cover
Contact Name
Iva Rachmawati
Contact Email
iva.rachmawati@upnyk.ac.id
Phone
+62895359452192
Journal Mail Official
adminjpw@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta Jln. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55284
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pena Wimaya
ISSN : 27984346     EISSN : 27984346     DOI : https://doi.org/10.31315/jpw.v3i1
Core Subject : Humanities, Social,
Pena Wimaya (Publikasi E-Journal Hubungan Internasional) adalah Jurnal yang mempublikasikan kajian mengenai isu-isu hubungan internasional. Jurnal ini dibuat untuk memfasilitasi dan juga menjadi wadah pemikiran kritis dan positif bagi mahasiswa yang ingin mempublikasikan karya tulis ilmiahnya. Tim Redaksi dari Jurnal Pena Wimaya merupakan Mahasiswa Hubungan Internasional UPN "Veteran" Yogyakarta yang telah melalui tahap seleksi oleh dosen pembimbing. Dengan adanya Pena Wimaya, diharap mahasiswa mampu untuk berani dalam mempublikasikan hasil pemikiran yang telah ditempa dalam kehidupan perkuliahan, hal ini juga sekaligus implementasi dari nilai-nilai Widya Mwat Yasa.
Articles 75 Documents
KEBIJAKAN PERDANA MENTERI NARENDRA DAMODARDAS MODI DALAM PENANGANAN PEKERJA ANAK DI INDIA (2014-2023) Ramadhanti, Ulfa Rezza; Yunariono, Bastian
Jurnal Pena Wimaya Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpw.v4i2.12519

Abstract

India menjadi salah satu negara dengan keberadaan pekerja anak tertinggi di dunia. Berbagai upaya penanganan telah dilakukan pemerintah India baik melalui pembentukan kebijakan maupun kerja sama dengan organisasi internasional seperti International Labour Organization (ILO) dan United Nations Children Fund (UNICEF). Pada era perdana menteri ke-14 India, Narendra Damodardas Modi, India membentuk sebuah reformasi kebijakan pekerja anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan Narendra Damodardas Modi dalam penanganan pekerja anak di India pada tahun 2014 hingga 2023, melalui teori instrumen kebijakan dari Schneider dan Ingram (1990). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penanganan pekerja anak pada era Narendra Modi memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pembentukan kebijakan untuk mengamandemen dua undang-undang yaitu Undang-Undang Perdilan Anak Tahun 2015 maupun Undang-Undang Pekerja Anak dan Remaja Tahun 1986. Amandemen tersebut berfokus pada perlindungan hak-hak anak, penentuan usia minimum untuk bekerja dan pemberian sanksi terhadap pelaku pelanggaran yang secara langsung berkaitan dengan penanganan pekerja anak. Pemerintah juga meratifikasi dua Konvensi ILO sebagai bentuk komitmen India dalam memerangi pekerja anak yaitu Konvensi ILO Nomor 138 mengenai Usia Minimum Tahun 1973 dan Konvensi ILO Nomor 182 mengenai Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak Tahun 1999.Kata Kunci: Pekerja Anak, Kebijakan, Instrumen Kebijakan, India.
INDONESIA-JAPAN REDD+ DALAM PENINGKATAN TARGET PENGURANGAN EMISI PLAN FOR GLOBAL WARMING COUNTERMEASURES (PGWC) TAHUN 2021 Ariansyah, Fernanda Dewa; Anggraini, Melaty
Jurnal Pena Wimaya Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpw.v4i2.12541

Abstract

Isu lingkungan seperti pemanasan global tengah menjadi isu yang dihadapi komunitas dunia. Jepang merupakan salah satu negara maju yang kerap bekerja sama dengan negara berkembang untuk mengurangi emisi penyebab pemanasan global. Pada tahun 2013-2018, Jepang bekerja sama dengan Indonesia melalui skema Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation(REDD+) untuk mengurangi emisi dari sektor kehutanan dan tata guna lahan. REDD+ merupakan salah satu upaya Jepang dalam Plan for Global Warming Countermeasures (PGWC) untuk melawan pemanasan global di lingkup internasional. Pada tahun 2021, Jepang meningkatkan target penurunan emisi sebesar 46% dalam PGWC sebagai bentuk keseriusan Jepang dalam memerangi isu tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan kerja sama Indonesia-Japan REDD+ dengan peningkatan target penurunan emisi dalam PGWC. Penelitian ini menggunakan konsep bantuan luar negeri dan kerja sama internasional dari K.J. Holsti. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data dari wawancara dengan Kedutaan Besar Jepang dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini yaitu kerja sama Indonesia-Japan melalui REDD+ terhitung cukup berhasil dalam berkontribusi terhadap kenaikan target penurunan emisi Jepang sebesar 46%. Kerja sama ini juga mendorong Jepang untuk melakukan kerja sama di sektor konservasi hutan dan tata guna lahan dengan negara berkembang lainnya.
Enhancing Humanitarian Efforts Through Diplomatic Networks : A Study Case of International Committee of The Red Cross Humanitarian Diplomacy in Creating Funding Mechanism Mubin, Sayyidul
Jurnal Pena Wimaya Vol. 3 No. 2 (2023): Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpw.v3i2.10142

Abstract

Humanitarian diplomacy is an effort to protect human beings, especially in conflict areas. The ICRC's worldwide humanitarian operations require sufficient funding to carry out its activities. Development of the direction of ICRC's humanitarian diplomacy is also being carried out to provide maximum impact on humanitarian issues. This paper will answer how the ICRC builds a funding network through humanitarian diplomacy. This study uses Literature Reviews from books and journals regarding humanitarian diplomacy as a basis for thinking in writing. A qualitative pattern is used to process the findings and data obtained from the results of a literature review of articles, books and journals related to the research topic. This research uses descriptive analysis so that the author will examine the data obtained in the form of news, reports, statements and books. which discusses the activities of the ICRC. The result of this research is that the ICRC builds community networks with state and non-state actors to ensure funding for the organization's operations. This effort is carried out by the ICRC to ensure that their humanitarian operations continue, so that there is no reason why funds are a problem in the organization's humanitarian operations.
The BOOMERANG MECHANISM IN HUMAN RIGHTS ADVOCACY: BALOCH LONG MARCH AGAINST CHINA-PAKISTAN ECONOMIC Br Karo, Ameta Novelia; Jatmika, Muhammad Indrawan
Jurnal Pena Wimaya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transnational advocacy networks (TANs) and the “boomerang” pattern of influence can bypass domestic repression and internationalise local human rights struggles, as shown by the 2023–2024 Baloch Long March. Pakistani activists led by the women's organisation Baloch Yakjehti Committee (BYC) marched from Gwadar to Islamabad to demand justice for enforced disappearances and extrajudicial killings in Balochistan, facing censorship, arbitrary arrests, and state violence. When local channels were blocked, movement leaders allied with international NGOs (Amnesty International, Human Rights Watch) and global media to present their plight to the UN and international public. This strategy led to UN expert statements in early 2025 and international media coverage, increasing pressure on Pakistan's government. This study examines how the Long March employed external pressure to highlight human rights violations associated with the China–Pakistan Economic Corridor, utilizing Keck and Sikkink's “boomerang” framework and other norm-based theories. Despite Pakistani authorities' repressive measures (information blackouts, protest bans), the international outcry raised the cost of rights abuses and internationalised the Baloch cause. This paper demonstrates how marginalized activists utilized global media and networks to advocate for domestic rights.
Analisis Strategi Ekspansi bisnis TSMC ke Pasar Global Melalui Pembangunan Fasilitas Produksi di Kumamoto Tahun 2021 Aqshal Ilham Ramadhan; RESA RASYIDAH
Jurnal Pena Wimaya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri semikonduktor global merupakan sektor strategis yang menopang ekosistem teknologi modern, mulai dari perangkat komunikasi, kendaraan listrik, hingga sistem berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) memegang peranan sentral dengan menguasai lebih dari 60% pangsa pasar foundry global. Namun, dinamika rantai pasok global yang terganggu akibat pandemi COVID-19 mengungkapkan kerentanan konsentrasi produksi di satu wilayah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang mendorong TSMC melakukan ekspansi fasilitas produksi ke Kumamoto, Jepang, pada tahun 2021, serta bagaimana strategi ekspansi bisnis internasional tersebut memperkuat jejaring produksi global perusahaan. Penelitian ini menemukan bahwa keputusan ekspansi TSMC ke Jepang didorong oleh enam faktor utama: keberadaan ekosistem industri semikonduktor dan otomotif yang mapan, insentif pemerintah Jepang dalam bentuk subsidi investasi, kebutuhan pasar domestik Jepang terhadap chip otomotif dan elektronik, strategi diversifikasi lokasi produksi untuk mitigasi risiko rantai pasok, tren pergeseran industri semikonduktor global ke Asia Timur, serta kemitraan strategis dengan perusahaan Jepang. Penulis berargumen bahwa langkah TSMC ini merepresentasikan model ekspansi bisnis berbasis friendshoring dan integrasi jejaring produksi regional. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa ekspansi TSMC ke Kumamoto bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi global perusahaan, tetapi juga memperkuat ekosistem industri semikonduktor di Jepang.