cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 173 Documents
Hubungan Pengetahuan Terhadap Pemanfaatan Layanan Tes HIV pada Ibu Hamil Saat Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Sukasada I Wigutomo Gozali; Putu Irma Pratiwi; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Anjar Tri Astuti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.322 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1899

Abstract

World Health Organization (WHO) offers cooperation towards zero new HIV infections among infants by 2020 and the elimination of hepatitis B and syphilis as a public health threat by 2030. Mother-to-child transmission (MTCT) is the most common way of acquiring HIV infection in children. children because more than 90% of new infections among children are through mother-to-child transmission. identify the relationship between knowledge and the use of HIV testing services for pregnant women during antenatal care visits at the Sukasada I Public Health Center. Methods: This study used a quantitative research design with a cross-sectional study design. This research was conducted in the working area of the Sukasada I Health Center and was conducted from May-June 2022. The sample in this study was 60 pregnant women who came to do a pregnancy check at the Sukasada I Health Center. The sampling technique in this study was accidental sampling. The test used in this study was the Chi Square test with P value <0.05. Results: Knowledge of pregnant women about HIV/AIDS is in the good category, as many as 29 people (48.33%). The use of HIV testing services for pregnant women showed that 35 people (58,33%). The results of statistical tests using chi square analysis, the value of p=.001 is smaller than the significance level of P value of 0.05. Conclusion: There is a Relationship between Knowledge and Utilization of HIV Testing Services for Pregnant Women During Antenatal Care Visits at Sukasada I Public Health Center. Abstrak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menawarkan kerjasama menuju nol infeksi HIV baru di antara bayi pada tahun 2020 dan penghapusan hepatitis B dan sifilis sebagai ancaman Kesehatan masyarakat pada tahun 2030.  Penularan dari ibu ke anak (MTCT) adalah cara paling umum untuk mendapatkan infeksi HIV pada anak karena lebih dari 90% infeksi baru diantara anak-anak adalah melalui penularan ibu ke anak. mengidentifikasi hubungan pengetahuan terhadap pemanfaatan layanan tes HIV pada ibu hamil saat kunjungan antenatal care di Puskesmas Sukasada I.  Metode: Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan desai penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sukasada I dan dilakukan dari bulan Mei-Juni 2022. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil yang datang untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Sukasada I sejumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi Square dengan P value <0,05. Hasil: Pengetahuan ibu hamil mengenai HIV/AIDS berada pada kategori baik yaitu sebanyak 29 orang (48,33%). Pemanfaatan layanan tes HIV pada ibu hamil didapatkan hasil sudah memanfaatkan tes HIV/AIDS sebanyak 35 orang (58,33%). Hasil uji statistic menggunakan analisis chi square nilai p= .001 lebih kecil dari tingkat kemaknaan P value 0,05. Kesimpulan: Terdapat Hubungan Pengetahuan Terhadap Pemanfaatan Layanan Tes HIV pada Ibu Hamil Saat Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Sukasada I.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) pada Anak Luvi Dian Afriyani; Vistra Veftisia; Muhammad Mustain
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.732 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1925

Abstract

Confirmed cases of COVID-19 are currently declining, but precautionary efforts must still be made to prevent transmission. One of them is handwashing with soap (CTBS). There are still many children who have not been disciplined in implementing CTPS. This condition is influenced by various factors such as the knowledge and the environment, the environment that can influence this behavior is family and peers. The purpose of this study is to find out what factors are related to CTPS behavior. This method uses survey research with a cross-sectional approach, namely going through one stage by obtaining information / data about dependent and independent variables using a questionnaire at one time. This research was conducted at TPQ Roudhotut Tolibin, Kebumen Village, Pringsurat District, Temanggung Regency. The population in this study were students at TPQ Roudhotut Tolibin who were 7 – 15 years old. Data collection using a structured questionnaire instrument. Data analysis uses uvariat analysis to describe each variable with a frequency distribution. Bivariate analysis to analyze the relationship of each independent variable with the dependent variable using the chi square test. The results showed that there was no relationship between knowledge and CTPS behavior (pvalue; 0.28), there was a relationship between family roles and CTPS behavior (pvalue; 0.021) and there was a relationship between the role of friends and CTPS behavior (pvalue; 0.002). It is hoped that parents will always guide their children by getting used to CTPS at home and fellow students encourage each other to always apply CTPS at TPQAbstrak Kasus konfirmasi COVID-19 saat ini sudah menurun, namun upaya kewaspadaan harus tetap dilakukan untuk mencegah penularan. Salah satunya adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTBS). Masih banyak anak anak yang belum disiplin dalam menerapkan CTPS. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahun dan lingkungan, lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku ini adalah keluarga dan teman sebaya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku CTPS. Metode ini menggunakan peneletian survey dengan pendekatan cross sectional yaitu melalui satu tahap dengan mendapatkan informasi/data tentang variabel dependen dan independent menggunakan kuesioner dalam satu kali waktu. Penelitian ini dilakukan di TPQ Roudhotut Tolibin Desa Kebumen Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Populasi dalam penelitian ini adalah santri di TPQ Roudhotut Tolibin yang berusia 7 – 15 tahun. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner terstruktur. Analisis data menggunana analisis uvariat untuk menggambarkan masing masing variabel dengan distribusi frekuensi. Analisis bivariat untuk menganalisis hubungan dari setiap variabel independent dengan variabel dependent dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku CTPS ( pvalue ; 0,28), ada hubungan antara peran keluarga dengan perilaku CTPS (pvalue ; 0,021) dan ada hubungan antara peran teman dangan perilaku CTPS ( pvalue ; 0,002). Diharapakan orang tua selalui membimbing anaknya dengan membiasakan diri CTPS di rumah dan sesama santri saling mengigatkan untuk selalu menerapkan CTPS di TPQ.
Pekerjaan dan Dukungan Sosial Terhadap Breastfeeding Self Efficacy Ibu Post Partum Risma Aliviani Putri; Moneca Diah Listiyaningsih; Fiktina Vifri Ismiryan
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.938 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1934

Abstract

The exclusive breastfeeding program continues to be intensified as one of the efforts to reduce stunting in Indonesia. Data on exclusive breastfeeding in babies 0-6 months in Indonesia in 2019 amounted to 66.69% and decreased to 66.1% in 2020. Many factors affect exclusionary breastfeeding including work and social support to breastfeeding mothers. The purpose of this study is to determine the relationship between work and social support to the self-efficacy of post partum mothers.The research design uses descriptive studies with a cross-sectional approach. The sampling technique uses Purposive Sampling based on inclusion and exclusion criteria. The study population was all postpartum mothers treated at PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST. Keb. The sample in this study was a puerperal mother who gave birth at PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST. Keb. The results of this study showed that working mothers mostly had low Breastfeeding Self Efficacy, a total of 11 people (61.1%). While mothers with good social support mostly have high Breastfeeding Self Efficacy, a total of 14 people (82.4%). It is hoped that postpartum mothers and breastfeeding mothers can increase their self-efficacy as a result of the success of exclusive breastfeeding.Abstrak Program pemberian ASI eksklusif terus digencarkan sebagai salah satu upaya menurunkan stunting di Indonesia. Data pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Indonesia tahun 2019 sebesar 66,69% dan terjadi penurunan menjadi 66,1% pada tahun 2020. Banyak faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif diantaranya pekerjaan dan dukungan sosial kepada ibu menyusui. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pekerjaan dan dukungan sosial terhadap self efficacy ibu post partum. Desain penelitian menggunakan studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling yang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu postpartum yang dirawat di PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST.Keb sejumlah 33. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 ibu post partum yang melahirkan di PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST.Keb. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang bekerja sebagian besar memiliki Breastfeeding Self Efficacy yang rendah, sejumlah 11 orang (61,1%). Sedangkan ibu dengan dukungan sosial baik sebagian besar memiliki Breastfeeding Self Efficacy tinggi, sejumlah 14 orang (82,4%). Diharapkan ibu nifas dan ibu menyusui dapat meningkatkan self efficacynya sebagai upanya keberhasilan pemberian ASI Ekslusif
Pengaruh Pijat Perineum Menggunakan Minyak VCO (Virgin Coconut Oil) Terhadap Laserasi Jalan Lahir pada Persalinan Normal: The Effect of Perineal Massage Using VCO (Virgin Coconut Oil) Oil on Lacerations of the Birth Canal in Normal Childbirth Marida Isfaroh; Qomariyah; Angio, Maya Cobalt
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.825 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.1948

Abstract

Birth canal laceration is the second cause of bleeding after uterine atony, which occurs in almost the first delivery and sometimes also in subsequent deliveries. In 2020 in the Maranggen 1 Health Center working area, there were 1013 deliveries, with 43.3% experiencing perineal lacerations. For this reason, an intervention is needed to prevent perineal lacerations, one of which is perineal massage which can increase perineal elasticity. The perineal massage can collaborate with VCO (Virgin Coconut Oil), where VCO contains variety of natural moisturizers and antioxidants that are important for skin care. In addition, it is relatively inexpensive and can be made at home. This study aims to determine the effect of perineal massage using VCO toward birth canal lacerations on mothers with normal delivery. This study used a quasi-experimental type using post-test only control group design. The study population was all pregnant women with gestational age starting at 37 weeks in the working area of the Mranggen I Health Center Demak. The sample was 60 respondents consisting of 30 control and 30 intervention groups. Meanwhile, the data was collected using observation. Data analysis consisted of univariate and bivariate analysis of the Chi-Square test technique. The results showed that perineal massage using VCO affected birth canal lacerations in normal delivery in the working area of the Mranggen 1 Health Center Demak (p-value 0.000 <0.05). Abstrak Laserasi jalan lahir merupakan penyebab keempat perdarahan setelah atonia uteri, retensio plasenta dan sisa plasenta yang terjadi pada hampir persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Pada tahun 2020 di Wilayah kerja Puskesmas Maranggen 1 tercatat sejumlah 1013 persalinan dengan 43,3% diantaranya mengalami laserasi perineum. Untuk itu dibutuhkan suatu intervensi untuk mencegah laserasi perineum salah satunya adalah dengan pijat perineum yang dapat meningkatkan elastisitas perineum Pijat perineum sendiri dapat dikolaborasikan dengan minyak VCO (Virgin Coconut Oil), dimana minyak VCO banyak mengandung pelembab alami dan aktioksidan yang penting untuk perawatan kulit, selain itu harga yang relative murah dan dapat di buat sendiri dirumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat perineum menggunakan minyak VCO terhadap laserasi jalan lahir pada ibu dengan persalinan normal. Penelitian ini menggunakan jenis quasi eksperimen menggunakan desain Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan mulai 37 minggu di wilayah kerja Puskesmas Mranggen I Demak, sampelnya sebesar 60 responden yang terdiri dari 30 kelompok control dan 30 kelompok intervensi. Pengumpulan data menggunakan observasi. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat teknik uji Chi Square. Hasil penelitian bahwa pijat perineum menggunakan minyak VCO berpengaruh terhadap laserasi jalan lahir pada persalinan normal di wilayah kerja Puskesmas Mranggen 1 Demak (p-value 0,000 < 0,05)
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Sopan Santun Mahasiswa Baru Prodi Kebidanan Program Sarjana, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo Tahun 2022 Wahyu Kristiningrum; Moneca Diah Listiyaningsih; Risma Aliviani Putri
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.07 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1954

Abstract

Introduction: Polite. Courtesy is a desirable trait and a fair value. The term "politeness" refers to the attitude or behavior of individuals who respect other people and are friendly in communicating with people who are interacting with them. (Djuwita, 2017). Respect for others can be shown through one's words, deeds, or actions. Lately, many teenagers who behave politely at school have started to disappear. Like when a teenager talks to a teacher, he doesn't use polite language and treats the teacher like a friend. Often we hear someone swearing and saying dirty words in the family, neighborhood, and local area, and sometimes even in the educational environment. This impolite attitude and behavior are usually in uenced by friends, neighbors, and people who are older than students, as well as by families or environments that are used to using foul language. It is even in uenced by unscrupulous persons who can be provoked through social media, such as television dramas or serial lms on YouTube, Facebook, Instagram, and other platforms. Politeness is an attitude or behavior that is orderly and follows customs or norms. It is a daily gesture of mutual respect, kindness, humility, and a willingness to help others. Manners are part of ethical terminology, which is always associated with moral terminology or moral philosophy. From two Greek words, the word ethics comes from its etymology: ethos as well as ethos The term "ethos" refers to nature, "customs". character," and "ordinary location." Etichos refers to conduct, good deeds, decency, and morality. Mores, meaning "is," is the Latin word for morals. Lately, many teenagers have lost manners in the school environment. For example, a teenager speaks the polite language to a teacher and considers a teacher like a friend so that he is free to speak without using polite language. (Kompasiana.com, 2022). This impolite attitude and behavior are usually in uenced by the family or environment that used to say dirty or obscene words, the in uence of friends, neighbors, and people who are older than students. Even the in uence of immoral people who provoke them through social media such as drama/ lm series on television, youtube, Facebook, Instagram, WhatsApp, and so on. This research uses a quantitative descriptive research design, namely to describe the characteristics of the population or phenomenon being studied. The population in this study were all new students of the undergraduate midwifery study program with a total of 29 respondents. Research Sample: Sampling using total sampling with a total sample of 29 respondents. The method of collecting data is using a questionnaire that has been adopted in the form of a statement. Time to ll out the questionnaire on August 26, 2022. The data analysis used in this study was univariate analysis which aimed to nd out the description, knowledge, attitudes, and polite behavior of new students of the midwifery study program, Faculty of Health, Ngudi Waluyo University. The results of the courtesy study for new students of the Midwifery Study Program Undergraduate Program, Faculty of Health, Ngudi Waluyo University, namely good knowledge with a positive attitude of 93.3%, good knowledge with a negative attitude of 6.7%. Good knowledge with positive behavior of 86.67%, good knowledge with negative behavior of 13.33%. The study obtained an overview of the conclusion that the manners of new students are mostly in the category of good knowledge and have positive attitudes and behavior. although there is still a lack of knowledge and negative attitudes and behaviors, this is a joint effort to build each other up so that when you become a midwife, good attitudes and behaviors are formed for all students. The development of the times and technology, especially digital can affect students' polite behavior. For this reason, research still needs to be carried out on the in uence of the times and digital technology on student politeness.Abstrak Sopan santun adalah sifat yang disukai dan nilai yang wajar. Istilah “kesopanan” mengacu pada sikap atau perilaku individu yang menghormati orang lain dan ramah dalam berkomunikasi kepada orang yang sedang berinteraksi dengannya. (Djuwita, 2017). Menghargai dan memahami orang lain dapat ditunjukkan melalui ucapan, perbuatan, atau tindakan seseorang. Belakangan ini banyak remaja yang berperilaku sopan santun di kampus sudah mulai menghilang. Seperti ketika seseorang mahasiswa berbicara dengan seorang dosen, dia tidak menggunakan bahasa yang sopan dan memperlakukan dosen seperti seorang temannya. Sering kita mendengar seseorang mengumpat dan mengatakan perkataan kotor di lingkungan keluarga, tetangga dan daerah setempat, dan kadang-kadang bahkan dalam lingkungan pendidikan. Sikap dan perilaku tidak sopan ini biasanya dipengaruhi oleh teman, tetangga, dan orang yang lebih dewasa dari mahasiswa, juga seperti oleh keluarga atau lingkungan yang terbiasa menggunakan bahasa kotor. Bahkan dipengaruhi oleh oknum yang tidak bermoral yang dapat memprovokasi melalui media sosial, seperti drama televisi atau film serial di YouTube, Facebook, Instagram, dan platform lainnya. Kesopanan adalah sikap atau perilaku yang tertib dan sesuai dengan adat atau norma. Itu adalah sikap sehari-hari untuk saling menghormati, kebaikan, kerendahan hati, dan kesediaan untuk membantu orang lain. Sopan santun ialah istilah bagian dari terminologi etika, yang selalu dapat dikaitkan dengan istilah terminologi moral atau filsafat moral. Dari dua kata Yunani, kata etika berasal dari etimologinya: etos dan juga ethikos Istilah "ethos" mengacu pada alam, "kebiasaan". karakter," dan "lokasi biasa." Etikhos mengacu pada perilaku, perbuatan baik, kesopanan, dan moralitas. Mores, yang berarti "adalah," adalah kata Latin untuk moral. Akhir-akhir ini banyak seorang remaja yang sikap sopan santun dilingkungan kampus hilang. Contoh seorang remaja. berbicara dengan seorang dosen. tidak menggunakan bahasa yang sopan dan menganggap seorang dosen tersebut seperti temannya sendiri sehingga mereka beba berbicara tanpa menggunakan bahasa yang sopan.(Kompasiana.com, 2022). Perbuatan sikap dan perilaku yang tidak sopan ini, seringnya dipengaruhi oleh keluarga atau lingkungan yang terbiasa berkata kotor atau jelek, pengaruh teman, tetangga, orang-orang yang lebih tua dari mahasiswa. Bahkan pengaruh dari orang-orang tidak berakhlak yang memprovokasi. Lewat media sosial seperti drama/ film cerita bersambung di televisi, youtube, facebook, instagram, whats'up dan lain sebagainya. dalam pelaksanaan penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif yaitu untuk menggambarkan karakteristik populasi atau fenomena yang sedang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa baru prodi kebidanan program sarjana sejumlah 29 responden. Sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 29 responden. Metode pengumpulan data adalah menggunakan kuesioner yang telah diadopsi berupa pernyataan. Waktu pengisian kuesioner pada tanggal 26 Agustus 2022. Analisis data yang digunakan dalam.penelitian ini adalah analisis univariat yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku sopan santun mahasiswa baru Prodi Kebidanan Program Sarjana, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo.
Pengaruh Kontrasepsi Suntik Terhadap Kejadian Amenore : Effect of Injectable Contraceptives on the Incidence of Amenorrhea Nur Fajri Idharuddin; ningrum, cahya
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.542 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2181

Abstract

KB or family planning is a program from the government to reduce the birth rate and control excessive population growth. Injectable contraception is a type of contraception that has a hormonal effect, the type of injectable contraception consists of injectable contraceptives for 1 month and injectable contraceptives for 3 months. Problems that may arise from this injectable contraceptive are amenorrhea (unable to menstruate), bleeding / spotting, fever and weight. The research method is an analytic study with a cross-sectional design, namely an epidemiological study that studies prevalence, distribution and relationships. This study aims to determine whether there is a relationship between the use of injectable contraceptives and the incidence of amenorrhea in PMB Endah Wulansari Congkrang Muntilan with a total of 43 respondents. The results of the relationship between the use of injectable contraceptives and the incidence of amenorrhea using the chi square test obtained a significance value of p = 0.001 (p < 0.05), so Ha was accepted and Ho was rejected. The use of injectable contraception can cause amenorrhea, the most percentage of amenorrhea occurs in the 3-month type of injectable contraception. For PMB or midwives, intensive counseling and outreach are given to acceptors of new injectable contraception, so that an understanding is obtained regarding the risk of occurrence after reinjection of contraception.   Abstrak KB atau keluarga berencana merupakan suatu program dari pemerintah untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan pertumbuhan penduduk yang berlebih. Kontrasepsi  suntik adalah jenis kontrasepsi yang memiliki kandungan hormonal, jenis kontrasepsi suntik terdiri dari kontrasepsi  suntik 1 bulan dan kontrasepsi  suntik 3 bulan. Masalah yang mungkin muncul dari kontrasepsi  suntik ini adalah amenore (tidak dapat haid), perdarahan /perdarahan bercak (spotting),  meningkatnya berat badan. Metode penelitian menggnakan penelitian analitik dengan desain cross sectional yaitu studi epidemiologi yang mempelajari tentang prevalensi, distribusi maupun hubungan  dengan satu kali  pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan penggunaan kontrasepsi suntik dengan kejadian amenore di PMB Endah Wulansari Congkrang Muntilan . Responden penelitian ini adalah 43 akseptor kontrasepsi suntik. Hasil penelitian hubungan penggunaan KB suntik dengan kejadian amenore diproses dengan menggunakan uji chi square dan didapat nilai signifikansi p = 0,001 (p< 0,05), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan kesimpulanya bahwa  terdapat hubungan penggunan KB suntik dengan kejadian amenorhea sekunder, yang artinya bahwa penggunaan KB suntik dapat mengakibatkan kejadian amenore dengan persentase amenore terbanyak terjadi pada jenis kontrasepsi  suntik 3 bulan. Bagi PMB atau bidan hendaknya diadakan konseling dan penyuluhan yang intensif terhadap akseptor kontrasepsi  suntik baru, sehingga diperoleh pemahaman terkait dengan risiko terjadinya kejadian amenore setelah penyuntikan ulang kontrasepsi.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan De Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual (IMS): The Influence of Health Education on Adolescent Knowledge About Sexually Transmitted Infections (STI) Asti Puspita; Veftisia, Vistra
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.562 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2196

Abstract

Adolescent Sexually Transmitted Infections in 2018 in Semarang City, namely 1,233 people, this high number is due to the lack of knowledge of adolescents about sexually transmitted infections. Efforts are made to increase this knowledge by providing health education to adolescents. Al Ashor Vocational School was chosen as the research location because it is one of the schools in Central Java Province that has never conducted counseling related to education and knowledge of sexually transmitted infections (STI). Knowing the effect of health education on Sexually Transmitted Infections at Al Ashor Vocational High School, Gunung Pati District, Semarang City. This type of research is a quasi-experimental design with one group pretest-posttest. The population of this study were grades 10 and 11 of 126 respondents and a sample of 20 respondents, the sampling technique was purposive random sampling, the data collection tool used a questionnaire, the analysis test used a paired t test. The results showed that there was an increase in the average pretest and posttest scores from 21.70 to 26.70 with a difference in the average value of 5.00 and indicated by a p-value of 0.000 <0.05, so Ho was rejected. There is the influence of health education on adolescent knowledge about sexually transmitted infections at Al Ashor Vocational High School, Gunung Pati District, Semarang City.   Abstrak Infeksi Menular Seksual remaja pada tahun 2018 di Kota Semarang yaitu 1.233 jiwa, tingginya angka tersebut karena kurangnya pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja. SMK Al Ashor dipilih sebagai tempat penelitian karena merupakan salah satu sekolah di Provinsi Jawa Tengah yang  belum pernah melaksanakan  pengadakan menyuluhan terkait dengan pendidikan dan pengetahuan infeksi menular seksual (IMS). Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang Infeksi Menular Seksual Di SMK Al Ashor Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang. Jenis penilitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain one grup pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah kelas 10 dan 11 sebanyak 126 responden dan sampel sebanyak 20 responden, teknik pengambilan sampel dengan purposive random sampling, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner, uji analisis menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan nilai rata-rata pretest dan posttest dari 21,70 menjadi 26,70 dengan selisih nilai rata-rata 5,00 dan ditunjukan dengan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual di SMK Al Ashor Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang.
Pengetahuan Remaja Putri tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI): Knowledge of Young Women about Breast Self-Examination (BSE) Windayanti, Hapsari; Adimayanti, Eka; Siyamti, Dewi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.753 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2197

Abstract

In young women there is a very important stage of development, namely biological and physiological development which can determine the quality of oneself to become an adult. Menstruation is one indicator of female sexual maturity. During the menstrual cycle, it is necessary to pay attention to personal hygiene during menstruation and handling menstrual pain. In addition to this during the menstrual cycle there are things that are also of concern to adolescents, namely early detection of breast cancer, because young age is not a guarantee of being safe from breast cancer. Recognizing the incidence of cancer is important because it can reduce the incidence of new cancers. Prevention and early detection efforts are needed which will be easier to do when the risk factors and symptoms of cancer are identified. Breast cancer is very dangerous and must be watched out for early on. Nevertheless, breast cancer can be prevented by living a healthy lifestyle, routinely carrying out Breast Self-Examination (BSE) which is done by every woman. The purpose of the study was to describe the knowledge of young women about BSE. The study was conducted on 76 class X students, majoring in Multi Media (MM), Computer and Network Engineering (TKJ), Industrial Electronic Engineering (TEI) at SMK NU Ungaran with accidental sampling as a sampling technique. Assessment of knowledge of young women was carried out with a questionnaire about BSE examination. The research data obtained were 18 students (23.7%) had less knowledge, 25 students (32%) had good knowledge and 33 students (43%) had sufficient knowledge. Suggestions for schools are that it is hoped that the formation of peers can be an approach to assist young women in obtaining health education, especially about BSE, in collaboration with the puskesmas or the nearest health institution   Abstrak Pada remaja putri terjadi tahap perkembangan yang sangat penting, yaitu perkembangan biologis dan fisiologis yang dapat menentukan kualitas diri untuk menjadi seseorang yang dewasa. Haid merupakan salah satu indikator kematangan seksual perempuan. Selama siklus haid perlu diperhatikan tentang personal hygiene selama haid dan penanganan nyeri haid. Selain hal tersebut selama siklus haid ada hal yang juga menjadi perhatian remaja yaitu deteksi dini kanker payudara, karena usia muda bukan jaminan aman dari kanker payudara. Pengenalan kejadian kanker menjadi penting karena dapat menurunkan kejadian baru kanker diperlukan upaya pencegahan dan deteksi dini yang akan lebih mudah dilakukan ketika faktor risiko dan gejala kanker sudah dikenali. Kanker payudara sangat berbahaya dan harus diwaspadai sejak dini. Meskipun demikian, kanker payudara dapat dicegah dengan perilaku hidup sehat, rutin melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dilakukan oleh setiap perempuan Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Penelitian dilakukan pada 76 siswi kelas X, jurusan Multi Media (MM), Tehnik Komputer dan Jaringan (TKJ), Tehnik elektronik Industri (TEI) SMK NU Ungaran dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penilaian pengetahuan remaja putri dilakukan dengan kuesioner tentang pemeriksaan SADARI. Data hasil penelitian diperoleh sebanyak 18 siswi (23,7%) mempunyai pengetahuan kurang, sebanyak 25 siswi (32%) mempunyai pengetahuan baik dan sebanyak 33 siswi (43%) mempunyai pengetahuan cukup. Saran untuk sekolah diharapkan adanya pembentukan teman sebaya bisa menjadikan salah satu pendekatan untuk membantu remaja putri dalam mendapatkan edukasi kesehatan khususnya tentang SADARI, dengan bekerja sama dengan pihak puskesmas ataupun institusi kesehatan terdekat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Covid-19 dengan Kepatuhan Melakukan Kunjungan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Ambal 1: Relationship between Knowledge Level of Pregnant Women about Covid-19 and Compliance in Conducting Antenatal Care Visits in the Working Area of Ambal 1 Health Center Zuliyanti, Nurma Ika; Rini Fatmawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2028

Abstract

Pregnant women are a vulnerable population for the Covid-19 virus, it is known that it disproportionately causes respiratory disease associated with increased morbidity due to infection. Current situation pregnant women are reluctant to go to health facilities for fear of contracting it. Study results 5 pregnant women said they did not know about Covid-19 and were afraid to make antenatal care visits, 3 pregnant women already knew about Covid-19 but were afraid to do antenatal care visits, and 2 pregnant women already knew about Covid-19 and had antenatal care. Research Objectives to analyze the relationship between the level of knowledge of pregnant women about Covid-19 with adherence to antenatal care visits. The method used in this study is an analytical survey with a cross-sectional approach. The population in this study was pregnant women in the Third trimester which amounted to 124, samples were taken using the Accidental Sampling technique. The measuring instrument uses a guttman scale questionnaire and a checklist. Data analysis using the Chi Square test. There is a significant relationship between the level of knowledge of pregnant women about Covid-19 and adherence to antenatal care visits. in the working area of the Ambal Health Center 1.the value of p = 0.002 < 0.05. Abstrak Ibu hamil merupakan salah satu populasi rentan virus Covid-19, hal ini dapat diketahui secara tidak proporsional dapat menyebabkan penyakit pernapasan yang berhubungan dengan peningkatan morbiditas akibat infeksi. Situasi saat ini ibu hamil enggan kefaskes karena takut tertular. Hasil studi pendahuluan 5 ibu hamil mengatakan belum mengetahui tentang Covid-19 dan takut untuk melakukan kunjungan antenatal care, 3 ibu hamil sudah mengetahui tentang Covid-19 namun takut untuk melakukan kunjungan antenatal care dan 2 ibu hamil sudah mengetahui tentang Covid-19 dan sudah melakukan antenatal care. Tujuan Penelitian untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Covid-19 dengan kepatuhan melakukan kunjungan antenatal care. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi ibu hamil trimester III yang berjumlah 124, sampel diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner skala guttman dan ceklist. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Covid-19 dengan kepatuhan melakukan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Ambal 1 yang dibuktikan dengan perolehan nilai p = 0,002 < 0,05.
Pengaruh Senam Nifas Terhadap Kualitas Tidur Ibu Nifas : The Effect of Postpartum Exercise on the Sleep Quality of Postpartum Women Nelli Anggriyani; Moneca Diah Listiyaningsih
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2234

Abstract

Physical fatigue due to activities of babysitting, breastfeeding, bathing the baby, cradling the baby at any time can cause new mothersto have less rest so that the mother's sleep or rest can be disrupted. Adequate sleep will make them fitter and healthier so they can do their activities properly. Sleep disturbances may decrease the health condition of the postpartum women, make them get angry easily, do activities unenthusiastically,  inhibit hormonal function, or trigger depression and stress. In addition, the stress experienced by them will affect breast-milk production.This study aimed to determine the effect of postpartum exercise on the sleep quality of postpartum women at PMB Fitri Hayati, S.ST in Bandar Lampung. It used one Quasy experimen one group pre test-post test. The population in this study was all postpartum women who gave birth at PMB Fitri Hayati S.ST in January 2023 as many as 15 people. The research sample used total sampling. Postpartum exercise was carried out for 7 days, then sleep quality was measured by using PSQI sleep quality instrument. Test analysis used Wilcoxon test. The results showed that before doing postpartum exercise, the average sleep quality of 11 postpartum women (73.3%),  while after doing postpartum exercise the quality of sleep was good showed by 15 postpartum mothers (100%) having an average decrease in quality score sleep from 1.87 (bad) to 1.00 (good). The results of the Wilcoxon test showed p-value of 0.000 <0.05 so that there was an effect between before and after doing postpartum exercise on the sleep quality of postpartum women at PMB Fitri Hayati, S.ST in Bandar Lampung. The conclusion from this study is that postpartum exercise affects the sleep quality in postpartum women. It is expected that postpartum women to do postpartum exercise routinely so that the sleep quality during the postpartum period can still be fulfilled and will not interfere with postpartum recovery and breast-milk production.   Abstrak Kelelahan fisik karena aktivitas mengasuh bayi, menyusui, memandikan bayi, menimang bayi setiap saat dapat menyebabkan istirahat ibu kurang sehingga tidur/istirahat ibu dapat terganggu.  Tidur yang cukup akan membuat ibu nifas lebih bugar dan sehat sehingga dapat beraktifitas dengan baik. Dampak dari gangguan tidur kondisi kesehatan ibu nifas menurun, emosional gampang meledak, tidak semangat melakukan aktifitas, menghambat fungsi hormonal, depresi dan stress yang dapat berdampak buruk pada dirinya. Selain itu, stress yang juga dialami oleh ibu nifas akan mempengaruhi produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap kualitas tidur ibu nifas di PMB Fitri Hayati Kota Bandar Lampung. Desain penelitian Quasy experimen one group pre test-post test. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu nifas yang melahirkan di PMB Fitri Hayati S.ST pada bulan Januari 2023 sebanyak 15 orang. Sample penelitian yaitu menggunakan total sampling. Senam nifas dilakukan selama 7 hari, kemudian di lakukan pengukuran kualitas tidur dengan Instrumen kualitas tidur PSQI. Uji analisis menggunakan uji wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan senam nifas rata-rata kualitas tidur buruk yaitu 11 ibu nifas (73,3%), setelah diberikan senam nifas kualitas tidur menjadi baik yaitu 15 ibu nifas (100%), dengan rata-rata penurunan skor kualitas tidur dari 1,87 (buruk) menjadi 1,00  (baik). Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000< 0,05 sehingga terdapat pengaruh antara senam nifas terhadap kualitas tidur ibu nifas di PMB Fitri Hayati, S.ST Bandar Lampung. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu senam nifas berpengaruh terhadap kualitas tidur pada ibu nifas. Diharapkan ibu nifas melakukan senam nifas secara rutin sehingga kualitas tidur pada saat masa nifas tetap terpenuhi, dan tidak mengganggu pemulihan pasca melahirkan serta produksi ASI.

Page 11 of 18 | Total Record : 173