Riset Informasi Kesehatan
Focus and Scope Riset Informasi Kesehatan publishes review article, original article, as well as short communication in the all scopes of Nursing, Public Health, and Pharmacy Science. The article published on the internal and external academic community STIKES Harapan Ibu Jambi. Riset Informasi Kesehatan publishes scholarly articles in scope covering: Nursing: Adult nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, Nursing leadership and management, Complementary and Alternative Medicine (CAM) in nursing, Education in nursing Public Health: health epidemiology, biostatistics health, health administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles health Pharmacy: Pharmaceutics, Biopharmaceutics, Drug Delivery System, Physical Pharmacy, Chemical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, , Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Community and Clinical Pharmacy, Regulatory Affairs and Pharmaceutical Marketing Research, and Alternative Medicines
Articles
275 Documents
Perbandingan hasil pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis dengan GeneXpert dan pewarnaan Ziehl Neelsen di rumah sakit Mitra Anugrah Lestari
Ni' matul - Murtafi'ah;
Fitri Rahmi Fadhilah;
Rizka Krisdaryani
Riset Informasi Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.172 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v9i2.381
Latar Belakang : Penyakit tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan dalam masyarakat. Penyakit tuberkulosis paru dimulai dari tuberkulosis, berarti suatu penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pemeriksaan TB Paru dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pemeriksaan menggunakan alat GeneXpert dan Pewarnaan BTA yang dilihat langsung dibawah mikroskop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis pada pasien Tuberkulosis dengan menggunakan alat GeneXpert dan Pewarnaan BTA metode Ziehl-Neelsen. Metode. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan distribusi hasil perbandingan pemeriksaan mikroskopik BTA pewarnaan Ziehl Neelsen dan hasil pemeriksaan GeneXpert dilihat dari masing-masing interpretasi hasil pemeriksaan. Hasil. Pemeriksaan mikroskopik BTA dengan pewarnaan Ziehl Neelsen didapatkan hasil negatif 74% dan positif 26% dari total 30 sampel. Pemeriksaan GeneXpert didapatkan hasil 67% negatif dan 33% positif dari total 30 sampel. Dari data tersebut dapat dilihat GeneXpert memiliki nilai positif yang lebih tinggi dibandingkan dengan pewarnaan Ziehl Neelsen. Simpulan. Perbandingan pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis menunjukkan bahwa pemeriksaan GeneXpert lebih unggul dibandingkan dengan pemeriksaan BTA pewarnaan Ziehl Neelsen.
Uji efek antipiretik infusa daun sungkai (Peronema canescens) pada mencit putih jantan (Mus musculus)
Andy Brata;
Efriliya Andila Wasih
Riset Informasi Kesehatan Vol 10 No 2 (2021): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (622.129 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v10i2.554
Latar Belakang: Indonesia adalah Negara dengan iklim tropis yang mana memiliki kekayaan alam tumbuh-tumbuhan di Indonesia meliputi lebih kurang 30.000 jenis tumbuh-tumbuhan diantaranya adalah tumbuhan yang berkhasiat obat. Pada sekarang ini masih banyak terdapat tumbuhan yang berkhasiat obat tumbuh secara liar dan belum dimanfaatkan. Salah satu tumbuhan obat yang memiliki khasiat untuk menurunkan demam atau antipiretik adalah Sungkai (Peronema canescens). Rumusan masalah dari penelitian ini apakah infusa daun Sungkai (Peronema canescens) memiliki efektifitas sebagai antipiretik terhadap mencit putih jantan yang sudah diinduksi dengan menggunakan pepton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh efek antipiretik infusa daun Sungkai (Peronema canescens) terhadap mencit putih jantan. Dari hasil penelitian sebelumnya, diketahui bahwa daun muda Peronema Canescens adalah bahan baku obat herbal yang dapat digunakan untuk menurunkan panas atau demam. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Pra Eksperimen dengan menggunakan desain penelitian The Static-grup Comparison yakni jenis penelitian eksperimen yang membuat dua kelompok objek penelitian yaitu satu kelompok untuk kontrol dan satu kelompok lagi yang menerima intervensi atau perlakuan. Penelitian ini menggunakan sebanyak 25 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok, 2 kelompok untuk kelompok kontrol positif paracetamol dan negatif Na-CMC 5%, 3 kelompok lagi untuk dilakukan perlakuan dengan dosis 10%, 20% dan 30%. Hasil: Terdapat ada pengaruh yang signifikan pada pemberian dosis infusa daun sungkai (Peronema canescens) terhadap suhu tubuh mencit (Mus musculus) pada saat 30, 60, 90 dan 120 menit setelah diberikan perlakuan. Kesimpulan: Pemberian infusa daun sungkai dengan dosis 10% dan 20% menurunkan suhu tubuh mencit lebih efektif.
Modifikasi pati ubi jalar merah (ipomoea batatas l.) secara pregelatinasi dengan perbandingan pati dan air (1:1,25) dan (1:1)
Barmi Hartesi;
Indri Meirista;
Amelia Soyata;
Novia Dita Mesra;
Cindy Dwi Saputri
Riset Informasi Kesehatan Vol 11 No 1 (2022): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (779.124 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v11i1.600
Latar Belakang : Ubi jalar merah berpotensi dapat dijadikan bahan eksipien di industri farmasi untuk pembuatan tablet kempa langsung karena kandungan karbohidrat utama dalam ubi jalar adalah pati. Akan tetapi, pati alami tidak bisa digunakan sebagai bahan pengisi pada pembuatan tablet kempa langsung karena mempengaruhi sifat fisik granul yaitu sifat alir dan kompresibilitas yang kurang baik, sehingga pati alami perlu dimodifikasi untuk memperbaiki sifat tersebut yaitu dapat menggunakan metode pregelatinasi.Tujuan penelitian untuk mendapatkan karakteristik modifikasi pati ubi jalar merah yang memenuhi persyaratan menggunakan metode pregelatinasi dengan perbandingan pati dan air 1:1,25 dan 1:1. Metode: Metode yang digunakan adalah experimental di laboratorium dengan cara mengisolasi pati ubi jalar merah dan membuat 9 formula pati pregelatinasi dengan perbandingan pati dan air (1:1,25 dan 1:1) serta variasi suhu (40,45 dan 50℃) dan rpm (200,250 dan 300). Selanjutnya dilakukan evaluasi pati alami dan pregelatinasi. pati alami dan pregelatinasi menunjukkan bahwa pati yang telahdimodifikasi dapat memperbaiki sifat dan karakteristik dari pati alami yaitu memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang baik Hasil : Hasil standariasi pati alami ubi jalar merah didapatkan hasil yang telah memenuhi persyaratan. Hasil evaluasi pati alami dan pregelatinasi menunjukkan bahwa pati yang dimodifikasi mampu memperbaiki sifat karakteristik dari pati alami yaitu memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang baik. Kesimpulan : Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa modifikasi pati ubi jalar merah yang memenuhi persyaratan menggunakan metode pregelatinasi dengan perbandingan pati dan air 1:1,25 dan 1:1 adalah formula 9 yang memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang baik.
TAK stimulasi persepsi berpengaruh terhadap perawatan kebersihan diri klien skizofrenia
sutinah sutinah SUTINAH;
Mardyansyah Mardyansyah
Riset Informasi Kesehatan Vol 6 No 2 (2017): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.699 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v6i2.89
Latar Belakang : Skizofrenia dengan gejala defisit perawatan diri yang merupakan gejala nomor dua terbanyak di RSJ Provinsi Jambi, pada saat klien melakukan perawatan kebersihan diri tidak sesuai dengan sebagaimana mestinya, oleh sebab itu perlu diberikan program terapi salah satunya yaitu terapi aktivitas kelompok dimana terapi ini dilakukan oleh perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah yang sama. Berdasarkan fenomena diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk melihat Pengaruh TAK Stimulasi Persepsi Terhadap Perawatan Kebersihan Diri Klien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi Tahun 2015. Metode : penelitian ini adalah penelitian pra eksprimen dengan desain one group pre-tes post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 17 responden yang memiliki kriteria sesuai dengan yang diteliti. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Analisa data dalam penelitian ini secara univariat dan bivariat. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat bantu dalam pengumpulan data. Hasil : Penelitian ini terdapat pengaruh TAK stimulasi persepsi terhadap kemampuan perawatan kebersihan diri klien skizofrenia. Nilai rata-rata kemampuan kebersihan diri sebelum dilakukan terapi sebesar 8.06 setelah sebesar 30,88 dengan P-value 0.000. Kesimpulan : TAK stimulasi persepsi bisa menjadi salah satu terapi alternative untuk meningkatkan kemampuan kebersihan diri pada klien skizofrenia yang mengalami defisit perawatan diri di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi
Hubungan indeks massa tubuh dan riwayat peradangan sendi dengan kejadian osteoartritis
MAULANI MAULANI;
Rian Maylina Sari;
Teti Isfrueni
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 2 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.823 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v7i2.167
Latar Belakang : Osteoartritis merupakan kondisi yang menyerang lebih dari 27 juta orang dewasa di Amerika. Di Indonesia prevalensi osteoartritis yang tampak secara radiologis cukup tinggi, yaitu 15,5% pada pria dan 12,7% pada wanita. Indeks massa tubuh dan riwayat peradangan pada sendi merupakan salah satu faktor penyebab penyakit osteoartritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan riwayat peradangan sendi dengan kejadian osteoartritis Di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2018. Metode : Penelitian ini menggunakan desain case control. Populasi kasus yaitu seluruh pasien osteoartritis dan populasi kontrol yaitu seluruh pasien yang memiliki tanda dan gejala serupa yaitu nyeri dan kekakuan sendi. Pengambilan sampel diambil dengan matching jenis kelamin 1:1 yaitu terdiri dari sampel kasus sebanyak 25 dan sampel kontrol sebanyak 25 dengan tekhnik purposive sampling, instrumen pengumpulan data menggunakan lembar checklist, hasil penelitian di uji secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil : Hasil analisis univariat pada kelompok kasus menunjukkan 72% responden memiliki IMT dengan kategori obesitas, 78% memiliki riwayat peradangan sendi sedangkan pada kelompok kontrol 64% responden memiliki IMT yang normal, dan 84% responden tidak memiliki riwayat peradangan sendi. Hasil analisis uji Chi-Square diketahui ada hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan kejadian osteoartritis p-Value = 0,023 (p<0,05), daengan nilai Odds Ratio (OR) = 2,19, dan ada hubungan antara riwayat peradangan sendi dengan kejadian osteoartritis p-Value = 0,001 (p<0,05) dengan nilai Odds Ratio (OR) = 11,15. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dan riwayat peradangan sendi dengan kejadian osteoartritis di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Diharapkan kepada instansi terkait dapat meningkatkan upaya pencegahan, dengan melakukan komunikasi kepada pasien berupa pentingnya penurunan berat badan dan menjaga pola makan yang sehat.
Monitoring penggunaan antibiotik di Bangsal Penyakit Dalam RSUD Kerinci
Septa Pratama
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.325 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v8i1.225
Latar Belakang : Tingginya penggunaan antibiotik akan meningkatkan potensi penggunaannya yang tidak rasional dan berdampak pada tingkat mortalitas, biaya, kejadian efek samping obat dan resistensi. ATC/DDD merupakan standar yang telah di tetapkan WHO untuk menilai kuantitas penggunaan antibiotik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik di bangsal bedah rumah sakit umum daerah Kerinci tahun 2016 dan 2017 Metode : Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan metode purposif sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 578 pada tahun 2016 dan 643 pada tahun 2017 dan kemudian diolah dengan metode ATC/DDD dan DU 90% Hasil : Hasil penelitian menunjukkan total DDD/100 patient day tahun 2016 sebesar (49,66 DDD/100 patient day) dan mengalami penurunan pada tahun 2017 menjadi (45,43 DDD/100 patient day). Antibiotik yang masuk kedalam segmen DU 90% tahun 2016 yaitu sefotaksim sebesar 83,83% (41,63 DDD/100 patient day) dan seftriakson sebesar 6,69% (3,32 DDD/100 patient day) dan pada tahun 2017 masih sama yaitu sefotaksim sebesar 81,02% (36,81 DDD/100 patient day) dan seftriakson sebesar 10,77% (4,89 DDD/100 patient day). Kesimpulan : Penggunaan antibiotic sangat tinggi dan yang masuk kedalam segman DU 90% berpotensi mengalami resistensi sehingga perlu diawasi penggunaannya. Kata kunci: Kata kunci : ATC/DDD, DU 90%, Antibotik, Farmakoepidimiologi.
Fenomena perilaku bullying pada anak di tingkat Sekolah Dasar
Dian Octavia;
Mefrie Puspita;
Loriza Sativa Yan
Riset Informasi Kesehatan Vol 9 No 1 (2020): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.734 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v9i1.273
Latar Belakang : Fenomena bullying dapat berawal dari tingkat keagresifan perilaku yang tidka terkendali pada masa anak sekolah dasar. Namun hal ini dapat dicegah dengan meningkatkan pengawasan pergaulan negatif dari anak dan teman-teman mulai dari mencontohkan hal- hal yang baik, lebih menyaring teman-teman anak yang memberikan efek positive. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena bullying di kalangan anak sekolah dasar di Kota Jambi Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian dilakukan di SDN 116/IV Kota Jambi tahun 2019. Sampel penelitian berjumlah 66 orang siswa dipilih menggunakan teknik simple random sampling Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan (57,6%) yang berusia 10 tahun (66,7%) dan memiliki gambaran kategori perilaku bullying yang berat (63,6%). Kesimpulan : pihak sekolah diharapkan perlu mengadakan kebijakan anti bullying di sekolah dengan memberikan teguran, hukuman serta melakukan promosi dengan memasang poster anti bullying di setiap ruangan kelas
Penerapan protokol kesehatan era New Normal dan risiko Covid-19 pada mahasiswa
Bella Mutia Fitri;
Otik Widyastutik;
Iskandar Arfan
Riset Informasi Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.264 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v9i2.460
Latar Belakang : Penerapan protokol kesehatan penting dilakukan di era new normal saat ini. Mahasiswa merupakan kelompok usia muda yang berpotensi menularkan virus korona bahkan tanpa menunjukkan gejala sekalipun. Jumlah positif COVID-19 di Indonesia pada era new normal per tanggal 07 Desember 2020 adalah 581.550 kasus. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi penerapan protokol kesehatan dan risiko COVID-19 pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak.Metode : Metode penelitian adalah analisis deskriptif dengan metode penelitian kuantitatif serta metode pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak angkatan tahun 2016 sampai tahun 2019 sebanyak 571 mahasiswa. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 230 responden dengan teknik pengambilan accidental sampling.Hasil : Hasil penelitian terdapat 176 mahasiswa (76,5%) telah menerapkan protokol kesehatan dan sebanyak 24 (10.4%) mahasiswa tidak berisiko tertular COVID-19.Kesimpulan : Simpulan penelitian adalah sebagian besar mahasiswa telah menerapkan protokol kesehatan dan tidak berisiko tertular COVID-19.
Faktor Obesitas dan Faktor Keturunan Dengan Kejadian Kasus Diabetes Mellitus
akhmad fanani;
Lalu Sulaiman
Riset Informasi Kesehatan Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.01 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v10i1.464
Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah yang substansi, mengingat pola kejadian sangat menentukan status kesehatan disuatu daerah dan juga keberhasilan peningkatan status kesehatan disuatu negara. Diabetes Mellitus adalah salah satu penyakit yang tidak menular. DM merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan kadar glukosa di dalam darah, dikarenakan tubuh tidak dapat melepaskan insulin secara adekuat. WHO memprediksi, Indonesia akan mengalami peningkatan kasus DM 8.4 juta pada tahun 2000 menjadi 21.3 juta pada tahun 2030. NTB merupakan salah satu Provinsi yang memiliki angka DM cukup tinggi yakni 53.139 penderita DM pada tahun 2018.Beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan kasus DM adalah faktor usia, genetik, obesitas, dan kebiasaan merokok. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa faktor usia lebih banyak berperan pada kasus DM. 90% orang dewasa memiliki potensi terpapar DM. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa faktor penyebab DM yang dalam hal ini menitik beratkan pada obesitas dan genetik atau keturunan terhadap peningkatan kasus DM di Puskesmas Banyumulek Kabupten Lombok Barat, NTB. Metode: Rancang bangun penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan melakukan observasi dan pengumpulan data dengan sistem wawancara dan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor obesitas lebih dominan sebagai penyebab peningkatan kasus DM dibandingkan dengan faktor genetik atau keturunan. Faktor obesitas memiliki odd ratio (OR) sebesar 92.5, yang berarti obesitas memiliki tingkat resiko 92 kali lebih besar daripada yang tidak menderita obesitas. Kesimpulan: Terlihat bahwa obesitas erat kaitannya dengan peningkatan risiko DM. Intervensi seperti menurunkan berat badan, mencapai aktivitas sedang, dan menjaga pola hidup penting untuk diterapkan.
Studi kualitatif pola konsumsi jajanan anak usia sekolah pada suku anak dalam (SAD) di daerah trans sosial Desa Nyogan, Kabupaten Muaro Jambi
Ummi Kalsum;
Ummi Kalsum;
Hendra Dhermawan Sitanggang
Riset Informasi Kesehatan Vol 11 No 1 (2022): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (154.397 KB)
|
DOI: 10.30644/rik.v11i1.636
Latar Belakang : Konsumsi jajanan di sekolah berdampak pada status gizi. Anak-anak pada Suku Anak Dalam (SAD) kebanyakan kurang gizi dan pendek. Banyak perubahan yang terjadi pada SAD sejak diberikan permukiman tetap oleh Pemerintah, termasuk pola konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pola konsumsi jajanan dan minuman pada anak SAD di Desa Nyogan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi yang dilakukan di Desa Nyogan, Kabupaten Muaro Jambi. Informasi yang dikumpulkan adalah pola konsumsi makanan dan minuman jajanan pada anak SAD di sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode Miles dan Hubberman. Hasil : Anak SAD yang bersekolah di SD di kawasan transsosial di Desa Nyogan menyukai makanan dan minuman jajanan. Pola konsumsi makanan dan minuman jajanan anak SAD mengalami perubahan. Mereka mengkonsumsi jajanan yang dijual di sekitar sekolah dan jarang memakan jajanan lokal atau membawa bekal dari rumah. Kesimpulan : Ada kekhawatiran mengenai keamanan makanan dan minuman jajanan yang diduga memiliki “kandungan kimia†yang berbahaya bagi kesehatan anak dalam jajanan tersebut. Diperlukan pendidikan dan pengawasan terhadap jajanan makanan dan minuman di sekolah agar anak SAD dapat meningkatkan kesehata dan status gizinya.