cover
Contact Name
Vici Sofianna Putera
Contact Email
schema@unisba.ac.id
Phone
+6281324544980
Journal Mail Official
schema@unisba.ac.id
Editorial Address
Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 Gd. K. H. Mutaqien Lt 1 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Schema: Journal of Psychological Research
ISSN : 25810723     EISSN : 25810731     DOI : DOI: https://doi.org/10.29313/schema.v0i0
Core Subject : Social,
Schema : Journal of Psychological Research publishes academic research articles on theoretical and applied studies and focuses on Psychology with the following scope : Broken Home, Organizational Culture, Celebrity Worship, Delinquency, Early Adulthood, Work Discipline, Social Support, Health belief, Parasocial Interaction, Early Childhood Independence, Maturity Career, Job Satisfaction, Organizational Commitment, Obesity, Parasocial Relationship, Peak Performance, Character Education, Self Adjustment, Marriage Adjustment, Parenting, Learning Achievement, Psychological Well-Being, Religiosity, Late Adolescence, Self Esteem, Self regulation, Taaruf . This journal is published by UPT Publikasi Ilmiah UNISBA. Articles submitted to this journal will be processed online and using a double blind review by at least two reviewers.
Articles 94 Documents
RANCANGAN PELATIHAN EMPATI TERHADAP KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI INTIM PADA PASANGAN SUAMI ISTERI Anna Rozana
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 3 No.1 Mei 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1634.268 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.1813

Abstract

Komunikasi merupakan faktor penting bagi berkembangnya hubungan yang berkualitas dan sebagai langkah awal terbinanya suatu fondasi keluarga yang penuh dengan kebahagian dan terciptanya sebuah keluarga yang sehat. Rancangan pelatihan ini menggunakan pendekatan experiental learning dan mengacu pada teori komunikasi intim dari Laswell (1987). Teori komunikasi intim ini terdiri dari lima dimensi yaitu : Openness, trust, honesty, empaty, dan listenning, dimana dalam penelitian ini empati merupakan area permasalahan terbesar.
Efektivitas Problem Solving Therapy Untuk Meningkatkan Kemampuan Regulasi Emosi Rifqi Farisan Akbar
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 7 No. 1 Mei 2022
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.174 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.5002

Abstract

Self injury merupakan tindakan menyakiti diri tanpa niatan bunuh diri. Perilaku self injury sering dilihat sebagai cara mengelola emosi atau disebut regulasi emosi (Chapman AL, Gratz KL, Brown MZ, 2006). Rendahnya regulasi emosi terlihat dari perilaku bermasalah, seperti kurangnya kontrol impuls ketika marah dan kesal (Gratz&Roemer, 2004). Problem Solving Therapy telah efektif membantu berbagai masalah, seperti depresi, kecemasan, hipertensi, dan gangguan PTSD (D'Zurilla & Nezu, 2007). Namun belum pernah diujicobakan terhadap regulasi emosi pada subjek dengan perilaku self injury. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen subjek tunggal dengan desain A-B. Alat untuk mengukur regulasi emosi adalah Difficulties in Emotion Regulation Questionnaire dari Gratz & Roemer. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil intervensi menunjukan jika Problem Solving Therapy efektif dalam meningkatkan regulasi emosi pada subjek yang melakukan self injury yang terlihat dari menurunnya tingkat kesulitan meregulasi emosi dan berhentinya perilaku self injury pada subjek penelitian.
Pengaruh Dari Perceraian Orangtua Terhadap Kualitas Orang Tua-Anak, Penyesuaian Diri dan Prestasi Anak pada Awal Masa Dewasa Alfa Handayani
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 1 No.1 Juli 2001
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3440.707 KB) | DOI: 10.29313/schema.v1i1.2547

Abstract

Nicholas Zill, Donna Ruane Morrison dan Maryjo Cairo. Penelitian ini menggunakan data longitudinal dari National Survey of Children untuk meneliti apakah akibat dari perceraian orang tua terbukti berpengaruh pada awal masa dewasa. Diantara anak-anakyang berusia 18-20 tahun dari keluarga bercerai, 65% mempunyai hubungan yang kurang baik dengan para ayah dan 30% dengan ibu mereka. Selanjutnya 25% dari mereka drop out dari sekolah menengah atas, dan 40% menerima bantuan psikologis. Bahkan setelah pemeriksaan untuk melihat perbedaan demografis dan sosioekonomis, para pemuda dari keluarga bercerai ini cenderung dua kali lebih banyak menunjukkan masalah-masalah ini dibanding remaja dari keluarga utuh. Pengaruh yang signifikan dari penceraian terhadap hubungan ibu-anak juga tampak pada masa dewasa. Para pemuda yang mengalami kekacauan sebelum usia 6 tahun menunjukkan hubungan yang lebih buruk dengan para ayah mereka daripada mereka yang mengalami kekacauan pada usia yang lebih kemudian. Secara menyeluruh, pernikahan kembali tidak mempunyai dampak melindungi, tetapi ada indikasi perbaikan diantara mereka yang mengalami kekacauan yang dini.Nicholas Zill, Donna Ruane Morrison dan Maryjo Cairo. Penelitian ini menggunakan data longitudinal dari National Survey of Children untuk meneliti apakah akibat dari perceraian orang tua terbukti berpengaruh pada awal masa dewasa. Diantara anak-anakyang berusia 18-20 tahun dari keluarga bercerai, 65% mempunyai hubungan yang kurang baik dengan para ayah dan 30% dengan ibu mereka. Selanjutnya 25% dari mereka drop out dari sekolah menengah atas, dan 40% menerima bantuan psikologis. Bahkan setelah pemeriksaan untuk melihat perbedaan demografis dan sosioekonomis, para pemuda dari keluarga bercerai ini cenderung dua kali lebih banyak menunjukkan masalah-masalah ini dibanding remaja dari keluarga utuh. Pengaruh yang signifikan dari penceraian terhadap hubungan ibu-anak juga tampak pada masa dewasa. Para pemuda yang mengalami kekacauan sebelum usia 6 tahun menunjukkan hubungan yang lebih buruk dengan para ayah mereka daripada mereka yang mengalami kekacauan pada usia yang lebih kemudian. Secara menyeluruh, pernikahan kembali tidak mempunyai dampak melindungi, tetapi ada indikasi perbaikan diantara mereka yang mengalami kekacauan yang dini.
Studi Mengenai Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Suami Istri yang Menikah Melalui Ta'aruf di Bandung Ihsana Sabriani Borualogo; Rahmatinna Rahmatinna
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 2 No.1 Januari 2011
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6276.26 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.2486

Abstract

There is a way to get to know the opposite sex without courtship called Ta’aruf. Not many people who choose this way of acquaintance. But there are peculiarities in this Ta’aruf process until marriage which interesting to explore descriptively. In the process Ta’aruf, both side are not be able to see each other unless there is a third party as a mediator, someone who trusted by both sides. Every married couple wants to feel the happiness of marriage. Ta’aruf married couples hope to get happiness not only in the world but in the hereafter as well. Marital happpiness associated with the presence of marital satisfaction. According to Douglas K. Snyder (SOURCE) marital satisfaction can be seen through the 12 aspects. The aim of this study is to describe the marital satisfaction in couples who get married through Ta’aruf. The number of subjects is 9 pairs (18 people) and live in Bandung. The data was collected using a marital satisfaction measure was adapted from standard gauge Douglas K. Snyder. The results of validity and reliability of measuring devices such adaptions are as follows: there are 81 valid items with relliability based on Cronbach norm 0.963. Data processing results show 77.7% of married couples through Ta’aruf having marital satisfaction. This is supported by data Conventionalization 66.65%, 83.33% of Global Stress, 77.77% Affective Commuication, Problem Solving 77.77%, Aggresion 55.55%, 66.65% Time Together, Disagreement About Finances 77.77%, Sexual dissatisfaction 66.65%, 77.77% Role Orientation, Family History of Distress 66.65%, 88.88% dissatisfaction with Children,  Conflict over Child Rearing 72.21%. The data suggest that the experience of past and present contribute in improving marital satisfaction in couples who married through Ta’aruf.
Rancangan Intervensi Berbasis Positive Psychotherapy untuk Menanggulangi Penurunan Harga Diri Pasien Perempuan Acne Vulgaris Endah Nawangsih; Rizki Aulia
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 5 No. 2 November 2019
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.674 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.4597

Abstract

Bagi perempuan bila menderita acne vulgaris pada wajahnya merupakan suatu permasalahan yang sangat mengganggu. Dampak negatif yang paling umum dirasakan akibat menderita acne vulgaris adalah penurunan harga diri. Ketika harga diri rendah ketahanan dan fleksibilitas dalam menghadapi masalah menjadi berkurang. Menanggulangi dampak negatif dari acne vulgaris pada harga diri perlu dirancang suatu intervensi diantaranya berbasis positive psychotherapy. Melalui positive psychotherapy tidak hanya memperbaiki suatu permasalahan namun juga mengembangkan potensi secara optimal untuk menghadapi permasalahan kedepannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran harga diri perempuan yang menderita acne vulgaris dan merancang intervensi berbasis positive psychotherapy untuk menanggulangi harga diri tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif; dengan pengambilan sampel secara purposive. Pengumpulan data menggunakan skala harga diri. Hasil pengukuran diperoleh sebanyak 40% dari 35 perempuan memiliki derajat harga diri rendah dan sisanya 60% perempuan memiliki derajat harga diri sedang. Rendahnya harga diri pada perempuan yang menderita acne vulgaris disebabkan oleh derajat self-efficacy yang sedang sebanyak 71,43% dan derajat self-respect yang rendah sebanyak 42,86%. Intervensi positive psychotherapy dirancang sedemikian rupa disesuaikan dengan analisis kondisi harga diri pada perempuan penderita acne vulgaris kedalam 8 sesi terapi.Key Words : harga diri, positive psychotherapy, acne vulgaris
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dosen Pembimbing Dengan Efikasi Diri Mahasiswa Yang Mengontrak Skripsi Lebih dari Dua Semester di Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung Sukarti Hilmi M; Milda Yanuvianti Yanuvianti; Dewi Puji Lestari
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 2 No.2 Juni 2011
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11292.281 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.2425

Abstract

Mahasiswa perguruan tinggi diharuskan menyusun skripsi yang sesuai dengan kaidah penyusunan karya ilmiah yang benar dalam jangka waktu satu semster. Fenomena di Fakultas Psikologi UNISBA, terdapat sejumlah mahasiswa yang belum dapat menyelesaikan skripsinya dalam jangka waktu lebih dari dua semester. Mereka menghadapi sejumlah tuntutan dan hambatan dari dalam maupun luar dirinya. Mereka mengaku stres dan menghindari skripsi dikarenakan ragu akan dapat meyelesaikan skripsi. Keyakinan akan kemampuan mereka dapat disebut efikasi diri (Bandura, 1997). Pada kenyataannya, sebagian dari mereka memiliki IPK di atas 2,75, telah lulus dari mata kuliah Metodelogi Penelian 1 dan 2. Berdasarkan wawancara, mereka memerlukan bantuan berupa arahan, motivasi, masukan, informasi, dan solusi dari dosen pembimbing. Fenomena di atas menunjukkan dugaan adanya hubungan antara dukungan sosial dosen pembimbing dengan efikasi diri pada mahasiswa yang mengontrak skripsi lebih dari dua semester.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa erat hubungan antara dukungan sosial dosen pembimbing dengan efikasi diri pada mahasiswa yang mengontrak skripsi lebih dari dua semester di Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung. Kegunaan penelitian ini, memberikan informasi dan masukan kepada mahasiswa yang mengontrak skripsi, juga sebagai informasi bagi dosen pembimbing dan bagian akademik.Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Pemilihan subjek penelitian menggunakan studi populasi dengan karakteristik mahasiswa yang mengontrak skripsi lebih dari dua semester di Fakultas Psikologi UNISBA dan memiliki IPK di atas 2,75.Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan teori dukungan sosial (Gottlieb, 2000) dan teori efikasi diri (Bandura, 1997). Pegolahan data menggunakan metode statistik uji korelasi rank spearman.Hasil yang diperoleh yaitu terdapat hubungan positif dengan tingkat keeratan sedang (rs = 0,55; a = 0,05) antara dukungan sosial dosen pembimbing dengan efikasi diri pada mahasiswa yang mengontrak skripsi lebih dari dua semester di Fakultas Psikologi UNISBA. Artinya, semakin rendah dukungan sosial dosen pembimbing yang diterima, maka semakin rendah pula efikasi diri mahasiwa yang mengontrak skripsi lebih dari dua semster.
THE BRAIN AS THE CENTER OF THE HUMAN PERSONALITY Eko Oktapiya Hadinata
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 4 No. 2 November 2018
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.918 KB) | DOI: 10.29313/schema.v4i2.4161

Abstract

It is not uncommon for people to understand that humans are still very reductionist, especially those related to the center of human personality. So that, human discourse in various perspectives, causes a lot of confusion in the epistemology, whether the brain or heart is the center of the human personality. This study was carried out through a library research approach that refers to the perspective of Islamic psychology. The conclusion in this study is that the human brain is unique because of its dynamism as well as its mysteriousness which continues to evolve. In fact, the approach through quantum physics and uncertainty principle only has a small effect on the human brain. This study disagrees with Abdul Mujib and al-Ghazali that, having understanding and thinking and being responsible for the human personality is the heart, not the brain. Thus, this study is equivalent to Pare and Llines that, the nerve cells of the human brain are able to communicate with each other without being influenced by the senses, and Wahbah al-Zuhaili and Taufiq Pasiak that, when the brain is damaged then the human personality will also be damaged.
Pengenalan Matematika di PAUD Dengan Menggunakan Metode Gerak dan Lagu Pada Kelompok B (5-6 Tahun) Kusnaniah, Elis
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 7 No. 2 November 2022
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.883 KB) | DOI: 10.29313/schema.v7i2.11050

Abstract

Pengenalan matematika permulaan terhadap Pendidikan Anak Usia Dini merupakan berperan penting dalam kehidupan yang harus di pelajari, guna memecahkan masalah sehari-hari serta dikenalkannya untuk memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Masalah dalam kegiatan pengenalan matematika permulaan  di RA At-Taqwa Cidatar Garut yang tidak tepat nyakni menggunakan metode ceramah di karenakan anak kurang tertarik dalam kegiatan pengenalan pembelajaran  tersebut,  maka peneliti mencoba  menggunakan metode gerak dan lagu untuk pengenalan matematika. Selain itu pengenalan matematika permulaan menggunakan metode gerak dan lagu di bandingkan menggunakan metode yang lain dilihat dari perhitungan statistik dengan menggunakan metode ceramah yaitu sebesar 18,9667, sedangkan dengan menggunakan metode gerak dan lagu sebesar 20,7000, jelas perbedaannya sangat jauh maka dari latar belakang di atas mengenai aspek-aspek yang akan di jelaskan dalam  pengenalan matematikan menggunakan metode gerak dan lagu serta cakupannya yang berhubungan dengan keduanya.
Peran Konseling Logo dalam Meningkatkan Hidup Bermakna (Meaning Life) pada Wanita Single Mother Di Bandung endah nawangsih; Dwi Edriyanti
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 2 No.1 Januari 2011
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4935.896 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.2474

Abstract

The Purpose of this study is to increase understanding of the meaning of life at single mother women. This study uses a cognitive approach. Through this cognitive approach obtained a negative self-image of how the subject thinks of himself. This negative self-assessment will be changed in the intervention, i.e by growing new understanding (insight) on the subjects themselves through restructuring the way of their thinking. This is being the basis of considerations that a change in the pattern of thinking will be followed by changes in behavior. The results obtained in this study carried out, it is understood in the sense that if the subjects of this study demonstrated a new perspective in assessing themselves, as well as the existence of self-conciousness, so that they have wrong perception about meanings of life, then at this stage means they have insight experienced. When insight is achieved, the subjects were invited to organize the necessary steps to achieve meaningful life. Subjects will get a new self-image, which they think themselves more valuable, and meaningful. In other words, the steps can be taken to find meaning in life is to create positive thinking on the subjects themselves.
HUBUNGAN EKSPLORASI KARIER DENGAN KEBIMBANGAN KARIER PADA SISWA SMA KELAS XII DI JADEBOTABEK Siti Fatimah Fauziah Hijri; Sari Zakiah Akmal
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 3 No.2 November 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.776 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.3390

Abstract

Siswa SMA kelas XII seharusnya sudah merencanakan kariernya, salah satunya dengan menentukan pilihan jurusan di perguruan tinggi. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah keputusan yang mudah bagi siswa SMA. Banyak diantara mereka mengalami kebimbangan dalam pengambilan keputusan. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kebimbangan tersebut ialah kurangnya infromasi. Saat ini, informasi mengenai jurusan dan bidang pekerjaan dapat diakses dengan mudah oleh siswa SMA. Sayangnya, siswa SMA belum memanfaatkan kemudahan tersebut secara optimal. Hal tersebut mengindikasi bahwa siswa SMA kelas XII kurang melakukan eksplorasi karier, baik eksplorasi diri (self exploration) maupun eksplorasai lingkungan (environmetal exploration). Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara eksplorasi karier dengan kebimbangan karier pada siswa SMA kelas XII, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Kebimbangan karier diukur dengan Career Decision Scale (CDS) dan eksplorasi karier diukur dengan Career exploration Survey (CES). Partisipan pada penelitian ini berjumlah 253 siswa SMA kelas XII di JABODETABEK dengan menggunakan teknik incidental sampling. Hasil ini menunjukkan bahwa individu yang memiliki environmen exploration yang tinggi, akan memiliki kebimbangan karier yang rendah. Sementara itu, self exploration tidak berkaitan dengan kebimbangan karier yang dialami oleh siswa SMA kelas XII. Oleh karena itu, salah satu cara yang dilakukan untuk menurunkan kebimbangan karier adalah mencari infromasi mengenai jurusan.

Page 5 of 10 | Total Record : 94