cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2025)" : 25 Documents clear
Manajemen Sarana dan Prasarana di TK Al Fatah: Facilities and Infrastructure Management at Al Fatah Kindergarten Rani Puspita Sari; Erni Munastiwi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i1.2792

Abstract

Management of facilities and infrastructure is an important component in early childhood education (PAUD). Adequate and well-managed facilities and infrastructure can support children's learning and development processes. The purpose of this research is to determine: (1) Planning of facilities and infrastructure, (2) Procurement of facilities and infrastructure, (3) Distribution of facilities and infrastructure, (4) Maintenance of facilities and infrastructure, (5) Inventory of facilities and infrastructure, (6) Elimination facilities and infrastructure, and (7) Evaluating facilities and infrastructure at Al Fatah Kindergarten. This research is qualitative research with the type of field research (field research),   with data collection techniques using observation, interviews and documentation methods. The research results show that: 1) Planning for facilities and infrastructure needs at Al Fatah Kindergarten is managed well and in accordance with school needs; 2) Procurement of facilities and infrastructure is always carried out according to the decision of the school principal; 3) Inventory is carried out once a year; 4) Distribution of facilities and infrastructure is carried out directly; 5) Maintenance of Facilities and Infrastructure is carried out in the short and long term; 7) Removal of Facilities and Infrastructure is carried out by looking at the condition of the goods, and if the goods are not suitable for use they will be deleted; 8) Evaluation is carried out by involving the student's parents.   ABSTRAK  Manajemen sarana dan prasarana merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). Sarana dan prasarana yang memadai dan terkelola dengan baik dapat mendukung proses pembelajaran dan pengembangan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Perencanaan sarana dan prasarana, (2) Pengadaan sarana dan prasarana, (3) Pendistribusian sarana dan prasarana, (4) Pemeliharaan sarana dan prasarana, (5) Penginventarisasian sarana dan prasarana, (6) Penghapusan sarana dan prasarana, dan (7) Pengevaluasian sarana dan prasarana di TK Al Fatah. Penelitian   ini merupakan   penelitian   kualitatif  dengan jenis penelitian lapangan (field research),   dengan   teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan  dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana di TK Al Fatah dikelola dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan sekolah; 2) Pengadaan sarana dan prasarana selalu dilakukan sesuai keputusan kepala sekolah; 3) Inventarisasi dilakukan setiap tahun sekali; 4) Pendistribusian sarana dan prasarana dilakukan secara langsung; 5) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana dilakukan dalam jangka pendek dan jangka panjang; 7) Penghapusan Sarana dan Prasarana dilakukan dengan melihat kondisi barang, dan jika barang tidak layak pakai akan dihapus; 8) Pengevaluasian dilakukan dengan melibatkan wali murid.
Peningkatan Konsentrasi Anak Melalui Metode Eksperimen Membuat Balon Mengembang Tanpa Ditiup Pada Kelompok A1 TK HOM PIM PA: Improving Children's Concentration Through Experimental Methods of Making Balloons Expand Without Blowing Them in Group A1 of HOM PIM PA Kindergarten Nuraida, Nuraida; Fidrayani, Fidrayani; Lina Andriyani, Lina Andriyani; Nisrina Syifa Wulan Aprilia, Nisrina Syifa Wulan Aprilia
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i1.2806

Abstract

This research aims to increase children’s concentration through the experimental method of making balloons inflate without being blown up in group A1 at Kindergarten HOM PIM PA. The type of research chosen was Classroom Action Research (PTK) which was carried out in 2 cycles in group A1 at Kindergarten HOM PIM PA, totaling 19 people. Data collection techniques include observation, field notes and documentation. The results of the research showed that there was an increase in children’s concentration through the experimental method of making balloons inflate without being blown up. In the first cycle, the average percentage of children’s concentration ability was 52.63%. Then in the second cycle of action, the average percentage of children’s concentration ability was 84.21%. These results have an impact on increasing children’s concentration on the learning provided by the teacher.   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan konsentrasi anak melalui metode eksperimen membuat balon mengembanga tanpa ditiup pada kelompok A1 di Tk HOM PIM PA. Jenis penelitian yang dipilih adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus pada kelompok A1 di Tk HOM PIM PA yang berjumlah 19 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan konsentrasi anak melalui metode eksperimen membuat balon mengembang tanpa ditiupyang dilakukan tindakan siklus I didapat presentase rata-rata kemampuan konsentrasi anak sebesar 52,63% . Kemudian pada tindakan siklus II didapat presentase rata-rata kemampuan konsentrasi anak sebesar 84,21%. Hasil ini berdampak pada meningkatnya konsentrasi anak pada pembelajaran yang diberikan oleh guru.
Analisis Pengenalan Literasi Digital pada Anak Usia Dini di Era Abad 21: Analysis of Introduction to Digital Literacy in Early Childhood in the 21st Century Sarifah Hairani; Irena Yolanita Maureen; Nurul Khotimah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i1.2816

Abstract

Educational applications and technology are developing rapidly to meet the needs of the times. To remain relevant in the modern era, expertise in innovation, digital literacy and learning is required (Adiarsi et al., 2015). According to the Ministry of Education and Culture (2017), digital literacy, especially in early childhood, is an important life skill in the era of modern technology. This research reveals the introduction of digital literacy in early childhood and how it is related to facing technological challenges in the future. The aim of this research is to analyze literature regarding the introduction of digital literacy in early childhood in the modern era. This research will focus on the benefits and problems of using devices, the role of parents, components of introducing digital literacy, learning in schools, and the use of digital literacy tools. Data is collected from primary, secondary and tertiary sources, such as reference books, internet articles, journals and related research; Qualitative literature studies use content analysis methods to test relevant concepts and theories. The research results support the importance of digital literacy in early childhood. If used correctly, use of the device can have a positive impact. Digital literacy, which involves various aspects and approaches to learning, is influenced by parental understanding and is an important skill. Literacy education and "coding kids" have succeeded in improving students' abilities. Guidance is provided to parents and educators through digital literacy kits.   ABSTRAK Aplikasi dan teknologi pendidikan berkembang dengan cepat untuk memenuhi tuntutan zaman. Untuk tetap relevan di era modern, keahlian dalam inovasi, literasi digital, dan pembelajaran diperlukan (Adiarsi et al., 2015). Menurut Kemendikbud (2017), literasi digital, terutama pada anak usia dini, merupakan keterampilan hidup penting di era teknologi modern. Penelitian ini menyelidiki pengenalan literasi digital pada anak usia dini dan bagaimana hal itu berkaitan dengan menghadapi tantangan teknologi di masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis literatur tentang pengenalan literasi digital pada anak usia dini di era modern. Penelitian ini akan berfokus pada manfaat dan masalah penggunaan perangkat, peran orang tua, komponen pengenalan literasi digital, pembelajaran di sekolah, dan penggun.aan alat literasi digital. Data dikumpulkan dari sumber primer, sekunder, dan tersier, seperti buku referensi, artikel internet, jurnal, dan penelitian terkait; studi literatur kualitatif menggunakan metode analisis isi untuk memeriksa konsep dan teori yang relevan. Hasil penelitian mendukung pentingnya literasi digital pada anak usia dini. Jika digunakan dengan benar, penggunaan perangkat dapat berdampak positif. Literasi digital, yang melibatkan berbagai aspek dan pendekatan pembelajaran, dipengaruhi oleh pemahaman orang tua dan merupakan keterampilan penting. Pendidikan literasi dan "coding kids" berhasil meningkatkan kemampuan siswa. Panduan diberikan kepada orang tua dan pendidik melalui kit literasi digital.
Penerapan Permainan Halang Rintang untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4- 5 (Kelompok A) Tahun di TK Hom Pim Pa: Implementation of Obstacle Games to Improve The Gross Motor Ability of Children Aged 4-5 (Group A) Years at Hom Pim Pa Kindergarten Nuraida; Fidrayani; Siti Aulia Fauzia; Fitrian Deu Prameswary; Hasanah Ulfah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i1.2821

Abstract

handling as early as possible. Gross motor development in children is a very important aspect of development. Obstacles are an activity that develops children's gross motor skills. Obstacles or hurdles develop a sense of balance in children. This research is based on a classroom action research approach. This research was conducted from October to November 2023. The aim of this research is to properly develop children's gross motor aspects such as eye and body movement coordination at HOM PIM PA Kindergarten and reduce children's frequent falls when running or walking. The results of the study showed that with the expected development norms, children's gross motor development increased, previously in the pre-cycle, there were 6 children (43%) who began to be able to carry out gross motor movements in an organized and balanced manner, then on the first day of action in cycle I, the average percentage was obtained. 13 children's gross motor development (93%) began to develop at the gross motor stage. Then, in the second cycle of action on the second day, 11 (78.6%) of the children's gross motoric development was found to be developing according to expectations and could do it themselves without help. It can be concluded that the obstacle game can improve the gross motoric development of group A2 at HOM PIM PA Kindergarten.   ABSTRAK Pendidikan anak usia dini merupakan masa kritis dan hal penting yang sangat memerlukan perhatian dan penanganan sedini mungkin. Perkembangan motorik kasar pada anak merupakan aspek perkembangan yang sangat penting. Rintangan merupakan salah satu kegiatan yang mengembangkan kemampuan motorik kasar anak. halang rintang atau rintangan mengembangkan rasa keseimbangan pada anak-anak. Penelitian ini didasarkan pada pendekatan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2023.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dengan baik aspek motorik kasar anak seperti koordinasi gerak mata dan tubuh di TK HOM PIM PA dan mengurangi anak sering terjatuh saat berlari atau berjalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan norma perkembangan yang diharapkan, perkembangan motorik kasar anak meningkat yang sebelumnya pada prasiklus yaitu terdapat 6 anak(43%) yang mulai dapat melakukan Gerakan motorik kasar dengan terorganisis dan seimbang, lalu hari pertama tindakan siklus I didapat presentase rata-rata perkembangan motorik kasar anak sebanyak 13 anak(93%) mulai berembang pada tahap motoric kasar. kemudian pada tindakan siklus II di hari kedua didapat perkembangan motorik kasar anak sebanyak 11(78,6%) anak berkembang sesuai harapan dan bisa melakukan sendiri tanpa bantuan.Dapat disimpulkan bahwa permainan rintangan dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar kelompok A2 di TK HOM PIM PA.
Kesulitan Orang Tua dalam Identifikasi Awal Gejala Stunting: Parental Difficulties in Early Identification of Stunting Symptoms Halimatussa'diah; Ade Yayang Hernida; Annisa Dwika Putri Sitompul; Dea ningsih
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i1.2852

Abstract

This study investigated the factors that make it difficult for parents to identify early symptoms of stunting in children aged 0-2 years. Findings showed significant associations between maternal occupation, immunisation and income and stunting status among under-fives, while access to health services and attitudes towards child health behaviours also played an important role. A systematic review of nutrition interventions confirmed the effectiveness of such programmes with an emphasis on cultural appropriateness. The identification of predisposing factors for stunting, such as gender, LBW and exclusive breastfeeding, provides useful insights for designing more specific interventions. The study also underscores the role of poor parenting in the incidence of stunting in early childhood, where factors such as education, knowledge, income, family size and parenting within the family play a central role. The conclusions of this study provide a strong basis for the development of more focused stunting prevention programmes, demonstrating the need for improved accessibility of health facilities, attention to policies supporting the health of working mothers, and a holistic approach to improving positive parenting.   ABSTRAK Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang menyulitkan orang tua dalam mengidentifikasi awal gejala stunting pada anak usia 0-2 tahun. Temuan menunjukkan adanya keterkaitan yang signifikan antara pekerjaan ibu, imunisasi, dan pendapatan dengan status stunting pada balita, sementara akses terhadap layanan kesehatan dan sikap terhadap perilaku kesehatan anak juga memiliki peran penting. Tinjauan sistematis terhadap intervensi gizi mengonfirmasi efektivitas program-program tersebut dengan penekanan pada penyesuaian budaya setempat. Identifikasi faktor predisposisi stunting, seperti jenis kelamin, BBLR, dan pemberian ASI eksklusif, memberikan wawasan yang berguna untuk merancang intervensi yang lebih spesifik. Penelitian juga menggarisbawahi peran pola asuh yang buruk dalam kejadian stunting pada anak usia dini, di mana faktor-faktor seperti pendidikan, pengetahuan, pendapatan, jumlah anggota keluarga, dan pola asuh dalam keluarga memainkan peran sentral. Simpulan dari penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan program pencegahan stunting yang lebih terfokus, memperlihatkan perlunya peningkatan aksesibilitas fasilitas kesehatan, perhatian terhadap kebijakan mendukung kesehatan ibu bekerja, dan pendekatan holistik untuk meningkatkan pola asuh positif.
Penerapan Project Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Kelompok B1 di TK Desa Gentan: Implementation of Project Based Learning to Increase the Creativity of Group B1 Students in Gentan Village Kindergarten Nurul Kusuma Dewi; Fadhillah Chonifat Larassati; Hafizah Alfinda Rahma; Husnul Khatimah; Inka Wulan Maharani; Karin Anshella Putri K
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i1.2877

Abstract

This research aims to find out whether the application of the project based learning model can increase the creativity of children aged 5-6 years and how to increase the creativity of children aged 5-6 years through the project based learning model. This research was carried out at the Gentan Village Kindergarten. The method used is Classroom Action Research. Data collection is carried out through planning, action, observation and reflection. The subjects of this research were 15 children aged 5-6 years in group B1 at Gentan Village Kindergarten. From the research results, it was found that the creativity of children aged 5-6 years can be increased through the project based learning model. This was proven in cycle 1, the level of children's creativity was 39.31% and increased by 24.02% in cycle 2, namely to 63.33%, so the classroom action research was stopped at the stage of cycle 2. How to increase the creativity of children aged 5-6 years in Gentan Village Kindergarten through the application of a project based learning model with loose part media.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapam model pembelajaran project based learning dapat meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun dan bagaimana cara meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui model pembelajaran project based learning. Penelitian ini dilaksanakan di TK Desa Gentan. Metode yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah anak-anak usia 5-6 tahun kelompok B1 di TK Desa Gentan sebanyak 15 anak. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kreativitas anak usia5-6 tahun dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran project based learning. Hal ini dibuktikan pada siklus 1 tingkat kreativitas anak sebesar 39,31% dan mengalami peningkatan sebanyak 24,02% pada siklus 2 yaitu menjadi 63,33%, sehingga penelitian tindakan kelas dihentikan pada tahapann siklus 2. Cara peningkatan kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Desa Gentan melalui penerapan model pembelajaran project based learning dengan media loose part.
Media Loose Parts dalam Menstimulasi Keaksaraan Awal Anak Kelompok A di TK Baik Krapyak: Loose Parts Media in Stimulating Early Literacy Group A Children in Kindergarten Baik Krapyak Iftitahul Husniyati Arramdhani
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i1.3182

Abstract

Early childhood learning activities have the principle of learning while playing. The play tools used are usually real so that you can learn about shape, size, color, and so on. One media that can support children's early literacy stimulation is loose parts media. Loosaparta is a natural, used or artificial material that can be combined from one material with another, so that children can learn concretely. The research aims to describe looseparts media in stimulating early literacy for group A children at Kindergarten BAIK. This type of research is qualitative research with a case study approach. Data collection techniques were obtained from classes Al and A2 by observing learning activities, interviews and documentation. Checking the validity of the data was carried out using the triangulation techniquel. The results of the research show that looseparts stimulates early literacy in group A children at Kindergarten BAIK by carrying out all stages of using looseparts. The first stage of the teacher is edukası (conveying the topic) the child is in the exploration stage (exploringı) The second stage of the teacher is expansion (invitation and provocation) the second stage of the child is experimentation (trying out), the third stage of the child is creative (exploring the material) the teacher is in development stage (documentation), the fourth stage is carried out by children together with the teacher, namely building the meaning and purpose of play (reviewing).   ABSTRAK Kegiatan belajar anak usia dini memiliki prinsip belajar sambil bermain. Alat permainan yang digunakan biasanya berbentuk nyata sehingga dapat belajar mengenai bentuk, ukuran, warna, dan sebagainya. Salah satu media yang dapat mendukung untuk menstimulasi keaksaraan awal anak adalah dengan media looseparts. Looseparts merupakan bahan alam, bekas, maupun buatan yang dapat dikombinasikan dari satu bahan dengan bahan lain, sehingga anak dapat belajar secara konkrit. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media looseparts dalam menstimulasi keaksaraan awal untuk anak kelompok A di TK BAIK. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data diperoleh dari kelas A1 dan A2 dengan melakukan observasi kegiatan pembelajaran, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa looseparts dalam menstimulasi keaksaraan awal anak kelompok A di TK BAIK dilaksanakan dengan melakukan seluruh tahapan penggunaan looseparts. Tahap pertama guru adalah edukasi (menyampaikan topik) anak berada pada tahap eksplorasi (menjelajahi). Tahap kedua guru adalah ekspansi (invitasi dan provokasi) tahap kedua anak yaitu eksperimen (mencoba-coba), tahap ketiga anak yaitu kreatif (mengeksplor bahan) guru berada pada tahap perkembangan (dokumentasi), tahap keempat dilakukan anak bersama guru yaitu membangun makna dan tujuan bermain (mereview).
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Kolase Pada Kelompok A Di TK Wulele Sanggula II: Improving Children's Fine Motor Skills Through Collage Activities in Group A at Wulele Sanggula II Kindergarten Firna Safitri; Enchi, Nensi; Nur Jutira; Musdalifa; Wa Ode Nabila Irwan; Nurzan Najmah Ibrahim; Hapsah Alsa Putri; Roni Amaludin
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i1.3343

Abstract

Motor development is the process by which children acquire the skills and movement patterns necessary to perform various physical activities. Early childhood education (PAUD) also plays an important role in detecting and providing early intervention for various developmental problems that may occur in children. This research focuses on describing children's fine motor skills through collage activities, which are designed to improve both aspects simultaneously. The research techniques used are observation and documentation. Observation allows researchers to see phenomena directly, while documentation provides additional data that can be analyzed further. The results of the research can be proven to be an effective method for improving children's fine motor skills and encouraging their creativity. This activity involves hand-eye coordination as well as various fine motor skills, such as arranging and gluing, which supports children's fine motor development.   ABSTRAK Perkembangan motorik adalah proses di mana anak-anak memperoleh keterampilan dan pola gerakan yang diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitas fisik. Pendidikan anak usia dini (PAUD) juga berperan penting dalam mendeteksi dan mengintervensi dini berbagai masalah perkembangan yang mungkin terjadi pada anak. Penelitian ini berfokus pada mendeskripsikan kemampuam motorik halus anak melalui kegiatan kolase, yang di rancang untuk meningkatkan kedua aspek tersebut secara bersamaan. Adapun teknik  penelitian yang di gunakan adalah observasi dan dokumentasi, Observasi memungkinkan peneliti melihat fenomena secara langsung, sementara Dokumentasi memberikan data tambahan yang bisa dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian yang di dapat terbukti bahwa metode yang efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak dan mendorong kreativitas mereka. Aktivitas ini melibatkan koordinasi mata dan tangan serta berbagai keterampilan motorik halus, seperti menyusun dan menempel, yang mendukung perkembangan motorik halus anak.
Kebijakan Pemerintah dalam Pendidikan Inklusi pada Anak Usia Dini: Government Policy on Inclusive Education for Early Childhood Ratna, Asmil
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i1.3483

Abstract

This article discusses the policy decision by the government in declaring inclusive education for early childhood. Inclusive education as an educational service system aimed at all children including children with special needs. This study is important to be studied because of the existence of an inclusive education policy. This type of research uses the SLR (Literature Review Study) method. The purpose of the research review is to conceptualize the research basis and framework of thought regarding problems in inclusive education. Research articles must meet the following criteria: a) the subject of the research is early childhood; b) inclusive education in Indonesia. This article finds that in Indonesia, the initial steps towards inclusive education have begun in 2000 through an integrated education program. As a policy taken, the government ensures that educational services are adjusted to the 1945 Constitution. This policy is based on several important policies, including Law Number 4 of 1997 concerning Persons with Disabilities, Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection, Government Regulation Number 19 of 2005 concerning National Education Standards, Regulation of the Governor of DKI Jakarta Number 116 of 2007 concerning the Implementation of Inclusive Education. Although policies and regulations already exist, the implementation of inclusive education still faces many obstacles, including the unpreparedness of institutions, lack of understanding and special training for teachers and inadequate facilities and infrastructure in many schools.   ABSTRAK Artikel ini membahas mengenai keputusan kebijakan oleh pemerintah dalam mendeklarasikan pendidikan inklusi pada anak usia dini. Pendidikan inklusif sebagai sistem layanan pendidikan yang ditujukan kepada semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus. Studi ini penting untuk diteliti karena adanya suatu kebijakan pendidikan inklusif. Jenis penelitian ini menggunakan metode SLR (Studi Literature Review). Tujuan dari tinjauan penelitian ialah untuk mengonsepkan landasan penelitian dan kerangka pemikiran mengenai permasalahan dalam pendidikan inklusi. Artikel penelitian harus memenuhi kriteria berikut: a) subyek penelitian adalah anak usia dini; b) pendidikan inklusi di Indonesia. Artikel ini menemukan bahwa di Indonesia, langkah awal menuju pendidikan inklusif telah dimulai pada tahun 2000 melalui program pendidikan terpadu. Sebagaimana kebijakan yang diambil, pemerintah memastikan bahwa layanan pendidikan disesuaikan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Kebijakan tersebut dilandasi dengan beberapa kebijakan penting, termasuk UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 116 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Meskipun kebijakan dan regulasi sudah ada, penerapan pendidikan inklusif masih menghadapi banyak kendala, termasuk ketidaksiapan lembaga, kurangnya pemahaman dan pelatihan khusus bagi guru serta sarana prasarana yang belum memadai di banyak sekolah.
Hubungan Perilaku Picky Eater dengan Status Gizi pada Anak Usia Dini : The Relationship between Picky Eater Behavior and Nutritional Status in Early Childhood Sa'adah, Firdaus
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i1.3484

Abstract

A common eating problem in early childhood is picky eater behavior, where children are picky about food and refuse to eat or try new foods. Parenting patterns, parental eating behavior, mother-child interactions, exclusive breastfeeding or MPASI, psychological and physical conditions of children are influenced by picky eater behavior, which can cause micro and macro nutrient deficiencies. This study is important to study because there are problems with food consumption patterns in early childhood that can affect child growth and development. This type of research uses the SLR (Literature Review Study) method. The purpose of the literature review is to develop basic concepts and research frameworks regarding the problem of picky eater behavior. Research articles must meet the following criteria: a) research subjects are early childhood; b) picky eater behavior in early childhood institutions in Indonesia; and c) nutritional status in early childhood. This article found that early childhood in early childhood institutions experience picky eater behavior which results in low nutritional value of food consumed by children. As a result, the child's nutritional status is low and falls into the category of malnutrition. Picky eaters often appear in toddlers and have a two-fold greater risk of being underweight compared to children who are not picky eaters.   ABSTRAK Masalah makan yang umum terjadi pada anak usia dini adalah perilaku picky eater, di mana anak memilih-milih makanan dan menolak untuk makan atau mencoba makanan baru. Pola asuh, perilaku makan orang tua, interaksi ibu dan anak, pemberian ASI eksklusif atau MPASI, kondisi psikologis dan fisik anak dipengaruhi oleh perilaku picky eater, yang dapat menyebabkan kekurangan zat gizi mikro dan makro. Penelitian ini penting untuk diteliti karena terdapat masalah pola konsumsi makanan pada anak usia dini yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Jenis penelitian ini menggunakan metode SLR (Studi Kajian Literatur). Tujuan dari tinjauan pustaka adalah untuk menyusun konsep dasar dan kerangka pemikiran penelitian mengenai permasalahan perilaku picky eater. Artikel penelitian harus memenuhi kriteria sebagai berikut: a) subjek penelitian adalah anak usia dini; b) perilaku picky eater di lembaga PAUD di Indonesia; dan c) status gizi pada anak usia dini. Artikel ini menemukan bahwa anak usia dini di lembaga PAUD mengalami perilaku picky eater yang berujung pada rendahnya nilai gizi makanan yang dikonsumsi anak. Akibatnya, status gizi anak menjadi rendah dan masuk dalam kategori gizi kurang. Picky eater sering muncul pada usia balita dan memiliki risiko dua kali lipat lebih besar untuk mengalami berat badan kurang dibandingkan dengan anak yang tidak picky eater.

Page 2 of 3 | Total Record : 25