cover
Contact Name
Ema Aenun Najib
Contact Email
mynameisnajib20@gmail.com
Phone
+6281578126825
Journal Mail Official
hikami@stkq.alhikamdepok.ac.id
Editorial Address
Jl. H. Amat no. 21, RT 06 RW 01 Kukusan - Beji - Depok - Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir
ISSN : 29864771     EISSN : 28097262     DOI : 10.59622
HIKAMI adalah jurnal program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Jurnal ini ditujukan bagi para pembaca, peneliti, dan pengkaji yang ingin mendalami, memahami, dan mengamalkan seputar kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Beberapa artikel yang dimuat di dalamnya merupakan hasil penelitian dan artikel para ulama Al-Quran dan Tafsir. Secara khusus, jurnal ini membahas: Pertama Tafsir Al-Quran Nusantara Kedua Ad-Dakhil fi Tafsir Ketiga Ilmu Al-Quran Keempat Living Quran Kelima Kajian Al-Quran Klasik, Pertengahan, dan Kontemporer.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
FENOMENA AYATISASI DI INDONESIA (STUDI ANALISIS AYAT-AYAT POLITIK) Syaifullah Syaifullah; Romlah Widayati; Ade Naelul Huda
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 3, No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.417 KB) | DOI: 10.59622/jiat.v3i2.68

Abstract

Fenomena Ayatisasi di Indonesia (Studi Analisis Ayat-Ayat Politik), penelitian ini menganalisis tentang fenomena ayatisasi dalam perpolitikan yang terjadi Indonesia, dengan menggunakan metode kualitatif dengan dua pendekatan, yaitu: historical approach, karena penelitian ini bersentuhan dengan sejarah dan verifikatif untuk menguji kebenaran suatu fenomena. Tema ini penting untuk didiskusikan karena ayatisasi dalam perpolitikan sering terjadi di Indonesia. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa memberikan sumbangsih dalam keilmuan dan menjadi parameter terkait ayatisasi secara umum dan dalam perpolitikan secara khusus. Di antara ayatisasi politik adalah penggunaan QS. Al-Mâ’idah [5]: 44 untuk menegakkan khilâfah Islâmiyyah dan penggunaan QS. An-Nisâ’ [4]: 34 sebagai dalil larangan memilih seorang perempuan menjadi pemimpin.
KONSEP ISTIQAMAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Shofiuddin Shofiuddin; Muh Hamim Thohari
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.953 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul konsep istiqamah dalam perspektif al-Qur’an (kajian tafsir tematik terhadap ayat-ayat istiqamah). Penelitian ini berusaha menguraikan beberapa penafsiran istiqamah menurut para mufassir atau dalam kata lain untuk mengetahui dan mengkaji konsep istiqamah secara mendalam sesuai dengan tuntunan agama dan syariat Allah SWT. Penelitian ini merupakan kajian studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analisis dengan langkah-langkahnya meliputi penyusunan data dan penafsiran data atau menguraikannya secara sistematis terhadap sebuah konsep atau antar konsep, dengan menggunakan motode kajian tafsir tematik. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa konsep istiqamah dalam al-Qur’an, Pertama istiqamah janji. Kedua istiqomah do’a, Ketiga istiqamah dalam perintah. Keempat istiqamah dalam tauhid. Kelima istiqamah dalam berdakwah. Keenam istiqamah dalam jalan agama.
METODE PENAFSIRAN MUHAMMAD BIN ALI AL-BALANSI DALAM TAFSIR MUBHAMAT AL-QUR’AN Hamzah Hamzah; Noor Haris
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 1, No 2 (2020): edisi DESEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.07 KB)

Abstract

Kajian ini berjudul “Metode penafsiran Muhammad bin Ali al-Balansi dalam Tafsir Mubhamat Al-Qur’an”, tema ini diangkat karena keresahan penulis terhadap perhatian salah satu ilmu Al-Qur’an, yaitu mubham yang seringkali agak kurang diperhatikan. Karena dengan ilmu mubham ini, penjelasan Al-Qur’an akan lebih jelas dengan Asbab al-Nuzulnya.  Pemilihan Tafsir Mubhamat Al-Qur’an dikarenakan satu kitab tafsir ini yang spesifik membahas tentang kata-kata mubham yang ada dalam Al-Qur’an dan kitab ini tergolong langka dalam penelitian ilmiah, khususnya di bangku perkuliahan.Dalam kajian ini membahas tentang pengertian mubham, alasan-alasannya secara umum beserta contohnya, namun lebih khususnya dan spesifiknya adalah mengkaji metode yang digunakan oleh Muhammad bin Ali al-Balansi dalam menafsirkan Tafsir Mubhamat Al-Qur’an dengan menggunakan metode penelitian Deskriptif Analisis.          Setelah dianalisa, Mubham dalam Al-Qur’an disebabkan tujuh alasan yang menjadikan rahasia kenapa subjek atau tokoh dalam Al-Qur’an tersebut disamarkan. Sedangkan metode yang digunakan Muhammad bin Ali al-Balansi dalam menafsirkan Tafsir Mubhamat Al-Qur’an adalah menggunakan metode Ijmali dan Muqaran, serta menggunakan pendekatan bi al-Ma’tsur dan bi al-Ra’yi sekaligus.
Konsep Pendidikan Karakter Perspektif Tafsir al-Marâghî (Analisis Surat Luqmân [31]: 12-19) Abdul Fatah
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 1, No 1 (2020): edisi JUNI
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.778 KB)

Abstract

Pelaksanaannya pendidikan karakter di Indonesia masih dibilang jauh dari harapanatau dapat dikatakan gagal. Hal itu disebabkan pendidikan karakter yang dilakukan di negaraini masih sebatas transfer ilmu saja. Oleh karena itu, pendidikan karakter sudah sangatmendesak untuk dilakukan. Tujuannya adalah untuk mewujudkan manusia yang berakhlakmulia dalam orientasi sains dan teknologi serta dijiwai oleh iman dan takwa kepada AllahSWT. Sebagai umat Islam, tentunya kita tidak menafikan adanya al-Qur`an sebagai sumberutama ajaran agama. Di dalam al-Qur`an ada kisah seorang tokoh bernama Luqmân Hakîmyang terkenal dengan sebutan ahli ẖikmah. diyakini Luqmân adalah seorang teladan yangsangat baik bagi anaknya. Sebab, dia mempunyai karakter baik yang siap diajarkan kepadaanaknya. Untuk menggali beberapa nasehat itu, maka penelitian akan dilakukan terhadapsalah satu tafsir karya salah satu ulama kontemporer, yaitu Tafsir al-Marâghî.
KONSEP FITRAH DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN ANALISIS AYAT FITRAH PERSPEKTIF QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISHBAH) Hamzah Hamzah; Muhammad Zarqali
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 3, No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.571 KB)

Abstract

Penelitian ini ditulis bertujuan untuk mengetahui konsep fitrah dalam tafsir al-Mishbah karya Quraish Shihab. Hal ini sangat penting mengingat pada era modern ini sangat banyak manusia yang menyelewengkan fitrah yang telah Allah ciptakan padanya. Penelitian ini berbeda dengan penelitian yang ditulis olch Tian Wahyudi (tahun 2015) yang lebih mengedepankan konsep pembelajaran berdasarkan fitrah manusia. Namun, Penelitian ini sama dengan penelitian yang ditulis oleh Wen Hartono (tahun 2012) dari segi objek penelitian yang dikaji yang membahas tentang fitrah dalam tafsir al-Azhar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang murni bersifat kepustakaan (library rescach), dengan menjadikan tafsir al-Mishbah sebagai sumber primer. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Untuk mencapai suatu kesimpulan yang konkret maka penulis menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu suatu teknik analisis data dengan cara mengumpulkan data-data yang ada kaitannya dengan permasalahan dan memeriksa secara konseptual atas makna yang terkandung oleh istilah-istilah yang digunakan untuk mendapatkan kejelasan makna yang sebenarnya. Berdasarkan metode yang dipaparkan diatas, maka penulis mencapai suatu hasil atau kesimpulan bahwasanya Quraish Shihab mengatakan fitrah berarti bawaan lahir manusia, baik jasmani maupun rohaninya. Oleh sebab itu beli tidak setuju dengan perubahan fisik pada diri manusia dan itu merupakan suatu dosa besar bagi pelakunya. Adapun metode beliau dalam mencari makna fitrah tersebut adalah dengan menggunakan metode bi al-Ma'sur dan bi al-Ra'y dengan menggunakan pendekatan bahasa, fiqh, sosial, dan ilmu pendidikan.
KIBLAT PERSFEKTIF MUFASSIRIN (Kajian Analitis Penafsiran Ayat-Ayat Kiblat dalam Tafsir Al-Thabari, Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Mishbah) Subur Wijaya; Husnul Maab
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.019 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Kiblat Persfektif Mufassirîn (Kajian Analitis Penafsiran Ayat-Ayat Kiblat dalam Tafsir al-Thabari, Ibnu Katsir, dan Tafsir al-Mishbah)”. Pembahsan skripsi ini hanya berfokus pada tiga ayat tentang perpindahan arah Kiblat yang terdapat di dalam surat al-Baqarah ayat 144,142, 115. Peneltian di dalam skripsi ini hadir sebagai upaya reksonstruksi atas beberapa tudingan negatif yang dilontarkan oleh kelompok orientalis mengenai perpindahan arah Kiblat yang terdapat di dalam tiga ayat surat al-Baqarah yang penulis sebutkan di atas. Salah seorang tokoh mereka Gardner mengatakan, jika perpindahan arah Kiblat yang disitir di dalam surat al-Baqarah itu adalah satu bentuk dari adanya kontradiktif yang terkandung di dalam al-Qur’an. Untuk mewujudkan apa yang penulis sebutkan di atas, maka di dalam penelitian ini penulis menggunakan tiga kitab tafsir sebagai data utama yang akan penulis gunakan di dalam melihat bagaimana interpretasi sesungguhnya tentang peralihan arah Kiblat yang disebutkan oleh tiga ayat di dalam surat al-Baqarah tersebut. Diantara tafsir tersebut adalah tafsir al-Thabari, Ibnu Katsir dan tafsir al-Mishbah. Adapun penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian pustaka, sumber data yang terdiri dari sumber-sumber tertulis berupa kitab, buku, jurnal makalah dan sumber-sumber otoritatif lainnya yang relevan dengan judul ini. Selain itu, untuk memudahkan proses penelitian ini penulis juga menggunakan pendekatan tematiknya ‘Abdul Hayyi al-Farmawi. Dan diakhir penelitian ini berdasasrkan interpretasi yang disebutkan oleh masing-masing mufassir di dalam kitab tafsirnya, tidak ditemukan adanya indikasi yang mengarah kepada adanya kontradiktif di dalam penafsiran tiga ayat tersebut, bahkan diantara tafsiran antara yang satu dengan yang lainnya cenderung sama dan melengkapi satu sama lain.
KONSEP TOLERANSI PERSPEKTIF PARA PAKAR DAN MUFASIR Subur Wijaya
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 1, No 2 (2020): edisi DESEMBER
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.524 KB)

Abstract

Toleransi merupakan hal yang sangat urgen dalam kehidupan yang majemuk seperti negara Indonesia. Keadaan ini membuat negara yang kaya akan keragaman ini yang mungkin tidak ditemukan di Negara lain, namun keadaan yang seperti ini juga rentan terhadap permusuhan dan perpecahan antar golongan. Dari sini pendapat mufassir menjadi penting melihat mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat Muslim yang berpegang teguh pada ajaran al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan al-Qurtubi terhadap penafsirannya tentang toleransi. Hasil dari penilitian ini adalah konsep toleransi menurut al Qurtubi diantaranya: pertama, Pengakuan terhadap adanya keberagaman yang Allah SWT tetapkan, kedua, Tidak ada pemaksaan untuk memeluk agama, ketiga, menerapkan keadilan baik untuk Muslim maupun non-Muslim, keempat, mengutamakan perdamaian, kelima, meneguhkan persatuan, keenam, larangan merusak dan mencela simbol keagamaan orang lain.
PENGARUH FIRQAH TEOLOGI ISLAM TERHADAP PENAFSIRAN AHMAD HASSAN (ANALISIS PENAFSIRAN AYAT-AYAT SIFAT DALAM AL-FURQÂN: TAFSIR QUR’AN) Ahmad Suladi; Hamzah Hamzah
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 3, No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.28 KB) | DOI: 10.59622/jiat.v3i2.70

Abstract

Karya ilmiah ini berupaya menganalisis afiliasi dan pengaruh teologi Islam terhadap Ahmad Hassan saat menafsirkan ayat-ayat mutasyâbihât, khususnya ayat-ayat mutasyâbih ash-shifât. Karya ilmiah ini berbeda dengan karya tulis Muhammad Ashrah bin Ismail yang ayat-ayat mutasyâbihât dalam Tafsir an-Nur Karya Muhammad Hasbi ash-Siddieqy, karena meskipun objek kajiannya sama-sama membahas ayat-ayat mutasyâbihât, namun tokoh yang dipilih tidak sama, sehingga bisa mengahsilkan kesimpulan yang berbeda. Metodologi yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif dengan pendekatan teologi dan sosial. Adapun metode analisisnya adalah content-analisis (analytical content method). Selanjutnya data yang telah terkumpul disaring, kemudian dikaji dalam bentuk deskripsi, setelah itu diambil kesimpulan.
KONSTRUKSI METODOLOGIS PENAFSIRAN AYAT-AYAT JILBAB Subur Wijaya; Syaifullah Syaifullah
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.7 KB)

Abstract

Berawal dari suatu acara disebuah acara di TV, M. Quraish Shihab menjawab pertanyaan salah satu audiens tentang jilbab, Shihab menjelaskan dengan berbagai macam pendapat para ulama'. Jawaban ini membuat semua yang mendengarkan jawabannya menjadi resah, karena dianggap bertentang dengan paham yang ada di Indonesia. Dari kejadian ini penulis ingin membedah bagaimana metode penafsiran yang digunakan oleh Shihab, sehingga berpendapat seperti jawaban yang telah di utarakan. Metode yang digunakan di dalam penulisan skripsi ini, menggunakan metode pendekatan kualitatif. Di dalam skripsi ini juga menggunakan kajian pustaka yakni meneliti dengan menggunakan data yang sudah ada dan data-data yang yang mempunyai relevansi dengan judul skripsi ini. Dari penelitian ini melahirkan kesimpulan, bahwa dari kedua mufassir tersebut di dalam penggunaan metode tidak jauh berbeda, hanya saja Shihab lebih banyak menggunakan pendekatan bahasa, dan penggunaan metode sumber penafsirannya, dengan menukil berbagai pendapat, namun tanpa ada pentarjihan darinya. Berbeda dengan al-Qurtubi yang lebih sedikit menggunakan pendekatan bahasa, dan di dalam penggunaan metode sumber penafsirannya, ia menyatakan pentajihan pribadinya. Dari metode yang digunakan masing masing mufassir tersebuat juga mempunyai kesimpualan yang sama, atas kebolehan perempuan menampakkan wajah dan kedua telapak tangannya, hanya saja Shihab mengatakan bahwa tidak pantas mencela perempuan yang menampakkan dari apa yang telah disepakati oleh keduanya, karena masih ada ulama' yang memperbolehkan menampakkan selain wajah dan kedua telapak tangan.
INTERPRETASI MAQAMAT AL-AULYA PERSPEKTIF AL-QUR’AN Adib Minanul Cholik; Marzuki Marzuki
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 2, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.567 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Interpretasi Maqâmât al-auliyâ perspektif al-Qur’an”. Penelitian ini difokuskan pada penemuan beberapa ayat-ayat alQur’an tentang kedudukan wali-wali Allah di sisi tuhannya. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kualitas kedekatan hamba kepada penciptanya dan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang kedudukan wali-wali Allah yang sebenarnya. Maqâmât auliyâ sangatlah penting dikaji dalam rangka merespon anggapan masyarakat tentang kedudukan wali yang tidak sesuai dengan ajaran-ajaran nabi Muhammada SAW. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian pustaka. Sumber data berupa sumber-sumber tertulis berupa kitab, buku, artikel, jural dan umber-sumber otoritatif liannya yang relevan dengan tema. tehnik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, yakni mengumpulkan data mulai berbagai buku dan literatur yang relevan dengan tema. Sementara analisa data mengguanakan metode content analisis (analisis isi), yaitu melakukan analisa terhadap Ayat-ayat yang maqâm auliyâ atau kedudukan wali-wali Allah dalam al-Qur’an, kemudian dijabarkan dengan rinci. Penelitian ini menunjukan bahwa maqâm auliyâ adalah maqâm yang tinggi di sisi tuhannya. dan untuk mencapainya harus dengan aturanaturan atau ajara-ajaran yang dibawa dan dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW.