Riset Informasi Kesehatan
Focus and Scope Riset Informasi Kesehatan publishes review article, original article, as well as short communication in the all scopes of Nursing, Public Health, and Pharmacy Science. The article published on the internal and external academic community STIKES Harapan Ibu Jambi. Riset Informasi Kesehatan publishes scholarly articles in scope covering: Nursing: Adult nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, Nursing leadership and management, Complementary and Alternative Medicine (CAM) in nursing, Education in nursing Public Health: health epidemiology, biostatistics health, health administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles health Pharmacy: Pharmaceutics, Biopharmaceutics, Drug Delivery System, Physical Pharmacy, Chemical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, , Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Community and Clinical Pharmacy, Regulatory Affairs and Pharmaceutical Marketing Research, and Alternative Medicines
Articles
275 Documents
Analysis retention of nursing staff during the covid-19 pandemic at the Dumai City Hospital in 2022
Roziah Roziah;
Dedi Afandi;
Hetty Ismainar;
Budi Hartono;
Siska Mayang Sari
Riset Informasi Kesehatan Vol 11 No 2 (2022): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (200.067 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v11i2.687
Background: the incidence of nursing staff turnover during the Covid 19 pandemic was the highest among all staff with work agreements at the Dumai City Hospital. With the reduced number of nursing staff, the hospital is at risk of experiencing disruptions in the availability of human resources. Purpose: To eksplore the nursing staff retention program at the Dumai City Hospital. Method: This research was a phenomenological qualitative research, with a sample of 13 people. They were recruited using purposive sampling technique, and data were collected through in-depth interviews, observations, FGD and document searches. Data were analyzed using the colaizzi methode which consist of nine stages. Results: It was found that staffing by the head of the room for nursing staff during the afternoon shift and night shift still needs to be improved, the orientation of new nursing staff is experiencing rapid progress with the publication of orientation guidebooks and orientation report cards, preceptorship and mentoring have taken place naturally and needs to be improved by making guidelines and SOP, nurse career paths are still focused on PK 1 nurse assessment, nursing staff rotation is carried out based on urgent needs and conditions. Conclusion: The nursing staff retention program at the Dumai City Hospital, namely staffing, orientation of nursing staff, preceptorship and mentoring, career development of nursing staff still needs to be improved and developed from aspects of planning, organizing, implementing, monitoring and evaluating. So that the activities that have been taking place can be even better useful in preventing the turn over of nursing staff at the Dumai City Hospital. Key words : Retention program, nursing staff, turnover
Hubungan Pengetahuan, Persepsi, Self Efficacy dan Pengaruh Interpersonal Terhadap Pencegahan Penularan TB Paru di Puskesmas Muara Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2016
dian octavia
Riset Informasi Kesehatan Vol 6 No 2 (2017): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.523 KB)
Abstract The Primary Health Center Muara Kumpeh was shown that patients with pulmonary TB were growing up for every single year. The data in 2014 was shown for 44 cases totally and increased in 2015 as many as 54 cases. The knowledge has been a role in a person's perception.One's knowledge is the beginning of a behavioral factor that correlates positively with actions to prevent transmission of pulmonary TB. This research is a quantitative research with cross sectional study design. The goal is to determine the relationship of knowledge, perception, self-efficacy, and interpersonal influences on the prevention of pulmonary TB transmission in the region Muara Kumpeh Primary Health Center 2016. The sample of this study was 54 peoples and was using a Total Sampling Technique. This study in April 2016, analyzed using univariate and bivariate with a Chi-Square test. The results of the study indicated that there has a relationship between of knowledge with p = 0.038, the perceptions of the value of p = 0.000, self-efficacy (confidences) with a value of p = 0.003, and interpersonal influences with p = 0.047. The total of 30 (55.6%) of respondents has good Prevention's and 24 (44.4%) of respondents were less good at preventing transmission of pulmonary TB. This research was found that all of the variables have a significant relationship with the prevention of transmission of Lung’s TB with p-value <0, 05. The health workers should make a therapeutic relationship more to the patients so that the respondents were more feels comfortable and open to the questions, on the complaint of their illness, a language should be easy to understand by the respondent. The message was real to put women more aware of the importance of healing and a better understanding of what that should be done in the prevention of Lung’s TB to other families member.
Pengaruh lama kontak arang kayu terhadap penurunan kadar kesadahan air sumur gali di Paal Merah II Kota Jambi
Ratna Sari Dewi;
M Iqbal Kusuma;
Eti Kurniawati
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.998 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v7i1.125
Abstrak Latar belakang: Kesadahan atau hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. Menurut WHO dampak penggunaan yang timbul akibat penggunaan air sadah terhadap kesehatan adalah penyumbatan pembuluh darah jantung dan batu ginjal. Salah satu cara untuk menurunkan kesadahan adalah dengan melakukan penyaringan menggunakan karbon aktif atau arang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama kontak arang terhadap tingkat kesadahan air. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan Time series design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama kontak arang 10 menit, 20 menit dan 30 menit, variabel terikat adalah Penurunan kadar kesadahan air, dan variabel terkendali adalah sumber air, diameter dan ketebalan arang. Hasil: hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh tingkat kesadahan air. Persentase penurunan pada waktu kontak 10 menit (25,23%), 20 menit (36,44%) dan 30 menit (56,38%). Hal ini menunjukkan bahwa penurunan kesadahan yang paling efektif dari wakttu kontak 10 menit, 20 menit dan 30 menit adalah 30 menit. Kesimpulan: Penelitian ini menyarankan agar orang menggunakan air sumur gali sebagai air bersih yang memiliki tingkat kesadahan tinggi agar melakukan pengolahan terlebih dahulu. Salah satu alternatifnya adalah menggunakan penyaringan dengan menggunakan arang sebagai media filtrasi. Keywords : Kesadahan air, arang kayu, waktu kontak
Pengaruh Slow Deep Breathing Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi
Rosyidah azhari
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 2 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (110.237 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v7i2.178
Latar belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit pada sistem kardiovaskuler yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi dapat diatasi dengan terapi farmakologis dan non farmakologis.Salah satu terapi non farmakologis adalah terapi relaksasi napas dalam. Data kasus hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin pada tahun 2015 sebanyak 1193 kasus meningkat menjadi 2026 kasus pada tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh slow deep breathing terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin. Metode : Penelitian ini merupakan quasi exsperimen dengan pendekatan one group pre test and post test. Sampel penelitian adalah penderita hipertensi dengan jumlah sampel sebanyak 17 responden dan diambil secara Purposive sampling.Pengumpulan data dengan menggunakan alat ukur spygnomano meter air raksa dan melakukan slow deep breathing.Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji wilxocon. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah responden setelah diberikan slow deep breathing yaitu tekanan darah sistolik sebesar 11,18 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 2,94 mmHg. Hasil analisis dengan menggunakan uji wilxocon dengan tingkat kepercayaan 95% dengan α 5% (0,05) didapat nilai p-value tekanan darah sistolik 0,000 dan tekanan darah diastolik 0,166). Hal ini menunjukkan slow deep breathing memiliki pengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistolik, tetapi tidak memiliki pengaruh terhadap tekanan darah diastolik pada penderita hipertensi. Kesimpulan dan Saran : kesimpulan menunjukkan adanya pengaruh slow deep breathing terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Diharapkan perawat dapat memberikan latihan slow deep breathing sebagai manajemen non farmakologi dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi primer.
Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanolik umbi mentimun papasan (Coccinia grandis L.Voigt) terhadap Shigella dysenteriae dan Staphylococcus aureus
Rizal Maarif Rukmana;
Rahmat Budi Nugroho;
Dwi Admani Wisnumurti;
Andang Arif Wibawa
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.24 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v8i2.233
Abstrak Latar Belakang: Penyakit infeksi merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah serius di negara berkembang khususnya di Indonesia. Bakteri yang sering menimbulkan penyakit infeksi adalah bakteri Shigella dysentriae dan Staphylococcus aureus. Metode: Serbuk umbi Mentimun Papasan (Coccinia grandis L.Voight) dilakukan ekstraksi dengan metode maserasi. Pelarut yang dipakai adalah etanol 96%. Identifikasi golongan senyawa dilakukan dengan menggunakan pereaksi kimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. Hasil: Hasil identifikasi golongan senyawa menunjukkan adanya golongan senyawa flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan polifenol. Hasil uji antibakteri ekstrak umbi Mentimun Papasan kosentrasi 1 gr/ml, 2 gr/ml, 3 gr/ml dan 4 gr/ml terhadap bakteri Shigella dysentriae berturut-turut: 18mm, 19,66 mm, 21,23 mm dan 23,33 mm. Hasil uji antibakteri ekstrak umbi Mentimun Papasan kosentrasi 1 gr/ml, 2 gr/ml, 3 gr/ml dan 4 gr/ml terhadap bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut: 18,67 mm, 20,67 mm, 23,33 mm dan 27 mm. Kesimpulan: Ekstrak etanolik umbi Mentimun Papasan dapat menghambat bakteri Shigella dysentriae dan Staphylococcus aureus.
Potensi Pseudomonas fluorescens dalam menghasilkan asam salisilat dengan menggunakan limbah udang sebagai substrat
Ririn Puspadewi;
Putranti Adirestuti;
Mira Andam Dewi;
Aditya Ayuning Tyas
Riset Informasi Kesehatan Vol 9 No 1 (2020): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.055 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v9i1.359
Latar Belakang: Pemanfaatan limbah udang saat ini kurang mendapatkan perhatian dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat akan manfaat kandungan dalam limbah udang. Limbah udang mengandung protein sebagai sumber nitrogen dan mineral sehingga dapat dimanfaatkan sebagai substrat untuk pertumbuhan mikroba Pseudomonas fluorescens dalam mensintesis asam salisilat. Tujuan penelitian adalah memanfaatkan limbah udang sebagai substrat untuk pertumbuhan Pseudomonas florescens dalam menghasilkan asam salisilat. Metode: Ferrmentasi dilakukan pada suhu 30℃, pH 7 dengan pengocokan terus-menerus pada 150 rpm. Substrat dibuat dalam dua formula yaitu formula 1 (limbah udang), formula 2 (limbah udang dan 0,02% MgSO4). Asam salisilat sebagai produk fermentasi dianalisis secara kimia kualitatif dan uji aktivitas anti mikroba terhadap Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji kimia kualitatif dengan uji esterifikasi terdapat bau ester khas seperti minyak gandapura, uji dengan FeCl3 menunjukkan warna ungu, sedangkan uji dengan HCl menunjukkan hasil negatif. Uji aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus menghasilkan zona bening sebesar 18,65 mm dan terhadap Propionibacterium acnes sebesar 19,65 mm dari formula 1 setelah fermentasi 28 jam. Kesimpulan: Limbah udang dapat digunakan untuk susbtrat Pemanfaatan limbah udang saat ini kurang mendapatkan perhatian dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat akan manfaat kandungan dalam limbah udang. pada pertumbuhan Pseudomonas flourescens dalam menghasilkan asam sitrat
Penerimaan diri wanita hamil dengan HIV positif
Anggie Pradana Putri;
Adi Irawan AM;
Marlene R Padua
Riset Informasi Kesehatan Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.824 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v10i1.425
Background : Being HIV positive, someone will face psychological pressure such as depression, anxiety and other negative ones. Pregnant women with HIV positive face two challenges, to keep her pregnancy and struggle to fight with HIV. Self-acceptance of those two dimensions gives high challenges for pregnant women who are HIV positive. The aim of the study is to understand deeper and describe about the self-acceptance of pregnant women with HIV positive Method : This study used qualitative research method with phenomenology approach. The participants are the pregnant women with HIV positive with inclusion criteria as: 1) woman in reproductive age 18-40 years old, 2) confirmed pregnant, 3) natural born of Indonesia, 4) can expressed her-selves verbally. The data analyzed with Collaizi’s analysis of qualitative research. Results : Data saturation was reached on the seventh participant. From the qualitative data analysis, there are three themes under the phenomenon of self-acceptance of pregnant-women with HIV positive, such as internal negativism, internal acceptance, and ready to enhanced health status. Conclusion : The process of self acceptance of being pregnant and infected with HIV gives contribution on the continuity of antenatal care and HIV therapy in order to the improvement of quality of life. Self-denial depicts as disappoint, anxiety, unbelief, blame herself, isolate her self, become as consequences of the situation. But, due to the support from family and people around, makes the pregnant mothers with HIV positive try to accept and disclose about her status. So, it will give better self-acceptance of to improve her health
Determinan tingginya unmet need Keluarga Berencana; Studi kasus di Kecamatan Kumun Debai Provinsi Jambi
Guspianto Guspianto;
Nursafira Rianita;
Asparian Asparian;
M. Ridwan
Riset Informasi Kesehatan Vol 10 No 2 (2021): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.478 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v10i2.536
Abstrak LatarBelakang:Angka Unmet need KB adalah persentase wanita menikah yang tidak menginginkan anak lagi atau ingin menjarangkan kelahirannya, namun tidak memakai alat kontrasepsi. Angka unmet need KB di kota Sungai Penuh Provinsi Jambi tahun 2019 masih tinggi sebesar 16,7%, dan salah satu kecamatan yang berkontribusi adalah kecamatan Kumun Debai sebesar 20,96%. Tujuan:Menganalisis faktor determinan tingginya angka unmet need di Kecamatan Kumun Debai. Metode:Penelitiankuantitatifdesaincross sectionaldilakukan terhadap 149 responden yaitu pasangan usia subur (PUS) yang terpilih secara proportional random sampling. Variabel terikat adalah kejadian unmet need, sedangkan variabel bebas adalah usia, pendidikan, paritas, pengetahuan dan dukungan suami. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik chi square. Hasil:Proporsi kejadian unmet need KB sebesar 55% dan faktor yang berhubungan adalah usia (p= 0,010), pendidikan (p= 0,000), pengetahuan (p= 0,010), dan dukungan suami (p= 0,002), sedangkan paritas tidak berhubungan dengan kejadian unmet needKB. Kesimpulan:Puskesmas perlu meningkatkan upaya KIE KB terhadap PUS dan membentuk kader KB di setiap desa. bagi PUS disarankan untuk aktif mencariinformasi tentang KB dan kontrasepsi, serta meningkatkan peran suami dalam mendukung istri ber-KB.
Analisis peran ibu terhadap pencegahan ascariasis anak prasekolah Wilayah Kerja Puskesmas Tahtul Yaman Kota Jambi
Diah Merdekawati
Riset Informasi Kesehatan Vol 6 No 1 (2017): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.97 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v6i1.30
ABSTRAK Latar Belakang: Ascariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing Ascaris lumbricoides atau cacing gelang. Di Indonesia prevalensi ascariasis ini tinggi terutama pada anak-anak. Ascariasis dapat dijumpai di beberapa tempat, terutama yang beriklim panas. Ascariasis dapat terjadi pada semua umur, terutama pada anak dan terbanyak pada umur 1-6 tahun. Tujuan:Untuk mendapatkan informasi secara mendalam tentang peran ibu dalam melakukan pencegahan ascariasis pada anak prasekolah. Metode:Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Informan dalam penelitian ini yaitu 2 orang perawat, 4 orang ibu dengan anak menderita ascariasis dan 4 orang ibu dengan anak yang tidak menderita ascariasis. Hasil:Hasil penelitiaan ini diketahui bahwa peran ibu pada anak yang menderita ascariasis masih belum optimal terhadap pencegahan ascariasis baik dari hygiene pribadi yaitu dilihat dari kebiasaan mencuci tangan, pemakaian alas kaki, dan kebersihan kuku dimana peran ibu maish kurang optimal, ibu kurang mengajarkan anak membiasakan diri mencuci tangan, memakai alas kaki, dan memotong kuku. Dari segi sanitasi lingkungan dapat dilihat dari tempat buang air besar, dan kebiasaan membuang sampah dimana informan yang tidak terkena ascariasis buang air besar sudah pada tempat nya dan buang sampah sebagian besar juga sudah pada tempatnya. Untuk sanitasi air, sumber air yang digunakan terdiri dari air sungai, air sumur dan PDAM, sarana pembuangan air limbah berupa parit, dibuang saja ke tanah, dan pada kolam tampung. Untuk pengolahan makanan dapat dilihat dari cara mencuci bahan makanan dan cara menyimpan makanan. Kesimpulan: Belum optimalnya peran ibu terhadap pencegahan ascariasis anak prasekolah. Kata Kunci: Peran Ibu, Pencegahan, Ascariasis.
Evaluasi Penggunaan Sistem Informasi Tuberkulosis dengan HOT-FIT Framework di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta
Nur Syarainingsih Syam;
Desi Nurfita
Riset Informasi Kesehatan Vol 11 No 1 (2022): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.88 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v11i1.603
Background : The Tuberculosis Information System (SITB) is an application for recording and reporting TB cases designed by the Indonesian’s Ministry of Health in electronic form. This system is used by TB surveillance programmers at the primary health care (namely : Puskesmas), but in its use there are several obstacles including the system which sometimes becomes slow during the data input process and features that are felt to be incomplete. The purpose of this study was to evaluate the use of SITT at Puskesmas Mergangsan, Yogyakarta using the HOT-Fit Framework approach. Method : This research design is a qualitative research through descriptive case studies by conducting in-depth excavations through an in-depth interview process and document review regarding the input, process and output of the integrated tuberculosis information system and its contribution to decision making. The informants in this study were the Head of the Puskesmas, SITB Programmers, laboratory and pharmacy staff who used SITT and the deputy supervisor (wasor) from the health office district of Yogyakarta city. The sample selection uses a porpusive sample, namely the selection of samples with certain criteria that are considered to be able to answer the research problem. Results : Assessment of human factors at SITB is known that system users have received training before the system is used so that the system can be easily used, users are satisfied with the system that has been provided. Assessment of Organizational Factors, it is known that officers who use SITB at Puskesmas Mergangsan are sufficient, namely there are programmers, SITB in charge of the laboratory and SITB in charge of pharmacy, there is supporting facilities from Puskesmas Mergangsan, namely the procurement of laptops. Evaluation is carried out by the Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta every three months. Technological Factor Assessment, the quality of the information produced depends on the accuracy of the data entered by health workers, there is still incomplete or clear information. The quality of system services is supported by the provision of a communication and coordination group by the Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Conclusion : The implementation of SITB at the Puskesmas is still constrained in the input section of network facilities which has an impact on the data input process which cannot be done quickly, thus requiring support from the Puskesmas. It is hoped that there will be periodic socialization carried out by the Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta as an evaluator of SITB users at the Puskesmas so that the use of SITB is more optimal