cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 542 Documents
Hubungan Antara Usia Dan Jenis Kelamin Dengan Kesesuaian Penggunaan Antibiotik Pada Pasien ISPA Fadel Hariya Pamungkas; Ade Maria Ulfa; Robby Candra
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1447

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang sering dijumpai di pelayanan kesehatan primer dan kerap diterapi dengan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional berisiko meningkatkan resistensi sehingga perlu dievaluasi kesesuaiannya. Tujuan: Mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Gaya Baru V Kabupaten Lampung Tengah. Metode: Penelitian observasional deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif menggunakan 184 rekam medis pasien ISPA periode September–Desember 2025 yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Kelompok usia dewasa (47,8%) dan laki-laki (53,3%) mendominasi pasien. Influenza merupakan diagnosis terbanyak (84,2%), sedangkan amoksisilin menjadi antibiotik yang paling sering diresepkan (54,9%). Ketidaksesuaian penggunaan antibiotik berdasarkan standar Pharmaceutical Care mencapai 62,5%. Tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin (p=0,939; OR=1,024) maupun usia (p=0,463; OR=0,672) dengan kesesuaian penggunaan antibiotik. Simpulan: Usia dan jenis kelamin tidak berhubungan dengan kesesuaian penggunaan antibiotik. Peningkatan kepatuhan terhadap pedoman penggunaan antibiotik rasional di pelayanan kesehatan primer tetap diperlukan.
Dampak Pemberian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Konsentrasi Belajar Siswa SMPN 1 Temayang Fathir Fathinsa Shihab; Faridha Nurhayati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1452

Abstract

Masa SMP merupakan fase penting perkembangan kognitif yang sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi. Kekurangan gizi pada siswa dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, kelelahan, dan rendahnya partisipasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap konsentrasi belajar siswa SMPN 1 Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen desain One Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 86 siswa kelas 8 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui angket konsentrasi belajar yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Alpha Cronbach ≥ 0,70). Perlakuan diberikan selama 48 hari. Hasil uji statistik deskriptif menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 101,37 (pretest) menjadi 109,40 (posttest). Uji Paired Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulannya, program MBG terbukti berdampak positif terhadap konsentrasi belajar siswa, khususnya pada indikator pemusatan pikiran, perhatian, dan pelaksanaan pembelajaran sesuai tujuan. Program ini direkomendasikan untuk diperluas ke lebih banyak sekolah, terutama di daerah terpencil.
Hubungan Self-Management dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja UPT Puskemas Mantangai, Kalimantan Tengah Sendi Sendi; Musthika Wida Mashitah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1457

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan mandiri (self-management) untuk menjaga kestabilan kadar gula darah dan mencegah komplikasi. Self-management yang baik meliputi pengaturan diet, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, serta pemanfaatan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-management dengan kadar gula darah pasien Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Mantangai, Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Self-management yang diukur menggunakan kuesioner DSMQ (Diabetic Self-Management Questionnaire) dan kadar gula darah diukur berdasarkan gula darah sewaktu menggunakan glukometer. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-management yang buruk, yaitu sebanyak 38 responden (63,3%). Pada kelompok tersebut, sebanyak 23 responden (60,5%) memiliki kadar gula darah tidak terkontrol, sedangkan 15 responden (39,5%) memiliki kadar gula darah terkontrol. Sebaliknya, pada responden dengan self-management yang baik, sebagian besar memiliki kadar gula darah terkontrol, yaitu sebanyak 14 responden (63,6%), sedangkan 8 responden (36,4%) memiliki kadar gula darah tidak terkontrol. Berdasarkan uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-management dengan kadar gula darah (p=0,071; p>0,05). Meskipun secara statistik tidak mununjukkan hubungan yang signifikan, terdapat kecenderungan bahwa semakin baik self-management, semakin baik pula kontrol gula darah.
Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskemas Mantangai, Kalimantan Tengah Eka Fitriani; Musthika Wida Mashitah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1458

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan kepatuhan minum obat secara berkelanjutan untuk mencegah komplikasi. Pengetahuan yang memadai mengenai hipertensi dan pengobatannya berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi sehingga tekanan darah dapat dikendalikan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan cross-sectional. Sebanyak 60 pasien hipertensi dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (60,0%), namun lebih dari separuh memiliki kepatuhan minum obat yang rendah (53,3%). Hasil tabulasi silang menunjukkan 47,2% responden dengan pengetahuan baik memiliki kepatuhan tinggi, sedangkan seluruh responden dengan pengetahuan kurang memiliki kepatuhan rendah. Uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan minum obat (r= 0,543; p<0,001). Pengetahuan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Peningkatan edukasi kesehatan perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kepatuhan terapi dan mendukung pengendalian hipertensi.
ASI Eksklusif sebagai Faktor Dominan Kejadian Diare pada Bayi dan Balita Janatin Aliah; Fitri Yuliana; Dwi Rahmawati; Hairiana Kusvitasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1460

Abstract

Penyakit diare masih termasuk dalam kelompok penyebab utama kematian dan rasa sakit pada anak-anak balita. Berbagai faktor diduga berkontribusi terhadap terjadinya diare termasuk tingkat pengetahuan ibu, sikap ibu, serta bayi yang memperoleh ASI secara eksklusif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap kejadian diare pada bayi dan balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 40 orang dijadikan responden melalui teknik pengambilan sampel total. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan regresi logistik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (45%), sikap positif (55%), namun praktik pemberian ASI eksklusif belum optimal (52,5%). Sebagian besar anak-anak kecil, seperti bayi dan balita, tidak mengalami diare, yaitu sekitar 55%. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap tidak memengaruhi terjadinya diare, tetapi praktik pemberian ASI secara eksklusif terbukti mempengaruhi kejadian diare. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa menyusui secara eksklusif berpengaruh terhadap kejadian diare pada bayi dan anak balita, sehingga upaya pencegahan diare perlu difokuskan pada peningkatan menyusui secara eksklusif.
Efektivitas Intervensi Health-Gamification Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pencegahan HIV/AIDS Pada Mahasiswa STIKES X Di Banjarmasin Rima Diaty; Muhammad Fikri Rayendra; Rifqiannor
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1472

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Virus Immunodeficiency Virus (HIV) terus menjadi persoalan kesehatan publik yang serius dengan adanya jumlah kasus yang signifikan di kalangan anak remaja di Indonesia. Situasi ini meggambarkan bahwa dibutuhkan upaya pencegahan yang menyeluruh melalui metode pendidikan yang lebih kreatif dan interaktif sesuai dengan karakteristik pada generasi muda yaitu salah satu diantaranya adalah melalui pendekatan health-gamification. Strategi ini mengombinasikan elemen permainan kusi digital dalam upaya meningkatkan proses motivasi belajar, partisipasi aktif serta daya ingat pada responden. Tujuan: Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menilai sejauh mana efektivitas intervensi helath-gamification dalam memberikan kualitas pemahaman pengetahuan mahasiswa STIKES X di Banjarmasin dalam pencegahan HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental melalui pendekatan pre-test dan post-test terhadap satu kelompok. Hasil: Berdasarkan data penelitian sebelum dilakukan intervensi yaitu sebagian besar responden (43,8%) berada pada tingkat pengetahuan yang cukup dan setelah intervensi mayoritas responden (75%) menunjukkan peningkatan pengetahuan ke tingkat yang baik yaitu sebesar 31,2%. Kesimpulan: Penelitian ini disimpulkan bahwa terbukti efektif dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan nilai p<0,05 yang artinya metode health-gamication terbukti meningkatkan pengetahuan mahasiswa STIKES X di Banjarmasin mengenai pencegahan HIV/AIDS.
Hubungan Perilaku Merokok dengan Kejadian Hipertensi Wilayah Kerja Puskemas Lamunti, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas Siti Rosaidah; Tien Aminah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1473

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, gagal ginjal, dan kematian, dengan perilaku merokok sebagai salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perilaku merokok dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Lamunti. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 485 penderita hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Lamunti selama tiga bulan sebelum penelitian. Sampel sebanyak 83 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% dan dipilih melalui teknik accidental sampling. Data perilaku merokok dikumpulkan menggunakan kuesioner Brinkman Index, sedangkan kejadian hipertensi diukur melalui pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta dicatat pada lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan sebagian besar responden merupakan perokok ringan (39,8%) dan mayoritas mengalami Hipertensi Stadium 1 (51,8%). Uji Chi-Square memperoleh nilai p = 0,003 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku merokok dan kejadian hipertensi. Petugas kesehatan disarankan meningkatkan edukasi bahaya merokok, pengendalian kebiasaan merokok, serta pemeriksaan tekanan darah berkala untuk mencegah hipertensi dan komplikasinya.
Deteksi Cemaran Bakteri Pada Susu UHT Kemasan Dengan Variasi Merek, Suhu, Dan Waktu Penyimpanan Nadiya Putri; Tiara Dini Harlita; Ganea Qorry Aina; Dwi Hendriani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1474

Abstract

Pendahuluan: Susu Ultra High Temperature (UHT) memiliki masa simpan panjang dalam kemasan tertutup, namun berisiko mengalami kontaminasi mikroba setelah kemasan dibuka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeteksi cemaran bakteri pada susu UHT berdasarkan variasi merek, suhu, dan lama penyimpanan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorik deskriptif dengan rancangan observasi serial waktu (time series observation). Penelitian menggunakan 36 unit pengamatan yang terdiri atas tiga merek susu UHT, dua kondisi suhu penyimpanan (23–26 °C dan 5–7 °C), serta enam waktu pengamatan (hari ke-0 hingga hari ke-5). Pemeriksaan meliputi pH, organoleptik, Angka Lempeng Total (ALT), dan identifikasi Staphylococcus aureus. Hasil: Nilai pH susu berkisar 6,108–6,934 dengan kecenderungan menurun selama penyimpanan. Perubahan organoleptik ditemukan pada penyimpanan suhu ruang hari ke-4 dan ke-5. Nilai ALT meningkat seiring bertambahnya lama penyimpanan dan lebih cepat pada suhu ruang dibandingkan suhu kulkas. Sebagian sampel mencapai kategori Terlalu Banyak Untuk Dihitung (TBUD) pada hari ke-4 dan ke-5. S. aureus mulai terdeteksi sejak hari ke-3 penyimpanan dan lebih cepat ditemukan pada suhu ruang. Kesimpulan: Suhu dan lama penyimpanan memengaruhi kualitas fisik dan mikrobiologis susu UHT setelah kemasan dibuka. Penyimpanan pada suhu kulkas lebih efektif mempertahankan kualitas susu dibandingkan suhu ruang.
Hubungan Ketahanan Pangan Keluarga dengan Asupan Zat Besi dan Vitamin C Pada Wanita Usia Subur di Kecamatan Selo, Boyolali Khansa Az-Zahidah; Luluk Rakhma; Siti Nurokhmah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1479

Abstract

Ketahanan pangan keluarga berperan penting dalam menyediakan kebutuhan zat gizi, termasuk zat besi dan vitamin C pada wanita usia subur (WUS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ketahanan pangan keluarga dengan asupan zat besi dan vitamin C pada WUS di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali keluarga dengan asupan zat besi dan vitamin C pada WUS di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 108 WUS yang dipilih menggunakan simple random sampling. Responden merupakan WUS yang bersedia mengikuti penelitian, telah tinggal di Kecamatan Selo minimal 5 tahun, tidak sedang menjalani diet khusus atau menderita penyakit kronis yang mempengaruhi pola makan, serta berperan dalam pengelolaan pangan keluarga sehari-hari. Ketahanan pangan keluarga diukur menggunakan Household  Food  Insecurity  Access  Scale (HFIAS) , sedangkan asupan zat besi dan vitamin C diukur menggunakan Kuesioner Semi  Quantitative  Food  Frequency  Questionnaire (SQ-FFQ) . Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,8% keluarga tergolong rawan pangan, 53,7% WUS memiliki asupan zat besi kurang, dan 56,5% memiliki asupan vitamin C kurang. Terdapat hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan keluarga dengan asupan zat besi ( p=0,004 ) dan vitamin C ( p=0,001 ). WUS yang berasal dari keluarga rawan pangan memiliki proporsi asupan zat besi dan vitamin C kurang lebih tinggi dibandingkan keluarga tahan pangan. Dapat disimpulkan bahwa ketahanan pangan keluarga berhubungan dengan asupan zat besi dan vitamin C pada wanita usia subur. Upaya peningkatan ketahanan pangan rumah tangga diperlukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan mikronutrien pada wanita usia subur.
Uji Efektivitas Antidiabetes Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) Terhadap Mencit (Mus musculus) Yang Diinduksi Aloksan Putri Isauraamabel Tangahu; Moh Rivaldi Mappa; Rizky Resvita R Bahi; Windi Astuti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1481

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Penyakit ini terus mengalami peningkatan prevalensi dan menjadi salah satu masalah kesehatan global yang memerlukan penanganan yang serius. Penggunaan obat antidiabetes sintetis secara berkelanjutan diketahui dapat menimbulkan berbagai efek yang tidak diinginkan, sehingga diperlukan alternatif herbal seperti daun binahong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serta menentukan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan. Penelitian rancangan eksperimen ini menggunakan 25 mencit jantan yang dibagi secara acak ke dalam lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak 100, 200, dan 400 mg/kgBB. Hasil penelitian ini diuji menggunakan One-Way ANOVA dan menunjukkan pengaruh perlakuan terhadap penurunan kadar glukosa darah (p<0,05), yang menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun binahong berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit. Dilanjutkan dengan uji tukey tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok ekstrak dengan kelompok kontrol positif (p>0,05). Di antara seluruh dosis, dosis 400 mg/kgBB menunjukkan rerata penurunan kadar glukosa darah terbesar (-133,00 ± 10,62 mg/dL) dibandingkan dengan dosis lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, dosis 400mg/kgBB dapat dipertimbangkan sebagai dosis yang memberikan aktivitas antidiabetes paling optimal.