cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 173 Documents
Hubungan Jenis Persalinan Terhadap Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini : The Relationship between the Type of Delivery and the Success of Early Breastfeeding Initiation Widyaningsih, Ari; Khayati, Yulia Nur; Isfaizah
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2237

Abstract

One of the efforts to increase the success of breastfeeding is the implementation of Early Breastfeeding Initiation (IMD) by newborns to their mothers. IMD will greatly assist in the continuity of exclusive breastfeeding and duration of breastfeeding. Thus, the baby's needs will be met until the age of 2 years, and prevent children from malnutrition. The highest percentage of breastfeeding in children aged 0-23 months is 1-6 hours (35.2%). The process of starting to breastfeed in the first hour after birth / IMD is only 34.5%. IMD has increased in 2018. The proportion of IMD in children aged 0-23 months is 58.2%. Of this proportion, only 15.9% did IMD ≥ 1 hour. Childbirth is the culmination of a series of pregnancy processes. The type of delivery experienced plays an important role in supporting the successful implementation of Early Breastfeeding Initiation (IMD). Early Initiation of Breastfeeding (IMD) is an instinctive process and the right of every newborn. Early Initiation or early initiation of breastfeeding is when the baby begins to breastfeed on his own immediately after birth and is allowed skin-to-skin contact with his mother's skin for at least 1 hour. The purpose of this study was to determine the type of delivery, determine the number of babies who received IMD and determine the relationship between the type of delivery and the success of IMD. This research is a correlation analysis with a cross-sectional study approach. This research was conducted in April - May 2022. The sampling technique used total sampling. Data analysis in this study was univariate analysis and bivariate analysis using the Chi Square test with the SPSS Version 22 program (95% CI and α = 0.05). The results of bivariate analysis found that there was a significant relationship between the type of delivery and the success of IMD (p <0.001, OR 24.886, 95% CI = 6.835-90.608). Spontaneous delivery without complications increases the success of IMD by 24.88 times when compared with spontaneous delivery with complications. The birth process that the mother goes through, both normally and with complications, is not an obstacle for a baby to get his right to get breast milk at the beginning of his life. Management of the practice of Early Breastfeeding Initiation in all types of labor is no different and depends on the baby being allowed to look for the mother's nipple as early as possible. It is hoped that intervention in childbirth will be kept to a minimum so that the condition of the mother and baby becomes optimal for the success of the Early Breastfeeding Initiation (IMD) process. Abstrak Upaya untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif antara lain dengan melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) oleh bayi baru lahir pada ibunya. IMD akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif dan lama menyusui. Dengan demikian, bayi akan terpenuhi kebutuhannya hingga usia 2 tahun, dan mencegah anak kurang gizi.  Persentase tertinggi proses mulai menyusu pada anak umur 0-23 bulan adalah pada 1-6 jam (35,2%). Proses mulai menyusu pada satu jam pertama setelah lahir/IMD hanya 34,5%. IMD mengalami peningkatan pada tahun 2018. Proporsi IMD pada anak umur 0-23 bulan adalah 58,2%. Dari proporsi ini, yang melakukan IMD ≥ 1 jam hanya 15,9%.  Persalinan merupakan puncak peristiwa dari serangkaian proses kehamilan. Jenis persalinan yang di alami memberikan peran penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses naluriah dan hak setiap bayi baru lahir. Inisiasi Menyusu Dini (Early Initiation) atau permulaan menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir dan dibiarkan kontak kulit dengan kulit ibunya sekurangnya selama 1 jam.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis persalinan, mengetahui jumlah bayi yang mendapat IMD dan mengetahui hubungan jenis persalinan terhadap keberhasilan IMD.  Penelitian ini merupakan analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional study.  Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Mei 2022. Populasi pada penelitian ini adalah 91 ibu bersalin. Teknik pengambilan sampling menggunakan Total sampling.  Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 91 ibu bersalin.  Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan program SPSS Versi 22 dengan ( CI  95% dan α= 0.05).  Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan yang signifikans antara jenis persalinan dengan keberhasilan IMD (p <0,001, OR 24,886, CI 95%= 6,835-90,608). Persalinan spontan tanpa penyulit meningkatkan keberhasilan IMD sebesar 24,88 kali jika dibandingkan dengan persalinan spontan dengan penyulit.  Proses persalinan yang dilalui ibu baik secara normal maupun dengan penyulit bukan sebuah hambatan seorang bayi untuk mendapatkan haknya dalam mendapatkan ASI di awal kehidupannya.  Penatalaksanaan praktek Inisiasi Menyusu Dini pada semua jenis persalinan tidak berbeda dan tergantung pada sedini mungkin bayi dibiarkan mencari putting ibu. Diharapkan intervensi dalam persalinan diupayakan seminimal mungkin sehingga kondisi ibu dan bayi menjadi optimal untuk keberhasilan proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Pemanfaatan Posbindu PTM Prabandari, Fitria; Sumarni; Dyah Puji Astuti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2254

Abstract

Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan pengembangan strategi pemerintah berbasis masyarakat untuk mengendalikan penyakit tidak menular melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM. Posbindu merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktro risiko PTM utama yang dilaksanakan secara terapadu, rutin, dan periodik. Posbindu membantu masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM sehingga dapat segera dilakukan pencegahan faktor risiko PTM dan kejadian PTM dapat ditekan. Pemanfaatan Posbindu PTM oleh masyarakat di Wilayah Puskesmas Larangan masih rendah yaitu di bawa 10%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan Posbindu PTM dengan rancangan cross sectional study dengan pendekatan kuantitatif, sampel sebesar 45 responden. Secara deskriptif diperoleh hasil tidak terdapat pengaruh pengetahuan, sikap, jarak tempuh terhadap pemanfaatan Posbindu PTM dengan p value 0,352; 0,352; 0,609 atau p >0,005, sedangkan dukungan tenaga kesehatan dan dukungan keluarga diperoleh hasil p value 0,000 atau p <0,005 dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan Posbindu PTM. Disarankan untuk tenaga kesehatan agar dapat lebih memberikan dukungan, informasi, dan inovasi lain dalam kegiatan Posbindu untuk menarik minat masyarakat berkunjung ke Posbindu PTM agar meningkatkan jumlah kunjungan peserta Posbindu PTM, bagi keluarga diharapkan dapat lebih mendukung anggota keluarganya dalam memanfaatkan Posbindu PTM.
Dukungan Suami dan Depresi Postpartum: Husband Support and Postpartum Depression Annisa, Nurul Hikmah; Natalia, Omiati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2220

Abstract

This study aims to determine the relationship between a husband's support and postpartum depression in women. In this study, the hypothesis proposed is that there is a negative relationship between a husband's support and postpartum depression in women. The subjects of this study were postpartum women who were in the early adult age range who lived in Ungaran district. Social support is in the form of emotional support, the support award, instrumental support and informative support. The method used in this research is using qualitative exploratory study the two subjects who had a husband and wife with postpartum depression after giving birth first child with wife aged 21-28 years. Determination of the subjects in this study using purposive sampling technique and is located in several places according to the agreement of the subject and significant others. Data collection methods used were observation method using anecdotel record with the observation that social support indicators husband and interview methods are equipped with general guidance interview. The results showed that each subject provide social support her husband with different forms of support for marriage influenced by the subject. The number of subjects in this study was 50 people. The data collection tool used in this study is the Scale of Social Support and BDI. The data were analyzed using product moment analysis from Pearson with the results of the correlation (Ray) of -0.842 (p <0.01). Based on the results of data analysis, the research hypothesis is acceptable.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan depresi pasca melahirkan pada wanita. Dalam penelitian ini dirumuskan suatu hipotesis yaitu ada hubungan negatif antara dukungan suami dengan depresi pasca melahirkan pada wanita. Dukungan sosial berupa dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental dan dukungan informatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif eksploratif dengan dua subjek yang memiliki suami istri dengan depresi pasca melahirkan setelah melahirkan anak pertama dengan istri berusia 21-28 tahun. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan berlokasi di beberapa tempat sesuai kesepakatan subjek dan orang terdekat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dengan menggunakan anecdotel record dengan observasi indikator dukungan sosial suami dan metode wawancara yang dilengkapi dengan pedoman umum wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap subjek memberikan dukungan sosial kepada suaminya dengan bentuk dukungan pernikahan yang berbeda-beda dipengaruhi oleh subjek. Subjek penelitian ini adalah wanita pasca melahirkan yang berada pada rentang usia dewasa awal yang bertempat tinggal di kabupaten Ungaran. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Dukungan Sosial dan BDI. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dalah analisis product moment dari Pearson dengan hasil korelasi (Ray) sebesar -0,842 (p<0,01). Berdasarkan hasil analisis data, hipotesis penelitian ini dapat diterima
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Gentle Birth Terhadap Motivasi Ibu Melahirkan Secara Gentle Birth: The Influence of Health Education About Gentle Birth on The Motivation of Gentle Birth Mothers Qomariyah; Kristina Maharani; Linda Pramusinta
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2129

Abstract

Gentlebirth is one way to prepare expectant mothers during pregnancy. Gentlebirth not only views birthing mothers from a physiological perspective but views birthing mothers as clients holistically as biopsychosocial and cultural beings. The midwife's communication skills are absolutely necessary, the design of the practice site which is made like giving birth at home is the main attraction of the client. The general aim of this research is to know the effect of health education about Gentle Birth on the Motivation of Mothers to Give Birth in a Gentle Birth in the Work Area of the Karang Ayu Health Center, Semarang. The type and research design used in this research is Quasi Experiment to support the results of the research. This study used an expanded Pretest-Postest with Case Control Group design approach involving one experimental group and one control group which were not given any treatment. The population in this study were all pregnant women at the Karang Ayu Health Center from January to September 2022. The samples were taken according to the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique in this study was by using a purposive sampling technique. The results of the Wilcoxon test gave a P value of 0.000, meaning that there was no effect on the motivation of the respondents before and after being given health education. The results of the Wilcoxon test gave a P value of 0.157 meaning that there was no effect on the motivation of the respondents before and after in the control group. The results of the Mann Whitney test yielded a P value of 0.000, meaning that there were differences in changes in respondents' motivation in the control and experimental groups. For pregnant women at the Karang Ayu Health Center in Semarang, it can increase awareness about giving birth in a gentle birth and for husbands it should motivate their wives to give birth in a gentle birth because of the many benefits.   Abstrak Gentlebirth adalah salah satu cara untuk mempersiapkan ibu hamil saat kehamilan. Gentlebirth bukan hanya memandang ibu bersalin dari segi fisiologis tetapi memandang ibu bersalin sebagai klien secara holistik sebagai makhluk biospsikososial dan kultural. Kemampuan komunikasi bidan mutlak diperlukan, design dari tempat praktik yang dibuat seperti bersalin di rumah merupakan daya tarik sendiri dari klien. Tujuan Umum penelitian ini yaitu Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang Gentle Birth  Terhadap Motivasi Ibu Melahirkan Secara Gentle Birth Di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Ayu Semarang. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Experiment untuk mendukung hasil dari penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan Pretest-Postest with Case Control Group yang diperluas dengan melibatkan satu kelompok eksperimen dan satu kelompok control yang tidak diberikan perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang ada di Puskesmas Karang Ayu di bulan Januari sampai September 2022. Sampel yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan tehnik Purposive sampling. Hasil uji wilcoxon memberikan hasil P value 0,000 artinya t ada pengaruh motivasi responden sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil uji wilcoxon memberikan hasil P value 0,157 artinya tidak ada pengaruh motivasi responden sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol. Hasil uji Mann Whitney memberikan hasil P value 0,000 artinya  ada perbedaan perubahan motivasi responden pada kelompok control dan eksperimen. Bagi ibu hamil di Puskesmas Karang Ayu Semarang dapat meningkatkan kesadaran tentang melahirkan secara gentle birth dan Bagi suami hendaknya memotivasi istri untuk melahirkan secara gentle birth dikarenakan banyak manfaatnya.
Hubungan Family Support Dengan Kecemasan Ibu Hamil Primigravida TM-III Dalam Menghadapi Persalinan Di Pmb Ny“I” Losari Anil Masyayih, Warda; Siswati, Eny; Andariya Ningsih, Dewi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2179

Abstract

Dukungan keluarga merupakan sikap, tindakan, dan penerimaan terhadap keluarga dan dukungan ini berasal dari anak, istri, suami, dan keluarga yang lain, semnetara kecemasan adalah reaksi normal dan wajar ketika menghadapi suatu tekanan masalah ditandai dengan rasa takut, kekhawatiran yang dialami seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dukungan keluarga terhadap kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan di PMB Ny “I” Losari Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Tipe penelitan yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu hamil dengan kriteria ibu hamil primigravida trimester III yang melakukan persalinan di PMB Ny “I” berusia 20-35 tahun. Alat ukur yang digunakan yakni skala dukungan keluarga yang disusun berdasarkan aspek-aspek menurut Friedman (2010), dan skala kecemasan menggunakan alat ukur HRS-A (Hamilton Rating Scale Anxiety) yang dimodifikasi dan dikembangkan oleh peneliti. Hipotesis dari penelitian ini diterima artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasanjika nilai α < 0,005. Hasil uji Chi Square menunjukkan hasil P Value 0,40 dengan taraf signifikan α5% (0,05). Berdasarkan hasil tersebut bahwa nilai P Value 0,40>α (0,05), hal ini berarti tidak signifikan atau tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kecemasan menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di PMB Ny “I”.
Efektifitas Pijat Bayi Sehat dan Pijat Tuina Terhadap Perilaku Makan Anak Balita Usia 1-3 Tahun dengan Gizi Kurang: The Effectiveness of Healthy Baby Massage and Tuina Massage on The Eating Behavior of Toddlers Age 1-3 Years with Malnutrition Mei Lia Nindya Zulis Windyarti; Anny Martanti; Dyah Ayu Wulandari
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2259

Abstract

Tui Na massage is a more specific massage technique for dealing with feeding difficulties in infants by increasing blood circulation in the spleen and digestion, through a modification of acupuncture without needles, this method uses emphasis on the body's meridian points or energy flow lines so that relative easier to try than acupuncture. Objective: To find out the effectiveness of healthy baby massage and tuina massage on the eating behavior of infants aged 1-3 years with malnutrition. Quasy experimental research with the design of One Group Pre and Post Test Whit Control Group. The population is infants aged 1-3 years with malnutrition in the UPTD Keling 2 Jepara Health Center as many as 108 people. Sampling using purposive sampling as many as 30 respondents for each group. The results of the Paired T-Test showed that there was an effect of Tui na Massage on the Eating Behavior of Children Aged 1-3 Years with Malnourishment at the Keling 2 Health Center, Jepara Regency with a p-value of 0.000&lt; 0. 05. Tui na Massage affects the Eating Attitudes of Children Aged 1-3 Years with Malnourishment. It is recommended that midwives to take advantage of Tui na massage as a non-pharmacological procedure to improve the eating behavior of infants with malnutrition. Abstrak Pijat Tui Na ini ialah tehnik pijat yang lebih khusus buat menangani kesusahan makan pada bayi dengan metode memperlancar peredaran darah pada limpa serta pencernaan, lewat modifikasi dari akupunktur tanpa jarum, metode ini memakai penekanan pada titik meridian badan ataupun garis aliran tenaga sehingga relatif lebih gampang dicoba dibanding akupuntur. Guna Mengetahui Efektifitas Pijat Bayi Sehat serta Pijat Tuina Terhadap Perilaku Makan Anaka Bayi Umur 1- 3 Tahun Dengan Gizi Kurang. Metode: Jenis riset quasy eksperiment dengan desain One Group Pre serta Post Test Whit Control Group. Populasi merupakan bayi umur 1- 3 tahun dengan gizi kurang di UPTD Puskesmas Keling 2 Jepara sebanyak 108 orang. Pengambilan sampel memakai Purposive Sampling sebanyak 30 responden buat tiap kelompoknya. Hasil uji Paired T- Test menampilkan terdapat Ada Pengaruh Pijat Tui na Terhadap Perilaku Makan Anak Usia 1- 3 Tahun dengan Gizi Kurang di Puskesmas Keling 2 Kabupaten Jepara dengan nilai p value 0. 000&lt; 0. 05. Pijat Tui na mempengaruhi terhadap Terhadap Sikap Makan Anak Usia 1- 3 Tahun dengan Gizi Kurang. Dianjurkan kepada tenaga bidan buat memanfaatkan pijat Tui na sebagai prosedur non- farmakologi guna memperbaiki perilaku makan bayi dengan gizi kurang.
Perbedaan Pengetahuan Kader Sebelum dan Sesudah Pendidikan Kesehatan dengan Metode Ceramah dan Role Play Tentang Deteksi Dini Faktor Resiko Kehamilan: Differences in Knowledge of Cadres Before and After Health Education with Lecture Methods and Role Play About Early Detection of Pregnancy Risk Factors I Gusti Ayu, Hadi Damayanti; Ni Komang Erny Astiti; Lely Cintari; Ni Made Dwi Mahayati; Listina Ade Widyaningtyas
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i1.2348

Abstract

The high number of mother and baby deaths is still a significant health problem; the community is expected to play a decrease in the decline in the figure. Health cadres are the selected and trained society to help healthcare in health attempts, including pre-determination of pregnancy risk factors. Health cadies need to be given health education with more effective methods in enhancing the development of the presence of pregnancy factor of the pregnancy of the only one with the talk of the talk and role play. The purpose of researching is to know the difference in caders' knowledge before and after being given health education with lectures and role play in the village of Dangin Puri Klod. The design used by pre-experiment with pretest-post stating design. Implementation in February-March 2023 with Purposive Sampling Technique. The amount of samples is 55 cadres. Research instruments use questionnaires. Data analysis using the Wilcoxon test. Pretest results showed that 19 people (34.5%) have good knowledge, 20 people (36.4%) with sufficient knowledge, 16 people (29.1%) have less knowledge, and post-test results show 55 people (100%) have good knowledge. Wilcoxon test results are significant differences in Kader's knowledge with a P-value of 0.000 <0.05. From the results of the statistical tests obtained throughout, the respondents experienced an increase in knowledge. Researchers suggestions so that cadres practice determining the risk factor on the field so that the case of domestic detection by the community can increase.   Abstrak Tingginya angka kematian ibu dan bayi masih menjadi masalah kesehatan utama, masyarakat diharapkan dapat berperan dalam upaya penurunan angka tersebut. Kader kesehatan merupakan masyarakat yang dipilih dan dilatih untuk membantu tenaga kesehatan dalam upaya kesehatan termasuk deteksi dini faktor resiko kehamilan. Kader kesehatan perlu diberikan pendidikan kesehatan dengan metode yang lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan deteksi dini faktor resiko kehamilan salah satunya yaitu dengan metode ceramah dan role play. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan ceramah dan role play di Desa Dangin Puri Klod. Desain yang digunakan pre-eksperiment dengan pretest-posttest design. Pelaksanaan pada bulan Februari - Maret 2023 dengan teknik Purposive Sampling. Jumlah sampel adalah 55 kader. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Wilxocon. Hasil pretest menunjukkan sebanyak 19 orang (34.5%) memiliki pengetahuan baik, 20 orang (36.4%) dengan pengetahuan cukup, 16 orang (29.1%) memiliki pengetahuan kurang dan hasil posttest menunjukkan 55 orang (100%) memiliki pengetahuan baik. Hasil uji Wilxocon terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan kader dengan p-value 0.000<0.05. Dari hasil uji statistik diperoleh seluruh responden mengalami peningkatan pengetahuan. Saran peneliti agar kader dapat mempraktekkan deteksi dini faktor resiko di lapangan sehingga cakupan deteksi dini oleh masyarakat dapat meningkat.
Penanaman Nilai – Nilai Anti Korupsi Melalui Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi di Lingkungan SMK: Instilling Anti-Corruption Values Through Socialization of Anti-Corruption Education in Vocational Schools Kristiningrum, Wahyu; Moneca Diah Listiyaningsih; Ika Nilawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2353

Abstract

Anti-corruption values are integrity values that are the basic values of personality that must continue to be carried out in every form of life, especially in the world of education. Therefore,  this study aims to determine the picture of knowledge and students' attitudes towards the cultivation of anti-corruption values through the socialization of anti-corruption education within SMK 29 Perintis Ungaran. This study used a quantitative descriptive research design. Population: in this study, There were 44 respondents. The total sample size used in this study was 44 respondents from the entire population. Data are collected through the use of questionnaires in the form of statements. On January 11, 2023, It's time to fill out the questionnaire. The data analysis used in this study is a univariate analysis, which aims to obtain an overview of students' knowledge and attitudes about instilling anti-corruption values through socialization of anti-corruption education at SMK Perintis 29 Ungaran. Pictures of knowledge and attitudes obtained about students' knowledge and attitudes regarding the socialization of anti-corruption education at SMK Perintis 29 Ungaran, namely good knowledge possessed by 52.3% of respondent students, sufficient knowledge by 43.2% of respondent students, and lack of knowledge by 4.5% of respondent students, and positive and negative attitudes towards the socialization of anti-corruption values cultivation at SMK Perintis 29 Ungaran: 86.36% of respondent students have a positive attitude, and 13.64% of respondent students have a negative attitude towards planting anti-corruption values through this socialization. This study concludes that teaching anti-corruption values through socialization Anti-corruption education at SMK Perintis 29 Ungaran is very good and appropriate, even though there is still a lack of knowledge and negative attitudes. This encourages anti-corruption education to be important because students will become the nation's successors. Suggestion: Changing times and technology, especially digital technology, can affect the behavior of students with good character. Therefore, studies on the influence of digital technology advances on anti-corruption education in the school environment are still needed. Abstrak Nilai-Nilai anti korupsi merupakan nilai integritas yang menjadi nilai dasar kepribadian yang harus terus di lakukan dalam setiap bentuk kehidupan, terutama dalam dunia Pendidikan oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap siswa terhadap penanaman nilai-nilai anti korupsi melalui sosialisasi pendidikan anti korupsi  di lingkungan SMK 29 Perintis Ungaran Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu berjumlah 44 responden. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah 44 responden dari keseluruhaan populasi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dalam bentuk pernyataan yang dilaksanakan pada 11 Januari 2023. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, yang bertujuan untuk memperoleh gambaran pengetahuan dan sikap siswa tentang menanamkan nilai-nilai anti-korupsi melalui sosialisasi pendidikan anti-Korupsi di SMK Perintis 29 Ungaran Hasil penelitian yaitu gambara pengetahuan dan sikap yang diperoleh  tentang pengetahuan dan sikap siswa mengenai sosialisasi pendidikan anti-korupsi di SMK Perintis 29 Ungaran  yaitu pengetahuan yang baik dimiliki oleh 52,3%,  siswa responden, serta pengetahuan yang cukup terdapat 43,2% siswa responden dan pengetahuan yang kurang 4,5% siswa responden, dan sikap positi dan negative terhadap sosialisasi penanaman nilai-nilai anti-korupsi di SMK Perintis 29 Ungaran  adalah  86,36% siswa responden memiliki sikap positif dan 13,64%  siswa responden memiliki sikap negatif terhadap penanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui sosialisasi ini.Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengajarkan nilai-nilai anti korupsi melalui sosialisasi Pendidikan anti-korupsi di SMK Perintis 29 Ungaran  sangat baik dan tepat, meskipun masih ada kurangnya pengetahuan dan sikap negative, hal ini mendorong Pendidikan anti korupsi menjadi penting karena siswa-siswa yang akan mejadi penerus bangsa. Saran: Perubahan zaman dan teknologi, khususnya teknologi digital, dapat mempengaruhi perilaku siswa dengan karakter yang baik; oleh karena itu, studi tentang pengaruh kemajuan teknologi digital pada pendidikan anti korupsi di lingkungan sekolah masih diperlukan.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif pada Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Semarang: Analysis of Factors Influencing Exclusive Breastfeeding During the Covid 19 Pandemic in Semarang Regency Widyawati, Sigit Ambar; Yuliaji Siswanto; Eko Mardiyaningsih; Alfan Afandi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2556

Abstract

Supporting mothers to continue breastfeeding during the COVID-19 pandemic is still a public health issue. Globally, breastfeeding is recommended to be continued during the pandemic to improve infant health and immunity. Breastfeeding practices are influenced    by several factors including culture, economic level, sociodemographic conditions, as well as decisions regarding   breastfeeding   are influenced by psychosocial factors and other policies. This study aims to analyze the factors that influence exclusive breastfeeding during the Covid 19 pandemic in Semarang Regency.The type of research chosen was observational analytics with a cross-sectional study approach. The population in this study were all mothers who had babies aged 6-36 months in Pabelan District with a sample of 119 respondents. Data collection was carried out by interviewing and filling out questionnaires. Data analysis was carried out in stages, starting with univariate analysis, bivariate using chi-square test followed by multivariate. The results of the bivariate test showed that there were 3 variables related to exclusive breastfeeding, namely family support (p=0.029), information sources (p=0.038), and work (p=0.048). The results of multivariate logistic regression obtained maternal employment variable (p=0.018) with relationship strength of 2,745. This shows that respondents who work have a 2.74 times greater chance of not providing exclusive breast milk compared to those who do not work Abstrak Dukungan ibu untuk terus menyusui selama pandemi COVID-19 masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Secara global, pemberian ASI direkomendasikan untuk dilanjutkan selama pandemi untuk meningkatkan kesehatan dan kekebalan bayi. Praktik menyusui dipengaruhi    oleh beberapa    faktor termasuk budaya, tingkat ekonomi, kondisi sosiodemografis, juga keputusan mengenai   menyusui   dipengaruhi oleh faktor psikososial dan kebijakan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif pada masa pandemi Covid 19 di Kabupaten Semarang. Jenis penelitian yang dipilih adalah analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-36 bulan di Kecamatan Pabelan dengan jumlah sampel sebanyak 119 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan secara bertahap, yaitu diawali dengan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dilanjutkan multivariat. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat 3 variabel yang berhubungan dengan pemberian ASI secara ekslusif, yaitu  dukungan keluarga (p=0,029), sumber informasi (p=0,038), dan pekerjaan (p=0,048). Hasil regresi logistik multivariat didapatkan variabel pekerjaan ibu (p=0,018) dengan kekuatan hubungan sebesar 2.745. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang bekerja mempunyai peluang sebesar 2,74 kali lebih besar untuk tidak memberikan ASI eksklusif dibanding dengan yang tidak bekerja.
Karakteristik Klinis Maternal dengan COVID – 19 dan Luaran Persalinannya di RSU Budi Kemuliaan (Preliminary Research): Clinical Characteristics of Maternal with COVID – 19 and Delivery Outcomes at RSU Budi Kemuliaan (Preliminary Research) Yulianti, Nova; Hasan Salim Alatas; Indah Yulika; Chaterina Manurung; Fitria Endah Purwani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2367

Abstract

Pregnant women are more at risk for transmission of infectious diseases such as COVID - 19 both physically and psychologically. This risk puts pregnant women at maternal risk that can occur such as prematurity, hypertension, preeclampsia, and miscarriage. The purpose of this study was to determine the clinical characteristics of maternal with Covid - 19 at RSU Budi Kemuliaan (Preliminary Research). This study used a quantitative descriptive method with a cross-sectional design and used secondary data to determine general characteristics, financing, referral, obstetric status, gestational age, comorbidities, pregnancy complications, signs, symptoms, history of potential Covid-19 contact, laboratory, thorax photos, pregnancy outcomes, delivery methods, APGAR values, birth weight, labor complications, length of stay. Data collection for this study was from May 2020 to May 2021. The population of this study were all pregnant women with COVID - 19 both suspected, probable, and confirmed cases at Budi Kemuliaan Hospital.  The sample of this study amounted to 201 respondents according to the inclusion criteria. This research took place at Budi Kemuliaan General Hospital. The results of this study show the characteristics of pregnant women as follows: 81.6% of confirmed covid-19 cases, 82.6% of mothers with low risk age, 60.7% with Kemenkes financing, 86.6% went home with doctor's approval, 82.6% of mothers with 3rd trimester pregnancy, 92.5% of mothers did not have comorbidities, 65.2% of mothers did not have a doctor's approval.   Abstrak Wanita hamil lebih beresiko dalam penularan penyakit menular seperti COVID - 19 baik secara fisilogis maupun psikologis. Resiko tersebut menempatkan wanita hamil pada resiko maternal yang dapat terjadi seperti prematur, hipertensi, preeklamsi, dan keguguran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik klinis maternal dengan Covid – 19 di RSU Budi Kemuliaan (Preliminary Research) Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitaf dengan desain cross Sectional dan menggunakan data sekunder untuk mengetahui karakteristik umum, pembiayaan, rujukan, status obstetri, usia kehamilan, komorbiditas, komplikai kehamilan, tanda, gejala, riwayat potensi kontak Covid-19, laboratorium, foto thorax, luaran kehamilan, metode persalinan, nilai APGAR, berat bayi lahir, komplikasi persalinan, lama rawat. Pengambilan data untuk penelitian ini yaitu pada bulan Mei 2020 s/d Mei 2021. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil dengan COVID - 19 baik kasus suspek, probable, dan konfirmasi di RS Budi Kemuliaan.  Sample penelitian ini berjumlah 201 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Tempat penelitian ini di Rumah Sakit Umum Budi Kemuliaan Hasil Penelitian ini menunjukkan karakteristik ibu hamil sebagai berikut : 81,6% kasus konfirmasi covid-19, 82,6% ibu dengan usia resiko rendah, 60,7% dengan pembiayaan Kemenkes, terdapat 86,6% pulang atas persetujuan dokter, 82,6% ibu dengan kehamilan trimester 3, terdapat 92,5% ibu tidak memiliki komorbid, 65,2% ibu tidak mengalami komplikasi kehamilan, jumlah hari perawatan terbanyak adalah selama 3 hari yaitu 42,3%, mayoritas kadar haemoglobin dan trombosit ibu hamil yang mengalami covid berada dalam batas normal yaitu 57,7% dan 86,6%. kadar leukosit mayoritas pada keadaan leukositosis (52,2%). Ibu hamil yang mengalami covid 59,7% ibu dapat meneruskan kehamilannya hingga persalinan, 51,2% bersalin secara sectio caesaria. Bayi baru lahir dari ibu yang mengalami COVID – 19, 62,2% dalam kategori normal dan 51,7,2%  berat bayi dalam kategori normal