cover
Contact Name
Siti Hamidatul ‘Aliyah
Contact Email
sitihamidatula@gmail.com
Phone
+62741-7552710
Journal Mail Official
rik@stikes-hi.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi Jl. Tarmizi Kadir No.71 Pakuan Baru, Jambi Sel., Kota Jambi, Jambi 36122
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Riset Informasi Kesehatan
ISSN : 20888740     EISSN : 25486462     DOI : https://doi.org/10.30644
Core Subject : Health,
Focus and Scope Riset Informasi Kesehatan publishes review article, original article, as well as short communication in the all scopes of Nursing, Public Health, and Pharmacy Science. The article published on the internal and external academic community STIKES Harapan Ibu Jambi. Riset Informasi Kesehatan publishes scholarly articles in scope covering: Nursing: Adult nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, Nursing leadership and management, Complementary and Alternative Medicine (CAM) in nursing, Education in nursing Public Health: health epidemiology, biostatistics health, health administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles health Pharmacy: Pharmaceutics, Biopharmaceutics, Drug Delivery System, Physical Pharmacy, Chemical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, , Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Community and Clinical Pharmacy, Regulatory Affairs and Pharmaceutical Marketing Research, and Alternative Medicines
Articles 275 Documents
Positive Deviance Gizi pada Keluarga Miskin di Desa Baru, Sarolangun Jambi Merita Merita
Riset Informasi Kesehatan Vol 6 No 1 (2017): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.241 KB)

Abstract

Latar Belakang: Meskipun kemiskinan di masyarakat, beberapa keluarga miskin memiliki anak bergizi baik. Hal ini dikarenakan adanya positive deviance yang diterapkan oleh keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran positive deviance gizi pada keluarga miskin di Desa Baru, Sarolangun Jambi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada April sampai Agustus 2016. Teknik penelitian adalah total sampling. Sampel penelitian sebanyak 84 balita dari keluarga miskin. Responden penelitian ini adalah ibu dari balita. Data diperoleh menggunakan wawancara kepada ibu balita menggunakan kuesioner dan pengukuran status gizi balita. Data yang terkumpul dilakukan analisis univariat. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa positive deviance gizi kebiasaan pemberian makan (91,7%), pengasuhan balita (85,7%), kebersihan balita (69,0%), dan pemanfaatan pelayanan kesehatan (90,5%) tergolong baik. Kesimpulan: Sebagian besar ibu memiliki positive deviance yang baik pada empat indikator
An Application of audiovisual distraction to reduce pain in children with thalassemia and acute disease Halimah Halimah; Reta Renylda
Riset Informasi Kesehatan Vol 11 No 2 (2022): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.89 KB) | DOI: 10.30644/rik.v11i2.688

Abstract

Background: Pain during invasive procedures is an unpleasant thing experienced by all children when hospitalized, including children with acute illnesses or chronic diseases such as thalassemia. Nurses need to implement interventions from atraumatic care to reduce the pain felt by children, such as by providing audiovisual distraction techniques. This study aimed to see the difference in pain felt by thalassemia and non-thalassemia children after being given an audiovisual distraction technique intervention. Methods: This study uses a quasi-experimental method by comparing the pain of thalassemia children with non-thalassemia children aged 1-12 years after being given audiovisual distraction techniques. The data collection period was from May to August 2022 on 33 children (15 thalassemia children and 18 non-thalassemia children) using purposive sampling techniques from 3 hospitals in Jambi. Results: Thalassemia children felt no significant difference in pain compared to non-thalassemia children who were given audiovisual distraction techniques. Conclusion: All children feel pain even though children with chronic diseases have repeated hospitalization experiences, so it is important to provide nursing interventions for pain management, especially in children with chronic conditions (thalassemia), to prevent further effects of recurrent pain felt by children.
Pengetahuan dan Peran Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Anak Autis di Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus Unggul Sakti Jambi Rasyidah azhari Azhari; Exsos Grend Dais; Noprival Noprival
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.484 KB) | DOI: 10.30644/rik.v7i1.106

Abstract

Abstract Background : The problems faced by parents in increasing achievement of students with autism was lack of parents knowledge and role of parents in facilitating process of learning at home. In this case, knowledge and the role of parents is really needed in improving their achievement in SABK Unggul Sakti Jambi. Method : This study is a quantitative research with cross sectional design that aims to determine the correlation of knowledge and role of parents toward students’ achievement at SABK Unggul Sakti Jambi. The samples used were 30 parents. Total Sampling was used in this study. There were 30 parents of students with autism as the sample. Data were collected through questionnaire and checklist sheet. Data were processed by univariate and bivariate Spearman Correlation Test. Results : The results of univariat analysis showed that 73.3% students had a moderate learning achievement, another finding revealed that 60% of student were categorized low achievement. Also, 63.3% of respondents unsatisfiend role in facilitating students to increase their achievement. Then, bivariate analysis indicated that there was a significant correlation between knowledge (p-value=0.017) and role of students (p-value=0.000) toward the learning achievement. Conclusion : It is expected to the school to continue the efforts to increase knowledge and the role of parents in increasing achievement of students with autism to do a good cooperation. Furthermore, the role of their parents extremely has impact towards learning process of students both at school and home. Keyword : Autistic Child, Achievement, Knowledge, Role
Efektivitas ekstrak daun cabai rawit (Capsicum frutescents L.) sebagai penumbuh rambut terhadap hewan uji kelinci (Oryctolagus cuniculus) Musdalipah Musdalipah; Karmilah Karmilah
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.324 KB) | DOI: 10.30644/rik.v7i1.137

Abstract

Latar Belakang : Cabai rawit (Capsicum frutescents L) adalah salah satu tanaman yang mengandung senyawa kimia diantaranya saponin, alkaloid, terpenoid, kuinon dan flavanoid. Senyawa saponin dan flavanoid pada daun cabai rawit memiliki peranan untuk memacu pertumbuhan rambut. Saponin merupakan senyawa yang mampu menstimulasi pertumbuhan rambut dengan meningkatkan sirkulasi darah perifer sehingga mampu memacu pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi optimum ekstrak daun cabai rawit terhadap pertumbuhan rambut pada kelinci (Oryctolagus cuniculus) Metode : Jenis penelitian ialah eksperimental dengan analisis data secara Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel diolah dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dibuat variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 20% . Nature ekstrak lidah buaya digunakan sebagai kontrol positif. Perlakuan diberikan terhadap hewan coba kelinci setiap hari dengan dosis 2 kali sehari selama 18 hari. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis ANOVA diperoleh F hitung (8,524799) > F tabel (2,76). Hasil ini menunjukkan ekstrak daun cabai rawit memberikan efek pertumbuhan rambut yang sangat signifikan pada konsentrasi 5%, 10% dan 20% dengan konsentrasi optimum pertumbuhan rambut adalah 20%. Kesimpulan : Ekstrak daun cabai rawit dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 20% mempunyai efek mempercepat proses pertumbuhan rambut dengan konsetrasi optimum yaitu 20%
Toksisitas kombinasi ekstrak etanol 70% daun petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) dan kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test Harry Noviardi; Sitaresmi Yuningtyas; Diah Ajeng Tri R; Ahmad Ben; Padmono Citroreksoko
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.112 KB) | DOI: 10.30644/rik.v8i1.216

Abstract

Latar Belakang: Daun Petai cina dan kulit jengkol merupakan tumbuhan suku polong-polongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker.Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas dari kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol. Metode:Proses ekstraksi menggunakan daun petai cina dan kulit jengkol yang digunakan secara berturut-turut 1:1, 1:3, 1:5, 1:7, dan 1:9. Metode toksisitas yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)dengan hewan uji Artemia salina L. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50). Hasil:Nilai LC50 yang diperoleh dari kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol 1:1, 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9 secara berturut-turut sebesar 85.27, 30.41, 21.76, 14.06 & 1.358 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan semua kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol termasuk dalam kategori sangat toksik. Kesimpulan:Kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol memberikan efek sangat toksik yang diduga berpotensi sebagai antikanker.
Efektivitas pencucian luka menggunakan daun jambu biji terhadap tingkat malodor klien luka kaki diabetik Adi Antoni; Yanna Wari Harahap
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.464 KB) | DOI: 10.30644/rik.v8i2.251

Abstract

Abstrak Latar belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronik dan menjadi masalah global. Salah satu komplikasi yang ditimbulkan dari DM adalah luka kaki diabetic. Langkah awal dalam perawatan luka kaki diabetic adalah mencuci luka. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan dari rebusan daun jambu biji sebagai cairan pencuci luka terhadap tingkat malodor pada luka kaki diabetic. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan rancangan one group pretests-posttest only. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 16 orang. Kriteria sampel yang digunakan adalah klien luka kaki diabetic, tingkat malodor 1-10 dengan NRS. Alat ukur yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS). Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji paired t test. Hasil: tingkat malodor sebelum intervensi pencucuan luka menggunakan rebusan daun jambu biji rata-rata sebesar 4.40 dan sesudah intervensi sebesart 2.44 dengan p value < 0.001. Selisih tingkat malodor antara sebelum dan sesudah intervensi sebesar 1.96. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun jambu dapat digunakan sebagai cairan pencuci luka dalam mengatasi tingkat malodor pada luka kaki diabetik. Kesimpulan : daun jambu biji dapat digunakan sebagai cairan pencuci luka pada luka kaki diabetic. Perawat diharapkan dapat memanfaatkan daun jambu biji sebagai salah satu alternatif dalam pencucian luka kronik khususnya luka kaki diabetik. Kata kunci: Daun Jambu Biji, Tingkat Malodor, Luka Kaki Diabetik Abstract Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease and a global problem. One of the complications that arise from DM is diabetic foot ulcer. The first step in treating diabetic foot ulcer is washing the wound. The purpose of this study was to determine the effectiveness of guava leaf decoction as a washing fluid for malodor levels in diabetic foot ulcer. Method: The research design used was quasy experiment with one group pretests-posttest only design. The sampling technique used was consecutive sampling with a sample of 16 people. Sample criteria used were diabetic foot ulcer clients, malodor level 1-10 with NRS. The measuring instrument used is the Numeric Rating Scale (NRS). Analysis of the data used in this study used paired t test. Results: the level of malodor before intervening in wound washing using guava leaf decoctions on average was 4.40 and after the intervention was 2.44 with p value <0.001. The difference in the level of malodor between before and after the intervention was 1.96. The results of this study indicate that guava leaves can be used as a washing fluid in dealing with malodor levels in diabetic foot ulcer. Conclusion: Guava leaves can be used as a washing fluid for diabetic foot wounds. Nurses are expected to be able to use guava leaves as an alternative in washing chronic wounds, especially diabetic foot injuries. Key words: Guava Leaf, Malodor Level, Diabetic foot ulcer.
Pembentukan ko-amorf irbesartan-l-arginin dan dampaknya terhadap kelarutan dan laju disolusi irbesartan Fikri Alatas; Titta Hartyana Sutarna; Moch. Reza Pratama; Tresna Lestari
Riset Informasi Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.886 KB) | DOI: 10.30644/rik.v9i2.434

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Irbesartan (IBS) adalah antihipertensi yang bekerja menghambat sistem renin-angiotensin dan memiliki kelarutan rendah dalam air, sehingga bioavailabilitasnya terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan ko-amorf irbesartan dengan l-arginin (ARG) dan untuk mengetahui dampaknya terhadap kelarutan dan laju disolusi irbesartan. Metode: Pembuatan kurva kelarutan fasa dilakukan dengan menentukan kelarutan IBS di dalam rentang konsentrasi 0,1-1,1M dari larutan ARG di dalam air. Ko-amorf dibuat dengan menggiling 1,716 g IBS, 0,696 g ARG, dan lima tetes metanol di dalam Retsch mortar grinder RM 200 selama 15 menit. Untuk mengetahui terbentuknya ko-amorf dilakukan karakterisasi menggunakan difraktometer sinar-X serbuk dan differential scanning calorimeter (DSC). Uji kelarutan dalam media air dilakukan di suhu ruang, sedangkan dalam media larutan dapar pH 1,2 dan 6,8 dilakukan di suhu 37±°C. Larutan dapar pH 1,2 dan 6,8 juga digunakan sebagai media pengujian laju disolusi. Hasil: Kurva kelarutan fasa IBS di dalam larutan ARG menunjukkan tipe AL. Difraktogram menunjukkan terbentuknya ko-amorf IBS-ARG setelah penggilingan. Termogram DSC hasil penggilingan juga menunjukkan telah terbentuk ko-amorf setelah penggilingan basah dengan transisi gelas (Tg) pada 82,2°C. Kelarutan ko-amorf IBS-ARG di dalam air, larutan dapar pH1,2 dan 6,8 berturut-turut 7,2, 2,0, dan 1,9 kali lebih tinggi daripada IBS murni. Laju disolusi ko-amorf IBS-ARG pada kedua media lebih cepat daripada IBS murni. Kesimpulan: Ko-amorf IBS-ARG telah sukses dibuat dengan metode penggilingan basah yang menyebabkan kelarutan dan laju disolusinya lebih baik daripada IBS murni. Abstract Background: Irbesartan (IBS) is an antihypertensive is an antihypertensive which acts to inhibit the renin-angiotensin system and has low water solubility, thus its bioavailability is limited. The aim of this study was to produce co-amorphous irbesartan-l-arginine (IBS-ARG) and to determine its impact on solubility and dissolution rate of irbesartan. Method: Preparation of phase solubility curve was carried out by determining the solubility of IBS in the concentration range 0.1-1.1 M of the ARG solution in water. Co-amorphous was prepared by grinding of 1.716 g IBS, 0.696 g ARG, and five drops of methanol in a Retsch mortar grinder RM 200 for 15 minutes. To determine the formation of co-amorphous, characterization was conduct by a powder X-ray diffractometer and a differential scanning calorimeter (DSC). The solubility test in aqueous medium was carried out at room temperature, while in the buffer solution media pH 1.2 and 6.8 was carried out at 37±0.5°C. The buffer solutions of pH 1.2 and 6.8 were also used as media for dissolution rate testing. Results: The IBS phase solubility curve in the ARG solution showed the AL type. The diffractogram showed the formation of IBS-ARG co-amorphous after wet milling. The DSC thermogram also showed that it was co-amorphous after grinding with a glass transition (Tg) at 82.2°C. The solubility of co-amorphous IBS-ARG in water, pH1.2 and 6.8 of buffer solutions were 7.2, 2.0, and 1.9 folds higher than pure IBS, respectively. The dissolution rate of IBS-ARG co-amorphous in both test media was faster than pure IBS. Conclusion: The IBS-ARG co-amorphous has been successfully prepared by the wet milling method which causes better the solubility and dissolution rate than pure IBS.
Hubungan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi Di SMPN 1 Sleman Yogyakarta Dwi Susanti Susanti; Afi Lutfiyati
Riset Informasi Kesehatan Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.185 KB) | DOI: 10.30644/rik.v10i1.514

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan pengeluaran darah, lendir, dan jaringan sel yang hancur dari uterus dengan siklus rata-rata 28 hari. Siklus menstruasi biasanya akan teratur setiap bulan dengan rentang waktu 21-35 hari. Keadaan ini menjelaskan bahwa organ reproduksi perempuan dalam keadaan baik dan tidak ada masalah. Seorang perempuan dengan siklus menstruasi yang teratur akan mudah mendapatkan kehamilan, menata aktivitas, dan menghitung masa subur. Gangguan siklus menstruasi merupakan gangguan dari pola perdarahan menstruasi seperti adanya amenorrhea (tidak adanya menstruasi selama 3 bulan), polimenorhea (siklus menstruasi dengan jangka pendek <21 hari), dan oligomenorhea (siklus menstruasi dengan jangka waktu lama >35 hari). Gangguan siklus menstruasi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, anemia, dan sulit hamil yang disebabkan karena tidak terjadinya ovulasi.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi. Metode Penelitian: Desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kohort prospektif. Sampel diambil dengan teknik quota sampling yaitu 62 siswi kelas VIII di SMPN 1 Sleman. Pengambilan data dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada bulan Mei dan Juli 2019. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian: Pada kararteristik responden sebagian besar siswi berada pada usia 14 tahun sejumlah 49 orang (79%) dengan aktifitas fisik sebagian besar pada kategori sedang sejumlah 48 orang (77,4%). Dilihat dari variabel status gizi, sebagian besar siswi berada pada kategori normal sebanyak 35 orang (56,5%). Sedangkan pada variabel gangguan siklus menstruasi sebagian besar siswi berada pada kategori ada gangguan sebanyak 32 orang (51,6%). Hasil uji Kendall’s Tau diperoleh nilai p=0,108 (>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan gangguan siklus menstruasi.
Hubungan status gizi dengan tumbuh kembang anak usia 1-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Pante Ceureumen, Aceh Barat Evi Rahmiyati; Santri Pertiwi; Hery Wiharja
Riset Informasi Kesehatan Vol 10 No 2 (2021): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.826 KB) | DOI: 10.30644/rik.v10i2.575

Abstract

Latar Belakang: Usia 1-3 tahun dalam kehidupan balita merupakan salah satu fase yang sangat penting menunjang tumbuh kembangnya sehingga harus didukung nutrisi maupun pola pengasuhan yang adekuat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan tumbuh kembang anak usia 1-3 tahun di wilayah Pante Ceureumen, Aceh Barat. Metode: Penelitian cross-sectional pada 20 ibu yang memiliki balita usia 1-3 tahun di tiga desa di wilayah kerja Puskesmas Pante Ceureumen Kabupaten Aceh Barat ini menggunakan purposive sampling. Data antropometri dan KMS perkembangan dikumpulkan melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner. Uji chi square digunakan untuk melihat hubungan kedua variabel. Hasil: Sebanyak 15 orang (75%) balita memiliki status gizi kurus, dan 2 orang (10%) memiliki tumbuh kembang kurang baik. Hasil uji chi square didapatkan nilai p-value = 0,208 (α>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan stimulasi tumbuh kembang balita usia usia 1-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Pante Ceureumen, Aceh Barat.
Terapi bermain berpengaruh terhadap kemampuan interaksi sosial pada anak autis sutinah sutinah SUTINAH
Riset Informasi Kesehatan Vol 6 No 1 (2017): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.653 KB)

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Anak autis mengalami gangguan dan keterlambatan secara kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah pada anak autis diantaranya terapi wicara, terapi bermain, terapi okupasi (melatih motorik halus anak), terapi dengan obat-obatan, terapi dengan makanan, terapi integrasi sensorik, terapi integrasi pendengaran dan terapi biomedik. Terapi bermain memberikan stimulasi dengan menggunakan bermacam mainan yang berwarna seperti mobil, mainan dengan musik dan lain-lain. Terapi ini memang nampak cukup memberikan hasil yang dapat dilihat dalam waktu relatif singkat, sesuai dengan tingkatan gangguan autis yang dimilikinya. Berdasarkan fenomena diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk melihat Pengaruh Terapi Bermain Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Anak Autis di SDLB Prof. DR. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, SH Kota Jambi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, pre experiment dengan desain one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini semua anak autis sebanyak 18 orang. Jumlah sampel sebanyak 18 responden, sampel dalam penelitian ini diambil dengan cara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji T-dependent. Hasil : Penelitian ini menunjukkan ada pengaruh sesudah diberikan terapi bermain terhadap kemampuan interaksi sosial. Nilai rata-rata kemampuan interaksi sosial sebelum dilakukan terapi bermain sebesar 15,67 dan setelah diberikan terapi bermain sebesar 18,44 dengan P-value 0.000. Kesimpulan : Terapi bermain dapat menjadi salah satu alternatif terapi yang bisa digunakan untuk anak-anak autis dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial. Sehingga dapat disarankan kepada guru di SDLB Prof. DR. Sri Soedewi Maschun Sofwan, SH agar lebih meningkatkan pelaksanaan terapi bermain anak autis. Kata kunci : Autis, Interaksi Sosial, Terapi Bermain

Page 6 of 28 | Total Record : 275