cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285728009536
Journal Mail Official
janacitta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education
ISSN : -     EISSN : 26156598     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Janacitta this is a scientific publication that contains about the works in the world of education by teachers, lecturers, and society. Scientific work in this published journal is an article of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. Articles of research are scientific publications containing reports of research conducted on the field of education that has been implemented teachers, lecturers and the community in educational units according tupoksinya. Innovative and progressive ideas are progressive ideas in the effort to address the various problems of formal education and learning that exist in the unit of education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta" : 25 Documents clear
Pengaruh Media Kartu Bergambar terhadap Keterampilan Membaca Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar Sulistiyowati, Eka; Khoirul Umam, Nanang; Wahyuning Subayani, Nataria
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4300

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of using picture cards on the reading skills of third-grade elementary school students. This study uses a quantitative experimental research design with a quasi-experimental design. Initial observations showed that students tended to be noisy, lacked focus when the teacher was explaining, and had low interest in reading. The main factors causing this were long and monotonous reading materials, as well as teachers who did not use learning media other than thematic textbooks. This condition made it difficult for students to understand essential information from the text. Therefore, this study tested the use of picture cards on the research sample. The population in this study were third-grade students at UPT SD Negeri 49 Gresik. The research sample consisted of two classes, namely class III B with 24 students as the experimental class that received treatment using picture cards and class III C with 24 students as the control class that did not receive special treatment. Data collection techniques were carried out through reading skill tests before and after treatment (pretest and posttest). Data analysis using the independent sample T-test showed a sig value (2-tailed) ≤ 0.05, namely 0.000, which means that there was a significant difference between the experimental class and the control class. From the results of the study, it can be concluded that the use of picture cards can be said to have an effect on the reading comprehension skills of students in grade III of elementary school. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media kartu bergambar terhadap keterampilan membaca siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif eksperimen dengan menggunakan desain penelitian Quasi Experimental Design (eksperimen semu). Dari hasil observasi awal menunjukkan bahwa siswa cenderung ramai, kurang fokus saat guru menjelaskan, dan memiliki minat baca yang rendah. Faktor utama penyebabnya adalah materi bacaan yang panjang dan monoton, serta guru yang belum menggunakan media pembelajaran selain buku paket tematik. Kondisi ini mengakibatkan siswa kesulitan memahami informasi esensial dari teks. Sehingga dalam penelitian ini menguji cobakan penggunaan media kartu bergambar terhadap sampel penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas III UPT SD Negeri 49 Gresik. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas III B dengan jumlah 24 siswa sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan menggunakan media kartu bergambar dan kelas III C dengan jumlah 24 siswa sebagai kelas kontrol yang tidak mendapat perlakuan khusus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan membaca sebelum dan sesudah perlakuan (pretest dan posttest). Analisis data menggunakan uji independent sample T-test menunjukkan nilai sig (2-tailed) ≤ 0,05 yaitu sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan media kartu bergambar dapat dikatakan berpengaruh terhadap keterampilan membaca pemahaman siswa di kelas III sekolah dasar.
Persepsi Guru dalam Menerapkan Keterampilan Abad 21 di Sekolah Dasar Andriyani, Henni Aprillia; Nuroh, Ermawati Zulikhatin
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4143

Abstract

Abstract This study aims to explain how teachers view the implementation of 21st century skills in elementary schools. This research focuses on critical thinking skills, creativity skills, collaboration skills, and communication skills. This research was conducted at SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage, Sidoarjo, with a qualitative approach and case study. The participants of this study were two homeroom teachers of grade 5. The data collection methods used in this research are observation, interviews, and documentation used on teachers who actively teach at the school. The results of the study show that teachers at SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage understand the importance of 21st century skills and strive to include them in learning. The development of these skills is also influenced by things such as the teacher's learning approach, learning media, and learning environment. However, there is a significant difference in the mastery of 21st century skills. Therefore, to ensure that all students have equal opportunities to learn skills that are appropriate for the modern world, it is necessary to use more varied, creative, and inclusive learning strategies. To maximize the implementation of 21st century skills in elementary schools, this study suggests institutional support and continuous teacher development.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana guru melihat penerapan keterampilan abad 21 di sekolah dasar. Penelitian ini memfokuskan pada keterampilan berpikir kritis, keterampilan kreativitas, keterampilan kolaborasi, dan keterampilan komunikasi. Penelitian ini dilakukan di SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage, Sidoarjo, dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus. Partisipan penelitian ini adalah dua guru wali kelas 5. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan terhadap guru yang aktif mengajar di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage memahami betapa pentingnya keterampilan abad 21 dan berusaha untuk memasukkannya ke dalam pembelajaran. Perkembangan keterampilan tersebut juga dipengaruhi oleh hal-hal seperti pendekatan pembelajaran guru, media pembelajaran, dan lingkungan belajar. Namun, ada perbedaan yang cukup besar dalam penguasaan keterampilan abad 21. Maka, untuk memastikan bahwa semua peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk belajar keterampilan yang sesuai dengan dunia modern perlu menggunakan strategi pembelajaran yang lebih variatif, kreatif, dan inklusif. Untuk memaksimalkan penerapan keterampilan abad 21 di sekolah dasar, penelitian ini menyarankan dukungan kelembagaan dan pengembangan guru secara berkelanjutan.
Efektivitas Penggunaan Media Wordwall terhadap Hasil Belajar IPAS Materi Gaya SD Negeri 1 Tahunan Salsabiela Berliana; Aan Widiyono
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4380

Abstract

Abstract The purpoose of this study was to evaluate the impact of Wordwall media on science learning outcomes (IPAS) for the topic "Style" in the fourth grade of SD Negeri 1 Tahunan. Thirty students participated in this study, which used a one-group pree-test poost-test model with an experimental design and quantitative techniques. Pre-tests and post-tests were administered as part of the data collection process, and SPSS version 26 was used for analysis. Instrument validity and reliability tests, preerequisite tests such as normality and homogeneity tests, and hypothesis testing with paired sample t-tests were the data analysis procedures. The alternatiive hypothesis (Hₐ) was accepted and the null hypothesis (H₀) was rejected because the t-test results showed a significant difference between the pretest and posttest scores, with a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000, which is smaller than the significance level of 0.05. Based on these results, it can be said that Wordwall media is useful for improoving student learning outcomes and can be used as an alternative interactiive learning media to improve understanding of IPAS material. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak media Wordwall terhadap hasil belajar IPA (IPAS) untuk topik "Gaya" di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Tahunan. Tiga puluh siswa menjadi partisipan penelitian ini, yang menggunakan model pra-tes pasca-tes satu kelompok dengan desain eksperimen dan teknik kuantitatif. Pra-tes dan pasca-tes diberikan sebagai bagian dari proses pengumpulan data, dan SPSS versi 26 digunakan untuk analisis. Uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji prasyarat seperti uji normalitas dan homogenitas, serta uji hipotesis dengan uji-t sampel berpasangan merupakan prosedur analisis data. Hipotesis alternatif (Hₐ) diterima dan hipotesis nol (H₀) ditolak karena hasil uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan postest, dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil ini, dapat dikatakan bahwa media Wordwall bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan pemahaman materi IPAS.
Analisis Kesulitan Menulis Tegak Bersambung Kelas V Luqman Rohmad Maghribi; Irma Sofiasyari
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.3978

Abstract

Abstract This study aims to examine students' difficulties in writing letters, words, and sentences in cursive. This study aims to improve the cursive writing skills of fifth grade students of SD Muktiharjo 01 Pati through the strategy of playing with language and writing. The method used in this study is qualitative narrative. This method makes it easier for students to understand the form of letters, words, and sentences aesthetically and functionally. The population and sample in this study were all fifth grade students of SD Muktiharjo 01 Pati with a total of 24 students. The results of the study showed that the ability to write cursive letters in grade V students at SD Muktiharjo 01 Pati was still low. Based on a preliminary study through daily writing tests, 70.8% of students had not achieved the criteria for neatness, readability, and continuity of letters. The main causal factors were the lack of writing practice at home and learning methods that had not actively involved students. These findings are the basis for the need to develop more contextual and participatory learning strategies to improve students' writing skills. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang kesulitan siswa dalam menuliskan huruf, kata, dan kalimat tegak bersambung. Selain itu juga, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis tegak bersambung siswa kelas V SD Muktiharjo 01 Pati melalui strategi bermain dengan bahasa dan tulisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif secara naratif. Metode ini memudahkan siswa memahami bentuk huruf, kata, dan kalimat secara estetis dan fungsional. Populasi dan sampel pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SD Muktiharjo 01 Pati dengan total keseluruhan ada 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis huruf tegak bersambung siswa kelas V di SD Muktiharjo 01 Pati masih rendah. Berdasarkan studi pendahuluan melalui tes menulis harian, sebanyak 70,8% siswa belum mencapai kriteria kerapian, keterbacaan, dan kesinambungan huruf. Faktor penyebab utamanya adalah kurangnya latihan menulis di rumah dan metode pembelajaran yang belum aktif melibatkan siswa. Temuan ini menjadi dasar perlunya pengembangan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan partisipatif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa.
Implementasi Model Pembelajaran STAD berbantuan Media Power Point untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Kata pada Siswa Kelas 1 SDN 3 Keling Sagita Shofa Az-Zahrah; Eka Zuliana; Rani Setiawaty
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.3982

Abstract

Abstract This study was conducted with the aim of improving the reading ability of grade 1 students in the Indonesian language learning content of the Merdeka curriculum using the STAD learning model assisted by Power Point media in grade 1 of SDN 3 Keling, totaling 11 students. The PTK design uses a model that includes planning, action, observation and reflection. The data analysis used qualitative descriptive statistics. The results of the study by applying the STAD learning model assisted by Power Point media experienced an increase in reading skills in two cycles, this can be seen from the completion of KKTP, from cycle I to cycle II activities. With the results of cycle I, the completion of reading skills was 64% and incomplete by 36%. And in cycle II, the increase in the percentage of completion in students' reading skills reached 91% and incomplete by 9%. The group method and reading with the group are important methods in implementing the STAD learning model using Power Point media in the study. Thus, it can be concluded that using the STAD learning model assisted by Power Point media can improve the reading skills of grade 1 students of SDN 3 Keling. Abstrak Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca kata siswa kelas 1 pada muatan pembelajaran Bahasa Indonesia kurikulum Merdeka dengan menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan media PowerPoint pada kelas 1 SDN 3 Keling yang berjumlah 11 siswa. Desain PTK menggunakan model yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi serta refleksi. Analisis data yang digunakan statistik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dengan menerapkan model pembelajaran STAD berbantuan media PowerPoint mengalami peningkatan keterampilan membaca dalam dua siklus, hal ini dapat dilihat dari ketuntasan KKTP, dari kegiatan siklus I sampai siklus II. Dengan hasil siklus I ketuntasan keterampilan membaca kata 64% dan tidak tuntas sebesar 36%. Dan pada siklus II peningkatan persentase ketuntasan pada keterampilan membaca kata siswa mencapai 91% dan tidak tuntas sebesar 9%. Metode berkelompok dan membaca bersama kelompoknya menjadi metode yang penting dalam penerapan model pembelajaran STAD menggunakan media PowerPoint dalam penelitian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan media PowerPoint dapat meningkatkan keterampilan membaca kata siswa kelas 1 SDN 3 Keling. 
Pengembangan Kurikulum Merdeka terhadap Perubahan dan Kebutuhan DUDIKA Amal Purnomo; Annisa Fajria Maulida; Dyah Fitriana Lukitasari; Triana Sayekti Peni Puji Lestari; Verra Prastika; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4000

Abstract

Abstract Curriculum development is a key element in improving education quality, especially in vocational schools like SMK Negeri 1 Wirosari. This study aims to analyze the implementation, evaluation, and development strategies of curriculum relevant to the needs of the workforce and students’ characteristics within the Merdeka Curriculum framework. A descriptive-qualitative literature review approach was used to examine curriculum development models such as Tyler, Taba, and Wheeler, alongside theories from Bloom and Freire. The findings reveal that the Merdeka Curriculum offers flexibility for teachers to design project-based and contextual learning. Best practices include teaching factory programs like Wira Bakery in the APHP department and strategic collaboration between the Automotive Engineering department and Yamaha Harpindo Wirosari. Furthermore, active teacher involvement in module development and authentic assessments strengthens curriculum relevance. However, infrastructure limitations, teacher readiness, and uneven implementation across departments remain significant challenges. Therefore, adaptive, collaborative, and continuously evaluated curriculum management is essential to realize vocational education that responds effectively to changing demands and the needs of the business and industrial sectors. Abstrak Pengembangan kurikulum merupakan elemen kunci dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama di satuan pendidikan kejuruan seperti SMK Negeri 1 Wirosari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi, evaluasi, dan strategi pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan karakteristik peserta didik dalam bingkai Kurikulum Merdeka. Pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi pustaka digunakan untuk mengkaji model pengembangan kurikulum seperti Tyler, Taba, dan Wheeler, serta gagasan dari Bloom dan Freire. Hasil studi menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada guru dalam menyusun pembelajaran berbasis proyek dan kontekstual. Praktik baik ditunjukkan melalui program teaching factory seperti Wira Bakery di jurusan APHP dan kerja sama jurusan Teknik Otomotif dengan Yamaha Harpindo Wirosari. Selain itu, pelibatan guru dalam pengembangan modul dan asesment autentik memperkuat relevansi kurikulum. Namun, keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, dan kesenjangan implementasi antar jurusan menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen pengembangan kurikulum yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis evaluasi berkelanjutan untuk mewujudkan pendidikan vokasional yang responsif terhadap perubahan dan kebutuhan DUDIKA.
Pengembangan Media Flashcard PEKARKALI (Permainan Kartu Perkalian) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika Siswa SD Puput Kristiani; Wahyudi
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4016

Abstract

Abstract This research and development aims to describe the media development, the level of media validity, media effectiveness, and media practicality of PEKARKALI (Multiplication Card Game) flashcards in enhancing elementary school students' mathematical literacy. The method used in this research is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). The stages in this development research include problem identification, data collection, product design, product design validation, product design revision, field trials, and evaluation. The subjects of this study were third-grade students of SD Negeri Tingkir Lor 02. Data collection techniques involved interviews, Likert scale questionnaires, and pre-test and post-test using the media. Data analysis techniques include quantitative and qualitative methods in the discussion. The validation process of this learning media was comprehensively carried out involving various experts in their fields, yielding a highly positive consensus: material experts provided a score percentage of 96.6%, media experts 93%, and learning design experts achieved a perfect score of 100%, all categorizing the media as “very high.” The effectiveness aspect of the media was statistically proven through a T-Test, which yielded a significance value (sig.) of 0.001 (p < 0.05). This result unequivocally indicates a significant increase in mathematical literacy scores, evident from the rise in the average score from 67% in the pre-test phase to 89% in the post-test phase. Furthermore, besides validity and effectiveness, this media also demonstrated a high level of practicality based on user responses: student evaluations reached 90% with “very practical” criteria, and teacher responses were even higher, at 96%, also categorized as “very practical.” Overall, these findings affirm the feasibility and appropriateness of this media in supporting the mathematical literacy learning process. Abstrak Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan media, tingkat validitas media, keefektifan media, dan kepraktisan media flashcard PEKARKALI (Permainan Kartu Perkalian) terhadap peningkatan literasi matematika siswa SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Tahapan dalam penelitian pengembangan ini mencakup identifikasi permasalahan, pengumpulan data, desain produk, validasi desain produk, revisi desain produk, uji coba lapangan, dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 3 SD Negeri Tingkir Lor 02. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, angket skala likert, dan tes sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) menggunakan media. Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif pada pembahasan. Proses validasi media pembelajaran ini telah dilaksanakan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pakar di bidangnya, menghasilkan konteks yang sangat positif: ahli materi memberikan persentase skor 96,6%, ahli media 93%, dan ahli desain pembelajaran mencapai skor sempurna 100%, di mana kesemuanya mengukuhkan media dalam kategori “sangat tinggi”. Aspek efektivitas media terbukti secara statistik melalui Uji T yang menghasilkan nilai signifikansi (sig.) sebesar 0,001 (p < 0,05), secara tegas nilai literasi matematika, yang terlihat dari kenaikan rata-rata skor dari 67% pada tahap pretes menjadi 89% pada tahap posttes. Selain validitas dan efektivitas, media ini juga menunjukkan tingkat kepraktisan yang tinggi berdasarkan respon pengguna lapangan: penilaian siswa mencapai 90% dengan kriteria “sangat praktis”, dan respons guru bahkan lebih tinggi, yaitu 96%, juga dengan kategori “sangat praktis”, yang secara keseluruhan menegaskan kelayakan media ini dalam mendukung proses pembelajaran literasi matematika.
Analisis Peran Pendidikan Pancasila dalam Mengembangkan Kompetensi Abad 21 pada Siswa Sekolah Dasar Titin Sunaryati; Muhamad Sudharsono; Ira Restu Kurnia; Muhamad Faiz Rayyan
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4031

Abstract

Abstract Pancasila Education has a strategic role in shaping the character of the younger generation as well as developing 21st century competencies, which include critical thinking skills, creativity, communication, collaboration, and digital literacy. This study aims to analyse the effectiveness of Pancasila Education in shaping students' character, identify challenges in integrating 21st century competencies, and evaluate the gap between learning plans and implementation in the field. The research method used is a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations and document analysis at several primary schools in Bekasi district, using purposive sampling and snowball sampling techniques to obtain relevant data. Analysis was conducted using a thematic approach to identify the main patterns of the research results. The results showed that Pancasila Education is effective in instilling the values of cooperation, tolerance and responsibility through project-based and collaborative learning methods. However, technological limitations, lack of teacher training, and lack of support from parents are the main obstacles in developing 21st century competencies. A gap between the plan in the teaching module and the implementation was also found, caused by limited time and resources. This study concludes that improvements in implementation strategies, teacher training and technology support are needed to optimise the impact. Recommendations are given to increase the involvement of all parties, including teachers, schools, parents, and government, so that the integration of Pancasila values with 21st century competencies can be more effective and sustainable. Abstrak Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda serta mengembangkan kompetensi abad ke-21, yang mencakup keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Pendidikan Pancasila dalam membentuk karakter siswa, mengidentifikasi tantangan dalam mengintegrasikan kompetensi abad ke-21, dan mengevaluasi kesenjangan antara rencana dan pelaksanaan pembelajaran di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen pada beberapa sekolah dasar di Kabupaten Bekasi, menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling untuk memperoleh data yang relevan. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola utama dari hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila efektif dalam menanamkan nilai-nilai kerja sama, toleransi, dan tanggung jawab melalui metode pembelajaran berbasis proyek dan kolaboratif. Namun, keterbatasan teknologi, kurangnya pelatihan guru, dan minimnya dukungan dari orang tua menjadi hambatan utama dalam pengembangan kompetensi abad ke-21. Kesenjangan antara rencana dalam modul ajar dan pelaksanaan juga ditemukan, yang disebabkan oleh keterbatasan waktu dan sumber daya. Penelitian ini menyimpulkan diperlukan perbaikan dalam strategi implementasi, pelatihan guru, dan dukungan teknologi untuk mengoptimalkan dampaknya. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan keterlibatan semua pihak, termasuk guru, sekolah, orang tua, dan pemerintah, agar integrasi nilai-nilai Pancasila dengan kompetensi abad ke-21 dapat lebih efektif dan berkelanjutan.
Peningkatan Literasi Matematika dan Sains di Sekolah Dasar dengan Menggunakan Fitur AI Krida Puji Rahayu; Luqman Rohmad Maghribi; Dwi Annisa Setya Pratiwi
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4040

Abstract

Abstract This study aims to explore ways to efficiently use artificial intelligence (AI) features to improve mathematics and science literacy in elementary school students. In addition, this study also seeks to find the advantages, constraints, and strategies for implementing AI in an adaptive and sustainable learning process. The method applied in this study is descriptive qualitative based on literature reviews and case studies. The author reviews various scientific literature, reports from international education institutions (such as OECD and UNESCO), and the actual application of AI in the context of elementary schools, both in Indonesia and in other countries. This study also applies a comparative approach to assess the extent to which AI technology is effective in strengthening students' basic competencies in mathematics and science. The results of the study indicate that the application of AI features, such as customized learning, automatic feedback, and learning analysis, can improve students' conceptual understanding, learning motivation, and problem-solving abilities. A case study conducted at MI AR Rahman Rawakalong shows that the adoption of an AI-based educational platform has contributed to improved scores in academic evaluations as well as student engagement in mathematics and science subjects. However, the findings also indicate that there is a need to improve teacher capacity and digital infrastructure support for long-term implementation to be successful. Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi cara-cara penggunaan fitur-fitur kecerdasan buatan (AI) secara efisien dalam memperbaiki literasi matematika dan sains pada murid sekolah dasar. Selain itu, studi ini juga berusaha untuk menemukan keuntungan, hambatan, serta strategi penerapan AI dalam proses belajar yang adaptif dan berkelanjutan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang didasarkan pada kajian pustaka dan studi kasus. Penulis mengkaji berbagai literatur ilmiah, laporan dari lembaga pendidikan internasional (seperti OECD dan UNESCO), serta penerapan AI yang sebenarnya dalam konteks sekolah dasar, baik di Indonesia maupun di negara lain. Penelitian ini juga menerapkan pendekatan perbandingan untuk menilai sejauh mana teknologi AI efektif dalam memperkuat kompetensi dasar siswa di bidang matematika dan sains. Sampel penelitian meliputi sejumlah guru dan kepala sekolah yang terlibat dalam penerapan AI, diwawancarai secara semi-terstruktur. Selain itu, digunakan data hasil belajar siswa yang terlibat dalam intervensi AI sebagai sampel kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan fitur AI terbukti efektif meningkatkan rata-rata skor literasi matematika sebesar 18% dan sains sebesar 14%, sekaligus memperkuat motivasi belajar siswa, meskipun keberhasilan jangka panjang sangat bergantung pada penguatan infrastruktur digital dan pelatihan guru. Kasus studi yang dilakukan di MI AR Rahman Rawakalong menunjukkan bahwa pengadopsian platform pendidikan berbasis AI telah berkontribusi pada peningkatan nilai dalam evaluasi akademik serta keterlibatan siswa dalam mata pelajaran matematika dan sains. Namun, temuan juga menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas guru dan dukungan infrastruktur digital agar penerapan jangka panjang dapat berhasil.
Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Narasi di Sekolah Dasar Tiara Maharani; Vevy Liansari
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4047

Abstract

Abstract This research aims to (1) determine the students' narrative text writing ability before using the image media, (2) determine the writing ability after the use of image media, and (3) test the effectiveness of picture media in improving the ability to write narrative narrative text. The research was conducted with a quantitative approach using one-group pretest-posttest design. The research subjects consisted of 38 students The instruments used were tests and assessment rubrics, while data analysis was done through the t-test. There was an increase in scores in all aspects of the assessment-including content organization, organization essay content, and language use-with the highest increase in the aspect of content organization. The t test resulted in a calculated t value of -7.246 which is greater than the t table of -2.02. greater than the t table of -2.026 at the 5% significance level, indicating a significant difference between the pretest and t table scores. significant difference between the pretest and posttest scores. Thus, image media proved to be effective in improving the ability to write narrative texts. elementary school students.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kemampuan menulis teks narasi siswa sebelum menggunakan media gambar, (2) mengetahui kemampuan menulis setelah penggunaan media gambar, dan (3) menguji efektivitas media gambar dalam meningkatkan kemampuan menulis teks narasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 38 siswa kelas IV SD Wunut 1. Instrumen yang digunakan berupa tes dan rubrik penilaian, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pada seluruh aspek penilaian—meliputi isi, organisasi isi karangan, dan penggunaan bahasa—dengan peningkatan tertinggi pada aspek organisasi isi. Uji t menghasilkan nilai t hitung sebesar -7,246 yang lebih besar dari t tabel sebesar -2,026 pada taraf signifikansi 5%, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan demikian, media gambar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks narasi siswa sekolah dasar.

Page 1 of 3 | Total Record : 25