cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 542 Documents
Hubungan Status Gizi dan Stimulasi terhadap Perkembangan Balita melalui KPSP Yessy Octa Fristika; Fariha Nuzulul Hinisa
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1586

Abstract

Status gizi dan stimulasi pada balita memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan balita. Status gizi yang baik mendukung perkembangan anak yang optimal, sedangkan status gizi buruk dapat menghambatnya. Begitu juga dengan stimulasi yang baik dilakukan dengan penuh kasih sayang, aman, menyenangkan tanpa paksaan, dan disesuaikan dengan usia. Penelitian ini menggunakan desain yang bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer yang dilakukan melalui pendekatan cross sectional. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat, dengan menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa Ada Hubungan yang bermakna antara Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Kasar pada Balita (P-Value = 0,021), Motorik Halus pada Balita (P-Value = 0,002), Perkembangan Bahasa pada Balita (P-Value = 0,012), Perkembangan Sosialisasi dan Kemandirian pada Balita (P- Value = 0,021). Kemudian terdapat hubungan yang bermakna antara Stimulasi dengan Perkembangan Motorik Kasar pada Balita (P-Value = 0,000), Perkembangan Motorik Halus pada Balita (P-Value = 0,000), Perkembangan Bahasa pada balita (P- Value = 0,000) dan Perkembangan sosialisasi dan kemandirian pada Balita (P-Value = 0,000). Simpulan penelitian ini mengindikasikan adanya hubungan yang cukup erat antara status gizi dan stimulasi terhadap perkembangan balita.
Hubungan Pengakuan Terhadap Kepuasan Kerja Pada Tenaga Kesehatan: Meta Analisis Endang Nifatna Sari; Dinta Lestari; Irpan Irpan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1589

Abstract

Pendahuluan: Pengakuan yang tinggi atas kontribusi tenaga kesehatan dapat mempengaruhi kepuasan kerja di sketor kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengestimasi hubungan antara pengakuan terhadap kepuasan kerja pada tenaga kesehatan. Tujuan: Adapun tujan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengakuan terhadap kepuasan kerja pada tenaga kesehatan. Metode: Studi meta-analisis dilakukan sesuai dengan model PICO. Population: Tenaga kesehatan. Intervention : Pengakuan tinggi. Comparison: Pengakuan Rendah. Outcome: Kepuasan kerja. Databases yang digunakan untuk mencari artikel menggunakan Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, BMC dan Reseach Square, Sage Jurnal dengan dengan kata kunci “Recognition” AND “Job Satisfaction” AND “Health Workers”. Kriteria inklusi artikel meliputi analisis multivariat yang melampirkan nilai aOR. Data dianalisis menggunakan diagram PRISMA  dan Review Manager 5.4. Hasil: Meta analisis terdiri dari 9 penelitian cross sectional yang dilakukan di Ethiopia, Pakistan dan Nepal. Jumlah sampel penelitian sebanyak 2.713 tenaga kesehatan. pencapaian tinggi (aOR = 2.27 ; CI 95% = 1.37 hingga 3.91 ; p = 0.003). Secara signifikan meningkatkan kepuasan kerja pada tenaga kesehatan. Kesimpulan: Pengakuan yang tinggi dapat meningkatkan kepuasan kerja pada tenaga kesehatan.
Bukan Sekadar Alat dan Prosedur: Reorientasi Intervensi Multidimensi pada Kecemasan Simulasi OSCE Kebidanan Retno Imami; Annisa Sali Pinaremas
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1590

Abstract

Pendahuluan: Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode evaluasi kompetensi klinis yang objektif, namun berpotensi menjadi stressor psikologis bagi mahasiswi tingkat awal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengenalan prosedur OSCE dan infrastruktur laboratorium terhadap tingkat kecemasan mahasiswi dalam menghadapi simulasi OSCE. Metode: Desain kuantitatif analitik potong-lintang (cross-sectional) digunakan dengan teknik total sampling pada mahasiswi semester II D-III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang. Setelah fase data cleaning, diperoleh 64 sampel efektif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner adaptasi dan skala standar Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS), lalu dianalisis melalui uji regresi linier berganda. Hasil: Analisis deskriptif menunjukkan mayoritas responden mengalami kecemasan tingkat sedang (70,3%). Hasil regresi linear berganda membuktikan bahwa secara parsial maupun simultan, pengenalan prosedur OSCE (p=0,249) dan infrastruktur laboratorium (p=0,924) tidak berpengaruh signifikan terhadap kecemasan (p>0,05). Nilai konstanta yang tinggi sebesar 52,444 (p<0,001) mengonfirmasi adanya kecemasan dasar (baseline) yang nyata pada mahasiswi pemula. Nilai R Square sebesar 0,025 menunjukkan bahwa model eksternal ini hanya berkontribusi sebesar 2,5% terhadap variasi kecemasan. Simpulan: Kesiapan fasilitas fisik dan pengenalan prosedur makro tidak serta-merta mereduksi kecemasan antisipasi. Institusi disarankan beralih fokus pada penguatan aspek psikologis internal melalui manajemen stres dan peningkatan efikasi diri.
HbA1c Levels and Ureum Creatinine Levels Among T2DM Patients in Indonesia: A Systematic Review Satria Akbar Putra Asmara; Kahaya Ainin Asya; Alissa Anna Safira; Cinta Putri Aulia Nugroho; Muhammad Rio Al Faridzky
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1593

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyebab utama penyakit ginjal kronis yang diakibatkan oleh hiperglikemia kronis, yang dapat menyebabkan kerusakan glomerulus. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c dengan kadar ureum dan kreatinin pada pasien DMT2 di Indonesia.  Metode: Tinjauan sistematis dilakukan sesuai dengan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan menggunakan Google Scholar, Garuda, PubMed, EBSCO, dan Scopus. Risiko bias dievaluasi menggunakan JBI critical appraisal. Data diekstraksi dan disintesis secara naratif. Hasil: Sebanyak sembilan studi potong lintang yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025 memenuhi kriteria inklusi, melibatkan total 3.872 peserta. Kesembilan studi tersebut menunjukkan hasil yang bervariasi. Ada studi yang menganalisis kadar ureum saja dan ada pula yang menganalisis kadar ureum dan kreatinin secara bersamaan: 3 studi menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kadar ureum. 5 studi menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kreatinin. Namun, 4 studi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara HbA1c dan kreatinin. Kesimpulan: Sebagian besar bukti menunjukkan adanya hubungan antara kontrol glikemik yang buruk dan perubahan parameter fungsi ginjal pada pasien dengan DM Tipe 2. Pemantauan HbA1c bersamaan dengan kadar ureum dan kreatinin berpotensi mendukung deteksi dini nefropati diabetik di Indonesia.
Profil Metabolit Ekstrak n-Heksan Kulit Batang Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) Berdasarkan Analisis GC-MS Agnes Katarina Putri Fernandez; Muhajirin Dean; Nurul Fatmawati Pua Upa; Antonius R.B. Ola
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1595

Abstract

Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) merupakan tanaman obat khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, yang bagian kulit batangnya banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, namun penelitian sebelumnya masih berfokus pada ekstrak polar sehingga profil senyawa nonpolar belum banyak diungkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil metabolit ekstrak n-heksan kulit batang faloak asal Pulau Rote menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Penelitian bersifat deskriptif kualitatif; sampel diekstraksi melalui metode maserasi menggunakan pelarut n-heksan, kemudian dianalisis menggunakan instrumen Thermo Fisher Trace 1610 GC-ISQ 7610 dengan kolom kapiler TG-5MS, dan senyawa diidentifikasi berdasarkan basis data NIST/EPA/NIH Mass Spectral Library. Hasil ekstraksi menghasilkan rendemen sebesar 0,025% dengan 202 komponen total, di mana 12 senyawa dominan didominasi oleh golongan asam lemak dan ester asam lemak, dengan kadar relatif tertinggi pada trans-13-Octadecenoic acid (7,67%) dan n-Hexadecanoic acid (4,67%), sementara golongan alkana dan hidrokarbon siklik terdeteksi pada waktu retensi awal dengan kadar kumulatif lebih dari 28%. Profil metabolit ini menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan kulit batang faloak berpotensi dikembangkan sebagai kandidat bahan baku obat alami, meskipun seluruh potensi aktivitas farmakologi masih bersifat referensial dan memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui pengujian bioaktivitas secara langsung.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Picky Eating pada Anak Usia Prasekolah di TK Islam Bakti Kauman Batang Hesti Fathan Nurfais Fauziah; Fatikhah; Penthatasya; Yulia Ardiyanti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1596

Abstract

Latar Belakang: Picky eating merupakan salah satu masalah perilaku makan yang sering dijumpai pada anak usia prasekolah dan berkaitan dengan kecukupan asupan gizi serta pertumbuhan anak. Pola asuh orang tua merupakan aspek pengasuhan yang sering dikaji dalam hubungannya dengan perilaku makan anak, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan temuan yang belum konsisten. Tujuan: Menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku picky eating pada anak usia prasekolah di TK Islam Bakti Kauman Batang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 46 orang tua yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pola asuh orang tua diukur menggunakan Parenting Styles and Dimensions Questionnaire–Short Form (PSDQ-SF), sedangkan perilaku picky eating diukur menggunakan subskala Food Fussiness dari Children's Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden menerapkan pola asuh orang tua demokratis (52,2%), sedangkan 41,3% anak mengalami perilaku picky eating. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan perilaku picky eating (r = -0,612; p < 0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan perilaku picky eating pada anak usia prasekolah di TK Islam Bakti Kauman Batang.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pengobatan Pasien Hipertensi di Puskesmas Bakunase Kota Kupang Kristina Lanta; Magdarita Riwu; Nurul Fatmawati Pua Upa; Matias Nataniel Kolobani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1597

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan prevalensi hipertensi di Nusa Tenggara Timur sebesar 28,2%, sedangkan data Dinas Kesehatan Kota Kupang 2023 mencapai 59,6%. Keberhasilan pengendalian hipertensi bergantung pada kepatuhan pengobatan, namun ketidakpatuhan masih terjadi dan meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Puskesmas Bakunase Kota Kupang. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional ini menggunakan 92 responden melalui teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Kuesioner. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, Fisher-Freeman-Halton Exact, Fisher Exact, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 48 orang (52,2%) termasuk kategori patuh dan 44 orang (47,8%) termasuk kategori tidak patuh. Analisis bivariat menunjukkan bahwa komorbiditas, sikap, tingkat pengetahuan, dan motivasi diri bepengaruh signifikan terhadap kepatuhan pengobatan (p < 0,05). Setelah dilakukan analisis multivariat, hanya motivasi diri (OR = 16,6; 95% CI : 2,76 –99,71; p = 0,002) paling berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan motivasi pasien melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan.
Pengaruh Edukasi PHBS Menggunakan Media Flash Card Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dalam Pencegahan Diare Elsa Meylinda; Dadang Kusbiantoro; Sylvi Harmiardillah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1598

Abstract

Pendahuluan Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dan berisiko menyebabkan dehidrasi. Rendahnya pengetahuan dan sikap mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko diare. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi PHBS menggunakan media flash card terhadap tingkat pengetahuan dan sikap dalam pencegahan diare pada siswa SDN 1 Jubel Kidul. Metode Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 72 siswa kelas 1–6 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap mengenai PHBS dalam pencegahan diare. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Sebelum intervensi, sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup dan sikap kategori negatif. Setelah diberikan edukasi, hampir seluruh siswa memiliki tingkat pengetahuan kategori baik dan sikap kategori positif. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh edukasi PHBS menggunakan media flash card terhadap tingkat pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000). Pembahasan Edukasi PHBS menggunakan media flash card efektif meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif siswa dalam pencegahan diare.
Perbandingan Aktivitas Antidiabetik antara Ekstrak Daun Alpokat dan Ekstrak Rimpang Temulawak Tunggal Darini Kurniawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1603

Abstract

Prevalensi Diabetes Melitus terus meningkat, sementara obat-obatan sintetis menggunakan bahan baku dari luar negeri dan sering kali menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Indonesia dikenal memiliki ribuan tanaman berkhasiat obat, termasuk daun alpokat dan rimpang temulawak, yang secara empiris dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Selatan untuk mengobati Diabetes Melitus. Praktik penggunaan empiris ini bervariasi ada yang hanya menggunakan daun alpokat, ada yang hanya menggunakan rimpang temulawak, dan ada pula yang mengombinasikan keduanya tanpa adanya standar dosis yang seragam. Tujuan penelitian: Mengidentifikasi aktivitas antidiabetes dari ekstrak daun alpokat dan rimpang temulawak, baik secara tunggal maupun kombinasi. Metode Penelitian: True experimental dengan desain Pre-Posttest Control Group. Sampel yang digunakan adalah 15 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok (n = 3), yaitu kelompok positif (Metformin 500 mg), kelompok negatif (Na CMC 0,5%), serta kelompok perlakuan yang terdiri dari Kelompok Formula Kombinasi (0,6 gram ekstrak temulawak dan 0,4 gram alpokat), Kelompok Formula Tunggal Ekstrak Temulawak 17,5 mg/kgBB, dan Kelompok Formula Tunggal Ekstrak Daun Alpokat 175 mg/kgBB; semuanya diberikan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antidiabetes ekstrak etanol rimpang temulawak lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak etanol daun alpokat maupun Metformin 500 mg. Formula 1, yang merupakan kombinasi dari 0,6 g ekstrak etanol rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan 0,4 g ekstrak etanol daun alpokat (Persea americana P. Mill), memiliki aktivitas antidiabetes yang lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak etanol rimpang temulawak tunggal, ekstrak etanol daun alpokat tunggal, maupun Metformin 500 mg.
Hubungan Kesiapsiagaan Ibu Dengan Upaya Mencegah Keracunan Pada Anak SDN 2 Campang Raya Bandar Lampung Aurel Veny Marshanda; Aryanti Wardiah; Rilyani Rilyani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1604

Abstract

Pendahuluan: Keracunan makanan merupakan masalah kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan kematian. WHO memperkirakan sekitar 70% dari 1,5 miliar kasus foodborne disease berkaitan dengan pangan terkontaminasi dan menyebabkan jutaan kasus diare serta sekitar tiga juta kematian setiap tahun. Di Indonesia, kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan meningkat dari 70 kejadian dengan 3.130 kasus pada 2021 menjadi 198 kejadian dengan 7.003 kasus hingga September 2024. Kasus terbanyak terjadi pada anak usia sekolah dasar. Tujuan: Mengetahui hubungan kesiapsiagaan ibu dengan upaya mencegah keracunan pada anak di SDN 2 Campang Raya Kota Bandar Lampung Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan survei analitik. Populasi sekaligus sampel sebanyak 82 ibu yang memiliki anak kelas 1–3. Hasil: Mayoritas responden berusia 20–35 tahun (84,1%), berpendidikan SMA (67,1%), tidak bekerja/IRT (59,8%), dan memiliki dua anak (41,5%). Sebagian besar memiliki kesiapsiagaan (62,2%) dan upaya pencegahan (52,4%) yang kurang baik. Terdapat hubungan signifikan antara kesiapsiagaan ibu dengan upaya mencegah keracunan pada anak (p=0,000; OR=8,229). Kesimpulan: Terdapat hubungan erat antara kesiapsiagaan ibu dengan upaya mencegah keracunan pada anak, dengan lebih dari 50% ibu masih memiliki kesiapsiagaan dan upaya pencegahan yang kurang baik.