Wastes. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih secara purposive sebanyak lima orang yang terlibat dalam pengelolaan logistik medis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan beberapa telaah dokumen, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan manajemen logistik medis telah berjalan sesuai prosedur. Namun, masih ditemukan pemborosan berupa waiting, overprocessing, dan motion. Waste waiting terjadi akibat keterlambatan pengadaan dan distribusi dari distributor, overprocessing disebabkan pencatatan serta pemeriksaan yang dilakukan berulang, sedangkan motion muncul karena pergerakan petugas yang belum efisien. Sementara itu, overproduction, transportation, inventory, dan defect tidak ditemukan sebagai masalah yang signifikan. Disimpulkan bahwa penerapan Lean Hospital mampu mengidentifikasi pemborosan sebagai dasar perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan efisiensi manajemen logistik medis.
Hubungan Beban Kerja Dengan Kinerja Pada Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) Di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari Surabaya Nevia Rahma Putri; Dwi Yuniar Ramadhani; Novita Fajriyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1431

Abstract

Pendahuluan: Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan salah satu bentuk transformasi digital di rumah sakit yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dalam penerapannya, perubahan sistem kerja dari manual ke elektronik dapat memengaruhi beban kerja petugas sehingga berpotensi berdampak pada kinerja dalam menjalankan tugas. Tujuan: Mengidentifikasi Hubungan Beban Kerja Dengan Kinerja Pada Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari Surabaya. Metode: Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari Surabaya dengan sampel sebanyak 43 responden yang terdiri dari petugas rekam medis, perawat poli rawat jalan, dan perawat IGD menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner beban kerja dan kinerja, sedangkan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Mayoritas responden memiliki beban kerja rendah dan kinerja tinggi. Uji Spearman Rank menghasilkan nilai p-value sebesar 0,02 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,455, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan sedang (cukup kuat). Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki tingkat beban kerja rendah (65,1%) dan kinerja tinggi (55,8%) pada implementasi RME. Terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan sedang (cukup kuat) antara beban kerja dan kinerja pada implementasi RME di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari Surabaya (p-value = 0,02; r = 0,455).
Pengaruh Edukasi Diet Rendah Garam terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi di Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo Erwin Purwanto; Nurdiana Djamaluddin; Nirwanto K. Rahim; Maryadi Maryadi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1442

Abstract

Hipertensi masih menjadi tantangan kesehatan global yang besar, dimana salah satu akar masalahnya yakni rendahnya pengetahuan pasien mengenai manajemen nutrisi berupa pembatasan asupan garam (natrium). Pengelolaan diet rendah garam sebagai strategi non-farmakologis untuk mengendalikan tekanan darah, karena konsumsi garam yang berlebih merupakan faktor utama yang dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi diet rendah garam terhadap tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Limboto, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan rancangan one group pre-test post-test pada 64 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa edukasi menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan media leaflet selama 60 menit. Pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner sebanyak 20 item pertanyaan, kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan pre-test sebesar 58,75 meningkat menjadi 84,63 rata-rata skor pengetahuan post-test, dengan proporsi responden dengan kategori pengetahuan baik dari 20,31% menjadi 76,56% setelah intervensi dengan hasil uji statistik diperoleh p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi diet rendah garam secara terstruktur memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi. Intervensi keperawatan ini terbukti efektif digunakan sebagai upaya promotif dan preventif pada pelayanan kesehatan primer.
Evaluasi Kejadian Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Pagelaran Kabupaten Pringsewu Yoga Pratama Iskandar; Martianus Perangin Angin; Gusti Ayu Rai Saputri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1445

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengobatan menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) berlangsung dalam waktu lama dan berpotensi menimbulkan efek samping yang memengaruhi kepatuhan serta keberhasilan terapi. Tujuan: Mengevaluasi kejadian efek samping OAT pada pasien TB di Rawat Jalan Puskesmas Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 50 pasien TB yang memenuhi kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan lembar checklist dan kuesioner Naranjo, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Efek samping yang paling sering ditemukan yaitu perubahan warna urin menjadi kemerahan (32,43%), nyeri sendi (12,16%), pusing (10,81%), mual muntah (10,81%), dan penurunan nafsu makan (13,51%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia pasien dan kejadian efek samping OAT (p<0,05). Simpulan: Efek samping OAT masih sering terjadi pada pasien TB, dengan perubahan warna urin menjadi kemerahan sebagai efek samping terbanyak. Usia berhubungan signifikan dengan kejadian efek samping sehingga diperlukan pemantauan yang lebih intensif selama pengobatan.