Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Influence of The Addition of Seagrass Litter Powder to The Compressive Strength and Water Absorption ff Eco-Brick Farida Huriawati; Nurul Kusuma Dewi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v7i1.1954

Abstract

This research is made to knowing the influence of adding amount of seagrass to amountof sand on the compressive strength and the Eco-concrete bricks’s water absorbtion. Themethods used in this research  is experiment with a sample of Eco-concrete bricks (20 x10 x 6) cm in adding 4 variation amount of seagrass . the first variation is without addingamount of seagrass (0%), second adding 5%, third adding 15%, and the fourth is adding25%. The examination compressive strength and water absorbtion is do to Eco-concretebricks 28 days age with ten times repetition and take the average number. The result ofthis examination show the number of compressive strength for each variation are 12.102MPa without adding amount of seagrass (0%), 11.011 MPa adding 5%, 7.6044 MPaadding 15%, and 5.3872 MPa adding 25%. The data for examination of water absorbtionare 12.439%  without adding amount of seagrass (0%), 13.81%  adding 5%, 15.215% adding 15%, and 16.019% adding 25%. The conclution is the more concentration adding amount of seagrass the less number of Eco-concrete bricks’s compressive strength andotherwise the less concentration adding amount of seagrass the less number of Ecoconcretebricks’swaterabsorbtionpower.Keywords : compressive strength, eco-concrete bricks, seagrass, water absorption
MANFAAT PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSI UNTUK AUD Nurul Kusuma Dewi
Jurnal Pendidikan Anak Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v6i1.15657

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manfaat penerapan program pendidikan inklusi untuk anak usia dini. Penelitian dilaksanakan di Labschool Rumah Citta Yogyakarta pada bulan April-Juni 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subyek penelitian adalah murid Labschool Rumah Citta dari usia 2-7 tahun. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Humberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa program pendidikan inklusi yang diterapkan di Labschool Rumah Citta memberikan manfaat baik bagi anak yang memiliki kebutuhan khusus mapupun anak normal pada umumnya. Penerapan program pendidikan inklusi di Labschool Rumah Citta dapat menstimulasi perkembangan dan menanamkan nilai karakter pada anak, yaitu: (1) anak mau saling membantu dan bermain bersama dengan anak berkebutuhan khusus; (2) anak dapat mengenal dan menghargai perbedaan; (3) anak memiliki tanggung jawab dan rasa percaya diri; dan (4) anak memiliki keterampilan sosial. Kata Kunci: Program Pendidikan Inklusi; AUD
STIMULASI KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI KEGIATAN SENI RUPA Nurul Kusuma Dewi; Surani Surani
Jurnal Pendidikan Anak Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v7i2.26333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Penelitian dilakuakn pada bulan Juli-Oktober 2018 di Kelompok A TK Negeri Pembina Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Model penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah Kemmis dan Mc Taggart yang meliputi empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun berjumlah 21 anak yang terdiri dari 1 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Data penelitian berupa data kualitatif dan sumber data penelitian adalah guru dan anak. Data penelitian diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data penelitian menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Data penelitian dianalisis menggunakan model interaktif Milles dan Huberman yang terdiri dari empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian yaitu: (1) indikator motorik halus anak yang meliputi koordinasi mata dan tangan, kekuatan jari tangan, dan kelenturan pergelangan tangan meningkat; (2) kegiatan seni rupa yang dapat diterapkan pada anak usia dini adalah mewarnai, menggambar, melukis, menjiplak, membentuk, menempel, meronce, dan figer painting; serta (3) kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun dapat distimulasi melaluli kegiatan seni rupa. Kata Kunci: motorik halus, kegiatan seni rupa, usia 4-5 tahun
STIMULASI KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI KEGIATAN SENI RUPA Nurul Kusuma Dewi; Surani Surani
Jurnal Pendidikan Anak Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v7i1.24447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Penelitian dilakuakn pada bulan Juli-Oktober 2018 di Kelompok A TK Negeri Pembina Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Model penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah Kemmis dan Mc Taggart yang meliputi empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun berjumlah 21 anak yang terdiri dari 1 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Data penelitian berupa data kualitatif dan sumber data penelitian adalah guru dan anak. Data penelitian diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data penelitian menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Data penelitian dianalisis menggunakan model interaktif Milles dan Huberman yang terdiri dari empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian yaitu: (1) indikator motorik halus anak yang meliputi koordinasi mata dan tangan, kekuatan jari tangan, dan kelenturan pergelangan tangan meningkat; (2) kegiatan seni rupa yang dapat diterapkan pada anak usia dini adalah mewarnai, menggambar, melukis, menjiplak, membentuk, menempel, meronce, dan figer painting; serta (3) kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun dapat distimulasi melaluli kegiatan seni rupa. Kata Kunci: motorik halus, kegiatan seni rupa, usia 4-5 tahun
ANALYSIS OF THE COMPETENCE OF PRE-SCHOOL TEACHERS IN TK ABA THOYIBAH SURAKARTA Siwi, Vita Arum; Nurul Miftakhul Jannah; Pradita Shinta Ardi Astuti; Pungky Puspita Sari; Nurul Kusuma Dewi
JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini) Vol. 5 No. 01 (2024)
Publisher : PG PAUD Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp2kgaud.2024.5.01.361-368

Abstract

Competence is the main component that contains a set of knowledge, skills and task behavior in accordance with professional standards applied in certain procedures and supervision systems. This study aims to analyze the competence of PAUD teachers at TK ABA Thoyibah Surakarta. This research uses a descriptive evaluation approach, data obtained through observation, interviews, documentation sourced from principals and teachers. Data validity techniques are done through data triangulation. The results of this study indicate that the competence of teachers at ABA Thoyibah Surakarta Kindergarten is in accordance with the applicable teacher competency standards but still needs improvement. Improvements need to be made in pedagogical competencies related to the ability of teachers to design, implement and evaluate learning. In addition, professional competencies related to the qualifications of teachers who must have a bachelor's degree in PAUD, teacher participation in teacher professional programs, and review of learning materials also still need a lot of improvement. Furthermore, related to personality competence, it is in accordance with the standards and criteria which include honest behavior, noble character, authority, high work ethic, responsibility, and in accordance with the teacher's professional code of ethics. On the other hand, the achievement of social competence is also in accordance with the standards, where teachers can establish effective and good relationships with students, fellow teachers, education personnel, parents or guardians of students, and the general public.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Menggunakan Model Project Based Learning (PjBL) dengan Strategi Diferensiasi Melalui Metode Lesson Study pada Topik Bumi dan Tata Surya Nassa Amrilizia; Nurul Kusuma Dewi; Susi Ratnawati
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 2, No 2 (2023): Implementasi kurikulum merdeka menuju transformasi pendidikan dalam mempersiapka
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik melalui model Project Based Learning (PjBL) dengan strategi diferensiasi. Strategi diferensiasi yang digunakan meliputi diferensiasi proses, konten dan produk sesuai dengan pengelompokan gaya belajar (visual, audiotori dan kinestetik). Penulisan artikel ini merupakan hasil Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif (PTK Kolaboratif) antara mahasiswa, dosen dan praktisi lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran di SMPN 11 Madiun menggunakan tahapan lesson study yaitu plan, do see. Hasil belajar siswa dalam siklus I menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 45,8% dengan rata-rata 66,67 sehingga belum mencapai ketuntasan belajar yang optimal. Pada siklus II penelitian dilanjutkan berdasarkan perbaikan sesuai kritik dan saran sehingga ketuntasan klasikal yang diperoleh setelah pembelajaran meningkat menjadi 87.5% dengan rata-rata 84,16. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi model PjBL dengan strategi diferensiasi pada topik Bumi dan Tata Surya mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Peningkatan Hasil Belajar Materi Perkalian dengan Menggunakan Media Gemerlap Tabel Perkalian di Kelas 3 SDN Pangongangan Madiun Nor Rohmah Kurniawati; Nurul Kusuma Dewi; Sutrisno Sutrisno
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 2, No 2 (2023): Implementasi kurikulum merdeka menuju transformasi pendidikan dalam mempersiapka
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan jenis metode kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah tes. Penelitian didahului dengan observasi awal, perencanaan tindakan dan ditindaklanjuti dengan implementasi tindakan,observasi dan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar materi perkalian peserta didik dengan menggunakan media gemerlap tabel perkalian pada peserta didik. Di samping tujuan yang lain Penelitian Tindakan Kelas bertujuan memberi pengalaman bagi kepala sekolah merangkap guru pamong dan dewan guru dalam memperbaiki proses pembelajaran. Subjek penelitian siswa kelas III di satu kelas yang berjumlah 23 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan beberapa kesalahan yang dilakukan peserta didik diantaranya (1) kesalahan dilakukan peserta didik pada saat memahami masalah. Penyebabnya adalah karena tidak paham dengan cara pengerjaannya dan tidak hafal tabel perkalian, (2) kesalahan ketrampilan proses, disebabkan peserta didik masih belum mahir dengan perhitungan dalam perkalian. Hasil pelaksanaan dievaluasi dalam refleksi untuk menyusun rencana perbaikan yang diikuti pelaksanaan, observasi dan refleksi tahap berikutnya,sampai dua siklus. Data hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan media Gemerlap Tabel Perkalian dapat meningkatkan hasil belajar materi perkalian. Guru dan peserta didik aktif menyiapkan pembelajaran dan proses pembelajaran, porsi latihan soal relatif lebih banyak sementara waktu mencatat berkurang, kebiasaan belajar untuk meningkatkan hasil belajar meningkat, dan dapat menimbulkan rasa senang, percaya diri, dan sikap mandiri.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PERKALIAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GEMERLAP TABEL PERKALIAN DI KELAS 3 SDN PANGONGANGAN MADIUN Nor Rohmah Kurniawati; Nurul Kusuma Dewi; Sutrisno Sutrisno
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 2, No 2 (2023): Implementasi kurikulum merdeka menuju transformasi pendidikan dalam mempersiapka
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan jenis metode kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah tes. Penelitian didahului dengan observasi awal, perencanaan tindakan dan ditindaklanjuti dengan implementasi tindakan,observasi dan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar materi perkalian peserta didik dengan menggunakan media gemerlap tabel perkalian pada peserta didik. Di samping tujuan yang lain Penelitian Tindakan Kelas bertujuan memberi pengalaman bagi kepala sekolah merangkap guru pamong dan dewan guru dalam memperbaiki proses pembelajaran. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas III dalam satu kelas terdapat 23 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan beberapa kesalahan yang dilakukan peserta didik diantaranya (1) peserta didik pada saat memahami masalah kurang baik. Penyebabnya adalah tidak pahamnya cara pengerjaannya dan tidak hafal tabel perkalian, (2) kesalahan ketrampilan proses, disebabkan peserta didik masih belum mahir dengan perhitungan dalam perkalian. Hasil pelaksanaan dievaluasi dalam refleksi untuk menyusun rencana perbaikan yang diikuti pelaksanaan,  observasi dan refleksi tahap berikutnya,sampai dua siklus. Data hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan media Gemerlap Tabel Perkalian dapat meningkatkan hasil belajar materi perkalian. Guru dan peserta didik aktif menyiapkan pembelajaran dan proses pembelajaran, porsi latihan soal relatif lebih banyak sementara waktu mencatat berkurang, kebiasaan belajar untuk meningkatkan hasil belajar meningkat, dan dapat menimbulkan rasa senang, percaya diri, dan sikap mandiri.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Bagian Tubuh Tumbuhan Melalui Model Problem Based Learning Putri Indah Meilansari; Nurul Kusuma Dewi; Tri Susi Artina Wati
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): November : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humanior
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v2i4.1104

Abstract

This research aims to measure the learning outcomes of class IV students at SDN Kertobanyon regarding plant body parts and their functions using a problem based learning model. This research involved 13 class IV students at SDN Kertobanyon using the Classroom Action Research (PTK) method. Data was collected through the pre-cycle, cycle I and cycle II stages. The research results show a significant increase in student learning outcomes. At the pre-cycle stage, the percentage of students whose learning outcomes reached the KKM was 38.5%. In the first cycle stage, the percentage of students whose learning outcomes reached the KKM was 46.1%. In cycle II stage, the percentage of students whose learning outcomes reached the KKM was 76.9%. The PBL model has proven to be effective not only in increasing understanding of science and science concepts, but also in developing students' social skills and learning motivation. Therefore, PBL is recommended as an effective learning model for science and science learning in elementary schools.
Meningkatkan Pemahaman IPA dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada Siswa Kelas V SDN Kertobanyon Septyana Dwi Kusuma Wardani; Nurul Kusuma Dewi; Tri Susi Artina Wati
Guruku: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/guruku.v2i4.799

Abstract

The purpose of this study was to determine the extent to which fifth grade students of SDN Kertobanyon were able to master the science subject "Hearing Because of Sound" with the Problem Based Learning (PBL) learning approach. Using a descriptive qualitative methodology, the process and influence of PBL implementation on student understanding were studied. Direct observation, in-depth student interviews, and document analysis were used to collect data, which were then analyzed using descriptive analysis methods, the form of this research is Classroom Action Research (CAR). The results showed that the implementation of PBL succeeded in significantly increasing student engagement, with students showing improvements in communication skills, group work, and critical thinking. In addition, students said that the PBL paradigm improved their understanding of good ideas and made learning more interesting and participatory. However, this study also identified several challenges, including differences in student ability levels and limited time available for problem solving. To overcome these challenges, teachers are advised to provide additional support to students who need it and develop more efficient learning strategies. In conclusion, the PBL model is effective in improving students' understanding of science and science concepts and can be applied more widely in the context of elementary school learning, as long as it is carried out with careful planning and adaptation to classroom conditions.