cover
Contact Name
Dermawan Waruwu
Contact Email
dermawanwaruwu@undhirabali.ac.id
Phone
+6281338665028
Journal Mail Official
jakasakti@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
ISSN : -     EISSN : 29630940     DOI : -
Journal on Health, Science, and Technology (JAKASAKTI) is an national journal published by the Research and Community Service Institute of Universitas Dhyana Pura, Bali. The Journal of Jakasakti is an open access and peer-reviewed journal, which is a dissemination medium for research result from scientists in the field of Health, Science and Technology. Jakasakti is issued three times a year on April, August, and December. The Jakasakti invites manuscripts in the various topics include functional areas of Biology, Biological and Bio System Engineering, Food and Agriculture Engineering, Community Based Health, Medical Record, Physical Therapy, Physiotherapy, Psychology, Computer Science and Engineering, Computers, Computer Information System, Internet, Multimedia in Engineering Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 352 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tentang Pemantauan Tumbuh Kembang Balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tabanan III Dewi, Ni Kadek Hendra; Martini, Ni Ketut; Suarjana, Nyoman
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3526

Abstract

Balita merupakan periode penting yang akan menentukan masa depan anak. Pemantauan tumbuh kembang merupakan upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu strategi pemerintah agar setiap petumbuhan dan perkembangan balita dapat terpantau walaupun dalam keadaan pandemi adalah dengan memanfaatkan buku KIA. Terdapat 1004 balita (87,3%) dari 1150 balita yang memiliki buku KIA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tabanan III namun tidak terdapat data sejauh mana pemanfaatannya oleh ibu balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak pada ibu balita tentang pemantauan tumbuh kembang di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tabanan III. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis analitik kolerasi dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 62 orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik non-probability sampling melalui teknik pengambilan sampel yaitu aksidental sampling. Penelitian menggunakan analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak yaitu pengetahuan (p-value 0,041), sikap (p-value 0,000), dukungan petugas kesehatan (p-value 0,000), dan dukungan keluarga (p-value 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga terhadap pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak tentang pemantauan tumbuh kembang balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tabanan III.
Pelayanan KB Pasca Persalinan di UPTD Puskesmas Nusa Penida I Kabupaten Klungkung Karisma, Putu Agus Sukma; Nyandra, Made; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3527

Abstract

KB pasca persalinan adalah metode kontrasepsi yang mulai digunakan setelah melahirkan hingga kurun waktu 42 hari yang bertujuan untuk mencegah jarak kehamilan yang terlalu dekat atau kehamilan yang tidak diinginkan. Capaian KB pasca persalinan Kabupaten Klungkung pada tahun 2021 adalah 29,3%. Capaian terendah ditemukan pada UPTD Puskesmas Nusa Penida I, yaitu sebesar 13% yang justru berbanding terbalik dengan capaian cakupan ANC dan kunjungan nifasnya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan KB pasca persalinan di UPTD Puskesmas Nusa Penida I dari aspek input, proses dan output. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui metode obeservasi, telaah dokumen dan wawancara mendalam dengan delapan orang informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan dengan metode thematic analysis. Pada penelitian ditemukan bahwa bidan di UPTD Puskesmas Nusa Penida I berjumlah 21 orang. Sebanyak 2 orang sudah memperoleh pelatihan KB pasca persalinan. Ketujuh puskesmas pembantu telah memiliki 1 orang bidan, namun 5 diantaranya belum memiliki tenaga perawat. Pelaksanaan pelayanan KB pasca persalinan didasarkan pada pedoman dari Kementerian Kesehatan. Pada aspek output, capaian pelayanan KB pasca persalinan hingga Bulan Mei 2023 di lokasi penelitian masih tergolong rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah cakupan pelayanan KB pasca persalinan yang rendah di UPTD Puskesmas Nusa Penida I berkaitan dengan kelemahan pada unsur SDM, yaitu faktor beban kerja dan pengalaman pelatihan. Selain itu, beberapa karakteristik masyarakat yang ditemukan menjadi faktor kendala adalah pengetahuan yang rendah, paritas dan kurangnya dukungan suami.
Eksplorasi Dukungan Sosial Keluarga Asal yang Diterima Oleh Perempuan Bali yang Nyerod Dewi, Anak Agung Cintya Laksmi; Ayuningtias, Agnes Utari Hanum; Hardika, I Rai
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan sosial keluarga asal yang diterima oleh perempuan Bali yang nyerod, bagaimana bentuk dukunganya dan apa dampaknya. Pendekatan dalam penelitian ini adalah fenomenologi dengan subjek perempuan Bali yang menikah Nyerod dalam rentang usia 25 – 35 tahun. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah dengan wawancara subjek dan informan. Bentuk analisa yang digunakan adalah dengan pengkategorian data, pengelompokan sesuai tema dan membuat narasi dari hasik yang di dapat. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bentuk dukungan yang diberikan oleh keluarga sekitar perempuan Bali tersebut dengan diberikannya dorongan dan juga nasihat sehingga perempuan Bali yang nyerod tersebut berani mengambil keputusan dan rela meninggalkan kastanya dan dampak setelah menikah tersebut hanya berdampak pada psikologis perempuan Bali. Pasalnya perempuan Bali tersebut merasa sedih ketika nyerod dan harus rela menerima keadaan yang tidak seperti dahulu sebelum nyerod, namun setelah subjek menerima keadaan yang sudah ia alami lalu mendapatkan dukungan dari keluarga yang membuat perempuan Bali tersebut mendaptakan jalan untuk mengambil keputusan menikah dengan laki – laki yang ia pilih untuk menjadi pendamping hidupnya.
Implementasi Program Pencegahan dan Pengendalian Kasus Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara Putri, Connie Pratami; Sugianto, Made Agus; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3530

Abstract

Incidence Rate (IR) Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara tahun 2021 sebesar 55/100.000 penduduk dan mengalami kenaikan pada tahun 2022 sebanyak 95,73/100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pencegahan dan pengendalian kasus DBD di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 5 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik Triangulasi Sumber Data yaitu wawancara mendalam, penelusuran dokumen serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan pada input SDM yang terlibat, jumlahnya dan kompetensinya sudah sesuai. Anggaran bersumber dari APBD dan sudah mencukupi. Sarana berupa penunjang administrasi, pemeberantasan vektor dan teknologi informasi. Metodenya dari buku pedoman jumantik dan prosedur pelaporan. Pada procces yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dilakukan dengan melibatkan stakeholder. Pada output capaian program dan kriteria keberhasilan dinilai berdasarkan ABJ, CI, IR, jumlah kasus, angka kematian dan partisipasi masyarakat. Aspek input sudah memadai, namun penggunan aplikasi belum optimal karena tidak bisa digunakan disemua perangkat. Aspek procces sudah sesuai namum belum seluruh rumah bisa diperiksa karena kendala yang ditemui jumantik saat pemantauan. Aspek output belum seluruhnya mencapai target nasional. Penghitungan ABJ berdasarkan rumah yang disurvei saja mengindikasikan belum seluruh rumah bebas jentik. Untuk mengefektifkan pencegahan DBD perlu meningkatkan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat serta meningkatkan sistem aplikasi SILIRA agar dapat digunakan disemua perangkat.
Evaluasi Rasio Rujukan Non-Spesialistik di Puskesmas Nusa Penida II Kabupaten Klungkung Kencana, Kadek Nanik; Kurniati, Ni Made; Putri, Kadek Fina Aryani
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3533

Abstract

Salah satu permasalahan utama pelayanan Kesehatan FKTP adalah tingginya angka rasio rujukan non spesialistik (RRNS). Kasus yang seharusnya bisa ditangani di FKTP sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia dirujuk ke FKRTL. Slah satu Puskesmas di Kabupaten Klungkung yang memiliki capai RRNS tinggi adalah Puskesmas Nusa Penida II. Pada Bulan September 2023, capaian RRNS-nya adalah sebesar 2,56%, melebihi target nasional yaitu ≤ 2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Rasio Rujukan Non-Spesialistik (RRNS) di Puskesmas Nusa Penida II. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data diambil dengan metode wawancara mandalam. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik Thematic Analysis untuk menginterpretasikan hasil penelitian dan menarik kesimpulan. Pendekatan ini melibatkan proses identifikasi, analisis, dan pelaporan pola atau tema dalam data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya angka RRNS di Puskesmas Nusa Penida II disebabkan kurang tegasnya dokter untuk menolak memberikan rujukan non-spesialistik pada pasien di puskesmas dan ketidakpatuhan masyarakat dalam mengikuti alur RRNS. Kesimpulan dalam penulisan ini adalah faktor penyebab tingginya RRNS di puskesmas adalah kurang tegasnya dokter untuk menolak meberikan RNS pada pasien dan perilaku masyarakat yang tidak patuh mengikuti alur RRNS menyebabkan tingginya angka RRNS di Puskesmas Nusa Penida II tahun 2022.
Analisis Implementasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu Tabanan Tahun 2022 Dewi, I Gusti Ayu Ari Surya; Martini, Ni Ketut; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3536

Abstract

Permasalahan program PKRS di Indonesia diantaranya belum adanya unit kerja, tenaga pelaksana, anggaran khusus serta sarana prasarana belum lengkap dan kurangnya evaluasi berkala. Metode penelitian yaitu kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Data di validasi menggunakan triangulasi data. Berdasarkan indikator input kualifikasi pendidikan dari lulusan kesehatan, kepengurusan yaitu Direktur, manajer operasional, ketua. Ditetapkan melalui SK Direktur mengacu pada PMK 44 Tahun 2018. Kinerja dinilai oleh bagian SDM, dana dari rumah sakit, material yang diperlukan: proyektor, LCD, laptop, banner, poster, internet, WIFI. Indikator proses diantaranya metode berdasarkan prosedur dan sesuai SOP, Metode penggorganisasian mengacu pada PMK No. 44 Tahun 2018, Prosedur pengorganisasian sesuai SOP. Metode pelaksanaan: ceramah, penyuluhan, pembagian media. Prosedur pelaksanaan sudah ada, Metode pengawasan oleh tim PKRS, Prosedur pengawasan belum ada. Inikator output diukur melalui implementasi secara alangsung. Pelaksanaan cakupan sesuai SOP. Syarat penentuan sasaran yaitu mampu mengimplementasikan informasi yang diberikan. Pelaksanaan indikator input keseluruhan sudah baik namun penilaian dan evaluasi belum optimal. Pelaksanaan indikator proses sudah baik namun belum ada SOP pengawasan serta output sudah berjalan dengan baik namun hanya berdasarkan observasi secara langsung tanpa monitoring secara tertulis.
Implementasi Pengawasan Obat oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Provinsi Bali Setianingsih, Dewa Ayu Putu Denta; Kurniati, Ni Made; Putri, Kadek Fina Aryani
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3569

Abstract

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Bali merupakan unit pelaksana teknis Badan POM yang mempunyai tugas melaksanakan kebijakan teknis operasional dibidang pengawasan obat dan makanan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi pengawasan obat oleh BBPOM di Provinsi Bali. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 6 orang. Variabel pada penelitian ini adalah perencaanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi dokumen. Hasil penelitian ini bahwa pengawasan obat yang dilakukan oleh BBPOM di Provinsi Bali dari segi perencaanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan sudah berjalan dengan baik. Serta ada kolaborasi dengan Dinas Kesehatan berupa bantuan DAK Non Fisik dan pelaksanaan bimbingan teknis. Terdapat kendala dalam pengawasan obat seperti temuan pelanggaran yang berulang di sarana yang sama.
Gambaran Kecenderungan Pengambilan Keputusan untuk Berbelanja pada Mahasiswa Rantau Asal NTT di Universitas Dhyana Pura Bali Leda, Maria Yuventa Ninda; Widarnandana, I Gde Dhika; Hartika, Listiyani Dewi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3570

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan jenis kuantitatif dengan analisis deskriptif. Adapun teknik sampling yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu teknik non-probability jenis purposive sampling. Jumlah minimum sampel di dalam penelitian ini didasarkan pada rumus Slovin, sehingga jumlah minimum sampel di dalam penelitian ini yaitu 271 sampel. Hasil dari penelitian ini terdapat kategori sangat tinggi pada aspek membeli barang karena kemasannya menarik, aspek membeli barang karena potongan harga, aspek membeli barang karena pengaruh model iklan, aspek membeli barang untuk menambah harga diri, serta membeli barang karena berbeda merk. Selanjutnya terdapat kategori tinggi pada aspek membeli barang karena hadiah menarik, aspek membeli barang untuk menjaga diri serta gengsi serta aspek membeli barang untuk status sosial. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagian besar aspek yang diteliti di dalam penelitian ini memiliki kategorisasi sangat tinggi, yaitu berjumlah lima aspek, sehingga responden di dalam penelitian ini memiliki kategorisasi tingkat perilaku konsumtif cenderung sangat tinggi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Bayi (Usia 0-12 Bulan) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Marga I Kabupaten Tabanan Dewi, I Dewa Ayu Sri Warma; Nyandra, Made; Astuti, Ni Putu Widya
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3571

Abstract

Di Indonesia, ISPA bertanggung jawab atas kematian 4/15 juta anak di bawah usia lima tahun. Terdapat korelasi antara prevalensi ISPA pada bayi dengan variabel biologis dan lingkungan. Angka ISPA pada bayi paling tinggi terjadi di UPTD Puskesmas Marga 1. Pada bulan Oktober 2022, angka ISPA pada bayi mencapai 45%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bayi berumur tidak lebih dari satu tahun yang terdeteksi mengalami infeksi dibagian pernapasan yang mengalami secara akut di Puskesmas Marga I. Penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross-sectional, melibatkan 108 bayi baru lahir, dan dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Untuk tujuan ini, kami memilih untuk menggunakan uji chi-kuadrat untuk signifikansi statistik. UPTD Puskesmas Marga I menemukan bahwa bayi (0-12 bulan) di komunitas mereka menderita ISPA karena alasan di luar berat badan lahir rendah. Status gizi, imunisasi, durasi pemberian ASI eksklusif, dan paparan asap rokok merupakan variabel-variabel yang diteliti.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif pada Bayi Usia 6 – 12 Bulan di Wilayah UPTD Puskesmas Abiansemal II Kabupaten Badung Suaryanthi, Ayu Vistari; Martini, Ni Ketut; Sumadewi, Ni Luh Utari
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3572

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan salah satu kebutuhan bayi yang harus dipenuhi oleh ibu selama bayi baru lahir hingga setidaknya bayi berusia enam bulan. Kabupaten Badung menjadi salah satu daerah dengan cakupan pemberian ASI eksklusif terendah di Provinsi Bali. Menurut cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Badung Tahun 2021 2.583 bayi atau sebesar 77,9%. sedangkan di tahun 2020 sebanyak 4.358 bayi dari target total sebanyak 6346 bayi di bawah usia 6 bulan, sehingga cakupannya sebesar 68,67 %. Distribusi pencapaian cakupan pemberian ASI eksklusif menurut Puskesmas di Kabupaten Badung Tahun 2021 daerah dengan capaian terendah adalah Abiansemal II dengan 66,4% sedangkan capaian tertinggi terdapat pada daerah Petang II dengan 87,8%. Bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian asi eksklusif pada bayi usia 6- 12 bulan di wilayah Puskesmas Abiansemal II. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Variabel pada penelitian ini adalah kelompok ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistik dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α < 0,05. Hasil uji statistik chi-square faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi 6-12 bulan di wilayah UPT Puskesmas Abiansemal II Kabupaten Badung masing-masing menunjukkan nilai p value tingkat pengetahuan sebesar 0,000, p value sikap ibu terhadap pemberian ASI eksklusif sebesar 0,000, p value hubungan dukungan dengan keluarga sebesar 0,000. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap ibu, dan dukungan keluarga.