cover
Contact Name
Evangelista Lus Windyana Palupi
Contact Email
evangelistapalupi@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mathedunesa@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung C8 lantai 1FMIPA UNESA Ketintang 60231 Surabaya Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MATHEdunesa
ISSN : 23019085     EISSN : 26857855     DOI : https://doi.org/10.26740/mathedunesa.v12n1
Core Subject : Education,
MATHEdunesa is a scientific journal of mathematics education published by the Mathematics Department of Faculty of Mathematics and Natural Sciences of Universitas Negeri Surabaya. MATHEdunesa accepts and publishes research articles and book review in the field of Education, which includes: ✅ Development of learning model ✅ Problem solving, creative thinking, and Mathematics Competencies ✅Realistic mathematics education and contextual learning, ✅Innovation of instructional design ✅Learning media development ✅ Assesment and evaluation in Mathematics education ✅ Desain research in Mathematics Education
Articles 325 Documents
STUDENTS’ NUMERACY SKILLS IN SOLVING THE FOURTH LEVEL OF MINIMUM COMPETENCY ASSESSMENT QUESTION DEVELOPMENT ON RATIO AND PROPORTION Diah Lutfiana Dewi; Rooselyna Ekawati
MATHEdunesa Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.121 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n1.p278-286

Abstract

Abstract Minimum Competency Assesment measures two basic competencies, namely reading literacy and numeracy literacy. PISA results showed that the Indonesian students’ ability in the mathematics category is relatively low. Numeracy is an ability to use mathematics to solve daily life problems. One of the closely related to everyday life mathematical topics is ratio and proportion. However, there are still many students’ difficulties in solving problems related to ratios and proportions which are basically the basis concept for mathematical knowledge and science understanding. Therefore, it’s necessary to conduct a students' numeracy skills analysis related to ratios and proportions in order to facilitate the process in improving students' abilities. This study aims to describe students' numeracy skills in solving the AKM questions development on ratio and proportion with a qualitative descriptive approach. The subjects of this study were 8th grade students who participate in AKM. Researcher used test and interviews as collect data techniques which was then analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation, and verification. The result showed that there are students' numeracy skills indicators that haven’t been fully achieved, including students' ability to analyze information presented in various forms (diagrams, tables, etc.) and to interpret the analysis results to make decisions. While the most often appear indicator is the students’ ability to use various kinds of numbers or symbols to solve daily life problems. The results of this study can be used as a basis for adjusting learning models and strategies as an effort to improve students' numeracy skills. Keywords: numeracy skills, AKM, ratio and proportion. Abstrak Asesmen Kompetensi Minimum mengukur dua kompetensi mendasar, yakni literasi membaca dan literasi numerasi. Hasil PISA menunjukkan bahwa kemampuan siswa Indonesia dalam kategori matematika relatif rendah. Numerasi merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu topik matematika yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari adalah rasio dan proporsi. Akan tetapi, masih banyak ditemukan kesulitan yang dialami oleh siswa dalam menyelesaikan permasalahan terkait rasio dan proporsi yang pada dasarnya merupakan konsep dasar untuk pemahaman konsep pengetahuan matematika maupun sains. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu analisis terhadap kemampuan numerasi siswa terkait rasio dan proporsi guna memfasilitasi proses dalam meningkatkan kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa dalam menyelesaikan pengembangan soal AKM pada subdomain rasio dan proporsi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 8 yang terpilih sebagai peserta AKM. Peneliti menggunakan tes dan wawancara sebagai teknik untuk mengumpulkan data yang kemudian dianalisis dengan tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat indikator kemampuan numerasi siswa yang belum sepenuhnya tercapai, yakni kemampuan siswa dalam menganalisis informasi yang disajikan dalam berbagai bentuk (grafik, diagram, tabel, dan sebagainya) dan kemampuan siswa dalam menafsirkan hasil analisisnya untuk mengambil keputusan. Sedangkan indikator yang paling sering muncul adalah kemampuan siswa dalam menggunakan berbagai macam angka atau simbol untuk menyelesaikan kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penyesuaian model dan strategi pembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Kata Kunci: kemampuan numerasi, AKM, rasio dan proporsi.
ANALYSIS OF LEARNER’S CONJECTURE ABILITY IN SOLVING OPEN-ENDED PROBLEMS Lupita Wulandari; Rooselyna Ekawati
MATHEdunesa Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.064 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n1.p287-301

Abstract

Conjecture will always be used by learners in problem solving, because the conjecture itself is tied to activities such as logical reasoning, translating problems, analyzing and evaluating an information to obtain valid decisions related to problem solving, where the conjecture is also able to develop the learning process of the learner in making a statement, especially with the help of open problems in its application, Which can make learners morecreative. This research aims to illustrate the conjecture ability of learners in open-ended problems with descriptive types of research and qualitative approaches to number pattern material, especially generalizing patterns. The subjects of the study are four learners who have a high and moderate level of mathematical ability and are willing to take part in interviews. The results showed that all subjects have not been able to perform every stage on constructing the conjecture, especially in the stage of arguing the conjecture and there is one subject who does not do the stage of proof of the conjecture because it is confident in the formula that has been given by the teacher. So that learning activities are needed in which there is problem solving that collects the ability of learners' contours, open-ended problems can also be one of the problem choices that can help students build their thought processes independently, and not bound by the formula of teachers or books.
Etnomatematika : Konsep Matematika pada Budaya Sidoarjo Amirah Amirah; Mega Teguh Budiarto
MATHEdunesa Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.951 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n1.p311-319

Abstract

Matematika dan budaya adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Etnomatematika hadir untuk menjembatani antara matematika dan budaya khususnya dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etnomatematika pada tiga sistem budaya Sidoarjo yaitu kesenian (batik tulis Sekardangan), sistem religi/keagamaan (Masjid Agung Sidoarjo), dan sistem mata pencaharian hidup (kerajinan anyaman bambu). Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Data diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh memperlihatkan bahwa praktik budaya masyarakat Sidoarjo mengandung aktivitas etnomatematika seperti membilang, mengukur, mendesain, menentukan letak, bermain, dan menjelaskan. Selain itu, berdasarkan kajian etnomatematika terhadap objek budaya Sidoarjo ditemukan beberapa konsep matematika antara lain transformasi geometri, bangun datar, serta bangun ruang. Dengan demikian, budaya Sidoarjo dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran matematika kontekstual. Kata Kunci: Etnomatematika, Budaya Sidoarjo, Konsep Matematika
Student's Error Analysis In Solving Definite Integral Problem Based On Multiple Intelligences Fatimah Ihza Aulia; Ika Kurniasari
MATHEdunesa Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.655 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n1.p320-327

Abstract

One of the factors that students perform errors in solving mathematic problem is student’s intelligence. Gardner mentioned there are eight types of multiple intelligences, there are linguistic, logical mathematical, kinesthetic, musical, spatial, interpersonal, intrapersonal and naturalistic. Student’s error can be analyzed using Newman’s error analysis which contains five types of errors, there are reading error, comprehension error, transformation error, process skill error, and encoding error. This research is descriptive qualitative research which aims to describe the types of student’s error in solving definite integral based on multiple intelligences. The subjects of this research are three grade XII senior high school students in Sidoarjo whom have intelligences related to mathematic, there are logical mathematical intelligence, linguistic intelligence and spatial intelligence. Data was collected by giving multiple intelligences test, definite integral problems and interview. Data analysis technique are data reduction, data presentation and data verification. The result of this research showed that: (1) students with logical mathematical intelligence perform transformation error, process skill error and kesalahan encoding error; (2) students with linguistic intelligence perform reading error, comprehension error, transformation error, process skill error and encoding error; (3) students with spatial intelligence perform reading error, transformation error and encoding error.
PROFILE OF STUDENTS’ MATHEMATICAL CONNECTION ABILITY IN SOLVING MATHEMATICS PROBLEMS BASED ON VISUALIZER AND VERBALIZER COGNITIVE STYLE Nikmatus Savira Aprilianda; Susanah Susanah
MATHEdunesa Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.169 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n2.p328-340

Abstract

Mathematical connection ability is the ability of students to connect mathematical ideas and concepts in a structured way to solve various problems both inside and outside mathematics. Mathematical connection ability plays an important role in the process of solving mathematical problems. Cognitive style is one of the factors that effect mathematical connection abilities. This research is a qualitative descriptive study that aims to describe the students' mathematical connection skills with visualizer and verbalizer cognitive styles in solving mathematics problems. The research subjects consisted of two grade IX students who each had visualizer and verbalizer cognitive styles. The instrument used was the researcher herself, VVQ (visualizer verbalizer questionnaire), a mathematical connection ability test, and interview guidelines. In this study, the material of plane area and Pythagorean theorem are used for test mathematical connection skills. The results obtained are students with visualizer cognitive style get a good category for their mathematical connection ability in solving mathematics problems because they meet seven good indicators and one sufficient indicator from the mathematical connection ability in solving problems indicator, while students with verbalizer cognitive style get sufficient categories because they meet three good indicators, four sufficient indicators, and one less indicator from mathematical connection ability in solving problems indicator. Therefore, teachers are expected to be able to train students with questions in the context of everyday life that have a higher level of mathematical connection so that they can improve their connection skills and also train with variety exercices presentation so student with each cognitive style can be trained to understand a given problem.
ANALISIS LITERASI MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PROPORSI Bintari Tri Ambarwati; Rooselyna Ekawati
MATHEdunesa Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.668 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n2.p390-403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi matematika siswa kelas IX SMP di Sidoarjo dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada topik proporsi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode tes tulis terkait soal HOTS proporsi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indikator literasi matematika sesuai pada Kerangka Kerja PISA 2021 pada tahap merumuskan (formulate), menerapkan (employ), serta menafsirkan dan mengevaluasi (interpret and evaluate). Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Dari 12 siswa dengan kemampuan matematis tinggi, tiga siswa dengan literasi matematika yang berbeda dipilih sebagai subjek pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan soal HOTS proporsi, pada tahap merumuskan (formulate), siswa kurang mampu merepresentasikan situasi matematis menggunakan model matematika yang sesuai dengan topik proporsi. Pada tahap menerapkan (employ), siswa mampu menggunakan konsep dan prosedur matematis untuk menyelesaikan soal HOTS proporsi. Sedangkan, pada tahap menafsirkan dan mengevaluasi (interpret and evaluate), siswa kurang mampu menafsirkan hasil matematis kembali ke konteks dunia nyata. Sehingga, diperlukan pembelajaran yang bukan hanya melatih siswa untuk menerapkan konsep dan prosedur matematis untuk menyelesaikan soal, namun juga dapat melatih siswa untuk merepresentasikan situasi matematis dalam konteks dunia nyata menjadi model matematika dan menafsirkan solusi matematis yang telah diperoleh kembali ke konteks dunia nyata. Kata Kunci : Literasi matematika, Soal HOTS, Proporsi
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA OPEN-ENDED DITINJAU DARI SELF-CONCEPT MATEMATIS SISWA Anisa'a Faradilla; Pradnyo Wijayanti
MATHEdunesa Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.171 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n2.p368-377

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu kemampuan berpikir yang harus dimiliki siswa, untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa dapat dilakukan dengan memberikan soal matematika open-ended kepada siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal matematika open-ended ditinjau dari self-concept matematis siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan subjek yang digunakan pada penelitian ini yakni teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini terdiri dari satu siswa dengan kategori self-concept matematis tinggi, satu siswa dengan self-concept matematis sedang, dan satu siswa dengan self-concept matematis rendah. Instrumen yang digunakan meliputi angket self-concept matematis, soal matematika open-ended, dan pedoman wawancara. Metode pengumpulan data pada penelitian ini diantaranya metode angket, tes, dan wawancara. Serta teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis angket self-concept matematis, analisis soal matematika open-ended, dan analisis wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kefasihan siswa self-concept matematis tinggi dapat menuliskan tiga jawaban untuk ukuran panjang, dan lebar kolam renang, serta dua jawaban untuk luas kolam renang dengan benar, fleksibilitas siswa self-concept matematis tinggi dapat menggunakan tiga metode penyelesaian yang benar, dan kebaruan siswa self-concept matematis tinggi dapat menggunakan metode matriks yang belum diajarkan di sekolahnya. Kefasihan siswa self-concept matematis sedang dapat menuliskan tiga jawaban untuk ukuran panjang, lebar, dan luas kolam renang dengan benar, fleksibilitas siswa self-concept matematis sedang dapat menggunakan dua macam metode penyelesaian yang benar. Kefasihan siswa self-concept matematis rendah dapat menuliskan dua jawaban untuk ukuran panjang dan lebar kolam renang dengan benar. Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi guru agar melatih kemampuan berpikir kreatif siswa dengan memberikan soal matematika tipe open- ended. Kata Kunci : berpikir kreatif, soal matematika open-ended , self-concept matematis
KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR GLOBAL – ANALITIK DISERTAI SCAFFOLDINGNYA Putri Nur Indah; Dini Kinati Fardah
MATHEdunesa Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.49 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n2.p341-356

Abstract

Guru perlu mengetahui kesalahan siswa guna melihat pemahaman siswa sehingga proses pembelajaran berjalan maksimal. Masalah yang dapat digunakan untuk mengetahui kesalahan siswa yakni soal cerita karena dalam menyelesaikannya kemampuan siswa akan berbeda–beda dipengaruhi oleh gaya belajarnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kulitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari gaya belajar global–analitik disertai scaffolding dalam mengatasinya. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 siswa dengan masing–masing 2 siswa di setiap gaya belajar. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni angket, tes dan wawancara. Indikator yang digunakan yakni indikator kesalahan Newman. Hasil penelitian menunjukkan siswa bergaya belajar global dominan memenuhi 2 indikator yakni kesalahan proses penyelesaian dan penulisan kesimpulan. Sedangkan siswa bergaya belajar analitik dominan memenuhi 4 indikator yakni kesalahan memahami, transformasi, proses penyelesaian dan penulisan kesimpulan. Scaffolding yang diberikan di setiap kesalahan yakni, pada kesalahan memahami menggunakan strategi membaca kembali soal yang diberikan. Pada kesalahan transformasi, siswa bergaya belajar global tidak diberikan scaffolding berupa strategi explaining dan developing conceptual thinking. Pada kesalahan proses penyelesaian dan penulisan kesimpulan, menggunakan strategi reviewing dan strategi restructuring. Guna meminimalisir kesalahan yang dialami siswa, hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan guru agar membiasakan siswa menyelesaikan soal cerita matematika dan memberikan scaffolding di setiap tahap kesalahan. Kata Kunci : Kesalahan siswa , Soal Cerita Matematika, Gaya Belajar Global–Analitik, Scaffolding.
PENGEMBANGAN E-BOOK MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS AKHMAD LABIB AN NAUFAL
MATHEdunesa Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.196 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n2.p378-389

Abstract

Semakin berkembangnya zaman bentuk buku tidak lagi berbentuk cetak, tetapi bentuk buku dapat dibuat elektronik. Buku elektronik mudah diakses dan dapat dibaca kapan saja dan dimana saja. Dari hal tersebut, peneliti tertarik untuk mengembangkan e-book. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa e-book matematika pada materi persamaan garis lurus yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian menggunakan aplikasi Flip PDF Profesional versi 2.4.9.32. Penelitian ini bertujuan menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari e-book sehingga dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar yang dapat melatih keterampilan berpikir kritis siswa pada materi persamaan garis lurus. Hasil uji validitas e-book matematika memperoleh persentase 97,85% dari validator praktisi dan 90% dari validator ahli. Hasil uji kepraktisan e-book memperoleh persentase 78,88% dengan kategori baik yang dilakukan oleh 12 siswa. Kemudian uji keefektifan dari 12 siswa kelas IX SMP swasta di Sidoarjo yang sudah mempelajari materi persamaan garis lurus sebelumnya. Dari e-book yang dikembangkan diperoleh nilai postest lebih besar dari nilai pretest untuk semua siswa . Setelah diuji cobakan kepada siswa didapatkan bahwa kelebihan dari e-book yang dikembangkan ialah terdapat animasi yang menarik yang dapat membantu siswa lebih memahami materi persamaan garis, selain itu terdapat unsur interaktif dengan adanya animasi yang mendampingi sehingga belajar pada e-book tidak terkesan sendirian. Selain itu, hasil akhir e-book yang dikembangkan berupa link dan tidak perlu mengunduh aplikasi tertentu sehingga lebih praktis. Kekurangan dari e-book yang dikembangkan ialah soal-soal untuk melatih berpikir kritis dapat lebih dikembangkan, selain itu tampilan dari e-book juga masih cenderung monoton.
Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita SPLTV Ditinjau dari Gaya Kognitif Reflektif-Impulsif Siti Mashfufatul Khoiriyah; Masriyah Masriyah
MATHEdunesa Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.784 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n2.p357-367

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kesanggupan seseorang dalam melaksanakan proses pemecahan masalah yang menjadi salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah belajar matematika. Sedangkan pemecahan masalah merupakan proses seseorang dalam menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan pemahamannya untuk mengatasi masalah tertentu yang belum jelas penyelesaiannya. Masalah yang dipecahkan dapat disajikan dalam bentuk cerita. Faktor yang memengaruhi pemecahan masalah ialah gaya kognitif reflektif dan impulsif. Dalam memecahkan masalah, salah satu faktor yang memengaruhinya ialah gaya kognitif reflektif dan impulsif. Salah satu materi yang membutuhkan pemecahan masalah ialah SPLTV sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif pada materi SPLTV. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan wawancara. Instrumen dalam penelitian ini yaitu tes gaya kognitif MFFT(Matching Familiar Figure Test), tes kemampuan matematika, tes pemecahan masalah berbentuk soal cerita, dan pedoman wawancara. Subjek penelitian ini adalah masing-masing satu siswa dengan gaya kognitif reflektif dan satu siswa dengan gaya kognitif impulsif berdasarkan hasil MFFT. Pemilihan subjek dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data berdasarkan indikator pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa bergaya kognitif reflektif mampu memenuhi semua indikator tahapan pemecahan masalah diantaranya ialah mampu memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksankaan rencana pemecahan masalah dengan benar, dan memeriksa kembali jawaban. Sebaliknya, siswa dengan gaya kognitif impulsif belum memenuhi semua indikator tahapan pemecahan masalah. Siswa impulsif menyelesaikannya sampai akhir namun tidak semua benar. Siswa impulsif melakukan kesalahan dalam menyusun model matematika dan perhitungan sehingga jawaban akhir kurang tepat. Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Soal Cerita, Gaya Kognitif Reflektif-Impulsif.

Page 10 of 33 | Total Record : 325