cover
Contact Name
Muslim
Contact Email
paradoks.jie@umi.ac.id
Phone
+6282196242883
Journal Mail Official
paradoks.jie@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo No.km.5, Panaikang, Kec. Panakkukang, Kota Makassar, South Sulawesi 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 26226383     DOI : https://doi.org/10.57178/paradoks
Core Subject : Social,
Jurnal ini memuat tulisan ilmiah dalam bentuk hasil penelitian, kajian teori dan aplikasi teori, gagasan konseptual, resensi buku baru dan bibliografi. Tulisan-tulisan yang dimuat telah melalui proses penyuntingan seperlunya oleh penerbit dengan tanpa mengubah substansi sesuai naskah aslinya. Tulisan dalam setiap penerbitan merupakan tanggungjawab pribadi penulisnya, dan bukan mencerminkan pendapat penerbit. Naskah yang dikirim pada redaksi harus merupakan naskah asli dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan oleh penerbit yang lain.
Articles 648 Documents
Pengaruh Media Sosial dan Influencer terhadap Minat Kunjung Wisatawan di Provinsi Sulawesi Selatan Akbar Chasim Trisnamuda Radja Tenri Dolo; Amir Mahmud; Taufan Alwany
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial dan influencer terhadap minat kunjung wisatawan di Provinsi Sulawesi Selatan. Urgensi penelitian ini berangkat dari meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara ke Sulawesi Selatan, semakin kuatnya penggunaan media digital dalam pencarian informasi destinasi, serta kebutuhan pemerintah daerah dan pelaku pariwisata untuk merancang promosi yang lebih efektif berbasis data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 96 wisatawan yang telah melakukan kunjungan wisata di Provinsi Sulawesi Selatan dan memiliki pengalaman menggunakan media sosial sebagai sumber informasi wisata. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow, sedangkan teknik pengambilan sampel mengacu pada simple random sampling dengan tetap mempertimbangkan karakteristik responden yang relevan. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjung wisatawan dengan nilai t hitung 16,345 dan signifikansi 0,000. Influencer juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjung wisatawan dengan nilai t hitung 3,943 dan signifikansi 0,000. Secara simultan, media sosial dan influencer berpengaruh signifikan terhadap minat kunjung wisatawan dengan nilai F hitung 442,708 dan signifikansi 0,000. Nilai R square sebesar 0,907 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan variasi minat kunjung wisatawan sebesar 90,7%, sedangkan sisanya 9,3% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa promosi pariwisata Sulawesi Selatan perlu diarahkan pada penguatan konten media sosial yang menarik, informatif, interaktif, dan mudah dipercaya, sekaligus kolaborasi dengan influencer yang kredibel, memiliki keahlian, dan sesuai dengan karakter destinasi.
A Dampak Emotional Branding, Social Media Engagement, dan Fomo Terhadap Impulsive Buying Pada Produk Fashion Online UNIQLO Sellyna Sellyna; Liestyaningrum Rahmadhani Wisnu Putri
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Emotional Branding, Social Media Engagement, dan Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Impulsive Buying pada konsumen produk fashion online Uniqlo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perilaku pembelian impulsif di era digital, khususnya pada industri fashion online. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 155 responden yang pernah membeli produk Uniqlo secara online. Data dianalisis menggunakan SPSS 25 melalui uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Emotional Branding dan FoMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying. Sementara itu, Social Media Engagement tidak berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying. Variabel FoMO menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi perilaku pembelian impulsif konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikologis berupa rasa takut tertinggal tren memiliki pengaruh lebih kuat dibandingkan keterlibatan konsumen di media sosial dalam mendorong impulsive buying pada produk fashion online. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian perilaku konsumen digital serta menjadi referensi praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif.
Pengaruh Kepercayaan terhadap Platform, Persepsi Kemudahan Penggunaan, dan Literasi Keuangan Digital terhadap Keputusan Transaksi Digital Pada Pengguna Aplikasi Livin’ by Mandiri di Kota Semarang Dyandra Fatikha Milan; Rudi Kurniawan; Amalia Nur Chasanah; Suhita Whini Setyahuni
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2477

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kepercayaan terhadap platform, persepsi kemudahan penggunaan, dan literasi keuangan digital terhadap keputusan transaksi digital pada pengguna Livin’ by Mandiri di Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan teknik purposive sampling dan melibatkan 144 responden, yang mewakili berbagai usia, pendidikan, dan pengalaman penggunaan aplikasi. Data dianalisis menggunakan SEM-PLS melalui SmartPLS 4 untuk menguji hubungan antarvariabel dan validitas konstruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap platform berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan transaksi digital, sementara persepsi kemudahan penggunaan dan literasi keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa keputusan transaksi digital lebih dipengaruhi oleh kemudahan penggunaan aplikasi serta pemahaman pengguna terhadap manfaat dan risiko transaksi digital dibandingkan sekadar kepercayaan terhadap platform. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan strategi digital banking, khususnya untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan literasi keuangan digital melalui penyederhanaan fitur dan edukasi finansial.
Pengaruh Customer Reviews, System Quality, Perceived Service Quality, dan Product Assortment Terhadap Purchase Intention Pengguna Shopee di Kota Padang: Peran Mediasi Trust Jean Syifa Salsabila; Firman
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh customer reviews, system quality, perceived service quality, dan product assortment terhadap purchase intention oleh pengguna aktif Shopee di Kota Padang serta peran trust sebagai mediasi. Penelitian ini mendasar pada teori Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) yang merupakan suatu model yang dikembangkan untuk menjelaskan perilaku seseorang dalam menerima dan menggunakan teknologi informasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang terhadap 302 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan memenuhi kriteria lalu kemudian menjadi data primer dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukan bahwa system quality, perceived service quality, dan product assortment berpengaruh positif dan signifikan terhadap trust, sedangkan customer reviews tidak berpengaruh signifikan terhadap trust. System quality dan customer reviews berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention, sedangkan perceived service quality dan product assortment tidak berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. Trust terbukti dapat memediasi hubungan system quality, perceived service quality, dan product assortment sehingga berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention, namun hubungan customer reviews terhadap purchase intention tidak berpengaruh signifikan ketika dimediasi oleh trust.
Transformasi Green Mindset sebagai Strategi Pengembangan SDM untuk Mendukung Keberlanjutan Bisnis Berbasis Triple Bottom Line: Studi Kasus pada iWood Fariz Falevi; Mochammad Eric Suryakencana Wibowo; Almira Santi Samasta; Adilla Kustya Ulfa
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2483

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi Green Mindset sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia pada iWood dalam mendukung keberlanjutan bisnis berbasis Triple Bottom Line. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model Input–Process–Output (IPO) pada 7 pengrajin iWood di Jepara. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Green Mindset dilakukan melalui pemilahan limbah kayu, pelatihan dan  pendampingan kerja,  efisiensi bahan baku, dan kebiasaan berkelanjutan. Penelitian juga menemukan adanya Idiosinkrasi Peran dalam pemanfaatan limbah kayu. Implementasi Green Mindset berkontribusi terhadap pencapaian aspek Triple Bottom Line, yaitu meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan partisipasi pengrajin dalam praktik kerja berkelanjutan (people), mengurangi limbah kayu melalui pemilahan dan pemanfaatan kembali bahan sisa produksi (planet), serta menciptakan nilai ekonomi melalui pengembangan produk berbahan limbah kayu (profit). Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan kerja berbasis keberlanjutan mampu membentuk budaya kerja hijau yang mendukung keberlanjutan usaha.
Pengaruh Fan Culture dan Nilai Kesederhanaan Islam Terhadap Self-Congruity Konsumen Gen Z: Peran Moderasi Dorongan Komunitas dalam Perspektif Bisnis Islam Niken Permata Putri; Ahmad Habibi; Sania Nuraziza
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2490

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fan culture dan nilai kesederhanaan Islam terhadap self-congruity konsumen Generasi Z pada event Comic Frontier (Comifuro), serta menguji peran dorongan komunitas sebagai variabel moderasi dalam perspektif bisnis Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden Generasi Z yang pernah menghadiri atau berpartisipasi dalam Comic Frontier. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fan culture berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-congruity konsumen. Sebaliknya, nilai kesederhanaan Islam tidak berpengaruh signifikan terhadap self-congruity. Selain itu, dorongan komunitas tidak terbukti memoderasi hubungan antara fan culture dan self-congruity maupun hubungan antara nilai kesederhanaan Islam dan self-congruity. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembentukan self-congruity pada Generasi Z dalam konteks fandom lebih banyak dipengaruhi oleh identitas fandom, keterlibatan partisipatif, dan ekspresi diri dibandingkan oleh nilai kesederhanaan konsumsi maupun pengaruh komunitas. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian perilaku konsumen, budaya fandom, dan bisnis Islam dengan menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dalam konsumsi belum tentu berperan langsung dalam pembentukan self-congruity pada konteks budaya populer digital. Temuan ini membuka peluang penelitian lanjutan untuk mengkaji faktor-faktor lain seperti religiusitas, fan identity, sense of belonging, dan emotional attachment dalam menjelaskan pembentukan self-congruity konsumen Generasi Z.
Faktor Yang Mempengaruhi Minat Pada Green Investment Arlin Mettamevia Nurwidya; Bara Zaretta; Amalia Nur Chasanah; Yenny Ernitawati
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2495

Abstract

Meningkatnya isu keberlanjutan lingkungan mendorong berkembangnya investasi hijau sebagai alternatif investasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh attitude, subjective norms, perceived behavioral control, dan green knowledge terhadap intention green investment, serta menguji peran social media platforms usage sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner daring dengan 211 responden yang memenuhi kriteria penelitian di Kota Semarang. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa attitude, perceived behavioral control, dan green knowledge berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention green investment. Sementara itu, subjective norms berpengaruh negatif dan signifikan terhadap intention green investment. Selain itu, SMPU terbukti mampu memperkuat hubungan antara attitude dan intention green investment. Namun, SMPU tidak mampu memperkuat hubungan green knowledge terhadap intention green investment serta tidak mampu memoderasi hubungan subjective norms dan perceived behavioral control terhadap intention green investment. Temuan ini menunjukkan bahwa minat green investment lebih dipengaruhi oleh faktor internal individu dibandingkan faktor sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur investasi berkelanjutan dan menjadi masukan bagi berbagai pihak dalam meningkatkan minat investor terhadap green investment.
Efek Moderasi Keterampilan Literasi Digital pada Hubungan Antara Sentimen Pasar Berbasis AI dan Perilaku Herding Investor Perorangan di Pasar Modal Indah Pratiwi; Halim Usman; Sukri
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2497

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sentimen pasar berbasis kecerdasan buatan (AI) terhadap perilaku herding investor perorangan serta menguji peran keterampilan literasi digital sebagai variabel pemoderasi dalam konteks pasar modal Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei terhadap 300 investor perorangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berdomisili di wilayah Sulawesi Selatan, yang diperoleh melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria usia, pengalaman investasi, dan keaktifan bertransaksi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin yang mengukur tiga konstruk utama (sentimen pasar berbasis AI, perilaku herding, dan keterampilan literasi digital) serta beberapa variabel kontrol demografis dan perilaku investasi; analisis dilakukan dengan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS‑SEM) melalui pengujian model pengukuran (validitas dan reliabilitas) dan model struktural (uji pengaruh langsung serta moderasi dua tahap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen pasar berbasis AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku herding investor perorangan, sementara keterampilan literasi digital berpengaruh negatif terhadap herding dan secara signifikan memperlemah pengaruh sentimen AI terhadap herding, setelah mengendalikan faktor usia, pengalaman investasi, frekuensi transaksi, dan karakteristik platform. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan literasi digital investor merupakan komponen kunci dalam perancangan kebijakan edukasi keuangan dan desain fitur AI di platform investasi untuk memitigasi risiko perilaku herding yang dipicu algoritma, serta menegaskan perlunya regulasi yang lebih AI‑aware di pasar modal. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan desain longitudinal atau eksperimental, memanfaatkan data transaksi aktual, serta menguji model serupa pada instrumen dan konteks pasar yang berbeda (misalnya kripto, sukuk, atau pasar lintas negara) guna memperkaya pemahaman mengenai dinamika herding di era kecerdasan buatan.