cover
Contact Name
Dermawan Waruwu
Contact Email
dermawanwaruwu@undhirabali.ac.id
Phone
+6281338665028
Journal Mail Official
jakasakti@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
ISSN : -     EISSN : 29630940     DOI : -
Journal on Health, Science, and Technology (JAKASAKTI) is an national journal published by the Research and Community Service Institute of Universitas Dhyana Pura, Bali. The Journal of Jakasakti is an open access and peer-reviewed journal, which is a dissemination medium for research result from scientists in the field of Health, Science and Technology. Jakasakti is issued three times a year on April, August, and December. The Jakasakti invites manuscripts in the various topics include functional areas of Biology, Biological and Bio System Engineering, Food and Agriculture Engineering, Community Based Health, Medical Record, Physical Therapy, Physiotherapy, Psychology, Computer Science and Engineering, Computers, Computer Information System, Internet, Multimedia in Engineering Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 377 Documents
Identifikasi Fase-Fase Siklus Kekerasan dan Kebermaknaan Hidup pada Perempuan Penyintas KDRT Saraswati, Ni Made Yulia Paramita; Hardika, I Rai; Retnoningtias, Diah Widiawati
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i2.3158

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengalaman penyintas kekerasan melalui fase-fase siklus kekerasan dalam rumah tangga dan makna hidup yang diperoleh pasca pengalaman kekerasan yang dilakukan oleh suami. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan terhadap perempuan korban penyintas KDRT. Penelitian ini berfokus pada fase-fase dalam siklus kekerasan serta sumber-sumber, aspek, dan faktor kebermaknaan hidup. Hasil dari penelitian ini adalah semua korban KDRT mengalami ketiga fase dalam siklus kekerasan. Fase pembentukan ketegangan ditandai dengan awal mula pemicu terjadinya konflik seperti faktor ekonomi, campur tangan mertua atau ipar, munculnya serangan verbal. Fase kekerasan akut adalah puncak terjadinya kekerasan yang ditandai dengan perilaku merusak barang dan melakukan kekerasan fisik. Fase bulan madu ditandai dengan perilaku meminta maaf dari suami terhadap istri dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Makna hidup para korban ditemukan melalui nilai kreatif, nilai penghayatan, dan nilai sikap. Faktor internal seperti pemahaman terhadap diri sendiri, kemampuan mengubah sikap menjadi lebih positif, melakukan kegiatan yang terarah, dan memiliki komitmen untuk bertahan menjalani kehidupan dan mencapai tujuannya. Faktor eksternal yaitu adanya dukungan sosial. Terdapat pula aspek-aspek yang menjadi tolak ukur dalam proses penemuan makna hidup para narasumber seperti mengetahui tujuan hidupnya, memiliki kepuasan hidup, kebebasan dalam berkehendak, sikap terhadap kematian, pikiran tentang bunuh diri, dan merasa pantas atas hidup yang dijalaninya. Sebagian besar narasumber menekankan pada kebahagiaan pribadi, fokus menjalankan peran dan tanggung jawab sebagai orang tua yang baik, dan penghargaan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
Dukungan Sosial terhadap Mahasiswa Tingkat Akhir yang Memiliki Prokrastinasi saat Penyusunan Skripsi Arthawan, Adelina; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra; Waruwu, Dermawan
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial terhadap mahasiswa yang melakukan tindakan prokrastinasi pada saat penyusunan skripsi. Secara lebih spesifik, penelitian ini mengupas tentang tentang sumber dukungan sosial, bentuk dukungan sosial dan dampak dukungan sosial yang didapatkan oleh mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model pendekatan fenomenologi dengan subjek mahasiswa semester 9 dan semester 10 angkatan 2018 Program Studi Psikologi Universitas Dhyana Pura. Pengambilan data diperoleh dari hasil wawancara dengan narasumber dan informan. Dalam menganalisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi, dan kesimpulan akhir. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dukungan sosial yang diterima oleh narasumber dapat memberikan suatu perubahan pada skripsinya yaitu adanya motivasi untuk menyelesaikan skripsi dan progres skripsi yang baik. Narasumber mendapat dukungan emosional seperti kasih sayang dan perhatian. Dukungan persahabatan berupa kehadiran sahabat yang bersedia mendengar keluh kesah dan bertukar cerita, mengerjakan skripsi bersama. Dukungan informasi seperti mencari jurnal dan buku serta informasi terkait keperluan skripsi. Dukungan instrumental seperti kehadiran orang-orang terdekat sebagai pendengar keluh kesah dan dukungan material berupa biaya kuliah, kendaraan dan fasilitas. Dukungan-dukungan tersebut bersumber dari lingkungan terdekat seperti keluarga, teman kuliah, pasangan, dan dosen pembimbing. Dampak lainnya yang ditimbulkan oleh dukungan sosial adalah prokrastinasi yang dimiliki oleh mahasiswa perlahan mulai berkurang dan mahasiswa memiliki kesadaran penuh atas tanggung jawab dalam penyelesaian skripsi tersebut.
Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Bidan di UPT Puskesmas Bangli Utara Rina, Ni Nengah; Sugianto, Made Agus; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3525

Abstract

Bidan sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan angka kematian dan kesakitan ibu. Karena bidan diharapkan dapat memberikan pelayanan sesuai dengan profesinya, mereka harus mampu melakukannya dan memiliki keterampilan yang diperlukan Kondisi ideal rasio bidan yaitu 1:1.000 penduduk. Namun distribusi tenaga kesehatan belum merata di Indonesia. Tujuan penelitian menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga bidan di UPT Puskesmas Bangli Utara. Tujuan penelitian menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga bidan di UPT Puskesmas Bangli Utara. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan WISN. Besar sampel 4 orang bbidan yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian kegiatan langsung bidan yang paling banyak melakukan anamnesa dna pemeriksan pasien, waktu kerja 96.840 menit/tahun, stadar beban kerjanya 19.368, jumlah waktu kelonggaran 0,274, jumlah bidan yang dibutuhkan adalah 6 orang. Kesimpulan jumlah kebutuhan tenaga bidan berdasarkan beban kerja di UPT Puskesmas Bangli Utara yaitu 6 orang dengan menggunakan metode WISN. Sehingga dari 4 orang bidan yang ada di UPT Puskesmas Bangli Utara masih terdapat kekurangan lagi 2 orang.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tentang Pemantauan Tumbuh Kembang Balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tabanan III Dewi, Ni Kadek Hendra; Martini, Ni Ketut; Suarjana, Nyoman
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3526

Abstract

Balita merupakan periode penting yang akan menentukan masa depan anak. Pemantauan tumbuh kembang merupakan upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu strategi pemerintah agar setiap petumbuhan dan perkembangan balita dapat terpantau walaupun dalam keadaan pandemi adalah dengan memanfaatkan buku KIA. Terdapat 1004 balita (87,3%) dari 1150 balita yang memiliki buku KIA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tabanan III namun tidak terdapat data sejauh mana pemanfaatannya oleh ibu balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak pada ibu balita tentang pemantauan tumbuh kembang di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tabanan III. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis analitik kolerasi dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 62 orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik non-probability sampling melalui teknik pengambilan sampel yaitu aksidental sampling. Penelitian menggunakan analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak yaitu pengetahuan (p-value 0,041), sikap (p-value 0,000), dukungan petugas kesehatan (p-value 0,000), dan dukungan keluarga (p-value 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga terhadap pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak tentang pemantauan tumbuh kembang balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tabanan III.
Pelayanan KB Pasca Persalinan di UPTD Puskesmas Nusa Penida I Kabupaten Klungkung Karisma, Putu Agus Sukma; Nyandra, Made; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3527

Abstract

KB pasca persalinan adalah metode kontrasepsi yang mulai digunakan setelah melahirkan hingga kurun waktu 42 hari yang bertujuan untuk mencegah jarak kehamilan yang terlalu dekat atau kehamilan yang tidak diinginkan. Capaian KB pasca persalinan Kabupaten Klungkung pada tahun 2021 adalah 29,3%. Capaian terendah ditemukan pada UPTD Puskesmas Nusa Penida I, yaitu sebesar 13% yang justru berbanding terbalik dengan capaian cakupan ANC dan kunjungan nifasnya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan KB pasca persalinan di UPTD Puskesmas Nusa Penida I dari aspek input, proses dan output. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui metode obeservasi, telaah dokumen dan wawancara mendalam dengan delapan orang informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan dengan metode thematic analysis. Pada penelitian ditemukan bahwa bidan di UPTD Puskesmas Nusa Penida I berjumlah 21 orang. Sebanyak 2 orang sudah memperoleh pelatihan KB pasca persalinan. Ketujuh puskesmas pembantu telah memiliki 1 orang bidan, namun 5 diantaranya belum memiliki tenaga perawat. Pelaksanaan pelayanan KB pasca persalinan didasarkan pada pedoman dari Kementerian Kesehatan. Pada aspek output, capaian pelayanan KB pasca persalinan hingga Bulan Mei 2023 di lokasi penelitian masih tergolong rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah cakupan pelayanan KB pasca persalinan yang rendah di UPTD Puskesmas Nusa Penida I berkaitan dengan kelemahan pada unsur SDM, yaitu faktor beban kerja dan pengalaman pelatihan. Selain itu, beberapa karakteristik masyarakat yang ditemukan menjadi faktor kendala adalah pengetahuan yang rendah, paritas dan kurangnya dukungan suami.
Eksplorasi Dukungan Sosial Keluarga Asal yang Diterima Oleh Perempuan Bali yang Nyerod Dewi, Anak Agung Cintya Laksmi; Ayuningtias, Agnes Utari Hanum; Hardika, I Rai
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan sosial keluarga asal yang diterima oleh perempuan Bali yang nyerod, bagaimana bentuk dukunganya dan apa dampaknya. Pendekatan dalam penelitian ini adalah fenomenologi dengan subjek perempuan Bali yang menikah Nyerod dalam rentang usia 25 – 35 tahun. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah dengan wawancara subjek dan informan. Bentuk analisa yang digunakan adalah dengan pengkategorian data, pengelompokan sesuai tema dan membuat narasi dari hasik yang di dapat. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bentuk dukungan yang diberikan oleh keluarga sekitar perempuan Bali tersebut dengan diberikannya dorongan dan juga nasihat sehingga perempuan Bali yang nyerod tersebut berani mengambil keputusan dan rela meninggalkan kastanya dan dampak setelah menikah tersebut hanya berdampak pada psikologis perempuan Bali. Pasalnya perempuan Bali tersebut merasa sedih ketika nyerod dan harus rela menerima keadaan yang tidak seperti dahulu sebelum nyerod, namun setelah subjek menerima keadaan yang sudah ia alami lalu mendapatkan dukungan dari keluarga yang membuat perempuan Bali tersebut mendaptakan jalan untuk mengambil keputusan menikah dengan laki – laki yang ia pilih untuk menjadi pendamping hidupnya.
Implementasi Program Pencegahan dan Pengendalian Kasus Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara Putri, Connie Pratami; Sugianto, Made Agus; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3530

Abstract

Incidence Rate (IR) Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara tahun 2021 sebesar 55/100.000 penduduk dan mengalami kenaikan pada tahun 2022 sebanyak 95,73/100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pencegahan dan pengendalian kasus DBD di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 5 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik Triangulasi Sumber Data yaitu wawancara mendalam, penelusuran dokumen serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan pada input SDM yang terlibat, jumlahnya dan kompetensinya sudah sesuai. Anggaran bersumber dari APBD dan sudah mencukupi. Sarana berupa penunjang administrasi, pemeberantasan vektor dan teknologi informasi. Metodenya dari buku pedoman jumantik dan prosedur pelaporan. Pada procces yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dilakukan dengan melibatkan stakeholder. Pada output capaian program dan kriteria keberhasilan dinilai berdasarkan ABJ, CI, IR, jumlah kasus, angka kematian dan partisipasi masyarakat. Aspek input sudah memadai, namun penggunan aplikasi belum optimal karena tidak bisa digunakan disemua perangkat. Aspek procces sudah sesuai namum belum seluruh rumah bisa diperiksa karena kendala yang ditemui jumantik saat pemantauan. Aspek output belum seluruhnya mencapai target nasional. Penghitungan ABJ berdasarkan rumah yang disurvei saja mengindikasikan belum seluruh rumah bebas jentik. Untuk mengefektifkan pencegahan DBD perlu meningkatkan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat serta meningkatkan sistem aplikasi SILIRA agar dapat digunakan disemua perangkat.
The Psychological Dynamics of Balinese Women as the Status of Wives Who Do Not Have Sons in Balinese Ethnic Hindu Marriages I Gusti Agung Ayu Istri Sripradnya Paramita; Ni Nyoman Ari Indra Dewi; I Rai Hardika
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i3.3531

Abstract

The patrilineal system that the Indonesian people are interpreted that the structure of the kinship is based on the offline. Men's position also holds the right in the heirs. For the Bali Hindu family who has no boys raises concerns if there is no successor in the family to continue the duties and obligations of parents in the family and customs. So, bring up a psychological conflict in a wife who does not have a boy in his marriage. This study aimed to describe and explore the psychological dynamics experienced by a wife who has no boys at Balinese wine ethnic wedding. The method used in this research is qualitative method with case study approach. Data collection techniques utilized interviews, observation, and documentation performed towards Balinese women with the marriage status. This research focused on aspects of psychological dynamics including cognitive, affective, and associated. The results of the study showed that the occurrence of psychological changes in the wife who has no boy is from internal and external pressure or environment with cultural attribution and customs that are enacted by the people of Bali related to patrilineal kinship. The presence of self-awareness and acceptance, as well as the contribution of social support received by a wife who has no boy drafting on a positive psychological dynamic in cognitive, affective, and celibate cases can work properly.
Evaluasi Rasio Rujukan Non-Spesialistik di Puskesmas Nusa Penida II Kabupaten Klungkung Kencana, Kadek Nanik; Kurniati, Ni Made; Putri, Kadek Fina Aryani
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3533

Abstract

Salah satu permasalahan utama pelayanan Kesehatan FKTP adalah tingginya angka rasio rujukan non spesialistik (RRNS). Kasus yang seharusnya bisa ditangani di FKTP sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia dirujuk ke FKRTL. Slah satu Puskesmas di Kabupaten Klungkung yang memiliki capai RRNS tinggi adalah Puskesmas Nusa Penida II. Pada Bulan September 2023, capaian RRNS-nya adalah sebesar 2,56%, melebihi target nasional yaitu ≤ 2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Rasio Rujukan Non-Spesialistik (RRNS) di Puskesmas Nusa Penida II. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data diambil dengan metode wawancara mandalam. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik Thematic Analysis untuk menginterpretasikan hasil penelitian dan menarik kesimpulan. Pendekatan ini melibatkan proses identifikasi, analisis, dan pelaporan pola atau tema dalam data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya angka RRNS di Puskesmas Nusa Penida II disebabkan kurang tegasnya dokter untuk menolak memberikan rujukan non-spesialistik pada pasien di puskesmas dan ketidakpatuhan masyarakat dalam mengikuti alur RRNS. Kesimpulan dalam penulisan ini adalah faktor penyebab tingginya RRNS di puskesmas adalah kurang tegasnya dokter untuk menolak meberikan RNS pada pasien dan perilaku masyarakat yang tidak patuh mengikuti alur RRNS menyebabkan tingginya angka RRNS di Puskesmas Nusa Penida II tahun 2022.
Analisis Implementasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu Tabanan Tahun 2022 Dewi, I Gusti Ayu Ari Surya; Martini, Ni Ketut; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3536

Abstract

Permasalahan program PKRS di Indonesia diantaranya belum adanya unit kerja, tenaga pelaksana, anggaran khusus serta sarana prasarana belum lengkap dan kurangnya evaluasi berkala. Metode penelitian yaitu kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Data di validasi menggunakan triangulasi data. Berdasarkan indikator input kualifikasi pendidikan dari lulusan kesehatan, kepengurusan yaitu Direktur, manajer operasional, ketua. Ditetapkan melalui SK Direktur mengacu pada PMK 44 Tahun 2018. Kinerja dinilai oleh bagian SDM, dana dari rumah sakit, material yang diperlukan: proyektor, LCD, laptop, banner, poster, internet, WIFI. Indikator proses diantaranya metode berdasarkan prosedur dan sesuai SOP, Metode penggorganisasian mengacu pada PMK No. 44 Tahun 2018, Prosedur pengorganisasian sesuai SOP. Metode pelaksanaan: ceramah, penyuluhan, pembagian media. Prosedur pelaksanaan sudah ada, Metode pengawasan oleh tim PKRS, Prosedur pengawasan belum ada. Inikator output diukur melalui implementasi secara alangsung. Pelaksanaan cakupan sesuai SOP. Syarat penentuan sasaran yaitu mampu mengimplementasikan informasi yang diberikan. Pelaksanaan indikator input keseluruhan sudah baik namun penilaian dan evaluasi belum optimal. Pelaksanaan indikator proses sudah baik namun belum ada SOP pengawasan serta output sudah berjalan dengan baik namun hanya berdasarkan observasi secara langsung tanpa monitoring secara tertulis.