cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 263 Documents
Systematic Literature Riview : Psikologi Pengasuhan dalam Keluarga Muslim terhadap Perkembangan Anak Usia Dini: Systematic Literature Review: Parenting Psychology in Muslim Families on Early Childhood Development Arfah Andini; Rohinah; Suyadi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4809

Abstract

This study aims to analyze parenting psychology within Muslim families and its influence on early childhood development through a Systematic Literature Review (SLR). A total of 30 selected articles were reviewed to identify Islamic parenting patterns, the role of the family, and the contribution of the home environment to children’s moral, socio-emotional, cognitive, and psychological development. The findings reveal that Islamic parenting practices—implemented through role modeling, religious habituation, effective communication, and the application of Islamic values—significantly contribute to the formation of children’s character and moral foundations. Moreover, a harmonious and resilient family environment fosters emotional stability, enhances emotional regulation, and strengthens children’s social adaptability. Cognitive stimulation through educational play, early literacy activities, and family interactions also plays a crucial role in developing children’s language abilities, creativity, and cognitive functions. This study concludes that Islamic parenting provides a comprehensive approach that integrates spiritual, emotional, and cognitive dimensions to support early childhood development. It further recommends future research to explore the psychological mechanisms linking Islamic parenting practices to various developmental outcomes in children.   ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis psikologi pengasuhan dalam keluarga Muslim dan pengaruhnya terhadap perkembangan anak usia dini melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 30 artikel terpilih dianalisis untuk mengidentifikasi pola pengasuhan Islami, peran keluarga, serta kontribusi lingkungan rumah terhadap perkembangan moral, sosial-emosional, kognitif, dan psikologis anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengasuhan Islami yang diterapkan melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, komunikasi efektif, dan penerapan nilai-nilai keislaman memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter dan moral anak. Selain itu, lingkungan keluarga yang harmonis dan memiliki ketahanan emosional terbukti menciptakan stabilitas psikologis, meningkatkan regulasi emosi, serta memperkuat kemampuan adaptasi sosial anak. Stimulasi kognitif melalui permainan edukatif, literasi awal, dan interaksi keluarga juga memberikan kontribusi besar pada perkembangan bahasa, kreativitas, dan fungsi kognitif anak. Penelitian ini menegaskan bahwa pengasuhan Islami merupakan pendekatan komprehensif yang menyatukan aspek spiritual, emosional, dan kognitif dalam mendukung perkembangan anak usia dini, serta merekomendasikan perlunya penelitian lanjutan mengenai mekanisme psikologis yang mengaitkan praktik pengasuhan Islami dengan berbagai aspek perkembangan anak.
Meningkatkan Keaktifan dan Kemampuan Numerasi Melalui Metode Demontrasi dengan Bermain Balok pada Peserta Didik Kelompok B di TK Negeri Pembina Kota Madiun: Improving Activity and Numeracy Skills Through The Demonstration Method Using Blocks for Students in Group B at Pembina State Kindergarten in Madiun City Agit Handayani; Ibadullah Malawi; Sudarmani
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4884

Abstract

This study aims to improve the engagement and numeracy skills of Group B students at TK Negeri Pembina Kota Madiun through the demonstration method using block play. Numeracy skills among Group B students were initially underdeveloped, particularly in recognizing numbers and number symbols, sequencing shapes, and identifying geometric forms. Student engagement—specifically in terms of paying attention to teacher explanations, listening, and answering questions—was also under-developed, showing a lack of interest during learning activities. Therefore, Classroom Action Research  was necessary.The research followed a qualitative approach of the Classroom Action Research type, conducted in two cycles over one month. Each cycle consisted of planning, implementation, observation, and reflection, involving 15 students as research subjects. Data collection techniques included observation and documentation. The data were analyzed using qualitative and descriptive quantitative methods. The results showed an increase in both engagement and numeracy skills from the pre-cycle to Cycle II. The engagement score rose from 67 (pre-cycle) to 76 (Cycle I) and reached 86 in Cycle II. Similarly, numeracy skills increased from 70 (pre-cycle) to 79 (Cycle I) and reached 90 in Cycle II. Based on these results, it can be concluded that the use of the demonstration method through block play can effectively improve the engagement and numeracy skills of Group B students at TK Negeri Pembina Kota Madiun   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan numerasi peserta didik kelompok B di TK Negeri Pembina Kota Madiun melalui metode demonstrasi dengan bermain balok. masih belum berkembang peserta didik di Kelompok B kemampuan numerasi dalam mengenal bilangan dan lambang bilangan, mengurutkan bentuk, mengenal bentuk geometri. Keaktifan peserta didik dalam kegiatan di kelas memperhatikan penjelaskan guru, mendengarkan guru dan menjawab pertanyaan guru masih belum berkembang  menunjukkan minat saat kegiatan pembelajaran bermain balok. Untuk itu perlu dilaksanakan penelitian tindakan kelas. Metode demonstrasi yang digunakan dalam kualitatif dengan jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus selama 1 bulan, tiap siklus melalui prosedur perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refelksi dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 15 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh  dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keaktifan dan kemampuan numerasi pada peserta didik dari prasiklus keaktifan 67, kemampuan numerasi 70, pada siklus I keaktifan 76, kemampuan numerasi 79, pada siklus II keaktifan 86, kemampuan numerasi 90. Dari  hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode demonstrasi melalui bermain balok  dapat meningkatkan keaktifan dana kemampuan numerasi pada peserta didik kelompok B di TK Negeri Pembina Kota Madiun.  
Peningkatan Kemampuan Numerasi dengan Penerapan Metode Bermain Berbantuan Media Kartu Angka dan Stik Angka pada Siswa Kelompok A TK Al Hidayah II Kecamatan Taman Kota Madiun : Improving Numeracy Skills By Applying A Play-Based Method Using Number Cards And Number Sticks For Students In Group A At Al Hidayah Ii Kindergarten, Taman District, Madiun City Istiqomah Setyaningsih; Ibadullah Malawi; Nurhadji Nugraha
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4887

Abstract

The early numeracy skills of students in Group A at Al Hidayah II Kindergarten in Taman Kota Madiun District are still low, with 47% of students in the Not Yet Developed category and 53% in the Beginning to Develop category. This low level of skill is thought to be due to monotonous learning and a lack of interesting media. This study aims to address this problem by improving numeracy skills through the application of a play-based method using number cards and number sticks. This study used a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles. The results showed a significant improvement, with the percentage of success in numeracy skills increasing from 39.2% (pre-cycle) to 57.1% (Cycle I with number cards) and reaching 73.8% (Cycle II with number sticks). Indicators of ability such as showing, naming, ordering, and matching symbols for numbers 1-10 showed progress. The conclusion of this study is that the application of the play method assisted by number card and number stick media has been proven effective in improving numeracy skills. This media creates active, fun, and contextual learning, thereby helping young children understand number concepts. The implication is that the use of concrete and varied learning media is highly recommended for numeracy development at the kindergarten level. ABSTRAK Kemampuan numerasi awal siswa Kelompok A TK Al Hidayah II Kecamatan Taman Kota Madiun masih rendah, dengan 47% siswa berada dalam kategori Belum Berkembang dan 53% pada kategori Mulai Berkembang. Rendahnya kemampuan ini diduga akibat pembelajaran yang monoton dan kurangnya penggunaan media yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan meningkatkan kemampuan numerasi melalui penerapan metode bermain yang dibantu media kartu angka dan stik angka. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan, dimana persentase keberhasilan kemampuan numerasi naik dari 39,2% (prasiklus) menjadi 57,1% (Siklus I dengan media kartu angka), dan mencapai 73,8% (Siklus II dengan media stik angka). Indikator kemampuan seperti menunjukkan, menyebutkan, mengurutkan, dan memasangkan lambang bilangan 1-10 mengalami kemajuan. Simpulan penelitian ini adalah penerapan metode bermain berbantuan media kartu angka dan stik angka terbukti efektif meningkatkan kemampuan numerasi. Media ini menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual, sehingga membantu pemahaman konsep bilangan pada anak usia dini. Implikasinya, penggunaan media pembelajaran konkret dan variatif sangat disarankan untuk pengembangan numerasi di tingkat TK.
Penguatan Literasi Digital dan Etika Bermedia Mahasiswa PIAUD Generasi Z sebagai Calon Pendidik Anak Usia Dini melalui Pendidikan Islam : Strengthening Digital Literacy and Media Ethics of Generation Z PIAUD Students as Prospective Early Childhood Educators through Islamic Education Dian Sukma Lutfiana; Muhammad Nur Ghufron; Novita Pancaningrum
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4978

Abstract

The development of digital technology has shaped the characteristics of Generation Z as a generation that grew up with the internet and social media. Students of the Early Childhood Islamic Education Study Program (PIAUD), who fall into the Generation Z category, have a high affinity for digital technology, but this affinity is not always accompanied by adequate digital literacy and media ethics skills. As prospective early childhood educators, PIAUD students are required not only to be technologically proficient but also to have a moral responsibility in the use of digital media. This research aims to analyze the strengthening of digital literacy and media ethics among Generation Z PIAUD students thru Islamic education. The study employs a qualitative approach with a literature review method, analyzing various relevant literature related to digital literacy, media ethics, Generation Z characteristics, and Islamic education values. The findings indicate that the integration of Islamic education values, such as responsibility, honesty, tabayyun (clarification), and self-control, plays a significant role in shaping the digital character of PIAUD students. This strengthening serves as an important foundation in preparing students to become professional, ethical, and adaptive early childhood educators in response to technological developments. Thus, Islamic education has a strategic contribution in building digital literacy competencies that are oriented toward character formation and social responsibility in the digital era.   ABSTRAK  Perkembangan teknologi digital telah membentuk karakteristik Generasi Z sebagai generasi yang tumbuh bersama internet dan media sosial. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) yang termasuk dalam kategori Generasi Z memiliki kedekatan yang tinggi dengan teknologi digital, namun kedekatan tersebut tidak selalu diiringi dengan kemampuan literasi digital dan etika bermedia yang memadai. Sebagai calon pendidik anak usia dini, mahasiswa PIAUD dituntut tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam penggunaan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan literasi digital dan etika bermedia mahasiswa PIAUD Generasi Z melalui pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang menganalisis berbagai literatur relevan terkait literasi digital, etika bermedia, karakteristik Generasi Z, serta nilai-nilai pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai pendidikan Islam, seperti tanggung jawab, kejujuran, tabayyun, dan pengendalian diri, berperan signifikan dalam membentuk karakter digital mahasiswa PIAUD. Penguatan tersebut menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pendidik anak usia dini yang profesional, beretika, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki kontribusi strategis dalam membangun kompetensi literasi digital yang berorientasi pada pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial di era digital.
Peran Posyandu dalam Pencegahan Stunting Anak Usia Dini di Desa Mandah Kecamatan Natar Lampung Selatan: The Role of Posyandu in Preventing Early Childhood Stunting in Mandah Village, Natar District, South Lampung Desta Islamiati; Siti Kurniasih
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.3970

Abstract

Posyandu is a type of Community-Based Activity Effort (UKBM) that provides types of health services such as providing health services, providing information on maternal and child health, and reducing stunting rates. Posyandu has an important role in reducing stunting rates in early childhood. Children who experience stunting experience physical and mental developmental disabilities due to chronic malnutrition, which manifests as short stature and impaired IQ. In Mandah Village, Natar District, South Lampung, this study aims to determine how posyandu can help prevent stunting. Methods such as observation, interviews, and documentation were used to collect data in qualitative research, which used a case study approach. Data were obtained from primary and secondary sources. The data analysis technique used the Miles and Huberman model, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the Role of Posyandu in Preventing Stunting in Mandah Village, Natar District, South Lampung played a good role, where posyandu cadres had undergone special training, were active and had knowledge about stunting. The programs that have been implemented are good, namely, providing additional food (PMT), providing vitamins to accompany breast milk, providing appetite syrup for toddlers, providing iron tablets (TTD) for pregnant women, immunization, monitoring toddler growth, conducting home visits and providing counseling on the dangers of stunting.   ABSTRAK Posyandu adalah jenis Upaya Kegiatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang memberikan jenis layanan kesehatan seperti memberikan pelayanan kesehatan, memberikan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, dan mengurangi angka stunting. Posyandu memiliki peran penting dalam mengurangi angka stunting anak usia dini. Anak yang mengalami stunting, mengalami hambatan perkembangan fisik dan mental akibat kekurangan gizi kronis, yang bermanifestasi sebagai perawakan pendek dan IQ yang terganggu. Di Desa Mandah, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana posyandu dapat membantu mencegah stunting. Metode seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif, yang menggunakan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Desa Mandah Kecamatan Natar Lampung Selatan berperan baik, dimana kader posyandu sudah mengikuti pelatihan khusus, aktif dan memiliki pengetahuan mengenai stunting. Program yang dijalankan sudah baik yaitu, pemberian makanan tambahan (PMT), pemberian vitamin pendamping ASI, pemberian obat sirup nafsu makan untuk balita, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk ibu hamil, imunisasi, pemantauan pertumbuhan balita, melakukan kunjungan rumah dan penyuluhan bahaya stunting.
Pengaruh Media Bermain Angka Terhadap Kemampuan Berhitung Anak Usia 4-5 Tahun di RA Miftahul Jannah: The Influence of Number-Based Play Media on the Numeracy Skills of Children Aged 4–5 Years at RA Miftahul Jannah Mimah; Annisa Purwani; Rika Purnamasari
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4266

Abstract

Numeracy skills are an essential part of cognitive development in early childhood and need proper stimulation from an early age. However, at RA Miftahul Jannah, most children aged 4–5 years struggle to recognize numbers, count objects, and understand number concepts due to learning media that are insufficiently varied and often abstract. This study aimed to examine the effect of using number play media on the numeracy skills of children aged 4–5 years at RA Miftahul Jannah. The study employed a one-group pretest-posttest design involving 21 children as participants. Children took a pre-test before the intervention, followed by four learning sessions using number play media, including activities like matching numbers to concrete objects, guessing games, and arranging numbers in sequence. After the intervention, a post-test was conducted to measure changes in numeracy skills. The results showed an average pre-test score of 39.62, with most children (80.95%) in the Not Yet Developed category. After the intervention, the average post-test score increased to 63.14, with 85.71% of children in the Developing as Expected category. The paired sample t-test indicated a significant difference between pre-test and post-test scores, with a significance value of 0.000. This study concludes that number play media is effective in improving the numeracy skills of children aged 4–5 years through engaging, concrete, and developmentally appropriate learning activities. ABSTRAK  Kemampuan berhitung merupakan aspek penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini yang perlu distimulasi sejak dini. Namun, di RA Miftahul Jannah, sebagian besar anak usia 4–5 tahun masih kesulitan mengenal angka, menghitung benda, dan memahami konsep bilangan karena media pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi dan cenderung abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media bermain angka terhadap kemampuan berhitung anak usia 4–5 tahun di RA Miftahul Jannah. Penelitian menggunakan desain one group pretest-posttest dengan 21 anak sebagai subjek. Anak diberikan pre-test sebelum perlakuan, kemudian treatment selama enam kali pertemuan menggunakan media bermain angka seperti mencocokkan angka dengan benda konkret, permainan tebak angka, dan menyusun angka secara urut. Setelah treatment, dilakukan post-test untuk mengukur perubahan kemampuan berhitung. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pre-test sebesar 39,62 dengan sebagian besar anak (80,95%) berada pada kategori Belum Berkembang. Setelah perlakuan, rata-rata skor post-test meningkat menjadi 63,14, dengan 85,71% anak berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan. Uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test dengan nilai signifikansi 0,000. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media bermain angka efektif meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 4–5 tahun melalui pembelajaran yang konkret, menarik, dan sesuai perkembangan anak usia dini.  
Pengembangan Flashcard SISEMO dalam Memperkaya Kegiatan Bermain Anak dan Orang Tua di Rumah: Development of SISEMO Flashcards to Enrich Play Activities Between Children and Parents at Home Rani Dwi Kurniawati; Lilis Suryani
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4312

Abstract

This study aims to develop "SISEMO" flashcards designed to stimulate the sensorimotor skills of children through parental guidance at home; these flashcards contain ideas for sensorimotor stimulation activities that can be implemented with children in a home setting. The study employs the Research and Development (R&D) method using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model, proceeding up to the limited implementation stage for the final product. The analysis phase involved identifying parents' needs regarding play activities with children aged 4–5 years at home through interviews and observations, followed by the design phase, which involved conceptualizing the flashcards. During the development phase, the flashcards were created and validated by subject matter experts, media experts, and practitioners to ensure their suitability. This was followed by three rounds of product testing and revision: individual trials, small-group trials, and large-group trials. Revisions based on feedback resulted in a final model that was implemented on a limited scale at PAUD Al-Hidayah Penjaringan, North Jakarta. The results indicate that the sensorimotor stimulation flashcards are highly suitable for enriching play activities between children and parents at home, achieving validation scores of 95% from subject matter experts, 98% from media experts, and 98% from practitioners. The limited implementation phase, involving children and guardians from Class A at PAUD Al-Hidayah, yielded a questionnaire result of 87.80%. Based on these findings, the sensorimotor flashcards serve as an alternative medium offering sensorimotor stimulation activities that can be carried out with children at home.   ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Pengembangan Flashcard SISEMO untuk Menstimulasi Sensori Motorik Anak dengan Pendampingan Orang Tua di Rumah, Flashcard yang berisi ide-ide kegiatan stimulasi sensori motoric yang dapat di terapkan bersama anak di rumah. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan (ADDIE) “Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation”. Pada penelitian ini dilakukan hingga tahap Implementasi terbatas untuk penerapan model final produk. Tahap analisis dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan orangtua dalam penerapan aktivitas bermain bersama anak usia 4-5 tahun di rumah melalui wawancara dan observasi, dilanjutkan tahap desain dengan merancang konsep produk Flashcard. Pada tahap pengembangan, Flashcard di buat dan dilakukan validasi oleh ahli materi, ahli media dan praktisi untuk memastikan kelayakan,  Dilanjutkan dengan 3 uji coba dan revisi produk, yakni uji coba perorangan, kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Lalu merevisi berdasarkan umpan balik sehingga menghasilkan model final untuk di implementasikan secara terbatas di PAUD Al-Hidayah Penjaringan Jakarta Utara. Hasil penelitian menunjukan bahwa Flashcard stimulasi sensori motoric layak di gunakan untuk memperkaya kegiatan bermain anak dan orangtua di rumah dengan kategori sangat layak, skor penilaian ahli materi 95%, ahli media 98% dan ahli praktisi 98%. Tahap implementasi terbatas yang dilakukan oleh anak dan wali murid kelas A paud Al-Hidayah mendapatkan perolehan hasil angket dengan persentase 87,80%. Berdasarkan temuan penelitian ini, Flashcard sensori motorik dapat di jadikan sebagai alternative media yang menyediakan kegiatan-kegiatan stimulasi sensori motoric yang dapat di lakukan bersama anak di rumah.
Pengaruh Psikoedukasi Penggunaan Gadget Terhadap Pemahaman Orang Tua Terkait Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di RA Miftahul Jannah : The Effect of Psychoeducation on Gadget Usage on Parents' Understanding of the Socio-Emotional Development of 5–6-Year-Old Children at RA Miftahul Jannah Sinta Sri Rahayu; Nadya Yulianty S; Enjang
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4364

Abstract

Excessive gadget use duration among children aged 5–6 years has become a serious issue, as this age is a critical period for the development of social and emotional skills. Children at this age should engage more in direct interactions with their surroundings and people around them, such as peers, family, and teachers. This research is motivated by the widespread use of gadgets among early childhood students at RA Miftahul Jannah, with observed negative impacts on their socio-emotional development, such as reduced social interaction skills and difficulty in emotional regulation. This study aims to analyze the influence of a psychoeducation program on improving parents' understanding of the effects of gadget use on early childhood socio-emotional development. The research method uses a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. The sample consists of 20 parents. The results show a significant increase in parents' understanding scores in the experimental group. The pretest average score was 94.4, while the posttest score rose to 162. Hypothesis testing using a paired sample t-test yielded a t-test value = -13.85 < 1.729, with sig. (2-tailed) 0.0001 < 0.05, indicating a significant difference before and after the intervention. Conclusion: The psychoeducation program has been proven effective in enhancing parents' understanding and changing digital parenting patterns at RA Miftahul Jannah. These findings recommend the importance of implementing ongoing psychoeducation programs through collaboration between educational institutions and professionals. This research contributes to the development of a contextual psychoeducation intervention model to address parenting challenges in the digital era.   ABSTRAK Durasi penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia 5–6 tahun telah menjadi masalah serius karena usia ini merupakan masa krusial dalam pembentukan kemampuan sosial dan emosional. Anak pada usia tersebut seharusnya banyak berinteraksi secara langsung dengan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seperti teman sebaya, keluarga, dan guru. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan gadget pada anak usia dini di RA Miftahul Jannah, dengan indikasi dampak negatif terhadap perkembangan sosial emosional anak seperti penurunan kemampuan interaksi sosial dan kesulitan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program psikoedukasi terhadap peningkatan pemahaman orang tua tentang dampak penggunaan gadget pada perkembangan sosial emosional anak usia dini. Metode penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 20 orang tua. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan skor pemahaman orang tua pada kelompok eksperimen Hasil pretest menunjukkan rata- rata nilai sebesar 94,4, sementara hasil posttest meningkat menjadi 162. Uji hipotesis menggunakan paired sample t-test menunjukkan nilai t-test = -13.85<1.729 dengan sig. (2-tailed) 0,0001 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah kegiatan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa program psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman orang tua dan mengubah pola pengasuhan digital di RA Miftahul Jannah. Temuan ini merekomendasikan pentingnya implementasi program psikoedukasi berkelanjutan melalui kerja sama antara lembaga pendidikan dan tenaga profesional. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model intervensi psikoedukasi yang kontekstual untuk menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.
Persepsi Guru TK Terhadap Kegiatan Outdoor Play dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak: Kindergarten Teachers' Perception Of Outdoor Play Activities In Developing Children's Gross Motor Skills Shelvira Amanda Putri; Dadan Suryana
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4742

Abstract

This study aims to describe the perceptions of kindergarten (TK) teachers towards outdoor play activities in developing gross motor skills of early childhood in Sarolangun Regency. The study used a quantitative descriptive approach with an online survey method via Google Form. Respondents were 40 kindergarten teachers selected purposively. The instrument was a closed questionnaire consisting of 12 statements with a Likert scale of 1–5. Data were analyzed using descriptive statistics to obtain the average score and perception category. The results showed that teachers' perceptions of outdoor play activities were in the very good category, with an overall average score of 4.47. The indicator with the highest score was the benefits of outdoor play activities (4.60), while the indicator with the lowest score was implementation obstacles (3.30). Teachers understood that outdoor play activities were effective in stimulating gross motor skills, such as body coordination, balance, and muscle strength in children. Despite facility and weather constraints, teachers still showed a positive attitude by modifying simple, contextual games. The results of this study confirm that positive teacher perceptions are an important factor in supporting the successful implementation of outdoor play in PAUD institutions. Institutional and policy support is needed to provide safe play facilities and teacher training so that outdoor play activities can be implemented optimally and sustainably.   ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru Taman Kanak-kanak (TK) terhadap kegiatan outdoor play dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia dini di Kabupaten Sarolangun. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei daring melalui Google Form. Responden berjumlah 40 guru TK yang dipilih secara purposive. Instrumen berupa angket tertutup terdiri dari 12 butir pernyataan dengan skala Likert 1–5. Data dianalisis secara statistik deskriptif untuk memperoleh nilai rata-rata dan kategori persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap kegiatan outdoor play berada pada kategori sangat baik, dengan nilai rata-rata keseluruhan 4,47. Indikator dengan skor tertinggi adalah manfaat kegiatan outdoor play (4,60), sedangkan indikator dengan skor terendah adalah kendala pelaksanaan (3,30). Guru memahami bahwa kegiatan bermain di luar ruangan efektif dalam menstimulasi motorik kasar, seperti koordinasi tubuh, keseimbangan, dan kekuatan otot anak. Meskipun terdapat kendala fasilitas dan cuaca, guru tetap menunjukkan sikap positif dengan memodifikasi permainan sederhana yang kontekstual. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa persepsi positif guru menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan penerapan outdoor play di lembaga PAUD. Diperlukan dukungan kelembagaan dan kebijakan untuk menyediakan sarana bermain yang aman dan pelatihan bagi guru agar kegiatan outdoor play dapat dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan.
Dinamika Kesiapan Mental Ibu Remaja sebagai Orang Tua Baru dan Implikasinya terhadap PAUD: The Dynamics of Mental Readiness of Teenage Mothers as New Parents and Its Implications for Early Childhood Education Sevtya Sya’bana Harun; Esya Anesty Mashudi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4784

Abstract

This descriptive qualitative study aims to understand the dynamics of young mothers' mental readiness in carrying out their duties as new parents, as well as to identify the psychological, emotional, and social challenges in caring for young children. This method applies purposive sampling to mothers G (aged 20 years, married under 19 years, married for more than 2 years) in Tangerang Regency, Kelapa Dua District, using semi-structured interviews and non-participant observation. The results of the study show ambivalent emotions after childbirth (such as baby blues and stress), a gradual mental preparation process, a busy daily routine with challenges such as children's tantrums, support from close family that conflicts with social pressure from the environment, a permissive parenting approach accompanied by basic stimulation at home, and diverse experiences with early childhood education that require inclusive strategies. Through Miles & Huberman's analysis, this study produced recommendations for family-oriented Holistic Integrative PAUD through thematic parenting programs, reflective interactions between teachers and parents, and intersectoral policies to reduce parenting stress and improve the quality of childcare by adolescent mothers, which addresses the issue of the impact of early marriage on mental preparation and its implications for PAUD.   ABSTRAK  Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk memahami dinamika kesiapan mental ibu muda dalam melaksanakan tugas sebagai orang tua baru, serta mengenali tantangan psikologis, emosional, dan sosial dalam merawat anak usia dini. Metode ini menerapkan purposive sampling pada ibu G (berusia 20 tahun, menikah di bawah 19 tahun, pernikahan selama 2 tahun lebih) di Kabupaten Tangerang, Kecamatan Kelapa Dua dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur dan observasi nonpartisipan. Hasil penelitian menunjukkan adanya emosi ambivalen pasca melahirkan (seperti baby blues dan stres), proses persiapan mental yang bertahap, rutinitas harian yang padat dengan tantangan seperti tantrum anak, dukungan dari keluarga dekat yang bertentangan dengan tekanan sosial dari lingkungan, pendekatan pengasuhan yang permisif disertai stimulasi dasar di rumah, serta pengalaman dengan PAUD yang beragam yang memerlukan strategi inklusif. Melalui analisis Miles & Huberman, penelitian ini menghasilkan saran untuk PAUD Holistik Integratif yang berorientasi pada keluarga melalui program parenting tematik, interaksi reflektif antara guru dan orang tua, serta kebijakan antarsektor guna mengurangi stres parenting dan meningkatkan mutu perawatan anak oleh ibu remaja, yang menjawab permasalahan dampak pernikahan dini pada persiapan mental serta implikasinya terhadap PAUD.