cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 263 Documents
Peran Kurikulum Merdeka PAUD dalam Menanamkan Karakter Toleransi Anak Usia Dini: Studi Literatur: The Role of the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) in Early Childhood Education in Instilling Tolerance: A Literature Review Sulastri Lestari; Leli Halimah; Ayu Hopiani
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4825

Abstract

This study employs a literature review method to summarize, examine, and analyze in depth how the Merdeka Curriculum for Early Childhood Education (PAUD) contributes to the development of tolerance attitudes among young children. This approach involves a systematic review of various research findings and academic publications that discuss the relationship between the implementation of the Merdeka Curriculum in PAUD and the process of fostering tolerant behavior in early childhood. A qualitative approach based on a literature review was used, with sources retrieved through Google Scholar and limited to publications from 2015 to 2025. The reviewed articles include studies on the implementation of the Merdeka Curriculum in PAUD, character education for young children, and various strategies applied to cultivate tolerance values from an early age. The synthesis of the literature indicates that the Merdeka Curriculum for PAUD plays a crucial role in developing tolerance character through child- centered learning, teachers’ autonomy in designing learning plans, and the reinforcement of the Pancasila Student Profile, particularly the dimension of global diversity. The cultivation of tolerance attitudes is reflected in various learning activities, such as daily routines, teachers’ role modeling, cooperative play, project-based learning, and inclusive social interactions that respect diversity. Research findings also reveal that early childhood educators play an important role as facilitators and role models of tolerant behavior for children. This role is supported by a comfortable and supportive learning environment, enabling children to develop tolerance naturally. However, most of the reviewed studies still discuss the Merdeka Curriculum for PAUD and character education separately, indicating that research specifically integrating both aspects in the context of fostering tolerance in early childhood remains limited.   ABSTRAK Penelitian ini menerapkan metode kajian pustaka untuk meringkas, mengkaji, dan menganalisis lebih dalam bagaimana Kurikulum Merdeka PAUD berperan dalam membangun sikap toleransi pada anak-anak kecil. Pendekatan ini melibatkan penelitian sistematis terhadap berbagai temuan riset dan tulisan akademis yang membahas hubungan antara penerapan Kurikulum Merdeka PAUD dengan proses membentuk perilaku toleran di kalangan anak usia dini. Kami menggunakan metode kualitatif berbasis literature review, dengan pencarian sumber melalui Google Scholar, terbatas pada publikasi dari tahun 2015 sampai 2025. Artikel yang kami telaah meliputi studi tentang penerapan Kurikulum Merdeka PAUD, pendidikan karakter untuk anak kecil, serta berbagai taktik yang diterapkan untuk menumbuhkan nilai toleransi sejak dini. Sintesis dari literatur menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka PAUD memainkan peran krusial dalam mengembangkan karakter toleransi lewat pembelajaran yang fokus pada anak, kebebasan guru untuk merancang rencana belajar, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila, terutama aspek keberagaman global. Penanaman sikap toleransi ini tercermin dalam berbagai aktivitas belajar, seperti rutinitas harian, contoh perilaku dari guru, permainan bersama, proyek pembelajaran, serta interaksi sosial yang inklusif dan menghormati perbedaan. Temuan riset juga mengungkap bahwa pendidik PAUD berperan penting sebagai pendamping sekaligus panutan perilaku toleran untuk anak-anak. Peran ini didorong oleh suasana belajar yang nyaman dan mendukung, sehingga anak bisa menumbuhkan sikap toleran secara wajar. Meski begitu, sebagian besar studi yang kami tinjau masih membahas Kurikulum Merdeka PAUD dan pendidikan karakter secara terpisah, sehingga penelitian yang khusus menggabungkan keduanya dalam konteks menanamkan toleransi pada anak kecil masih belum banyak.
Strategi Pembelajaran Matematika Awal untuk Anak Usia Dini Kelompok A Usia 4-5 Tahun Melalui Permainan Tradisional Congklak di TK PKK Ngadireso: Early Mathematics Learning Strategies for Early Childhood (Group A, Ages 4–5) Using the Traditional Game of Congklak at PKK Ngadireso Kindergarten Kamilia Masluchah; Rina Wijayanti; Henny Anggraini
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4914

Abstract

Early mathematics learning for young children requires strategies that are appropriate to their stage of cognitive development, namely through concrete experiences and play-based activities. This study aims to improve the early mathematics abilities of Group A early childhood students (aged 4–5 years) through the implementation of the traditional game congklak at TK PKK Ngadireso, Malang Regency. The study employs a qualitative approach using Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles, each consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages. The research subjects consisted of 11 children. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while data analysis was carried out descriptively and qualitatively. The results indicate that children’s early mathematics abilities showed a significant improvement after the implementation of learning strategies through the congklak game. The average level of children’s early mathematics ability increased from 42.00% in the pre-action stage to 58.40% in Cycle I and rose significantly to 86.40% in Cycle II. In addition to enhancing cognitive aspects, the congklak game also had a positive impact on children’s enthusiasm, active participation, and ability to follow game rules. Therefore, it can be concluded that the traditional congklak game is effective as a learning strategy to improve early mathematics abilities in early childhood.   ABSTRAK Pembelajaran matematika awal pada anak usia dini memerlukan strategi yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak, yaitu melalui pengalaman konkret dan kegiatan bermain. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan matematika awal anak usia dini kelompok A (usia 4–5 tahun) melalui penerapan permainan tradisional congklak di TK PKK Ngadireso, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 11 anak. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan matematika awal anak mengalami peningkatan yang signifikan setelah diterapkan strategi pembelajaran melalui permainan congklak. Rata-rata kemampuan matematika awal anak pada pra tindakan sebesar 42,00%, meningkat menjadi 58,40% pada Siklus I, dan meningkat secara signifikan menjadi 86,40% pada Siklus II. Selain meningkatkan aspek kognitif, permainan congklak juga berdampak positif terhadap antusias, keterlibatan aktif, serta kemampuan anak dalam mengikuti aturan permainan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional congklak efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan matematika awal anak usia dini.
Eksplorasi Motif dan Warna Dalam Ekonomi Lokal Fashion sebagai Media Stimulasi Kreativitas Anak Usia Dini: Exploration Of Motifs And Colors In Fashion As A Medium For Stimulating Early Childhood Creativity Noor Laila Ramadhani; Kristanti; Satria Avianda Nurcahyo
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4929

Abstract

Creativity is an essential aspect of early childhood development that needs to be stimulated through learning activities aligned with children’s characteristics and experiences. Children learn most effectively when they are actively involved in enjoyable activities that relate to their daily lives. One learning medium that can be utilized for this purpose is fashion, particularly through the exploration of motifs and colors, which allows children to express their ideas freely.This study aims to explore the role of motifs and colors in fashion as a medium for stimulating creativity in early childhood. The research employed a qualitative method with a descriptive approach. The research subjects were children aged 4–6 years who participated in educational fashion activities. Data were collected through direct observation of children’s activities, interviews with teachers, and documentation of the children’s creative works produced during the learning process.The findings indicate that exploring motifs and colors in fashion effectively stimulates children’s creativity. This is reflected in the children’s ability to express ideas, select and combine colors, and create simple patterns and shapes based on their imagination. In addition, these activities also support the development of fine motor skills and enhance children’s self-confidence when presenting and explaining their work.Based on these findings, the study concludes that fashion, through the exploration of motifs and colors, can be used as an effective and enjoyable creative learning medium for early childhood education. This approach not only fosters creativity but also provides meaningful learning experiences that are appropriate to children’s developmental stages.   ABSTRAK Kreativitas merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu dirangsang sejak awal melalui kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan dunia anak. Anak belajar paling efektif ketika terlibat langsung dalam aktivitas yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan tersebut adalah fashion, khususnya melalui kegiatan eksplorasi motif dan warna yang memungkinkan anak berekspresi secara bebas.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana motif dan warna dalam fashion dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menstimulasi kreativitas anak usia dini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah anak usia 4–6 tahun yang mengikuti kegiatan fashion edukatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas anak, wawancara dengan guru, serta dokumentasi hasil karya yang dihasilkan oleh anak selama kegiatan berlangsung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eksplorasi motif dan warna dalam fashion mampu mendorong perkembangan kreativitas anak. Hal ini terlihat dari kemampuan anak dalam mengekspresikan ide, memilih serta memadukan warna, dan menciptakan pola maupun bentuk sederhana sesuai imajinasinya. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada perkembangan motorik halus anak serta meningkatkan rasa percaya diri ketika mereka menampilkan dan menjelaskan hasil karyanya.Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa fashion, melalui eksplorasi motif dan warna, dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kreatif yang efektif dan menyenangkan bagi anak usia dini. Pendekatan ini tidak hanya mendukung perkembangan kreativitas, tetapi juga membantu anak belajar dengan cara yang lebih bermakna dan sesuai dengan karakteristik perkembangannya.