cover
Contact Name
Dermawan Waruwu
Contact Email
dermawanwaruwu@undhirabali.ac.id
Phone
+6281338665028
Journal Mail Official
jakasakti@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
ISSN : -     EISSN : 29630940     DOI : -
Journal on Health, Science, and Technology (JAKASAKTI) is an national journal published by the Research and Community Service Institute of Universitas Dhyana Pura, Bali. The Journal of Jakasakti is an open access and peer-reviewed journal, which is a dissemination medium for research result from scientists in the field of Health, Science and Technology. Jakasakti is issued three times a year on April, August, and December. The Jakasakti invites manuscripts in the various topics include functional areas of Biology, Biological and Bio System Engineering, Food and Agriculture Engineering, Community Based Health, Medical Record, Physical Therapy, Physiotherapy, Psychology, Computer Science and Engineering, Computers, Computer Information System, Internet, Multimedia in Engineering Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 352 Documents
Upaya Pencegahan Malnutrisi melalui Kelas Ibu Balita Cermat di Puskesmas Tembuku II Sastrawan, I Kadek Hery; Sugianto, Made Agus; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3573

Abstract

Kegiatan pencegahan stunting di Kabupaten Bangli dilakukan dengan intervensi sensitive dan spesifik. Pengembangan yang dilakukan dengan melakukan kelas ibu Hamil CERMAT yang merupakan inovasi dari kelas ibu balita dengan melakukan praktek langsung pembuatan MP-ASI. Jenis penelitian. Rancangan penelitian ini yaitu analitik kuantitatif dengan design penelitian case control. Besar sampel 150 orang yang terdirid ari 75 orang mengikuti kelas ibu balita biasa dan 75 orang mengikuti kelas ibu balita Cermat. Analisa data dengan cross sectional. Hasil penelitian Balita yang mengalami gizi lebih pada kelas ibu balita CERMAT sebanyak 68 orang (54,8%) sedangkan pada kelas ibu balita biasa sebanyak 56 orang (45,2%). Balita yang mengalami berisiko gizi lebih pada kelas ibu balita Cermat sebanyak lima orang (22,7%) sedangkan pada kelas ibu balita biasa sebanyak 17 orang (77,3%). Balita yang mengalami obesitas tidak ada pada kelas ibu CERMAT sedangkan pada kelas ibu balita biasa satu orang (100%). Hasil uji statistik mendapatkan nilai p 0,008 (< 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kelas ibu balita CERMAT dengan kelas ibu balita biasa berdasarkan status gizi berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) di UPTD Puskesmas Tembuku II. Kepada Puskesmas agar mengembangkan kelas ibu balita Cermat untuk semua Desa.
Analisis Implementasi Kebijakan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dengan Pendekatan Policy Triangle di Puskesmas Seririt III Buleleng Bali Suciarini, Ni Luh; Putri, Kadek Fina Aryani; Sugianto, Made Agus
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3574

Abstract

Puskesmas Seririt III mengalami penurunan realisasi keuangan BOK dalam beberapa tahun terakhir.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas Seririt III ditinjau dari empat komponen Policy Triangle yaitu aktor, proses, konteks dan konten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan analisis isi dengan metode validasi dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metoda. Informan berjumlah 3 orang deng purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan BOK di Puskesmas Seririt III jika dilihat dari 4 komponen Policy Triangle belum berjalan dengan baik. Dilihat dari komponen aktor, konteks dan konten masih ada beberapa hal yang belum sesuai sedangkan jika dilihat dari segi proses implementasi kebijakan sudah berjalan sesuai aturan. Implementasi kebijakan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dengan pendekatan Policy Triangle masih memerlukan perbaikan dari unsur aktor, konteks dan konten.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Cakupan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode Iva Test pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kediri I Kabupaten Tabanan Sudani, Ni Wayan; Suarjana, Nyoman; Nyandra, Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3575

Abstract

Kanker serviks menjadi salah satu penyakit dengan mobiditas tinggi yang disebabkan oleh terinfeksi Human Papiloma Virus (HPV) menyerang wanita di Indonesia. Prevalensi kanker serviks terus mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan deteksi dini kanker serviks dengan menggunakan metode IVA tes pada wanita usia subur di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kediri I Kabupaten Tabanan. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan metode kuantitatif. Penentuan sampel pada penelitian berikut memakai probability sampling melalui penggunaan teknik cluster random sampling. Analisi hasil penelitian menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan dengan p value <0,001, tingkat pendidikan dengan p value <0,001, sikap dengan p value <0,001, jarak fasilitas kesehatan dengan p value <0,001, dukungan anggota keluarga dengan p value <0,001, dan peran kader kesehatan dengan p value <0,001. Faktor yang paling berhubungan terhadap pemeriksaan IVA adalah jarak fasilitas kesehatan (PR=44,3 dengan nilai CI 95% (12,5 - 156)). Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan, tingkat pendidikan, sikap, jarak fasilitas kesehatan, dukungan anggota keluarga, dan peran kader kesehatan terhadap cakupan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA test pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kediri I Kabupaten Tabanan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Kebugaran Jasmani Aparatur Sipil Negara (ASN) di UPTD Puskesmas Abiansemal IV Kabupaten Badung Yanti, Ni Made Sri Supi; Martini, Ni Ketut; Suarjana, Nyoman
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3593

Abstract

Kesehatan dan kebugaran jasmani penting bagi produktivitas dan kualitas hidup. Kebugaran yang rendah berisiko menurunkan produktivitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status kebugaran jasmani ASN di UPTD Puskesmas Abiansemal IV Kabupaten Badung. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain cross-sectional dilaksanakan dari April hingga Mei 2023, melibatkan 40 ASN dengan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan melalui Kartu Menuju Bugar, Tes Rockport, kuesioner pengetahuan dan sikap, IMT, aktivitas fisik dengan GPAQ. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square atau Fisher's Exact dengan p ≤ 0,05 dan CI 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar ASN (58,8%) dalam kategori tidak bugar. Mayoritas ASN (82,4%) berpengetahuan baik. Proporsi jumlah ASN memiliki sikap positif dan negatif terkait kebugaran dan IMT, sama yaitu 50%. Pola aktivitas fisik ASN sebagian besar kategori rendah (67,6%). Pengetahuan (p 0,364) dan sikap (p 1,000) memiliki nilai p > 0,05, sedangkan IMT (p 0,037) dan aktivitas fisik (p 0,048) memiliki nilai p < 0,005. Pengetahuan dan sikap tidak berhubungan dengan status kebugaran, sedangkan IMT dan aktivitas fisik memiliki hubungan dengan status kebugaran. ASN dengan IMT gemuk berisiko 4,6 kali lebih tinggi untuk tidak bugar, dan ASN dengan aktivitas fisik rendah berisiko 1,6 kali lebih tinggi menjadi tidak bugar.
Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak di UPTD Puskesmas Mengwi I Kabupaten Badung Dewi, Ni Putu Intan Pramana; Sugianto, Made Agus; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3599

Abstract

Meningkatnya kasus HIV perempuan usia produktif menyebabkan tingginya transmisi HIV secara vertikal. Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) adalah intervensi pengendalian penularan IMS dan HIV/AIDS pada ibu ke anak, tergabung dengan layanan VCT dan ANC terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) melalui komponen input, proses dan output di UPTD. Puskesmas Mengwi I Kabupaten Badung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumen. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling sebanyak enam informan meliputi pemegang program KIA, pemegang program HIV, petugas LKB, konselor dan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan komponen input telah memadai meski belum ada penyusunan SOP di puskesmas. Process, keseluruhan layanan sesuai dengan pedoman Kemenkes RI, namun kurang koordinasi dengan klinik/dokter swasta diluar wilayah kerja puskesmas, ibu hamil belum mendapatkan konseling, petugas kesulitan komunikasi penerimaan hasil, keterbukaan pasien, kerahasiaan status, loss to follow up, hasil layanan sempat tidak dilapor ke SIHA. Output, ibu hamil yang datang ke puskesmas tidak sebanyak dari target yang ditetapkan Pusdatin. Pelaksanaan program berjalan optimal sesuai pedoman Kemenkes RI.
Hubungan Kelas Ibu Hamil Serasi dan Non Serasi dengan Tingkat Pengetahuan, Status Gizi, dan Kunjungan K4 di UPTD Puskesmas Torue Aprilisia, Made Viani; Sugianto, Made Agus; Astuti, Ni Putu Widya
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3600

Abstract

Kelas ibu hamil merupakan bentuk kelompok belajar yang memberikan edukasi atau penyuluhan kesehatan ibu hamil pada usia kehamilan 4 minggu hingga 36 minggu menjelang persalinan. UPTD Puskesmas Torue telah mengembangkan kelas ibu hamil dengan nama SERASI (sehat, rajin dan berseri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, status gizi, dan kunjungan K4 ibu hamil antara Kelas Ibu Hamil Serasi dan non Serasi di UPTD Puskesmas Torue. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain case control. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80. Variabel pada penelitian ini adalah kelompok kelas ibu hamil yang terdiri dari kelas ibu hamil serasi dan kelas ibu hamil non serasi, tingkat pengetahuan, status gizi, kunjungan K4 di masing-masing kelas ibu hamil yang kemudian dianalisa dengan menggunakan uji statistik dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α < 0,05. Hasil uji statistik chi-square hubungan antara kelas ibu hamil serasi dan non serasi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Torue masing-masing menunjukkan nilai p value tingkat pengetahuan sebesar 0,045, p value status gizi sebesar 0,003, p value kunjungan K4 sebesar 0,036. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kelas ibu hamil serasi dan non serasi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Torue.
Manajemen Pengelolaan Obat di UPTD Puskesmas Marga II Kabupaten Tabanan Yudiani, Ni Nyoman; Sugianto, Made Agus; Putri, Kadek Fina Aryani
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3613

Abstract

Puskesmas sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan memberikan berbagai pelayanan. Satu pelayanan yang diberikan adalah pelayanan obat atau farmasi. Pengelolaan obat yang kurang baik akan mengakibatkan persediaan obat mengalami stagnant dan stock out. Obat yang mengalami stagnant memiliki risiko kadaluwarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Puskesmas Marga II mengalami peningkatan obat kadaluarsa dalam periode waktu 3 tahun mulai tahun 2019 sampai dengan tahun 202.Tujuan penelitian untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat. Metode penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam. Penentuan informan dengan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 6 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Juli 2023. Hasil penelitian menunjukan tahap perencanaan obat menggunakan 2 metode meliputi metode konsumsi dan morbiditas. Seleksi kebutuhan obat menggunakan formularium nasional dan DOEN. Sumber dana pengadaan obat dari dana APBD/DAK dan BLUD. Pengadaan obat menggunakan metode e-Purchasing. Administrasi penerimaan obat dilakukan secara elektronik menggunakan website Simokata. Penyimpanan obat berdasarkan alfabetis dan berdasarkan bentuk sediaan. Pendistribusian obat dilakukan secara push distribution dan pull distribution. Pencatatan dan pelaporan obat berjalan dengan baik namun pernah terjadi perbedaan jumlah obat antara fisik barang dengan kartu stok. Pemusnahan obat tidak pernah dilakukan di puskesmas.
Implementasi Sistem Informasi Pembayaran SPP Berbasis Web (Studi Kasus: SMAN 1 AESESA) Ngao, Rafael; Feoh, Gerson; Rahayu, Prastyadi Wibawa
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3629

Abstract

Sistem informasi memainkan peran krusial dalam organisasi dengan mendukung pengolahan transaksi, operasi, manajerial, serta kegiatan strategis, dan menyediakan laporan untuk pihak luar. Penelitian ini mengembangkan sistem informasi keuangan untuk SMAN 1 AESESA, Nusa Tenggara Timur, menggunakan metode Waterfall yang meliputi fase perencanaan, desain, implementasi, verifikasi, dan pemeliharaan. Metode ini dipilih untuk menghasilkan sistem berkualitas tinggi melalui pendekatan sistematis. Saat ini, SMAN 1 AESESA masih menggunakan pencatatan manual dan Microsoft Excel untuk pengelolaan keuangan, yang sering menimbulkan ketidak akuratan data dan kesalahan input. Dengan menerapkan sistem informasi keuangan berbasis PHP dan HTML serta MySQL sebagai database, penelitian ini bertujuan mengotomatisasi pencatatan transaksi dan menghasilkan laporan keuangan yang akurat. Sistem baru ini diharapkan meningkatkan efisiensi administrasi keuangan sekolah dan meminimalkan kesalahan pencatatan manual, mempermudah perhitungan dan pengelolaan data keuangan.
Pemetaan Penyakit HIV/AIDS Berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) di Tabanan Tahun 2021 Dwiguna, Dewa Made Hengki; Adisanjaya, Nyoman Ngurah; Wasita, Rai Riska Resty
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3631

Abstract

GIS atau sistem informasi berbasis pemetaan dan geografis adalah sebuah alat bantu manajemen berupa informasi berbantuan komputer yang terkait dengan sistem pemetaan dan analisis. Menurut data yang diperoleh saat ini dari rumah sakit umum daerah Tabanan diperoleh 6276 kasus. Adapun rancangan penelitian yang dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian deskriptif dipilih bertujuan membuat deskripsi yang akurat, faktual dan sistematis mengenai gambaran pemetaan distribusi penyebab penyakit HIV/AIDS. Dalam menghitung sampel pada penelitian ini menggunakan sampel yang diperoleh sebesar 376 sampel. Pemetaan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tabanan dengan penderita sangat tinggi adalah kecamatan Tabanan dengan 98 kasus, Kecamatan ABS dengan kasus sedang yaitu kecamatan Salemedeg dengan kasus 52, Kecamatan dengan kasus rendah yaitu Kecamatan Penebel 48 kasus, Kecamatan Marga 31 kasus, dan kasus sangat rendah adalah pada Kecamatan Baturiti 24 kasus dan kecamatan Pupuan 11 kasus. Hasil perhitungan klasifikasi diperoleh sebaran kasus HIV/AIDS yang diklarifikasikan menjadi 5 kategori yaitu mulai dari sangat rendah. Rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Yang didominasi oleh jenis kelamin laki-laki berjumlah 191 orang, berusia rata-rata 30-39 tahun, dan didominasi dengan pekerjaan tenaga non profesional/karyawan.
Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Perawat di Puskesmas I Denpasar Timur Parasuari, Luh Diah; Sugianto, Made Agus; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3632

Abstract

Beban kerja yang tinggi dalam pemberian keperawatan apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan tenaga yang cukup maka akan memengaruhi kualitas tenaga dalam pemberian pelayanan. Beban kerja sebagai salah satu komponen penting dalam perhitungan kebutuhan tenaga dengan metode Workload Indicator of Staffing Need (WISN). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga perawat di Puskesmas 1 Denpasar Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan analisis data kuantitatif dengan metode WISN. Penentuan responden dilakukan dengan teknik total population sampling sebanyak 16 responden yang merupakan tenaga perawat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Hasil penelitian didapatkan waktu kerja tersedia perawat adalah 241 hari/tahun atau 90.375 menit/tahun. Penggunaan waktu kerja perawat untuk kegiatan produktif sebesar 89,75% yang terdiri dari kegiatan produktif langsung sebesar 50,71% dan kegiatan produktif tidak langsung sebesar 39,04%, yang berarti sudah melebihi standar optimal yakni sebesar 80%. Kesimpulan dari penelitian ini, didapatkan kebutuhan tenaga perawat di Puskesmas I Denpasar Timur sebanyak 23 orang, sedangkan jumlah tenaga perawat yang tersedia sebanyak 16 orang sehingga masih terdapat kekurangan tenaga perawat sebanyak 7 orang. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban kerja yaitu memanfaatkan teknologi dan sistem informasi dalam manajemen pelayanan keperawatan.